10 Gambar Keraton Kacirebonan Cirebon, Silsilah Sejarah + Alamat Letak Lokasi Museum

Diposting pada
10 Gambar Keraton Kacirebonan Cirebon, Silsilah Sejarah + Alamat Letak Lokasi Museum
2 (40%) 1 vote[s]
Keraton kacirebonan sejarah cirebon silsilah kota jawa barat 45116 gambar alamat museum makalah foto keluarga letak lokasi luas profil peninggalan raja sultan tentang wisata tokoh keprabon berdirinya sekarang
Keraton Kacirebonan Cirebon, foto: wikimedia.org

Lokasi: Kelurahan Pulasaren, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, Kode Pos 45116, Jawa Barat
Map: KlikDisini
HTM: Rp.15.000/Orang
Buka/Tutup: 08.00-17.00
Telepon: 081-233-339-889

Budaya dan sejarah di Jawa Barat tidak terlepas dari raja dan sultan pada jaman dahulu memerintah di wilayah berbahasa Sunda tersebut. Beberapa diantaranya adalah tokoh keprabon yang cukup populer hingga menjadi legenda atau cerita rakyat masyarakat Jawa Barat itu sendiri.

Maka dari itu, tak sedikit peninggalan sejarah di kota tersebut yang kini disimpan di museum atau masih berdiri berupa keraton hingga sekarang.

koleksi wayang Keraton, foto: indonesiakaya.com

Tak hanya di Jawa Tengah, Jawa Barat pun memiliki peninggalan sejarah berupa bangunan tempat tinggal tradisional dari jaman para raja dan sultan terdahulu. Salah satu kota yang menyimpan budaya dan sejarah tentang tokoh keprabonan tersebut hingga sekarang adalah kota Cirebon.

Cirebon memiliki banyak wisata sejarah berupa keraton dan museum penyimpanan berbagai peninggalan sejarah itu sendiri. Dari sekian banyak bangunan, sebut saja salah satu daya tariknya terdapat pada Keraton Kacirebonan yang memiliki paduan budaya Indonesia, China, dan Belanda.

Keraton Kacirebonan memang tidak sebesar bangunan kerajaan lainnya di sekitar kota-kota di Jawa Barat. Di depan bangunan bersejarah ini sendiri terpasang papan penanda Benda Cagar Budaya yang memberitahukan bahwa profil kebudayaan Jawa Barat di masa lampau masih utuh.

ruang tamu di Keraton, foto: tindaktandukarsitek.files.wordpress.com

Di depan tempat bersejarah ini sendiri terpasang informasi tahun berdirinya bangunan tersebut, yakni pada masa penjajahan Belanda di tahun 1808. Di samping pintu masuk keraton terdapat prasasti dengan bertuliskan huruf Jawa kuno sehingga menambah keunikan budaya yang ditawarkan.

Petugas jaga di tempat wisata bersejarah ini akan menyambut semua pengunjung dengan ramah, bahkan beberapa wisatawan dapat membayarkan tiket masuk belakangan setelah melihat-lihat.

BacaJuga:  8 Potret Keindahan dan Kesejukan Darajat Pass, Wisata Puncak di Kabupaten Garut

Banyak hal yang ditawarkan dari wisata sejarah di Keraton Kacirebonan ini, berikut informasi alamat, profil, fasilitas, alamat, gambar-gambar, foto, hingga letak dan lokasi tentang bangunan bersejarah ini.

Fasilitas dan Akomodasi

beberapa koleksi yang dimiliki oleh keraton, foto: indonesiakaya.com

Keraton Kacirebonan berbentuk sederhana layaknya rumah tradisional, namun cukup luas dan dilengkapi profil tentang para raja jaman dahulu. Bentuknya unik dan dapat dijadikan tempat mengambil foto dan gambar selfie, petugas pun memperbolehkan pengunjung memfoto daerah sekitar.

Salah satu fasilitas yang cukup membantu adalah adanya petugas untuk menemani pengunjung berkeliling dan memberikan informasi seputar bangunan bersejarah ini.

Biasanya petugas itu sendiri merupakan bagian dari silsilah keluarga pengurus bangunan yang masih dekat dengan keturunan raja dan sultan Jawa Barat. Bangunan dengan luas kurang lebih 46.500 meter persegi ini menyimpan sejarah keluarga Pangeran Raja Kanoman dan perjuangannya melawan penjajah.

pintu masuk ke dalam keraton, foto: cirebon.biz

Memasuki ruang tengah, terdapat tempat yang dahulunya sering digunakan untuk menerima tamu-tamu kerajaan mengunjungi Keraton. Di dalam beranda ada foto dan gambar Pangeran Raja Kanoman sewaktu muda, wisatawan dapat menanyakan silsilah keluarga tokoh penting ini kepada pengunjung.

Sedikit tambahan informasi, istri dari Pangeran Raja Kanoman, yakni Ratu Raja Resminingpuri membangun keraton ini menggunakan uang pension dari Belanda. Tak jauh dari bangunan utama di keraton ini terdapat museum sebagai penyimpanan peninggalan sejarah berupa koleksi tua.

teras keraton, foto: pusakapusaka.com

Di dalam museum ini ada pajangan kain batik tua terletak di sebelah kiri, serta kotak pajangan wayang berwarna hijau di sebelah kanan. Karena pentingnya peninggalan tua di dalam ruangan ini, museum pun selalu ditutup kecuali apabila ada pengunjung yang tertarik ingin melihatnya.

Memang sedikit fasilitas yang ditawarkan, namun wisata sejarah disini lebih menarik karena makalah mengenai sejarah dan silsilah keluarga raja dan Sultan Kacirebonan.

BacaJuga:  5 Pilihan Resort di Ciwidey yang Buat Liburan Makin Mengesankan, Mulai Rp.400.000

 Harga Tiket Masuk

Tak banyak informasi mengenai berapa persisnya harga tiket masuk yang diharuskan untuk menikmati wisata sejara di Keraton Kacirebonan ini. Namun pengunjung mendapatkan pengetahuan dan informasi penting serta berharga mengenai makalah sejarah kesultanan Kacirebonan.

daya tarik yang dimiliki oleh keraton, foto: staticflickr.com

Harga tiket masuk Keraton Kacirebonan ini cukup murah karena tidak sampai diatas Rp 20.000 layaknya bangunan tradisional bersejarah di Cirebon lainnya. Pengunjung hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 15.000 untuk bisa masuk dan berfoto-foto di dalam wilayah tempat wisata sejarah ini.

Petugas pun akan memandu beberapa rombongan wisatawan jika diperlukan dan pengunjung tak perlu membayar biaya tambahan untuk panduan yang diberikan.

Karena area bangunan yang cukup luas, pengunjung dapat memarkirkan kendaraan namun di wilayah luar itu sendiri guna tidak merusak atau mengganggu ketenangan di dalam.

Kecuali untuk parkir para petugas yang datang mengawasi area keraton, karena terkadang dikerahkan petugas kepolisian untuk perihal penjagaan. Untuk harga parkir diperkirakan tidak termasuk harga tiket masuk karena parkir sendiri terkadang disediakan parkir liar atau diluar pengelolaan tempat wisata ini.

Letak dan Lokasi

ruang tengah keraton, foto: pusakapusaka.com

Alamat Keraton Kacirebonan terletak di jalan Pulasaren, Kelurahan Pulasaren, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon dengan kode pos 45116. Bangunan tradisional ini merupakan tempat bersejarah termuda dengan desainnya yang sederhana layaknya sebuah rumah adat tradisional Jawa Barat.

Hampir dari keseluruhan bangunan tradisional bersejarah di Jawa Barat memanjang dari arah utara ke selatan. Di jalan Pulasaren, terdapat alun-alun terbuka yang menjadi lokasi patokan utama dari bangunan ini, pengunjung akan disambut oleh area luas ini sebelum memasuki tempat wisata tersebut.

Letak persisnya berada di belakang Gapura Agung atau biasa juga disebut sebagai Lawang Agung, dimana pintu masuk ini bertuliskan huruf Jawa kuno dari jaman Raja Mataram dengan arti tulisan adalah Sultan Carbon Kerajaan Kacirebonan.

BacaJuga:  10 Gambar Saung Talaga Depok, Lokasi Alamat, Jam Buka Tutup, Daftar Menu Restoran + Nomer Telepon
halaman depan keraton, foto: indonesiakaya.com

Keraton ini juga adalah salah satu bangunan perpecahan dari Keraton Kanoman walaupun sama-sama didirikan khusus untuk Kesultanan Kacirebonan.

Rute Menuju Keraton Kacirebonan.

Salah satu keuntungan berwisata di Jawa Barat, terutama Cirebon adalah daerahnya cukup lenggang, tidak macet, dan transportasi yang cukup banyak dan murah. Begitu pula dengan transportasi umum yang dapat digunakan, tarif angkot yang melewatinya hanya berkisar Rp 3.000 hingga Rp 5.000 saja.

Letak tempat wisata sejarah ini juga tidak terlalu jauh dengan Keraton Kanoman, bahkan dapat dicapai hanya dengan berjalan kaki. Bagi pengunjung yang menaiki angkot dapat turun di Hanoman atau jalan Lemahwungkuk, keduanya sama-sama dekat.

kereta kencana miliki keraton kecirebonan, foto: cloudfront.net

Namun bagi yang masih awan terhadap lokasi persisnya bisa meminta bantuan supir angkot untuk turun di daerah terdekat. Wisatawan dapat memulai perjalanan dari Pasar Kanoman yang dekat dengan Keraton Kanoman, dari sini sendiri tidak terlalu jauh untuk menuju Keraton Kacirebonan.

Berjalan kaki dari Keraton Kanoman ke tempat yang satunya lagi tidak sampai lima belas menit, pengunjung sudah memasuki jalan Pulasaren dengan alun-alun terbuka.

Bagi yang datang menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil atau motor dapat memarkirkan kendaraannya di daerah Pasar Kanoman. Karena letaknya berdekatan, pengunjung pun bisa melihat-lihat Keraton Kanoman sebelum melanjutkan perjalanan ke Keraton Kacirebonan.

Biasanya setelah puas berkunjung, wisatawan dapat berburu souvenir di Pasar Kanoman dekat kedua bangunan tradisional bersejarah ini dan juga menikmati kuliner Jawa Barat yang terkenal.

Semua catatan di atas adalah data terakhir pada saat tulisan ini dibuat. Jika ada perubahan terbaru yang Kamu ketahui, silakan informasikan kepada kami pada kolom komentar di bawah ini ya. Begitu juga jika ada yang salah, punya kritik dan saran. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.