10 Gambar Danau Toba Terletak di Wisata Medan, Sejarah Misteri Mitos Legenda + Lokasi Hotel Cottage

Diposting pada
3.7
04
Gambar danau toba sejarah misteri terletak di letak medan parapat lokasi peta mitos hotel meletus berasal dari cottage sumatera utara surut samosir termasuk jenis simalungun dalam bahasa inggris ada legenda alamat jalan menuju sumatra sekarang pulau wikipedia cerita batu gantung kabupaten wisata eruption resort jawa dimana story sumut atas berastagi tempo dulu versi suatu senja wallpaper paket 3 hari 2 malam indonesia international tiket masuk kota balige youtube airport pasir putih gempa indah julius sitanggang kartun daerah mana english foto festival 2019 convention hall harga paropo tour yang singkat jokowi kering angker
Danau Toba (foto: catatanhisoka.com)

Lokasi:  Kabupaten Simalungun, Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Dairi, Kabupaten  Karo, Kabupaten  Samosir, Sumatera Utara
Map: KlikDisini
HTM:  Gratis
Buka/Tutup: 24 Jam

“Ada satu danau yang permai // yang terluas di dunia // kebanggaan seluruh bangsa”, itulah petikan syair lagu berjudul “Danau Toba” yang dibawakan Julius Sitanggang dan populer di tahun 1990an. Tidak salah, bangsa Indonesia semestinya merasa bangga memiliki Danau Toba, karena danau yang berlokasi di Pegunungan Bukit Barisan, Sumatera Utara ini masuk dalam catatan Guinness World Record sebagai danau terluas se-Asia Tenggara sekaligus danau yang terbentuk dari erupsi gunung berapi terluas di dunia dan juga terdalam di dunia dengan kedalaman mencapai 450 meter.

Dengan luas 1.145 km2, Danau Toba lebih luas dibandingkan negara Singapura yang memiliki luas hanya 716 km2. Danau yang memiliki panjang 87 km serta lebar 27 km tersebut membentang di tujuh kabupaten, yaitu Kabupaten Simalungun, Toba Samosir,  Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Dairi, Karo dan Kabupaten  Samosir. Cukup dengan hanya melihat luas danau, siapapun akan dapat menilai, betapa besarnya potensi yang dimiliki Danau Toba. Potensi tersebut meliputi berbagai sektor, salah satu diantaranya adalah sektor pariwisata.

Karena itu, menjadi sangat disayangkan ketika Pemkab Samosir menerbitkan SK Bupati di bulan Mei 2012 tentang Pemberian Izin Lokasi Usaha Perkebunan Hortikultura dan Peternakan di Hutan Tele seluas 800 hektar, disusul dengan Izin Pemanfaatan Kayu (IPK) oleh Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Samosir. Karena ijin yang diberikan tersebut, PT Gorga Duma Sari (GDS) dapat seenaknya melakukan penebangan kayu alam di hutan meski tanpa memiliki AMDAL, sehingga menimbulkan tanah longsor dan banjir yang memakan korban jiwa. Beruntung Menterri Lingkungan Hidup segera mengambil tindakan dengan melakukan Second Line Enforcement atau Pengambil Alihan Wewenang serta menutup aktifitas PT GDS.

Peristiwa tempo dulu itu kini sudah tidak lagi terjadi. Sekarang ini seluruh jajaran pimpinan di tujuh kabupaten yang memangku keberadaan Danau Toba sepakat untuk menjaga kelestarian alam demi kepentingan yang lebih besar, salah satu diantaranya adalah kepentingan pariwisata. Tekad tersebut didukung oleh pemerintah pusat yang disampaikan langsung oleh Presiden Jokowi dalam kunjungan singkat pada 11 November 2019, saat meresmikan Bandara Silangit sebagai bandara Internasional.

Presiden RI itu menyampaikan harapannya untuk membangun “Bali Baru di Danau Toba”, dan untuk mewujudkan harapan tersebut salah satu upaya yang akan dilakukan oleh pemerintah adalah memperpanjang runway bandara dari semula 2.650 meter menjadi 3.000 meter serta memperluas terminal dari semula 3.000 meter2 menjadi 10.000 meter2. Pembangunan runway dan terminal bandara tersebut diproyeksikan paling lambat sudah selesai sebelum akhir tahun 2020.

Sejalan dengan komitmen Pemerintah Pusat dalam mendorong laju perkembangan industri pariwisata Danau Toba, BPODT (Badan Pelaksana Otorita Danau Toba) juga mengambil langkah inovatif dalam mempromosikan paket wisata Danau Toba. Salah satu diantaranya adalah melakukan hard selling paket travel pattern dengan menawarkan kepada wisatawan Singapura sebanyak 600 paket wisata Danau Toba, yang terdiri dari trip 3 hari 2 malam, 4 hari 3 malam serta 5 hari 4 malam. Setelah Singapura sasaran selanjutnya adalah Malaysia serta Tiongkok yang merupakan pasar terbesar dengan jumlah outbond sekitar 120 juta.

Salah satu sudut Sudut terindah di kawasan Danau Toba (foto: goodnewsfromindonesia.id)

Tidak hanya itu, menjelang pelaksanaan Festival Danau Toba yang digelar pada tanggal 6 – 9 Desember 2019, serangkaian acara sudah dilaksanakan, seperti: Coffee Fest Toba, Lake Toba Film Festival, Gowes Samosir, Pameran Foto Danau Toba, Samosir Jazz Season 2019 serta yang lain.

Sedang pada puncaknya nanti, yaitu saat pelaksanaan Festival Danau Toba, sebanyak 20 acara bakal digelar di sejumlah tempat, diantaranya adalah: Running Competition, Lake Toba Festival Seminars, Ucok – Butet Contest, Swimming Competition, Chorus Competition, Flute Competition dan berbagai acara yang lain.

Asal-Usul dan Legenda Danau Toba

Sebagaimana tempat-tempat wisata alam di Indonesia pada umumnya, keberadaan suatu tempat selain memiliki sejarah ilmiah juga disertai dengan sejumlah misteri, mitos dan legenda dalam bentuk cerita rakyat yang dituturkan dari mulut ke mulut dan dipercaya dari generasi ke generasi. Berikut asal-usul Danau Toba berdasarkan legenda masyarakat setempat dan ditinjau dari sisi ilmiah.

Legenda Danau Toba

Legenda tentang Danau Toba selama ini sudah dituangkan dalam berbagai media, seperti dalam bentuk dongeng anak, komik kartun serta gambar video dengan menggunakan bahasa pengantar Bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. English version biasanya digunakan untuk cerita dalam bentuk dongeng tertulis yang digunakan anak-anak belajar dan berlatih Bahasa Inggris.

Karena legenda yang dituangkan dalam berbagai media penyampaian tersebut bersumber dari bahasa tutur yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, membuat kisah legenda tentang Danau Toba memiliki banyak versi. Inilah salah satu versi yang paling banyak dituangkan ke berbagai media penyampaian tersebut.

Konon, dahulu kala ada seorang pemuda yatim piatu bernama Toba yang sehari-hari bekerja di ladang dan sekali waktu mencari ikan di sungai. Pada suatu hari, saat memancing dia memperoleh ikan besar bersisik kuning keemasan yang berkilau saat tertimpah sinar matahari. Ikan itupun dia bawa pulang dan diletakkan di dapur dengan maksud untuk dimasak.

Karena kehabisan kayu bakar, Toba pergi menuju ladang untuk mencari kayu. Tapi, betapa terkejutnya pemuda itu saat masuk kembali ke rumah. Di dapur, ikan yang dia peroleh di sungai sudah hilang dari tempatnya dan tidak jauh dari tempat ikan tersebut diletakkan, tampak seorang perempuan cantik jelita sedang berdiri sementara di bawahnya terlihat keping-keping emas yang berserakan.

Terpana oleh kecantikan perempuan tersebut, Toba pun tidak kuasa menggerakkan mulutnya. Disaat itulah perempuan cantik itu menceritakan, siapa dirinya.

Indahnya Danau Toba (foto: kedaipena.com)

“Mohon maaf, saya adalah penjelmaan dari ikan yang tuan tangkap, dan keping-keping emas ini berasal dari sisik-sisik. Saya dulu adalah seorang putri raja yang dikutuk oleh penyihir jahat sehingga menjadi ikan. Saya bisa kembali ke wujud semula, apabila ada seorang pemuda yang memegang tubuh saya. Untuk itu, saya menyampaikan terima kasih dan mohon untuk diijinkan tinggal di sini,” kata perempuan cantik itu menjelaskan.

Karena jatuh hati, permintaan perempuan cantik itupun tidak dia tolak. “Aku mengijinkan kamu tinggal di sini, dengan syarat, kamu harus mau aku persunting.”

“Saya bersedia menikah dengan Tuan, tapi saya juga mempunyai syarat. Sederhana saja syarat tersebut, yaitu jangan pernah sekali-kali mengatakan kepada siapapun bahwa saya pernah menjadi seekor ikan,” pinta perempuan cantik itu.

Akhirnya, Toba pun menikahi perempuan cantik penjelmaan ikan. Mereka berdua hidup berbahagia sampai dikaruniai anak laki-laki yang diberi nama Samosir. Pada suatu hari, Samosir disuruh ibunya mengantar makanan untuk ayahnya yang bekerja di ladang. Ketika membawa makanan, di tengah jalan dia mencium aroma sedap dari makanan tersebut. Tergoda oleh aromanya, Samosirpun membuka bekal makanan tersebut dan menyantapnya sampai habis. Baru kemudian meneruskan langkahnya menuju ke ladang.

BacaJuga:  6 Alasan Mengapa Merci Barn Perlu Dijadikan Sebagai Kunjungan Pertama Saat ke Medan

Setelah bertemu ayahnya, Samosirpun bercerita kalau makanan untuk sang ayah sudah dia habiskan. Toba yang sangat lapar dan haus seketika marah mendengar penuturan Samosir dan dengan emosi menghardik anaknya, “Dasar anak ikan! Apapun kau makan!”

Karena dimarahi oleh ayahnya, Samosirpun pulang sambil menangis. Dia ceritakan kepada ibunya, kalau dia baru saja dimarahi ayahnya dengan mengatakan kalau dirinya anak ikan. Mendengar penuturan Samosir, sang ibupun menangis sambil menyuruh anaknya untuk berlari menuju ke sebuah bukit.

Menyusul kepergian Samosir, datang hujan yang sangat deras disertai angin kencang dan petir yang menyambar-nyambar. Hujan yang turun selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu itu akhirnya menenggelamkan seluruh desa dan membentuk genangan air yang sangat luas. Dikemudian hari, danau tempat tenggelamnya seluruh desa dinamakan Danau Toba, sedang bukit yang menjadi tempat berlindung Samosir dinamakan Pulau Samosir.

Asal-Usul Danau Toba dari Sudut Pandang Ilmiah

Merujuk pada informasi yang tertulis di wikipedia, Danau Toba terbentuk dari sebuah ledakan besar supervulcano (gunung berapi super) sekitar 73.000 – 75.000 tahan lalu. Meletusnya gunung berapi tersebut memuntahkan material vulkanik sebanyak 2.800 km3 dan sebanyak 2.000 km3 mengalir di atas tanah, sementara sisanya yang dalam bentuk abu terbawa terbang utamanya menuju ke wilayah barat. Akibat aliran piroklastik letusan, area seluas 20.000 km2 hancur dan deposit abu yang dihasilkan setebal 600 meter.

Perkampungan Batak di Sekeliling Danau Toba (foto: wikipedia)

Peristiwa tersebut menyebabkan kepunahan beberapa jenis makhluk hidup serta mengurangi jumlah penduduk bumi sekitar 60 persen dari total populasi manusia pada saat itu atau sekitar 60 juta orang. Letusan tersebut juga menjadi penyebab munculnya zaman es, meski untuk pendapat yang terakhir ini banyak ahli yang masih memperdebatkan.

Satu lagi dampak dari letusan dahsyat adalah terbentuknya kaldera yang pada akhirnya terisi air hingga tercipta sebuah danau yang dinamakan Danau Toba. Sementara magma yang belum keluar, menekan dari bawah ke atas sehingga menyebabkan terbentuknya sebuah pulau yang kemudian dinamakan Pulau Samosir.

Menurut hasil penelitian para ahli geologi dari Universitas Oxford, penyebaran debu dari eruption supervolcano Toba menyebar ke seluruh penjuru dunia, bahkan hingga ke Kutub Utara dengan bukti ditemukannya molekul debu vulkanik di 2.100 titik.

Perjalanan Menuju Danau Toba

Medan yang menjadi Ibukota Provinsi Sumut merupakan pintu gerbang internasional, sehingga setiap hari tersedia penerbangan antara Medan dengan kota-kota besar di Indonesia dan juga penerbangan international, dari dan menuju Medan. Terlebih saat ini Silangit Airport yang ada di Tapanuli Utara telah ditingkatkan statusnya menjadi bandara internasional, membuat perjalanan menuju Danau Muda menjadi semakin mudah.

Beberapa maskapai penerbangan yang melayani rute menuju Bandara Kualanamu Medan dan  Bandara Silangit Tapanuli Utara diantaranya adalah Garuda Indonesia,Air Asia, Lion Air, Batik Air, serta yang lain dengan harga tiket bervariasi. Perjalanan yang ditempuh dari Jakarta membutuhkan waktu antara 1,5 – 2 jam. Sesampai di bandara, untuk menuju Danau Toba perjalanan dapat dilanjutkan dengan menggunakan bus, kereta api serta taksi.

Untuk yang turun di Bandara Silangit, perjalanan menggunakan taksi akan jauh lebih praktis karena untuk setiap satu mobil taksi bisa diisi 4 orang dengan tarif sekitar Rp.200.000 – Rp.500.000, tergantung dari jarak yang harus ditempuh, mengingat Danau Toba meliputi 7 kabupaten dan masing-masing kabupaten memiliki destinasi sendiri-sendiri.

Untuk yang turun di Bandara Kualanamu, bagi yang datang bersama rombongan dianjurkan menyewa mobil dengan tarif sekitar Rp.600.000 – Rp.700.000 perhari. Sedang untuk yang bepergian sendiri ala backpacker dapat menggunakan transportasi umum dengan menuju ke Terminal Pinang Baris Medan dan berangkat dengan menggunakan bus. Harga tiket untuk bus yang menuju ke Parapat sekitar Rp.40.000 – Rp.50.000 dengan jarak sekitar 176 km yang ditempuh selama kurang lebih 6 jam perjalanan.

Bandar Udara Internasional Silangit di Siborong-borong – Tapanuli Utara, Sumatera Utara (foto: medanmendai.com)

Terdapat dua rute yang dilalui bus yaitu Medan ke Parapat dan Medan ke Berastagi. Tiket bus yang menuju ke Danau Toba dapat dipesan melalui agen-agen tour & travel yang ada di sekitar bandara. Selain melayani penjualan tiket bus, agen-agen travel tersebut juga menyediakan rental mobil lengkap dengan sopirnya.

Setelah sampai di Parapat, jika ingin melanjutkan perjalanan menuju Pulau Samosir dapat dilakukan dengan cara naik kapal fery yang beroperasi mulai pukul 09.00 – 17.00. Jadwal pemberangkatan kapal fery tersebut setiap 1,5 jam sekali dengan harga tiket sebesar Rp.10.000 perorang. Disaat menunggu keberangkatan kapal fery itulah waktu luang dapat digunakan untuk hunting foto di kawasan sekitar Danau Toba. Foto yang dihasilkan dipastikan akan menarik untuk dijadikan wallpaper layar komputer, laptop serta smartphone atau diunggah ke sosial media.

Terdapat dua type kapal fery yang beroperasi di Danau Toba, yaitu fery yang khusus mengangkut penumpang dan fery yang juga melayani penyeberangan kendaraan roda empat. Karena itu, untuk rombongan wisatawan yang membawa mobil harus sedikit bersabar menunggu fery yang melayani penyeberangan kendaraan roda empat. Sepanjang perjalanan menyeberang ke Pulau Samosir, wisatawan akan disuguhi keindahan danau yang memukau. Tidak hanya panorama alam saja yang bakal menghipnotis wisatawan, tapi juga cuaca danau yang bakal membuat siapapun betah untuk berlama-lama di atas danau.

Menikmati Keindahan dan Keunikan Danau Toba

Alam yang indah dan memukau, ditambah dengan udara yang bersih, sejuk dan segar, serta lingkungan masyarakat yang ramah, membuat wisatawan manapun bakal betah berlama-lama di kawasan Danau Toba. Terlebih berbagai aktifitas yang menyenangkan dapat dilakukan di sini, seperti berenang, menyusuri danau dengan menggunakan perahu layar, tracking menjelajah kawasan hutan dan tempat-tempat yang ekstrim, mendaki gunung dan beragam aktifitas menyenangkan lainnya. Tidak heran jika banyak wisatawan yang lebih suka tinggal di Pulau Samosir yang ada di tengah danau.

Karena Pulau Samosir telah didiami oleh masyarakat Batak Toba selama ratusan bahkan ribuan tahun, tidak heran jika di pulau ini banyak dijumpai situs-situs peninggalan zaman purbakala, seperti desa-desa tradisional, kuburan batu dan benda-benda pada zaman prasejarah. Di Pulau Samosir, wisatawan dapat menyaksikan kebudayaan Toba yang kuna, unik dan tidak dijumpai di tempat-tempat lain, salah satu diantaranya adalah gaya artsitektur yang majemuk dari rumah-rumah tradisional masyarakat Batak.

Meski dilingkupi dengan suasana yang masih natural, masalah fasilitas tidak perlu diragukan. Apapun kebutuhan wisatawan, semua tersedia di tempat ini. Untuk transportasi misalnya, tersedia kapal fery jika ingin menyeberang ke Pulau Samosir. Di pulau ini juga terdapat rental mobil dan motor jika ingin berjalan-jalan ke daerah pedalaman, mengunjungi dua danau yang ada di tengah Pulau Samosir yaitu Danau Aek Natonang dan Danau Sididhoni, serta ke tempat-tempat lain.

Jika masih belum puas dan ingin menjelajah pedalaman Samosir, dapat melakukan trekking menuju dataran tinggi. Hanya saja, untuk yang ingin menjelajah daerah pedalaman harus berbekal gambar peta atau bertanya kepada masyarakat setempat tentang rute yang harus dilalui, sebab masih banyak jalan yang terjal, licin, berlumpur, bahkan terlalu ekstrim untuk dilewati.

Fasilitas lainnya untuk melakukan berbagai aktifitas menyenangkan, tersedia lengkap di Parapat, mulai dari berenang, berlayar dengan perahu, naik kano, mengendarai motor boat, memancing, bermain ski air sampai dengan bermain golf. Di Parapat wisatawan juga dapat berjalan-jalan menuju Bukit Sungai Naborsahon untuk melihat-lihat keindahan bunga Pointetties, bougenville dan honey suckle yang berbunga sepanjang tahun.

Perahu Wisata di Tepi Danau Toba (foto: wikipedia)

Di Parapat, wisatawan juga dapat dengan mudah mencari fasilitas akomodasi, mulai dari homestay, guesthouse, cottage, hotel, bungallow dan villa dengan harga bervariasi, tergantung dari fasilitas yang disediakan tempat penginapan. Bahkan, bagi yang membutuhkan tempat untuk menggelar acara yang menghadirkan banyak orang, beberapa hotel yang ada di Parapat juga memiliki convention hall yang dapat disewa. Sedang untuk fasilitas akomodasi di Samosir, tempat yang paling banyak adalah di Tuk Tuk. Di sini wisatawan dapat memilih hotel sesuai budget, mulai dari penginapan kelas melati sampai dengan hotel berbintang.

BacaJuga:  12 Kedai Bakso Enak dan Populer di Medan

Agar lebih lengkap dalam menikmati keindahan dan keunikan dari Danau Toba, berikut beberapa objek wisata yang wajib masuk ke dalam daftar kunjungan saat melakukan trip ke Danau Toba:

1. Pantai Lumban Silintong Balige

Letak pantai ini berada di Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar setengah jam dari Bandara Silangit. Jadi sebelum ke Danau Toba ada baiknya untuk singgah ke Pantai Lumban Silintong untuk menikmati keindahan pasir putih di hamparan pantainya, berenang di lautnya yang jernih atau menikmati wisata kuliner khas yaitu ikan bakar berbahan ikan mujair dan ikan mas yang didatangkan langsung dari Danau Toba.

2. Desa Sitorang

Desa Sitorang berada di Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba Samosir. Desa yang dibelah Sungai Aek Sibolon ini berhiaskan rumah-rumah adat Batak yang masih asli dengan pemandangan alam yang indah. Daya tarik lainnnya adalah adanya bekas Kerajaan yang dulu dijadikan istana oleh Raja Sijorat Paraliman Panjaitan. Baju-baju dan beberapa benda peninggalan raja tersebut sampai kini masih tersimpan rapi dan terawat dengan baik.

Di desa ini juga terdapat sumber mata air murni yang dianggap suci dan bertuah oleh masyarakat setempat serta dipercaya dapat mewujudkan berbagai macam keinginan dan menyembuhkan segala macam penyakit. Mitos yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Toba Samosir menyebutkan bahwa Desa Sitorang adalah desa yang paling terang dibandingkan desa-desa yang lain disebabkan karena desa ini memiliki sumber cahaya mistis dan juga karena kebiasaan masyarakat Desa Sitorang yang jika berkata selalu terus terang.

3. Tongging

Terletak di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Desa Tongging yang berada di dataran tinggi menjadi destinasi yang menarik, karena dari sini dapat dilihat keindahan Danau Toba yang eksotis sekaligus menjadi tempat yang ideal untuk berburu spot foto.

4. Bukit Gajah Bobok

Berlokasi di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Bukit Gajah Bobok menjadi salah satu tempat yang ideal untuk menikmati view Danau Toba dari atas ketinggian. Berada di atas puncak bukit ini, wisatawan akan dapat melihat dengan jelas hamparan Danau Toba dan Pulau Samosir, serta beberapa gunung yang mengelilinginya, seperti Gunung Sibayak, Gunung Sinabung, Puncak Pusuk Buhit dan Bukit Gundul.

5. Paropo

Desa Paropo terletak di Kecamatan Silahi Sabungan, Kabupaten Dairi. Desa ini banyak dikunjungi wisatawan karena menyuguhkan landskap layaknya pantai yang berada di tepiu danau, lengkap dengan pasir putih yang menghiasi sepanjang jalan. Aktifitas favorit yang banyak dilakukan wisatawan saat berada di Paropo adalah memancing dan menikmati ikan-ikan hasil pancingan untuk dibakar.

Di sini terdapat camping ground untuk mendirikan tenda dan berkemah sambil menikmati keindahan Danau Toba yang berlatar belakang Gunung Sibuatan dan Gunung Sinabung. Bagi mereka yang tidak terbiasa tidur di alam terbuka, tersedia rumah-rumah penduduk yang dijadikan homestay dan disewakan seharga Rp.250.000 – Rp.450.000.

6. Resort Taman Simalem

Dengan lokasi yang menghadap langsung ke arah Danau Toba, menjadikan resort ini memiliki view yang istimewa. Selain indahnya Danau Toba, banyak spot instagenic yang ada di lokasi resort untuk dijadikan latar belakang foto. Selain itu, berbagai fasilitas super mewah yang disuguhkan di sini, membuat para pengunjung merasa seolah berada di negeri lain. Untuk yang tertarik menjadi tamu dari Resort Taman Simalem, alamat resort ada di JL. Raya Merek – Sidakalang Km.9, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi.

7. Batu Gantung Parapat

Batu Gantung yang terletak di Kota Parapat, Kabupaten Simalungun ini berada di dinding tebing yang lokasinya tidak jauh dari Danau Toba. Memiliki bentuk menyerupai tubuh manusia yang tergantung, membuat Batu Gantung ini ramai dikunjungi wisatawan.

8. Rumah Pengasingan Presiden Soekarno

Selain Batu Gantung, di Parapat wisatawan juga bisa mengunjungi sebuah rumah berlantai dua dengan ukuran 10 x 20 meter2 yang dibangun pada tahun1820. Rumah ini menjadi istimewa bukan hanya karena bentuk bangunannya yang eksotis layaknya bangunan-bangunan pada masa penjajahan Belanda yang bergaya arsitektur Indische Architectur, tapi juga karena story dan nilai history yang melatarbelakanginya.

Sekitar tahun 1948, Pemerintah Belanda pernah mengasingkan Presiden Soekarno, Sjahrir dan H. Agus Salim di rumah pengasingan ini selama dua bulan. Bukti kalau wisma ini pernah dijadikan tempat pengasingan The Founding Fathers dapat dilihat dari sejumlah perabot rumah, tempat tidur, lukisan, foto-foto serta koleksi buku dari ketiga tokoh nasional tersebut yang masih tersimpan dan terawat dengan baik hingga kini.

9. Air Terjun Binangalom

Berada di Kecamatan Lumbun Jalu, Parapat, Air Terjun Binangalom terlihat indah sekaligus unik, karena curahan air dari atas tidak jatuh ke bebatuan dan membentuk cekungan atau kolam alami sebagaimana air terjun pada umumnya, melainkan langsung jatuh ke Danau Toba sehingga airnya langsung bercampur dengan air danau.

Air terjun ini dipercaya oleh masyarakat setempat dapat mempercepat datangnya jodoh bagi siapa saja yang mandi di bawahnya. Benar tidaknya mitos tersebut, tapi yang pasti keindahan dari Air terjun setinggi 70 meter yang memiliki tujuh tingkatan ini memang luar biasa. Hanya saja, untuk menuju ke lokasi air terjun, satu-satunya cara adalah dengan menyewa kapal seharga Rp.500.000 – Rp.600.000.

10. Air Terjun Sipiso Piso

Keindahan Air Terjun Sipiso-piso di Desa Tongging (foto: Abu Ihsan Al-Atsary)

Air terjun ini berada di Kabupaten Karo, tepatnya di area perbukitan yang memiliki ketinggian sekitar 800 mdpl dan kelilingi hutan pinus. Air Terjun Sipaso Paso merupakan air terjun tertinggi se-Indonesia dengan ketinggian mencapai 120 meter. Berada di bibir kaldera  raksasa Danau Toba, air yang mengaliri Sipaso Paso tidak pernah kering karena dipasok oleh Sungai Pajanabolon yang besar yang juga penyuplai air ke Danau Toba.

Bagi yang belum berkesempatan datang ke sini, tidak sulit untuk melihat keindahan dari Air terjun Sipaso Paso, karena air terjun ini kerap dijadikan lokasi shooting video klip sejumlah artis ibukota dan hampir semuanya telah diunggah ke youtube.

11. Kota Balige

Ibukota Kabupaten Toba Samosir ini berada di salah satu ujung Danau Toba dan memiliki potensi wisata alam yang luar biasa, karena selain menyuguhkan pemandangan danau dan pegunungan yang eksotis juga terdapat objek wisata Pantai Lumban Silintong dan Pantai Lumban Bulbul. Wisatawan yang berkunjung ke sini juga dapat singgah ke Museum Batak untuk melihat berbagai benda bersejarah yang ada di Tanah Batak serta berziarah ke makam salah seorang Pahlawan Nasional, yaitu Sisingamangaraja XII.

12. Tuktuk

Begitu menyeberang dari Parapat menuju Pulau Samosir, tempat pertama yang diinjak kaki wisatawan adalah Tuktuk. Di tempat ini tidak hanya keindahan Danau Toba saja yang dapat dinikmati, tapi juga adat istiadat dari kehidupan masyarakat setempat yang masih kental. Di Tuktuk wisatawan dapat membeli berbagai macam souvenir khas Batak, seperti ukiran patung, hiasan dinding, kain ulos, alat-alat musik tradisional Batak seperti Seruling Batak, Hasapi dan Taganing.

13. Pangururan

Inilah ibukota dari Kabupaten yang wilayahnya dikelilingi oleh Danau Toba, sehingga menjadi tempat yang wajib untuk dikunjungi. Di sini tidak hanya pemandangan Danau Toba saja yang disuguhkan tapi juga pemandian air panas alami yang terkenal. Pemandian air panas yang dikelilingi batu-batu karst ini sebenarnya memiliki pemandangan yang indah. Namun entah kenapa masih jarang wisatawan yang datang berkunjung, sehingga suasananya tidak begitu ramai.

BacaJuga:  20 Hotel di Medan Yang Strategis dan Nyaman, Harga Paling Murah Rp.131.000
Pemandian Air Panas Pangururan (foto: infolikeyou.blogspot.co.id)

14. Pusuk Buhit

Objek wisata ini termasuk wilayah perbukitan di Pulau Samosir, dimana menurut penuturan masyarakat setempat merupakan tempat dari asal-usul Orang Batak yang disebut Mula Jadinabolon. Berada di Pusuk Buhit akan membuat siapapun terkagum-kagum oleh eksotisnya panorama alam. Hanya saja, untuk bisa sampai di puncaknya, wisatawan harus terlebih dahulu melakukan trekking sejauh kurang lebih 500 meter, karena kendaraan hanya bisa mencapai kaki bukit.

15. Simanindo

Di Desa Wisata yang ada di Pulau Samosir ini banyak berdiri rumah-rumah adat yang umurnya sudah puluhan bahkan ratusan tahun utamanya di Dusun Huta Bolon. Bagi mereka yang suka wisata sejarah dan budaya, tempat ini sangat menarik untuk dikunjungi, karena masih menyimpan banyak benda-benda peninggalan Orang Batak masa lampau serta suguhan tari khas Batak yakni Tarian Tortor.

16. Tomok

Nama Boneka Sigale-gale tentu sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia yang mencintai adat istiadat dan budaya Nusantara, karena boneka yang bisa menari ini sangat terkenal. Jika ingin menyaksikan Boneka dari kayu yang mengenakan pakaian adat Batak ini menari, datang saja ke Tomok karena di tempat inilah asal dari Boneka Sigale-gale. Selain itu, di Tomok wisatawan juga dapat menyaksikan makam unik yang dibuat dari batu yang dipahat serta mengunjungi Museum Raja Sidabutar.

17. Aek Sipitu Dai

Tempat yang menebarkan suasana angker ini memiliki sebuah sumber air yang unik, karena sumber air tersebut  membentuk 7 pancoran, dan air yang mengalir dari ketujuh pancoran itu memiliki rasa yang berbeda. Konon air dari sumber tersebut memiliki khasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit. Aek Sipitu Dai ini berada di Kecamatan Sianjur, Kabupaten Samosir.

18. Danau Aek Natorang

Danau di dalam danau, itulah Danau Aek Natorang, karena danau ini berada di Pulau Samosir sementara Pulau Samosir sendiri dikelilingi oleh Danau Toba. Danau yang berada di Kecamatan Simanindo ini sebenarnya memiliki pemandangan yang eksotis, sayangnya pengelolaannya kurang begitu baik, termasuk akses jalan menuju lokasi yang masih sulit untuk dilalui kendaraan.

19. Danau Sidihoni

Sama halnya dengan Danau Aek Natorang, Danau Sidihoni adalah salah satu dari dua danau yang ada di Pulau Samosir. Berlokasi di Kecamatan Pangururan, warna air Danau Sidihoni konon dapat berubah-ubah sesuai dengan peristiwa yang berlangsung di negeri ini.

20. Kampung Siallagan

Berdiri sejak zaman Kerajaan Raja Laga Siallagan, menjadikan perkampungan ini menarik untuk dikunjungi. Di sini wisatawan dapat melihat sebuah kampung yang ditempati bangunan-bangunan rumah adat Batak yang di sekelilingnya dilindungi pagar dari bambu dan batu-batuan untuk mencegah serangan binatang buas. Pemandangan unik yang dapat dijumpai di sini adalah Batu Persidangan berbentuk 7 buah kursi dan 1 meja yang dipahat pada batu-batu yang besar dan tampak kalau umurnya sudah sangat tua. Batu Parsidangan konon merupakan tempat semacam pengadilan untuk menyidangkan orang-orang yang berbuat jahat.

Batu Parsidangan di Kampung Siallagan (foto: infolikeyou.blogspot.co.id)

21. Desa Suhi Suhi

Daerah yang banyak dipenuhi bangunan rumah adat Batak lainnya adalah Desa Wisata Suhi Suhi. Wisatawan yang menyukai seni arsitektur dan seni rupa, bakal betah berlama-lama di tempat ini karena dapat menyaksikan relief-relief khas dari rumah adat Batak yang disebut Gorga atau ukiran yang terdapat pada dinding rumah. Selain itu, kaum wanita di Desa Suhi Suhi merupakan pengrajin kain ulos yang jempolan. Mereka merajut kain ulos menggunakan alat rajut tradisional dengan hasil rajutan yang rapi serta kaya akan motif. Harga kain ulos di Desa Suhi Suhi berkisar antara ratusan ribu sampai sepuluh juta rupiah, tergantung dari kwalitas bahan serta kerumitan dalam proses pembuatan.

22. Air Terjun Sampuran Efrata

Tempat menarik lainnya yang ada di Pulau Samosir adalah Air Terjun Efrata yang terdapat di Desa Sosor Dolok, Kecamatan Harian dengan jarak dari pusat Kota Samosir sekitar 20 km. Untuk  menuju ke lokasi air terjun dapat dilakukan dengan menggunakan motor, dilanjutkan dengan berjalan kaki sebentar sehingga tidak begitu menguras tenaga.

Air terjun setinggi 26 meter dengan lebar 10 meter ini airnya tidak pernah surut dengan sumber air dari Pegunungan Bukit Barisan. Di lokasi air terjun terdapat beberapa fasilitas umum yang sederhana, seperti pondok untuk tempat beristirahat, toilet serta camping area.

Itulah beberapa tempat yang wajib masuk dalam daftar kunjungan saat berlibur ke Danau Toba.

Tips Berkunjung ke Danau Toba

Beberapa tips berikut ini, bisa dijadikan bekal saat berkunjung ke Danau Toba, agar perjalanan wisata Anda dapat lebih menyenangkan dan lebih berkesan:

– Berkunjung pada bulan April – Agustus merupakan waktu yang paling tepat, karena selain bersamaan dengan libur panjang sekolah, pada saat itu kondisi cuaca juga sedang cerah sehingga keindahan Danau Toba dapat tereksplorasi dengan sempurna.

– Waktu berkunjung yang ideal lainnya adalah pada saat diselenggarakannya Festival Danau Toba yang berlangsung setahun sekali. Pada saat itu selain dapat menikmati kemeriahan upacara ritual tradisional Suku Batak, wisatawan juga dapat menyaksikan berbagai macam pagelaran dan kompetisi seni dan olah raga. Karena waktu penyelenggaraan Festival Danau Toba ini tidak selalu sama setiap tahunnya, maka sebaiknya mencari informasi terlebih dahulu dengan melakukan browsing di  Pada tahun 2019 Festival Danau Toba akan berlangsung pada tanggal 6 – 9 Desember 2019.

Pertunjukan Budaya dalam Festival Danau Toba (foto: travel.idntimes.com)

– Buat jadwal kunjungan secara terperinci agar perjalanan wisata dapat berjalan dengan lebih efektif dan efisien mengingat objek wisata yang ada di Danau Toba cukup banyak dan beragam. Bila perlu cari informasi sebanyak mungkin tentang objek-objek wisata yang ada di Danau Toba dan berbagai aktifitas yang dapat dilakukan selama berada di lokasi.

– Perjalanan yang menggunakan jalur transportasi udara, sebaiknya mengambil jalur penerbangan pagi hari, agar saat sampai di Medan atau Tapanuli Utara dapat lebih leluasa dalam memilih sarana transportasi menuju Danau Toba. Penerbangan yang tiba pada malam hari, selain berisiko dari sisi keamanan juga cukup sulit untuk mendapatkan transportasi umum.

– Jika ingin memotret landskap Danau Toba, waktu terbaik adalah pagi dan sore hari. Pagi hari sekitar pukul 05.30 – 07.00 sedang saat senja sekitar pukul 16.00 – 18.00 dengan golden hours sekitar 15- 20 menit, yaitu ketika cahaya muncul merona berpadu dengan bentangan danau membiru dan bukit yang menghijau.

– Untuk yang tertarik mengunjungi Air Terjun Sipiso Piso, perlu diingat bahwa perjalanan menuju lokasi hanya dapat dilakukan dengan berjalan kaki serta harus melewati jarang yang curam dan menikung. Karena itu, selain dibutuhkan fisik yang prima juga harus berbekal peralatan tracking.

– Bagi wisatawan yang beragama Islam, perhatikan betul saat akan memasuki rumah makan, karena sebagian besar dari rumah makan dan restoran yang ada di sekitar Danau Toba, menyajikan makanan tidak halal. Agar lebih aman, carilah warung nasi padang atau restoran yang menyajikan makanan-makanan khas Jawa yang biasanya buka pada malam hari.

Demikian beberapa tips  yang bisa dijadikan bekal sebelum berkunjung ke Danau Toba. (*)

Semua catatan di atas adalah data terakhir pada saat tulisan ini dibuat. Jika ada perubahan terbaru yang Kamu ketahui, silakan informasikan kepada kami pada kolom komentar di bawah ini ya. Begitu juga jika ada yang salah, punya kritik dan saran. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.