10 Foto Air Terjun Jumog Karanganyar, Rute Dari Solo + Harga Tiket Obyek Wisata Alam

Posted on
Air terjun jumog karanganyar solo rute wisata alam obyek sejarah kemuning jati map jenawi magetan 2018 ngawi alamat arah akses lokasi asal usul menuju ke berjo kabupaten jawa tengah blitar jam buka biaya masuk cara dari jogja parang ijo itu dimana tempat foto fasilitas gambar htm harga tiket hotel dekat kecamatan indonesia informasi jateng jalur jalan letak peta mitos legenda denah maps tawangmangu misteri ngargoyoso penginapan sragen tentang tinggi telaga wikipedia
Air Terjun Jumog, sumber: tanahnusantara.com

Alamat: Berjo, Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Indonesia 57793
Map: KlikDisini
HTM:  Rp 5.000,-/orang
Buka/Tutup: 08.00 – 17.00 WIB
Telepon:

Menuruni seratus enam belas anak tangga menjadi tantangan ketika kalian tiba di daerah tamasya berada di Karanganyar, Jawa Tengah. Tapi, kalian tidak bakal merasa lelah kalau merasakan panorama yang disuguhkan sepanjang perjalanan.

Tempat ini adalah tamasya kalianlan di Kabupaten Karanganyar. Objek tamasya ini berada di kaki Gunung Lawu, tepatnya di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso. Atau, sekitar empat puluh satu kilometer dari Solo.

Udara adem & hamparan pohon – pohon rindang memutari daerah tamasya ini. kalian tidak akan kepanasan ketika menuruni anak tangga terbuat dari semen lantaran naungan pohon – pohon pakis di sisi luar tangga melekat di tebing.

116 anak tangga, sumber: swetadwipa.blogspot.com

Memang, selesai menapaki anak tangga, kalian tidak seketika menemukan lokasi tersebut hal yang demikian. kalian masih semestinya berjalan sekitar 100 meter untuk menemukannya di balik tebing. Tapi, suasana adem & panorama hijau menyegarkan tidak bakal membikin bosan.

“Memang benar kata sahabat-sahabat, curug & suasana tempatnya cukup menawan. Jalan ke sini juga tak sulit,” ujar Eka Rahayu (19), mahasiswi Politeknik di Madiun.

Dara asal Magetan, Jawa Timur, ini rela mencapai perjalanan lebih dari 2 jam memakai sepeda motor untuk memandang air terjun Jumog. Sebelumnya, ia cuma memandang dari foto yang dipamerkan sahabat – sahabatnya.

Air terjun Jumog sempat dijuluki Surga yang Sirna. Pasalnya, sebelum sah dibuka untuk biasa pada tahun 2004, lokasi tersebut ini ditutupi semak belukar.

Akibatnya, warga & Pemerintah Desa (Pemdes) Berjo bergotong royong membabat semak & membuka jalan sehingga curug ini dapat dipandang biasa. Tinggi air terjun ini cuma sekitar tiga puluh meter. Debit airnya tidak terlalu besar sedangkan hujan turun. Juga, tidak terlalu sedikit sedangkan musim kemarau datang.

Airnya seperti itu bening & segar. Umumnya, pengunjung bermain & merendam kaki di aliran sungai yang meneruskan limpahan air terjun.

Di depan curug, Badan Umum Milik Desa Berjo yang mengelola daerah tamasya ini membikin jembatan. Tempat ini menjadi daerah unggulan pengunjung berfoto dengan latar air terjun. Pengelola juga membikin tempat duduk – kursi dari kayu dapat dimanfaatkan pengunjung untuk melepas lelah & merasakan wilayah tamasya ini.

“Ketika hari libur atau event tertentu, kami menyediakan hiburan organ tunggal” kata Wanti, penjaga loket.

Wahana Permainan Air, sumber: travel.kompas.com

Fasilitas lain yang disediakan pengelola berupa wahana permainan si kecil berupa jungkat jungkit, ayunan, & bola panjat. Ada juga kolam renang untuk si kecil. Tapi, tidak banyak wahana air tersedia kecuali ember tumpah.

Kalian yang tidak membawa bekal tidak perlu kuatir kelaparan. Terdapat jajaran kios menyiapkan bermacam – macam menu, mulai dari mi instan hingga sate kelinci atau sate ayam. kalian malahan punya alternatif merasakan di dalam kios atau di pinggir anak sungai.

Piknik di tepi sungai, sumber: tribunnews.com

Deretan kios juga ada di trek sebelum loket masuk. Mereka tidak sekedar menawarkan makanan tapi juga oleh – oleh produk masyarakat sekitar. Contohnya, kerupuk ketela & teh bermacam – macam rasa.

Tiket Masuk & Biaya Parkir

Karcis masuk cuma dihargai 5.000 rupiah per orang. Kalian yang membawa kendaraan pribadi bisa memarkirkan motor & kendaraan beroda 4 di area sudah disiapkan pengelola. Biaya parkir sepeda motor 2.000 rupiah & kendaraan beroda 4 5.000 rupiah.

Peta Lokasi, sumber: google.co.id/maps

Rute Air Terjun Jumog

Jika ingin ke spot wisata ini yang berada di Solo tersebut, tak terlalu susah karena akses jalan menuju ke tempat tersebut sudah cukup bagus Kalian akan lewat sebuah jalanan menanjak tak terlalu tinggi. Kalau perjalanan wisata kalian bermula dari Solo, kalian wajib menuju ke arah bagian timur.

BacaJuga:  10 Gambar Pantai Marina Semarang + Harga Tiket Masuk dan Letak Lokasi Alamat Peta Google Map
Pintu masuk Air Terjun Jumog, sumber: wanitapagihari.wordpress.com

Jika sudah sampai di daerah Karangpandan, kalian tak akan menemukan kesulitan untuk menuju ke tempat tersebut. Sebab sudah terdapat papan – papan petunjuk jalan untuk ke tempat wisata tersebut.

Posisi tempat tersebut berada di lereng Gunung Lawu kawasan kabupaten Karanganyar. Rute termudah dengan mencontoh Jalan Raya Tawangmangu kemudian ada sebuah per-3-an kecil menuju ke jalanan tamasya Jumog – Candi Sukuh – Kemuning – Candi Cetho.

Posisi per-3-an kecil hal yang demikian dijumpai sebelum menjelang wilayah Tamasya Alam Tawangmangu. Dari gerbang tamasya, cuma sejauh dua kilometer dengan mengambil jalan ke kanan menyusuri jalur aspal cukup sempit.

Bagi pengguna kendaraan biasa bisa memakai bus biasa dari Solo ke terminal Karangpandan (arah ke Tawangmangu) dengan biaya sebesar 5.000 rupiah perorang , dilanjutkan naik bus kecil ke Nglorog (Candi Sukuh atau Curug Jumog) atau menuju terminal Kemuning (Candi Cetho) dengan biaya sebesar 2000 rupiah perorang.  Berikutnya naik ojek sebab tak ada kendaraan biasa menuju tempat candi atau curug. Biaya ojek telah tercantum, sekitar 50.000 rupiah pulang – pergi, namun masih dapat di nego.

Area Air Terjun Jumog, sumber: chaterin22.blogspot.com

Dari arah area parkir kendaraan , kalian diwajibkan berjalan kaki sekitar jauhnya 400 meter. Dengan melewati jalanan setapak berupa tangga menurun terbuat dari bahan batu semen.  Rasa letih dikarenakan perjalanan yang lumayan menghabiskan banyak waktu kalian akan terbayar dengan adanya suasanan & pemandangan tempat wisata ini.

Asal Usul & Mitos

Tamasya Air Terjun Pengantin merupakan nama yang diberi oleh warga sekitar. Alasan mengapa diberikan nama Air Terjun Pengantin merupakan sebab hal demikian berjumlah 2 buah & berada dalam 1 wilayah sama & berdekatan. Menurut penuturan penduduk sekitar, sesungguhnya tempat ini dulunya bernama Grojokan Jumog atau Dugji. Grojokan adalah sebutan orang Jawa dari air jatuh ke bawah. Tapi sebab curug ini terbelah menjadi dua komponen, karenanya lokasi wisata ini dinamai Air Terjun Pengantin.

Bagi kalian yang masih pacaran & akan langsung menikah bisa mengunjungi area tersebut supaya kian dekat dengan pernikahan & bagi kalian telah menikah akan kian mesra & harmonis dalam berumah tangga. Dan malahan bagi berkeinginan mencari jodoh, tentu bisa menyegarkan pandangan untuk datang ke sini. Tetapi cuma mungkin itu cuma mitos, sebab jodoh udah ada atur.

Asal nama Air terjun pengantin sendiri diambil dari keunikan wujud sepasang curug berdampingan layaknya sepasang pengantin baru. Sesungguhnya tempat ini dulunya lebih di ketahui dengan nama Air terjun Jumog.

Masyarakat sekitar mempercayai kalau ada sepasang anak muda yang masih pacaran lalu mengunjungi lokasi tersebut maka tak lama lagi relasi mereka akan menuju ke tahapan pernikahan, padahal bagi yang sudah menikah relasi rumah tangga nya akan menjadi kian harmonis sesudah mengunjungi curug memiliki ketinggian sekitar dua belas meter ini.

Tak terdapat cerita mistik seperti dalam film horor, sebab memang daerah ini bukan daerah terdapat dalam film horor hal demikian.  Curug Pengantin adalah curug yang masih baru.  hal demikian sebab tamasya ini baru dibuka & disahkan pada tahun 2011.

Fasilitas

Fasilitas yang berada di area wisata tersebut dapat dikatakan cukup memuaskan untuk para pengunjung atau wisatawan. Walaupun tak selengkap tempat wisata telah populer, tetapi lumayan terawat & bersih. Di tempat wisata tersebut terdapat mushola kecil berada di area parkir. Walau tak cukup besar tetapi untuk kebersihan nya tetap dijaga & suasana nya cukup nyaman.

BacaJuga:  10 Gambar Benteng Pendem Cilacap, Sejarah Misteri Wisata + Asal Usul Obyek Dunia Lain

Tak hanya itu, di area wisata ini juga terdapat kolam renang yang nyaman & cukup bersih. Kolam renang ini lebih dikhusukan untuk si buah hati kecil dibawah umur tujuh tahun. Dari pihak pengelola membikin kolam renang si kecil untuk fasilitas si buah hati kecil bermain air lebih aman & nyaman, dari pada bermain air dibawah curug atau dialiran sungai.

Kolam renang ini cuma mempunyai kedalaman 50 centimeter, jadi aman untuk buah hati kalian untuk berenang disini. Tak perlu membayar lagi untuk berenang disini, sebab karcis masuk telah termasuk fasilitas di tamasya di Jumog ini.

Untuk kalian yang ingin menginap atau kemalaman di sekitar area itu tak perlu cemas, sebab di area tersebut terdapat tempat menginap mempunyai gaya homestay. Homestay tersebut mempunyai jarak sekitar 1 kilometer dari tempat wisata itu.

Para wisatawan cukup membayar sewa mulai dari harga 50.000 rupiah hingga 250.000 rupiah. Jika kalian merasa letih setelah bermain air & berjalan – jalan, kalian dapat bersantai sejenak di gazebo -gazebo mini yang berada di sekitaran tersebut untuk beristirahat.

Dan jika kalian tak membawa makanan atau minuman, di tempat wisata itu tersebut banyak sekali tersedia tempat makan dengan menu – menu yang dapat dinikmati para pengunjung. Contohnya seperti sate kelinci, adalah salah satu menu khas wilayah Tawangmangu & sekelilingnya.

Terdapat juga sate ayam, juga menu minuman hangat & makanan lain – lainnya. Di tempat tersebut juga terdapat jalur khusus bisa dipakai untuk pijat refleksi untuk kaki. Jalur yang sudah dipasangi dengan kerikil mempunyai bentuk bulat – bulat & tertata rapih mempunyai panjang tertentu sudah disiapan untuk para wisatawan dengan tak menggunakan alas kaki.

Tempat Wisata Lain Sekitar Air Terjun Jumog

  1. Curug Grojogan

Curug Tawangmangu Karanganyar Jawa Tengah ini diketahui dengan nama “Grojogan Sewu” oleh penduduk sekitar. Tapi demikian orang – orang luar tempat lebih terkenal dengan nama Curug Tawangmangu. Ketinggian nya menempuh 80 meter di atas permukaan air laut & yakni yang tertinggi di wilayah Jateng.

Curug Grojogan, sumber: katalogwisata.com

Untuk hingga ke spot tamasya, pengunjung mesti menaiki anak tangga berjumlah kurang lebih dari 1000 anak tangga. Tetapi kalian tak perlu kuatir, sebab di sepanjang perjalanan pendakian kalian akan disuguhi bermacam – macam pemandangan panorama memikat, pohon – pohon & kicauan burung yang ramai.

Satwa lain juga meramaikan daerah ini ialah monyet. Banyak sekali monyet di wilayah Grojogan Sewu. Monyet – monyet ini tergolong jinak, sedangkan seperti itu pengunjung direkomendasikan untuk selalu berhati – hati, secara khusus saat memberi makan monyet hal yang demikian. Monyet – monyet ini merupakan satwa dilindungi pemerintah.

Setibanya di spot, kecuali bisa merasakan & bermain di bawah luapan tempat tersebut, pengunjung juga bisa merasakan wahana kolam renang yang disediakan oleh pihak pengelola.

Kecuali itu, bagi pengunjung yang mau|berkeinginan bermalam juga disediakan sebagian homestay untuk menginap. Harga sewa homestay ini cukup relatif murah, apalagi jika|jikalau|bila|apabila|seandainya|sekiranya di isi oleh banyak orang.

  1. Curug Parang Ijo

Curug Parang Ijo adalah salah satu obyek tamasya alam berupa air terjun yang ada di sekitar Gunung Lawu. Nama curug ini relatif kurang familiar kalau dibandingi 2 tamasya curug lain adalah Grojogan Sewu serta Jumog. Tapi, suasana ada disana boleh diadu.

BacaJuga:  Alamat Solo Paragon Mall Hotel & Residences, Sejarah Misteri Angker, Tenant: Informa ibox Guardian Gramedia Passion Payless
Air Terjun Parang Ijo, sumber: tempatwisatamu.com

lokasi di Parang Ijo tersebut mempunyai tinggi kira – kira sekitar lima puluh meter ini berada di Desa Girimulyo, kecamatan Ngargoyoso. Letaknya tak terlalu jauh dari sebagian daerah tamasya lain yang juga berada di kecamatan Ngargoyoso seperti Candi Sukuh, Candi Cetho, Air Terjun Jumog serta Perkebunan Teh Kemuning. Parang Ijo berada pada ketinggian sekitar 1.000 meter diatas permukaan laut.

Kecuali obyek tamasya utama berupa curug, di sekitar daerah tamasya ini sudah tersedia bermacam – macam fasilitas untuk memanjakan para pelancong. Fasilitas – fasilitas seperi kolam renang, gardu pandang, flying fox, sampai taman bermain sudah tersedia di sekitar objek wisata Parang Ijo sehingga para pelancong dapat berlama – lama tanpa berdaya upaya untuk melipir ke daerah lain.

  1. Candi Sukuh

Candi Sukuh merupakan sebuah rumit candi agama Hindu yang secara administrasi terletak di kawasan Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar,Jawa Tengah. Candi ini diklasifikasikan sebagai candi Hindu sebab ditemukannya obyek pujaan lingga & yoni.

Candi ini dianggap kontroversial sebab wujudnya kurang umum & sebab penggambaran alat – alat kelamin manusia secara eksplisit pada sebagian figurnya. Candi Sukuh sudah diusulkan ke UNESCO untuk menjadi salah satu tempat Warisan Dunia semenjak tahun 1995.

Candi Sukuh, sumber: tripadvisor.com

Situs candi Sukuh dilaporkan pertama kali di masa pemerintahan Britania Raya di tanah Jawa pada tahun 1815 oleh Johnson, Residen Surakarta. Johnson kala itu ditugasi oleh Thomas Stanford Raffles untuk mengumpulkan data-data guna menulis bukunya The History of Java. Sesudah masa pemerintahan Britania Raya berlalu, pada tahun 1842, Van der Vlis, arkeolog Belanda, melaksanakan penelitian. Pemugaran pertama diawali pada tahun 1928.

Lokasi candi Sukuh terletak di lereng kaki Gunung Lawu pada ketinggian kurang lebih 1.186 meter di atas permukaan laut pada koordinat 07°37, 38° 85° Lintang Selatan & 111°07 52°65° Bujur Barat. Candi ini yang berada di Dukuh Sukuh, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Candi ini berjarak kurang lebih dua puluh kilometer dari kota Karanganyar & 36 kilometer dari Surakarta.

Bangunan candi Sukuh memberikan kesan kesederhanaan yang mencolok pada para pengunjung. Kesan yang diperoleh dari candi ini sungguh berbeda dengan didapat dari candi – candi besar di Jawa Tengah lainnya adalah Candi Borobudur & Candi Prambanan. Wujud bangunan candi Sukuh cenderung mirip dengan peninggalan adat istiadat Maya di Meksiko atau peninggalan adat istiadat Inca di Peru.

Ada yang salah? Punya kritik dan saran? Sampaikan di kolom komentar dibawah ini ya kakak

Struktur ini juga mengingatkan para pengunjung akan wujud piramida di Mesir.Kesan kesederhanaan ini menarik perhatian arkeolog termashyur Belanda, W.F. Stutterheim, pada tahun 1930.

Dia mencoba menjelaskannya dengan memberikan 3 argumen. Pertama, kemungkinan pemahat Candi Sukuh bukan seorang tukang batu tapi tukang kayu dari desa & bukan dari kalangan keraton. Kedua, candi diciptakan dengan agak tergesa – gesa sehingga kurang rapi. Ketiga, situasi politik kala itu dengan memasuki keruntuhan Majapahit, tak memungkinkan untuk membikin candi yang besar & megah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *