10 Gambar Pantai Pulau Gili Labak Madura Sumenep + Paket Biaya Ke Tempat Wisata

Posted on
10 Gambar Pantai Pulau Gili Labak Madura Sumenep + Paket Biaya Ke Tempat Wisata
Rate this post
Penginapan island tour backpacker open trip snorkeling travel harga tiket masuk gambar pantai pulau gili labak madura sumenep paket biaya ke tempat wisata dari surabaya peta perjalanan ke foto rute lokasi 2018 cara ke sewa perahu east java murah kaskus aatira tarif alamat letak dimana youtube 2d1n jalan menuju akses peta google maps denah sejarah misteri mitos
Gili Lebak. Foto: indonesia-tourism.com

Lokasi: Jalan Pulau Gili Labak, Kombang, Talango, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur 69481, Indonesia
Map: Klik Disini
HTM: Gratis
Buka/Tutup: 07.00 – 18.00
Telepon: +62 328 667148

JejakPiknik.com Indonesia merupakan negara kepulauan. Dan banyak gugusan pulau yang bisa dikunjungi untuk melihat keunikan dan sisi menarik dari Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke, terdapat banyak pulau-pulau kecil mulai dari yang berpenghuni hingga kosong tanpa tuan.

Pulau-pulau yang berpenghuni ini memiliki pesona dan juga sisi lain yang siap memanjakan para wisatawan terutama wisatawan asing yang ingin mengenal lebih dalam tentang Indonesia. Salah satunya adalah Pulau Gili Lebak di Madura.

Gili Labak. Foto: indonesiaexpat.biz

Mengenal Gili Lebak

Pulau Gili Labak merupakan sebuah pulau kecil yang terletak di dekat Madura. Pulau ini menjadi incaran para wisatawan terutama para backpacker yang ingin melakukan open trip untuk melihat lebih dalam mengenai keindahan Indonesia. Di pulau ini para turis bisa melihat keindahan panorama pantai dan juga laut yang indah.

Pulau Gili Lebak ini terkenal dengan keindahan pasir putih dan juga warna biru laut yang jernih dan bersih. Belum lagi suara desiran ombak yang cukup tenang sebagai backsound yang sangat indah.

Hal ini menjadi sebuah bukti bahwa Gili bukan hanya ada di pulau Lombok saja. Ternyata di Propinsi Jawa Timur atau lebih tepatnya terletak di Kabupaten Sumenep, Madura ini terdapat banyak Gili. Dan salah satunya yang cukup terkenal adalah pulau Gili Labak.

Pulau ini terletak di sebelah timur paling ujung dari pulau Madura. Dan menjadi tempat wisata yang sangat indah di Jawa Timur. Meski sudah cukup terkenal di kalangan backpacker, akan tetapi belum banyak para wisatawan atau turis yang berkunjungi ke sini.

Untuk para turis, ternyata masih sedikit yang mengetahui jika Sumenep Madura ini menyajikan keindahan pulau gili yang mempesona dan juga menawan.

Pulau yang dulunya bernama pulau tikus ini yang disebabkan banyaknya sarang tikus, berubah menjadi Pulau Gili Labak disebabkan keindahan dan eksotisme alam yang mempesona.

Alasan lain kenapa diganti namanya disebabkan pelafalan yang lebih mudah untuk rakyat Madura.

Tidak salah jika para backpacker mengakui keindahan Gili Labak. Meskipun hanya sebuah pulau kecil yang berada di sekitar Selat Madura, akan tetapi pulau ini mampu memberikan eksotisme dan rasa kagum yang luar biasa.

Gili Labak jika dilihat dari kejauhan seperti benda besar yang terapung di tengah lautan dan samudra. Sementara di sekelilingnya terdapat garis putih memanjang dan juga mengitari sekitar pantai. Garis ini yang merupakan pasir pantai yang menjadi salah satu pesona dari pulau Gili Labak ini.

Papan di Gili. Foto: indonesia-tourism.com

Akses ke Pulau Gili Labak

Pulau ini berada di tengah-tengah lautan. Praktis membuat akses atau rute menuju ke lokasi sedikit memakan waktu. Meski berada di tengah laut, pulau Gili Labak sudah bisa diakses melalui teknologi Google Map. Peta atau denah menuju ke pulau ini bisa diunduh atau dilihat di aplikasi tersebut dengan mudah.

Rata-rata perjalanan untuk menuju ke pulau yang terletak di Jawa Timur atau East Java ini bisa ditempuh dengan waktu sekitar 2 jam. Dan perjalanan dilakukan dari pelabuhan Kalianget.

Pelabuhan ini terletak di sebelah timur tepatnya di bagian ujung dari pulau Madura. Letak dari pulau ini memang tersembunyi. Meski begitu tetap saja akses menuju ke sana bisa dilalui dengan mudah walau harus memakan waktu.

Luas pulau dari Gili Labak ini sendiri hanya sekitar seukuran lapangan bola. Praktis jika mencarinya di peta atau atlas, tentu saja tidak akan ketemu. Aplikasi google map yang bisa membantu.

BacaJuga:  Asyiknya Mancing di Waduk Notopuro Madiun

Perjalanan menuju ke Gili Labak ini bisa menggunakan bus dari Terminal Bungurasih, Surabaya ibukota Jawa Timur menuju ke kabupaten Sumenep. Tidak perlu khawatir kehabisan bis.

Pasalnya jadwal keberangkatannya hampir setiap jam. Sehingga bus selalu tersedia. Perjalanan ini akan berakhir di Pelabuhan Kalianget, Sumenep. Setelah itu para wisatawan bisa sewa kapal PP Kalianget – Gili Labak sekitar Rp. 350.000.

Kapal ini akan memuat sekitar 15 orang. Dan harga ini masih bisa ditawar. Tergantung kepandaian menawar saja.

Selain melewati pelabuhan Kalianget, para turis bisa juga melewati Pelabuhan Tanjung yang terletak di Kecamatan Saronggi. Biasanya jalur ini digunakan para travelling, backpacker dan juga jurnalis.

Pelabuhan Tanjung letaknya sekitar 2 kilometer sebelum memasuki Kota Sumenep. Rute ini akan melewati Desa Tanjung yang melalui pertigaan Pasar Saronggi. Dari pusat kota Surabaya, ambil jalur kanan.

Pantai. Foto: telusurindonesia.com

Kota Tanjung adalah kampung pesisir yang hampir semua masyarakatnya merupakan nelayan dan juga petani rumput laut. Tidak heran jika di sepanjang perjalanan para wisatawan bisa melihat para masyarakat menjemur rumput laut.

Jika cuaca normal, biasanya rute Tanjung – Gili Labak akan ditempuh selama 1,5 jam. Sementara untuk Kalianget – Gili Labak akan memakan waktu sekitar 2,5 jam. Berbeda 1 jam dari kedua pelabuhan.

Tidak heran jika biaya sewa kapal di pelabuhan Tanjung ini lebih mahal jika dibanding Kalianget. Biasanya para backpacker yang ingin berhemat berangkat dari Kalianget.

Perbedaan harga bisa mencapai setengahnya. Dan perhitungan biaya sewa di sini tidak berdasarkan hitungan jarak tempuh. Melainkan berdasarkan bobot kapal.

Jika kapal dengan berat 10 ton, biaya harga sewa bisa mencapai 800 ribu hingga 1 juta untuk 1 kapal. Sementara untuk kapal dengan bobot 15 ton, harga sewa bisa diatas Rp 1 bahkan bisa mencapai 1,5 juta. Dan bisa menampung sekitar 60 orang per kapal. Hitungan ini dari pelabuhan Tanjung.

Sementara dari pelabuhan Kalianget menuju ke Gili Labak sendiri biaya sewa jauh lebih murah. Seperti yang disebutkan bahwa harga bisa sampai setengahnya.

Di Pelabuhan Kalianget ini harga per kapal mencapai Rp 500 ribu sekali berangkat. Dan bobot kapal tentu saja jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan kapal nelayan Tanjung. Hal ini yang membuat kapal-kapal di Kalianget jauh lebih murah dibandingkan Tanjung.

Kapal Nelayan. Foto: reservasi.com

Rute menuju Gili Labak

Ada beberapa alternatif rute yang bisa digunakan untuk menuju ke Gili Labak ini. Pelabuhan Kalianget ini menjadi salah satu rute yang kerap digunakan.

Selain harga murah, ternyata letaknya juga cukup strategis yang akan memudahkan para wisatawan untuk mengunjungi salah satu kawasan wisata alam yang indah ini. Adapun rute ini akan berangkat dari jantung kota Sumenep yang memiliki jarak sekitar 10 km.

Ketika sampai di pelabuhan, para wisatawan bisa mencari perahu dan juga menyewa guna berlayar ke pulau Gili Labak. Apalagi sekarang ini sudah banyak jasa tour atau open trip yang bisa menyiapkan perahu dan juga mengantarkan ke Gili Labak.

Bahkan sudah banyak jasa tur 2D1N di website-website hingga forum seperti Kaskus yang siap membantu para backpacker

Rute kedua yang juga bisa diakses adalah melalui Desa Lobuk. Desa ini adalah salah satu desa yang memiliki pelabuhan atau dermaga kecil yang biasa digunakan untuk kapal berlabuh.

Dan tidak heran jika para backpacker yang sudah hafal dengan rute ini, kadang memiliki desa Lobuk untuk membawa mereka menuju ke pulau Gili. Dan akses ke Gili Labak, Gili Genting hingga Gili Raja bisa dilalui dari Desa Lobuk ini.

Sekarang ini dermaga Desa Lobuk sudah mulai ramai dengan para pengunjung. Pasanya banyak para pengunjung yang akan menuju ke Gili Labak memilih rute tersebut.

BacaJuga:  10 Gambar Coban Cinde Benjor Tumpang Malang Indonesia : Air Terjun Lokasi Jawa Timur

Alasannya adalah para wisatawan yang berasal dari luar Kota Sumenep jauh lebih dekat melewati rute ini jika harus dibandingkan dengan akses atau rute lain.

Pantai. Foto: tripadvisor.com

Para wisatawan ketika memasuki Kabupaten Sumenep bisa langsung belok kanan yang dari pertigaan Bluto. Dari pertigaan ini bisa melanjutkan perjalanan ke arah timur yang akan mengantarkan para turis ini ke dermaga atau pelabuhan mini di sana.

Dan sudah banyak pilihan kapal yang bisa digunakan untuk menuju ke Labak. Apalagi kapal ini bisa ditawar. Jika datangan dengan rombongan, tentu akan jauh lebih murah.

Sementara rute lain adalah Tanjung Saronggi. Rrute menuju Gili Labak melalui Saronggi juga menjadi pilihan para turis. Perjalanan dari pertigaan Saronggi ini dilanjutkan menuju ke arah timur.

Nanti para wisatawan bisa menemukan pantai. Di pantai ini juga terdapat dermaga atau pelabuhan kecil yang menyediakan berbagai jenis kapal yang bisa disewa dengan mudah.

Salah satu rute lainnya adalah melewati Desa Kombang. Desa ini berada di daerah kecamatan Talango. Desa Kombang ini memiliki jalur yang sama seperti ke Kalianget.

Hanya saja perbedaanya jika dari Kalianget para turis harus melewati Talango terlebih dulu melewati jalan darat yang siap mengantarkan ke Kombang. Di Desa Kombang para wisatawan bisa memesan perahu dengan harga yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan rute lainnya.

Ada 4 rute yang bisa dilalui oleh para wisatawan guna menuju ke Gili Labak. Dan perjalanan dari ke 4 rute ini akan memakan waktu yang sama yaitu sekitar 2 – 3 jam.

Akan tetapi perlu diingat pula perjalanan ditentukan oleh cuaca dan angin. Jika angin dan cuaca sedang tidak bersahabat, tentu saja perjalanan menuju ke Pulau Gili Labak ini akan memakan waktu yang lama. Pasalnya para nelayan menunggu cuaca lebih reda.

Pasalnya kapal yang digunakan bukanlah kapal besar, melainkan kapal nelayan. Praktis cuaca dan angin cukup mempengaruhi.

Sementara untuk mendapatkan harga yang murah, disarankan untuk datang beramai-ramai atau rombongan sekitar 8 – 10 orang. Pasalnya harga akan jauh lebih murah per orang jika datang beramai-ramai.

Gili Labak. Foto: indonesia-tourism.com

Keindahan Pulau Gili Labak

Tidak heran jika para wisatawan tertarik dengan Gili Labak. Pasalnya di sini terdapat bentangan pasir putih serta lautan biru yang sangat indah. Belum lagi dengan tambahan suara debur ombak yang membuat suasana semakin eksotis.

Uniknya lagi ombak di gili ini tidak terlalu besar dan kontur pantai sangat landai. Sehingga membuat Pulau Gili Labak ini sangat pas untuk dikunjungi ketika musim liburan tiba.

Gili Labak memiliki pasir putih halus yang menjadi primadona utama. Sementara sekitar 50 meter sebelum sampai di area bibir pantai, para wisatawan bisa melihat beningya air laut dan juga keindahan pulau dari kejauhan  yang sangat indah.

Ditambah lagi selama perjalanan para turis bisa menikmati dan melihat gugusan terumbu karang yang berwarna-warni dan berpadu padan dengan ikan-ikan hias yang indah.

Kapal Nelayan. Foto: marotravel.com

Aktifitas di Gili Labak

Setelah sampai di Gili Labak, para wisatawan bisa menikmati beragam aktifitas yang dijamin akan menyenangkan. Salah satu aktifitas yang bisa dilakukan di sini adalah berenang. Para wisatawan bisa berenang dan mandi di sekitar bibir pantai.

Ombaknya yang tidak terlalu deras serta kontur yang landai, membuat para wisatawan bisa berenang dengan santai. Akan tetapi jangan berenang terlalu ke tengah. Pasalnya area tengah kontur dari pantai sudah cukup dalam.

Pulau Gili Labak ini ternyata menjadi salah satu spot favorit bagi para wisatawan yang hobi dan gemar untuk snorkling. Para wisatawan bisa melihat keindahan alam bawah laut yang indah dan eksotis di Gili Labak ini.

Di sini para turis bisa melihat deretan terumbu karang dan juga ikan-ikan hias yang berwarna-warni dan indah. Akan tetapi peralatan snorkeling harus dibawa sendiri. Pasalnya tidak ada persewaan snorkeling di Gili Lebak.

BacaJuga:  10 Homestay Murah di Blitar, Harga Mulai Rp.50.000

Senada dengan diving. Para wisatawan harus membawa peralatan sendiri. Tidak tersedianya fasilitas peralatan menjadi salah satu hal yang kurang di kawasan wisata ini.

Bagi yang menggemari dunia diving, Gili Labak bisa menjadi salah satu tempat yang pas. Di sini para wisatawan bisa melihat dan mengunjungi beberapa titik terumbu karang dan juga aneka biota laut yang sangat indah dan siap memanjakan para wisatawan.

Kegiatan lain yang bisa dilakukan di sana adalah bersantai atau berjemur di sekitar bibir pantai. Tentu saja berjemur sembari menikmati keindahan alam di Gili Labak menjadi salah satu daya tarik tersendiri.

Di sini para wisatawan bisa mengabadikan foto, gambar hingga video yang menggambarkan keindahan Gili Labak Beach tersebut.

Snorkeling. Foto: laurangelia.com

Sejarah Pulau Gili Labak

Gili Labak ini memiliki cerita sejarah yang cukup kental. Tentu saja masih ada cerita-cerita misteri dan mitos yang menyelimuti Gili Labak ini. Dahulu kala masyarakat sekitar menyebut Gili Labak ini dengan nama Pulau Tikus.

Pulau ini memiliki luas sekitar 5 hektar dan bisa dilalui dengan berjalan kaki mengelilingi atau mengitari semua Gili Labak ini. Dan hanya butuh waktu sekitar 30 menit.

Pulau ini dihuni sekitar 35 kepala keluarga. Setelah mengalami perbaikan di beberapa sektor, pulau ini berubah nama menjadi Gili Labak yang disebabkan namanya yang mudah dilafalkan.

Fasiltas Gili Labak

Pulau Gili Labak ini lokasi dan letaknya sendiri secara teoritis berada di Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Sementara untuk fasilitas dan juga akomodasi di Pulau Gili Labak ini memang masih jarang dan juga masih minim. Seperti yang disebutkan diawal bahwa peralatan untuk snorkeling dan juga diving harus dibawa sendiri.

Selain itu di Gili Labak ini tidak menyediakan warung makan dan juga penginapan seperti hotel, resort, villa. Meski sudah memasuki tahun 2018, fasilitas masih minim. Praktis para wisatawan harus membawa makanan dan juga kebutuhan sendiri.

Untuk penginapan sendiri para wisatawan harus menginap di Kabupaten Sumenep yang tidak jauh dari Gili Labak. Disarankan untuk mengunjungi Gili Labak ini sejak pagi hari. Sehingga pada sore para turis sudah bisa kembali ke Sumenep atau Madura.

Romansa di pantai. Foto: tripadvisor.com

Tips mengunjungi Gili Labak

Ada beberapa tips yang bisa dilakukan ketika ingin mengunjungi Gili Labak ini. Berangkatlah dari Surabaya sejak malam hari. Hal ini untuk memudahkan para pengunjung untuk sampai di Gili Labak pada pagi hari.

Bawa semua peralatan yang dibutuhkan di sana. Dengan minimnya fasilitas, tentu saja akan membuat para wisatawan harus membawa sendiri peralatannya. Disarankan untuk mengunjungi Gili Labak rombongan untuk menghemat biaya sewa perahu.

Jika sendirian, harus mencari teman di perjalanan atau pelabuhan agar biaya sewa perahu akan jauh lebih murah.

Jika ingin kembali ke Sumenep, disarankan siang menuju sore para wisatawan sudah harus berada di kapal. Pasalnya perahu nelayan tidak akan melayani di malam hari.

Rental Mobil Lampung
Loading...
Semua catatan di atas adalah data terakhir pada saat tulisan ini dibuat. Jika ada perubahan terbaru yang Kamu ketahui, silakan informasikan kepada kami pada kolom komentar di bawah ini ya. Begitu juga jika ada yang salah, punya kritik dan saran. Terima kasih.

4 thoughts on “10 Gambar Pantai Pulau Gili Labak Madura Sumenep + Paket Biaya Ke Tempat Wisata

  1. Kalo dari surabaya ke gililabak…utk mobilnya ditaruh dimn..trus utk biaya penyebrangannya itu pulang pergi apa sekali jalan..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.