Gunung Papandayan Garut, Pesonanya Bikin Betah

Diposting pada
Berfoto di hutan mati, gambar by @dindiclaudiaa

Lokasi: Karamat Wangi, Cisurupan, Garut Regency, West Java
Maps: Klik Disini
HTM: Rp.30.000
Buka Tutup: 24 Jam

Indonesia memiliki keindahan alam yang luar biasa. Ada banyak kawasan wisata alam yang bisa ditemukan di sini.

Bahkan di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta sendiri memiliki keindahan alam yang siap memanjakan para wisatawan yang berlibur ke negeri khatulistiwa ini.

Garut menjadi salah satu kota di Jawa Barat atau Jabar yang mempunyai pesona kawasan wisata alam nan eksotis.

Salah satunya adalah Gunung Papandayan yang memiliki keindahan alam serta pesona alam yang tidak boleh terlewatkan begitu saja.

Gunung Papandayan ini menjadi salah satu kawasan wisata alam di kota Garut atau lebih tepatnya beralamat di Karamat Wangi ini yang bisa dinikmati oleh para wisatawan. Bahkan tidak jarang para pendaki pemula hiking atau mendaki gunung tersebut. Ada banyak hal yang bisa ditemukan di gunung ini.

Jalur pendakian. Foto: nationalgeographic.com

Mengenal Gunung Papandayan

Kawasan wisata Gunung Papandayan ini menjadi salah satu gunung yang menjadi incaran para pendaki selain gunung Cikuray yang juga terletak di Garut, Jawa Barat ini.

Kedua gunung ini merupakan gunung berapi yang sangat spektakuler dan juga memiliki suasana alam yang tidak akan membuat para wisatawan merasa bosan.

Ada 5 aspek yang bisa dinikmati oleh para pendaki ketika mendaki Gunung Papandayan tersebut. Letak dan lokasi dari Gunung Papandayan ini memang sangat mudah untuk dijangkau.

Banyak para pendaki terutama para pendaki pemula melakukan pendakian ke Gunung Papandayan. Gunung ini sangat pas bagi para wisatawan yang ingin mendaki gunung dan mendapatkan pengalaman serta ingin membuat catatan perjalanan atau catper untuk blog dan situs ketika mendaki gunung.

Gunung Papandayan sangat pas dikunjungi ketika musim kemarau hingga bulan September. Untuk hari ini atau di musim hujan Gunung Papandayan ini lebih sering diguyur hujan.

Apalagi cuacanya akan jauh lebih dingin. Sehingga jalur pendakian akan sangat licin dan juga bisa membahayakan para pendaki yang hendak menuju ke puncak Gunung Papandayan tersebut.

Pesona Gunung Papandayan ini memang sangat cocok bagi para pemula dan juga bagi para pendaki yang ingin bersantai dan camping di area base camp yang bernama camp david di Gunung Papandayan tersebut.

Pasalnya jalur pendakian ke area perkemahan ada yang relatif lebih ringan. Meski ada cerita misteri, horor, mitos, legenda hingga kisah angker di Gunung Papandayan ini, tetap saja gunung ini memiliki kesan tersendiri di kalangan para wisatawan yang berlibur ke kawasan wisata ini.

Hari ini, Foto: jelajahgarut.com

Sejarah dan Cerita

Gunung Papandayan ini terletak di Kabupaten Garut, provinsi Jawa Barat. Dan tentu saja gunung ini menjadi salah satu gunung yang bisa dikunjungi di Garut selain Cikuray.

Tentu saja di setiap gunung yang berada di Indonesia ini pasti mempunyai cerita sejarah dan juga legenda yang menyelimutinya.

Salah satunya adalah mengapa nama gunung ini disebut Papandayan. Penamaan dari gunung tersebut tentu membuat para pendaki penasaran dari proses atau latar belakang dari nama gunung ini.

Biasanya nama dari gunung tersebut tidak jauh dari kisah mistis dan juga hal gaib lainnya. BIsa jadi adanya kisah sejarah dan legenda yang sangat terkenal di daerah tersebut.

Begitu juga dengan Gunung Papandayan tersebut. Gunung berapi yang termasuk ke dalam kategori strato 2 ini memang mempunyai kisah tersendiri.

Gunung yang mempunyai ketinggian mencapai 2.665 meter di atas permukaan laut atau dikenal dengan mdpl ini memang mempunyai kisah sejarah yang berhubungan dengan mitos.

Ternyata kisah sejarah dan legenda mengenai asal usul dan juga awal mula penamaan Gunung Papandayan ini tidak terlalu diketahui oleh banyak orang.

Para penduduk atau masyarakat yang hidup di sekitar Gunung Papandayan tersebut tidak mengenal dan juga mengetahui kisah sejarah yang melekat di gunung tersebut.

Sementara menurut beberapa sumber dan juga cerita serta info dari para masyarakat yang mengetahui cerita tersebut, pada awalnya ada sekelompok warga yang hidup di sekitar Gunung Papandayan yang mendengar suara gaib setiap hari.

Dan selalu melintas di sekitar gunung tersebut. Suara ini sangat mirip dengan suara besi yang dipukul.

Masyarakat sempat mengira ada seorang tukang pandai besi yang ketika itu sedang membuat perkakas. Akan tetapi tidak ada satupun masyarakat di Gunung Papandayan yang memiliki profesi tersebut.

Puncak Sunrise. Foto: sharetempatwisata.com

Alhasil muncul perkiraan bahwa suara tersebut datang dari mahluk gaib. Setelah diusut dan diteliti lebih lanjut lagi ternyata suara tersebut keluar dari area kawah yang terdapat di Gunung Papandayan.

Suara yang dihasilkan oleh kawah Gunung Papandayan ini memiliki suara yang mirip dengan suara kala si pandai besi sedang membuat perkakas akhirnya dinamakan Gunung Papandayan.

Nama Papandayan sendiri berasal dari bahasa Sunda yaitu “Panday” yang memiliki arti orang yang berprofesi sebagai pandai besi.

Sayangnya kisah mengenai sejarah tersebut memabu belum bisa dijelaskan secara rinci dan juga detail. Pasalnya tidak ada prasasti dan juga kisah asli dari pemuka masyarakat di Gunung Papandayan tersebut.

Akan tetapi cerita ini terus berkembang dan juga dipercaya oleh masyarakat yang hidup di sekitar kawasan wisata Gunung Papandayan tersebut.

Yang cukup menarik adalah ternyata Gunung Papandayan ini masih memiliki status Gunung Api aktif. Bahkan dari jaman penjajahan Belanda hingga sekarang gunung ini masih aktif. Sama halnya dengan Gunung Merapi dan Bromo.

Bahkan beberapa waktu lalu sempat naik statusnya dari normal menjadi waspada dan siaga. Area kawahnya sendiri menyemburkan asap panas dan juga membuat lubang baru yang disebabkan letusan dan juga erupsi yang sempat terjadi beberapa kali.

Ketika meletus dan erupsi, Gunung Papandayan ini ditutup untuk umum. Pasalnya kondisi sangat berbahaya dan juga terjadi kebakaran hingga membuat kawasan hutan di sekitar gunung terbakar. Hutan ini menjadi hutan mati sekarang ini.

Taman Edelweis. Foto: penabiru.com paket wisata

Rute Lokasi

Kawasan wisata Gunung Papandayan ini berada di kecamatan Cisurupan, Kabupaten . Letaknya sendiri tidak terlalu jauh dari pusat kota Garut.

Dan bisa diakses dengan mudah dari berbagai kota seperti Cirebon, Bogor, Bandung dan juga Jakarta. Akses menuju ke kawasan wisata ini sudah sangat bagus dan juga sudah mudah dilalui oleh para wisatawan.

BacaJuga:  10 Makanan Khas Garut Ini Cocok Banget Buat Dijadikan Oleh Oleh

Ada banyak alat transportasi yang bisa digunakan untuk menuju ke kawasan wisata alam ini. Bisa menggunakan kendaraan pribadi dan juga kendaraan umum.

Biasanya para pendaki akan menggunakan angkutan umum untuk menuju ke kawasan wisata Gunung Papandayan tersebut. Bagi para wisatawan yang ingin menuju ke Gunung Papandayan tersebut bisa menuju ke Cisurupan yang memiliki rute ke arah Pasar Santolo.

Setelah sampai di kecamatan tersebut, bisa menuju ke jalur ke Gunung Papandayan yang berada di pinggir Mesjid Agung Cisurupan. Jaraknya hanya 30 km dari pusat kota Garut.

Sementara jika ingin memakai jasa angkutan umum, bisa memakai angkutan kota jurusan Cisurupan dengan warna putih – biru. Angkutan kota ini berangkat dari terminal Garut.

Dan akan bergenti di alun-alun Cisurupan. Setelah sampai di sana bisa menyewa ojek atau bisa ikut masyarakat sekitar dengan menggunakan pick up dan juga angkutan kota yang disewa ke lokasi pendakian.

Sedangkan bagi yang membawa kendaraan pribadi, bisa memarkirkan kendaraan di area parkir yang sudah tersedia di Gunung Papandayan tersebut.

Area parkirnya sangat luas dan mudah diakses oleh para wisatawan. Jika takut tersesat, bisa menggunakan aplikasi Google Map yang akan memberikan akses peta dan denah ke arah Gunung Papandayan tersebut.

Untuk masuk ke kawasan wisata Gunung Papandayan ini para pengunjung harus membayar tiket masuk dengan harga sebesar Rp. 30.000,- dan ini belum termasuk untuk menginap dan berkemah di kawasan base camp.

Belum termasuk juga dengan tiket parkir dan lain-lain. Lalu jam berapa operasional dari Gunung Papandayan ? Kawasan wisata ini bisa diakses 24 jam. Para wisatawan bisa meminta contact person atau CP dari pengelola kawasan wisata ini.

Hutan Mati. Foto: piknikasik.com

Apa Saja Keunikannya

Kawasan wisata Gunung Papandayan ini memiliki keunikan dan pesona tersendiri dimana bisa memanjakan para wisatawan yang berlibur ke kawasan wisata tersebut.

Rata-rata wisatawan yang datang ke kawasan wisata ini mengincar area kawah yang menyajikan view atau gambar pemandangan yang indah. Tidak heran menjadi incaran para turis.

Di Gunung Papandayan tersebut terdapat 4 kawah yang terbentuk akibat letusan dan juga erupsi dari Gunung Papandayan ini beberapa waktu lalu.

Kawah yang bisa dikunjungi adalah Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Nanglak, dan juga Kawah Manuk. Semua kawah ini memancarkan uap dengan bau belerang yang menyengat.

Para wisatawan biasanya mengunjungi kawah untuk melihat keindahan alam dan juga menikmati suasana yang ada di sini. Akan tetapi jangan terlalu lama berada di area kawah tersebut. Pasalnya bau belerang yang menyengat ini memang sangat kental. Apalagi kandungan belerangnya cukup tinggi.

Selain kawah, pesona dan keunikan lain yang dimiliki oleh Gunung Papandayan ini adalah adanya Curug Papandayan. Bagi yang sering naik gunung, tentu kawasan curug menjadi salah satu oase dan juga hiburan tersendiri.

Dan letaknya sendiri tersembunyi serta tidak diketahui oleh para wisatawan. Dan disinilah keunikan dari curug Papandayan tersebut.

Menemukan curug ini tentu saja bisa menjadi salah satu pengalaman yang bermanfaat dan juga menarik. Di Curug ini para wisatawan bisa menikmati keindahan dan eksotisme yang ditawarkan oleh kawasan wisata Gunung Papandayan tersebut.

Para pengunjung dan pendaki bisa mandi dan juga berenang di sekitar kawasan curug. Akan tetapi harap berhati-hati, pasalnya suhu air bisa mencapai di bawah 10 derajat Celcius. Cukup dingin bukan ?

Menurut catatan sejarah bahwa kawasan Gunung Papandayan ini sudah pernah meletus hingga 4 kali. Yang pertama terjadi pada tanggal 12 Agustus 1772.

Letusan ini merupakan letusan yang paling besar dan dahsyat. Bahkan letusan ini membuat sekitar 40 desa hancur dengan mengakibatkan korban jiwa sebanyak 2.957 orang menurut catatan.

Dan di sekitar daerah Papandayan ini tertutup longsor dan awan panas. Erupsi selanjutnya terjadi pada tanggal 11 Maret 1923. Erupsi dan letusan ketiga terjadi pada tanggal 15 Agustus 1942. Dan yang terakhir adalah pada tanggal 11 November 2002.

Dengan kejadian erupsi dan juga letusan tersebut, maka tercipta kawah dan juga sumber air panas. Sumber air panas ini lokasinya berdekatan dengan kawah yang ada di sekitar Gunung Papandayan tersebut. Sayangnya tidak banyak para wisatawan yang mengetahui lokasi dan juga letak dari sumber air panas tersebut.

Di dekat kawah ini memang ada area yang khusus berisi sumber air panas. Dan letaknya sendiri berada di perbatasan Blok Cigenah. Di blok Cigenah dan juga sumber air panas ini para wisatawan bisa mandi air panas dan juga berendam di kolam tersebut.

Air panas ini memiliki kandungan belerang yang masih relatif lebih aman untuk tubuh. Dan tentu saja memiliki khasiat yang sangat hebat. Kandungan belerang di Gunung Papandayan ini mampu menyembuhkan aneka macam penyakit kulit.

Meletus. Photo: borukaro.com

Selain kawah dan sumber air panas, ternyata di Gunung Papandayan ini memiliki kawasan hutan mati. Hutan ini adalah area hutan lindung yang berada di kawasan kaki gunung.

Dan hutan ini sangat unik dan juga misterius. Kawasan Hutan Mati ini bisa ditemui oleh para wisatawan ketika berkemah di sekitar area Pondok Saladah yang merupakan base camp untuk para pendaki dikala harus menginap dan bermalam.

Dari Pondok Saladah menuju ke Padang Edelweis Tegal Alun ini para wisatawan bisa bertemu dengan hutan mati. Hutan Mati ini memang sangat menarik.

Meski hanya diisi oleh batang pepohonan  yang mati, akan tetapi masih berdiri kokoh meski tidak memiliki daun.

Hingga sekarang memang belum ada yang bisa membahas dan mengurai mengenai rahasia bagaimana pohon tersebut masih kokoh meski sudah gosong dan juga terbakar. Tidak salah jika hutan mati ini menjadi tempat yang pas untuk berfoto.

Di sekitar Gunung Papandayan ini terdapat Padang Edelweis Tegal Alun. Para wisatawan bisa melihat keindahan bunga edelweis atau eidelweis yang tumbuh dengan sempurna di Gunung Papandayan ini.

Apalagi warnanya yang semakin membuat menarik kawasan wisata tersebut. Akan tetapi para wisatawan tidak boleh memetiknya. Sangat dilarang memetik bunga edelweis di Gunung Papandayan ini.

Salah satu keunikan lainnya yang bisa ditemukan di gunung ini adalah adanya babi hutan. Tidak jarang para wisatawan akan menemukan babi hutan di sekitar Gunung Papandayan tersebut. Dan biasanya babi hutan ini berkeliaran dan juga berada di sekitar area kawah.

BacaJuga:  8 Homestay Terbaik di Garut Yang Bagus Mulai 75 Ribu Saja Per Malam

Dan ketika bertemu jangan sekali-kali mengganggu. Pasalnya babi hutan ini bisa membalas perlakuan para wisatawan dan pendaki.

Tak perlu sampai puncak. Yang penting bisa menikmati alam dengan santai, gambar by @viaputrisilviani_

Pengalaman Yang Didapatkan

Berlibur dan mendaki Gunung Papandayan ini memang sangat menarik. Bagi para pendaki, Gunung Papandayan ini enak untuk didaki.

Pasalnya trek yang ada di kawasan wisata ini mempunyai jalur yang landai. Tentu sangat mudah bagi para pemula untuk mengukur dan juga mengetahui kemampuan diri ketika mendaki ke Gunung Papandayan tersebut.

Gunung Papandayan ini memang sangat pas bagi para pendaki pemula dan juga para wisatawan yang manja. Papandayan memang memberikan pengalaman yang menarik ketika mendaki gunung.

Ditambah lagi pemandangan dan juga panorama yang ditawarkan memang sangat indah dan mengagumkan. Tidak salah jika Gunung Papandayan ini menjadi daya tarik tersendiri.

Kemudahan pendakian di Gunung Papandayan ini adalah para pendaki tidak memerlukan alat atau perlengkapan khusus. Gunung Papandayan ini hanya memiliki tinggi sekitar 2,665 mdpl.

Tentu saja tidak membutuhkan peralatan oksigen khusus seperti ketika mendaki Gunung Himalaya atau Everest Mountain. Cukup menggunakan peralatan sederhana yang biasa digunakan ketika mendaki gunung tersebut.

Para pendaki bisa melihat dan menyaksikan keindahan hamparan pemandangan kawah dan juga sumber mata air yang bisa terlihat selama perjalanan menuju ke area puncak dari gunung tersebut. Sebuah kombinasi dan pengalaman yang tidak terlupakan.

Selain itu di sini para wisatawan juga bisa melihat keindahan trek atau jalur pendakian dari area parkir dari Gunung Papandayan tersebut. Para pendaki akan disuguhi dengan jalan bebatuan yang merupakan bekas dari letusan gunung tersebut.

Semua kawah yang ada di sekitar Gunung Papandayan tersebut memang bekas letusan dan juga erupsi yang pernah terjadi di kawasan wisata Gunung Papandayan ini.

Dengan terjadinya letusan dan juga erupsi yang terjadi di kawasan Gunung Papandayan tersebut, praktis membuat bentuk kerucut dari gunung tersebut sirna dan hilang.

Sekarang yang muncul dan juga menjadi primadona adalah adanya 4 kawah yang terjadi akibat letusan tersebut. Ditambah lagi dengan adanya sumber mata air panas yang ada di dekat kawah tersebut.

Pengalaman pendakian ketika para wisatawan menelusuri trek atau jalur pendakian melewati area bebatuan berwarna putih dan kuning memang menjadi pengalaman tersendiri. Di sini para wisatawan bisa melihat bagaimana Gunung Papandayan ini meletus sangat dahysat dan memuntahkan bebatuan tersebut.

Sementara di area tebing di sekitar jalur pendakian ini mampu memberikan pemandangan dan panorama yang indah. Sisa-sisa longsor dari erupsi masih ada. Hal ini bisa terlihat dengan beberapa trek yang tanahnya masih labil dan juga goyang. Harap berhati-hati ketika menelusuri jalur atau trek tersebut.

Pengalam lainnya adalah bisa merasakan mendaki gunung meski hanya dalam waktu yang relatif lebih singkat dengan jalur yang landai.

Menariknya lagi adalah fasilitas yang tersedia di puncak Gunung ini memang sudah cukup membantu para pendaki. Apalagi di sekitar area base camp ini sudah banyak warung yang bisa memberikan kemudahan kepada para pendaki.

Di sekitar area bumi perkemahan ini memang sudah ada fasilitas yang bisa memudahkan para pendaki. Pasalnya di sini sudah ada tempat mandi dan juga toilet yang airnya sangat jernih dan segar.

Ada pula musholla yang bisa memudahkan para pendaki untuk beribadah sebelum memulai pendakian. Seperti yang sudah disebutkan bahwa di sini sudah ada warung sehingga para pendaki juga bisa berbincang dan ngobrol dengan masyarakat sekitar.

Pengalaman lain yang bisa didapatkan oleh para pendaki adalah melihat bagaimana letusan dan juga erupsi dari Gunung Papandayan ini mampu memberikan keindahan lainnya.

Selain kawah, di sini para wisatawan bisa melihat dan mengunjungi area hutan mati. Seperti yang disebutkan di awal bahwa area hutan mati ini berupa pepohonan yang terbakar hangus akan tetapi masih berdiri kokoh dan ternyata masih hidup.

Kawasan hutan mati ini terbentuk akibat letusan dan erupsi pada 11 November 2002 lalu. Pepohonan yang ada di sini mati bahkan terbakar hangus.

Akan tetapi akar-akar pepohonan tersebut mulai menghijau dan di sekitar area hutan mulai tumbuh pohon baru dari akar-akar tersebut.

Hal ini disebabkan tanah yang diakibatkan letusan tersebut sangat subur sehingga bisa membuat pepohonan kembali hidup. Kandungan erupsi ini mampu memberikan kesuburan dan juga membuat pepohonan kembali hidup.

Pengalaman lainnya adalah menikmati keindahan alam ketika sunrise di sekitar kawasan wisata Gunung Papandayan tersebut atau lebih tepatnya di area hutan mati ini. Tidak jarang para wisatawan sudah berada di area hutan mati dari Pondok Saladah sejak pagi hari atau tepatnya jam 2 dan 3 pagi.

Para wisatawan atau pendaki yang berada di hutan mati ketika pagi hari memang mengincar momen kala matahari terbit.

Di sini para pendaki bisa mendapatkan pengalaman menikmati eksotisme dan pesona dari Gunung Papandayan di kala fajar. Sebuah pengalaman yang tentu saja tidak akan terlupakan begitu saja.

Di kawasan wisata Gunung Papandayan ini juga terdapat taman bunga edelweis yang indah. Di dekat hutan mati ini, para pendaki bisa menemukan hamparan edelweis yang berada di daerah Tegal Alun ini sangat sayang untuk dilewatkan. Rasakan sensasi dan juga pengalaman melihat keindahan dan keragaman bunga edelweis yang menarik hati.

Jalur menuju ke Tegal Alun memang sedikit terjal dan menanjak. Berbeda ketika menuju ke Pondok Saladah dan juga Hutan Mati. Akan tetapi perjalanan tersebut langsung terbayarkan ketika memasuki Tegal Alun.

Di sini para pendaki akan dimanjakan dengan keindahan edelweis yang berwarna-warni. Di sini tentu saja para pendaki akan mendapatkan pengalaman yang menarik.

Keindahan. Foto: digarut.com

Misteri di Lokasi

Tentu saja hampir di semua kawasan wisata gunung punya cerita menarik dan juga larangan tersendiri. Misal di Gunung Merapi ada yang namanya pasar Bubrah.

Senada dengan Gunung Merapi, di Gunung Papandayan ini juga memiliki kisah misteri dan juga mistis tersendiri. Dan tentu saja para pendaki harus mematuhi beberapa larangan sehingga tidak terkena pengalaman yang buruk.

Ketika berada di Gunung Papandayan selain jangan mengganggu babi hutan, jangan pula bercerita tentang horror atau kisah-kisah seram. Pasalnya ketika bercerita seram dijamin para penunggu di Gunung Papandayan ini akan muncul satu persatu.

BacaJuga:  Harga Tiket Masuk Taman Satwa Cikembulan Garut

Dan ini sudah pernah dialami dan hampir semua pendaki mengalaminya ketika bercerita seram di sekitar area base camp dari gunung ini.

Kabarnya ketika para pendaki bercerita seram, para penunggu menampakkan diri disebabkan mereka merasa dipanggil oleh sang pencerita. Oleh sebab itu para pendaki diharapkan tidak bercerita mengenai kisah hantu, penampakan, horor dan sebagainya.

Meski ada beberapa pendaki yang tidak mengalaminya. Akan tetapi rata-rata para penunggu di Gunung Papandayan akan menampakkan diri ketika ada yang bercerita seram.

Kisah misteri lainnya berhubungan dengan babi hutan. Di malam hari kadang kawanan babi hutan kerap datang ke perkemahan. Hanya saja tidak masuk ke bumi perkemahan di sekitar Pondok Saladah. Disarankan jika ingin mendirikan tenda sebaiknya di Pondok Saladah atau bumi perkemahan.

Jika terpaksa harus mendirikan tenda di luar area tersebut, jangan mematikan api unggun. Pasalnya babi hutan kerap datang menghabiskan makanan di sekitar tenda.

Seandainya bertemu babi hutan di malam hari, jangan mengganggu dan biarkan babi hutan tersebut menghabiskan sisa makanan di api unggun. Sebaiknya lanjut tidur dan tidak memotret atau menampakkan diri yang bisa membuat babi hutan merasa terganggu dan menyerang.

Serunya ngetrip bareng, walaupun di awal belum kenal tapi pas sudah turun dari gunung jadi teman. gambar by @jakartangetrip

Tips Jalur Pendakian

Ketika berlibur dan mendaki ke Gunung Papandayan, seperti yang disebutkan ada banyak keindahan dan pesona yang ditemukan sepanjang mata memandang.

Mulai dari hamparan taman bunga edelweiss Tegal Alun yang sangat indah dan juga hamparan hutan di perbukitan yang sangat hijau.

Tentu saja hal ini memberikan pemandangan yang tidak terlupakan. Oleh sebab itu disarankan untuk membawa kamera minimal kamera ponsel. Akan sangat sayang tidak mengabadikan kenangan ketika mendaki di Gunung Papandayan.

Sementara bagi yang berlibur bersama keluarga, jangan lupa untuk membawa kantong tidur sendiri. Lebih baik membawa kantong tidur dengan bahan bulu angsa.

Hal ini sangat penting mengingat udara yang ada di Gunung Papandayan ini sangat dingin. Apalagi jika membawa anak kecil. Kantong tidur dari bulu angsa ini bisa membuat tubuh menjadi lebih hangat.

Bagi yang berlibur bersama keluarga bisa menggunakan jasa ojek untuk mencapai pos II. Ada banyak jasa ojek yang tersebar di kawasan wisata alam ini.

Pasalnya Gunung Papandayan ini memang menjadi incaran para wisatawan yang ingin berkemah dan menikmati keindahan alam bersama keluarga. Sementara bagi yang ingin berjalan dan mendaki , tentu saja persiapkan peralatan yang pas.

Untuk alat transportasi para pendaki yang datang bersama teman dan rombongan bisa menyewa angkutan umum yang bisa ditemukan di Terminal Garut. Bisa juga ikut mobil pick up yang menuju ke arah Gunung Papandayan. Ada banyak masyarakat Garut yang bersedia memberikan tumpangan.

Transportasi menuju ke Gunung Papandayan ini memang sangat mudah. Tentu saja para pendaki tidak akan mengalami kesulitan jika harus menggunakan kendaraan umum atau angkutan kota. Sementara bagi yang membawa kendaraan sendiri sudah ada fasilitas area parkir yang sangat luas.

Sebelum memulai pendakian pastikan bahwa logistik untuk mendaki sudah dipersiapkan semuanya. Salah satunya adalah makanan, cemilan dan juga minuman.

Di Gunung Papandayan memang sudah ada warung. Akan tetapi hanya ada di sekitar area base camp saja. Sementara di jalur pendakian tidak ada warung yang bisa ditemui.

Para wisatawan bisa membeli makanan atau bahan makanan untuk pesta barbeque di area camp di Pasar Cisurupan dan juga toko yang ada di dekat kawasan wisata.

Jangan lupa untuk membeli makanan yang bergizi dan bernutrisi. Pasalnya tubuh sudah pasti akan membutuhkan energi guna mendaki ke pos-pos pendakian tersebut.

Setelah sampai di base camp atau pos-pos tersebut, para pendaki bisa beristirahat untuk menikmati sajian cemilan dan makanan ringan seperti gorengan, mie instan dengan ditemani the atau kopi.

Mendaki ke Gunung Papandayan ini cukup lelah meskipun jalurnya tidak terlalu curam. Jangan lupa untuk membawa sepatu atau minimal sandal gunung untuk menelusuri jalur pendakian tersebut.

Lebih baik lagi menggunakan sepatu khusus mendaki atau minimal outdoor sehingga bisa melindungi mata kaki dan juga engkel dari cedera ketika mendaki.

Apalagi di jalur awal pendakian menuju puncak Gunung Papandayan ini para pendaki akan menelusuri jalur yang dengan banyaknya batu-batu yang sangat tajam dan juga licin.

Apalagi terkenal air atau embun. Praktis bisa membuat para pendaki terpeleset jika tidak menggunakan sepatu outdoor. Jalur pendakian juga memiliki tanah yang sangat gembur.

Tentu saja memakai sepatu untuk mendaki bisa melindungi kaki sehingga tidak mudah tergores dan juga tidak akan terpeleset ketika bertemu tanah yang gembur.

Di kawasan wisata Gunung Papandayan ini ada area kawah dengan kandungan belerang yang tinggi. Cukup wajar mengingat Gunung Papandayan ini merupakan gunung yang aktif dan masih memiliki potensi untuk erupsi lagi.

Praktis mempunyai kandungan belerang yang sangat tinggi di sekitar kawah. Para pendaki yang hendak menuju ke Camp David dan juga Puncak Kawah disarankan untuk membawa masker atau minimal bluff agar bau belerang tidak terlalu menyengat. Bisa berbahaya bagi tubuh jika terlalu kerap menghirup belerang

Jika ingin mendaki di Gunung Papandayan, hindari ketika kabut mulai turun. Biasanya kabut-kabut ini akan menutupi area hutan mati. Sehingga membuat jarak pandang akan terbatas.

Disarankan ketika hendak mendaki jangan dikala kabut turun. Jika kabut mulai muncul, harap tetap tinggal di area perkemahan dan melanjutkan pendakian di pagi hari. Pasalnya dengan kabut ini para pendaki bisa tersesat dan sulit untuk menemukan jalan pulang.

Di Gunung Papandayan ini memiliki sumber mata air panas dan juga sumber mata air yang sangat segar. Uniknya lagi adalah air dari pegunungan ini masih bersih dan bisa langsung diminum.

Jika hendak mengisi ulang botol minum yang dibawa, para pendaki bisa melakukan pengisian ulang di pos pendakian yang sudah ada di Gunung Papandayan.

Pos-pos yang bisa dikunjungi adalah Pos Pundak Kawah, Pos Persimpangan Pondok Salada – Hoberhout serta Pondok Saladah yang menjadi tempat lokasi perkemahan. Ada juga yang menjual minuman serta air mineral di sana.

Semua catatan di atas adalah data terakhir pada saat tulisan ini dibuat. Jika ada perubahan terbaru yang Kamu ketahui, silakan informasikan kepada kami pada kolom komentar di bawah ini ya. Begitu juga jika ada yang salah, punya kritik dan saran. Terima kasih.

5 thoughts on “Gunung Papandayan Garut, Pesonanya Bikin Betah

  1. Gunung Papandayan sekarang sudah di kelola oleh pihak swasta menjadi objek wisata yang sangat menarik. Sumber air panas sudah ditemukan bahkan sudah dimanfaatkan menjadi sumber kolam renang air panas, yang dapat merupakan tempat favorit keluarga untuk melepas kepenatan dan bercengkrama yang sangat indah.
    Selain itu edelweis yang dulu hanya dapat kita lihat di atas, sekarang sudah di budidayakan dan dapat dinikmati oleh orang yang tidak kuat mendaki sampai pondok salada. edelweis terhampar di sekitar kolam air panas tidak jauh dari area parkir dan mesjid.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.