10 Gambar Candi Arjuna Dieng, Tiket Wisata, Rute Menuju Lokasi + History Peninggalan Sejarah

Posted on

Lokasi : Karangsari, Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah 53456
Map :
KlikDisini
HTM :
Rp. 5000 / Rp. 10000 per orang
Buka/Tutup :
Setiap hari (07.00-17.00)
Telepon :

foto by instagram.com/arfan_z_ahmada/

Candi arjuna di kawasan wisata dataran tinggi dieng merupakan salah satu objek wisata yang sering menjadi tujuan berlibur bagi para pelancong.

Karena merupakan peninggalan sejarah. Maka selain dapat menyaksikan keunikan arsitektur bangunannya, para wisatawan juga akan mendapatkan tambahan pengetahuan mengenai peristiwa-peristiwa sejarah di masa lampau.

Berlibur memang tidak harus ke tempat-tempat yang hanya menawarkan keindahan alam semata.

Sesekali luangkanlah waktu anda untuk mengunjungi lokasi-lokasi wisata yang selain indah, juga menyimpan nilai edukasi. Sehingga ketika pulang, anda tidak hanya mendapatkan kesegaran badan dan firikan, melainkan juga tambahan ilmu pengetahuan.

Komplek percandian dieng planteau

foto by instagram.com/aggil_setya897/

Bagi para pencinta sejarah. Keberadaan situs-situs zaman dahulu memang selalu menjadi objek berharga yang menarik perhatian mereka. Jika anda salah satunya, maka candi arjuna di dieng planteau ini adalah salah satu situs yang tidak boleh anda lewatkan.

Di sini anda akan menemukan fakta-fakta sejarah mengenai keberadaan kerajaan mataram kuno sebagai cikal bakal dari lahirnya kerajaan-kerajaan besar di tanah jawa.

Di kawasan wisata dieng planteau sebenarnya terdapat beberapa komplek candi.

Di komplek pertama yang menjadi lokasi berdirinya candi arjuna, terdapat lima bangunan yakni candi semar, srikandi, sembadra, puntadewa dan candi arjuna sendiri.

foto by instagram.com/anitadhara/

Kemudian tidak jauh dari komplek pertama, anda juga akan menemukan komplek kedua. Komplek ini terdiri dari candi setyaki, nakula, gatutkaca, gareng dan sadewa.

Namun saat ini di komplek kedua hanya menyisakan candi gatutkaca, sementara empat bangunan lain hanya tinggal pondasinya saja.

Selanjutnya di sisi selatan komplek pertama ada komplek ketiga. Komplek ini dikenal dengan komplek dwarawati. Dulunya di komplek ini terdapat empat bangunan yaitu candi abiyasa, pandu, margasari dan candi dwarawati sendiri.

BacaJuga:  10 Gambar Pasar Klewer Solo Sekarang Baru 2018, Buka Jam Berapa, Harga Grosir Butik Pakaian Surakarta + Lokasi Pindah Kemana

Tapi sama dengan komplek kedua, di komplek dwarawati ini pun hanya menyisakan bangunan candi dwarawati saja.

foto by instagram.com/triutami415/

Yang terakhir dan merupakan candi terbesar di dataran tinggi dieng adalah candi bima. Letaknya persis di dekat kawah sikidang. Kawah ini juga termasuk objek wisata utama di dieng planteau.

Lebih dekat dengan candi arjuna

Pada awal penemuannya, di komplek candi arjuna ini juga ditemukan sebuah prasasti bertuliskan aksara jawa kuno zaman dulu. Menurut perkiraan, prasasti tersebut dibuat sekitar tahun 731 caka atau tahun 809 menurut kalender masehi.

Prasasti ini sekaligus menjadi petunjuk bahwa bangunan ini merupakan candi tertua di tanah jawa. Komplek ini, diperkirakan mulai dibangun pada awal abad ke-9 masehi.

foto by instagram.com/kharissa_/

Prasasti itu sendiri saat ini telah diamankan dan disimpan di galeri museum nasional di jakarta.

Selanjutnya menurut catatan sejarah. Komplek ini dulunya pertama kali ditemukan pada tahun 1814 oleh seorang tentara inggris. Kala itu sang tentara menemukannya dalam kondisi tergenang air.

Lalu 40 tahun setelahnya, tim penyelamat yang dipimpin oleh H.C cornelius, melakukan proses pembersihan komplek. Selanjutnya pada masa pemerintahan kolonial belanda, van kinsbergen yang juga seorang tentara, memimpin proses penyelamatan lanjutan bangunan tersebut.

Sementara itu ketika memasuki bagian dalam candi arjuna, di beberapa bagian dinding akan anda lihat berbagai macam relief tiga dewa yang dipercaya sebagai dewa-dewa agung oleh umat hindu. Ketiga dewa ini ialah dewa syiwa, dewa wisnu dan dewa brahma.

foto by instagram.com/ani.chrys/

Dari fakta tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa bangunan tersebut adalah lokasi atau tempat pemujaan umat hindu untuk ketiga dewa kepercayaan mereka tersebut.

Aktivitas wisata di komplek candi arjuna

  • Bersantai

Kawasan sekitar candi arjuna ditumbuhi oleh berbagai macam tetumbuhan hijau yang memberi kesan asri dan alami.

Udara di sekitar komplek juga sangat sejuk sehingga memungkinkan untuk dijadikan tempat duduk santi bersama keluarga.

BacaJuga:  Tiket Masuk Museum Fosil Purbakala Sangiran, Jam Buka, Koleksi Sejarah + Alamat Letak Geografis

Halamanya juga terlihat bersih, dan di sepanjang jalan yang ada di komplek ini, hampir tidak dijumpai adanya kendaraan bermotor yang berlalu lalang, sehingga anda pun tidak akan terganggu dengan suara mesin kendaraan.

  • Hunting foto
foto by instagram.com/arif_abs_photography/

Hunting foto adalah salah satu aktivitas yang pasti tidak ingin dilewatkan oleh para wisatawan. Kabar baiknya, kemegahan bangunan candi serta pesona alam yang terbentang disekelilingnya, merupakan objek yang sangat sempurna untuk difoto.

Karenanya apabila berkunjung kesini. Jangan sampai lupa untuk membawa kamera andalan anda ya.

Oh ya, selain menjadikan bangunan ini sebagai target, anda juga tentunya bisa berselfie dengan memanfaatkannya sebagai background foto anda. Agar hasilnya lebih bagus, nampaknya anda perlu untuk meminta bantuan rekan atau wisatawan lain untuk memotret diri anda.

  • Belajar sejarah

Selain bersantai dan berburu spot foto, anda juga bisa mempelajari sejarah mengenai keberadaan kerajaan mataram kuno di komplek ini.

foto by instagram.com/dhyanitap/

Di tiap candi yang ada juga telah disiapkan papan informasi yang bisa anda pelajari untuk mengetahui kisah peradaban masyarakat jawa kuno pada zaman dahulu.

  • Berkunjung ke museum kailasa

Untuk menambah pengetahuan anda mengenai komplek candi arjuna, setelah menggali informasi melalui papan informasi, anda selanjutnya bisa mengunjungi museum kailasa.

Di museum inilah disimpan semua hal yang berkaitan dengan candi arjuna beserta hal-hal unik yang dimiliki oleh warga dieng. Batu-batu prasasti dan arca, replika bangunan hingga peralatan dapur warga dieng pun bisa anda temukan di museum ini.

Lokas dan rute menuju candi arjuna

foto by instagram.com/tasahiltravel/

Candi arjuna berada di desa dieng kulon, kecamatan batur, kabupaten banjarnegara, jawa tengah. Tapi meskipun termasuk ke dalam kabupaten banjarnegara. Lokasinya ternyata lebih mudah dan cepat untuk dijangkau melalui kabupaten wonosobo.

BacaJuga:  10 Gambar Water Blaster di Semarang + Harga Tiket Masuk Wisata Jawa Tengah

Rute yang bisa ditempuh jika berangkat dari wonosobo dan menggunakan angkutan umum ialah dengan menaiki bus dari terminal mendolo wonosobo menuju dieng. Kemudian dari terminal dieng, anda bisa mengarahkan tujuan ke kawasan wisata dataran tinggi dieng.

Harga tiket masuk dan jam buka tutup

Untuk bisa memasuki dan menikmati segala yang ada di komplek candi arjuna, wisatawan hanya dikenai biaya pembelian tiket sebesar Rp. 5000.

Bagi anda yang juga ingin melihat fenomena alam vulkanis di kawah sikidang. Maka sebaiknya membeli tiket terusan untuk kedua objek wisata ini dengan harga Rp. 10000 saja.

Sedangkan untuk jadwal kunjungan, anda bisa datang kesini setiap hari baik hari kerja ataupun hari libur. Kawasan ini mulai dibuka pukul 07.00-17.00.

Tips berwisata ke candi arjuna

Semua catatan di atas adalah data terakhir pada saat tulisan ini dibuat. Jika ada perubahan terbaru yang Kamu ketahui, silakan informasikan kepada kami pada kolom komentar di bawah ini ya. Begitu juga jika ada yang salah, punya kritik dan saran. Terima kasih.
foto by instagram.com/dindakha_10/

Untuk melengkapi informasi mengenai wisata sejarah ke dieng planteau. Di bawah ini kami sertakan beberapa tips berlibur yang mungkin berguna bagi anda yang akan berkunjung ke sana.

  • Karena candi arjuna terletak di dataran tinggi dieng yang suhu udaranya sudah pasti sangat dingin. Maka sebaiknya anda menyiapkan atau mengenakan pakaian tebal dan topi yang dapat menutup kepala hingga telinga agar tubuh anda tetap hangat.
  • Banyak yang menganjurkan agar datang kawasan dieng planteau pada musim kemarau. Anda bisa memilih waktu antara bulan mei sampai september.
  • Jika anda adalah seorang fotografer yang berniat untuk memotret objek candi. Maka saat terbaik untuk melakukan pemotretan ialah ketika bangunan ini sedang diselimuti kabut putih dengan sorotan sinar mentari pagi. Anda bisa menunggu momen tersebut sejak subuh sampai sekitar jam 9 pagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.