Ini Nih, 9 Perbedaan Tradisi Lebaran di Arab Saudi dan Indonesia

Diposting pada
Suasana Sholad Idul Fitri, Foto: republika.co.id

Indonesia merupakan negara dengan mayoritas agama islam. Sehingga, perayaan idul fitri atau lebaran menjadi momen yang sangat ditunggu-tunggu dan membahagiakan semua orang. Perayaan ini bahkan bisa dirasakan beberapa minggu sebelum dan sesudah idul fitri tiba.

Tak hanya Indonesia, tetapi setiap negara memiliki tradisi tersendiri dalam merayakan lebaran begitu pula dengan negara-negara arab. Perayaan ini biasanya tergantung pada budaya masing-masing negara. Ada yang meriah sekali dan ada pula yang biasa saja.

Suasana Masjidil Haram Setelah Sholad Idul Fitri, foto: republika.co.id

Kalau Indonesia termasuk negara dengan tradisi idul fitri yang meriah. Mulai dari tradisi mudik, takbir keliling sampai halal bi halal dari satu rumah ke rumah lainnya. Tapi, tentunya berbeda dengan tradisi lebaran di Arab Saudi. Nah, berikut perbedaan tradisi idul fitri di Indonesia dan Arab Saudi!

Mudik

Jika di Indonesia setiap tahunnya saat lebaran pastilah ada mudik. Mudik ini dilakukan oleh para perantau dari kota-kota menuju kampung halamannya. Walaupun berdesak-desakkan di terminal maupun di stasiun.

Meriahnya Kembang Api Pada Malam Takbiran, foto: kabarmakkah.com

Beberapa diantaranya memesan tiket sampai bulan sebelumnya agar bisa pulang ke kampung halaman. Rela membeli tiket mahal hanya untuk berkumpul bersama keluarga besar di rumah.

Pulang kampung saat lebaran memerlukan perjuangan besar, tapi itu tetap dilalui banyak orang untuk merayakan lebaran. Namun berbeda lebaran di arab saudi, tak ada yang namanya mudik berbondong-bondong ke kampung asal.

Jalanan pun tak penuh dengan kendaraan bermotor. Jika ingin bepergian atau berwisata ke luar kota, masyarakat arab saudi melakukan di hari pertama lebaran. Bukannya jauh-jauh hari sebelum lebaran.

BacaJuga:  10 Tempat Menarik di Pulau Sentosa Singapura, Harga Tiket Masuk Wahana Wisata Gratis Kah?

Malam Takbiran

menyalakan kembang api, foto: kabarmakkah.com

Malam takbiran merupakan malam sebelum hari raya idul fitri tiba. Nah, di malam ini semua masjid dan mushola mengumandangkan takbir. Takbiran juga dilakukan secara keliling dari jalan A ke B. Takbir dikumandangkan bersama dentuman bedug.

Malam idul fitri semakin meriah kalau di Indonesia. Sementara di Arab Saudi, takbir hanya dikumandangkan saja tanpa pukulan bedug.

Halal Bi Halal

Berkumpul Bersama Keluarga, foto: kabarmakkah.com

Sejak hari pertama idul fitri selepas sholat id, umat islam di Indonesia melakukan halal bi halal. Bisa dengan mengunjungi rumah tetangga atau saudara maupun kerabat dekat untuk meminta maaf sekaligus bersilaturahmi.

Karena memang momen hari raya idul fitri identik dengan saling memaafkan. Sehingga melakukan halal bi halal merupakan kegiatan wajib. Sedangkan di Arab Saudi, tradisi halal bi halal hanya pada keluarga terdekat dan dilaksanakan pada malam hari.

Biasanya mereka berkumpul di rumah keluarga tertua, menikmati hidangan idul fitri lalu berbahagia merayakan hari nan suci ini.

Makan Bersama Anggota Keluarga, foto: kabarmakkah.com

Bila tidak ada di rumah, masyarakat arab saudi juga menyiapkan sebuah meja dengan kertas dan pena di atasnya. Mereka meletakkan meja itu di dekat pintu. Itu merupakan langkah menyambut tamu saat tidak ada di rumah.

Selain menuliskan ucapan, pengunjung yang ingin bersilaturahmi juga menaruh sebuah bingkisan atau parcel lebaran.

Sajian lebaran

suasana lebaran di arab saudi, foto: tribunnews.com

Beda daerah beda kulinernya. Kalau di Indonesia menu khas lebaran adalah ketupat, opor ayam, sambal goreng, semur daging, kerupuk dan lainnya. Hampir setiap rumah memasak menu tersebut. Setelah sholat id, semua keluarga berkumpul lalu menyantap makanan itu.

Rasanya pastilah sangat nikmat. Jika lebaran di arab saudi, sajian lebaran yakni makanan manis-manis hampir sama dengan hidangan buka puasa. Jadi, ketika idul fitri tiba masyarakat arab memakan kurma, coklat dan makanan manis lainnya.

BacaJuga:  10 Makanan Khas Taiwan Yang Wajib Disantap

Parcel atau bingkisan lebaran

Nonton Bareng Bersama Keluarga, foto: tribunnews.com

Lebaran di Indonesia sudah biasa dengan tradisi tukar parcel atau bingkisan lebaran. Isi bingkisan itu banyak seperti snack, sirup, serta makanan lain untuk penerima.

Tradisi ini juga ada di arab saudi, tapi hanya saja isi bingkisannya tidak sama. Disana isi parcel tidak lebih dari 3 macam yaitu sekotak kue, permen dan satu set parfum beserta ucapan idul fitri pada bagian atasnya.

Angpau lebaran

Sama seperti Indonesia, orang arab menyiapkan angpau atau mainan yang disebut dengan eidiyah. Eidiyah ini disediakan oleh orang tua pada anak-anaknya sebagai penyenang atau ucapan terima kasih karena sudah berpuasa selama satu bulan. Hal itu juga merupakan langkah mendorong atau motivasi agar mau berpuasa lagi di tahun depan.

Kembang api

bagi bagi ampao, foto: tribunnews.com

Dalam menyambut datangnya idul fitri, kembang api menghiasi langit-langit. Menunjukkan rasa bahagia dengan datangnya hari suci. Begitu pula lebaran di arab saudi, penduduk sana juga menyalakan kembang api.

Baju baru

Penduduk arab saudi juga berbelanja sebelum lebaran tiba. Mereka memadati toko-toko baju sama seperti masyarakat Indonesia. Bagi yang tidak berbelanja pakaian baru, mereka akan mencuci baju lebaran lama, supaya bisa nampak seperti baru ketika digunakan.

Baju lebaran mereka umumnya jubah putih yang dikenakan untuk sholat id. Kalaupun ada sobek atau robek, langsung dijahit. Menjelang idul fitri area pertokoan dan tukang jahit sangat ramai. Tak sedikit pula para pemilik toko memberikan hadiah gratis pada pembeli menjelang idul fitri.

Tradisi memperhatikan kaum duafa

Mengadakan Pentas Drama, foto: kabarmakkah.com

Di Arab Saudi mempunyai tradisi bahwa pria arab membeli bahan-bahan pokok dalam jumlah besar, kemudian meletakkannya di depan pintu rumah kaum duafa secara acak. Itu cara mereka membantu sesama.

BacaJuga:  Berminat Vakansi Murah Ke Maldives Ala Backpacker Mania? Ikuti Tips Berikut Ini!

Kadang-kadang orang murah hati turun ke jalanan membagikan hadiah kepada anak-anak tidak dikenalnya. Mereka berlomba-lomba mendapatkan pahala dengan berbagi rezeki yang diperoleh selama setahun.

Sebenarnya, tidak banyak perbedaan antara tradisi lebaran di Indonesia dan arab saudi karena sama-sama bahagia atas hari nan fitri. Sekarang, kamu sudah tahu bagaimana suasana lebaran di arab saudi. Jadi, saat berkunjungi pada momen idul fitri kamu takkan bingung mau berbuat apa.

Semua catatan di atas adalah data terakhir pada saat tulisan ini dibuat. Jika ada perubahan terbaru yang Kamu ketahui, silakan informasikan kepada kami pada kolom komentar di bawah ini ya. Begitu juga jika ada yang salah, punya kritik dan saran. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.