Tiket Masuk Hutan Kota Malabar Malang, Lokasi Alamat + Sejarah

Posted on
https://diariosdegestao.files.wordpress.com/2017/10/14.jpg
Pintu Masuk Hutan Kota, Sumber: kompasiana.com

Alamat: Jl. Malabar, Oro-oro Dowo, Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119
Map: KlikDisini
HTM: Gratis, Tarif Parkir Rp 2.000,-/motor, Rp 5.000,-/mobil
Buka/Tutup: Senin – Minggu 05.00-18.00
Telepon:

Melihat kota Malang sekarang ini sudah berkembang dengan pesatnya. Bisa dilihat dengan makin banyaknya toko – toko baru, semakin banyak juga kendaraan yang berlalu lalang di jalanan. Hal tersebut menjadikan kota Malang semakin berkembang di bidang ekonomi. Tetapi hal tersebut mempunyai efek samping, adalah semakin sempit lahan yang dipakai untuk resapan air. Dan semakin sedikitnya pepohonan menjadikan kota Malang ini menjadi panas.

Taman adalah suatu area yang mempunyai komponen material lunak, keras dan saling mendukung antara satu dengan lainnya. Memang disengaja direncanakan dan dibuat oleh tangan manusia yang berguna sebagai tempat penyegar diluar atau didalam ruangan.

Jalan Malabar, Sumber: youtube.com

Ada area di jalan Malabar, yang tidak digunakan oleh Pemerintah Kota Malang dan fungsinya dijadikan sebagai Hutan Kota. Hal tersebut harus diberi acungan jempol untuk Pemerintah Kota Malang, sebab sudah banyak sekali pengalihan fungsi Ruang Terbuka Hijau yang dijadikan gedung – gedung dan tempat perbelanjaan. Mall MOG di dirikan diatas area lapangan Stadion Gajayana. Dan Mall MATOS di dirikan diatas taman yang sangat luas. Yang tak seharusnya dibuat sebagai tempat perbelanjaan, dikarenakan pada awalnya kota Malang didirikan sebagai kota peristirahatan dan saat ini kota Malang dijadikan sebagai kota Pendidikan.

Taman Hutan Kota yang posisinya ada di jalan Malabar yaitu Hutan Kota Malabar. Luas area hutan kota ini kurang lebih sekitar 16.718 meter persegi. Di tengah – tengah hutan kota tersebut ada kolam air yang katanya banyak manfaatnya. Dapat dipakai untuk berekreasi sebab tempat ini sangat teduh, begitu tenang hingga bisa membuat suasana hati merasa tenang dan damai. Dapat juga sebagai edukasi sebab banyaknya tanaman dan pepohonan dengan nama spesies beraneka jenis.

Ketika masuk ke area Hutan Kota Malabar ini, langsung berasa hawa yang begitu sejuk dan juga terdengar berkicauan burung – burung. Hutan kota ini pepehonannya sudah mulai lebat, jadi kalau berada di dekat dengan pepohonan akan terasa hawa yang begitu segar.

Sejarah Hutan Kota Malabar

Papan Pengetahuan Sejarah Hutan Kota Malabar, Sumber: kompasiana.com

Hutan ini pada dahulu kala mempunyai nama Kebon Rodjo atau Bon Rodjo, yang kemudian sudah diresmikan dan diganti namanya menjadi Hutan Kota Malabar, peresmian pada tanggal 4 April 2016. Area ruang terbuka hijau yang begitu banyak dengan oksigen ini mempunyai fungsi menjadi wahana edukasi lingkungan, sarana rekreasi dan kesehatan. Ketika berwisata ke area tersebut sangat nyaman, sebab telah tersedia jalanan paving mengitari lingkungan hutan tersebut.

Batu Peresmian Hutan Kota Malabar, Sumber: skyscrapercity.com

Udara dingin, juga sejuk ciri khas dari kota Malang ini akan menusuk kulit ketika berdiri di sekitar pepohonan yang begitu lebat dan rindang. Dikala menyusuri jalan setapak, seakan – akan berada di tengah – tengah hutan belantara. Kicauan burung yang berpadu dengan suara – suara serangan dan binatang lain menambah harmonisasi ketika mendengarnya.

Tiket, Rute Dan Alamat Hutan Kota Malabar

Area Hutan Kota, Sumber: indra-alfiandi.blogspot.com

Hutan Kota Malabar tersebut berada di jalan Malabar, Hutan yang letaknya ada di bagian sebelah timur Taman Merbabu dan Gereja Ijen, mempunyai bermacam – macam fungsi.

Lokasi hutan ini sangat strategis, sebab tak begitu jauh dengan pusat dari kota Malang. Jika dari arah alun – alun kota Malang, cukup mengarahkan kendaraan kea rah bagian utara dan selanjutnya belok ke arah kiri pada jalan Semeru. Begitu sampai di jalan perempatan sebelum akhir jalan Semeru, belok ke arah kanan menuju jalan Merapi, lalu lurus dan telah sampai di Hutan Kota Malabar tersebut.

Denah Hutan, Sumber: dailyarya.wordpress.com

Untuk masuk ke area hutan tersebut tidak membutuhkan biaya atau tiket masuk, karena gratis tanpa ada pungutan apapun. Sebab hutan tersebut merupakan ruang publik yang diperuntukan masyarakat. Tetapi untuk parkir akan dikenakan tarif, untuk sepeda motor dikenakan Rp 2.000,-/motor dan untuk mobil dikenakan tarif sebesar Rp 5.000,-/mobil. Jadwal buka hutan tersebut dari senin sampai dengan minggu, berarti tiap hari buka tak terkecuali hari libur atau hari raya. Jam buka hutan kota tersebut mulai dari jam 06.00 WIB sampai dengan 18.00 WIB.

Masalah Hutan Kota Malabar

Rencana Revitalisasi, Sumber: kriminalitas.com

Sesudah mendapatkan surat rekomendasi dari DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) kota Malang, Mochamad Anton mempunyai profil sebagai Walikota Malang, membuat dewan publik dan ahli yang disangkut pautkan untuk membantu mendesain revitalisasi dengan nilai 2,5 miliar rupiah atas Hutan Kota Malabar. Dewan ahli akan melaksanakan rapat yang dibantu Universitas Brawijaya.

Walikota Malang menyebutkan ketika melakukan pertemuan dengan PT Amerta Indah Otsuka yang menjadi investor revitalisasi juga diundang untuk menghadirinya. “Kami mengharapkan PT Otsuka untuk datang, mendengarkan, juga menyelesaikan permasalahan dari para akademisi dan para ahli. Tentang keberadaan hutan kota, artinya hutan kota dan apa itu hutan sesungguhnya”.

Sesudah mendapatkan saran juga masukan dari para ahli dan akademisi, Pemerintah Kota Malang mengharapkan investor bisa melanjutkan proyek ini.  Setelah Bersama – sama dengan para akademisi, para ahli dan aliansi masyarakat peduli hutan kota. Mochamad Anton sebagai Walikota Malang mengatakan, rencana sampingan untuk revitalisasi hutan kota   dilaksanakan sesuai dengan hasil dari pertemuan. Selain dari akademisi, pemerintah kota pun mengundang pihak Polres dan LMPK.

Aksi Peduli, Sumber: bumirakyat.wordpress.com

Mochamad Anton memberikan contoh atas kasus keberatan Aliansi Hutan salah satunya yaitu dengan adanya branding atau iklas. Pemerintah kota mempunyai aturan tersendiri tentang branding. Bila memang ada branding di hutan kota tersebut, maka pemerintah kota akan dapat dua keuntungan. Yaitu mendapatkan bangunan gratis dan juga akan mendapatkan retribusi dari iklan.

Pada sebelumnya dari pihak DPRD telah melampirkan usulan dan pendapat dari aliansi yang terdiri para aktivis lingkungan Kota Malang. Dan ada juga didalam surat tersebut, DPRD menghimbau untuk tidak memasang papan reklame para investor yang mengeluarkan dana untuk revetalisasi.

Kerjasama Pemkot Dengan Otsuka, Sumber: tripadvisor.co.uk

Dewan Daerah WALHI (Wahana Lingkungan Hidup) Jawa Timur, memberikan berita untuk hutan ini menjadi arboretum dijadikan sebagai labotarium tanaman yang dapat mempelajari bermacam – macam hayati. Dengan menanami dengan pepohonan dan tanaman langka dapat mendatangkan burung, kupu – kupu dan kunang – kunang. Dengan menggunakan slogan “Save Hutan Kota Malabar”.

Lain dari itu, dibangun juga tempat untuk mengamati burung untuk melihat berbagai aneka jenis burung yang ada di kota Malang ini. Dengan membangun rumah burung, memberikan makanan alami untuk dijadikan tempat para burung liar dapat berkembang biak.

Save Hutan Kota,sumber: urbanhero.co.id

Setelah melakukan revitalisasi hutan tersebut, terlihat lebih nyaman dan indah untuk para wisatawan yang mengunjunginya, tanpa menghiraukan ekosistem pepohonan, tanaman dan beraneka macam hewan di dalamnya. Selain untuk paru – paru kota, Hutan Kota Malabar ini bisa menjadi area lindung untuk tanaman, habitat untuk burung dan serangga yang ada didalamnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *