10 Gambar Curug Cikaso Surade, Air Terjun Sukabumi, Rute Dari Bandung + Mitos Ujung Genteng

Posted on
Curug cikaso air terjun sukabumi jawa barat surade jampang ujung genteng bandung mitos lokasi gambar alamat misteri foto peta map wisata dimana harga tiket masuk rute jalan menuju photos legenda letak bogor 2017 angker dari arah akses artikel banjir tegalbuleud cibitung cigangsa cerita camping pantai jakarta daerah mana fasilitas google garut htm hotel musim hujan info informasi kulon jalur jarak kering kaskus kabupaten kembar memakan korban naik kereta luhur maps majalengka motor naga perjalanan penginapan paket penampakan poto pemandangan pesona bekasi depok karawang
Eksotisme Curug Cikaso. Foto: aroundguides.com

Lokasi: Dusun Ciniti, Cibitung, Kec. Surade, Sukabumi, Jawa Barat 43172, Indonesia
Maps: Klik Disana
HTM: Rp. 27.000
Buka/Tutup: 24 Jam
Telepon:

Sukabumi menjadi salah satu kota di daerah Jawa Barat yang memiliki keindahan dan juga pesona alam yang siap memanjakan para wisatawan. Biasanya para backpacker tertarik untuk menikmati keindahan alam yang ada di sebuah kota yang mereka kunjungi. Di sini para wisatawan bisa mengunjungi beberapa kawasan wisata alam seperti pantai Ujung Genteng, Jampang Kulon, Tegal Buleud, daerah Cibitung dan juga Cigangsa yang tidak akan mengecewakan para wisatawan.

Kota Sukabumi ini berdekatan dengan Bandung, Bogor, Garut dan juga Majalengka yang membuat akses menuju ke kota yang terkenal dengan wanita-wanita cantik tersebut memang sangat pas untuk dikunjungi. Tentu saja hal ini juga didukung dengan keindahan alam yang masih asli dan juga asri. Salah satu kawasan wisata alam yang bisa menjadi incaran para wisatawan adalah Curug Cikaso yang tidak kalah menarik.

Pesona Curug Cikaso. Foto: wisatajabar.com

Mengenal Kawasan wisata Curug Cikaso

Kawasan wisata Curug Cikaso memang belum terlalu terkenal di kalangan para wisatawan dan juga turis. Akan tetapi bagi para backpacker dan juga para wisatawan yang gemar hunting atau berburu foto dan juga gambar tentu saja kawasan wisata ini sudah cukup akrab. Bukan tanpa alasan banyak para wisatawan domestik yang kurang mengenal kawasan wisata alam ini.

Hal tersebut disebabkan dengan lokasi serta alamatnya yang berada di daerah terpencil atau lebih tepatnya berada di daerah Surade yang berada di salah satu sudut kota Sukabumi tersebut. Sementara bagi para backpacker  yang mencari keindahan alam tentu saja sudah sangat hafal dengan kawasan air terjun Cikaso tersebut. Dan hal ini tentu saja menjadi salah satu primadona bagi para pecinta wisata alam.

Ternyata nama Curug Cikaso bukan nama aslinya. Sebelumnya nama kawasan wisata air terjun ini bernama Curug Luhur. Setelah sekian lama memiliki nama tersebut akhirnya diubah oleh masyarakat setempat menjadi Curug Cikaso. Air terjun Cikaso ini airnya mengalir ke Sungai Cikaso. Oleh sebab itu masyarakat setempat menyebutnya sebagai Curug Cikaso atau Air Terjun Cikaso.

Suasana Curug Cikaso pagi hari. Foto: hargatiketmasuk.info

Rute menuju ke kawasan wisata Curug Cikaso

Kawasan wisata Curug Cikaso ini memang bukan kawasan wisata alam yang baru di daerah Sukabumi. Air terjun ini memang sudah cukup lama ada di Sukabumi. Dan masyarakat setempat sudah mengetahui keindahan kawasan wisata ini. Apalagi jika mereka berlibur ke kawasan wisata pantai Ujung Genteng yang lokasinya tidak pernah jauh.

Lokasi antara kedua kawasan wisata ini memang berdekatan. Dan sudah menjadi salah satu target wisatawan yang ingin berlibur ke kawasan wisata ini. Apalagi jaraknya cukup berdekatan. Ditambah lagi kedua kawasan wisata ini memiliki hubungan erat di dunia spiritual dengan adanya certa mitos dan juga misteri yang menyelimutinya.

Kawasan wisata Curug Cikaso ini berada di Kampung Ciniti, Surade, Desa Cibitung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Bagi yang ingin mengunjungi kawasan wisata ini dari Jakarta biasanya membutuhkan waktu sekitar 6 jam. Perjalanan panjang ini tentu saja akan langsung terbayar lunas ketika para pengunjung menginjakkan kaki di lokasi. Apalagi keindahan alam dan juga pesona yang ditawarkan benar-benar eksotis dan indah.

Bagi para wisatawan yang ingin mengunjungi kawasan wisata alam ini bisa menggunakan kendaraan pribadi dan juga kendaraan umum seperti bus dan naik kereta yang bisa memudahkan para pengunjung untuk menikmati keindahan alam di Curug Cikaso tersebut.

Bagi yang berangkat dari Jakarta, Depok, Bekasi atau Karawang dengan kendaraan pribadi seperti mobil dan motor bisa menggunakan aplikasi Google Maps yang akan memperlihatkan peta, denah atau map kota Sukabumi dan akses dari Jakarta ke Curug Cikaso tersebut.

Jalur dengan kendaraan pribadi ini akan melewati pertigaan Surade ketika mulai memasuki kota Sukabumi. Dari sini para pengunjung cukup mengikuti jalur utama dan sudah banyak papan petunjuk yang akan memudahkan menuju ke kawasan wisata alam tersebut. Jarak dari pertigaan Surade ke Curug Cikaso ini sekitar 12 KM saja.

Sementara bagi yang menggunakan kendaraan umum bisa memakai bus atau angkutan kota yang menuju ke arah pertigaan Surade. Dari sini dilanjutkan dengan menggunakan ojek yang sudah cukup banyak mangkal di sekitar pertigaan tersebut. Tentu saja memudahkan para wisatawan untuk melihat pemandangan dan pesona dari Curug Cikaso tersebut.

Setelah sampai di pintu masuk ke arah Curug Cikaso ini ada 2 alternatif jalan yang bisa dipilih untuk menuju ke kawasan wisata air terjun. Jalur ini adalah dengan cara berjalan kaki menuju ke air terjun atau dengan menyewa perahu guna melintasi kawasan sungai Cikaso. Tentu saja ada pesona tersendiri yang ditawarkan kedua jalur ini.

Keindahan Curug Cikaso. Foto: dakatour.com

Menuju ke Curug Cikaso dengan jalan kaki dan naik perahu

Biasanya para wisatawan yang memiliki jiwa petualangan yang tinggi dan ingin menikmati keindahan alam sembari berphoto atau poto, tentu saja jalur dengan cara berjalan kaki menuju ke kawasan Curug Cikaso ini bisa menjadi pilihan yang pas. Di sini para wisatawan bisa melewati kawasan perkampungan penduduk yang masih asli dan juga memberikan kenikmatan tersendiri. Selain itu para wisatawan bisa melihat dan mengunjungi area perbukitan dan juga sawah.

Di tahun 2017 ini memang kawasan wisata Curug Cikaso memang cukup diincar oleh para wisatawan. Apalagi ada banyak artikel yang menyebarkan informasi atau info mengenai keindahan kawasan wisata tersebut. Begitu juga di situs-situs wisata dan forum seperti kaskus yang memperkenalkan keindahan air terjun tersebut.

Apalagi bagi para petualang tentu saja jalur menuju ke curug dengan berjalan kaki ini menjadi salah satu pesona tersendiri. Ditambah lagi dengan keindahan pemandangan di sepanjang perjalanan  yang akan memberikan kesegaran tersendiri. Hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit saja untuk menuju ke kawasan wisata ini. Ditambah lagi dengan jalur atau akses yang sangat mudah dan tidak akan membuat para wisatawan akan lelah.

Sebelum melanjutkan perjalanan, para wisatawan harus membayar tiket masuk menuju ke air terjun tersebut. Harga tiket untuk masuk atau htm ke air terjun ini sebesar 27 ribu per orang. Sementara parkir dibayarkan terpisah tergantung kendaraan yang digunakan ke kawasan wisata ini.

Seperti yang disebutkan di awal bahwa salah satu akses menuju ke kawasan wisata ini dengan menggunakan perahu rakit. Di sini para wisatawan akan bertemu dengan para pemandu wisata yang akan memberikan informasi mengenai curug Cikaso yang sudah cukup melegenda terutama di sektor misteri yang menyelimuti kawasan wisata ini.

Biasanya untuk menyewa perahu rakit ini bervariasi. Ada yang berharga 80 ribu hingga 120 ribu untuk sekali naik dan 1 perahu. Biasanya 1 perahu ini bisa diisi hingga 10 orang. Cukup murah tentu saja jika dibandingkan apa yang akan di dapat selama perjalanan menuju ke kawasan wisata Curug Cikaso tersebut.

Selama perjalanan para pengunjung bisa mendapatkan pemandangan dan panorama yang cukup menakjubkan. Di sini para wisatawan bisa melihat keindahan perbukitan yang akan terlihat selama perjalanan. Selain itu sensasi ketika berada di sekitar sungai Cikaso ini tentu saja memberikan pengalaman yang berbeda.

Jika harga tersebut dirasa cukup mahal, para wisatawan bisa patungan atau berbagi dengan para wisatawan lain yang ingin naik perahu guna mendapatkan harga yang jauh lebih murah. Tentu saja hal ini membuat para wisatawan harus menunggu para pengunjung lain yang juga ingin berniat untuk menggunakan perahu tersebut.

Pemandangan cantik di Curug Cikaso. Foto: dakatour.com

Apa yang ada di Curug Cikaso

Curug Cikaso ini memang menyimpan pesona dan juga daya tarik yang luar biasa. Meski belum diketahui oleh banyak orang, tentu saja kawasan wisata ini sangat layak untuk dikunjungi. Lokasi dari air terjun ini memang terhalang adanya lembah yang ada di sekitar kawasan wisata ini. Sehingga jalur menggunakan perahu bisa menjadi pilihan yang pas.

Sayangnya jika di musim hujan aliran sungai Cikaso akan cukup deras dan kadang banjir. Sehingga para pengunjung belum tentu bisa menggunakan perahu jika ingin berlibur ke kawasan wisata air terjun tersebut. Harus menunggu kabar dari para pemandu wisata apakah sudah bisa dilewati atau belum.

Meski begitu keindahan Curug Cikaso memang tidak bisa disangkal lagi. Di sini para wisatawan bisa melihat keunikan dari air terjun yang ada di sini. Air terjun Cikaso ini memiliki lebar sekitar 100 meter dengan tinggi sekitar 80 meter. Tentu saja kawasan air terjun ini sangat eksotis dan juga gagah ketika dipandang. Meski di musim kemarau kadang air terjun akan kering, akan tetapi pesona yang dimiliki tidak akan pernah hilang.

Di sini terdapat 3 saluran air yang membentang dengan keindahan alam yang ditawarkan oleh air terjun Cikaso. Dua aliran air ini tentu saja bisa terlihat dengan jelas oleh para wisatawan. Kadang masyarakat setempat menyebutkan aliran kembar di sebabkan bentuk dan aliran airnya cukup mirip.

Sementara saluran air yang satu lagi ini letaknya berada di belakang tebing dan juga tersembunyi. Para pengunjung tidak bisa melihat saluran yang ketiga ini. Harus berjalan menuju ke balik tebing untuk melihat saluran tersebut.

Ketiga saluran ini  nantinya akan menyatu di area sungai dan akan memberikan warna biru kehijauan yang sangat indah dan eksotis. Apalagi dengan adanya ganggang yang hidup di sekitar kawasan sungai memberikan keindahan pesona tersendiri. Sayangnya para wisatawan tidak boleh langsung berenang dan nyebur ke area sungai tersebut.

Pasalnya di aliran sungai ini memiliki kedalaman sekitar 22 meter. Ada pula yang mempunyai kedalaman sekitar 15 meter. Para wisatawan harus bertanya dulu kepada para pemandu jika ingin berenang dan berendam. Pasalnya kolam dan sungai ini kerap memakan korban dikarenakan kurang waspada.

Ternyata oh ternyata aliran air ini memiliki nama tersendiri. Aliran air di area tengah bernama Curug Meong. Sementara aliran air yang berada di sebelah kanan air terjun ini bernama Curug Aki. Sedangkan aliran air terjun yang berada di sebelah kiri dari air terjun ini sering disebut Curug Asepan oleh masyarakat sekitar.

Liburan di Curug Cikaso. Foto: dakatour.com

Fasilitas di Curug Cikaso

Meski kawasan wisata ini belum mendapatkan perhatian dari para wisatawan, akan tetapi pemerintah setempat sudah memberikan fasilitas umum yang cukup baik dan tidak menyulitkan para wisatawan. Di sini para wisatawan tidak perlu merasa cemas jika ingin mencari kamar mandi. Pasalnya sudah tersedia area kamar mandi yang bisa digunakan ketika para wisatawan hendak mandi atau bilas usai berendam di area sungai dan juga kolam.

Selain kamar mandi sudah ada pula warung-warung kecil  yang ada di sekitar kawasan wisata ini. Tentu saja untuk mengatasi rasa kelaparan para pengunjung usai berenang dan berendam sekaligus menikmati pemandangan alam di sekitar kawasan wisata ini.

Di sekitar kawasan wisata Curug Cikaso ini juga sudah ada area camping ground bagi para wisatawan yang ingin berkemah di sekitar kawasan wisata alam ini. Sementara bagi yang mencari penginapan seperti hotel, resort dan juga guest house yang menyediakan harga paket penginapan yang murah.

Sungai dan air terjun Cikaso. Foto: dakatour.com

Mengabadikan keindahan Curug Cikaso

Tentu saja salah satu kegiatan yang kerap ditemukan di kawasan wisata ini selain berendam dan berenang adalah selfie dan mengabadikan pesona eksotisme dari Curug Cikaso tersebut. Tidak heran jika hal ini bisa ditemukan ketika mengunjungi air terjun ini. Pasalnya kemegahan dan juga pesona dari ketiga aliran air ini memang mempesona para wisatawan. Apalagi perpaduannya sangat sempurna dengan warna biru hijau yang indah.

Selain keindahan dari aliran air ini, hutan rindang yang ada di sekitar kawasan wisata Curug Cikaso ini juga menjadi salah satu pesona yang ditawarkan oleh Curug Cikaso. Hal yang sudah sangat umum adalah para wisatawan banyak yang membawa kamera waterproof dan juga kamera action seperti go pro. Tentu saja banyak fotografer dadakan yang muncul di kawasan wisata ini. Hal ini disebabkan pemandangan yang indah di sekitar Curug Cikaso.

Suasana eksotis di Cikaso. Foto: triptrus.com

Cerita Misteri dan angkernya Curug Cikaso

Di setiap tempat wisata yang ada di Indonesia tentu saja tidak bisa dilepaskan dari kisah dan juga cerita mistis serta angker. Dimana pun itu tentu saja ada hal-hal tabu dan juga cerita-cerita dari masyarakat setempat yang percaya dengan misteri yang ada di sekitar kawasan wisata tersebut. Tidak terkecuali dengan kawasan Curug Cikaso.

Salah satu cerita mistis yang ada di kawasan wisata Curug Cikaso ini adalah adanya cerita dari Nyai Blorong yang hidup di sekitar kawasan wisata itu. Nyai Blorong dipercaya menunggu kawasan wisata ini bersama pasukan dan juga ular naganya yang cukup terkenal. Selain itu sering terjadi penampakan di kawasan wisata tersebut.

Di kawasan wisata ini terdiri dari 3 aliran sungai yang bertemu di muara sungai. Seperti yang sudah diketahui bersama bahwa setiap aliran memiliki nama tersendiri. Di Curug Asepan ini dipercaya oleh masyarakat setempat merupakan daerah kekuasan dari Nyai Blorong. Hal ini dipercaya dengan adanya beberapa penampakan di sini. Bahkan ketika para wisatawan berfoto kerap muncul bayangan mistis di foto-foto tersebut.

Sementara di Curug Aki sendiri memiliki penunggu yang berbeda. Menurut kepercayaan masyarakat sekitar, di kawasan ini ditunggu Prabu Siliwangi. Tentu saja mempunyai nuansa yang berbeda diantara curug-curug tersebut. Lalu di Curug Meong sendiri Eyang Santang menunggu daerah aliran sungai tersebut. Tentu saja ketiga penunggu ini sudah cukup terkenal di kalangan masyarakat Indonesia.

Bahkan masyarakat setempat percaya ketika mereka kerap melihat penampakan pada saat senja atau sore menjelang Maghrib. Biasanya kerap mengganggu para wisatawan  yang datang dalam bentuk tampilan di foto-foto yang mereka abadikan ketika berlibur di kawasan wisata ini. Sebuah cerita angker yang tentu saja memberikan sebuah kengerian tersendiri.

Tidak heran jika banyak para wisatawan yang berkunjung dan juga berlibur ke kawasan wisata Curug Cikaso ini di pagi hari. Selain lebih aman dari cerita-cerita mistis yang legendaris, para wisatawan juga bisa menikmati keindahan sinar matahari ketika pagi yang baru terbit di sekitar kawasan wisata ini. Sementara area camping ground lebih digunakan oleh para wisatawan yang ingin berkemah akan tetapi tidak menginap di sana. Hal ini disebabkan cerita mistis yang muncul.

Sejak dahulu memang di kawasan wisata Curug Luhur Cikaso ini terkenal dengan cerita mistis dan juga keangkerannya. Bahkan para masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan curug ini percaya bahwa di sekitar air terjun merupakan istana dari para mahluk halus. Masyarakat sekitar memang sudah hafal dengan kondisi dan juga ciri khas ketika makhluk halus ini mulai muncul. Yaitu dengan adanya lulun samak atau biasa disebut pusaran air yang sangat mirip dengan putting beliung. Hal ini biasanya akan memakan korban. Ditambah lagi dengan munculnya buaya raksasa yang tiba-tiba datang di sekitaran air terjun.

Tidak heran jika kawasan wisata Curug Cikaso ini kerap memakan korban. Yang unik adalah korban yang kerap timbul di kawasan wisata ini merupakan para wanita yang statusnya masih perawan alias belum kawin. Menurut cerita para masyarakat setempat ada yang mengatakan bahwa hal ini disebabkan sang penunggu sedang mencari tumbal.

Penampakan yang biasanya muncul difoto para wisatawan adalah ular naga yang melayang di angkasa. Meski tampak samar dan tidak terlalu jelas, akan tetapi banyak yang percaya bahwa ular tersebut merupakan peliharaan dari Nyai Blorong. Selain itu ada penampakan berupa gadis cantik yang sedang menunggang kuda dan berada di sekitar jatuhan air curug.

Praktis hal ini semakin membuat kawasan wisata Curug Cikaso memang cukup terkenal dengan cerita angkernya. Ditambah lagi di kawasan pantai Ujung Genteng merupakan daerah kekuasaan Nyi Roro Kidul. Sementara untuk daerah daratan dikuasai Nyai Blorong. Hal ini merupakan pembagian kekuasaan kakak adek yang terkenal di pulau Jawa dan Indonesia tersebut.

Selain Nyai Blorong, Prabu Siliwangi dan Eyang Santang. Ternyata ada pula cerita yang dipercaya oleh masyarakat sekitar. Yaitu sosok pria bernama Ki Mali atau biasa disebut Ki Hamali yang dipercaya oleh masyarakat Cikaso. Pria ini memiliki sosok tegap dan gagah perkasa  yang bisa menaklukkan para jin serta buaya raksasa di sekitar Curug Cikaso

Setiap hendak melakukan ritual seperti menyeberangi sungai tersebut, Ki Mali ini selalu mengedakan topi khas Sunda atau biasa disebut dudukuy dengan kondisi miring. Ternyata ada maknanya. Yaitu menandakan bahwa para jin dan penunggu sungai Cikaso ini bisa mengenali bahwa dirinya adalah Ki Mali.

Oleh sebab itu ada kepercayaan para masyarakat setempat jika ingin menyeberangi sungai tersebut mengenakan dudukuy dalam kondisi miring. Hal ini untuk mengetahui bahwa mereka adalah anak buah dari Ki Mali. Sementara jika tidak berposisi miring, para jin tidak akan segan untuk menggoda dan menunjukkan wujudnya.

Dengan mengenakan dudukuy dalam posisi miring, para jin dan buaya raksasa tidak akan berani untuk mengganggu dan juga menampakkan wujud kepada masyarakat yang dikenalnya sebagai anak buah dari Ki Mali. Kepercayaan tersebut masih berlaku hingga sekarang.

Liburan di Curug Cikaso. Foto: tripadvisor.com

Kawasan wisata curug di dekat Cikaso

Ternyata ada kawasan wisata air terjun atau curug yang tidak jauh letaknya dengan Curug Cikasi. Di sini para wisatawan juga bisa mengunjungi kawasan wisata Curug Calem, Curug Cikatomas dan juga Curug Cigangsa yang jaraknya hanya sekitar 10 km atau 30 menit jika ditempuh dengan cara berjalan kaki dari Curug Cikaso. Curug ini tentu saja semakin memperlihatkan keindahan kota Sukabumi. Apalagi dengan debit airnya yang cukup besar dan juga deras ketika musim hujan tiba.

Sama halnya dengan Curug Cikaso, di sini para wisatawan juga bisa berendam dan berenang di sekitar kolam serta sungai yang ada di curug tersebut. Akan tetapi harus berhati-hati dan bertanya terlebih dahulu kepada para pemandu. Pasalnya kolam di sini cukup dalam sekitar 15 meter dan terdapat pusaran air yang kuat.

Selfie di Curug Cikaso. Foto: tempatwisatamu.com

Tips berlibur ke Curug Cikaso

Ada beberapa tips yang bisa dilakukan oleh para wisatawan ketika hendak berlibur ke kawasan wisata ini. Untuk para wanita jangan terlalu berdandan dan gunakan pakaian yang casual serta sepatu yang nyaman untuk dipakai. Jangan pakai rok mini atau high heels bahkan wedges. Hal ini bisa membuat liburan justru akan merasa menyebalkan. Pasalnya akses ke sana masih tanah dan bisa berbahaya jika tidak menggunakan sepatu casual seperti sneakers.

Disarankan untuk mengunjungi kawasan wisata ini pada pagi hari. Selain suasana yang masih segar dan juga sejuk, para wisatawan bisa melihat keindahan pagi yang sangat menyenangkan. Di pagi hari pula para wisatawan bisa melihat masyarakat sekitar yang melakukan aktifitas seperti pergi ke sawah dan mencari kayu yang cukup menarik.

Sebelum senja disarankan untuk segera pulang. Pasalnya di waktu senja kawasan wisata Curug Cikaso ini akan gelap. Hal tersebut disebabkan sinar matahari tertutup pepohonan rindang di sekitar air terjun. Ditambah lagi suasana yang horor dan angker bisa dirasakan ketika berada di sekitar air terjun.

Bawa perlengkapan untuk piknik selama berada di kawasan wisata tersebut. Jika ingin berendam bawalah perlengkapan seperti baju ganti dan juga handuk. Pasalnya di sini tidak dijual dan tidak menyediakan handuk dan peralatan lainnya. Jika ingin memancing, bawa peralatan pancing dan umpannya. Di kawasan wisata ini para pengunjung bisa melihat masyarakat sekitar memancing di sungai Cikaso. Akan tetapi sebelum memancing bertanya terlebih dahulu dengan pemandu atau masyarakat sekitar area mana saja yang boleh digunakan untuk memancing. Pasalnya tidak semua area diperbolehkan untuk memancing di Curug Cikaso ini disebabkan arus sungai di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *