10 Gambar Danau Singkarak Padang, Sejarah Misteri, Lokasi Alamat, Luas Wisata, Asal Usul, Mitos + Biografi

Posted on
10 Gambar Danau Singkarak Padang, Sejarah Misteri, Lokasi Alamat, Luas Wisata, Asal Usul, Mitos + Biografi
Rate this post
Danau Singkarak Padang Jalan Misteri Sejarah Sumbar Medan Foto Ikan Cerita Solok Terbentuk Karena Proses Lokasi Peta Video Mitos Hotel Wisata Sumatera Barat Asal Usul Terjadi Akibat Di Rumah Alamat Letak Gambar Terletak Provinsi Travel Guide Kelok Tempo Dulu Ada Adalah Dimana Angker Pulau Aliran Berada Bukittinggi Mana Propinsi Biografi Luas Berapa Hektar
Danau Singkarak (foto: dennypedia.com)

Lokasi: Kabupaten Solok dan kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat
Map: KlikDisini
HTM: Gratis
Buka/Tutup: 24 Jam

Jika masyarakat Medan bangga karena memiliki Danau Toba yang merupakan danau terluas di Indonesia, masyarakat Padang serta mereka yang tinggal di Propinsi Sumatera Barat merasa bangga karena memiliki Danau Singkarak yang merupakan danau terluas kedua se-Indonesia setelah Toba.

Tidak kalah dengan Toba yang memiliki event besar bernama Festival Danau Toba, Singkarak pun memiliki event tahunan yang bahkan berkelas internasional, yaitu Tour de Singkarak.

Pemandangan di Tepi Danau Singkarak (foto: id.pinterest.com)

Ajang lomba balap sepeda yang diikuti para pebalap dari seluruh dunia ini digelar secara rutin setiap tahun sejak tahun 2009 dengan menggandeng Amaury Sport Organization, penyelenggara event balap sepeda tingkat internasional di Perancis, yang juga menangani Tour de France.

Selain sebagai ajang prestasi, Tour de Singkarak juga merupakan wahana untuk mempromosikan pariwisata di Sumatera Barat, karena para peserta akan menempuh tujuh etape selama tujuh hari, dimana di setiap etape peserta akan disuguhi dengan keindahan alam serta keanekaragaman budaya dan kuliner yang ada di Sumbar.

Event balap sepeda ini cukup akrab di kalangan para pebalap sepeda di seluruh dunia karena rute yang ditempuh sangat menantang. Pebalap tidak hanya melewati banyak kelok atau tikungan, tapi juga harus melewati medan yang memiliki tanjakan dan turunan yang tajam.

Tour de Singkarak (foto: wisatasumatera.com)

Melalui event Tour de Singkarak inilah, nama Padang dan Sumatera Barat utamanya Danau Singkarak semakin dikenal di seluruh dunia.

Sekilas tentang Danau Singkarak

Destinasi wisata ini mulai diperkenalkan di dunia melalui sebuah penelitian yang dilakukan oleh Ernst Haeckel, seorang peneliti dari Jerman dan diterbitkan di sebuah Jurnal Biologi pada tahun 1905.

Danau yang terletak di dua kabupaten, yaitu  Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumbar ini memiliki luas sekitar 11.200 hektar dengan panjang 20 km, lebar 6,5 km, kedalaman 268 meter dan berada pada ketinggian 363,5 di atas permukaan laut.

BacaJuga:  10 Gambar Pantai Air Manis Padang, Harga Tiket Masuk, Sejarah Legenda, Villa Hotel, Lokasi Alamat + Jalan Menuju Wisata
Sunrise di Danau Singkarak (foto: wisatanasional.net)

Danau yang menjadi hulu dari Sungai Batang Ombilin ini memiliki DAS (Daerah Aliran Sungai) sepanjang 1.076 km dan digunakan untuk menggerakkan generator PLTA Singkarak yang berada di Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman.

Uniknya, letak PLTA singkarak tidak di muara sungai atau di kawasan danau, melainkan dibuatkan terowongan yang menembus Bukit Barisan hingga ke Batang Anai, dan air dari Singkarak dialirkan melewati terowongan tersebut.

Meski tercatat sebagai danau terluas kedua se-Indonesia, Singkarak memiliki jumlah spesies ikan yang terbatas yaitu sebanyak 19 spesies dan hanya ada 1 spesies ikan yang endemik perairan disini, yaitu Ikan Bilih (Mystacoleucus Padangensis).

Jenis Ikan Endemi Danau Singkarak (foto: aet.co.id)

Sedang spesies ikan yang lain diantaranya adalah Ikan Nilem, Rinuak, Turiak, Barau, Tor, Belingkah, Kapek, Kalang, Baung, Betok, Buntal, Gurame, Sepat, Titan, Gabus, Mujair, serta yang lain.

Sejarah dan Asal Usul Terbentuknya Danau Singkarak

Terbentuknya Danau Singkarak akibat dari proses tektonik yang disebabkan oleh Sesar Sumatera, karena Singkarak merupakan bagian dari Cekungan Singkarak – Solok. Cekungan besar ini terbentuk karena aktifitas pergerakan Sesar Sumatera yang terbendung material vulkanik yang berasal dari letusan gunung berapi yang ada di sekitarnya.

Akibat dari terbendungnya material vulkanik tersebut, maka terbentuklah Danau Singkarak. Jadi, proses utama terbentuknya danau ini karena proses tektonik. Berbeda dengan Danau Maninjau yang terbentuk karena proses vulkanik atau akibat dari letusan gunung berapi.

Jalan yang Membentang di Pinggir Danau Singkarak (foto: wartaloka.blogspot.co.id)

Karena terjadi akibat proses tektonik atau pergeseran lempeng bumi yang berada di bawahnya, dan proses tersebut terus berlangsung sampai sekarang, maka dari waktu ke waktu ukuran Singkarak terus bertambah luas. Tempo dulu, menurut penelitian para ahli, panjang Singkarak hanya sekitar 3 km, selanjutnya bertambah panjang menjadi 8 km dan saat ini panjangnya sudah lebih dari 20 km.

Cara Menuju ke Danau Singkarak

Bagi wisatawan yang datang dari luar daerah atau dari luar pulau terdapat beberapa alternatif untuk menuju ke lokasi, karena memang ada 2 rute yang dapat dipilih, yaitu melewati Padang Panjang dan Bukittingi dengan waktu tempuh sekitar 3 jam dan membayar ongkos bus sebesar Rp.30.000, atau yang lebih singkat dengan melewati jalur Solok yang memakan waktu sekitar 2 jam dan ongkos bus Rp.20.000.

Wisatawan yang datang dengan menggunakan pesawat, dari bandara bisa naik Bus Tranex dan turun di pul bus Jasa Malindo, sedang yang dari Pasar Raya Padang dapat naik angkot jurusan Indaruang atau Lubuk Bagaluang atau Gadut dan turun di lokasi yang sama.

BacaJuga:  10 Gambar Pantai Pasir Jambak Kota Padang, Letak Alamat, Sejarah + Jalan Menuju Objek Wisata
Dermaga Danau Singkarak (foto: nativeindonesia.com)

Sesampai di pul bus Jasa Malindo, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan mini bus menuju Solok dengan tarif sebesar Rp.15.000 dan berhenti di Simpang by Pass. Di batas Kota Solok ini, perjalanan dilanjutkan ke Terminal Pasar Raya yang jaraknya sekitar 2 km menggunakan angkot dengan tarif Rp.,2.000. Sesampai terminal, ambil angkot jurusan Tikalak atau Singkarak Tembok dengan ongkos Rp.5.000, maka akan sampai ke alamat yang dituju.

Perjalanan juga dapat dilakukan dengan naik mobil travel yang memasang tarif Rp.30.000 plus ongkos tambahan sebesar Rp.5.000 – Rp.15.000 tergantung dari jauh dekatnya lokasi yang dituju.

Sedang untuk yang datang bersama rombongan, dapat mnenyewa mobil seharga Rp.250.000 – Rp.300.000 untuk satu hari ditambah ongkos sopir yang juga berfungsi subagai guide sebesar Rp.150.000.

Menjelajah dan Menikmati Keindahan Danau Singkarak

Puncak Gobah Danau Singkarak (foto: nativeindonesia.com)

Tidak berbeda halnya dengan danau-danau lain yang ada di Indonesia, Singkarak juga memiliki sejumlah cerita misteri, yang membuat destinasi wisata ini bagi sebagian penduduk dianggap sebagai tempat angker yang harus dihormati dengan tidak melanggar sejumlah pantangan sebagaimana yang menjadi mitos atau kepercayaan masyarakat setempat.

Benar tidaknya cerita-cerita mistis yang dituturkan dari mulut ke mulut tersebut, yang pasti keindahan Danau Singkarak tidak terbantahkan. Untuk dapat menikmati keindahannya, bisa dilakukan dengan melihat dari kejauhan atau dengan mendekat langsung ke area di sekitar danau.

Terdapat beberapa tempat yang dapat dituju untuk melihat keindahan Singkarak dari kejauhan. Salah satu diantaranya adalah Puncak Gobah yang ada di Desa Nagari Aripan, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok. Karena lokasinya berada di atas perbukitan, membuat pengunjung yang datang ke sini dapat menikmati keindahan Singkarak dari atas ketinggian.

Bukit Chi Nang Kiek Danau Singkarak (foto: nativeindonesia.com)

Kawasan perbukitan lainnya yang juga menjadi lokasi ideal untuk menikmati Singkarak dari atas ketinggian adalah Bukit Chi Nang Kiek dan Puncak Bukit Thailand atau Puncak Bukit Pulau yang ada di Desa Nagari Simawang, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar.

Keindahan Singkarak juga dapat dinikmati dengan menyusuri jalan yang terhampar di sekeliling kawasan danau. Perjalanan mengelilingi kawasan danau dapat dilakukan dengan menggunakan kendaraan bermotor yang memakan waktu sekitar 3 jam, atau dengan menggunakan Kereta Api Wisata yang dioperasikan PT Kereta Api Indonesia sejak 21 Februari 2009.

BacaJuga:  Indah Namun Sering Memakan Korban, Mengintip Panorama Kota Padang dari Sitinjau Lauik

Kereta api ini memiliki jadwal pemberangkatan khusus dengan rute Solok – Sawahlunto – Batubal dengan tarif Rp.20.000. Namun jika ada rombongan wisatawan dalam jumlah besar yang ingin berjalan-jalan berkeliling kawasan danau, dapat menyewanya secara khusus dengan menghubungi perwakilan PT KAI setempat.

Kereta Api Wisata Danau Singkarak (foto: wisatasumatera.com)

Selain menikmati keindahan Singkarak dari kejauhan, melakukan berbagai aktifitas menyenangkan di kawasan sekitar danau tentu lebih menyenangkan, mulai dari berenang, memancing serta menyusuri kawasan perairan.

Bagi yang ingin duduk-duduk sambil menikmati indahnya pemandangan, terdapat banyak spot yang dapat dituju, karena Singkarak terlihat indah dari sudut manapun. Namun ada tempat khusus yang disediakan bagi para wisatawan yang disebut Pantai Tanjung Mutiara. Di sini pengunjung tidak hanya dapat mandi dan berenang, tapi juga telah disiapkan sejumlah fasilitas termasuk beberapa rumah makan yang menyediakan berbagai jenis kuliner.

Jika ingin menyusuri kawasan perairan, pengunjung dapat menuju ke dermaga kecil yang ada di Singkarak dan menyewa perahu atau speedboat kepada para nelayan dengan tarif sesuai kesepakatan.

Pengunjung dari luar daerah atau luar pulau juga tidak perlu bingung jika ingin bermalam dan mencari penginapan, karena di sekitar lokasi danau terdapat beberapa hotel dan tempat penginapan, seperti Hotel Palapa Prima, Hotel Jayakarta, Hotel Sumpur, Villa Yuke Koto serta beberapa tempat penginapan yang lain. (*)

Loading...
Semua catatan di atas adalah data terakhir pada saat tulisan ini dibuat. Jika ada perubahan terbaru yang Kamu ketahui, silakan informasikan kepada kami pada kolom komentar di bawah ini ya. Begitu juga jika ada yang salah, punya kritik dan saran. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.