Pilih Spot Foto Balon Udara Atau Negeri Diatas Awan? Hanya di Goa Kreo Semarang

Posted on
Pilih Spot Foto Balon Udara Atau Negeri Diatas Awan? Hanya di Goa Kreo Semarang
Rate this post
Yang terpenting bukan seberapa indah awalnya, tapi bagaimana kita menjaga awal yang indah itu hingga akhir. by @yunias_dwi

Lokasi: Jl.Raya Goa Kreo, Gn. Pati, Kandri, Kota Semarang, Jateng 50222
Map: Klik Disini
HTM: Rp. 4.000/Orang
Buka/Tutup: 05.00 – 18.00 WIB
Telepon: 0852-9179-4931

Spot Balon Udara Terbaru, photos by @yully_s.l

Sebagai sebuah negara yang memiliki wilayah berbentuk gugusan kepulauan, tentunya di negeri kita tercinta Indonesia, memiliki banyak sekali cerita-cerita sejarah diluar kisah perjuangan para pahlawan.

Baik cerita yang berupa mitos, maupun sebuah kisah legenda yang memiliki hubungan dengan bangunan, kawasan maupun daerah tersebut.

Foto: adit220393.blogspot.co.id

Beragam kisah seperti Malin Kundang dari Sumatera, Legenda Sangi dari Kalimantan, Putri Tandampalik dari Sulawesi, Tanjung MarthaFons dari Maluku, Bali dengan Kebo Iwa ataupun Telaga Wekaburi dari Papua.

Di Pulau Jawa sendiri, tentunya sangat banyak cerita yang tak kalah menarik untuk di simak. Beberapa di antaranya seperti Tangkuban Perahu dari Jawa Barat, Goa Kreo Jawa Tengah, hingga Joko Budeg di Jawa Timur.

Naah pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai Goa Kreo yang ada di Jawa Tengah yang lekat dengan mitos para kera penjaganya. Penasaran seperti apa? Yuk simak penjelasan yang telah kami rangkum hingga akhir artikel ini.

Disana emang banyak kera, tapi penduduk sana banyak yg keratif, buktinya belakang rumah yg tadinya cuma buat tempat jemuran sekrg bisa menjadi spot foto yg bagus bgt. by @amelsekarsalon

Sekilas Sejarah

Membahas sejarah mengenai asal-usul dari Goa Kreo, tentunya tak dapat dipisahkan dari kisah Jatingaleh yang merupakan pohon yang dapat berpindah-pindah & juga Sunan Kalijaga yang konon dapat berkomunikasi dengan hewan maupun tumbuhan.

Dikisahkan pada kala itu, Sunan Kalijaga hendak membuat Saka Guru di Masjid Agung Demak dengan bahan kayu jati.

Foto: cakrawalatour.com

Namun ketika sang Sunan telah tiba di lereng bukit Gombel tempat mengambil kayu jati, ketika akan memotong pohon tersebut ternyata pohon jati itu tiba-tiba berpindah atau menghilang dengan sendirinya dari tempatnya.

Hal ini lah yang kemudian menjadi asal muasal penamaan Jatingaleh yang merupakan sebuah kelurahan di Candisari Semarang.

Melihat kayu tersebut tidak ada ditempat, maka Sunan Kalijaga pun memutuskan untuk mencari kemana kayu tersebut berpindah. Ditengah pencarian, Sunan Kalijaga tiba di sebuah dusun yang berada di tengah hutan.

Tak seberapa jauh, Sunan Kalijaga berhasil menemukan kembali pohon jati tersebut, namun sayangnya ia di hadang dengan beberapa orang yang tidak sopan / sembarang.

Setelah bertarung, akhirnya Sunan Kalijaga menyuruh orang tersebut pergi & Sunan pun kembali melanjutkan perjalanannya setelah menamai tempat tersebut JatiBarang.

Akhirnya Sunan Kalijaga berhasil menemukan kembali Jati yang ia inginkan, agar tidak kembali menghilang sebelum dipotong ia melilit batang kayu Jatinya dengan selendang.

Setelah berhasil di tebang, bekas potongannya lama kelamaan semakin membesar & akhirnya di namai JatiOmbo oleh Sunan Kalijaga.

Kayu jati yang besar-besar itupun akhirnya di hanyutkan di sebuah sungai besar agar lebih mudah di bawa ke demak, sayangnya ditengah perjalanan kayu tersebut tersangkut di antara batuan tebing & sulit digapai.

Ngintir Kalijaga di Kali Kreo, image by kopertraveler.id

Dari situ Sunan Kalijaga memutuskan untuk beristirahat & bersemedi di goa untuk mencari cara bagaimana kayu tersebut dapat sampai di demak, Goa Kreo inilah yang dipercaya menjadi tempat dimana Sunan Kalijaga bersemedi.

Setelahnya Sunan Kalijaga pun menyantap sate kambing & sisa tusukan sate tersebut di buang ke tanah yang menimbulkan suara gemerincing.

Hal ini lah yang kemudian dijadikan penamaan bagi bambu kerincing, yang lebih uniknya lagi ialah aroma yang dihasilkan dari bambu ini ketika dipatahkan akan tercium sekali bau dari daging kambing.

Tak lama, Sunan pun dikagetkan dengan kedatangan kera dengan jumlah 4 ekor, Konon kera yang datang menghampiri Sunan Kalijaga memiliki warna bulu yang berwarna-warni yakni merah, kuning, hitam & putih.

BacaJuga:  Alamat Hartono Mall Jogja, Restoran Tempat Makan + Tenant: Informa H&M Bioskop Cgv Blitz Converse Nike Uniqlo

Setelah menyampaikan maksud kedatangan mereka pada Sunan Kalijaga, akhirnya sang Sunan menyetujui penawaran bantuan dari keempat kera tersebut.

Warna-warna ini pun konon katanya memiliki arti tersendiri seperti merah yang melambangkan api yang berarti jiwa yang dipenuhi dengan keberanian, kemudian warna kuning yang menjadi lambang angin dengan maksud sebagai perlambang dari kesempurnaan.

Sementara warna putihnya sendiri menjadi lambang bagi air, yang menjadi perlambang bagi kesucian, sementara hitam mewakili lambang bagi tanah dengan maksud sebagai perlambang bagi jiwa yang penuh dengan kesadaran.

Foto: liputan6.com

Setelah proses pengambilan kayu jati tersebut selesai, Sunan Kalijaga membelah Jati tersebut dalam 2 bagian. Untuk memudahkan perjalanan, satu bagian tetap di hanyutkan hingga mencapai demak & bagian lainnya di bawa sendiri oleh Sunan Kalijaga.

Namun saat itu, empat kera tersebut meminta untuk diperbolehkan mengikuti Sunan Kalijaga. Berhubung mereka berempat bukan lah manusia, maka Sunan Kalijaga pun keberatan.

Akhirnya Sunan Kalijaga memutuskan untuk memberi empat kera tersebut lahan hutan yang ada di sekitar goa kreo sebagai bentuk balas jasa, dengan diberi wewenang untuk memelihara maupun menjaga yang dalam Bahasa jawanya yakni ngreho.

Selain di yakini sebagai cikal bakal dari penamaan goa tersebut, kera-kera yang hingga kini masih hidup & berkeliaran di kawasan Goa Kreo dipercaya merupakan para keturunan dari empat kera yang hidup pada era Sunan Kalijaga.

Di dekat goa kreo ini juga ditemukan sebuah monument batu yang dipercaya di buat oleh empat kera tersebut.

gambar by kopertraveler.id

Lokasi

Kawasan yang kini menjadi salah satu destinasi wisata yang hits di Kandri yang masih masuk kawasan kota semarang ini, terletak pada alamat Jl.Raya Goa Kreo, Kecamatan gunungpati, 13km dari pusat kota Semarang.

Dekat juga dengan objek wisata lain, seperti Lawang Sewu, Tugu Muda, Stasiun Tawang, Klenteng Sam Po Kong, Jalan Pahlawan, Simpang Lima Semarang dan Masjid Agung Jawa Tengah.

Denah lokasinya sendiri memiliki keunikan bila dibandingkan dengan goa lainnya, bila kebanyakan goa berada di tengah hutan ataupun di kaki pegunungan, maka lain hal dengan goa kreo yang berada di tengah sebuah waduk/bendungan.

Spot Foto Sakura Kekinian, photo by @yully_s.l

Keindahan

Goa Kreo yang berada di tengah waduk ini, kec. gunung pati ini menjadikannya memiliki keindahan tersendiri yang berbeda dengan goa-goa lainnya.

Pemandangan pepohonan & perbukitan sekitar yang begitu hijau nan sejuk di mata ditambah lagi dengan birunya langit & juga perairan waduk, menjadikan tempat ini memiliki daya tarik tersendiri bagi para pelancong yang hendak berwisata.

Selain itu anda akan menemukan rute dengan anak tangga yang dapat dikatakan cukup banyak dan curam, serta jembatan yang berada ditepian yang memudahkan jalan anda menuju ke Goa yang satu ini.

Tak hanya pemandangan Goa & Waduknya, di bagian utara dari Goa Kreo anda akan menemukan sebuah air terjun yang tak pernah mengering meski tengah mengalami kemarau panjang.

Hal ini disebabkan air terjun dengan air yang sangat jernih tersebut memiliki banyak sumber mata air, sehingga tak pernah surut meski dilanda kemarau.

Selain dimanjakan dengan pemandangan alam yang begitu indah, cuaca yang teduh & sejuk, anda juga akan ditemani oleh aliran sungai yang menyegarkan dari waduk yang ada di area bawah dari Goa Kreo.

Banyaknya kera ditempat ini juga menjadi salah satu daya tarik yang membuat pengunjung ingin melihatnya secara langsung & berinteraksi dari dekat.

Sebab kera-kera di tempat ini nampaknya tidak terganggu & terbiasa dengan kehadiran manusia.

Jalan Menuju Lokasi, Foto: cakrawalatour.com

Tak hanya ada Goa Kreo, tempat ini juga memiliki 1 Goa lainnya yakni Goa Landak. Goa Landak ini konon dihuni oleh Landak & Putri Landak, namun sayangnya Goa ini kini telah kosong tanpa ada satupun landak yang terlihat berlalu lalang.

BacaJuga:  Plesiran Ke Semarang, Jangan Lupa Beli Souvenir Barang Khas Ini!

Perbedaan Goa Kreo & Goa Landak ialah pada panjang lorong yang dimiliki, bila pada Goa Kreo memiliki kedalaman lorong hingga 25m. Pada kedalaman 10m dari Goa Kreo ini, anda akan menemukan rute Goa Landak yang memiliki kedalaman 30m.

Sayangnya keindahan & keunikan Goa Kreo Semarang ini, harus tercederai dengan informasi seputar korban jiwa yang sempat tenggelam di waduk Jatibarang ini.

Hal ini disebabkan perahu yang ditumpangi sempat bocor, namun alih-alih mendayung sejauh mungkin ketepian, para pemancing yang berjumlah 5 orang ini malah melompat & mencoba berenang.

Namun sayang, salah seorang di antaranya kurang mahir soal berenang sehingga harus meregang nyawa pada kedalaman 15 meter & ditambah dengan meninggalnya peserta trabas akibat dehidrasi.

Mitos & Tradisi

Menurut cerita dari warga sekitar, kawanan kera yang hidup & mengisi kawasan Goa Kreo ini jumlahnya selalu menjadi misteri karena dari dulu selalu berada di kisaran 500-650 ekor.

Masyarakat sekitar pun tak pernah menemukan bangkai bila memang ada kera yang mati di tempat tersebut, karena menurut mitos yang ada kera di tempat ini terbagi menjadi 2 kelompok yakni kelompok bawah & kelompok atas dengan masing-masing kelompok mempunyai raja.

Raja-raja kera ini biasanya sangat protektif pada anggota kelompoknya, biasanya raja kera ini seringkali tidak senang bila ada manusia yang menyentuh ataupun mengganggu anggotanya.

Sehingga tidak disarankan untuk memegang, bila ingin memberi makanan pun disarankan untuk tidak berlebihan & sebisa mungkin makanan berupa kacang-kacangan maupun buah yang masih dapat ditemui di hutan sehingga kera ini tidak melupakan kebiasaan aslinya.

Foto: flickr.com

Di kawasan Goa Kreo ini biasanya di adakan upacara yang sudah menjadi tradisi oleh masyarakat sekitar, yakni tradisi Rewanda.

Rewanda ini merupakan bentuk syukur atas hasil bumi yang di dapat secara berlimpah, sekaligus memberi makanan bagi para kera yang hidup di tempat ini, sebagai bentuk saling mengasihi antar makhluk hidup.

Makanan yang ditujukan untuk kera ini, meski selayaknya makanan yang dapat di konsumsi manusia namun dilarang untuk mengambilnya.

Karena konon katanya, ada seorang pengunjung yang mencoba melanggar dengan mengambil makanan tersebut, kemudian mengalami gangguan serta merasa aneh pada tubuhnya.

Diluar mitos yang ada, upacara ini juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi baik bagi masyarakat sekitar maupun dengan para pengunjung sehingga para wisatawan dapat terhibur.

Harga tiket masuk & Jam Operasional

Bagi anda yang ingin mengunjungi tempat ini namun takut menguras kocek, tenaang! Anda tak perlu berspekulasi berlebihan bila ingin mendatangi tempat eksotis yang satu ini.

Cukup mengeluarkan biaya sebesar 4 ribuan saja per orangnya untuk htm terbaru, anda sudah dapat berkunjung sekaligus mendapat penjagaan asuransi.

Penasaran dengan jam berapa tutup & buka dari Goa Kreo ini? untuk berkunjung ketempat ini sendiri, waktunya cukup fleksibel.

Anda dapat mulai berkunjung ke Goa Kreo Semarang mulai dari jam buka yakni pada pukul 5 pagi & tutup pada pukul 6 sore WIB, sehingga anda tidak perlu terburu-buru & takut keburu tutup untuk datang ke sini.

Foto: slamsr.com

Fasilitas dan Festival

Selain memiliki pemandangan yang indah & juga air yang menyegarkan, anda juga dapat menikmati beberapa fasilitas yang tersedia untuk melengkapi liburan anda di tempat yang satu ini.

Di Goa Kreo Semarang ini, selain dapat menambah wawasan & menikmati pemandangan di dalam Goa, anda juga dapat menaiki speedboat untuk berkeliling waduk Jatibarang.

Wahana Speedboat Perahu Waduk Jatibarang Ramai Pengunjung, photo by indonesiaku.win

Selain speedboat, di Goa Kreo ini anda juga bisa berfoto dengan tampilan yang instagenik yakni pada fasilitas negeri diatas awan.

Di fasilitas yang satu ini anda bisa berfoto selayaknya berada di atas sebuah awan yang terbuat dari busa berwarna putih & berbahan halus dengan latar belakang pengambilan gambar yakni pemandangan yakni Waduk Jatibarang.

BacaJuga:  10 Gambar Candi Arjuna Dieng, Tiket Wisata, Rute Menuju Lokasi + History Peninggalan Sejarah
Bisa dibilang, piknik itu vitamin untuk daya tahan tubuh supaya lebih fresh menghadapi skenario kehidupan, by @rischavidi___

Di tempat ini juga tersedia gardu pandang berbentuk love yang semakin melengkapi fasilitas untuk berselfie ria.

Diluar dari fasilitas yang ada, di Goa Kreo Semarang ini juga biasanya di adakan Festival Durian seperti yang dilakukan pada februari silam.

Menurut info yang kami dapat, panitia menyediakan 20 ribu durian dari ratusan pedagang & petani yang tak hanya berasal dari kota semarang namun juga berasal dari daerah lainnya di pulau jawa, bahkan juga dari daerah diluar pulau jawa seperti Sumatera & Kalimantan.

Cara Menuju ke Goa Kreo Semarang

Bagi anda yang ingin berkunjung ke Goa Kreo Semarang ini, rute yang akan anda tempuh cukup mudah. Bagi anda yang datang dari arah ungaran, dapat mengarah menuju pertigaan Jl.Diponegoro & berbelok kearah kanan.

Dari situ anda tinggal mengikuti jalur & berbelok kiri di polsek ungaran, kemudian berbelok kembali ke kanan saat tiba di perempatan menuju Jl.Kartini.

Dari situ anda tinggal terus mengikuti jalan & baru berbelok menuju ke Jln Raya Manyaran-Gunungpati dengan patokan M.I Al-islam Gunungpati.

Terus mengikuti jalan hingga menemukan tikungan ke arah kiri dengan nama Jl Raya Goa Kreo hingga tiba di tujuan.

Sementara bagi anda yang berkendara dari Salatiga, dapat mengikuti rute menggunakan Jl.Semarang-surakarta.

Terus saja mengikuti jalan hingga menemukan tikungan ke kiri menuju Jl.Cempaka III & berbelok kembali ke kanan menuju Cempaka I & ke kanan sekali lagi untuk kembali ke Jl.Diponegoro.

Dari situ anda dapat terus mengikuti jalan & baru berbelok ke kiri di Jl.Slamet Riyadi, terus ikuti Jl.Slamet Riyadi hingga tiba di Jl.Kartini & ikuti rute yang sama seperti rute di atas.

Sementara untuk anda yang berkendara dari Kalibanteng, cukup mengambil arah ke Jl.Abdul Rahman Saleh & terus ikuti jalan yang mengarah ke Gunung Pati.

Selepas anda tiba di Desa Sadeng, anda akan menemukan Desa Wisata Kandri yang ditulis pada sebuah gerbang. Dari situ ini belok ke kanan & ikuti rute yang bagi para pesepeda akan sangat menantang dengan trek berupa jalur naik-turun.

Untuk lebih mudahnya, anda dapat menggunakan aplikasi peta jaman now yang mengandalkan keakuratan Gps & paket data tentunya seperti google maps.

Cukup masukan lokasi anda dengan fitur lokasi di smartphone anda & masukan tujuan pada aplikasi tersebut, maka map akan otomatis memberi rute tercepat & menghindari kemacetan bila memungkinkan untuk tiba di tujuan yang anda inginkan dengan waktu tempuh yang lebih cepat.

Jadi, tunggu apalagi? Yuk kunjungi tempat yang bersejarah ini & tambah wawasan anda mengenai sejarah Goa Kreo & hubungannya dengan Sunan Kalijaga serta 4 kera & keturunannya yang hingga kini tetap setia dengan titah dari sang Sunan.

Yuk visit Goa Kreo! Yuk visit Semarang!

Semua catatan di atas adalah data terakhir pada saat tulisan ini dibuat. Jika ada perubahan terbaru yang Kamu ketahui, silakan informasikan kepada kami pada kolom komentar di bawah ini ya. Begitu juga jika ada yang salah, punya kritik dan saran. Terima kasih.

4 thoughts on “Pilih Spot Foto Balon Udara Atau Negeri Diatas Awan? Hanya di Goa Kreo Semarang

  1. sangat menarik untuk di kunjungi selain tempatnya baguus cocok untuk dio jadikan destinasi wisata selanjutnya

  2. nicee
    ternyata admin ni punya jiwa traveleing sangat tinggi
    hahaa
    artikelnya lengkap banget min
    saya jadi tertarik buat berkunjung kesanaaa
    iziin share artikelnya min

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.