10 Gambar Istana Negara Indonesia di Jakarta, Alamat + Sejarah Misteri

Diposting pada
Istana negara indonesia jakarta alamat malaysia gambar bogor foto sejarah misteri kuala lumpur di ri yogyakarta jalan duta angker lokasi letak pasang pohon natal bali denah timor leste cipanas singapura hari ini jogja tampak siring sarang pki amerika serikat yang baru dibuka untuk umum inggris wisata arab saudi peta visit visiting hours thailand singapore map demo brunei darussalam email republik india lama open house 2019 official website wonogiri adalah ada berapa asean bahasa inggrisnya berfungsi bandung berhantu china career cina cirebon cianjur cikeas dunia sidoharjo kalimantan dibangun makassar
Istana Negara Indonesia, Foto: mikeportal.blogspot.com

Lokasi: Jalan Veteran, Jakarta Pusat
Map: Klik Disini
HTM: Free
Buka/Tutup: 09.00 – 16.00 WIB
Telepon: (021)-2354-5001

Sebagai sebuah negara yang berdaulat, tentunya masing-masing negara memiliki istana yang menjadi pusat pemerintahan atau tempat berlangsungnya acara kenegaraan dari negara tersebut. Beberapa di antaranya yang ada di luar negeri seperti Independence Hall & gedung putih atau bahasa inggrisnya yakni White House di Amerika serikat, kemudian ada juga Buckingham Palace di Inggris yang tersohor di seluruh dunia, serta 5 istana yang ada di arab Saudi dengan Shada Palace sebagai istana tertuanya.

Tampak Depan, Foto: klikhotel.com

Beralih ke negara-negara asean, ada The Grand Palace di Thailand, Rhastravati Bhavan di India, serta Nanjing Palace di China. Sementara di negara tetangga RI sendiri, terdapat Istana Nurul Iman Brunei Darussalam, Istana Negara Malaysia di Kuala lumpur & The King’s Palace Malaysia yang dulunya rumah dari Miliarder Cina, Istana Negara Singapore di singapura, serta Istana Kepresidenan dari Republik Demokratik di timor leste.

Berapa banyak Istana Republik Indonesia? Naah bagi yang belum tahu, tercatat terdapat 6 istana negara & juga 1 istana wakil presiden di beberapa lokasi. Diantaranya adalah Bali dengan Istana Tampak Siring, Jawa tengah? Ada Jogja dengan Gedung Agung Yogyakarta, Jawa barat? Ada Istana Cipanas Cianjur & juga Istana Bogor yang terkenal dengan rusanya, serta di Ibukota Jakarta sendiri yakni Istana Merdeka, Istana Negara & juga Istana Wakil Presiden.

Tak hanya itu, Indonesia yang dulu sempat di jajah pun memiliki beberapa bangunan lainnya yang sempat diperuntukan bak istana negara pada jaman penjajahan seperti Gedung Sate di Bandung. Beberapa daerah lainnya juga sempat di canangkan untuk mendapat pembangunan Istana Negara, seperti Makassar & juga Kalimantan yang bahkan sedang di gadang-gadangkan sebagai calon Ibukota baru bagi Indonesia.

Istana lainnya? Ada dong! Seperti Istana Lansia yang ada di Sidoharjo Wonogiri, serta Istana Cikeas tempat pak SBY & Istana Karang di Cirebon. Namun pada kesempatan kali ini kita akan membahas sedikit mengenai istana kepresidenan, yang letaknya di Jakarta alias Istana Negara. Penasaran seperti apa? Yuk simak hingga akhir artikel ini !

Istana Negara Indonesia di Jakarta, Foto: braito.co.id

Lokasi dari Istana Negara

Istana kepresidenan yang satu ini, beralamat di Jakarta Pusat atau lebih tepatnya ada di Jalan veteran dekat dengan gedung Istana Merdeka. Kompleks Istana yang berdiri di lahan seluas 68 ribu M2 ini dilengkapi juga dengan beberapa bangunan lainnya seperti Bina Graha yang dulu sempat di manfaatkan sebagai ruang bekerja bagi Presiden Soeharto, B.J Habibie serta Abdurrahman Wahid, kini Bina Graha dipergunakan sebagai ruang kerja bagi wakil presiden selain Istana Wakil Presiden.

Selain gedung Bina Graha, ditempat ini juga terdapat Wisma Negara serta Kantor Kementrian & juga Sekertariat Negara. Satu hal yang menjadi perbedaan mencolok dari Istana Negara & Istana Merdeka ialah pada denah penghadapan bangunannya, yakni menghadap ke Jalan Merdeka bagi Istana Merdeka & menghadap ke arah Jalan Veteran bagi Istana Negara.

Kediaman Presiden, Foto: presidenri.go.id

Sekilas sejarah dari Istana Negara

Bila ditilik dari sejarah yang ada, Istana Negara ini mulai dibangun pada tahun 1796 pada waktu pemerintahan Hindia Belanda kala itu. Istana Negara ini sendiri dibangun kala Pieter G. Van Overstraten masih menjabat sebagai Gubernur Jenderal & baru rampung pada 8 tahun kemudian pada masa jabatan GubJen Johannes Siberg di tahun 1804.

Bangunan ini pun pada awalnya berfungsi sebagai rumah peristirahatan milik J.A Van Braam yang merupakan pengusaha Belanda ternama di kawasan bergengsi pada masanya di Batavia baru yang kini kita kenal dengan nama Harmoni. 16 tahun kemudian atau tepatnya pada 1820, rumah ini mulai disewakan & akhirnya dibeli pemerintah kolonial pada 1821 sebagai pusat pemerintahan & rumah tinggal bagi para GubJen yang bertugas di Batavia.

Tempatnya Strategis, Foto: klikhotel.com

Hal ini disebabkan para Gubernur Jenderal kala itu belum memiliki rumah tinggal di Batavia, karena lebih memilih membangun di Buitenzorg (Kota Bogor) yang kala itu dinilai lebih sejuk & juga lebih strategis. Namun tentunya seiring waktu, sehubungan dengan belum tuntasnya pembangunan Istana Daendels yang kala itu berlokasi di Lapangan Banteng, akhirnya tempat ini mulai dilirik para GubJen sebagai tempat beristirahat selepas pertemuan Dewan Hindia yang berlangsung di Batavia setiap hari rabu.

Selepas Istana Daendels rampung, Gedung ini pun tetap dipergunakan & Istana Daendels menjadi kantor pemerintahan saja. Gedung yang kita kenal dengan nama Istana Negara ini, dulunya dikenal dengan nama Istana Rijswijk atau biasa disebut dengan Hotel van den Gouverneur-General sebagai pengalihan kata Istana. Istana Negara ini juga menjadi saksi sejarah, ketika Cultur Stelsel atau yang lebih akrab dengan tanam paksa oleh Gubjen Graaf Van d. Bosch.

Tak hanya Cultur Stelsel, Perjanjian Linggarjati yang kala itu terjadi pada tanggal 25 maret 1947 oleh Hubertus J. Van Mook sebagai wakil Belanda & Sutan Syahrir sebagai wakil Indonesia pun terjadi di tempat ini. Luas awal dari Istana Negara sendiri, pada mulanya hanya 3.375 M2 dengan gaya arsitektur yang berkiblat pada gaya yunani kuno dengan 2 tingkat.

Bentuk yang bertahan hingga kini, sejatinya merupakan hasil renovasi akhir pada 1848, dimana terjadi pembongkaran pada bagian atas & depan dari lantai bawahnya agar lebih besar menonjolkan kesan resmi. Barulah pada tahun 1873, Palais te Koningsplein atau Istana Gambir yang kini lebih dikenal dengan nama Istana Merdeka dibangun di area Weltervreden dengan alasan Istana Rijswijk yang mulai penuh atas gagasan Gubernur Jenderal Johan W. van Lansberge.

Penjagaan Ketat, Foto: newshub.id

Rumor & Cerita angker Istana Negara

Masih ingatkah anda mengenai rumor yang sempat dihembuskan oleh Ustadz Alfian Tanjung yang menuding bahwa Istana Negara telah menjadi Sarang PKI? Pada video yang sempat viral di laman youtube dengan durasi 0:45 ini, Alfian Tanjung sempat menyebut beberapa nama yang menurutnya merupakan kader PKI yang rutin melakukan rapat.

Selain rumor tersebut, Istana Negara juga sempat disebut-sebut sebagai tempat yang angker manakala TV yang berada di dalam istana sempat menyala dengan sendirinya dan disaksikan langsung oleh keluarga Alm. Gusdur yang kala itu turut tinggal di Istana. Yenny Wahid & juga Inayah Wahid yang merupakan putri Alm. Gusdur serta para staff pun konon sering mendengar suara-suara yang dipercaya ditimbulkan oleh makhluk astral yang ingin mengganggu, hii.

Selain suara aneh, di bagian sayap kiri Istana atau lebih tepatnya di dalam kamar mandi yang tepat berada di depan dapur seringkali terdengar suara lantunan alat musik yang secara tiba-tiba seolah sedang ada yang memainkannya. Misteri lainnya seperti penemuan saluran air kuno yang berada di bawah tanah dengan lorong-lorong yang bisa dimasuki orang dewasa, dipercaya dapat tembus menuju istana yang bahkan sempat ditelusuri oleh TNI guna melakukan pemetaan.

Tak hanya di Istana Negara, Istana Merdeka yang berada dekat dengan Gedung ini & Istana lainnya pun konon memiliki kisah berhantu yang tak kalah seram dengan Istana Negara. Seperti Pohon yang telah berusia 144 tahun yang di namai Ki Hujan yang tak bisa dahannya tak bisa dirapihkan meski sempat di coba beberapa kali menggunakan gergaji mesin, tak bisa dirapihkan disini bukan berarti kebal dengan gergaji namun ketika gergaji mendekat otomatis mati dengan sendirinya.

Terletak di Jalan Medan Merdeka, Foto: wikipedia.org

Lain hal dengan peristiwa Ki Hujan, di Istana Merdeka juga sempat terjadi peristiwa yang membuat heboh public ketika SBY yang kala itu menjabat sebagai Presiden hendak mengangkat Albert Hasibuan tiba-tiba saja meja dengan marmer berkualitas tinggi dengan tebal 2 cm itu pecah berkeping-keping bak habis dihantam godam. Petugas paspampres yang kala itu akan memindahkan & juga menteri yang turut hadi pun terkejut, sekedar informasi untuk anda, marmer merupakan bahan yang semakin tua akan semakin keras & bertambah kuat, jadi? Apa kira-kira yang membuatnya menjadi seperti itu?

Terlepas dari rumor & beragam cerita horror yang ada di Istana Negara & Istana Merdeka, rupanya Istana Negara & Presiden Jokowi pun sempat menjadi sasaran kemarahan netizen yang kala itu terpancing akibat sebuah postingan pohon natal yang dikatakan di pasang di halaman Istana Negara. Disebutkan bahwa para kader PKS, sempat menyebar isu ini di sosmed bahkan hingga website mereka sendiri.

Setelah itu, postingan ini pun sempat viral & banyak yang mengeluarkan sumpah serapah yang tak sepatutnya, padahal kejadian yang sebenarnya pohon tersebut berdiri di kantor Ahok yang kala itu masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Pohon Natal yang sempat berdiri, justru pada saat demo yang dilakukan oleh Jemaat GKI Yasmin yang kala itu meminta agar dapat melangsungkan ibadahnya di gerejanya yang telah ditolak masyarakat setempat.

Para Menteri di Depan Istana Negara, Foto: ligaolahraga.com

Keindahan & Keunikan bangunan Istana Negara

Meski sempat terjadi beberapa pemugaran yang tak terlalu mencolok, namun bangunan Istana Negara yang awalnya condong dengan gaya arsitektur yunani kuno akhirnya tampil dengan gaya indische empire style. Bangunan megah dengan halaman luas & pohon yang tertata rapih bak taman eropa ini, masih dipergunakan sebagai tempat pagelaran beragam kegiatan kenegaraan seperti pelantikan duta besar.

Istana nan megah ini, tak hanya dapat dikunjungi oleh orang-orang penting maupun tamu kenegaraan saja namun dapat juga dikunjungi oleh masyarakat umum yang memang berminat untuk wisata ditempat bersejarah yang satu ini.

Yang asyik dari kedua Istana di Jakarta ini ialah pengunjung tidak perlu repot-repot membuat surat permohonan atau menunggu waktu open house seperti Istana yang berada di daerah namun dapat datang langsung setiap sabtu & minggu bila sedang tidak ada acara kenegaraan dengan operational hours mulai 08.30 hingga 15.00 WIB untuk mendaftar program ISTURA.

Suasana di Dalam, Foto: kepustakaan-presiden.pnri.go.id

Cara berkunjung ke Istana Negara

Bagi anda yang berminat untuk visiting Istana yang satu ini, tentunya tidak perlu repot-repot mencari informasi harga tiket masuk yang baru di 2019. Karena siapapun dapat langsung mendaftar Program Istana Untuk Rakyat atau ISTURA di Istana Negara yang dibuka pada hari sabtu & minggu, tanpa dipungut biaya sepeserpun. Meski usia tidak mendapat batasan, namun ketentuan untuk berpakaian rapih tetap harus dipatuhi ya.

Untuk pengunjung yang kebetulan membawa kendaraan pribadi baik mobil maupun motor dapat langsung memakirkan kendaraan yang dibawa pada halaman yang tersedia khusus untuk parkir pada Sekertariat Negara. Sementara bagi rombongan yang datang dengan bus, dapat memakirkan bus di IRTI Monas.

Untuk mendaftar Program Istura ini, pengunjung dapat mendaftar langsung di Jalan Majapahit pada pintu masuk untuk Sekertariat Negara. Bagi pengunjung perorangan, dapat langsung menukarkan Kartu Identitas dengan ID untuk Program ISTURA. Sementara bagi anda yang datang dengan rombongan, dapat diwakilkan oleh ketua rombongan saat penukaran ID.

Setelah itu para pengunjung akan diminta memasuki ruang tunggu, guna melalui tahap screening dengan melalui security door yang akan mendeteksi logam. Dari situ para pengunjung akan dijemput dengan bus yang disediakan khusus & di antar menuju Gedung serbaguna agar dapat menyaksikan teater film-film dokumenter milik Istana Presiden dengan lama durasi 10 hingga 15 menit.

Setelah itu anda akan di arahkan menuju area-area yang diperuntukan untuk wisata seperti halaman depan yang biasanya dipergunakan untuk upacara bendera 17 agustus, berfoto di tangga Istana, hingga ke bagian dalam istana (disini tidak boleh mengambil gambar ya!).

Bila beruntung, pengunjung pun dapat menyaksikan aksi unjuk kebolehan yang dilakukan oleh paspampres seperti baris berbaris maupun beragam atraksi senjata. Setelah usai, pengunjung pun akan diantar kembali menuju gerbang dengan bus yang sama & mengembalikan ID ISTURA dengan Kartu identitas masing-masing.

Suasana di depan Istana Negara, Foto: kompas.com

Rute menuju Istana Negara

Bagi anda yang ingin berkunjung ketempat yang satu ini namun masih bingung dengan rute yang akan ditempuh, jangan khawatir ! menurut info yang kami dapat, bagi anda yang berasal dari luar Jakarta & menggunakan mobil, dapat langsung menuju tol & mengarah ke Jakarta. Dari situ anda dapat exit ke Jakarta Inner RingRoad menuju semanggi, kemayoran maupun senayan, kemudian anda dapat melanjutkan perjalanan melalui Sudirman, M.H Thamrin, kemudian mengarah ke Medan Merdeka barat hingga tiba di tujuan

Sementara bagi anda yang menggunakan motor dapat menggunakan rute yang sama dengan mobil tentunya tanpa tol, atau untuk lebih mudahnya dapat menggunakan peta/google maps. Bagi anda yang berencana menggunakan transportasi umum seperti Bis maupun kereta api, dapat menaiki kereta dengan arah Jakarta Kota & turun di Stasiun Juanda. Dari situ anda dapat berjalan kaki hingga tiba ditujuan bagi anda yang memilih menggunakan kereta & menaiki Bus P9BT atau P41 dari Gerbang tol Halim atau menggunakan Transjakarta menuju Harmoni & lanjut berjalan kaki.

Namun ada baiknya sebelum visit, untuk memastikan apakah ada acara kenegaraan atau tidak pada tanggal yang anda inginkan di official website, email maupun melalui contact person agar semuanya berjalan lancar. Jadi, tunggu apalagi? Yuk kunjungi bangunan bersejarah yang satu ini & bangkitkan rasa nasionalisme dalam darahmu. Majulah negaraku, Majulah Indonesia !.

Semua catatan di atas adalah data terakhir pada saat tulisan ini dibuat. Jika ada perubahan terbaru yang Kamu ketahui, silakan informasikan kepada kami pada kolom komentar di bawah ini ya. Begitu juga jika ada yang salah, punya kritik dan saran. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.