10 Gambar Bukit Bintang Jogja: Wisata Gunung Kidul Yogyakarta + Lokasi Alamat Map

Posted on
Bukit bintang jogja malam hari dimana lokasi siang alamat yogyakarta map menu saja denah peta longsor wonosari wisata walkway walk warisan hotel westin weather wet market wudhu wulan sekitar objek eat entrance resto restaurant restoran rute rumah makan dari solo romantis terletak tiket masuk saat tahun baru tempat tarif penginapan tentang tips ke youtube angkutan umum indonesia patuk pathuk pemandangan pesona puncak piyungan piccolo letak losmen gunung kidul karta kaskus kota kuliner buka jam jalan jalur harga hd homestay dekat gunungkidul gambar google golden triangle foto daerah seribu sore sunset sunrise suasana arah akses menuju alam romantisme di atas murah misteri nongkrong villa view voucher cafe camping cara spot gratis makanan kunjung hargo dumilah backpacker favorit
Bukit Bintang Jogja (foto: yogyakarta.panduanwisata.id)

Lokasi: Bukit Patuk, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah istimewa Yogyakarta, 55792
Map: KlikDisini
HTM: –
Buka/Tutup: 24 Jam
Telepon: (0293) 788266

Hiburan malam tidak hanya sebatas nonton, clubbing, dugem, atau aktifitas lain yang bergaya hedonis dan konsumeristik. Masih banyak aktifitas yang tidak kalah menarik dan menyenangkan lainnya untuk menghabiskan malam bersama teman, pasangan atau keluarga, salah satunya  adalah Bukit Bintang yang ada di Gunung Kidul, Jogjakarta.

Sebagai objek wisata, keberadaan Bukit Bintang ini tidak berbeda halnya dengan Bukit Hargodumilah yang ada di desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, yaitu untuk menikmati keindahan kota Yogyakarta pada malam hari dari atas ketinggian sebuah bukit.

Senja di Bukit Bintang (foto: sewamotordijogja.com)

Dengan kata lain, Bukit Bintang memberi warna yang berbeda bagi dunia pariwisata di Kabupaten Gunung Kidul, karena selama ini Gunungkidul lebih dikenal dengan keindahan  pantainya yang eksotis, seperti Pantai Baron, Pantai Indrayanti, Pantai Pok Tunggal, Pantai Sundak, Pantai Kukup, Pantai Drini, Pantai Jogan, Pantai Nglambor serta yang lain.

Meski saat ini Bukit Bintang menjadi kawasan wisata, namun ada yang berbeda dari tempat ini jika dibanding dengan tempat-tempat wisata yang lain, yaitu tidak adanya biaya retribusi atau tiket masuk yang dikenakan bagi para pengunjung. Mereka yang datang cukup membayar biaya parkir jika menempatkan kendaraan mereka di lahan parkir rest area dengan tarif Rp.3000 untuk motor dan Rp.5000 untuk mobil.

Dengan ongkos yang murah dan lokasi yang mudah dijangkau, membuat Bukit Bintang pun ramai dikunjungi wisatawan lokal, utamanya anak-anak muda yang ingin menghabiskan malam bersama teman atau pasangan, meski tidak sedikit pula pengunjung yang datang bersama keluarga.

Pesona Bukit Bintang

Kota Yogyakarta Pada Malam Hari Dilihat dari Bukit Bintang (foto: njogja.co.id)

Bukit Bintang yang ada di Jogja ini tidak seperti Bukit Bintang atau Starhill atau Bintang Walk yang ada di Malaysia. Karena Starhill yang ada di Kuala Lumpur Malaysia adalah nama sebuah distrik hiburan dan perbelanjaan. Bukit Bintang yang ada di Jogja lebih mirip dengan Bukit Gopel yang ada di Semarang atau Bukit Moko yang ada di Bandung, yaitu sebuah kawasan di atas bukit untuk menikmati keindahan kota pada malam hari.

Bukit Bintang yang ada di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul ini, pada siang hari memiliki udara yang sejuk karena selain berada diatas ketinggian 150 dpl juga banyak dihiasi pohon-pohon besar. Berada di tempat ini, tidak hanya tubuh saja yang terasa sejuk, tapi juga mata, karena pemandangan alam yang tersaji di bawahnya cukup sedap untuk dipandang.

Bukit Bintang yang Menawan (foto: tempatwisataindonesia.id)

Namun, keindahan yang luar biasa akan dapat dinikmati justru pada malam hari. Terlebih pada saat cuaca sedang cerah. Gemerlap lampu-lampu rumah warga, gedung-gedung yang ada di kota Jogja serta kerlap-kerlip lampu pesawat terbang yang sedang landing atau take off di Bandara Adi Sucipto bagaikan gemerlap bintang di angkasa yang menghadirkan pemandangan memukau.

Tidak ada kata yang paling tepat untuk melukiskan suasana malam di Bukit Bintang selain kata “romantis”. Tidak heran jika tempat ini menjadi spot favorit bagi muda-mudi yang ingin menghabiskan malam bersama pasangan, meski tidak sedikit pula yang datang bersama teman atau keluarga.

Sunset di Bukit Bintang (foto: yogya-backpacker.com)

Dengan diselimuti suasana yang romantis, udara dingin yang menyergap dari segala arahpun seolah tidak terasa, meski disarankan untuk tetap memakai jaket saat berada di lokasi. Untuk mengusir udara dingin tersebut juga tidak sulit, karena banyak pedagang minuman di pinggir-pinggir jalan yang menyediakan berbagai macam menu penghangat tubuh, seperti wedang jahe, bajigur atau kopi, juga pedagang makanan ringan seperti jagung bakar, berbagai macam gorengan, roti bakar, serta yang lain.

Jika ingin menikmati santap malam bersama pasangan sambil menyaksikan indahnya kota Jogja pada malam hari di atas ketinggian, Anda tinggal memilih salah satu dari cafe atau restoran yang ada di tempat tersebut, pilih menu yang tersedia dan nikmati makan malam yang romantis, seolah bersantap di atas awan yang dikelilingi bintang-bintang.

Indahnya Malam di Bukit Bintang (foto: dakatour.com)

Meski keindahan yang sempurna baru dapat dinikmati pada malam hari, namun ada baiknya untuk datang ke Bukit Bintang sebelum senja datang menjelang. Pertama agar lebih mudah mencari sarana transportasi dan kedua agar dapat menikmati sunset dari atas bukit ini. Karena tenggelamnya matahari yang memancarkan sinar keemasan, terlihat sangat menawan kala disaksikan dari atas Bukit Bintang.

Rute Menuju Bukit Bintang

Rute atau jalan yang harus ditempuh untuk menuju ke Bukit Bintang tidaklah terlalu sulit, karena lokasinya berada di tepi jalan perbukitan yang menghubungkan Yogyakarta dengan Wonosari, tepatnya di JL. Raya Yogyakarta – Wonosari Km.15, Bukit Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Jalan Menanjak Menuju Bukit Bintang (foto: sewamotordijogja.com)

Untuk menuju ke lokasi, Anda bisa menggunakan angkutan umum atau kendaraan pribadi. Hanya saja, disarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi, karena Anda bisa bebas menentukan kapan waktunya pulang. Sementara jika menggunakan angkutan umum seperti taksi dan bus, Anda memang tidak akan kesulitan mencari angkutan umum pada saat berangkat, tapi pada saat akan pulang, terpaksa harus menunggu hingga keesokan harinya, karena pada larut malam hingga dini hari, tidak ada satupun angkutan umum yang lewat di sekitar lokasi.

Cara yang dapat dilakukan untuk berkunjung ke Bukit Bintang dengan menggunakan angkutan umum adalah dengan menggunakan angkutan apa saja, baik yang berangkat dari Jogja maupun dari Solo, kemudian turun di Jalan Wonosari, tepatnya di Perempatan Ringroad. Ganti sarana transportasi Anda di perempatan tersebut dengan menggunakan bus besar atau bus mini dengan tarif Rp.5.000 dan Anda akan diantar hingga sampai di lokasi dalam waktu sekitar 30 menit.

Ikon Gunung Kidul Handayani yang Kerap Dijadikan Background Foto (foto: dreamgedejogja.blogspot.co.id)

Perjalanan dengan menggunakan kendaraan pribadi juga menempuh rute yang sama. Namun sebelum berangkat pastikan terlebih dahulu kondisi kendaraan Anda, baik ketersediaan bahan bakar maupun  performa kendaraan. Sebab setelah traffic light di Pertigaan Piyungan, jalan yang harus dilewati kondisinya menanjak dan berkelak-kelok, bahkan terdapat tikungan yang tajam dan curam.

Hindari pula berada di belakang tepat kendaraan-kendaraan besar seperti truk yang membawa angkutan penuh, karena terkadang kendaraan tersebut mogok di tengah jalan, sehingga sangat membahayakan bagi pengendara kendaraan yang berada tepat di belakangnya.

Suasana Salah Satu Restoran di Bukit Bintang (foto: dreamgedejogja.blogspot.co.id)

Begitu sampai di lokasi, Anda tinggal menuju ke rest area, karena disana sudah tersedia lahan parkir yang cukup luas. Lahan parkir ini baru dibangun setelah adanya rest area. Dulu, mereka yang berkunjung ke Bukit Bintang terpaksa harus memarkir kendaraan mereka di tempat-tempat parkir yang sempit di depan warung ataupun restoran. Sehingga pada saat  hari libur dan pengunjung membludak, sulit sekali untuk mengeluarkan kendaraan dari tempat parkir, mengingat sempitnya lahan parkir disebabkan lokasi Bukit Bintang berada di tepi bukit.

Harga Tiket Masuk dan Fasilitas di Bukit Bintang

Karena kawasan Bukit Bintang merupakan jalan besar yang awalnya memang bukan untuk tempat wisata, mereka yang berkunjung ke sini tidak dikenai tiket masuk alias free. Namun, dalam perkembangannya, kawasan ini banyak dijadikan sebagai tempat persinggahan para pengemudi yang ingin beristirahat melepas penat, sehingga mengundang para pedagang untuk membuka warung dan rumah makan di sekitar lokasi.

Pada perkembangan selanjutnya, Bukit Bintang tidak lagi hanya sekedar sebagai tempat persinggahan, tapi meningkat menjadi tempat tujuan, sehingga mereka yang datang ke tempat ini tidak lagi hanya sekedar untuk singgah, tapi memang sengaja berkunjung ke Bukit Bintang untuk menikmati panorama eksotis yang ditawarkan.

Hal tersebut membuat para pemilik modal memanfaatkannya untuk membuka berbagai macam usaha, mulai dari cafe & resto, restaurat sampai dengan hotel dan penginapan. Tidak hanya para pengusaha, ramainya pengunjung di kawasan Bukit Bintang juga memantik perhatian dari pemerintah, karena membludaknya para pengunjung pada saat liburan membuat kendaraan yang diparkir di depan warung-warung penuh sesak dan tidak jarang mengganggu arus lalu lintas. Itu sebabnya, pemerintah kemudian membangun rest area yang dilengkapi dengan lahan parkir yang cukup luas.

Bukit Bintang Pada Siang Hari (foto: dreamgedejogja.blogspot.co.id)

Perkembangan Bukit Bintang dari semula hanya sebagai tempat persinggahan hingga menjelma menjadi objek wisata, membuat mereka yang berkunjung ke sini, meski tidak dipungut restribusi namun dapat menikmati sejumlah fasilitas sebagaimana layaknya di lokasi wisata.

Bagi pengunjung utamanya anak-anak muda yang mengantongi uang dalam jumlah terbatas, tidak perlu bingung untuk mencari tempat jajan, karena di sekitar lokasi banyak ditemui pedagang makanan dan minuman yang menjual dagangannya dengan harga yang ramah di kantong, seperti mie instan, roti bakar, jagung bakar serta minuman hangat untuk menepis dinginnya malam seperti kopi hitam, wedang jahe dan bajigur.

Untuk pengunjung yang datang bersama pasangan atau keluarga dan ingin menikmati santap malam dengan suasana yang romantis, dapat memilih salah satu rumah makan, cafe atau restoran yang menempati lokasi-lokasi strategis untuk melihat keindahan kota Yogyakarta  pada malam hari dari atas ketinggian. Menu yang mereka tawarkanpun juga sangat variatif, seperti bakso, mie ayam, nasi goreng, pecek lele, ayam bakar, bebek goreng, dan berbagai makanan berat yang lain.

Tersedia pula berbagai jenis penginapan bagi pengunjung yang ingin menghabiskan malam di Bukit Bintang, mulai dari losmen, homestay, hotel sampai dengan villa, dengan harga yang variatif tergantung dari tipe penginapan dan fasilitas yang disediakan. Bahkan ada penginapan yang include dengan breakfast (sarapan). Tarif sewa kamar di Bukit Bintang rata-rata sekitar Rp.100.000 – Rp.350.000 permalam.

Tidak perlu khawatir untuk masalah parkir kendaraan, karena lahan parkir yang ada di rest area cukup luas untuk menampung puluhan kendaraan roda empat dan ratusan motor. Terlebih bagi Anda yang ingin menginap, karena semua jenis penginapan yang ada di sini dilengkapi dengan area parkir untuk kendaraan tamu-tamu mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *