Tiket Masuk House of Sampoerna Surabaya, Alamat Letak Cafe + Heritage Tour Museum

Posted on
House of sampoerna surabaya tiket masuk museum tour alamat cafe heritage letak map lowongan kerja kota sby jawa timur indonesia menu adalah track buka jam berapa wikipedia arsitektur artikel about angkot pt.Agasam bus bayar tutup booking brosur biaya rute dimana dari tugu pahlawan wisata sejarah
House of Sampoerna, Foto: backpacker-notes.com

Lokasi: Taman Sampoerna No.6, Krembangan Utara, Pabean Cantian, Surabaya, Jawa Timur 60163
Map:
Klik Disini
Buka/Tutup:
09.00-22.00
HTM:
Rp.2000/Orang
Telepon:
(031) 3539000

House of Sampoerna adalah kompleks kediaman pemilik sebuah perusahaan rokok yang sangat terkenal di Indonesia dan dunia. Di dalam kompleks tersebut terdapat beberapa bangunan arsitektur Eropa peninggalan masa penjajahan Belanda yaitu rumah tempat tinggal keluarga Sampoerna, pabrik rokok dan museum serta sebuah café yang menyediakan kuliner bagi para pengunjung.

Berbagai Souvenir, Foto: travelmalangjuanda.org

Bangunan kuno tersebut dibuat tahun 1893 dan dibeli Mr.Liem Seeng Tee tahun 1932 yang digunakan sebagai pabrik rokok. Gedung yang paling besar digunakan untuk museum dan pabrik pembuatan rokok sebagai usaha utama keluarga HM Sampoerna. Di dalam museum terdapat banyak sekali koleksi foto yang disertai artikel, lukisan dan benda-benda kuno lainnya peninggalan perusahaan rokok Sampoerna.

Museum Sampoerna terbuka secara gratis sejak tahun 2003 bagi siapa saja yang ingin menilik sejarah bagaimana perusahaan ini pertama kali dirintis oleh Mr.Liem seperti yang tertulis dalam situs Wikipedia. Selain itu ada juga situs resmi museum House of Sampoerna dalam bahasa Inggris dan para pengunjung bisa mengetahui sejarah museum ini melalui halaman about. Tentu saja pengunjung bisa pergi ke museum kapan saja dan tidak perlu mengeluarkan biaya tiket masuk. Banyak sekali koleksi benda-benda ketika awal mula usaha ini dirintis seperti bentuk rokok, bungkusnya serta berbagai macam nama rokok yang pernah digunakan.

Pada halaman gedung, terdapat taman yang tertata rapi dan bersih dengan banyak tanaman yang tumbuh untuk menyegarkan suasana kota yang panas. Halaman museum sangat luas dan bisa digunakan untuk lahan parkir lebih dari 50 mobil. Di depan pintu museum terdapat 4 pilar penyangga gedung dan dijadikan sebagai simbol batang rokok dari produk utama PT. HM Sampoerna. Bentuk bangunan menyerupai sebuah benteng berbentuk kotak dan tidak terdapat atap genteng diatasnya. Bangunan museum terdiri dari 2 lantai, lantai pertama digunakan untuk memamerkan koleksi dan lantai 2 sebagai tempat penjualan kaos dan souvenir.

Ketika memasuki gedung museum dan membuka pintu, hal pertama yang akan dirasakan para pengunjung adalah harum aroma cengkeh yang terasa khas di hidung. Para guide museum menyambut dengan senyuman dan mempersilahkan para pengunjung untuk mengisi buku tamu sebagai data wisatawan. Ruangan pertama ini berbentuk kecil dan ditengahnya terdapat sebuah kolam yang berbentuk bundar dan didalamnya terdapat sembilan ikan sebagai angka keberuntungan dalam falsafah Cina serta jumlah bintang lambang perusahaan itu.

Koleksi Berbagai Foto, Foto: cangcor.tumblr.com

Di ruangan ini, para pengunjung bisa melihat lemari dengan foto besar Mr.Liem Seeng Tee dan istrinya Siem Tjiang Nio ketika masih muda. Terdapat pula fofo-foto sejarah perjalanan perusahaan pada zaman dahulu yang menempel dengan rapi di dinding. Benda lainnya adalah meja dan kursi kerja dari kayu jati yang digunakan sejak dahulu kala. Ada pula koleksi 2 kebaya kuno yang berada di lemari kaca.

Koleksi yang paling luar biasa adalah replika sebuah warung yang sangat sederhana dan terbuat dari kayu dan bambu dengan atap daun kering. Terdapat banyak sekali toples kaca atau bahasa jawanya adalah keler untuk tempat makanan yang dijajakan dan keranjang tempat buah-buahan serta tembakau dan cengkeh. Ada pula beberapa gentong dan kendi dari tanah liat serta wajan dan juga lampu sentir yang dijual di warung tersebut.

Jadi, pada awalnya Mr.Liem berjualan di warung sederhana dengan berjualan barang-barang pokok kebutuhan masyarakat. Kemudian dia bisa melihat sebuah peluang bahwa tembakau menjadi bahan yang banyak dikonsumsi masyarakat sehingga mau menekuni bidang tersebut. Selanjutnya membuat racikan tembakau dan cengkeh yang sudah jadi dalam bentuk rokok yang ditawarkan kepada masyarakat.

Ternyata rokok Mr.Liem bisa diterima dengan baik oleh masyarakat Surabaya kala itu yang selalu meracik sendiri tembakau dan cengkehnya dengan bungkus jagung. Akhirnya usaha rokoknya bisa berkembang pesat dan sukses seperti sekarang.

Di sebelah warung terdapat koleksi 2 buah sepeda kuno yang dahulu digunakan Mr.Liem untuk berdagang dan menjadi saksi bisu perjalanan kesuksesan PT.HM Sampoerna.  Di ruangan tersebut juga terdapat koleksi tembakau dan cengkeh yang diletakkan dalam karung dan keranjang sehingga semerbak aromanya memenuhi seluruh ruangan.

Jejak Sejarah Dinasti Sampoerna, Foto: blog-sahaja.blogspot.com

Memasuki ruangan selanjutnya adalah koleksi foto-foto keluarga serta jajaran para komisioner dan direksi yang pernah menjabat di perusahaan PT.HM Sampoerna. Terdapat juga foto-foto para pejabat tinggi negara yang pernah berkunjung di pabrik ini seperti Sultan Hamengkubuwono X dan lainnya. Selain itu, ada juga koleksi lukisan masyarakat Jawa Timur di masa lalu yang senang mengkonsumsi rokok. Foto lainnya adalah kegiatan para karyawan pabrik yang sedang bekerja meracik rokok serta hilir mudik karyawan yang mengangkut rokok yang sudah jadi.

Ada juga koleksi sebuah buku yang sangat tebal berisi tulisan tentang masalah tembakau sebagai panduan Mr.Liem dalam memilih cengkeh dan tembakau. Selain itu, terdapat juga koleksi beberapa pemantik rokok kuno yang bentuknya sangat unik dengan ukuran yang berbeda-beda. Ada juga koleksi korek api kayu dari masa lampau hingga sekarang dengan berbagai macam logo. Ada pula koleksi yang sangat unik, yaitu brangkas untuk menyimpan uang yang terbuat dari besi dan kayu jati yang masih awet sampai sekarang.

BacaJuga:  Tiket Masuk The Legend Star di Jatim Park 3, Tempat Yang Cocok Jika Pengen ke Istana Negara dan White House Sekaligus

Di ruang ketiga terdapat berbagai koleksi alat-alat tradisional untuk meracik rokok, seperti timbangan serta keler dan beberapa gelas kaca kecil. Pada sebuah lemari kaca terdapat koleksi jenis tembakau dan cengkeh yang ada dalam keler dan berasal dari daerah-daerah penghasil tembakau di Nusantara. Tentu saja yang paling banyak adalah tembakau dari Madura sebagai awal mula usaha PT.HM Sampoerna dirintis.

Ada pula koleksi sepeda motor zaman dahulu yang berwarna merah dengan percepatan 2 langkah dan satu silinder 246cc buatan tahun 1946. Tentu saja sepeda motor ini adalah kendaraan yang dipakai Mr.Liem untuk bekerja ataupun kegiatan lainnya sehari-hari.

Pada lemari kaca lainnya terdapat koleksi semua rokok yang pernah diproduksi sejak tahun 1913 sampai sekarang dan sudah mendapatkan lisensi Internasional dan di export. Ada juga rokok yang bungkusnya menggunakan gambar Pancasila serta merk unik lainnya yang hanya dijual di luar negeri. Mungkin terdapat ratusan nama merk rokok yang pernah digunakan perusahaan ini dari dahulu sampai sekarang dan tidak terhitung berapa jumlahnya.

Koleksi selanjutnya adalah alat untuk meracik rokok atau alat tradisional untuk melinting puntung rokok yang digunakan para karyawan. Terdapat pula koleksi kereta kuda atau andong yang dahulu digunakan sebagai alat pengangkut produk-produk Sampoerna.

Koleksi lainnya berupa mesin cetak yang digunakan pertama kali untuk membuat cetakan bungkus dan kertas serta tulisan lainnya. Sedangkan di belakang mesin cetak terdapat sebuah lemari kaca yang berisi beberapa bahan pewarna yang digunakan untuk mencetak. Ada juga koleksi kertas bungkus rokok hasil cetakan dari mesin tersebut.

Tidak ketinggalan pula gambar peta Indonesia yang berukuran besar terpampang di dinding lengkap dengan tulisan nama-nama kota dan kecamatan di setiap daerah. Di sebelah peta terdapat lemari kaca kecil yang digunakan untuk menyimpan koleksi alat stempel manual pada masa lalu serta bungkus rokok hasil stempel alat tersebut. Ada pula replika sebuah warung kaki lima yang digunakan untuk berjualan rokok dan menjadi agen yang memasarkan produk-produk dari PT.Sampoerna.

Bagian dalam Museum House of Sampoerna, Foto: backpacker-notes.com

Koleksi yang paling menonjol adalah alat-alat marching band yang pernah dimiliki perusahaan Sampoerna di tahun 1989 sampai 1992. Marching Band Sampoerna pernah mendapatkan penghargaan bergengsi ketika tampil di California Amerika Serikat pada tahun 1990. Anggota marching band terdiri dari para karyawan yang  bekerja sebagai pelinting rokok. Sayang sekali marching band Sampoerna ini harus mengakhiri kariernya pada tahun 1991. Masih terdapat koleksi baju-baju dan foto kenangan yang bisa dilihat para pengunjung ketika kelompok musik ini sedang tampil.

Sedangkan lantai 2 berisi kaos dan kain batik serta souvenir yang bisa dibeli para pengunjung sebagai oleh-oleh ataupun koleksi pribadi. Dari lantai 2 ini para pengunjung bisa melihat aktifitas para karyawan pabrik yang sedang melinting rokok dan masih menggunakan alat-alat tradisonal. Namun para karyawan sangat cepat dalam melinting rokok dan bisa menghasilkan sampai ratusan puntung rokok dalam waktu 1 jam. Di lantai 2 ini para pengunjung tidak diizinkan mengambil gambar dengan kamera karena menyangkut hal tentang privasi perusahaan.

Jika ingin melihat aktifitas para karyawan yang bekerja di pabrik rokok tersebut, lebih baik datang pada pagi hari, karena jam 2 siang para karyawan sudah pulang. Banyak sekali para pengunjung yang kagum melihat para karyawan yang bekerja dengan sangat cepat ketika membungkus tembakau dalam kertas puntung rokok. Biasanya satu karyawan bisa menghasilkan lebih dari 300 puntung rokok setiap jam. Jumlah karyawan yang bekerja sekitar 400 orang sehingga total semua karyawan bisa menghasilkan jutaan puntung rokok setiap hari.

Bagi para pelamar kerja di kota Surabaya dan sekitarnya, bisa berkunjung ke House of Sampoerna untuk melihat brosur lowongan kerja. Selanjutnya bisa mengajukan surat lamaran kerja yang dikirimkan ke alamat PT.Agasam – House of Sampoerna Human Resources Department Taman Sampoerna 6 Surabaya 60163. Bisa juga mengirimkan surat lamaran kerja melalui alamat e-mail pihak PT.Agasam – Sampoerna.

House of Sampoerna juga sering dijadikan kegiatan photography sebagai pilihan tempat yang klasik dan unik dengan banyak sekali koleksi benda-benda kuno. Banyak fotografer yang sering memilih tempat ini ketika melakukan pemotretan baik untuk kegiatan kerja ataupun koleksi pribadi. Selain itu, lokasi ini juga sering dijadikan pilihan bagi para calon pengantin dalam mengambil gambar pre wedding. Hal ini karena museum ini sangat luas dan memiliki banyak sekali koleksi yang menarik sehingga lebih leluasa untuk memilih latar belakang pemotretan.

Museum ini juga sering dijadikan tempat untuk mengadakan pameran seni oleh para seniman Surabaya. Pameran yang paling sering diadakan di museum ini antara lain pameran lukisan, fotografi, karya seni rupa serta pameran batik. Selain itu, pameran foto jurnalistik juga pernah digelar di museum ini dan tempat acaranya berada di halaman gedung museum secara out door.

Tampilan Depan, Foto: watiefatin2707.blogspot.com

Alamat dan Letak Café House of Sampoerna

Alamat House of Sampoerna berada di Jl. Sampoerna No.6 Krembangan Utara, Pabean Cantian, kota SBY, Jawa Timur 60613. Lokasi gedung tidak berada di pinggir jalan utama sehingga harus masuk ke gang untuk bisa sampai ke sana. Rute tercepat menuju House of Sampoerna adalah masuk gang disebelah Jembatan Merah Plaza dan ikuti petunjuk arah agar sampai di lokasi. Karena jika lewat jalan utama, maka harus menggunakan jalur memutar dan memakan waktu sekitar 20 menit.

BacaJuga:  40 Daftar Tempat Wisata di Banyuwangi Jawa Timur Yang Wajib Dikunjungi Selain Pantai Kawah Ijen 2018

Letak Café berada di sebelah timur gedung museum  yang mengusung nuansa klasik dengan tampilan modern seperti masuk ke dalam ruangan tempo dulu. Ruangan café ini juga cukup besar dan bisa menampung pengunjung sampai 100 orang. Meja makannya menggunakan ornamen kayu dengan gaya klasik dan unik serta warna coklat tua dan hitam yang menarik. Sedangkan kursinya menggunakan kayu dan rotan dengan bantalan warna merah dan hitam yang empuk agar lebih nyaman bagi para pengunjung dan tersedia pula kursi sofa panjang yang terdapat di pojok ruangan.

Sedangkan untuk mempercantik ruangan diberikan beberapa koleksi lukisan klasik dan modern yang memenuhi area dinding. Koleksi yang paling unik adalah jam dinding kuno dengan bentuk yang sangat klasik dengan ornamen kayu berwarna hitam. Ada juga bentuk jam dinding yang berbeda dari jam biasa kita lihat karena ada dua jam yang digabung menjadi satu.

Pada penerangan ruangan menggunakan lampu-lampu kecil namun banyak sekali jumlahnya dengan bentuk yang berbeda-beda. Total lampu yang menerangi café berjumlah sekitar 120 bola lampu yang diletakkan di bawah atap dan beberapa sudut ruangan. Lampu dibawah atap menggunakan gaya Cina dengan lampion bundar yang digantung seperti pada masyarakat Cina di masa lalu.

Halamannya Luas, Foto: placesmap.net

Untuk makanannya menyediakan menu masakan khas Jawa, Eropa dan Asia serta menu perpaduan barat dan timur dengan nama West-East Fusion. Pada menu khas Jawa tersedia masakan Sapi Lada Hitam, Sop Buntut Goreng, Rawon, martabak dan Tahu Campur serta lainnya. Untuk menu Asia ada Singaporean Laksa, Rice Paper Rolls khas Vietnam, Chicken Teriyaki Jepang dan lainnya. Sedangkan pada menu barat tersedia Salad, Barbeque, Side Dish, Hot Plate dan lainnya.

Untuk menu dessert, ada Black Forest Builder yang memberikan layanan spesial bagi tamu yang memesan untuk menghias sendiri pelengkapnya bahan nya seperti cake, sirup, coklat, selai anggur dan krim. Menu Dessert ini diberikan dengan sajian secara terpisah untuk hiasannya sehingga setiap tamu bisa berkreasi sesuai dengan keinginannya sendiri.

Sedangkan untuk minumannya memiliki menu andalan Hawaian Fruty berupa ice drink dan bahannya dari campuran pisang, arbei, madu dan susu yang diblender sehingga lembut. Minuman lainnya ada Es Puter Surabaya, Es Bambu Runcing, Cappucino, Es Lemon dan lainnya.

Ada juga minibar yang disediakan bagi para tamu yang suka dengan minuman dari barat dengan racikan seorang bartender. Tersedia juga berbagai minuman dengan brand dari Eropa dan Amerika untuk melayani para wisatawan asing yang singgah di café ini.

Selain itu, juga menyediakan ruangan VIP bagi para tamu yang ingin mengadakan meeting kerja, menjamu klien atau acara makan dengan tamu bisnis. Café ini mulai buka jam 11.00 siang dan tutup jam 22.00 malam setiap hari untuk melayani para tamu yang ingin menyantap menu masakan ala barat dan timur.

Bangunan Megah Museum, Foto: 10-n.blogspot.com

Kediaman Keluarga Sampoerna

Di sebelah barat museum ada sebuah bangunan yang dijadikan tempat tinggal keluarga Mr.Liem dari dahulu sampai sekarang. Di halaman rumah terdapat taman dengan banyak pohon kecil dan besar sehingga suasana semakin asri. Yang menarik dari kediaman tersebut adalah teras rumahnya yang memiliki koleksi mobil Roll Royce buatan tahun 1972 yang digunakan keluarga Liem. Mobil tersebut berwarna merah dan putih dan sekarang hanya sebagai penambah koleksi keluarga saja.

Heritage Tour Museum

Heritage Tour Museum adalah sebuah program fasilitas gratis keliling kota Surabaya yang diberikan pihak PT.HM Sampoerna dalam kontribusinya untuk kota SBY Jawa Timur. Program ini diberi nama Surabaya Heritage Tour (SHT) dengan menyediakan 1 unit bis yang berkapasitas 20 penumpang. Keberangkatan bis di mulai dari House of Sampoerna dan kembali lagi ke tempat ini.

Program Surabaya Heritage Tour memiliki visi dan misi untuk memperkenalkan tempat wisata  dan dimana saja tempat-tempat bersejarah yang ada di kota Surabaya. Setiap bis yang berangkat akan dipandu satu guide yang akan berbicara bahasa Indonesia dan Inggris. Para guide SHT akan memberikan penjelasan singkat tentang tempat wisata yang menjadi tujuan. Setelah sampai di lokasi tujuan, juga akan menjelaskan kembali sejarah tentang tempat wisata tersebut.

Bis SHT selalu melayani para wisatawan setiap hari dan hanya libur pada hari senin dengan durasi  perjalanan yang ditempuh dalam waktu 90 menit. Keberangkatan terbagi dalam 3 jadwal, yaitu jam 9 pagi, jam 1 siang dan pukul 3 sore. Tujuan tempat wisata juga berbeda-beda tergantung jam keberangkatan dan harinya. Pada hari-hari biasa, destinasi bis akan mengunjungi 2 tempat wisata serta mengambil jalur yang biasa dilewati angkot. Sedangkan pada hari libur atau weekends akan berkunjung ke 3 tempat wisata.

Setiap hari perjalanan, memiliki tema-tema yang berbeda sesuai dengan tempat tujuannya.  Pada hari-hari biasa atau weekdays , yaitu hari Selasa, Rabu dan Kamis memiliki track untuk berkeliling ke daerah yang ada di wilayah Surabaya Utara. Keberangkatan pada jam 9 pagi mengusung tema Kota Pahlawan dan tujuannya ke Monumen Pahlawan dan Perkebunan Nusantara XI.

BacaJuga:  10 Foto Wisata Rowo Bayu Songgon Banyuwangi, Sejarah Kisah Misteri Angker + Cerita Asal Usul Dunia Lain
Sudut Yang Nyaman di Museum, Foto: hasaniqbaln.blogspot.com

Untuk jam 1 siang mengangkat tema Kota Perniagaan dengan tujuan pertama ke tempat wisata Hok Ang Kiong sebagai klenteng tertua di kota Surabaya. Tujuan kedua adalah Bank Escomto yang sekarang menjadi Museum Bank Mandiri yang terdiri dari 2 lantai. Lantai 1 digunakan untuk menyimpan koleksi-koleksi Museum Bank Mandiri. Sedangkan lantai 2 digunakan untuk kantor operasional Bank Mandiri Cabang Kembang Jepun.

Pada keberangkatan jam 3 sore mengambil tema Masa Pendudukan Penjajahan Belanda. Tempat tujuan pertama adalah Kantor Pos Kebon Rojo atau yang biasa disebut dengan Kantor Pos Besar Surabaya. Kantor Pos Kebon Rojo menggunakan bangunan bersejarah dan gedung bekas peninggalan  Belanda. Pada tujuan kedua mengunjungi Gereja Kepanjen yang merupakan gedung tua bekas bangunan Belanda dengan gaya Spanyol.

Ketika hari libur atau weekends, yaitu hari Jum’at, Sabtu dan Minggu berkeliling ke daerah sekitar pusat kota Surabaya dan memiliki 3 tempat tujuan. Pada jam 9 pagi, temanya adalah Menjelajahi Kota Surabaya dan tujuan pertamanya ke Balai Pemuda yang memiliki bangunan kuno yang unik bekas Belanda. Tujuan kedua menuju ke City Hall yang merupakan bangunan kuno yang sekarang dijadikan sebagai gedung serba guna.

Lokasi tujuan ketiga adalah bekas gedung De Javasche Bank yang sekarang telah berubah menjadi Museum dan ruang pameran milik Bank Indonesia. Gedung tua yang menjadi sejarah perbankan di tanah air ini dibangun tahun 1829 sebagai kantor cabang dari bank yang ada di Jakarta. Pada masa keemasannya, De Javasche ini beroperasi dan juga punya kewenangan untuk mencetak lembar uang sehingga  museum ini memiliki banyak sekali koleksi uang kertas yang dikeluarkan pada zaman Belanda,

Pada jam 1 siang mengusung tema Surabaya Sebagai Kota Pahlawan dengan tujuan pertama ke Monumen Pahlawan. Yang terkenal dari monumen ini adalah bangunan Tugu Pahlawan dengan tinggi 41 meter. Di dalam tugu ini terdapat Museum 10 Nopember yang terdapat banyak sekali keterangan sejarah perjuangan bangsa Indonesia pada pertempuran 10 Nopember 1945.

Untuk tujuan kedua adalah GNI atau Gedung Nasional Indonesia dan merupakan bangunan bersejarah yang didirikan para pahlawan Surabaya. Di halaman gedung terdapat patung Dr. Soetomo sebagai pelopor gerakan pemuda di Surabaya. Gedung GNI dibangun dengan mengambil arsitektur pendopo sebagai model rumah adat Jawa.

Sedangkan tujuan ketiga ke PTPN XI sebagai kantor perkebunan yang bertempat di gedung peninggalan Belanda yang masih terlihat indah sampai sekarang. Gedung ini memang berbeda dari gedung kuno lainnya, baik dari arsitektur dan bahan bangunan yang digunakan. Arsitektur bangunannya memang mirip dengan bangunan-bangunan yang ada di Inggris dengan memasang jam dinding di depan gedung. Bahan bangunannya juga menggunakan full beton sehingga bisa terlihat cantik dan awet sampai saat ini.

Berlokasi di Surabaya, Foto: busaroundglobe.com

Sedangkan perjalanan jam 3 sore mengangkat tema Babad Surabaya dengan tujuan pertama ke Kampung Keraton yang diduga sebagai lokasi yang dahulu pernah berdiri sebuah keraton peninggalan Raden Wijaya. Daerah ini berada di antara jalan Pahlawan dan jalan Keramat Gantung. Tujuan kedua yaitu ke City Hall yang merupakan bangunan besar peninggalan Belanda yang sekarang menjadi gedung serbaguna. Sedangkan tujuan ketiga adalah Gedung Cak Durasim yang merupakan tempat pusat kesenian masyarakat Surabaya.

Untuk bisa jalan-jalan gratis dengan bis SHT harus melakukan pemesanan dengan datang langsung ke Tracker Information Center SHT yang ada di Café House of Sampoerna. Pendaftarannya juga sangat mudah, cukup dengan mengisi form pendaftaran atas nama peserta dan nomor handphone saja dan tidak perlu bayar apapun. Selanjutnya mendapatkan sebuah tiket dan map atau peta tentang track yang akan dilewati serta petunjuk lokasi yang menjadi tujuan.

Ada yang salah? Punya kritik dan saran? Sampaikan di kolom komentar dibawah ini ya kakak

Bisa juga booking kursi bis melalui telepon dengan mengontak nomor yang tertera di kantor Tracker Information Center. Untuk hari-hari biasa mungkin jarang ada yang memesan dan masih banyak kursi yang kosong. Namun jika pada hari libur dan weekdays, biasanya kursi sudah full hingga satu minggu ke depan. Tentu saja jika ingin mendaftar pada saat weekdays, lebih baik datang langsung ke House Of Sampoerna sehingga tidak perlu menunggu waktu yang lama.

Karena kapasitas kursi terbatas hanya untuk 20 penumpang, maka pemesanan melalui telepon pada setiap jadwal keberangkatan hanya dibatasi untuk 10 orang saja. Hal ini karena 10 tempat duduk lainnya sebagai persediaan bagi para wisatawan yang datang langsung di tempat. Tentu saja karena pihak pengelola tidak ingin mengecewakan para wisatawan yang sudah datang dan berkunjung ke House of Sampoerna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.