Tiket Masuk Brown Canyon Semarang Pucang Gading + Lokasi Alamat Map Letak Wisata

Posted on
Tiket masuk brown canyon semarang lokasi pucang gading alamat wisata map letak jalan menuju tempat rute 2017 dari tembalang central java lewat dimana adalah arah akses my trip adventure lengkap asal usul mula bukit biaya backpacker solo ditutup jogja daerah simpang lima foto google maps gambar htm harga instagram
Selfie di Brown Canyon. Foto: modifoke.com

Lokasi: Rowosari, Tembalang, Semarang City, Central Java 50279, Indonesia
Maps:  Klik Disini
HTM: Gratis
Buka/Tutup: 24 Jam
Telepon: –

Semarang menjadi salah satu kota di Jawa Tengah atau Central Java yang memiliki keunikan tersendiri. Ada beberapa kawasan wisata yang tidak kalah menarik seperti halnya di Jogja, Solo, dan juga kota-kota kecil lainnya yang memiliki kawasan wisata alam nan eksotis dan juga menarik. Di kota bandeng ini para wisatawan bisa menikmati berbagai macam obyek wisata yang sangat menarik.

Mulai dari kawasan wisata alam seperti Gunung Ungaran hingga kawasan wisata sejarah seperti Gereja Blenduk dan juga kawasan wisata Kota Tua. Hal ini tentu saja menarik minat para wisatawan yang ingin melihat dan juga mengunjungi keindahan kota Semarang nan aduhai. Salah satu kawasan wisata yang cukup menarik dan juga bisa dikunjungi oleh para wisatawan adalah Brown Canyon Semarang yang tidak kalah menarik.

Panorama cantik di Brown Canyon. Foto: semarangplus.com

Mengenal Brown Canyon Semarang

Kawasan wisata alam Brown Canyon Semarang ini sebenarnya bukanlah kawasan wisata murni yang disediakan oleh pemerintah. Kawasan ini terbentuk akibat proses alam dan juga proses galian yang dilakukan oleh penambang di sekitar Semarang dan juga Jawa Tengah. Kawasan Brown Canyon Semarang ini adalah area galian C yang sudah dijadikan tempat untuk menggali bagi para penambah selama 1 dekade lebih.

Di area ini para masyarakat yang bekerja sebagai penambang mengais rejeki dengan cara melakukan penggalian pasir di sekitar area tebing yang ada di kawasan Brown Canyon ini. Dan penggalian tanah urug dan batu padas sudah sering dilakukan hingga hari ini.

Kawasan wisata Brown Canyon ini memang fungsi awalnya bukan dijadikan tempat wisata. Area Brown Canyon ini dahulu merupakan area perbukitan biasa dan juga tebing-tebing yang tinggi di sekitar area Rowosari di Tembalang. Seperti yang disebutkan bahwa kawasan ini terbentuk akibat adanya proses penambangan material. Penambangan yang dilakukan setiap hari dan juga setiap waktu dalam jangka waktu yang lama hingga bertahun-tahun ahirnya membuat kawasan ini mirip dengan kawasan wisata Grand Canyon yang terletak di Arizona, Amerika Serikat.

Eksotisme Brown Canyon Semarang. Foto: reservasi.com

Asal Usul dan Awal Mula Brown Canyon

Kawasan wisata yang pernah masuk ke dalam acara My Trip My Adventure ini memang sekarang ini atau lebih tepatnya di tahun 2017 ini menjadi incaran para wisatawan. Baik dari domestik dan juga dari mancanegara. Kawasan wisata yang memang bukan termasuk kawasan wisata resmi dari pemerintah dan swasta ini sekarang ini menjadi buruan para backpacker dan juga turis yang ingin menyaksikan kemegahan pesona alam yang dimilikinya.

Awal mula atau asal usul dari terkenalnya Brown Canyon ini disebabkan banyak masyarakat Semarang dan juga warga kota ini yang mencari alternatif liburan untuk menghindari keramaian dan juga kesemrawutan kota. Alhasil ditemukan lah Brown Canyon ini yang diakibatkan proses penggalian dan juga penambangan. Dari proses penggalian tersebut terbentuk sebuah tebing dengan bentuk dan juga tampilan yang lebih menarik.

Hal ini tentu saja mengundang minat para masyarakat kota Semarang. Dengan majunya dunia internet serta cepatnya informasi tersebar, tentu saja membuat banyak para backpacker dan juga turis yang berkunjung ke kawasan wisata ini untuk melihat kemegahan dari Brown Canyon ini. Ditambah lagi anak-anak muda sekarang yang doyan berfoto atau mengambil gambar lalu di upload ke sosial media seperti Instagram semakin membuat Brown Canyon cukup terkenal.

Liburan ke Brown Canyon. Foto: tribunnews.com

Sisi menarik Brown Canyon Semarang

Keindahan dan juga eksotisme dari panorama serta pemandangan alam yang ditawarkan oleh kawasan wisata Brown Canyon Semarang ini tentu saja menjadi salah satu alasan mengapa kawasan wisata ini menjadi tempat yang pas dan juga sangat menarik bagi para pecinta dunia fotografi.

Di sini para wisatawan bisa melihat dan menyaksikan tebing-tebing yang tinggi menjulang dengan berpadu banyaknya pohon-pohon di area puncak yang membuat kawasan ini memiliki pemandangan serta panorama yang cukup menarik. Tentu saja sangat sayang jika dilewatkan begitu saja ketika berlibur ke Semarang.

Apalagi di kawasan Brown Canyon ini seperti yang sudah disebutkan di awal merupakanlokasi dari penambangan pasir, tanah urug dan juga batu padas. Oleh sebab itu para pengunjung juga bisa melihat proses penambangan tersebut dari dekat. Sebuah perpaduan yang cukup unik tentunya.

Kawasan Brown Canyon ini sendiri letak dan juga alamatnya berada di daerah Rowosari, Meteseh, Tembalang, Semarang. Dan kawasan ini pernah ditutup akibat terlalu banyak proses penambangan sehingga cukup mengganggu kegiatan tersebut. Lokasinya sendiri cukup jauh dari pusat keramaian kota Semarang seperti Simpang Lima dan juga Masjid Agung.

Dan menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi para pengunjung yang berniat untuk berlibur ke kawasan Brown Canyon ini. Ditambah lagi para wisatawan harus beradu dengan truk-truk pasir dan juga debu-debu yang beterbangan di sekitar area. Sebuah pengalaman yang unik ketika berkunjung ke Brown Canyon ini.

Pemandangan Menarik di Brown Canyon. Foto: semarangplus.com

Rute ke arah Brown Canyon Semarang

Rute untuk menuju ke kawasan wisata Brown Canyon ini cukup jauh dari pusat kota. Meski cukup jauh, akan tetapi bisa dijangkau dari berbagai arah. Para wisatawan bisa melalui jalur Pasar Meteseh dengan melewati Tembalang, Kedungmundu atau bisa melewati RSUD Klipang.

Sementara jika berangkat dari Semarang timur, para wisatawan bisa mengakses melalui jalan Fatmawati dengan menuju ke arah RSUD Kota Semarang atau Ketileng. Setelah itu ambil jalur ke arah kiri yang menuju ke Perum Klipang. Dari sini bisa melewati lokasi Klipang Golf. Di sini para wisatawan akan bertemu dengan jembatan besi.

Setelah melewati jembatang besi ke-3 atau jembatan dengan sungai yang sangat besar, ambil jalur ke arah selatan dari pertigaan usai jembatan tersebut. Dimana jalur yang berbelok ke kanan ini akan langsung menuju ke Brown Canyon. Dari sini para wisatawan terus lurus mengikuti jalan utama. Sekitar 2 km para wisatawan sudah bisa melihat pesona dari Brown Canyon yang siap memanjakan para pengunjung.

Bersepeda di Brown Canyon. Foto: mytrip123.com

Sedangkan jika berangkat dari arah Batang dan juga Kendal, para wisatawan bisa menuju ke pertigaan Pasar Kambing. Jalur dari arah Barat ini kemudian akan melewati daerah Mrican, Kedung Mundu dan juga Sambiroto. Dari sini akan bertemu pertigaan Intan Permai yang bisa dilanjutkan berbelok ke kiri. Setelah itu sampai di perempatan Pasar Meteseh.

Bagi yang berasal dari luar kota seperti Solo dan juga Yogya, perjalanan bisa dilanjutkan dengen melalui kawasan Banyumanik, Tembalang dan juga UNDIP. Dari sini akan melalui Sigar Bencah hingga nantinya bertemu dengan perempatan Pasar Meteseh. Setelah melewati area pasar, para wisatawan bisa langsung mengambil jalan lurus. Jalur ini adalah jalur utama menuju ke Brown Canyon tersebut. Bisa juga menggunakan aplikasi Google Maps untuk mengetahui peta atau denah dan juga map kota Semarang dengan mudah.

Keindahan Brown Canyon Semarang. Foto: hellosemarang.com

Perjalanan menuju Brown Canyon

Kawasan wisata Brown Canyon ini adalah tempat yang pas untuk menghindari keramaian dan hiruk pikuk kota. Perjalanan menuju ke kawasan wisata ini tentu saja sangat mengasyikkan meski cukup jauh. Untuk masuk ke kawasan wisata ini para pengunjung tidak perlu mengeluarkan biaya guna membayar harga tiket masuk atau htm.

Selama perjalanan para wisatawan akan menemukan hamparan ladang bercadas yang disekitarnya terdapat tanaman jagung. Sayangnya ladang ini seolah tidak bertuan dan jarang digunakan oleh masyarakat sekitar. Sehingga kesannya terbengkalai. Dari area ladang ini para wisatawan juga sudah bisa melihat beberapa truk dan alat berat lainnya berada di area bawah dari kawasan Brown Canyon tersebut. Hal ini tentu saja bisa menjadi salah satu daya tarik dari kawasan wisata Brown Canyon ini. Ketika sedang beristirahat, truk dan alat berat lainnya ditinggalkan begitu saja di area tersebut.

Eksotisme Brown Canyon Semarang. Foto: semarangplus.com

Brown Canyon yang merupakan kawasan galian C dan juga kawasan tambang pasir serta batu cadas dan juga pasir urug ini memang hampir setiap hari beroperasi. Para penambang mengambil pasir dan juga bebatuan di sini untuk dijual kepada para supplier bahan bangunan. Dengan proses penambangan dan juga pengerukan tersebut praktis membuat bebatuan cadas di sekitar kawasan tersebut mulai terkikis. Akan tetapi justru memberikan kesan dan penampilan baru yang lebih eksotis.

Seperti yang sudah dibicarakan di awal bahwa kawasan wisata ini bukan kawasan wisata resmi dari pemerintah atau pun swasta. Praktis para wisatawan tidak akan menemukan fasilitas wisata yang lengkap. Pasalnya kawasan ini masih menjadi area penambangan yang aktif hingga saat ini.

Bagi yang menggunakan kendaraan roda dua memiliki 2 jalur yang bisa dipilih. Jika melewati daerah Desa Rowosari ini para wisatawan harus bertarung dengan truk-truk pengangkat pasir dan juga truk-truk yang membawa alat-alat berat. Jalur yang biasa digunakan oleh para pengguna sepeda motor adalah jalur Pucanggading. Pasalnya jalur ini hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua saja.

Jika melewati jalur Pucang Gading ini para wisatawan akan langsung sampai ke bagian dalam dari kawasan Brown Canyon. Hal ini tentu saja membuat para wisatawan akan langsung bertemu dengan para penambang pasir. Pasalnya jalur ini akan langsung menuju ke area penambangan pasir. Sehingga para wisatawan harus memutar terlebih dahulu jika ingin berada di sisi seberang dari kawasan wisata Brown Canyon ini. Sayangnya kerap ada tukang parkir liar yang sering menarik tarif parkir sebesar 5 ribu untuk motor dan juga 10 ribu untuk parkir. Hanya saja sore menjelang Maghrib biasanya parkir liar sudah tidak ada. Sehingga cukup aman bagi para wisatawan yang ingin menghindari parkir liar.

Pemandangan indah di Brown Canyon. Foto: bolehtanya.com

Eksotisme dari Brown Canyon

Ketika memasuki kawasan wisata Brown Canyon ini banyak para wisatawan tidak heran jika akan bertemu dengan banyaknya pasangan muda-mudi yang asyik berfoto dan juga foto selfie dengan latar belakang tebing-tebing yang indah dan eksotis tersebut. Tidak heran pula jika para wisatawan juga bisa menemukan gerombolan anak muda dengan kamera pro yang asyik guna mendapatkan angle atau sudut yang sangat menarik dan juga demi mendapatkan keindahan latar belakang yang mengagumkan.

Selama perjalanan menuju ke kawasan ini, para wisatawan juga akan mendapatkan pengalaman yang seru. Bagi yang menggunakan kendaraan roda 2 bisa langsung masuk ke area tebing. Selama perjalanan ini para wisatawan akan melewati jalan dengan debu yang cukup tebal sekitar 5 hingga 10 cm. Hal ini tentu saja memberikan pengalaman tersendiri. Harap berhat-hati. Pasalnya debu-debu ini bisa membuat ban dari kendaraan roda 2 ini terbenam.

Selama perjalanan memang disarankan untuk tidak terlalu ngebut. Bawa kendaraan dengan kecepatan sedang atau pelan. Jalan dengan debu-debu akibat penambangan tersebut tentu saja membuat roda motor sedikit sulit untuk bergerak. Apalagi jika kaki berpijak untuk menjaga keseimbangan, praktis kaki juga akan ikut terbenam sedikit. Jika bergerak dengan cepat, akan cukup berbahaya. Pasalnya debu-debu tersebut membuat motor gampang oleng dan terjatuh.

Meski begitu para wisatawan bisa merasakan sensasi berjalan di atas jalan berdebu menuju ke kawasan wisata ini. Apalagi pemandangan yang didapatkan seolah membuat para wisatawan sedang berpetualang di dalam sebuah film atau game. Sebuah pengalaman yang tentu saja sangat menarik pastinya.

Di belakang lokasi penambangan ini para wisatawan bisa menemukan keindahan tebing dari Brown Canyon. Dan areanya lebih bersahabat dan tidak adanya jalan berdebu. Apalagi jalur di sekitar area ini sudah rata hingga sangat aman untuk dilalui. Dari sini pula para wisatawan juga bisa menyaksikan keindahan matahari ketika sore atau senja mengintip di balik bebatuan yang ada di sekitar kawasan wisata ini. Apalagi terdapat kolam kecil yag unik.

Di sini ada banyak para wisatawan yang datang untuk bersantai dan berfoto. Bahkan ada pula yang melakukan sesi foto pre wedding di sekitar kawasan wisata tersebut. Dengan latar belakang Brown Canyon ini tentu saja memberikan pesona tersendiri kepada para wisatawan yang berlibur ke kawasan wisata alam ini. Berburu atau hunting foto menjadi salah satu hal yang bisa ditemukan di sini.

Selfie di Brown Canyon. Foto: trivindo.com

Tips berlibur ke kawasan wisata Brown Canyon Semarang

Seperti yang diketahui bersama bahwa kawasan wisata Brown Canyon ini adalah tempat penambangan bahan material pasir yang masih aktif hingga saat ini. Tentu saja para wisatawan bisa melihat langsung proses penambangan tersebut. Akan tetapi penambangan ini bisa mengganggu kegiatan dan aktifitas para wisatawan. Sebaliknya kehadiran para wisatawan juga bisa mengganggu para penambang untuk bekerja. Lebih baik jika ingin mengunjungi kawasan Brown Canyon ini ketika jam kerja sudah selesai di waktu sore atau senja.

Jangan lupa pula untuk membawa kacamata dan juga masker atau buff. Hal ini disebabkan kondisi jalan yang sangat berdebu dan bergelombang. Apalagi jika para wisatawan menggunakan kendaraan roda dua dan melewati jalur di Pucang Gading. Praktis debu yang beterbangan jauh lebih banyak.

Jika ingin mengunjungi kawasan wisata ini dengan menggunakan mobil, gunakan mobil yang wajar atau standar. Jangan mobil modifikasi yang berbentuk ceper dan juga mobil mewah. Pasalnya jalur yang dilalui memiliki akses yang cukup sulit. Sehingga bisa menyulitkan para pengunjung jika membawa mobil mewah dan modifikasi. Lebih baik lagi menggunakan Jeep yang sangat pas di jalur seperti ini.

Fasilitas yang ada di sekitar kawasan wisata ini tidak lengkap bahkan cenderung tidak ada. Pasalnya Brown Canyon ini masih menjadi area penambangan. Para wisatawan diharuskan membawa keperluan sendiri jika ingin mengunjungi kawasan wisata ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *