Harga Tiket Masuk Air Terjun Curug Cigamea Bogor, Cerita Angker + Rute Jalan Menuju Lokasi

Posted on
Curug cigamea bogor gunung bunder seribu lokasi salak alamat angker cerita misteri wisata tiket masuk harga peta jalan menuju cibatok map korban jawa barat purwakarta dari stasiun mistis tenjolaya ciampea 2017 naik angkot akses arah jakarta bandung berada dimana pamijahan foto camping desa daerah mana ditutup endah tangerang rute bekasi fasilitas halimun gambar htm hotel homestay hantu
Curug Cigamea, Foto: sariz-ftuika.blogspot.com

Lokasi: Jl. Curug Cigamea, Gn. Sari, Pamijahan, Bogor, Jawa Barat 16810
Map: Klik Disini
HTM: Rp.7.000 /Orang
Buka/Tutup: 07.00-17.00
Telepon: –

Ketika berbicara tujuan wisata ada saja tempat menarik di Bogor yang belum sempat didatangi. Bagi yang berencana berlibur ke Bogor, cobalah pergi ke Bogor Barat. Meskipun Bogor bagian lain pun tak perlu diragukan lagi keindahannya. Selain puncak, para wisatawan yang datang ke Bogor mencari spot-spot air terjun keren salah satunya adalah Curug Cigamea di Bogor Barat. Terlihat dari namanya telah mengindikasikan bagaimana gambaran curug ini. Cigamea memiliki arti dalam Bahasa Indonesia adalah ‘bergemuruh’. Anda akan mendengar gemuruh suara air yang datang dari Curug Cigamea meskipun dari arah cukup jauh dari lokasi.

Curug Cigamea masih satu kawasan dengan TNGHS (Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Lokasi tepatnya berada di Des. Gunung Sari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Untuk mengakses kawasan wisata ini cukup mudah. Anda harus menempuh jarak selama satu setengah jam atau sekitar 38 kilometer perjalanan hingga tiba di lokasi. Sebelum masuk ke lokasi utama Curug Cigamea, Anda akan melewati beberapa kawasan wisata yang letaknya masih satu kawasan dengan curug yaitu berada di gunung salak endah Bogor. Tempat-tempat wisata ini diantara lain Curug Luhur, Curug Ngumpet, Curug Nangka, Kawah Ratu, dan banyak lainnya.

Harga Tiket Masuk Curug Cigamea Bogor, Foto: hargatiketmasuk.info

Rute Menuju Curug Cigamea Bogor

Ada bebrapa rute jalan yang dapat Anda gunakan ketika menggunakan kendaraan pribadi tidak hanya roda dua namun juga roda empat. Anda dapat melintas lewat Cemplang atau dikenal juga dengan nama Cibungbulang kemudian perjalanan dilanjutkan menuju ke Kecamatan Pamijahan hingga di Salak Endah. Selain itu, Anda dapat juga melintasi jalur Cikampak hingga sampai di kawasan Salak Endah. Jalur yang bisa digunakannya selanjutnya adalah melewati Cibatok hingga mencapai Salak Endah atau bisa juga melewati jalur Tamansari terus hingga di Gunung Bunder dan perjalanan berlanjut sampai akhirnya tiba di Salak Endah.

Bagi wisatawan yang tidak membawa kendaraan pribadi bisa menggunakan angkutan umum. Gunakan angkot dengan kode 03 di Terminal Baranangsiang Bogor. Pastikan angkot tersebut menuju ke Bubulak. Jika sudah sampai minta kepada supir untuk menurunkan disana. Dari sana Anda harus naik angkutan umum lagi dengan jurusan ke daerah Leuwiliang. Sesampainya di Leuwiliang turunlah di pertigaaan Cibatok. Dari pertigaan naik angkutan umum lagi hingga di pemberhentian paling akhir yaitu Gunung Picung. Perjalanan masih panjang karena Anda harus naik ojek atau jika ingin berjalan kaki sampai di gerbang masuk Kawasan Wisata Salak Endah silahkan saja.

Saat tiba di loket tiket masuk, Anda belum bisa melihat penampakan curug secara langsung namun suara airnya telah terdengar dari sini. Akses ke curug begitu mudah karena telah disediakan anak tangga menuju lokasi curug. Anda harus menuruni anak tangga sekitar 200 meter. Anak tangga yang dibuat pun tidak sempit terhitung lumayan lebar akan tetapi Anda juga harus tetap waspada melihat langkah kaki Anda. Bila musim hujan anak tangga akan jadi sangat licin jadi berhati-hatilah. Langkah kaki terasa ringan sambil menikmati panorama alam selama menuruni anak tangga. Jika datang ke curug cigamea rame-rame bersama keluarga atau teman dekat mungkin perjalanan jauh terasa ringan sambil ngobrol dan menikmati alam terasa cepat sampai.

Pesona Curug Cigamea, Foto: kompas.com

Ketika telah tiba di area Curug Cigamea, Anda akan disambut dua air terjun. air terjun di Curug Cigamea ini kembar atau  berjumlah dua. Air terjun pertama letaknya agak naik dan yang kedua agak kebawah posisinya. Selain itu, disini banyak binatang yang sukanya makan pisang, yup monyet. Anda harus waspada dengan barang bawaan karena bisa saja dijahili monyet-monyet tersebut. Seperti yang diketahui jika para monyet itu sukanya mengambil barang yang mereka pikir menarik. Jika sudah terambil oleh monyet tidak ada yang bisa memprediksi barang yang diambil aman. Bisa saja monyet tersebut menggigit gigitnya atau ketika sudah tidak tertarik ditaruhnya barang-barang tersebut di sembarang tempat sehingga ketika dicari tidak ketemu. Yang kerap terjadi para monyet mengambil kacamata, atau topi dll dibawanya ke balik pohon-pohon dan sering dilemparkan entah kemana dan hasilnya sudah tidak bisa ditemukan kembali. Yang penting Anda harus selalu waspada.

Suara air yang bergemuruh dan bergema ke seluruh penjuru kaki gunung salak ini menjadi salah satu daya tarik dari Curug Cigamea yang digemari para wisatawan. Air terjun pertama berada di tebing yang cukup curam sehingga Anda perlu melakukan pendakian untuk mencapainya. Tetapi, justru disinilah yang menjadi spot terbaik bagi yang ingin mengambil gambar. Banyak pengunjung berselfi ria di area ini karena latarnya memang keren sekali jadi jika tidak diabadikan rasanya akan kurang lengkap. Merekam moment-moment berharga dengan jepretan itu juga bermanfaat untuk mengabadikan kenangan dalam bentuk fisik yaitu foto. Sedangkan air terjun yang kedua lumayan landai sehingga menjadi tempat nyaman untuk bermain air, basah-basahan atau berenang.

Jarak kedua air terjun ini dekat hanya sekitar 20 atau 30 meter-an. Jika dipikir-pikir air terjun disini bukan kembar karena letak keduanya tidak bersebelahan serta ketinggiannya pun berbeda-beda. Tapi karena tidak begitu jauh juga antara curug kesatu dan kedua sehingga masyarakat sekitar menjulukinya curug kembar.

Jika ingin menginap ada beberapa penginapan dekat dengan area wisata. Ada pula para pedagang souvenir kerajinan tangan khas Kawasan Wisata Gunung Salak Endah. Ketika sudah lelah dan puas bermain air di Curug Cigamea, ini merupakan yang terberat. Hal terberat tersebut adalah menggunakan anak tangga tadi tapi sekarang jalannya naik jadi terasa pegal. Mungkin karena berangkat masih sangat semangat sehingga perjalanan terasa mudah sedangkan saat pulang tinggal rasa capeknya. Agar tidak cepat letih, jalan pelan-pelan saja sambil melihat-lihat panorama sekeliling sehingga tidak berasa pegal. Terdapat pula tempat beristirahat yang disediakan di beberapa titik. Berhentilah sejenak jika memang capek sekali. Duduk-duk sebentar sekedar meregangkan otot kaki dan minum untuk mengumpulkan tenaga baru.

Air Yang Sejuk dan Menyegarkan, Foto: tempatwisatadibogor.net

Harga Tiket Masuk Curug Cigamea Bogor

Untuk memasuki kawasan gunung salak ada biaya retribusi yang harus dibayarkan yaitu sebesar Rp. 10.000, – per orang. Setelah dari pintu masuk gunung salak akan ada petunjuk yang mengarahkan ke Curug Cigamea. Untuk menikmati Curug Cigamea biaya yang harus dibayarkan sebesar Rp. 7.000,- per orang. Menikmati keindahan alam yang luar biasa harga segitu cukuplah terjangkau jika dibandingkan dengan kebahagiaan yang didapat.

Penginapan di sekitar Curug Cigamea Bogor

Berikut ini daftar villa yang ada di dekat Curug Cigamea atau tepatnya yang terletak di kawasan Gunung Salak Endah:

  • Villa Pondok Anggrek (Pondok Ciparay) terdiri 4 kamar harga ditawarkan mulai dari 1, 9 jutaan
  • Villa Pondok Palem (Pondok Ciparay) terdiri 3 kamar harga ditawarkan mulai dari 800 ribuan
  • Villa Pondok Kenanga (Pondok Ciparay) terdiri 2 kamar harga ditawarkan mulai dari 1 jutaan
  • Villa Pondok Melati (Pondok Ciparay) terdiri 4 kamar harga ditawarkan mulai dari 1, 75 jutaan
  • Villa Pondok Kapas (Pondok Ciparay) terdiri 3 kamar harga ditawarkan mulai dari 1, 5 jutaan
  • Villa Pondok Kemuning (Pondok Ciparay) terdiri 3 kamar harga ditawarkan mulai dari 1, 5 jutaan
  • Saung Bambu Ciparay Endah terdiri 1 kamar harga ditawarkan mulai dari 700 ribuan
  • Villa Pondok Alamanda (Pondok Ciparay) terdiri 3 kamar harga ditawarkan mulai dari 1,5 jutaan
  • Villa Pondok Flamboyant (Pondok Ciparay) terdiri 3 kamar harga ditawarkan mulai dari 900 ribuan
  • Villa Pondok Flamboyant (Pondok Ciparay) terdiri 1 kamar harga ditawarkan mulai dari 700 ribuan
  • Villa Pondok Bougenville (Pondok Ciparay) terdiri 1 kamar harga ditawarkan mulai dari 700 ribuan
  • Pondok Batu Pinus terdiri dari 2 villa dapat memuat masing-masing villa mencapai 15 orang harga ditawarkan mulai dari 450 – 800 ribuan
  • The Michael Resort terdiri dari 14 villa dan 32 kamar harga ditawarkan mulai dari 2 – 8 jutaan
  • Pondok Rasamala terdiri dari 9 villa harga ditawarkan mulai dari 900 ribuan – 4,8 jutaan
  • Centhini Resort & Restasurant terdiri dari 9 villa harga ditawarkan mulai dari 750 ribuan – 3,5 jutaan
  • Villa Pakis Asri dapat memuat sampai 20-25 orang harga ditawarkan mulai dari 2,5 – 2,7 jutaan

Berikut ini daftar hotel yang ada di sekitar Curug Cigamea atau tepatnya yang terletak di kawasan Gunung Salak Endah:

  • Hotel Neo + Green Savana Sentul yang berlokasi di Jl. Siliwangi No 1 Sentul City. Jarak hotel ini kira-kira 3.32 kilo meter dari Curug Cigamea
  • Aston Sentul Lake Resort & Conference Center terletak di Jalan Pakuan No. 23. Jaraknya sekitar 3.47 kilo meter dari Curug Cigamea.

Misteri Dibalik Curug Cigamea Gunung Salak Endah Bogor

Dibalik eksotisme yang dimiliki Curug Cigamea ternyata ditempat ini juga digunakan sebagai tempat mencari pesugihan untuk mendapatkan kekayaan, kesaktian, kenaikan jabatan, dan banyak lainnya. Wisata Alam Curug Cigamea berada di bawah lereng Gunung Salak Bogor juga memiliki banyak misteri yang disimpan. Menurut keterangan warga kawasan ini setiap tahun selalu meminta tumbal nyawa manusia. Penduduk setempat mempercayai kejadian ini. Kebetulan saja setiap tahun, Curug Cigamea selalu memakan korban.

Bapak yang menjual gorengan di kawasan wisata Curug Cigamea menjelaskan, “ Setiap tahun disini selalu saja ada orang yang meninggal. Tahun kemaren juga ada korban yang berasal dari Jakarta. Wisatawan tersebut bahkan meninggal ditempat. Pertama-tama wisatawan itu mandi di kolam tepat dibawah air terjun ketika sedang asyiknya berendam ada batu besar yang jatuh menimpa kepalanya sehingga dia langsung terbawa arus dan seketika meninggal dunia.”

Orang tersebut juga menceritakan kejadian serupa namun dengan latar belakang berbeda. Beliau menambahkan bahwa pokoknya setiap tahun selalu ada permintaan tumbal yaitu satu nyawa manusia setiap tahun.

Jadi, bentuk tumbalnya bisa berupa kejadian-kejadian atau langsung membawa orang sebagai tumbal. Ini tergantung perjanjian yang telah disepakati para lelaku (sebutan untuk pencari pesugihan) dengan bangsa ghaib atau siluman itu. Kepercayaan inilah yang diyakini oleh masyarakat yang tinggal di bawah lereng gunung Salak. Secara kebetulan selalu saja ada korban yang meninggal disini.

Salah Satu Tempat Wisata Terindah, Foto: portalwisata.co.id

Bagi yang tidak mempercayai hal-hal tabu seperti tumbal, pesugihan, siluman dan sejenisnya menganggap kematian pengunjung yang ada di Curug Cigamea ini merupakan kondisi alam yang kapan saja bisa terjadi terutama ini adalah kawasan pegunungan yang bisa saja tanah bergesek dan benda yang ada diatas bisa jatuh. Jika dikaitkan dengan kasus korban yang terkena jatuhan batu dan meninggal bisa saj ini faktor alam dan tidak ada kaitannya dengan pesugihan atau tumbal nyawa manusia. Semua ini tergantung keyakinan masing-masing.

Selain itu ada pula misteri mengenai  seekor monyet putih yang ukurannya sebesar manusia yang hidup di Curug Cigamea. Pesona alam yang asri berwara hijau serta air terjun yang indah menjadikannya magnet yang sangat kuat untuk menarik minat wisatawan baik dari Indonesia juga luar Indonesia. Akan tetapi, Curug Cigamea juga menyimpan banyak cerita mistis terutama ‘pesugihan’. Seperti yang sudah dijelaskan diatas, banyak orang datang ketempat ini bukan untuk berwisata tapi ada niat lain yang tidak baik.

Hal unik lain dari Curug Cigamea adalah keberadaan monyet-monyet . Para monyet ini memang merupakan penghuni hutan di Gunung Salak. Ada puluhan spesies kera berbeda yang hidup dikawasan ini. Menurut cerita warga sekitar monyet-monyet ini sudah ada sejak dahulu dan telah tinggal disini sekian lama sampai sekarang.

Di Curug Cigamea ada sebuah kerajaan kera yang sering sekali menjadi tujuan peziarah untuk mendapatkan ‘pesugihan’. Para peziarah ini melakukan ritual tertentu. Diterima atau tidaknya ritual yang dilakukan seorang peziarah ini tergantung dari respon yang diberikan para kera. Kera-kera yang berkeliaran di kerajaan kera ini dipercaya sebagai perantara dari ritual peziarah.

Akses Tangga Untuk Turun ke Curug Cigamea, Foto: uthitgowes.my.id

Menurut keterangan warga, biasanya sesajen ini diberikan peziarah kepara para kera-kera sebagai perantara. Akan tetapi, tidak semua kera dapat menjadi perantara ritual pesugihan. Yang digunakan sebagai utusan merupakan kera-kera berukuran besar-besar yang tingginya mencapai setengah  manusia dewasa atau posturnya setinggi anak kecil usia tujuh tahunan. Jika si peziarah beruntung, sesajen yang dia berikan akan diterima oleh kera putih yang mengindikasikan bahwa niatnya ini diterima sang penunggu disini. Namun monyet putih jarang sekali terlihat turun dari tempatnya ke Curug Cigamea. Sang penjaga curug mengatakan bahwa beliau sendiri hanya melihat kemunculan kera putih 5 sampai 6 kali seumur hidupnya.

Selain mistis, curug cigamea memiliki keunikan yaitu adanya keberadaan batu merah besar. Di balik derasnya aliran air yang mengalir di Curug Cigamea terdapat batu merah yang menjadi maghnet tersendiri dari tempat ini. Curug yang ada di kampung Pasir Reungit ini memiliki daya tarik yang tidak bisa ditolak oleh siapapun. Tidak hanya suasana sejuk dan masih alami yang membuatnya unik ada hal lain juga yang menambah keunikannya. Di sebuah aliran air terjun disini ada batu merah yang bertingkat. Setelah bertanya dengan penduduk asli disini ternyata keberadaan batu ini telah ada sejak dulu. Padahal air yang mengalir dari curug itu putih bening dan jernih namun ada warna batu yang memerah. Curug Cigamea berlokasi di area wisata Salak Endah tepatnya di kaki gunung salak. Hamparan pohon pinus dan hawa sejuk akan menyapa para wisatawan ketika datang di tempat wisata tersebut.

Gunung Salak memang terkenal sebagai tempat pencari pesugihan dan segala yang berbau mistis, ada tempat wisata selain Curug Cigamea yang juga terkenal kemistisan dan keangkerannya.

Pintu Masuk, Foto: ihsand3.wordpress.com

Kawah Ratu Gunung Salak

Kawasan Gunung Salak terkenal sekali dengan julukan gunung mistis atau angker. Namun, layaknya gunung seperti lainnya, gunung salak juga menawarkan jutaan keindahan. Salah satunya adalah Kawah Ratu.

Beberapa kawah di Gunung Salak masih aktif hingga sekarang. Diantara kawah-kawah di Gunung Salak, Kawah Ratu merupakan yang paling populer serta terbesar diantara lainya disini. Letak Kawah Ratu berada di ketinggian kurang lebih 1.437 mdpl. Anda dapat mengaksesnya dari beberapa rute jalur pendakian.

Bagi para pecinta alam, tempat ini merupakan salah satu spot paling menarik di kawasan wisata gunung salak endah. Di kawah ratu ada sebuah aliran sungai sehingga membuatnya lebih unik dibandingkan dengan lainnya. Kawah ini dilalui oleh aliran air dari Sungai Cikuluwung yang panjangnya mencapai 1 kilometer. Hal tersebut yang membuatnya memiliki pesona tersendiri. Jika Anda melihatnya dari kejauhan, warna aliran air sungai ini adalah biru tosca. Akan tetapi, ketika Anda mendekat, di dasar sungai ini terlihat jelas berwarna kuning. Warna kuning yang dihasilkan merupakan endapan belerang.

Pesona Curug Cigamea Diburu Wisatawan, Foto: kompas.com

Letak Kawah Ratu ini jika diperhatikan ternyata berada di bagian perut Gunung Salak. Hal ini berdasarkan dari perjalanan yang jika diteruskan dari kawasan ini akan berujung di Puncak Gunung Salak 1 yaitu pada ketinggian 2.221 mdpl serta Puncak Gunung Salak 2 yang berada di ketinggian 2.180 mdpl. Puncak Salak 2 inilah yang sangat terkenal angker. Jika Anda ingin melakukan pendakian menuju Kawah Ratu, ada 3 jalur yang bisa diikuti. Ketiga jalur ini yang paling terkenal dan sering digunakan oleh para pendaki atau wisatawan yang datang kesini. Dua jalur terletak di kota Bogor sedangkan jalur satu lagi dari Sukabumi.

Jalur pertama yang dapat digunakan adalah melalui Bumi Perkemahan Gunung Bunder. Lokasi ini terletak di Kecamatan Pamijahan, Bogor. Letak camping ground atau bumi perkemahan tersebut lumayan dekat dengan gerbang utama masuk TNGHS (Taman Nasional Gunung Halimun Salak). Dari sini, Anda harus menempuh jarak kurang lebih 5 km untuk sampai di Kawah Ratu atau selama tiga jam.

Jalur kedua adalah Pasir Reungit. Pasir Reungit adalah sebuah pedesaan yang terletak di Kecamatan Pamijahan, Bogor juga. Pasir Reungit letaknya lebih tinggi dari rute jalan menuju ke kawasan Gunung Bunder. Desa ini berada di ketinggian kurang lebih 1.173 mdpl. Karena letaknya yang lebih tinggi membuat jalur yang ditempuh melalu desa ini lebih pendek yaitu membutuhkan kurang lebih 2 jam atau sekitar 3.6 kilometer.

Wisata di Gunung Bunder Bogor, Foto: wisatagunungbunderbogor.wordpress.com

Sedangkan jalur yang ketiga adalah menggunakan rute dari Bumi Perkemahan Cangkuang. Berbeda dari dua jalur sebelumnya yang berada di kota Bogor. Rute pendakian ini terletak di Kecamatan Cidahu, Kab. Sukabumi. Jika mendaki melewati trekking dari Bumi Perkemahan Cangkuang, jarak yang harus Anda tempuh sepanjang 4,5 km.

Pilih jalur pendakian yang paling dekat dengan daerah tempat tinggal Anda. Jika ingin kesini, waktu yang paling cocok adalah pagi dikarenakan semakin siang kawah belerang menjadi semakin gelap pekat. Selain itu, hindari untuk berlama-lama disini karena asap belerang cukup membahayakan bagi tubuh. Ingat untuk membawa masker jika ingin kesini. Masker wajah membantu Anda menghindari masuknya asap ke pernapasan.

Cerita mengenai kemistisan Kawah Ratu dilatar belakangi dari Gunung Salak ini sendiri. Menurut catatan ada sekitar 5 kali pesawat terbang jatuh diarea Gunung Salak. Sedangkan cerita mistis Kawah Ratu adalah bersemayamnya para jin yang wujudnya sangat cantik menyerupai bidadari.

Cerita ini didapat dari penjelasan beberapa warga. Jin yang berbentuk bidadari ini sudah lama mendiami kawasan kawah ratu. Misteri yang ada di Gunung Salak juga sering dikaitkan dengan cerita tentang Prabu Siliwangi.

Prabu Siliwangi adalah salah satu prabu atau raja yang memimpin di kerajaan Pajajaran Hindu. Pada masa Prabu Siliwangi menjabat sebagai raja, kerajaan Pajajaran sedang dalam masa kejayaannya. Sang prabu mempunyai 3 orang anak dan salah satunya yang terpopuler bernama Raden Kiansantang (beliau sangat terkenal karena kemudian menjadi seorang Muslim)

Menurut cerita Raden Kiansantang pernah melakukan berberapa kali percobaan untuk membujuk sang Ayah memeluk ajaran Islam seperti yang beliau lakukan. Akan tetapi, dikarenakan Sang Prabu begitu mencintai leluhurnya beliau tetap memeluk agama hindu hingga akhir hayat. Ternyata cerita tersebut memunculkan mitos baru mengenai Prabu Siliwangi dengan para pengikutnya menghilang dibalik kaki gunung salak secara sangat misterius.

Keindahan Yang Alami, Foto: tempatwisatasekitar.blogspot.com

Sebagian besar kerajaan yang ada di Pulau Jawa selalu dihubungkan dengan berbagai hal berbau mistis termasuk Pajajaran. Ada juga mitos mengenai hubungan dekat Prabu Siliwangi dengan penguasa pantai selatan – Kanjeng Ratu Kidul. Meskipun belum diketahui darimana cerita ini berhembus namun warga sekitar banyak yang mempercayainya.

Ada sebuah perjanjian antara kedua penguasa ini bahwa Nyi Roro Kidul Kanjeng Ratu menyuruh beberapa anak buahnya untuk mengawal dan menjaga Prabu Siliwangi beserta seluruh rombongannya. Penjagaan yang dimaksud bukan hanya dari segala ancaman bahaya atau musuh yang wujudnya terlihat namun juga dijaga dari para jin yang berwujud seperti bidadari. Jin-jin wujud bidadari ini diberi tugas spesial supaya menghalangi sang Prabu masuk Islam. Karena penjagaan yang diberikan para mahluk tak kasat mata dari Kanjeng Ratu, Prabu Siliwangi dan semua abdi dalem konon bisa lenyap dari pandangan mata di kaki gunung salak secara misterius.

Meskipun banyak cerita misting tentang angkernya kawasan Gunung Salak yaitu dimana letak Curug cigamea bogor gunung bunder berada tak pernah menyiutkan niat para wisatawan yang datang kesini. Curug seribu lokasi keberadannya masih dalam kawasan salak endah serta alamat curug juga dekat. Beberapa lokasi angker atau cerita misteri mengenai wisata kesini sudah disinggung diatas. Berapa tiket masuk, harga, peta jalan menuju cibatok, map, korban baik dari jawa barat, purwakarta atau lainnya sudah diterangkan serta bagaimana mengakses dari stasiun meskipun lumayan mistis. Informasi rute dari arah manapun termasuk tenjolaya, ciampea  di 2017 baik naik angkot atau akses arah jakarta,bandung sudah ada. Anda juga dapat bertanya pada penduduk setempat berada dimana pamijahan. Ada beberapa foto, camping area, desa, dan daerah mana saja yang bagus. Tempat ini pernah ditutup karena terjadi tanah longsor di salak endah beberapa wisatawan baik dari tangerang, rute bekasi atau manapun tidak boleh masuk dulu. Ada segala penjelasan tentang berbagai fasilitas di kawasan halimun yang cukup memadai serta gambar, info htm, hotel, homestay yang berhantu atau tidak ada hantu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *