10 Gambar Goa Gajah Bali Gianyar Ubud, Tiket Masuk Wisata + Sejarah Pura

Posted on
Goa gajah bali bantul mangunan sejarah indonesia adalah entrance fee history dlingo di desa kecamatan ubud dalam bahasa inggris wikipedia wiki waterfall walk water wikitravel elephant cave temple review restaurant raya rakyat richi roma tiket masuk tour situs tampaksiring gianyar location tunggal tulus tulungagung yogyakarta youtube jogja yang baik bagus is imogiri in english opening times hours olifantengrot objek price pdf photo gunung putri pariwisata pura pantip pantai penjelasan pengertian polybag polisi portugal letak legenda latar belakang leuwi karet lucu lumajang klapanunggal kintamani blahbatuh kabupaten tengkulak kaja keunikan kesimpulan kupu kisah komplek jalan jarak jawa barat jumbo hotel handicraft herbal gym grobogan gambar gejala gelap kidul food facebook faktur fungsi film fiber foto deskripsi description dewata download dokter story sanctuary sarong solo mungkur mada map market merupakan misteri nelly nama negatif negera bogor boutique video vacancy voice voli cost cerita cinta cimahi dress code tempat ibadah buatan bedulu hindu budha lawah gua kios souvenir peninggalan daya tarik
Pintu Masuk Goa Gajah. Foto: balibijatours.com

Lokasi: Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh Kabupaten Daerah Tingkat II Gianyar
Maps: Klik Disini
HTM: 15.000
Buka/Tutup: 08.00 – 16.00 (Setiap Hari)
Telepon: +62 361 943401

Bali sudah sangat terkenal di kalangan wisatawan mancanegara. Keindahan pantai dan juga budaya Bali yang sangat kental dengan unsur Hindu menjadi salah satu daya tarik yang bisa ditemukan di sini. Pulau Dewata memang menjadi salah satu pesona yang ditawarkan kepada para turis asing. Tidak jarang ada yang mengira bahwa Bali merupakan negara sendiri dan berbeda dengan Indonesia. Hal ini disebabkan pesona Bali yang sudah mendunia.

Di Pulau Dewata ini rata-rata para wisatawan akan mengunjungi area pantai. Ada banyak kawasan wisata pantai yang bisa ditemukan di sini. Seperti Pantai Kuta, Sanur hingga Nusa Dua yang menyajikan pesona alam dan laut yang siap memanjakan siapa saja yang berlibur ke sini. Selain pantai, ternyata Bali juga menyajikan pesona kawasan wisata  yang sangat menarik dan sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Salah satu kawasan wisata yang bisa ditemui di pulau Dewata ini adalah kawasan wisata sejarah. Bukan hanya sejarah saja yang tersaji di sini. Wisata reliji juga bisa ditemukan di beberapa kawasan wisata sejarah seperti Ubud. Tidak jauh dari Ubud terutama di Gianyar, terdapat salah satu kawasan wisata sejarah yaitu Goa Gajah.

Dua Arca di Pintu Masuk. Foto: ibalitours.com

Mengenal Goa Gajah

Kawasan wisata Goa Gajah ini adalah sebuah Pura yang berada di lokasi Desa Bedulu kecamatan Blahbatu Kabupaten Gianyar Bali. Tentu saja sekarang ini Goa Gajah menjadi salah satu kawasan wisata yang wajib dikunjungi oleh para wisatawan baik domestik ataupun mancanegara. Kawasan wisata sejarah Goa Gajah ini masih berada di area Ubud yang letaknya sekitar 27 Kilometer dari ibukota Bali yaitu Denpasar.

Dari namanya tentu saja para wisatawan pasti akan sempat mengira akan melihat banyak gajah di sini. Urungkan niat tersebut. Pasalnya Goa Gajah ini tidak seperti yang ada di perkiraan banyak orang. Di kawasan wisata goa ini para wisatawan tidak akan menemukan gajah sedikitpun. Berbeda dengan Goa Lawah yang berada di Klungkung. Goa ini diberi nama Goa Lawah atau kelelawar disebabkan adanya sekumpulan Lawah atau Kelelawar yang hidup di dalam gua. Sementara Goa Gajah tidak ada satu gajah pun  yang ada di dalamnya. Dan kawasan wisata ini menjadi salah satu kawasan wisata sejarah yang terkenal di Bali.

Goa Gajah ini konon dibangun pada abad ke-11 Masehi. Goa gajah ini menjadi salah satu pesona yang ditawarkan oleh Bali kepada para wisatawan baik domestik dan juga manca negara. Para wisatawan bisa memulai perjalanan untuk menelusuri Goa tersebut. Apalagi kawasan wisata sejarah Goa Gajah ini ukurannya cukup kecil dan tidak terlalu lebar.

Untuk tingginya sendiri Goa gajah hanya memiliki tinggi sekitar 2 meter. Sehingga para wisatawan yang memiliki tinggi diatas tersebut harus menunduk untuk masuk ke dalamnya. Sementara untuk ukuran lebar dari Goa ini sekitar 2 meter. Di dalam Goa tersebut terdapat sebuah jalan yang memiliki bentuk huruf T. Para wisatawan akan menemukan jalan bercabang ketika memasuki kawasan wisata sejarah ini.

Gerbang Masuk ke Goa Gajah. Foto: ibalitours.com

Sejarah Goa Gajah di Bali

Goa Gajah ini sudah dikenal semenjak kepemimpinan raja Sri Dharmawangsa Wardhana Marakata Pangkajastano Tunggadewa di tahun 1022 Masehi, Raja Anak Wungsu di tahun 1053 Masehi dan juga Paduka Sri Maha Guru di tahun 1324 Masehi. Dan nama Goa ini sendiri di tulis oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365 M. Goa Gajah ini sendiri dibangun pada abad ke 11 pada masa pemerintahan Raja Sri Bedahulu. Dan di masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk, Goa Gajah ini sebagai tempat pertapaan dari San Bidadyaksa.

Sementara kisah lainnya disebutkan bahwa Goa Gajah memiliki istilah Kunjarakunjapada yang memiliki arti Asrama Kunjara. Asrama Kunjara ini adalah Asrama “Rsi Agastya” yang letaknya berada di Mysore yang ada di India Selatan. Di Mysore ini banyak gajah liar hidup bebas dan tidak terganggu. Dan Goa Gajah ini mengingatkan akan suasana di Mysore ini.

Untuk penemuan pertama kali Goa Gajah ini dilakukan oleh Hindia Belanda. Kala itu LC Heyting di tahun 1923 melakukan ekspedisi dan menemukan adanya Arca Ganesha dan juga Tri Lingga serta patung Hariti yang ada di sekitar kawasan ini. Setelah itu LC Heyting memberikannya kepada pemerintah Hindia Belanda.

Suasana di Goa Gajah. Foto: gustibali.com

Penelitian lanjutan dilakukan oleh Dr. W.F. Stutterhiem di tahun 1925. Dan di tahun 1950 situs Arkeologi Kantor Indonesia yang dipimpin oleh J.L. Krijgman melakukan penelitian lebih lanjut dan terus melakukan penggalian di situs sejarah ini. Tepatnya di tahun 1954 hingga tahun 1979. Di sini tim ekspedisi akhirnya menemukan adanya air suci kuno yang memiliki 6 patung perempuan yang memiliki pancuran di area dada. Dan diyakini bahwa pancuran perempuan ini mampu membersihkan aura yang buruk kepada para pengunjung.

Selain itu di Goa Gajah ini terdapat bangunan yang menyimpan patung Ratu Brayut atau Dewi Hariti. Dari patung ini berkisah sosok ratu yang memiliki karakter jahat. Setelah mendapatkan wejangan dari Budha, berubah menjadi baik dan sayang kepada anak-anak. Sementara di sisi kanan atas di area dinding, terdapat tulisan yang berbunyi Kumon dan Shy Wangsa. Dan tulisan ini ditulis dengan huruf kwadrat Kediri. Masih belum diketahui dengan jelas hubungan antara Goa Gajah dengan kerajaan Kediri pada masa itu. Akan tetapi menurut penelitian para ahli, Goa Gajah ini berasal dari abad ke 11 dilihat dari patung dan juga kolam air suci kuno.

Eksterior dari Goa Gajah. Foto: balisunrisetrekking.com

Wisata Sejarah Di Area Goa Gajah

Goa Gajah ini menurut sejarah awalnya berasal dari kata “Lwa Gajah.” Makna dari kata “Lwa” sendiri ditemukan di kitab Negarakertagama yang cukup terkenal di Indonesia. Di dalam kitab tersebut kata Lwa ini mempunyai arti yaitu sebuah sungai. Sementara Gajah di sini merunut kepada pertapaan bukan kepada hewan. Sehingga Lwa Gajah ini memiliki arti bahwa di sini merupakan pertapaan yang letaknya berada di tepi sungai.

Jika para wisatawan mengunjungi kawasan wisata Goa Gajah ini, di area pintu masuk para pengunjung bisa melihat adanya 2 buah patung yang berada di bagian kiri dan juga kanan dari gua tersebut. Dan patung ini diibaratkan sebagai penjaga dari gua tersebut. Sementara di area tepi mulut goa ini juga terdapat sebuah relief patung kepala raksasa. Relief patung raksasa ini bagi masyarakat Hindu Bali disebut dengan ‘Bomha.’ Relief tersebut merupakan relief wajib yang harus ada di setiap pintu masuk candi-candi yang ada di depan pura. Dan fungsi dari relief Bomha tersebut tentu saja untuk menyucikan dan juga menjernihkan pikiran bagi masyarakat sekitar yang ingin beribadah atau masuk ke dalam ruang sakral di pertapaan pura tersebut.

Patung Widyadari di Goa Gajah. Foto: gustibali.com

Suasana yang hening dan tenang bisa didapatkan oleh para wisatawan ketika memasuki gua tersebut. Lampu-lampu yang redup menerangi isi dari gua ini. Dan di sekitar sisi gua terdapat Ceruk yang biasa digunakan utuk duduk para Resi atau Budha yang sedang melakukan semedi atau tapa. Akan tetapi sekarang ceruk ini boleh digunakan para wisatawan untuk duduk dan mengabadikan momen liburan. Seperti yang disebutkan di awal bahwa di dalam gua terdapat jalan bercabang berbentuk T. Di area kiri terdapat 3 buah lingga. Sementara di area kanan terdapat arca Ganesha yang memiliki bentuk kepala gajah.

Sementara di area depan gua ini ada 7 patung bersejarah. Patung pancuran perempuan ini menghiasi area depan gua. Para wisatawan harus menuruni anak tangga untuk melihat patung ini dari dekat. Konon patung ini merupakan jelmaan dari Widydadara dan Widyadari. Posisi dari patung tersebut sangat simetris dan terbagi dengan sempurna.

Para Turis di Goa Gajah. Foto: ibalitours.com

Mengunjungi Kompleks Goa Gajah

Kawasan wisata Goa Gajah memang menyajikan kisah sejarah di dalamnya yang sangat kental. Di bagian Utara terdaapat warisan Hindu – Shivaism dan juga beberapa artefak yang bisa ditemukan di sini. Salah satunya adalah Arca Ganesha. Arca ini berada di bagian dalam dari Goa. Dalam mitologi Hindu, Ganesha ini merupakan putra dari Dewa Siva dan juga Dewi Parwati atau biasa disebut Uma. Ganesha ini memiliki peran sebagai penolak bala atau bahaya yang disebut sebagai Ganapati. Selain itu sebagai Vinayaka atau simbol kebijaksanaan. Ganesha memiliki bentuk kepala gajah dengan tubuh manusia dan terdapat 4 lengan yang membawa benda berbeda.

Di patung Ganesha ini para wisatawan bisa melihat benda Paracu yang berbentuk kapak. Benda ini menjadi simbol untuk menghancurkan bahaya dan juga kebodohan yang ada di pikiran umat manusia. Sementara benda mangkuk yang terdapat belalai di dalamnya memiliki simbol sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pendidikan dan juga peran serta ilmu pengetahuan di kalangan masyarakat.

Area Kolam di Goa Gajah. Foto: rentalmobildibali.net

Benda lainnya yang bisa dilihat dalah Patahan Taring. Benda ini mencerminkan sifat ganas atau raksasa yang sudah dikuasai dengan baik oleh manusia. Hal ini mencerminkan simbol mawas diri dan juga introspeksi. Benda terakhir yang bisa dilihat adalah Aksamala yang berarti rantai tidak terputus. Hal ini mencerminkan ilmu pengetahuan yang tidak terbatas. Hal ini dimaksudkan agar manusia terus belajar dan tidak sombong dengan pengetahuan  yang dimilikinya.

Selain Ganesha, di sini para wisatawan juga bisa melihat Patung Tri Lingga. Patung ini mencerminkan konsep Hindu Tri Murti yang terdiri dari Brahma, Siwa dan Wishnu. Patung Lingga yang besar ini dikelilingi oleh 8 lingga kecil. Dan patung-patung ini berada di satu tempat. Lingga Yoni ini memiliki simbol sebagai kekuatan dan juga kekuasan serta kesejahteraan hidup. Bisa juga kemakmuran dan kehidupan yang layak.

Pintu Masuk Goa Gajah. Foto: wisatabaliutara.com

Seperti yang sudah disebutkan di awal bahwa terdapat patung pancuran yang menggambarkan Widyadara – Widyadari. Patung-patung ini selain dipercaya sebagai jelmaan Widyadara dan Widydadari, ternyata memiliki makna lain yaitu simbol malaikat dari Surga yang memberikan kemakmuran.

Patung-patung ini akan memancarkan air ke dalam kolam. Dan biasanya air tersebut digunakan untuk upacara penyucian. Dan ritual penyucian ini diadakan setiap 210 hari menurut kalender Bali atau 6 bulan sekali. Dan air yang ada di sini memiliki makna Amerta yang berarti air kehidupan. Filosofi lain yang berbicara tentang air ini adalah Sapta Gangga yang berarti 7 sungai suci yang terdiri dari Sungai Gangga, Yamuna, Saraswati, Sindhu, Godavari dan Narmada serta Serayu.

Patung lain yang bisa ditemui di Goa Gajah ini adalah Arca Brayut atau Ratu Brayu. Patung ini menceritakan sebuah keluarga yang mempunyai anak dengan jumlah banyak. Dan ini menjadi simbol kemakmuran. Sementara cerita lainya adalah Ratu Brayut atau Dewi Hariti ini dahulu merupakan pemangsa anak-anak. Yaksa Pancika nama lainnya bersama sang suami bernama Yaksa Atawaka menjadi pemangsa anak-anak. Akan tetapi setelah bersua dengan Budha keduanya berubah.

Di Goa Gajah ini ternyata bukan hanya Hindu saja. Ada patung Buddha atau Dhyani Budha yang menjadi simbol dari Buddha Amitaba. Dengan bentuk Meditasi Tapa yang khas, para wisatawan bisa melihat patung Buddha ini di sini.

Suasana di Goa Gajah. Foto: travelonline.com

Akses Menuju ke kawasan Goa Gajah

Kawasan wisata Goa Gajah ini letaknya berada di desa Bedulu, kecamatan Blahbatuh, Ubud Gianyar – Bali. Tentu saja aksesnya cukup mudah. Jika para wisatawan berangkat dari Pura Taman Ayun, cukup menempuh jarak kurang lebih 19 Kilometer dan hanya sekitar 30 menit saja. Sementara jika berangkat dari pusat kota Denpasar, perlu waktu hingga 1 jam untuk menuju ke sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *