Harga Tiket Hutan Kota Srengseng Jakarta Barat, Jam Buka + Alamat Berada di? 5/5 (1)

Posted on
Hutan kota srengseng jakarta kemayoran rawa buaya barat harga tiket sejarah jakbar terdapat wikipedia sawah grab kembangan berada alamat angkutan umum ke jam buka biaya masuk danau kebon jeruk mancing foto gambar indonesia jurnal jalan menuju daerah khusus ibukota kawasan rute transportasi merupakan lingkungan lokasi luas letak manfaat misteri pintu peta taman wisata
Suasana di Taman Srengseng. Foto: poskotanews.com

Lokasi: Jalan Haji Kelik RT.8/RW.6, Srengseng, Kembangan, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11630
Maps: Klik Disini
HTM: Rp. 1.000
Buka/Tutup: 07.00 – 18.00 WIB
Telepon:

Jakarta sekarang ini sudah menjadi kota metropolitan. Bahkan hampir di setiap sudut ibukota Indonesia bisa ditemui gedung pencakar langit serta kawasan perumahan elit. Mulai dari daerah selatan Jakarta, daerah pusat hingga ke bagian utara Jakarta. Meski begitu pemerintah daerah tidak serta merta melupakan peran serta kawasan wisata alam. Salah satunya dengan membangun sebuah hutan kota.

Tempat rekreasi dengan konsep wisata alam di Jakarta memang masih sedikit bahkan tidak menutup kemungkinan sebagian masyarakat di Jakarta akan berpikir mustahil menemukannya. Yang cukup terkenal dan sudah lama ada di Jakarta adalah di sekitar Universitas Indonesia Depok, yg berada di pinggiran Jakarta. Selain itu ada pula Taman Hutan Mangrove dimana terletak di kawasan Pantai Indah Kapuk.

Jalan Setapak di Hutan Srengseng. Foto: poskotanews.com

Selain kedua lokasi alam tersebut, ternyata masih ada hutan kota yg bisa dikunjungi oleh para wisatawan serta masyarakat Jakarta. Yaitu Hutan Kota Srengseng. Kawasan wisata ini terletak di daerah Srengseng Kembangan Jakbar. Dekat dengan daerah Kemayoran, Kebon Jeruk serta Rawa Buaya. Hutan Srengseng ini menjadi salah satu kawasan alam di Daerah Ibukota Jakarta. Bisa dipastikan menjadi salah satu daerah wisata hijau di sekitaran ibukota. Kawasan rekreasi alam ini berada di daerah Srengseng dan bukan di Srengseng Sawah disebabkan lokasinya berbeda. Tentu saja memberikan peran penting di sektor alam Jakarta. Apalagi sejarah Jakarta dimana perkembangannya cukup pesat mempunyai arti tersendiri.

Signage di Pintu Masuk. Foto: alamtani.com

Rute dan akses menuju ke Hutan Kota Srengseng

Bagi para wisatawan yg ingin mengunjungi lokasi alam ini bisa menggunakan kendaraan pribadi. Jika takut macet bisa memakai jasa angkutan umum. Sayangnya jika memakai jasa transportasi umum, tidak ada angkutan umum atau angkot ke arah Hutan Kota Srengseng tersebut. Bahkan  halte busway terdekat cukup jauh. Halte Kelapa Dua Sasak jaraknya sekitar 1,1 KM dari lokasi wisata tersebut. Praktis para pengunjung harus menggunakan jasa transportasi online seperti Grab, Gojek atau Uber.

Jalan setapak di kawasan taman. Foto: tribunnews.com

Sementara untuk kendaraan umum seperti bus bisa menggunakan Kopaja 609 Blok M – Meruya atau Mikrolet 24 Slipi Kemanggisan – Srengseng. Naik dari bawah Flyover Slipi Kemanggisan di sebelah pusat perbelanjaan Plaza Slipi Jaya yg pernah menjadi saksi bisu Tragedi 98. Kedua angkutan umum ini akan menuju ke jalan Haji Kelik. Para pengunjung akan turun di sini. Setelah itu dilanjutkan dengan berjalan kaki sepanjang 600 meter lagi. Tidak heran jika para wisatawan lebih menyukai menggunakan kendaraan pribadi untuk mengunjungi salah satu hutan alam Srengseng tersebut.

BacaJuga:  10 Studio Foto di Jakarta Barat Murah Mulai 120 Ribuan

Rata-rata para wisatawan akan mengunjungi Hutan Kota ini dengan memakai jasa busway. Setelah itu turun di daerah Slipi Petamburan. Lalu dilanjutkan dengan menggunakan ojek online ke lokasi wisata alam tersebut.

Danau di sekitar taman wisata Srengseng. Foto: kompasiana.com

Menilik Hutan Kota Srengseng

Bagi yang ingin mengetahui apa fungsi dan manfaat dari hutan kota ini bisa mencarinya di wikipedia atau membaca jurnal lingkungan. Kawasan hutan ini menjadi salah satu hutan lindung dimana merupakan salah satu cara agar bisa mengurangi polusi udara di sekitaran Jakarta.

Untuk memasuki lokasi wisata yang alamatnya terdapat di jalan Haji Kelik ini, bisa memasuki area pintu masuk yg berada di bagian barat dan juga timur. Pintu masuk ini semuanya akan menuju ke arah gerbang utama menuju lokasi tersebut. Kedua pintu masuk ini tentu saja akan memudahkan para pengunjung yang masuk dari arah barat dan juga timur.

Area Outbound yg terbengkalai. Foto: kaskus.co.id

Untuk memasuki hutan tersebut para wisatawan harus membayar harga tiket masuk dengan biaya sebesar 1.000 rupiah. Loket tiket tersebut memang agak ke dalam dan hanya berwujud seperti bangunan pos ronda. Akan tetapi pelayanan serta informasi yang disajikan cukup komplit dna memuaskan. Jam buka kawasan ini pada pukul 7 pagi dan akan ditutup pada pukul 6 sore WIB.

Hutan Kota Srengseng ini memang berbeda dengan kawasan wisata alam lainnya. Biasanya lokasi eduwisata bisa dikunjungi dengan gratis. Akan tetapi kawasan alam yang luas ini dikenakan biaya sebesar seribu. Meski begitu tetap saja para wisatawan akan mendapatkan keindahan serta pesona yang menarik di sini.

Ketika memasuki taman rekreasi alam ini sudah terlihat dengan jelas fasilitas seperti toilet dan juga mushala dimana letaknya tidak terlalu jauh dari loket masuk. Fasilitas ini berada di jalur ke arah kiri. Sementara jika mengambil jalur lurus, para pengunjung bisa mendapatkan bundaran kecil dimana sudah ada pohon besar yang berada di bagian tengah. Lalu ada area parkir mobil serta tempat orang berjualan.

BacaJuga:  10 Foto Museum Purna Bhakti Pertiwi TMII + Tiket Masuk Gedung Wedding
Foto Pre Wedding nan cantik. Foto: dolandolen.com

Setelah memasuki kawasan wisata tersebut, para pengunjung bisa melalui area fasilitas taman bermain anak-anak atau children playground. Di sini para pengunjung bisa mengabadikan foto atau gambar dengan latar belakang pepohonan rindang di sekitar taman wisata tersebut.

Kala mulai menyelusuri jalan setapak menuju ke bagian dalam, para pengunjung akan dimanjakan dengan suasana alami serta udara sejuk menyambut para wisatawan. Suasana yg didapatkan seperti berada di kawasan Kebun Raya Bogor. Akan tetapi ini versi mininya. Sayangnya hutan yang luas ini tidak tersedia peta sehingga para pengunjung harus menghafal lokasi-lokasi di dalamnya.

Bagi yg mencari tempat enak dan sejuk serta menghindari hiruk-pikuk ibukota, bisa mengunjungi kawasan wisata tersebut. Sayangnya hutan nan indah ini ada beberapa lokasi atau spot dibiarkan begitu saja seolah terbengkalai.

Di area tengah hutan tersebut, terdapat danau cukup besar dan luas di mana danau ini memiliki sebuah pulau kecil di bagian tengahnya. Seolah seperti Danau Toba mini. Sayangnya pulau tersebut tidak bisa dikunjungi. Pasalnya tidak ada transportasi yang siap membawa para wisatawan ke pulau kecil tersebut.

Jalan-jalan di Srengseng. Foto: viva.co.id

Para wisatawan bisa memancing di sekitar danau. Cukup sering mendapatkan para pengunjung yg memancing ketika pagi atau siang hari. Sayangnya di sekeliling danau tersebut kurang diolah cukup maksimal. Para wisatawan yg berkeliling di sekitar danau bisa melihat bahwa di bagian ujung dari danau tersebut sudah terlihat jalan umum. Sehingga suasana bising kendaraan sudah mulai terdengar.

Sementara di sekeliling danau ini hanya ada pepohonan rindang serta rerumputan dan juga semak-semak. Jarang ditemukan bunga atau tanaman hias di sekitar danau tersebut. Praktis sedikit kurang menarik untuk dinikmati.

Memancing di Danau. Foto: pegipegi.com

Sisi lain dari Hutan Kota Srengseng

Jika berkeliling di sekitar danau seperti yang disebutkan di awal bahwa pemandangannya akan dipenuhi dengan orang memancing di sini. Banyak para pengunjung memancing dan memenuhi hobi mereka di sini. Yg menarik adalah ada beberapa pengunjung masih mengenakan baju dinas memancing di sini. Setelah lelah bekerja, menghilangkan stress dengan memancing bisa menjadi salah satu jalan yg pas.

BacaJuga:  10 Gambar Masjid Al Azhar Jakarta Selatan Kebayoran Baru + Sejarah
Signage di Taman Srengseng. Foto: beritadaerah.com

Di salah satu sisi terdaat area outbound. Sayangnya area ini sudah tidak terpakai lagi. Ditambah lagi area ini diberi tanda larangan masuk serta pagar. Sehingga menimbulkan kesan horor serta cukup angker. Seolah ada misteri yang disimpan di sini. Belum lagi dengan pencahayaannya yg sangat minim. Hanya menggunakan cahaya dari sinar matahari. Itupun masih dihalangi oleh pepohonan rindang sehingga cahaya matahari hanya memasuki celah-celah daun. Praktis membuat suasana menjadi lebih horor.

Jika para pengunjung menelusuri jalan lurus dari loket masuk, akan tersambung dengan area mushalla dan toilet. Jalan setapak ini memang saling terhubung. Sementara jalur di sebelah kanan dari loket ini berisi area pepohonan rindang serta jalan setapak dengan konblok sebagai alasannya.

Suasana di Taman Srengseng. Foto: himwaton.com

Di sepanjang jalan ini memang hanya diisi oleh jalan setapak. Sisanya hanya pepohonan rindang dengan akses langsung ke area danau. Meski hanya berisi pepohonan rindang, para pengunjung bisa menikmati suasana sejuk dan juga segar di sekitar jalan setapak tersebut. Apalagi sinar matahari hanya sedikit masuk ke celah-celah ranting dan dedaunan. Sehingga membuat panas teriknya tidak bisa sampai ke area jalan setapak ini. Di area ini para wisatawan bisa pula mengabadikan foto serta gambar dengan latar belakang suasana hutan kota nan lebat. Ajak pula anak-anak untuk mengenal lebih dekat keindahan alam serta bermain di area children playground dengan suasana alam nan asri.

Berapa Bintang yang Pantas Untuk Tempat Diatas?

Ada yang salah? Punya kritik dan saran? Sampaikan di kolom komentar dibawah ini ya kakak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.