8 Jam Dari Jakarta, Ini Keindahan Curug Citambur Cianjur Yang Akan Bikin Kamu Jatuh Hati

Posted on
8 Jam Dari Jakarta, Ini Keindahan Curug Citambur Cianjur Yang Akan Bikin Kamu Jatuh Hati
Rate this post

Lokasi: Desa Karang Jaya, Kecamatan Pasirkuda, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat 43266
Map: KlikDisini
HTM: Rp 3.000,-/ orang
Buka/Tutup: 24 jam
Telepon:

foto by instagram.com/septyan_patanjala/

Curug Citambur Cianjur merupakan area wisata alam yang terletak di Jawa Barat. Sampai sekarang lokasinya masih sangat asri, sejuk dan nyaman dimata. Curug merupakan bahasa Sunda yang artinya air terjun. Kamu akan merasakan kesan tersendiri bila bisa berlibur ke air terjun.

Apalagi di Curug Citambur, kamu bisa menikmati keindahan pemandangan dengan suasana petualangan. Disana kamu akan merasa berbeda karena alamnya selalu diselimuti kabut tipis, sementara udaranya sangat dingin di pagi hari.

Bisa dikatakan kalau air terjun ini surga tersembunyi di Cianjur. Memang tidak setinggi Curug Ngebul, tapi panorama alamnya tak kalah indah, malah lebih hijau nan sejuk. Alangkah baiknya kamu datang di pagi hari supaya dapat menyaksikan keeksotisan pemandangannya.

foto by instagram.com/curugcitambur/

Mitos dan Sejarah Tentang Curug Citambur

Kalau curug artinya air terjun, sedangkan Citambur terdiri dari dua kata yakni Ci artinya air dan Tambur berarti alat musik tambur. Terdapat dua versi cerita mengenai penamaannya. Tapi, intinya sama-sama berkaitan dengan tambur, alat musik seperti kendang.

Versi pertama, dinamakan Citambur karena air yang jatuh dari atas tebing berbunyi “bergedebum” suara itu mirip yang dikeluarkan oleh alat musik tambur jika dipukul. Maka, dari suara jatuhnya air tersebut, warga setempat memberikan  nama Curug Citambur.

Versi yang kedua menyebutkan bahwa penamaan kawasan ini berkaitan dengan suatu kerajaan yang dulu pernah berdiri di sekitar saja. Dikisahkan dulu di sekitar air terjun, ada kerajaan yang bernama Tangjung Anginan.

foto by instagram.com/ahdi_h369/

Kerajaan tersebut terletak di Pasir kuda, sekarang termasuk wilayah Desa Simpang dan Karangjaya Kecamatan Pagelaran tak jauh dari air terjun ini. Kisah berawal dari sang Raja, Prabu Tanjung Anginan rutin melakukan ritual bertapa dan mandi di curug ini.

BacaJuga:  10 Daftar Studio Foto di Bandung Yang Bagus dan Terkenal

Setiap akan mandi, para pengawal kerajaan selalu membunyikan tambur. Suaranya terdengar sampai ke pelosok desa. Karena sking seringnya mendengar suara tambur, maka warga setempat memberikan nama Curug Citambur.

Namun, tak ada sumber yang jelas mengenai kerajaan Tanjung Anginan ini. Beberapa masyarakat berpendapat kalau itu hanya legenda yang tersebar dari mulut ke mulut. Terutama sebagai cerita orang tua jaman dulu kepada anak-anaknya.

foto by instagram.com/curugcitambur/

Keindahan Alam Curug Citambur

Ketinggian air terjunnya sekitar 100 meter dengan debit air sangat deras, sehingga memunculkan uap yang mirip kabut tipis. Belum sampai di pusat air terjun ini, baju kamu bisa basah duluan karena terkena deburan air yang jatuh dari tebing. Hembusanya bagaikan kabut agak sedikit suram.

Bila ingin mendapatkan pemandangan terbaik, kamu datang saat musim hujan. Sebab, debit airnya tinggi, alamnya pun hijau dan udaranya sejuk segar. Pepohonan beserta rerumputan tumbuh subur membentang nampak seperti karpet hijau kala musim hujan.

foto by instagram.com/photocianjur/

Walaupun air terjun seakan-akan memanggilmu untuk menyelaminya, tapi di Curug Citambur ini kamu tidak bisa mandi atau bermain-main air. Sebab, kawasannya dikeliling oleh tebing curam yang cukup berbahaya jika memaksa ke kolamnya.

Tapi tenang saja bila ingin bermain air, turunlah ke bawah melewati area persawahan. Dalam perjalanan kamu harus berhati-hati karena jalan selalu basah dan licin, terutama di musim hujan.

Disana, kamu tetap bisa berfoto dengan latar alam asri serta kabut air. Selain itu, kamu pun dapat bermeditasi menenangkan diri atau mencari inspirasi untuk suatu karya. Bawa sepatu beralas kasar supaya tidak terjatuh ketika menyusuri tebing-tebing sekitar air terjun.

foto by instagram.com/pupunk_bebas_santay/

Fasilitas di Curug Citambur

Walaupun masih sangat alami, namun fasilitas yang tersedia cukup lengkap. Disana ada mushola untuk beribadah sholat. Lalu, adapula toilet, jadi jangan sembarangan buang air kecil. Kamu juga akan menemui kedai makanan, siap melayani saat perut kamu lapar. Baik membawa kendaraan roda dua maupun roda empat, kamu tak perlu khawatir karena area parkirnya cukup luas.

BacaJuga:  10 Gambar Curug Cipinaha Gunung Tanjung Tasikmalaya, Lokasi Alamat, Nomer Telepon + Jalan Menuju ke Sana

Harga Tiket Masuk Curug Citambur

Sebagai wisata dengan pemandangan alam nan megah, harga tiket masuk Curug Citambur terbilang murah. Untuk menikmati pemandangan serta suasananya, kamu hanya membayar Rp 3.000,-/ orang. Sedangkan biaya parkir motor sebesar Rp 2.000,-, sementara mobil Rp 5.000,-.

Letak dan Cara Menuju Curug Citambur

foto by instagram.com/adriansyah_fazri0602/

Letak curug citambur di desa Karang Jaya, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur, West Java. Medan menuju ke sana cukup bagus, tapi ada beberapa area jalan yang rusak dan berbatu. Kalau menggunakan mobil, jangan memilih mobil pendek seperti sedan.

Kalau dari rute Bandung, kamu harus menuju ke kawasan Ciwidey, Bandung Selatan. Rute singkatnya Kota Bandung menuju Leuwi Panjang ke Kopo Sayati, lalu ke arah Ketapang, teruskan ke Soreang menuju ke Pasir Jambu. Kemudian  ke arah Ciwidey sampailah di Rancabali.

Butuh waktu sekitar 1 jam 30 menit dari desa Cipelah Rancabali ke desa Karang Jaya. Lanjutkan perjalanan sampai di kantor Desa Karang Jaya. Di depan kantor desa tersebut ada pintu masuk menuju Curug Citambur.

foto by instagram.com/arsonorise/

Di dekat pintu masuknya ada sebuah danau kecil bernama Situa Rawa Suro yang bermanfaat sebagai tempat penampungan air untuk irigasi. Dari danau itu kamu masih melanjutkan perjalanan kira-kira 200 meter. Medannya belum beraspal dan berbatu. Hati-hati dalam mengendalikan kendaraanmu.

Kamu bisa memarkir kendaraan di area parkir yang letaknya dekat dengan pintu masuk. Selanjutnya, kamu harus berjalan kaki sampai ke Curug Citambur. Ajaklah teman-teman kamu agar kegiatan wisata mu menjadi lebih menyenangkan.

Kalau kamu dari rute Jakarta terdapat 2 pilihan bisa melalui puncak atau bandung. Kalau jalur Bandung, kamu melewati rute diatas. Tapi jika melalui puncak, kamu masuk ke tol jagorawi, keluar di Ciawi, lalu menyusuri Jalan Raya Puncak, Cipanas sampai di pertigaan Tugu Cianjur Jago.

foto by instagram.com/vivalaesty/

Ambil ke arah kiri lalu putar balik. Ikuti jalan tersebut ke arah terminal pasir hayam, lanjut belok kiri ke daerah Cibeber terus saja sampai ke kota kecamatan Pagelaran. Lanjutkan melalui Desa Pusaka Jaya, setelah itu baru ke Desa Karang Jaya.

BacaJuga:  10 Gambar Ciater Spa Resort Subang, Harga Tiket Masuk, Rute Menuju Wisata, Lokasi Alamat + Hotel Villa di Sekitar

Di sepanjang jalan, kamu akan melihat pemandangan yang menyejukkan mata. Gerbang masuk curug sebelah kiri, tepatnya di sebrang jalan kantor desa karang jaya. Durasi waktu perjalanan sekitar 8 jam dari Jakarta.

Tips Wisata di Curug Citambur

foto by instagram.com/indoflashlightjabar/

Karena ketinggiannya mencapai 100-120 meter serta aliran airnya deras sekali, jangan coba-coba mandi di bawahnya. Selain sakit terkena hempasan air terjun, ada bahaya lain karena tebingnya cukup curam.

Pakai alas kaki yang nyaman di kaki serta tidak licin. Sebaiknya pakai sepatu saja. Hindari telanjang kaki atau tanpa alas kaki. Kondisi jalan yang cukup licin, kamu mesti waspada dan berhati-hati. Usahakan membawa pakaian ganti, baik pakaian luar maupun dalam.

Sebab, pastinya nanti kamu akan basah terkena cipratan air terjun. Minimal, kamu terkena uap air yang selalu memenuhi kawasan sekitar curug citambur. Waktu terbaik datang kesana adalah pagi hari. Kalau datang di sore hari, usahakan keluar kawasan curug sebeluma matahari terbenam.

Perkirakan waktumu selama mengunjungi kawasan ini. Letaknya yang tersembunyi, mungkin membuatmu sulit keluar saat petang. Pastikan kamu keluar dari Rancabali sebelum malam karena belum ada penerangan jalan disana.

Semua catatan di atas adalah data terakhir pada saat tulisan ini dibuat. Jika ada perubahan terbaru yang Kamu ketahui, silakan informasikan kepada kami pada kolom komentar di bawah ini ya. Begitu juga jika ada yang salah, punya kritik dan saran. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.