10 Foto Curug Cibeureum Sukabumi, Harga Tiket Masuk + Akses Rute Jalan Menuju Ke Lokasi

Diposting pada
Berfoto di Curug. Foto: jalanbareng.com

Lokasi: Perbawati, Sukabumi, West Java 43151
Maps: Klik Disini
HTM: Rp. 18.500,-
Buka/Tutup: 08.00 – 17.00 WIB
Telepon:

Kawasan wisata di daerah Sukabumi memang sekarang ini sudah didominasi oleh keindahan alam serta pesonanya yg siap memanjakan para turis. Tidak heran jika di sini ada banyak sekali kawasan wisata keren yang bisa dinikmati ketika berlibur ke Sukabumi Jawa Barat tersebut. Salah satu kawasan wisata alam di Sukabumi yg sekarang ini sedang digandrungi oleh para turis adalah Curug Cibeureum.

Curug sendiri berasal dari bahasa Sunda dengan arti yaitu Air Terjun. Lokasi Curug Cibeureum Sukabumi ini sendiri berada di bawah kaki gunung Gede Pangrango. Dan berada di daerah administratif dari kawasan Cibodas, Cipanas Cianjur dan berdekatan pula dengan Puncak Bogor serta Bandung. Lokasi wisata ini juga masih termasuk ke dalam lingkungan Taman Nasional Gede Pangrango Resort Selabintana.

Signage Air terjun. Foto: mandalangwangicibodas.com

Mengenal Curug Cibeureum

Tempat wisata air terjun Cibeureum ini memang sudah sangat populer meski ada kemiripan dengan lokasi Curug Cibareubeuy di Kabupaten Subang, Sentul, Cigalagah, Cimara Kuningan, Sukamakmur serta Curug Kembar Jonggol. Sementara di Sukabumi sendiri ada pula curug selain Cibeureum dan memiliki pesona mirip seperti lokasi tersebut. Air terjun ini bernama Kabandungan.

Bagi para penggemar serta pecinta alam, tentu saja curug ini menjadi salah satu lokasi favorit ketika mendaki ke gunung Gede atau Pangrango. Di sini juga sudah tersedia lahan perkemahan bernama Pondok Halimun dan biasa digunakan oleh para pendaki kala menginap atau camping di sini. Sementara penginapan lain juga bisa digunakan seperti hotel atau villa.

Kawasan liburan Ciberueum ini mempunyai cerita tersendiri tentang keindahan serta karakteristik dari air terjun ini. Selain itu ada cerita misteri, mistis, legenda hingga horor. Bahkan kerap ada penampakan di sini. Cerita ini sudah lama terdengar baik di kalangan masyarakat dan juga para pendaki yang melakukan perjalanan trek, trekking atau track serta hiking menuju puncak gunung Gede tersebut.

Derasnya air terjun Cibeureum. Foto: brobali.com

Curug yg terletak di daerah Kalapanunggal ini memang memiliki karakteristik air yg deras dengan tinggi air yang lebih rendah. Berapa tinggi dari air terjun ini ? Menurut warga sekitar tingginya mencapai 40 mdpl. Cukup rendah untuk kapasitas air terjun. Akan tetapi airnya yg deras memang kerap menimbulkan korban di sini. Sementara untuk kualitas airnya sendiri cukup jernih dan mengalir sehingga udara di sekitar cukup segar. Tidak heran jika para wisatawan akan betah berada di sekitar curug.

BacaJuga:  10 Foto Pantai Karangsong Indramayu, Wisata Hutan Mangrove + Peta Alamat Desa

Lokasi wisata yg bisa diakses dari Jakarta sekitar 8 jam ini memiliki 3 area air terjun. Yang pertama adalah Curug Cibeureum itu sendiri yg merupakan air terjun utama. Sementara 2 lainnya adalah Curug Cidendeng dan Curug Cikundul. Curug Cibeureum berada di sebelah kiri dan mempunyai aliran air paling deras serta paling pendek diantara curug lainnya.

Sedangkan di sebelah kanan Curug Cibeureum ini adalah Curug Cidendeng. Ukurannya lebih kecil. Akan tetapi lebih tinggi dibanding Cibeureum. Lalu di samping Cidendeng ini bernama Curug Cikundul. Air terjun ini tidak terlihat jelas. Pasalnya letak dan lokasinya serta akses cukup sulit. Curug ini tersembunyi diantara tebing sehingga tidak banyak yg mengetahui keberadaan curug tersebut.

Curug Cikundu ini mempunyai ketinggian mencapai 50 meter. Bukan hanya para turis lokal saja yg tertarik untuk mengunjungi area ini. Para turis asing juga tertarik untuk mengunjungi kawasan wisata yg diprediksi akan populer di tahun 2019 ini.

Sementara sejarah dari Curug Cibeureum sendiri memiliki arti yaitu “Ci” berarti “air” dan “beureum” sendiri mempunyai arti “merah”. Cerita sejarahnya sendiri terdapat 2 versi. Versi pertama adalah bahwa dahulu dinding dari tebing curug ini penuh dengan lumut merah atau bernama Sphagnum gedeanum. Sehingga warna merah mendominasi di siang hari akibat sinar matahari. Dan warna air sendiri berwarna merah.

Sedangkan cerita lainnya adalah bahwa dahulu terdapat pertapa sakti. Ketika itu dirinya sedang melakukan meditasi di sekitar area air terjun tersebut. Pertapa ini melakukan meditasi sangat lama sehingga berubah menjadi batu serta membuat aliran air menjadi berwarna merah. Masyarakat setempat percaya bahwa bebatuan di sini adalah pertapa yg melakukan meditasi tersebut.

Suasana di Cibeureum. Foto: brobali.com

Rute dan akses menuju Curug Cibeureum

Untuk akses dan jalur ke arah Curug Cibeureum ini sudah sangat mudah. Para turis bisa menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil atau naik motor. Bisa juga memakai jasa transportasi umum seperti angkot atau kereta. Akan tetapi jika menggunakan kereta sedikit jauh jaraknya disebabkan stasiun ke curug ini. Untuk menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil bisa melalui jalan utama Tol Jagorawi ke arah Puncak terus ke Cisarua. Setelah itu menuju ke Puncak Pass dan juga Ciloto. Setelah itu akan bertemu dengan pertigaan Cibodas.

Jalan setapak di Cibeureum. Foto: wisatacibodas.com

Curug yg beralamat di daerah Gunung Gede Pangrango ini bisa dituju dengan mengambil jalur ke arah kanan dan bertemu dengan papan petunjuk Kebun Raya Cibodas. Cara lain adalah dengan menggunakan kendaraan umum bisa memakai jasa bus umum dari Terminal Kampung Rambutan. Setelah itu ke arah Cianjur. Ada baiknya untuk bertanya kepada sopir atau kondektur bus dimana bus ini apakah akan melewati Puncak atau tidak.

BacaJuga:  10 Pantai Bagus di Jawa Barat, Ada Yang Jarang Dikunjungi

Biasanya di akhir pekan ini bus umum akan melewati Jonggol guna melewati kemacetan di arah puncak. Jika melalui puncak, segera menuju ke area pertigaan ke arah Kebun Raya Cibodas. Dari sini para pengunjung bisa menggunakan angkot jurusan Cipanas – Cibodas. Setelah itu turun di Terminal Cibodas. Dari Terminal ini bisa dilanjutkan dengan berjalan kaki ke arah Cibodas. Bisa juga memakai aplikasi Google Maps yg akan menampilkan info denah atau peta

Suasana di sekitar air terjun. Foto: lihat.co.id

Perjalanan ke Curug Cibeureum

Perjalanan ke arah curug ternyata belum selesai. Bagi para pengunjung yg membawa kendaraan pribadi, bisa memarkirkan kendaraan mereka ke tempat parkir atau di pintu gerbang masuk Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Setelah itu para wisatawan harus berjalan kaki melalui jalan setapak dimana jaraknya sekitar 1 km dari tempat parkir tersebut.

Para turis harus berjalan sekitar 1 jam untuk menuju ke area puncak dari curug ini. Jalan setapak ini memang merupakan jalur pendakian ke arah gunung Gede Pangrango. Sehingga tidak perlu heran jika nantinya para pelancong akan menemukan banyak para pendaki yg hendak mendaki serta mengunjungi kawasan air terjun tersebut sebelum menaklukkan Gunung Gede Pangrango ini.

Air terjun ini memiliki bumi perkemahan Pondok Halimun di hulu Sungai Cipelang. Tidak heran jika selama perjalanan tersebut para turis akan disajikan pemandangan eksotis di sekitar kaki gunung Gede Pangrango. Suasana yg asri dan juga menyegarkan mata bisa dirasakan oleh para pengunjung. Sehingga tidak perlu kawatir akan merasa bosan kala berjalan kaki menuju ke sini.

Panorama eksotis di Cibodas. Foto: wisatacibodas.com

Ada beberapa Pos di sekitar jalur menuju ke curug tersebut. Pos ini biasanya digunakan untuk beristirahat para pendaki. Para pengunjung bisa pula beristirahat di sekitar pos tersebut. Jaraknya sekitar 30 menit saja dari area titik keberangkatan di dekat area parkir menuju Pos petama. Di sini memang merupakan pusat informasi dan juga tempat istirahat serta toilet.

Sementara pos kedua sendiri terletak di dekat Telaga Biru. Telaga ini memang menyajikan keindahan tersendiri dimana airnya berwarna biru kehijau-hijauan dan sangat indah serta menakjubkan. Para wisatawan bisa mengabadikan foto atau gambar di sekitar area ini. Usai santai sejenak di pos kedua ini para pengunjung bisa menuju ke pos ketiga yang berada di dekat pertigaan Panyancangan Kuda.

Disini sudah mulai terdapat banyak jalur dan juga penunjuk arah. Jika bergerak kearah kiri ini nantinya akan membawa para wisatawan menuju ke lokasi air panas, Kandang Badak serta Puncak Gede. Sementara jika menuju ke arah kanan ini akan membawa para pengunjung ke Air terjun Cibeureum dan juga puncak Pangrango.

BacaJuga:  Kental dengan Sejarah, Inilah 7 Keindahan Curug Nangka Bogor
Panorama eksotis di Cibeureum. Foto: wisatacibodas.com

Fasilitas di Air terjun Cibeureum

Di sini sudah banyak fasilitas lengkap dan komplit. Dengan membayar biaya atau harga tiket masuk sebesar Rp. 18.500, para wisatawan sudah bisa menikmati berbagai macam fasilitas yg ada di sini. Salah satunya adalah area penginapan berupa Tempat Camping dan juga berkemah. Di sini sudah disediakan bumi perkemahan Pondok Halimun. Biasanya para pendaki memang berkemah atau bermalam di sini. Para turis bisa mengikuti para pendaki untuk bermalam dan beramai-ramai beristirahat di malam hari.

Selain fasilitas tersebut di sini sudah ada pula warung makan dan juga area parkir. Masih ada pula WC serta Mushola. Untuk memasuki kawasan wisata ini sudah ada jam operasional tersendiri. Lokasi ini akan dibuka sejak pukul 08:00 dan akan ditutup pada pukul 17:00 WIB. Praktis para wisatawan yg ingin menginap harus datang sebelum jam 5 sore. Selain membayar tiket masuk, bagi para pengunjung yg membawa kendaraan pribadi harus membayar tiket parkir sebesar 5.000/motor.

Signage di Cibeureum. Foto: brobali.com

Bagi yg tidak ingin menginap, sudah ada beberapa akomodasi atau penginapan disekitar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango tersebut. Jaraknya juga tidak terlalu jauh dengan kawasan wisata ini. Tentu saja akan lebih menyenangkan jika para wisatawan juga bisa ikut berkemah di dalam kawasan Taman Nasional. Pasalnya suasana alam ketika malam hari dan juga sunrise memang menggoda. Ditambah lagi akan jauh lebih seru jika bisa mendaki gunung Gede dan juga Pangrango tersebut.

Bagi para wisatawan yg ingin mendaki kedua gunung ini tentu saja harus melakukan registrasi terlebih dahulu ke Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Desa Sindang Laya, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Hal ini untuk mendata siapa-siapa saja yg mendaki ke sini untuk keselamatan.

Panorama di sekitar air terjun. Foto: hargatiketmasuk.info

Tips berlibur ke Cibeureum

Bagi para pengunjung yg hendak berlibur ke sini disarankan untuk memilih watku berkunjung saat hari biasa yaitu Senin hingga Jumat. Pasalnya di akhir pekan dan weekend atau libur nasional kawasan ini akan ramai dikunjungi wisatawan. Selain itu juga area atau jalur ke sini akan macet parah.

Dan datanglah pada pagi hari ketika kawasan ini masih sepi. Sehingga para turis bisa berkeliling dan bebas melakukan apapun di sekitar area air terjun. Akan tetapi jangan membuang sampah sembarangan dan patuhi segala peraturan yg sudah disediakan. Jangan lupa untuk memakai sepatu atau alas kaki yg nyaman digunakan.

Semua catatan di atas adalah data terakhir pada saat tulisan ini dibuat. Jika ada perubahan terbaru yang Kamu ketahui, silakan informasikan kepada kami pada kolom komentar di bawah ini ya. Begitu juga jika ada yang salah, punya kritik dan saran. Terima kasih.

One thought on “10 Foto Curug Cibeureum Sukabumi, Harga Tiket Masuk + Akses Rute Jalan Menuju Ke Lokasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.