10 Gambar Hutan Pinus Imogiri Mangunan Bantul Jogja, Harga Tiket Masuk + Rute Jalan Menuju Lokasi Alamat Wisata Dlingo Yogyakarta

Posted on
Hutan pinus imogiri jogja mangunan alamat buka jam lokasi yogyakarta rute bantul daerah istimewa kebakaran magelang malam hari wikipedia wisata wonosari prewedding dari klaten solo retribusi special region tutup berapa terbaru tiket masuk tarif taman terbakar tempat berita timur yang bagus angkutan umum ke instagram dlingo kecamatan objek obyek of peta pagi prewed gardu pandang petunjuk arah puncak piyungan rumah pohon location letak lengkap kebakar koordinat kalibiru kebun buah bausasran kota jalan juni juli harga htm hitam hidup hewan herbalife google map maps gambar gps foto facebook dan dimana malioboro denah dekat menuju sejarah sunrise sekitar simpati angker adalah akses apakah misteri motor mobil ngecamp becici biaya bogor bojonegoro camping cara gratis backpacker menarik spot panggung nganjir asri sendangsari wikiwisata
Hutan Pinus Imogiri (foto: xtravelers.blogspot.co.id)

Lokasi: JL.Hutan Pinus Nganjir, Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, 55783
Map: KlikDisini
HTM: Gratis
Buka/Tutup: 24 Jam
Telepon: 0897 7216 799

“Apapun yang ada di Jogja terasa tampak indah”, ungkapan tersebut banyak disampaikan oleh mereka yang pernah berpetualang menjelajah Yogyakarta. Ungkapan tersebut rasanya tidak salah, karena hampir semua sudut dari wilayah yang menjadi sentral kebudayaan Jawa ini memiliki nilai jual bagi industri pariwisata. Salah satunya adalah kawasan hutan pinus yang populer dengan sebutan Hutan Pinus Imogiri.

Meski fungsi utama dari kawasan ini adalah sebagai hutan lindung, namun keindahan yang dipancarkannya sanggup membius siapapun yang berkunjung ke tempat ini. Bahkan konon, suasana hutan ini tidak berbeda jauh dengan Hutan di Pacific Nortwesth, di Forks dan di kota-kota kecil lainnya yang ada di wilayah Evergreen State.

Gambaran sepintas tentang keindahan hutan ini dapat ditemui salah satunya dalam film box office  yang berjudul “Twilight”. Pada beberapa scene dalam film tersebut diperlihatkan, dimana Bella yang dimainkan Kristen Stewart diajak Edward yang diperankan Robert Pattinson memasuki sebuah hutan yang ditumbuhi pohon-pohon pinus yang menjulang tinggi. Keindahan suasana hutan yang ada di film “Twilight” itulah yang dapat Anda nikmati di kawasan Hutan Pinus Imogiri.

Pohon-pohon Pinus yang Menjulang Tinggi di Hutan Pinus Imogiri (foto: lookjogja.blogspot.co.id)

Itu sebabnya bukan sesuatu yang mengherankan jika foto-foto dan gambar video tentang keindahan hutan ini banyak menghiasi situs-situs sosial media seperti instagram, facebook, youtube dan sosial media yang lain. Karena siapapun yang pernah selfie atau wefie di sini  bakal tertarik untuk menguploadnya ke sosial media dan memamerkannya kepada siapa saja, karena gambar yang dihasilkan benar-benar mempesona.

Tidak mengherankan pula jika Hutan Pinus Imogiri kerap dijadikan sebagai lokasi pengambilan foto prewedding, pembuatan iklan dan video clip beberapa artis nasional, serta lokasi pembuatan film, salah satunya adalah film “AADC 2”.

Banyaknya pasangan yang menjadikan hutan ini sebagai lokasi foto prewedding, selain karena banyaknya spot menawan yang menarik untuk dijadikan latar belakang foto, juga karena adanya semacam filosofi yang melambangkan pohon pinus sebagai lambang cinta. Batang pohon pinus yang tegak lurus diibaratkan sebagai cinta yang tidak bercabang, sementara daunnya yang hijau merupakan simbol cinta yang abadi.

Daya tarik luar biasa yang dipancarkan hutan ini, membuat kawasan hutan yang semula hanya difungsikan sebagai hutan lindung menjadi bertambah fungsi sebagai kawasan wisata, sehingga pemerintah dalam hal ini Perhutani yang memiliki hak dan kewenangan untuk mengelola kawasan hutan dengan dibantu pokdarwis membangun sejumlah fasilitas umum bagi para pengunjung serta spot-spot untuk pengambilan foto prewed dan scene video clip serta film.

Indahnya Hutan Pinus Imogiri (foto: malesmandi.com)

Mengenal Sekilas Hutan Pinus Imogiri

Meski lebih dikenal dengan nama Hutan Pinus Imogiri, lokasi hutan ini sebenarnya berada di kawasan RPH (Resort Pengelolaan Hutan) Mangunan dan tidak masuk ke dalam wilayah administratif Imogiri. Hanya saja karena lokasi hutan ini berada di satu jalur dengan situs makam raja-raja Imogiri, menjadikan banyak orang utamanya wisatawan dari luar Jogja salah sebut dan menganggapnya hutan pinus Imogiri. Namun sebutan yang salah itulah yang justru paling populer hingga hutan tersebut kini dikenal dengan nama Hutan Pinus Imogiri.

Sebagai objek wisata baru, tidak ada deskripsi khusus tentang Hutan Pinus Imogiri di situs wikipedia. Namun di sejumlah website utamanya situs wisata seperti wikiwisata, forsquare, tripadvisor, traveloka serta yang lain, tidak sulit untuk mendapatkan informasi tentang obyek wisata yang satu ini. Karena Hutan Pinus Imogiri saat ini memang menjadi salah satu tempat wisata yang hits di Jogja.

Kepopulerannya bahkan mengalahkan dua tempat wisata lain yang ada di dekatnya dan lebih dahulu dikenal sebagai kawasan wisata, yaitu Kebun Buah Mangunan serta Puncak Becici yang juga menyuguhkan pemandangan yang instagramable.

Hutan dengan luas sekitar 500 hektar tersebut mayoritas ditumbuhi Pinus Merkusii ditambah beberapa jenis pohon yang lain seperti Akasia, Kayu Putih, Kemiri, Mahoni serta beberapa pohon perdu. Awalnya kawasan hutan ini sempat tandus dan gersang akibat pembalakan liar secara besar-besaran dan kebakaran hutan.

Batang-batang Pohon Pinus yang Berjajar Indah di Hutan Pinus Imogiri (foto: anggialfonso.com)

Namun setelah ditangani secara serius oleh pihak Perhutani dengan melakukan reboisasi dan menjadikan kawasan ini sebagai hutan homogen, kawasan yang awalnya tandus tersebut kini berubah hijau dan dipenuhi pohon-pohon pinus yang menjulang tinggi. Bahkan tujuan reboisasi yang awalnya hanya untuk menciptakan kawasan hutan lindung, fungsinya menjadi bertambah sebagai kawasan wisata setelah keindahannya menarik perhatian publik.

Selain menyuguhkan wisata alam, Hutan Pinus Imogiri juga memiliki situs bersejarah yang hingga kini masih sering dikunjungi para peziarah. Situs bersejarah tersebut adalah sumber mata air Bengkung yang konon dahulu menjadi lokasi pertapaan Sultan Agung Hanyokrokusumo. Situs tersebut dibangun oleh pemerintah Belanda sekitar tahun 1925 – 1930.

Untuk menuju ke sumber mata air Bengkung, pengunjung bisa melakukan trekking dari area parkir mengikuti jalur outbond Watu Abang dan menembus hutan. Jika tidak kuat berjalan kaki, dapat pula mengendarai sepeda atau motor melewati jalur melingkar yang jaraknya lebih jauh.

Sama halnya dengan kawasan Tebing Keraton yang ada di Bandung, Hutan Pinus Imogiri juga menjadi destinasi favorit bagi para pecinta gowes. Dengan track yang mendaki dan berliku-liku, menjadi tantangan tersendiri yang menarik bagi para penggemar sepeda gunung.

Rute Perjalanan Menuju Hutan Pinus Imogiri

Jika Anda melihat peta atau membuka google map di layar smarphone dan mencari alamat Hutan Pinus Imogiri, disitu akan tertera: JL.Hutan Pinus Nganjir, Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, 55783. Lokasi yang dimaksud tersebut berada di sebelah selatan Kota Yogyakarta dengan jarak sekitar 25 km.

Pintu Masuk Hutan Pinus Imogiri (foto: diskusiaja.blogspot.co.id)

Cara paling mudah untuk menuju ke lokasi adalah dengan melewati jalan Imogiri Timur dan menyusuri rute yang menuju ke makam raja-raja Imogiri yang ada di Bantul. Namun sebelum sampai ke makam raja Imogiri, Anda akan bertemu dengan sebuah pertigaan. Di pertigaan tersebut Anda harus mengikuti jalan yang lurus, karena kalau berbelok ke kanan, Anda akan sampai ke Kebun Buah Mangunan, dan kalau berbelok ke kiri Anda akan menuju ke lokasi makam raja-raja Imogiri.

Setelah mengikuti jalan yang lurus, Anda akan bertemu lagi dengan sebuah pertigaan yang menuju kearah Mangunan. Di pertigaan itulah kendaraan dibelokkan ke arah kiri, dan ikuti terus jalan tersebut, karena tidak berapa lama kemudian Anda akan sampai ke lokasi.

Satu hal yang perlu dijadikan catatan bagi traveller dan backpacker yang akan berkunjung ke Hutan Pinus Imogiri adalah tidak adanya transportasi umum yang menuju ke lokasi. Sehingga tidak ada cara lain untuk menuju ke lokasi selain membawa kendaraan pribadi atau menyewa motor atau mobil di rental-rental yang banyak ditemui di kota jogja.

Jika harus menyewa kendaraan, pilihan utamanya adalah motor dan bukan mobil, terlebih pada saat long weekend. Alasannya, pertama dengan motor perjalanan Anda akan lebih cepat dan butuh waktu sekitar 1 jam untuk bisa sampai ke tempat tujuan. Jika menggunakan mobil, kemungkinan terjebak kemacetan akan sangat besar, karena pada musim liburan jalanan yang ada di sepanjang wilayah Yogyakarta dipadati oleh kendaraan dari berbagai arah.

Sungai Opak Dilihat dari Hutan Pinus Imogiri (foto: jdfoodiary.blogspot.co.id)

Alasan kedua, sekitar 8 km sebelum sampai di lokasi, kondisi jalan yang semula datar dan cukup lebar, berubah menjadi sempit, menanjak dan berliku-liku. Meski jalan tersebut mudah dilalui karena sudah halus berlapis aspal, namun tetap saja rawan bersenggolan dengan kendaraan yang berlawanan arah karena kondisinya yang sempit.

Alasan ketiga,  jika di lokasi Anda ingin mengunjungi situs bersejarah sumber mata air Bengkung dan tidak ingin berjalan kaki, dengan membawa motor, Anda bisa menuju ke tempat tujuan. Tapi jika Anda menyewa mobil, jalur yang menuju ke lokasi situs tidak dapat dilewati mobil dan tidak ada persewaan motor di Hutan Pinus Imogiri.

Daya Tarik Hutan Pinus Imogiri

Perjalanan yang melelahkan dari kota Jogja menuju lokasi wisata akan langsung terbayar begitu sampai di Hutan Pinus Imogiri, karena kedatangan Anda akan disambut dengan hijaunya pemandangan yang menyejukkan mata serta udara hutan yang sejuk dan segar.

Setelah memarkir kendaraan, Anda bisa melangkahkan kaki menuju ke pintu gerbang masuk hutan. Di depan pintu gerbang tersebut terdapat sebuah taman yang dihiasi berbagai jenis bunga dan menjadi salah satu spot menarik untuk dijadikan background foto.

Taman Bunga di Depan Pintu Masuk Hutan Pinus Imogiri (foto: foursquare)

Spot menarik lainnya dapat Anda temui di berbagai sudut hutan yang luas. Di sana terdapat jalan setapak yang akan membawa Anda menuju ke sebuah tebing, dan di bibir tebing itulah dapat Anda saksikan pemandangan alam yang menawan berhias aliran Sungai Opak dengan latar belakang bebukitan.

Agar sudut pandang lebih luas dan landskap yang disaksikan dapat lebih utuh, pihak pengelola sudah menyediakan Gardu Pandang di sekitar bibir tebing. Gardu pandang setinggi 10 – 12 meter yang menempel pada sebatang pohon tersebut berbahan kayu dan bambu, dan terbagi atas dua tingkat. Pada tingkat pertama dapat diisi paling banyak 3 orang sedang tingkat dua dapat diisi maksimal 2 orang. Pada saat pengunjung sedang ramai, mereka yang naik ke atas Gardu Pandang dibatasi paling lama 10 menit. Pemberitahuan tersebut tertulis pada papan yang ditempelkan di setiap tingkat.

Butuh nyali besar untuk naik ke Gardu Pandang, karena pada saat angin berhembus kencang, Gardu Pandang tersebut bergoyang-goyang. Begitu juga untuk mereka yang naik di tingkat dua, pada saat mereka yang berada di tingkat satu berjalan, terasa sekali goyangannya. Karena itu pada saat naik ke Gardu Pandang disarankan untuk tidak bercanda dan membuat gerakan secara berlebihan, apalagi sampai melompat-lompat.

Bagi yang tidak memiliki keberanian untuk naik ke Gardu Pandang, tidak perlu kecewa, karena di sekitar kawasan hutan masih banyak spot-spot cantik yang dapat dinikmati sambil duduk di bangku-bangku yang disediakan di beberapa sudut hutan atau merebahkan tubuh di atas hammock yang terentang diantara dua pohon atau duduk di atas ayunan.

Gardu Pandang di Hutan Pinus Imogiri (foto: anggialfonso.com)

Anda juga tetap dapat berburu spot-spot cantik untuk berselfie dan berwefie ria, karena di hampir setiap sudut Hutan Pinus Imogiri bisa dijadikan sebagai background foto yang menawan, meskipun Anda hanya berbekal kamera pocket atau bahkan kamera HP. Tentu saja dengan menggunakan kamera DSLR disertai tekhnik fotografi hasilnya bakal lebih istimewah.

Puncak dari keindahan pemandangan di objek wisata ini adalah pada pagi hari sekitar pukul 07.00 – 09.00. Pada saat itu, sinar matahari yang memancar dari arah samping, menelusup lewat cela-cela pucuk pinus dan membuat garis-garis keemasan yang menawan. Pada saat musim kemarau, garis-garis cahaya tersebut biasanya berpadu dengan kabut tipis yang membalut suasana sekeliling, sehingga suasana yang dihadirkan terkesan romantis.

Diantara sejumlah spot menarik yang ada di Hutan Pinus Imogiri, yang menjadi spot favorit pengunjung dan cukup fenomenal adalah keberadaan sebuah panggung terbuka yang didesain dengan sangat unik. Panggung tersebut keseluruhan bahannya terbuat dari kayu dengan tempat duduk berbentuk setengah lingkaran yang semuanya juga menggunakan bahan kayu.

Keberadaan panggung terbuka berbahan kayu di Hutan Pinus Imogiri tersebut kini banyak diperbincangkan dan telah mendunia, karena foto panggung yang diupload di situs 9gag.com yang disertai sebuah pertanyaan: “What band/singer would be suitable to have a concert there?”, dinobatkan sebagai gambar paling hot di situs global tersebut.

Gubuk di Hutan Pinus Imogiri (foto: foursquare)

Sampai dengan awal Agustus 2017, gambar panggung terbuka tersebut mendapatkan poin 14.548 point dan mendapat komentar dari pembaca sebanyak 4.066 yang sebagian besar merasa takjub dengan keunikan desain dari panggung tersebut sambil memberikan jawaban yang lucu dan menarik. Sayangnya, dalam postingan tidak dicantumkan lokasi atau tempat panggung tersebut berada.

Segala keindahan dan keunikan yang tersaji di Hutan Pinus Imogiri ini rasanya sayang untuk dilewatkan begitu saja. Apalagi tidak jauh dari objek wisata ini juga terdapat beberapa objek wisata menarik lainnya, yaitu makam raja-raja imogiri untuk mereka yang tertarik dengan wisata sejarah, Kebun Buah Mangunan untuk berminat pada agrowisata, dan Puncak Becici yang juga merupakan kawasan hutan lindung dengan suguhan indahnya pemandangan alam berlatar belakang Gunung Sindoro dan Gunung Merapi.

Harga Tiket Masuk dan Fasilitas di Hutan Pinus Imogiri

Untuk dapat menikmati indahnya Hutan Pinus Imogiri, pihak pengelola tidak menarik tiket masuk kepada para pengunjung alias gratis. Hanya saja, mereka dikenai retribusi parkir sebesar Rp.3.000 untuk sepeda motor, Rp.10.000 untuk mobil dan Rp.20.000 untuk bus.

Di sini pengunjung juga bebas membawa dan mengoperasikan kamera jenis apapun termasuk kamera DSLR dan mengabadikan setiap sudut hutan tanpa dipungut biaya. Namun, untuk pengambilan foto prewed serta shooting iklan, video clip atau film dikenakan tarif minimal Rp.50.000.

Panggung Terbuka Di Hutan Pinus Imogiri (foto: http://blog.reservasi.com)

Meski tidak memungut tiket masuk, pihak pengelola tetap berusaha untuk memanjakan para pengunjung dengan menyediakan sejumlah fasilitas umum, seperti bangku-bangku di beberapa sudut hutan, hammock, ayunan, Gardu Pandang, Rumah Pohon, gubuk untuk beristirahat, kamar mandi umum, mushollah sederhana, outbond area, camping ground serta area parkir yang cukup luas.

Pengunjung juga tidak akan kesulitan untuk mengisi perut dan menghilangkan dahaga, karena di kawasan wisata ini banyak berdiri warung-warung sederhana yang menjual berbagai macam menu makanan dan minuman dengan harga yang relatif murah.

Jika ada yang kurang dari tempat wisata ini adalah tidak adanya fasilitas penginapan. Sehingga bagi mereka yang ingin menginap di kawasan hutan untuk dapat menikmati sunrise di sela-sela batang pinus, tidak ada cara lain yang dapat dilakukan selain ngecamp. Bagi mereka yang ingin bermalam dengan mendirikan tenda di kawasan hutan, dikenakan tarif sebesar Rp.20.000 perorang ditambah biaya parkir sebesar Rp.5.000 untuk sepeda motor dan untuk kendaraan lainnya dua kali lipat dari tarif parkir normal.

Untuk mereka yang bermaksud camping di Hutan Pinus Imogiri, disarankan membawa bekal yang cukup serta penerangan yang memadai, karena kawasan hutan ini jauh dari perkampungan penduduk dan pada malam hari suasana sekeliling gelap gulita karena belum terjangkau fasilitas penerangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *