Panorama Bukit Indah Simarjarunjung Kabupaten Simalungun Sumatera Utara

Diposting pada
5.0
02
Bukit indah simarjarunjung kabupaten simalungun sumatera utara gambar alamat lokasi letak peta siantar jalan menuju sumut terbakar kebakaran disambar petir tersambar medan daerah mana bis dimana dari terbaru terletak di rute air terjun
BIS (foto: aroundguides.com)

Lokasi: Jalan Simarjarunjung, Desa Parik Sabungan, Kecamatan Dolok Perdamean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara 21163
Map: Klik Disini
HTM: Gratis
Buka Tutup: 08.00 – 17.00 WIB
Telepon: 0813 7543 0728

Fenomena unik yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan semakin maraknya penggunaan smartphone dan sosial media adalah munculnya tempat-tempat wisata kekinian.

Maksud dari “tempat wisata kekinian” tersebut adalah objek wisata yang benar-benar baru baik dalam arti bentuk maupun fungsi serta objek wisata yang sebelumnya sudah ada namun diupgrade sehingga menghadirkan fungsi yang berbeda, dalam hal ini dimanfaatkan sebagai latar belakang foto.

Beberapa jenis wisata kekinian tersebut diantaranya memanfaatkan kampung kumuh yang dipermak dengan menghiasi semua rumah menggunakan cat berwarna-warni, berbagai mural dan lukisan 3D untuk dijadikan objek foto, museum yang berisi gambar-gambar 3D untuk dijadikan background foto serta wisata alam yang diupgrade dengan menambahkan spot-spot untuk latar belakang foto yang unik, indah sekaligus ekstrim.

Dengan kata lain, mereka yang berkunjung ke tempat-tempat wisata kekinian tersebut tidak hanya berwisata untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk orang lain, karena aktifitas utama yang dilakukan adalah melampiaskan sifat narcisisme dengan membagikan foto-foto yang memakai background yang menarik ke lini sosial media agar dapat dilihat oleh publik.

Khusus untuk kategori wisata kekinian yang terakhir tersebut, dalam beberapa tahun belakangan banyak bermunculan di berbagai di tempat di Indonesia, karena memang digandrungi kawula muda yang sangat suka memamerkan foto lewat lini sosial media, terlebih foto-foto dengan latar belakang yang unik, menarik serta ekstrim.

Beberapa tempat wisata yang memberikan suguhan utama berupa spot-spot foto yang unik, indah sekaligus ekstrim tersebut.

Diantaranya adalah: Kalibiru di Yogyakarta, Coban Rais di Kota Batu, Lodge Maribaya di Bandung, Kalibaya Park di Brebes, Tebing Masigit di Padalarang, Bukit Cekong Enrekang di Sulawesi Selatan, Bukit Cinta di Karimunjawa, Celaket Adventure Park di Mojokerto, Pantai Watu Bale di Kebumen, Bukit Cinta Bayat di Klaten, Bukit Mojo di Mangunan Yogyakarta, Lokawisata di Baturraden Banyumas, Pinusan Kragilan di Pakis Magelang serta satu lagi yang ngehits dalam satu tahun terakhir adalah Bukit Indah Simarjarunjung (BIS) yang ada di Simalungun, Sumatera Utara.

Salah Satu Sudut (foto: indonesianew.com)

Dibanding dengan tempat wisata sejenis yang lain, Bukit Indah Simarjarunjung yang merupakan satu-satunya tempat wisata di Pulau Sumatera dengan suguhan utama spot-spot foto, memiliki nilai lebih, karena landskap yang dihadirkan sebagai backgroundnya adalah objek wisata yang sudah mendunia, yaitu Danau Toba.

Sementara tempat-tempat wisata sejenis yang lain hanya berlatarbelakangkan objek wisatan yang baru memiliki nama di lingkup nasional kecuali Bukit Cinta yang ada di Karimunjawa.

Dengan alasan itulah, maka hampir bisa dipastikan, ke depan prospek yang dimiliki BIS akan lebih baik dalam menggaet wisatawan, sepanjang sarpras, fasilitas dan wahana yang ada terus ditingkatkan sembari memperbaiki pelayanan.

Mengenal BIS

Nama Bukit Indah Simarjarunjung sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi dunia pariwisata di Provinsi Sumatera Utara, karena objek wisata yang satu ini sudah dikenal sejak lama sebagai salah satu tempat yang ideal untuk melihat landskap Danau Toba yang spektakuler dari atas ketinggian.

Di BIS juga terdapat pemancar TVRI yang berfungsi untuk merelay acara-acara televisi nasional ini ke seluruh wilayah Sumut.

Hanya saja, awalnya BIS kurang begitu mendapat perhatian dari wisatawan, karena di tempat tersebut tidak ada aktifitas menarik lainnya selain hanya menikmati indahnya landskap Danau Toba dengan suasana yang tenang dan nyaman.

Pada saat itu, jumlah wisatawan yang datang setiap harinya dapat dihitung dengan jari. Berbeda dengan saat ini yang rata-rata jumlah pengunjung sekitar 300 wisatawan pada hari-hari biasa dan bisa mencapai 1000 orang pengunjung pada weekend dan saat musim liburan.

Pesatnya peningkatan jumlah pengunjung tersebut tidak lepas dari peran seseorang yang bernama Maruli Sinaga. Saat berkunjung ke Wisata Alam Kalibiru, Kulon Progo, DIY, dia terinspirasi melihat rumah pohon dan spot-spot foto yang dibangun di atas ketinggian dengan background Waduk Sermo.

Dalam benaknya, Desa Parik Sabungan yang menjadi kampung halamannya sebenarnya memiliki potensi yang lebih besar dibandingkan Kalibiru.

Jika wisata alam di Jogja tersebut hanya mengandalkan landskap Waduk Sermo, maka di Bukit Simarjarunjung berlatarbekang Danau Toba yang namanya lebih mendunia.

Artinya, jika dia membuat hal sejenis di atas Bukit Simarjarunjung, seharusnya akan lebih ramai dikunjungi wisatawan dibandingkan Kalibiru.

Sepulang dari kunjungan itulah pada bulan Desember 2016 Maruli Sinaga mulai memanfaatkan pohon-pohon pinus di Bukit Simarjarunjung yang dulu saat ditanam sebenarnya bertujuan untuk menangkal longsor.

Awalnya di atas bukit tersebut hanya 4 batang pohon pinus yang dia hiasi dengan rumah pohon dan beberapa spot foto yang tingginya dari atas permukaan tanah sekitar 5 -7 meter.

Begitu selesai membangun keempat wahana untuk berfoto, dia coba mempromosikannya lewat media sosial, seperti facebook dan instagram.

Wahana Rumah Adat Simalungun yang Terbakar Usai Tersambar Petir (foto: jurnalx.com)

Tidak disangka hanya dalam kurun waktu singkat, jumlah pengunjung yang menyerbu Bukit Simarjarunjung meningkat dengan tajam.

Sadar akan besarnya potensi dari bukit yang dia kelola, Maruli pun menambah sejumlah wahana foto di atas bukit seluas 4.000 meter2 tersebut.

Tidak hanya itu, berbagai inovasipun terus dilakukan, seperti menambah wahana untuk rekreasi, menyediakan fasilitas umum seperti toilet dan kamar mandi, fotografer yang melayani sesi pemotretan, camping ground untuk pengunjung yang ingin bermalam serta mendirikan rumah makan.

Upaya yang dilakukan oleh Maruli tersebut tidak selamanya berjalan mulus dan tidak semua orang menanggapinya dengan positif.

Pada 21 Oktober yang lalu misalnya, salah satu wahana di BIS yaitu Rumah Adat Simalungun Mini yang berdiri di atas ketinggian, saat hujan disambar oleh petir sehingga terbakar.

BacaJuga:  10 Gambar Pulau Mursala Sibolga Tapanuli Tengah Tapteng + Biaya Ke Hotel Keajaiban

Kebakaran rumah pohon akibat tersambar petir tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.

Sebagian ada yang merasa ikut prihatin, tapi ada juga yang justru memandang negatif dan menganggap kejadian tersebut sebagai hukuman yang diberikan oleh Tuhan sebagai simbol Habonaron Do Bona menurut istilah Orang Batak, karena pihak pengelola tidak semestinya menarik retribusi kepada para pengunjung yang hanya ingin menikmati keindahan alam yang dianugrahkan oleh Tuhan.

Terlepas dari berbagai pendapat yang berkembang terkait dengan pengelolaan BIS, langkah yang telah dilakukan Maruli Sinaga telah memberikan pengaruh positif bagi dunia pariwisata di provinsi Sumatera Utara.

Sekaligus memberi pengaruh positif bagi warga Desa Parik Sabungan, karena tidak sedikit yang diuntungkan dari sisi perekonomian sebagai dampak dari meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bukit Indah Simarjanrunjung.

Rute Menuju Lokasi

Letak dan rute yang mudah dijangkau dengan akses jalan yang mulus menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke tempat wisata yang memiliki alamat di Jalan Simarjarunjung, Desa Parik Sabungan, Kecamatan Dolok Perdamean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara ini.

Bahkan, meski tanpa membawa peta sekalipun, Anda dipastikan tidak akan tersesat untuk bisa sampai ke lokasi karena jalan yang harus dilalui adalah jalan poros alias jalan provinsi yang ukurannya paling lebar dibanding jalan-jalan lain yang ada di setiap persimpangan.

Hanya saja, untuk wisatawan yang belum mengenal sama sekali wilayah Sumut dan datang dari provinsi lain atau dari negeri seberang, ada baiknya mengaktifkan GPS pada layar smartphone untuk melihat rute jalan yang harus dilalui pada saat merasa bingung atau ragu dalam menentukan jalan yang harus dilewati.

Masih ragu dengan gambar maps pada layar smartphone? Bertanya saja langsung pada orang-orang yang ditemui di tengah perjalanan, karena hampir semua penduduk yang ada di sana tahu arah jalan yang menuju BIS.

Bagi wisatawan lokal, akses jalan menuju BIS bisa ditempuh dari berbagai arah.

Untuk yang berangkat dari Kota Balige dan dari Kabanjahe butuh waktu perjalanan selama 2 jam, jika dari Kota Parapat butuh waktu sekitar 1 jam, sedang untuk yang berangkat dari Pematang Siantar, waktu tempuh sekitar 1,5 jam dengan melewati Sidamanik atau Simpang Raya.

Seluruh rute yang ada tersebut harus ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi karena tidak ada jalur angkutan umum yang menuju ke lokasi, kecuali untuk wisatawan yang berangkat dari Pematang Siantar.

Jalan Masuk ke BIS (foto: wisatamedan.net)

Perjalanan dari Pematang Siantar dengan menggunakan transportasi umum bisa dilakukan dengan naik bus dan berhenti di Sidamanik atau Simpang Raya.

Setelah itu ganti naik Angkot yang menuju ke Simpang Simarjarunjung. Sesampai di Desa Parik, Anda harus turun dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju ke lokasi sejauh kurang lebih 200 meter.

Bagi wisatawan dari luar provinsi atau dari manca negara yang mengawali perjalanan menuju BIS dari Kota Medan, terdapat dua jalur yang dapat ditempuh, yaitu lewat Berastagi dan lewat Tebing Tinggi.

Lama perjalanan sekitar 4 jam karena jarak yang harus ditempuh sejauh 123 km.

Untuk yang memilih via Tebing Tinggi, tinggal mengikuti jalan yang menuju ke Pematang Siantar dilanjutkan ke arah Parapat, dan sebelum tiba di Parapat akan Anda temukan Pertigaan yang menuju ke arah Kampung Sipolha, ke Tanjung Unta dan ke arah Simarjarunjung.

Pilih jalan yang menuju ke Simarjarunjung dan ikuti terus jalan tersebut sampai menemukan tulisan “BIS” di sisi kiri jalan.

Perjalanan dari Kota Medan menuju BIS dengan melewati Berastagi bisa dilakukan dengan menyusuri Jalan yang menuju ke Kabanjahe, berlanjut ke Merek Raya, dilanjutkan ke Seribu Dolok lalu memasuki Simarjarunjung.

Sesampai Simarjarunjung, ikuti jalan yang menuju ke Parapat, di tengah jalan nanti akan dapat dijumpai papan bertuliskan “BIS – Bukit Indah Simarjarunjung” yang berada di sebelah kanan jalan.

Untuk kondisi jalan di sepanjang perjalanan, dari mana saja Anda berangkat, semuanya mulus dan mudah dilewati, plus diselimuti pemandangan alam yang memukau, seperti bebukitan yang hijau, perkebunan teh, hutan pinus dan hamparan sawah milik penduduk.

Jalan tersebut memiliki cukup banyak tanjakan dan tikungan yang tajam sehingga butuh ketrampilan dalam berkendara serta kendaraan dalam kondisi yang prima.

Akses jalan yang agak sedikit susah karena terjal dan licin pada saat hujan saat memasuki Desa Parik menuju ke lokasi wisata.

Tapi tidak perlu khawatir, karena kondisi jalan tersebut masih cukup manusiawi dan jaraknya hanya sekitar 200 meter. Lebar jalan juga cukup memadahi dan dapat dilewati oleh kendaraan bnesar seperti bus.

Pesona BIS

Sebelum mengeksploitasi pesona Bukit Indah Simarjarunjung, wisatawan disarankan untuk juga menjelajahi keindahan alam Simalungun, karena pesona wisata yang ada di Kabupaten ini sebenarnya tidak kalah dari daerah manapun, hanya saja kalah tenar dibandingkan Medan yang lebih diuntungkan karena menjadi Ibukota Provinsi Sumatera Utara.

Rumah Pohon Cinta (foto: dakatour.com)

Kabupaten Simalungun yang didominasi Suku Batak Simalungun, Batak Karo dan Batak Toba ini, memiliki setidaknya 57 titik destinasi wisata yang terdiri dari 30 titik destinasi wisata alam, 14 titik wisata agro dan 4 titik wisata budaya, sedang selebihnya merupakan objek wisata rekreasi, salah satu diantaranya adalah Bukit Indah Simarjarunjung.

BIS menjadi magnet bagi para wisatawan, karena bukit ini menjadi salah satu lokasi yang ideal untuk melihat landskap Danau Toba yang menawan.

Sebagaimana diketahui, diantara 10 destinasi prioritas yang wajib dikembangkan menurut Presiden Jokowi adalah Borobudur, Danau Toba, Pulau Komodo, BTS (Bromo Tengger Semeru), Wakatobi, Tanjung Kelayang, Pulau Seribu, Morotai, Mandalika dan Tanjung Lesung.

Sebagai destinasi wisata yang menjadi prioritas dari pemerintah untuk dikembangkan, menjadikan prospek Pariwisata di Sumatera Utara khususnya Danau Toba ke depan akan lebih cerah.

BacaJuga:  Bingung Cari Sarapan Pagi di Medan? Simak 10 Daftar Paling Recommended Ini!

Berkembangpesatnya industri pariwisata di kawasan Danau Toba, sedikit banyak juga akan memberi pengaruh positif terhadap objek-objek wisata yang ada di sekelilingnya, terutama yang menjadi bagian dari danau terbesar di Asia tersebut, termasuk Bukit Indah Simarjarunjung.

Prospek cerah itulah yang ditangkap pengembang sekaligus pengelola BIS, sehingga hanya dalam rentang waktu kurang dari 1 tahun sejak objek wisata ini dipermak, kondisi BIS menjadi jauh lebih menawan lengkap dengan berbagai sarana pendukung dan fasilitas umum meski semua masih serba sederhana.

Tidak dapat dipungkiri bahwa melejitnya nama BIS tidak terlepas dari merebaknya model wisata kekinian, yaitu wisata untuk berburu spot foto guna dipamerkan di media sosial disamping juga untuk dikoleksi.

Namun suguhan wisata rekreasi yang bertumpu pada keindahan panorama alam tetap menjadi andalan objek wisata ini, karena landskap yang disuguhkan tidak akan dijumpai di tempat-tempat lain.

Berada di atas Bukit Indah Simarjarunjung, kemanapun mata memandang akan bertemu dengan lukisan alam yang eksotis.

Memandang ke arah Barat, suguhan Danau Toba yang membentang dengan Pulau Samosir di tengahnya menjadi objek utama, ditambah beberapa objek lainnya yang menambah cantik suasana seperti Gunung Pusuk Buhit yang tinggi menjulang, Tanjung Unta yang unik, Tuktuk, Pulau Tao hingga Pelabuhan Fery Simanindo – Tiga Ras.

Menoleh ke arah Timur tampak Batubara dan Asahan, ke arah utara terlihat Balige yang cantik dan di arah Selatan lukisan alam tersebut berbentuk Dataran Tinggi Kabupaten karo serta Gunung Sibanung.

Bermain Ayunan Sambil Menikmati Indahnya Danau Toba (foto: perempuannovember.com)

Pesona keindahan alam tersebut mencapai puncaknya pada sore hari. Disaat matahari akan terbenam, pemandangan sunset terlihat sangat memukau saat dilihat dari atas Bukit Simarjarunjung.

Surya yang perlahan tenggelam, menyemburatkan cahaya keemasan yang dipantulkan oleh air Danau Toba sehingga menciptakan keindahan yang sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata.

Keindahan tersebut semakin terasa mengena dalam hati karena dinikmati di tengah suasana yang tenang dengan udara yang sejuk oleh ribuan pohon pinus yang memagari sekeliling bukit. Belum lagi ditambah dengan spot-spot cantik yang ada di area BIS.

Bagi sebagian besar pengunjung, utamanya yang masih berusia muda, menikmati anugerah Tuhan berupa keindahan alam, tentu saja masih belum merasa cukup sebelum mencicipi wisata kekinian yaitu bergaya di depan kamera dengan memanfaatkan spot-spot cantik dan ekstrim yang sengaja dibangun oleh pihak pengelola.

Cukup dengan membayar Rp.5.000, pengunjung bisa memanfaatkan salah satu spot wisata yang semuanya berada di atas ketinggian antara 5 – 7 meter dari atas tanah dengan latar belakang Danau Toba.

Jika menginginkan hasil foto yang lebih maksimal, di masing-masing spot telah siap fotografer dengan kamera DSLRnya yang akan membantu pengunjung yang ingin diabadikan.

Caranya dengan membayar sebesar Rp.10.000 sambil menyerahkan memory eksternal dan nama Anda akan masuk dalam daftar antrian. Silahkan menunggu sesuai dengan giliran dan jika antrean panjang, waktu yang Anda habiskan untuk menunggu bisa sampai setengah hingga satu jam.

Lamanya waktu menunggu tersebut sama sekali tidak sebanding dengan lama waktu pemotretan. Karena sesi pemotretan hanya memakan waktu sekitar 5 menit dengan 4 – 8 kali jepretan.

Meski spot untuk berfoto tersebut berada di atas ketinggian, Anda tidak perlu khawatir masalah keamanan dan keselamatan, karena di masing-masing spot disediakan tali pengaman yang diikatkan pada batang pinus.

Hanya saja, jumlah tali tersebut cuma satu, sehingga jika Anda berfoto berdua dengan pasangan, maka salah satu harus memiliki keberanian untuk berada di atas ketinggian tanpa dilengkapi dengan webbing atau tali pengaman.

Fotografer Sedang Mengabadikan Pengunjung (foto: analisadaily.com)

Namun, sebagian besar pengunjung yang ingin berfoto di spot yang tinggi tersebut pada umumnya justru tidak mau mengenakan webbing.

Kemungkinan karena ingin memperoleh efek foto yang lebih natural. Itu sebabnya pihak pengelola memasang papan yang dipaku pada batang pohon bertuliskan, “Hati2, Jatuh Tanggung Sendiri!”.

Terdapat beberapa spot foto yang bisa dipilih dan semuanya bakal menghasilkan gambar yang indah. Namun yang menjadi favorit pengunjung adalah spot berbentuk hati atau daun waru.

Spot Cinta ini setiap harinya hampir tidak pernah sepi dari pengunjung, sehingga mereka yang ingin berfoto di sini harus menunggu cukup lama karena antrean yang panjang.

Spot lainnya yang tidak kalah menarik adalah spot foto berbentuk bunga matahari, ayunan langit dan sepeda udara. Dengan berfoto menggunakan spot tersebut, Anda seolah sedang bermain ayunan atau mengayuh sepeda di angkasa.

Terdapat pula wahana permainan flying fox untuk memacu adrenalin di atas ketinggian dengan melayang menggunakan tali sejauh 100 meter.

Berbagai fasilitas dan wahana yang ada tersebut ke depan akan terus dilengkapi untuk lebih menambah daya tarik pengunjung, termasuk rencana jangka pendek yang akan mendirikan kolam pemandian.

Melihat penambahan sejumlah fasilitas dan wahana yang begitu cepat dalam rentang waktu kurang dari satu tahun, maka penambahan fasilitas kolam renang pun diperkirakan tidak akan menunggu lama untuk dapat terwujud.

Apalagi jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bukit Indah Simarjarunjung terus mengalami peningkatan.

Harga Tiket Masuk

“Dia ini lain sendiri, menerapkan injak tanah berbayar, hanya lintas saja orang dari jalan lingkup areanya sudah diminta bayar 5 rb perorang,” demikian petikan pendapat dari salah seorang warganet yang tidak setuju adanya pemberlakuan retribusi di Bukit Indah Simarjunjung.

Pendapat tersebut sebenarnya kurang tepat, karena BIS tidak mengenakan tarif masuk kepada para pengunjung alias gratis. Retribusi hanya berlaku untuk mereka yang datang dengan membawa kendaraan untuk tarif parkir.

Ongkos parkir itupun juga tidak mahal, tidak berbeda jauh dengan ongkos parkir di tempat-tempat wisata yang lain yaitu sebesar Rp.5.000 untuk motor, Rp.10.000 untuk mobil dan Rp.20.000 untuk bus.

Area Parkir (foto: wisatamedan.net)

Setelah membayar ongkos parkir, pengunjung bebas memasuki area wisata dan mencari spot untuk berfoto. Baru kalau pengunjung ingin memanfaatkan spot foto yang dibangun oleh pihak pengelola, mereka harus membayar lagi sebesar Rp.5.000 per lokasi pemotretan.

BacaJuga:  15 Makanan Khas Medan Yang Paling Jago Memanjakan Lidah

Sehingga jika memanfaatkan 4 spot pemotretan yang dibangun pihak pengelola, maka uang yang harus dikeluarkan sebesar 4 x Rp.5.000 = Rp.20.000. Itu apabila menggunakan kamera atau ponsel pribadi.

Jika ingin dipotret oleh fotografer BIS dan menggunakan kamera DSLR milik fotografer, maka pengunjung harus membayar biaya tambahan sebesar Rp.10.000 untuk 4 – 8 take foto.

Caranya dengan menyerahkan memory eksternal kepada fotografer, sehingga gambar yang dihasilkan dapat tersimpan di dalam memory tersebut. Setelah membayar dan menyerahkan memory, tinggal menunggu giliran untuk dipanggil.

Tidak hanya berfoto di spot-spot khusus, untuk memanfaatkan berbagai macam wahana dan fasilitas yang ada di lokasi, pengunjung juga harus membayar dengan harga bervariasi, tergantung dari jenis wahana dan fasilitas yang digunakan.

Wahana Flying fox misalnya, bisa dinikmati dengan membayar Rp.30.000 sekali meluncur, atau jika meluncur bersama 2 orang ada potongan Rp.10.000 sehingga hanya membayar Rp.50.000. Tarif yang sama juga berlaku jika ingin memanfaatkan wahana Ayunan Langit” dan “Sepeda Terbang”.

Bagi pengunjung yang ingin mengisi perut atau menghilangkan dahaga, tersedia warung yang menjual berbagai jenis makan dan minuman, sehingga tidak perlu khawatir kelaparan atau kehausan, sepanjang membawa uang saku yang cukup.

Tentu saja uang tunai dan bukan kartu Debit atau Kartu Kredit karena di lokasi jelas tidak tersedia mesin ATM.

Untuk yang menginap, sebenarnya tersedia camping ground yang dapat digunakan dengan membayar ongkos sewa sebesar Rp.30.000 pertenda. Hanya saja, pengunjung harus membawa tenda sendiri, karena pihak pengelola tidak menyewakan tenda dan peralatan berkemah.

Area Camping Ground (gambar: euismunawarah.blogspot.co.id)

Tips Berkunjung

Kunjungan Anda ke Bukit Indah Simarjarunjung akan lebih menyenangkan dan lebih berkesan jika memperhatikan beberapa tips berikut ini:

1. Weekdays menjadi pilihan saat berkunjung terbaik, karena saat weekend atau pada musim liburan, jumlah pengunjung membludak, sehingga cukup sulit untuk mengeksploitir semua spot yang ada di BIS.

2. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima dengan bahan bakar yang cukup, karena meski akses jalan yang menuju lokasi mulus dan hanya sekitar 200 meter saja yang rusak, namun jalan yang harus dilalui menanjak dan melewati banyak tikungan. Selain itu, cukup sulit mencari pom bensin atau penjual bensin eceran di sepanjang jalan yang dilalui.

3. Bawa perbekalan yang cukup, utamanya makanan dan pakaian tebal, seperti jaket dan sweeter, sebab di sepanjang perjalanan dan di lokasi wisata jarang ada penjual makanan, kalaupun ada harganya cukup menguras kantong dan tidak terjamin kehalalalannya (khusus umat muslim). Pakaian yang tebal sangat diperlukan karena objek wisata terletak di daerah perbukitan dengan udara yang cukup dingin.

4. Berangkat bersama rombongan akan jauh lebih baik dibandingkan berangkat sendiri atau hanya berdua dengan pasangan, mengingat lebih dari separuh rute perjalanan harus melewati jalan yang sepi dan jauh dari perkampungan. Jika berangkat bersama rombongan, apabila terjadi sesuatu di tengah jalan, antara anggota rombongan yang satu dengan yang lain dapat saling membantu.

5. Hitung waktu perjalanan agar dapat sampai di lokasi pada saat golden hour, yaitu sekitar pukul 09.00 – 11.00 dan pukul 15.00 – 17.00.

6. Jangan percaya dengan informasi yang mengatakan kalau BIS memiliki air terjun yang indah, karena air terjun yang dimaksud adalah Air Terjun Sipiso Piso yang berada di Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, dimana air terjun ini memang merupakan air terjun tertinggi se-Indonesia. Lokasi air terjun ini akan dilewati jika perjalanan dari Medan menuju BIS melalui rute Berastagi.

Sunset Dilihat dari BIS (foto: ceritajimmy.id)

7. Karena aktifitas utama adalah berburu spot cantik untuk mendapatkan foto-foto landskap yang indah serta untuk dijadikan latar belakang foto profil, periksa baterai kamera atau ponsel, bila perlu bawa powerbank. Sediakan memory kamera/HP dengan storage yang lapang, karena sasaran yang akan dibidik oleh lensa kamera bukan hanya keindahan landskap di lokasi wisata, tapi juga indahnya pemandangan di sepanjang perjalanan.

8. Saat berada di lokasi, jangan hanya terpaku pada satu spot foto, apalagi yang menjadi favorit para pengunjung. Karena jika hanya terpaku pada satu spot dan menunggu antrean yang panjang, waktu Anda akan banyak terbuang, mengingat untuk bisa mendapatkan kesempatan berfoto di spot favorit, harus menunggu antrean sekitar 30 menit sampai 1 jam, bahkan lebih. Lebih baik mencari spot lain yang tidak kalah cantik, baru setelah spot favorit terlihat sepi, ikut bergabung kedalam barisan antrian.

9. Bagi yang bermaksud untuk bermalam di BIS, pastikan membawa perbekalan camping yang cukup termasuk bekal makanan dan sarana penerangan yang memadai. Karena pada malam hari tidak ada satupun penjual makanan, dan lokasi BIS jauh dari perkampungan. Di sana juga tidak ada penerangan sedikitpun, kecuali cahaya bulan jika sedang purnama. Jangan lupa untuk bangun sebelum matahari terbit, karena begitu terbit matahari, lokasi sudah dibanjiri oleh pengunjung, sementara area camping ground berada di pusat keramaian pengunjung.

10. Sunset dengan latar belakang Danau Toba memang menjadi golden moment untuk diabadikan ke dalam bingkai foto. Hanya saja, jika Anda datang sendiri atau berdua dan tidak bersama rombongan, atau tidak bermaksud untuk menginap di lokasi wisata, sebaiknya tidak memaksakan diri untuk dapat menikmati sunset, mengingat perjalanan pulang harus melewati jalan panjang yang sepi termasuk melewati kawasan hutan pinus.

Dengan memperhatikan beberapa tips sebagaimana tersebut di atas, perjalanan Anda ke Bukit Indah Simarjarunjung dipastikan akan lebih menyenangkan dan lebih berkesan.

Semua catatan di atas adalah data terakhir pada saat tulisan ini dibuat. Jika ada perubahan terbaru yang Kamu ketahui, silakan informasikan kepada kami pada kolom komentar di bawah ini ya. Begitu juga jika ada yang salah, punya kritik dan saran. Terima kasih.

One thought on “Panorama Bukit Indah Simarjarunjung Kabupaten Simalungun Sumatera Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.