Kental dengan Sejarah, Inilah 7 Keindahan Curug Nangka Bogor

Diposting pada
foto by instagram.com/mr.realsyah/

Mengunjungi Bogor tak lengkap rasanya jika tidak mampir ke salah satu air terjunnya. Sebagai Kota Seribu Curug, tentu ini menjadi hal yang khas pengalaman berlibur di Bogor. Apalagi, alam Bogor yang masih asri, turut menjadi kelebihan dari kota ini.

Curug Nangka, salah satu air terjun yang patut didatangi ketika berada di Bogor. Nangka merupakan nama dari suatu buah, yang berwarna kuning dan rasanya manis, dengan kulit berduri. Apakah nama nangka diambil karena di sekitar air terjun terdapat banyak pohon nangka? Penasaran? Yuk simak artikel berikut!

foto by instagram.com/tyen_tya/

1. Nama Unik dari Asal Usul Sejarah

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, ternyata nama unik “nangka” digunakan karena dulu, didaerah sekitar air terjun terdapat buah nangka yang banyak. Konon, buah nangka tersebut tidak pernah habis dan tidak ada yang tahu pula arimana asalnya pohon – pohon nangka ini.

Namun, seiring berjalannya waktu, pohon – pohon nangka di sekitar curug mulai menghilang tanpa diketahui. Meski begitu, warga sekitar tetap menyebutnya Curug Nangka hingga saat ini menjadi objek wisata.

2. Udara Sejuk di Air Terjun

Air terjun ini berada di ketinggian 750 meter di atas permukaan laut. Sudah barang wajar jika udara di Curug Nangka sangatlah sejuk. Ditambah lagi, air curug yang dingin, akan membawa suasana menjadi lebih segar dan fresh.

BacaJuga:  Menikmati Indahnya Alam Curug Cinulang Sambil Mendengarkan Musik Pop Khas Sunda

3. Air Terjunnya yang Tinggi Menambah Pesona Asri Curug Nangka

Curug Nangka memiliki ketinggian kurang lebih 25 meter. Air terjunnya selalu mengalir dengan deras, meskipun sedang musim kemarau. Airnya pun jernih, tidak pernah keruh.

Tidak hanya itu, vegetasi di sekitar curug masih sangat alami dan hijau. Di sekeliling, Anda akan melihat pemandangan hijau yang menambah kesan asri pada air terjun.

4. Sungai Kecil dan Air Terjun Lain di dekat Curug Nangka

Untuk menuju ke Curug Nangka, jalan satu – satunya adalah melewati sebuah sungai. Sungai ini tidak besar, hanya sungai kecil dengan air tenang dan mudah dilalui. Namun tentu saja, Anda harus siap basah untuk menyeberangi sungai.

Kurang lebih 1 kilometer dari Curug Nangka, terdapat curug lain yaitu Curug Kawung dan Curug Daun. Namun, keduanya lebih kecil dari Curug Nangka dan kurang populer, sehingga hanya dilewati oleh pengunjung yang akan datang ke Curug Nangka.

5. Kera Penghuni Kawasan Curug Nangka

Karena kawasan yang masih asri, tidak hanya vegetasi yang ada di sekitar Curug Nangka. Satwa liar pun masih banyak ada di sekitar Curug Nangka, salah satu yang sering muncul adalah kera.

Pengunjung harus berhati – hati karena kawanan kera suka mendatangi pengunjung dan mengambil barang pengunjung, terutama makanan. Jadi lebih baik, tidak perlu membawa barang yang mencolok ke air terjun. Simpan barang bawaan baik – baik supaya tidak dicuri oleh kera.

6. Alunan Melodi Alami dari Kicauan Burung

Selain kera, di sekitar Curug Nangka terdapat banyak burung liar. Burung – burung ini memiliki suara kicauan yang khas. Apalagi ketika mereka sedang berkicau dan bersahut – sahutan, suaranya bagaikan melodi alami yang menenangkan hati.

BacaJuga:  Wisata Kura Kura Belawa Cirebon + Mitos Sejarah Kisah Cerita Asal Usul Legenda

7. Mitos di Curug Nangka

Sebuah tempat wisata alam kemungkinan besar memiliki mitos tersendiri, seperti halnya Curug Nangka. Ada mitos bahwa ketika Anda berkunjung ke Curug Nangka dan tidak jatuh dalam perjalanan, berarti pertanda baik. Namun jika terjatuh, bisa jadi Anda akan kurang beruntung.

Mitos selanjutnya adalah, adanya batu karang yang dialiri air. Batu karang ini mirip dengan anjing bulldog. Menurut penuturan juru kunci dari Curug Nangka, batu berbentuk bulldog ini adalah Tumang. Tumang merupakan ayah dari legenda Sangkuriang.

Semua catatan di atas adalah data terakhir pada saat tulisan ini dibuat. Jika ada perubahan terbaru yang Kamu ketahui, silakan informasikan kepada kami pada kolom komentar di bawah ini ya. Begitu juga jika ada yang salah, punya kritik dan saran. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.