10 Gambar Bendungan Karangkates Malang + Sejarah Misteri Waduk Ir Sutami

Posted on
Bendungan karangkates malang misteri sejarah blitar gambar foto terletak di retak jebol dibuka sumberpucung video jawa timur alamat berada daerah berita cerita ditutup dimana rute dari kediri wisata fungsi fasilitas info jatim jika sutami kisah keindahan keadaan keretakan kabar kondisi lahor letak legenda luas membendung sungai penginapan mistis pembangunan profil plta pembuatan peta pladu pengelola ramalan struktur tiket terowongan tempat taman wikipedia wahana youtube
Bendungan Karangkates (foto: pinterest.co.uk/grosirkeripik.com)

Lokasi:  Desa Karangkates, Kecamatan Sumber Pucung, Kabupaten Malang, Jawa Timur, 65165
Map: KlikDisini
HTM:  Weekday Rp.5.000, Weekend Rp.7.000, Hari Libur Nasional Rp.10.000
Buka/Tutup: 07.00 – 17.00 WIB
Telepon: 0341 – 385207

Meski tujuan utama dibangunnya waduk atau bendungan adalah untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), namun beberapa fungsi selalu mengiringi keberadaan sebuah bendungan, seperti untuk mengendalikan banjir, irigasi persawahan, budidaya ikan darat sampai dengan dijadikan sebagai objek pariwisata. Menjadi sesuatu yang wajar jika  bendungan dijadikan sebagai objek pariwisata, karena selain teknologi PLTA bisa dijadikan sebagai bahan pembelajaran untuk eduwisata, pemandangan yang ada di sekelilingnya selalu menyajikan panorama yang indah berupa hamparan kolam raksasa yang dikelilingi pepohonan yang rindang dan bebukitan.

Bendungan Karangkates yang Megah (foto: indoturs.com)

Beberapa bendungan raksasa di Indonesia yang juga berfungsi sebagai objek pariwisata diantaranya adalah: Waduk Kedungombo dan Gajah Mungkur yang ada di Jawa Tengah, Waduk Jatiluhur dan Jatigede yang ada di  Jawa Barat, Waduk Batutegi di Lampung, Waduk Riam Kanan di Kalimantan Selatan, Waduk Sigura-gura di Sumatera Utara, Bendungan Tilon di Nusa Tenggara Timur, Bendungan Bili-Bili di Sulawesi Selatan dan beberapa bendungan yang lain termasuk bendungan terbesar di Propinsi Jawa Timur yaitu Bendungan Karangkates yang juga dikenal dengan nama Bendungan Sutami yang ada di Desa Karangkates, Kecamatan Sumber Pucung, Kabupaten Malang.

Bendungan yang menahan laju aliran Sungai Brantas ini tidak pernah sepi dari pengunjung, karena selain diminati oleh para wisatawan yang ingin menikmati eduwisata maupun wisata alam juga kerap dijadikan persinggahan oleh mereka yang melakukan perjalanan dari Blitar menuju ke Malang atau sebaliknya. Karena lokasi Bendungan Karangkates memang berada di tepi jalan yang menghubungkan 2 kota besar yang ada di Jawa Timur tersebut.

Bendungan Karangkates Dilihat dari Atas (foto: bendunganwadukdiindonesia.blogspot.co.id)

Dengan lokasi yang berada di tepi jalan poros Blitar – Malang, membuat bendungan ini cukup mudah dijangkau, baik dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Bagi wisatawan yang menggunakan kendaraan pribadi, dari pusat kota Malang dapat melewati jalan yang menuju ke Kepanjen berlanjut ke Kecamatan Sumber Pucung, tidak berapa lama kemudian akan sampai di lokasi yang dituju. Jarak Bendungan Karangkates dari Kota Malang sekitar 35 km atau sekitar 16 km di sebelah Barat Gunung Kawi. Jika berangkat dari kota Blitar, kendaraan dapat diarahkan menyusuri daerah Wlingi sebelum sampai di Bendungan Sutami.

Perjalanan yang menggunakan angkutan umum, jika berangkat dari Malang bisa naik bus di Kepanjen atau dengan naik mikrolet JDL dari terminal Landungsari menuju Junrejo dan turun di dekat waduk. Sedang untuk wisatawan yang berangkat dari Blitar bisa memanfaatkan kereta api yang berangkat dari Stasiun Blitar menuju Malang lalu turun di Stasiun Sumberpucung. Keluar dari stasiun dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju JL. Jenderal Sudirman untuk mencari bus atau angkot yang menuju ke arah bendungan. Perjalanan dari Blitar juga bisa menggunakan bus dari Terminal Blitar menuju Malang dan turun di dekat waduk.

Keindahan Pemandangan Alam di Kawasan Bendungan Karangkates (foto: bendunganwadukdiindonesia.blogspot.co.id)

Bendungan Karangkates Selayang Pandang

Salah satu bendungan terbesar di Indonesia ini dibangun sepanjang tahun 1975 – 1977 dengan menghabiskan anggaran sebesar USD 37,97 juta atau sekitar Rp.10.093 Milyar. Bendungan Karangkates diresmikan penggunaannya pada 4 September 1977 oleh Presiden ke-2 RI., Soeharto dan diberi nama bendungan Sutami sebagai bentuk penghargaan dan tanda terima kasih pemerintah kepada Prof. Dr. Ir. Sutami atas jasa-jasanya bagi pembangunan di Indonesia.

Menempati lahan seluas 6 hektar, Waduk atau Bendungan Karangkates memanfaatkan aliran Sungai Brantas untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang memiliki kapasitas 3 x 35 megawatt (MW) dan dapat memproduksi listrik sampai dengan 400 juta kwh pertahun. Selain sebagai PLTA, Bendungan yang dikelola oleh PJT I (Perum Jasa Tirta I) ini juga dimanfaatkan untuk mengendalikan banjir, budidaya perikanan darat serta irigasi bagi 34.000 hektar persawahan yang ada di daerah hilir.

Perahu-perahu yang Siap mengantar Wisatawan Mengelilingi Bendungan Karangkates (foto: iqbalazhari.com)

Dalam perkembangannya, Bendungan Karangkates dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas dan sarana olah raga seperti kolam pemancingan ikan, lapangan golf dan lapangan tenis serta dimanfaatkan sebagai objek pariwisata yang menempati lokasi di dua tempat, yaitu di sebelah utara Bendungan Karangkates dan di sebelah Selatan Bendungan Lahor.

Meski keberadaan dari bendungan ini sarat dengan pemanfaatan teknologi modern, namun dalam proses pembangunannya hingga kini diwarnai dengan berbagai misteri yang sulit untuk diterima oleh akal. Bahkan, arsitek pembangunan waduk yang didatangkan dari Jepang, terpaksa harus berkompromi dengan misteri dan fenomena alam yang sulit untuk dinalar tersebut, salah satunya adalah fenomena Watu Tumpuk atau Batu Bertumpuk.

Konon, sebelum Bendungan Karangkates dibangun, Watu Tumpuk berada di tengah-tengah aliran sungai. Ketika air Sungai Brantas sedang pasang, Watu Tumpuk diterjang oleh arus air dan saat sungai sedang surut batu itu menjadi sebuah kedung atau tempat pusaran air yang digunakan tempat minum Banteng. Karena itulah tempat tersebut juga disebut Kedung Banteng.

Keindahan Salah Satu Sudut Bendungan Karangkates (foto: bendunganwadukdiindonesia.blogspot.co.id)

Watu Tumpuk mulai menarik perhatian ketika tanpa sengaja ditemukan oleh para pekerja proyek Pembangunan bendungan. Karena mengganggu jalannya proyek, batu tersebut pernah coba dihancurkan dengan menggunakan dinamit, tapi ternyata dinamit yang dipasang tidak pernah mau meledak. Saat akan dipindah dengan menggunakan buldozer, alat berat tersebut tidak pernah mampu menggeser apalagi mengangkat. Keanehan tersebut rupanya membuat ngeri para pekerja proyek, sehingga tidak ada satupun karyawan yang mau mengerjakan tugas tersebut.

Akhirnya pimpinan proyek memutuskan untuk membiarkan Watu Tumpuk di tempatnya semula dan menjadikannya sebagai As bangunan bendungan dengan menggeser bangunan bendungan sedikit ke arah Timur. Tidak hanya itu, Watu Tumpuk selanjutnya juga dijadikan sebagai monumen dan banyak orang menyebutnya sebagai Mustika dari Bendungan Karangkates.

Menikmati Keindahan Bendungan Karangkates

Kolam Renang Bendungan Karangkates (foto: mochasino.blogspot.co.id)

Berlokasi di pinggir jalan raya yang menghubungkan Malang dengan Blitar, membuat kawasan di sekitar Waduk Karangkates kerapkali dijadikan sebagai tempat pemberhentian kendaraan dan persinggahan para pengemudi serta penumpang sekaligus untuk melepas lelah setelah menempuh perjalanan jauh.

Dengan view hamparan kolam raksasa berlatar belakang hijaunya pepohonan dan pegunungan di  kejauhan, kawasan di sekitar waduk menjadi tempat yang ideal untuk dipakai beristirahat. Jika hanya sekedar singgah dan melepas penat, pengunjung tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun. Tapi jika ingin menikmati aktifitas wisata, pengunjung harus membeli tiket masuk terlebih dahulu.

Terdapat dua lokasi wisata  yang ada di sekitar area bendungan, yaitu Taman Wisata Karangkates yang berlokasi di sebelah utara Waduk Karangkates dan serta Taman Wisata Bendungan Lahor yang terdapat di sisi selatan Bendungan Lahor. Keberadaan Bendungan Lahor sendiri merupakan bagian dari Waduk Karangkates karena fungsinya sebagai pensuplai air apabila air yang ada di Bendungan Karangkates mengalami penyusutan.

Terdapat berbagai aktifitas yang dapat dilakukan pengunjung saat berada di dua lokasi wisata tersebut. Aktifitas yang paling banyak dilakukan adalah menikmati keindahan alam di sekitar danau, karena view di sekitar lokasi memang menyuguhkan panorama yang menyejukkan mata. Keindahan pemandangan alam tersebut dapat dinikmati sambil duduk di gazebo-gazebo yang tersedia di pinggiran danau buatan atau dengan menjelajah kawasan danau menggunakan perahu motor.

Camping Ground di Bendungan Karangkates (foto: mochasino.blogspot.co.id)

Untuk memanfaatkan perahu motor, pengunjung dapat menyewa dengan harga sesuai kesepakatan. Menyewa perahu ini merupakan pilihan terbaik bagi pengunjung yang datang bersama rombongan. Tapi jika datang seorang diri atau bersama keluarga yang jumlahnya tidak lebih dari 4 orang, lebih baik membayar ongkos perorang yang besarnya antara Rp.5.000 – Rp.10.000. Untuk mereka yang membayar ongkos perorang, harus sedikit sabar menunggu para penumpang yang lain, karena perahu motor baru berangkat mengelilingi kawasan danau buatan jika perahu sudah penuh.

Dengan menggunakan perahu, pengunjung akan diajak berkeliling ke seluruh kawasan perairan, kecuali untuk perahu yang mengelilingi kawasan perairan di Bendungan Lahor. Di bendungan yang menjadi penopang Waduk Karangkates ini terdapat zona berbahaya yang tidak boleh dilalui oleh perahu karena merupakan pintu air dan di bawahnya terdapat saluran air yang mengarah ke Bendungan Karangkates dengan kapasitas yang besar dan memiliki  daya sedot yang kuat. Sehingga, jika pintu air dibuka, perahu-perahu yang ada di atasnya dapat tersedot masuk ke dalam air. Tapi jangan khawatir, karena zona berbahaya ini ditandai dengan lingkaran tong-tong yang mengapung di atas air.

Wisma Utama Bendungan Karangkates yang Pernah Dijadikan Tempat Peristirahatan Presiden Soeharto (foto: mochasino.blogspot.co.id)

Selain mengelilingi kawasan perairan dengan menggunakan perahu, aktifitas menarik lainnya yang dapat dilakukan adalah bermain di atas banana boat serta memancing. Bagi pengunjung yang tidak membawa peralatan memancing, di lokasi wisata banyak pedagang yang menawarkan peralatan memancing berikut dengan umpannya. Apabila tidak suka memancing namun ingin membawa pulang ikan-ikan air tawar yang segar, banyak pula pedagang yang menawarkan ikan dengan berbagai jenis dan ukuran.

Tidak hanya itu saja aktifitas menarik yang dapat dilakukan di Bendungan Karangkates. Bagi mereka yang gemar berolahraga, terdapat jogging track di sekeliling pinggiran waduk yang dapat digunakan untuk berlari sambil menikmati indahnya panorama atau bersepeda mengelilingi kawasan danau. Terdapat pula lapangan tennis dan lapangan golf untuk mereka yang ingin menyalurkan hobby berolahraga.

Bagi pengunjung yang datang bersama keluarga, disarankan untuk tidak hanya berhenti beraktifitas di pinggiran bendungan, tapi melanjutkannya ke Taman Wisata Karangkates atau ke Taman Wisata Bendungan Lahor. Meski ada tambahan biaya untuk masuk ke kedua taman wisata tersebut, namun Anda akan dapat menikmati sejumlah fasilitas wisata yang tersedia, mulai dari kolam renang, waterboom, hot wheels, kebun binatang mini, outbond, ATV, Buggy Adventure, camping ground, flying fox dan fasilitas bermain anak-anak.

Harga Tiket Masuk dan Fasilitas di Bendungan Karangkates

Area Parkir Taman Wisata Bendungan Karangkates (foto: zulviarumaida.blogspot.co.id)

Untuk dapat menikmati keindahan alam dan melakukan berbagai macam aktifitas menarik di Bendungan Karangkates, Perum Jasa Tirta I selaku pihak pengelola mematok harga tiket masuk dengan harga yang cukup murah, yaitu Rp.5.000 pada hari-hari biasa, Rp.7.000 pada hari Sabtu dan Minggu serta Rp.10.000 pada musim liburan. Khusus untuk musim liburan, dengan tiket sebesar Rp.10.000 pengunjung akan mendapatkan soft drink serta dapat menikmati pertunjukan musik di lokasi wisata. Harga tiket tersebut belum termasuk ongkos parkir kendaraan sebesar Rp.2.000 untuk motor, Rp.5.000 untuk mobil dan Rp.10.000 untuk bus.

Selain kedua jenis tarif tersebut, pengunjung masih harus mengeluarkan sejumlah uang untuk dapat menikmati aktifitas wisata yang lain dengan jumlah tergantung dari jenis aktifitas wisata yang dilakukan. Untuk masuk ke kolam renang dan waterboom dikenakan tarif sebesar Rp.5.000, untuk bermain banana boat bertarif Rp.20.000, ATV Adventure Rp.20.000, Buggy Adventure Rp.25.000, Flying Fox Rp.12.500, Perahu Wisata Rp.5.000, Paket Camping Ground Rp.10.000 perorang permalam, sewa lahan Rp.250.000 perhari, sewa tenda berkapasitas 30 orang Rp.300.000 perhari dan untuk  Paket Outbond seharga Rp.115.000.

Dengan membayar harga tiket tersebut, pengunjung dapat menikmati sejumlah fasilitas umum yang disediakan, seperti toilet dan kamar mandi, mushollah, stand atau kios penjual souvenir, rumah makan dan restoran jika ingin menghilangkan lapar dan dahaga, juga penginapan bagi pengunjung yang ingin menghabiskan malam di sekitar Waduk Karangkates.

Terdapat beberapa jenis penginapan yang disediakan pihak pengelola bagi para wisatawan yang ingin bermalam, mulai dari Transito Room seharga Rp.200.000 permalam sampai dengan Wisma Utama seharga Rp.750.000 permalam. Wisma Utama ini dulu merupakan tempat peristirahatan Presiden kedua RI, Soeharto yang kondisi bangunannya hingga kini masih tetap dipertahankan sebagaimana saat pertama kali dibangun. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *