Sejarah Gunung Api Purba Nglanggeran Lokasi Yogyakarta : Wisata Camping Puncak

Posted on
Harga tiket masuk gunung kidul kawasan ekowisata sejarah gunung api purba nglanggeran lokasi yogyakarta puncak wisata camping misteri obyek patuk alam ketinggian wonosari rute
Gunung Api Purba Nglanggeran, Foto: sobatjogja.com

Lokasi: Nglanggeran, Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55862
Map: KlikDisini
HTM:
Rp.15.000 siang hari | Rp.20.000 malam hari | Rp.30.000 wisatawan asing
Buka/Tutup: 24 jam
Telepon: 081802606050

Gunung Api Purba Nglanggeran adalah salah satu gunung di Daerah Istimewa Yogyakarta. Gunung yang memiliki tinggi sekitar 700 meter dari permukaan laut dan suhu udara rata-rata 23 derajat celsius sampai 27 derajat celsius ini dulunya pernah berstatus sebagai gunung api aktif, tepatnya sekitar 60-70 tahun silam. namun seiring berjalannya waktu dan proses alam kini gunung ini resmi di nyatakan tidak aktif.

Eksotisme Gunung Api Purba Nglanggeran, Foto: piknikasik.com

Meski memiliki nama “Gunung”, jika kalian mengamati Gunung Api Purba Nglanggeran tidaklah berbentuk seperti gunung kebanyakan. Gunung satu ini lebih menyerupai bukit batu raksasa yang di tumbuhi beraneka flora di sekitarnya. Menurut penelitian Gunung Nglanggeran yang lebih mirip bukit ini adalah puncak dari gunung api merapi.

Gunung Nglanggeran sendiri berasal dari gunung api yang berada di dasar laut, gunung api ini lalu terangkat oleh proses alam dan kemudian menjadi daratan sekitar jutaan lalu. Puncak dari gunung tersebut adalah Gunung Gedhe yang memiliki tinggi sekitar 700 meter dari permukaat laut dan luas kawasan yang mencapai 48 hektar.

Manjakan Mata Dengan Wisata Gunung Api Purba Nglanggeran Yang Mempesona, Foto: bisniswisata.co.id

Gunung Api purba Nglanggeran terletak di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul yang berada dengan deretan Pegunungan Baturagung. Seiring berjalanya waktu kawasan gunung ini menjadi salah satu obyek wisata berkonsep ekowisata unggulan Daerah Istimewa Yogyakarta. Keindahan yang terdapat pada tempat ini kini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta alam maupun mereka yang memiliki hobi mendaki gunung.

Rute menuju Gunung Api Purba Nglanggeran

Untuk kalian yang ingin berkunjung ke Gunung Api Purba Nglanggeran ada 3 jalur yang bisa di lalui. Pertama jika kalian dari Wonosari bisa melewati Bunderan Sambipitu, setelah itu ambil jalur kanan ke arah Dusun Bopung yaitu Dusun yang menjadi pusat kerajinan topeng, kemudiian dari Bopung kalian bisa menuju Desa Nglanggeran.

Pemandangan Menakjubkan Dari Atas, Foto: lihat.co.id

Jalur kedua yaitu dari Yogyakarta. Sesampainya di pusat kota jogja kalian bisa menuju Bukit Bintang Patuk, setelah itu menuju Radio GCD FM, Sampai di Radio ambilah jalur kiri atau belok kiri hingga sejauh 7 kilometer ke arah Desa Ngoro-ngoro yaitu lokasi beberapa stasiun transmisi, terakhir menuju Desa Nglanggeran hingga sampai bertemu Pendopo Joglo Kalisongo atau Gunung Ngalnggeran.

Jalur ketiga dari arah Utara menuju jalur pertigaan Bendogantungan di Klaten menuju arah Selatan melewati RS Jiwa Koloni Soedjarwadi, lalu melewati pasar dan Kecamatan atau Tugu Wedi, Pesu, Mawen, Teluk, Jogoprayan, Tumpang, Sampang dan kemudian melewati jalan menanjak menuju arah Baturagung, jarak tempuh yang harus di lalui dari Bendogantung menuju lokasi kira-kira sekitar 20 kilometer.

Cocok Untuk Para Pendaki, Foto: panduanwisatajogja.com

Akses jalan ke lokasi terbilang cukup mulus, karena hampir semua jalan menuju kawasan sudah teraspal dengan baik. Dan untuk kalian yang ingin datang di objek wisata Gunung Api Purba Nglanggeran di sarankan menggunkan kendaraan pribadi atau menyewa kendaraan seperti mobil atau motor, pasalnya saat ini belum terdapat jalur untuk angkutan umum menuju lokasi gunung.

Sejarah Gunung Api Nglanggeran

Nama Nglanggeran berasal dari kata nglaggar atau dalam bahasa Indonesia melanggar. Terdapat banyak cerita sejarah yang berhubungan atau di kaitkan dengan Gunung Api Nglanggeran. Hampir semua cerita mengenai legenda gunung ini di amini oleh warga sekitar. Salah satu cerita yang paling terkenal yaitu kemurkaan seorang Dalang yang mengutuk warga desa.

Konon menurut cerita masyarakat sekitar, pada ratusan tahun yang lalu,  penduduk desa yang di dominasi petani mengundang seorang dalang yang cukup terkenal pada masa itu untuk mengadakan pesta syukuran hasil panen. Namun ada beberapa warga desa yang melakukan tindakan ceroboh, mereka memainkan wayang yang di bawa si dalang, dan ketika sedang asyik memainkannya tanpa sengaja ada warga yang merusak wayang si dalang.

Pesona Alam Gunung Api Purba, Foto: zhwart.xyz

Singkat cerita, ketika dalang mengetahui wayang bawaanya telah di rusak oleh beberapa warga sekitar, murkalah si dalang dan hingga akhirnya mengutuk warga desa setempat menjadi sosok wayang lalu di buang ke Bukit Nglanggeran.

Di sekitar kawasan gunung juga terdapat beberapa batuan besar yang biasa di jadikan sebagai tempat bersemedi atau bertapa. Sebagian warga sekitar percaya bahwa Gunung Nglanggeran di jaga oleh Kyai Ongko Wijoyo dan tokoh pewayangan Punokawan yaitu Semar, Petruk, Gareng dan Bagong.

Misteri Gunung Api Purba Nglanggeran

Selain sejarahnya yang menarik Gunung Api Purba Nglanggeran juga menyimpan misteri yang belum banyak orang ketahui. Misteri tersebut mengenai pemukiman yang hanya di isi oleh 7 kepala keluarga. Keanehan ini terjadi di Tlogo Mardidho, Dusun Nglanggeran Wetan, Desa Nglanggeran, kecamatan Patuk, tepat di atas puncak Gunung Nglanggeran.

Misteri keanehan 7 Kepala Keluarga ini berawal dari sering terjadinya kematian pada warga ke 8 yang mencoba menjadi warga tetap di desa setempat. Begitupun sebaliknya, jika penduduk di desa tersebut kurang dari 7 kepala keluarga maka sisa keluarga atau warga setempat akan di serang berbagai penyakit yang berujung pada kematian.

Sunset Yang Indah, Foto: reservasi.com

Dari kisah inilah warga setempat percaya dan meyakini bahwa di dusun setempat hanya boleh di huni oleh 7 Kepala Keluarga tidak boleh lebih maupun kurang. sedangkan untuk anggota keluarga yang anaknya menikah dan memiliki anggota keluarga baru, maka mau tidak mau salah satu anggota keluarga harus mengalah atau pergi dari dusun tersebut. Kebanyakan mereka yang baru menikah memilih pindah dari Dusun Nglanggeran dan membangun keluarga kecil di dusun yang berada di bawah lereng Gunung Api Purba Nglanggeran.

Pesona Gunung Api Purba Nglanggeran

Tidak hanya cerita sejarah dan misterinya yang menarik, Gunung Api Purba Nglanggeran juga menawarkan pesona alam yang sangat luar biasa indah. Tidak heran jika kawasan ini pernah di jadikan sebagai salah satu lokasi film dokumenter berjudul Jendral Soedirman yang di bintangi oleh aktor ternama tanah air yaitu Adipati Dolken.

Pertama kali melewati pintu masuk mata kita akan langsung di suguhi dengan bangunan Pendopo Joglo Kalisongo. Setelah itu berjalan mendaki melalu jalan setapak kita akan langsung bisa melihat 3 Gardu Pandang, yaitu gardu pandang rendah, intermediate dan tentu gardu pandang yang berada paling puncak.

Suasana Purba Sangat Terasa, Foto: telusurindonesia.com

Gunung yang tersusun oleh  fragment material vulkanik yang sudah tua ini berangsur-angsur menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Terbukti pada 19 September 2015 lalu UNESCO menetapkan Desa Nglanggeran dan Gunung Api Purbanya sebagai Kawasan Global Geopark Network dan pada tahun 2016 Kementerian Pariwasata menunjuk Gunung Api Purba ini sebagai salah satu wakil Indonesia untuk mengikuti ajang UNWTO.

Gunung Api Nglanggeran dengan program Nglanggeran Edu Village for tourism berhasil menjadi kandidat di kategori Innovation in Non-Govermental Organization, bersamaan dengan keempat perwakilan Indonesia lainya. Pada waktu itu Gunung ini bersaing dengan 154 negara, 7 wilayah dan lebih dari 400 anggota afiliasi perwakilan sektor wisata, lembaga pemerintahan, dan otoritas pariwasata lokal.

Terlepas dari semua keunggulan di atas Gunung Api Purba Nglanggeran juga menawarkan sunrise dan sunset untuk siapa saja yang mengunjunginya. Untuk bisa menikmati keindahan ini kalian di sarankan untuk datang pada pukul 05.00 – 06.30 WIB dan sore hari sekitar pukul 16.30 – 18.00 WIB.

Untuk  bisa mencapai puncak gunung di butuhkan waktu sekitar 1-1,5 jam dengan medan yang di lalui tidak begitu sulit namun tetap harus berhati-hati dan waspada, karena trek  yang akan kalian lalui cukup terjal dan berbatu. Para pengelola telah menyiapkan beberapa tali dan peralatan keamanan lainya untuk memudahkan para wisawatan atau pendaki melalui medan tersebut.

Di sepanjang jalan menuju puncak kalian akan melewati lorong-lorong bebatuan yang terbilang sempit, dan di salah satu lorongnya terdapat sebuah bongkahan batu yang cukup besar tersangkut di atasnya. Keunikan dari batu ini juga menjadi salah satu daya tarik bagi pendaki.

Selama pendakian di ketinggian sekitar 500 meter dari permukaan laut, kalian akan menjumpai embung atau bendungan yang memiliki luas sekitar lima ribu meter persegi. Embung ini di fungsikan sebagai tempat penampungan air hujan.  Nantinya air hujan ini akan di alirkan untuk mengairi kebun buah yang ada di sekitar kawasan gunung.

Hijaunya Pemandangan dari Puncak Gunung Api Purba, Foto: wisataku.net

Setelah dari bendungan kalian akan menemukan area camping yang tidak jauh mengarah ke hutan kecil. Di area ini biasa di gunakan para pecinta alam untuk mendirikan tenda lalu bermalam sembari melihat jutaan bintang yang bertaburan di langit malam Gunung Api Purba Nglanggeran.

Di puncak gunung Nglanggeran juga terdapat sebuah mata air yang tidak pernah kering yang memiliki nama Sumber Air Comberan. Menurut cerita warga sekitar, mata air ini dapat membuat siapa saja awet muda dengan cara membasuhkan air ke muka. Selain Sumber Air Comberan ternyata Gunung Api Purba Nglanggeran memiliki beberapa gunung lagi di dalamnya, berikut nama-nama gunung tersebut.

  • Gunung Gedhe
    Dari namanya kita sudah bisa menembak bahwa gunung ini adalah gunung terbesar di antara pegunungan yang terdapat di dalam Gunung Api Purba Nglanggeran. Di gunung ini para wisatawan atau pendaki banyak melakukan kegiatan seperti berkemah, pasalnya dari atas gunung ini kita hampir bisa melihat keseluruhan panorama alam yang begitu indah dan mempesona.
  • Gunung Blencong
    Blencong adalah sebuah nama alat penerangan jaman dulu berbahan bakar minyak kelapa. Nama Blencong di sematkan pada gunung ini karena menurut warga sekitar bentuk gunung ini menyerupai Blencong yang di gunakan untuk lampu penerangan oleh Kyai Ongko Wijaya beserta Punokawan.
  • Gunung kelir
    Gunung yang memilik bentuk kelir ini di yakini oleh masyarakat sebagai tempat tinggal Kyai Ongko Wijaya dan Punokawan.
  • Gunung Bongos
    Gunung Bongos memiliki warna hitam pekat seperti arang. Konon dulunya gunung ini di jadikan tempat Kyai Ongko Wijoyo dan Punokawan meletakan Blencong atau lampu penerangan.
  • Gunung Buchu
    Menurut cerita yang menyebar, dulunya gunung ini merupakan puncak dari Gunung Merapi yang di pindahkan oleh Punokawan. Gunung tersebut di bawa menuju Desa Kemadang Gunung Kidul dengan cara di Pikul menggunakan kayu jarak. Para pecinta alam sering menggunakan tempat ini sebagai arena panjat tebing. Bentuknya yang lancip menjadi tantangan tersendiri bagi kalian yang memliki hobi sebagai pemanjat tebing.
  • Tlogo Wungu
    Tlogo wungu ini hanya dapat di lihat oleh orang-orang yang berhati bersih dan melakukan prihatin atau tirakat. Konon tlogo yang terletak di sebelah timur gunung nglanggeran ini merupakan tempat pemandian para bidadari, dan bagi siapa saja yang pernah melihat tlogo wungu ini akan mendapatkan chanting emas beserta tlundak emas.
  • Tlogo Mardhido
    tlogo ini di yakini sebagai tempat pemandian kuda-kuda Sembrani tunggangan para bidadari. Percaya atau tidak di tlogo ini pula terdapat bekas tapak kaki kuda Sembrani yang membekas di sebuah batu.
  • Pamean Gadhung
    Kawasan yang di huni oleh banyak monyet, kelelawar dan ular ini mempunyai mitos bahwa ujung dari pohon gadhung sampai ke puncak gunung merapi.

Harga Tiket Masuk

Bagi kalian yang berkunjung di Gunung Api Purba Nglanggeran akan di kenakan biaya retribusi sebesar Rp.15.000 di siang hari dan Rp.20.000 di malam hari, sedangkan untuk wisatawan asing pengelola membebankan harga tiket masuk sebesar Rp.30.000. harga yang terbilang sangat murah di bandingkan dengan keindahan alamnya.

Indahnya Pemandangan Dari Atas, Foto: backpackerjakarta.com

Fasilitas dan Kegiatan

1.Jalur Pendakian
2.Camping Ground
3.Home Stay
4.Fasilitas MCK
5.Tempat Ibadah
6.Pusat Kuliner dan Oleh-oleh
7.Balai Pertemuan
8.Posko Kesehatan
9.Pusat Informasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *