Dipadati Turis Singapura, Begini Kondisi Kota Batam Saat Lebaran Tiba

Diposting pada

Sebagai kota industri, Batam memang dipadati oleh pendatang dan perantau dari berbagai kota. Tatkala lebaran tiba, banyak dari mereka yang memilih pulang kampung untuk bertemu keluarga tercinta.

Meskipun ditinggalkan oleh para penghuninya, kota Batam tetap ramai di kala libur lebaran tiba. Kota ini tak pernah kosong di hari biasa maupun hari libur, seperti lebaran dan natal. Pasalnya jumlah pengunjung, terutama wisatawan asing melonjak drastis di hari tersebut.

foto by dream.co.id

Umumnya masyarakat Singapura mendatangi Batam untuk sekedar berlibur atau mengunjungi sanak saudara.

Di Singapura sendiri, Idul Fitri ditetapkan sebagai libur nasional. Sehingga orang-orang bisa bersantai sejenak sembari berlibur dengan orang terdekat. Batam menjadi pilihan destinasi berlibur mereka karena beberapa alasan, terutama jarak tempuh yang dekat.

Dengan naik speedboat atau kapal penyeberangan, mereka hanya perlu menghabiskan sekitar 1,5 – 2 jam saja. Tiket penyeberangan perorang juga tak terlalu mahal, sehingga membuat para wisatawan lebih senang berlibur ke kota ini dibanding negara tetangga, seperti Malaysia dan Thailand.

Selain jarak tempuh yang pendek, ada lagi alasan lain yang melatarbelakanginya. Libur lebaran di Batam tak membuat beberapa toko dan pusat perbelanjaan tutup. Disinilah menariknya, setiap toko dan mall masih terbuka dan memberikan diskon besar-besaran.

Momen tersebut dimanfaatkan oleh para pengunjung atau turis dari luar negeri, terutama Singapura untuk puas berbelanja.

Bila dibandingkan dengan harga barang di Singapura, harga barang disini bisa dibilang jauh lebih murah. Mengingat pajak yang dikenakan tidak setinggi negara Singapura dan beberapa barang bebas cukai.

Tak ayal kalau libur lebaran selalu menjadi hari membahagiakan dan ditunggu-tunggu bagi sebagian besar masyarakat Singapura. Jika sebagian umat muslim yang merupakan penduduk asli Batam memilih bersilahturahmi, maka wistawan Singapura memilih sebaliknya.

Mereka menghabiskan sepanjang hari selama masa liburan untuk benar-benar berbelanja barang murah. Berbagai pakaian, sandal dan tas diburu sebagai oleh-oleh atau untuk dikenakan pribadi. Pemerintah Batam juga mengamini kenaikan drastis jumlah wisatawan di hari besar tersebut.

Bukan hanya daya tarik pusat perbelanjaan saja, Batam dipilih juga karena kemeriahan malam takbirannya. Di hari terakhir Ramadan tersebut, penduduk kota Batam akan berbondong-bondong mengunjungi beberapa ruang terbuka hijau atau lapangan.

Disana akan ditemukan gerombolan orang yang tengah menikmati suasana takbiran. Sembari mengumandangkan takbir, beberapa orang turut menyalakan petasan dan kembang api. Langit Batam benar-benar terlihat semarak di malam tersebut, penuh dengan warna dan kerlap-kerlip.

Setiap jalan dipenuhi oleh orang-orang yang ingin berbagi kebahagiaan dengan kemeriahan. Hal tersebut sulit ditemukan di Singapura, mengingat Islam bukanlah agama mayoritas. Berbeda dengan Indonesia yang didominasi oleh kaum muslim dengan toleransi yang tinggi.

Bukan hanya pusat kota, ada satu tempat lagi yang kerap ramai di malam takbiran. Bukit Senyum atau Seraya Atas menjadi tempat berkumpul masyarakat menyambut hari kemenangan. Wilayah ini terletak di daerah yang lebih tinggi dari kawasan lainnya di kota Batam.

Dari sini, orang-orang bisa melihat pemandangan kota Batam di malam hari. Hampir seluruh kawasan bisa terlihat dengan jelas bak permadani yang dihamparkan di kejauhan. Kota Singapura menambah lengkap latarbelakang kawasan Bukit Senyum saat berfoto.

Anda bisa mengambil gambar dengan kerlap-kerlip kota Singapura di malam hari. Pemandangan ini benar-benar indah dan harus diabadikan oleh siapapun yang datang.

Untuk mencapai kawasan Bukit Senyum, tak begitu sulit sebenarnya. Pasalnya semua transportasi umum bisa dijumpai menuju dan dari daerah tersebut.

Anda cukup menumpang taksi, ojek atau kendaraan pribadi dan menuju jalan Yos Sudarso. Ada begitu banyak jajanan yang bisa ditemukan, termasuk pujasera dan restoran.

Bagi anda yang tak memiliki uang berlebih, duduk-duduk santai sembari memandang ke kejauhan di atas hamparan rumput menjadi pilihan tepat.

Tetapi pastikan anda datang di waktu yang tepat, sebelum seluruh warga merayakan malam takbiran. Pasalnya kawasan ini terkenal sangat macet di hari-hari libur atau akhir pekan.

Mengingat lahan parkir yang sampai ke jalan, membuat beberapa pengendara dan pengunjung harus lebih bersabar dan hati-hati.

Semua catatan di atas adalah data terakhir pada saat tulisan ini dibuat. Jika ada perubahan terbaru yang Kamu ketahui, silakan informasikan kepada kami pada kolom komentar di bawah ini ya. Begitu juga jika ada yang salah, punya kritik dan saran. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.