10 Gambar Masjid Al Azhar Jakarta Selatan Kebayoran Baru + Sejarah

Posted on
Masjid al azhar agung jakarta kebayoran baru bsd timur blok m selatan kalimalang pondok kopi mesir raya pusat aula terletak di wedding gambar summarecon bekasi sejarah sebelumnya bernama rawamangun indonesia hotel dekat didirikan oleh dinasti its surabaya jakapermai as syarif buya hamka alamat cempaka putih cakung cibubur kairo cirebon jadwal ceramah catering rekanan depok kota egypt facebook foto khutbah idul fitri belmore kelapa gading pulo gebang shalat gerhana mesjid gedung pernikahan sewa serbaguna harga harapan indah
Masjid Al Azhar, Foto: ritokurniawan.wordpress.com

Lokasi: Jl. Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Selong, Jkt Selatan, DKI Jakarta 12110
Map: Klik Disini
HTM: Free
Buka/Tutup: 24 Jam
Telepon:  +6221-7278-3683

Sebagai negara dengan jumlah umat muslim terbanyak di dunia, tentunya Indonesia memiliki banyak masjid sebagai sarana ibadah bagi kaum muslimin di setiap daerah. Selain dipergunakan sebagai tempat ibadah seperti menjalankan shalat 5 waktu, shalat jum’at, shalat gerhana, shalat idul adha & shalat idul fitri, masjid biasanya juga di pergunakan sebagai tempat mengaji & dakwah serta syiar islam.

Masjid Agung Al-Azhar, Foto: wikipedia.org

Dewasa ini Masjid juga memiliki peran penting lainnya dalam menyatukan umat & mempererat tali silaturahim baik sesama kaum muslimin dengan acara buka puasa bersama & pengajian maupun antar umat beragama sebagaimana yang dilakukan pada Mesjid Cut Meutia yang belum lama ini menggelar event jazz.

Namun pernahkah anda mempertanyakan maksud dari perbedaan nama antara Masjid Negara, Masjid Raya, Masjid Agung, Masjid Besar & Masjid Jami? Perbedaan nama ini, dimaksudkan untuk pembagian dari aturan tipologi di Indonesia. Untuk Masjid Negara sendiri, merupakan sebuah Masjid yang telah ditetapkan pemerintah & biasanya terletak di pusat pemerintahan / Ibukota negara tersebut.

Sistem Informasi Masjid Seluruh Indonesia, Foto: kemenag.go.id

Setelahnya ada Masjid Raya yang penetapannya dilakukan oleh pemerintah pada tingkat provinsi &  yang berada di kabupaten ataupun kota biasanya ditetapkan pemerintah setempat sebagai Masjid Agung seperti Masjid Agung yang ada di Cirebon. Pun demikian dengan 2 penamaan selanjutnya, Masjid Besar untuk tingkat kecamatan & Masjid Jami untuk tingkat kelurahan maupun desa.

Di Jakarta sendiri terdapat banyak sekali Masjid Agung, sebagai contoh ada Masjid Agung Sunda Kelapa & Masjid Agung Al’araf di Jakarta Pusat, kemudian ada Masjid Agung Al-Muchlisin di Jakarta Barat, Masjid Agung Baitut Tahmid & Masjid Agung At-Tin di Jakarta Timur, serta Masjid Agung Al-Munada Darussalam & Masjid Agung Al-Azhar di Jakarta Selatan. Naah pada kesempatan kali ini, kita akan membahas masjid yang memiliki nama sama dengan nama masjid di Egypt atau tepatnya di Kairo Mesir & di Belmore Australia. Penasaran seperti apa? Yuk simak informasi berikut ini!

Luasnya Masjid Al-Azhar, Foto: kemenag.go.id

Sekilas Sejarah Masjid Agung Al-Azhar

Masjid yang dimaksud ialah Masjid Agung Al-Azhar, yang berdiri atas jerih payah 14 tokoh masyumi guna mendapat masjid di daerah kebayoran baru. Sebelum mendirikan masjid, atas usulan MR. Syamsudin yang menjabat sebagai menteri sosial RI kala itu akhirnya berdiri Yayasan pendidikan Islam pada 7 april 1952. Penamaan Masjid Agung Al-Azhar Jakarta sendiri diberi oleh Prof. Dr.Mahmoud Syaltout yang merupakan Rektor dari Univ. Al-Azhar di Mesir ketika melakukan kunjungan pada 1960.

Masjid Agung Al-Azhar atau yang biasa disingkat MAA, merupakan buah dari Yayasan Pesantren Islam (YPI) selaku pendiri Masjid ini. Masjid Agung Al-Azhar sendiri, didirikan pada 1953 tepatnya pada 19 november & baru rampung 5 tahun kemudian pada 1958 menggunakan tanah milik Yayasan dengan luas yang mencapai 43.755 m2.

Terdapat Taman Yang Indah, Foto: plongsite.wordpress.com

Nama sebelumnya dari Masjid ini sejatinya adalah Masjid Agung Kebayoran Baru, namun selepas ceramah kuliah umum bagi jamaah masjid & dinamai oleh Rektor Univ. Al-Azhar Kairo yang ternyata rekanan & kenalan dari Syarif Buya Hamka, maka nama masjid pun berubah jadi bernama Masjid Agung Al-Azhar.

Tak hanya sebagai sarana untuk berkhutbah, pada tahun 1962 Masjid ini turut andil dalam membangun serta mendidik pemuda dan pemudi Islam, dengan menyelenggarakan beragam kegiatan. Salah satu contohnya ialah Pramuka Gugus Depan serta adanya Pendidikan Islam Al-Azhar atau yang biasa disingkat PIA untuk lebih mudahnya.

Salah Satu Masjid Yang Indah di Jakarta, Foto: alazhar-jatim.sch.id

Setelah jatuhnya pemerintahan Orde Lama dan tergantikan oleh pemerintahan Orde Baru, maka umat islam mendapat angin segar khususnya untuk berdakwah. Masjid Agung Al-Azhar mulai mendirikan beberapa lembaga pendidikan formal sejak 1967, dengan TK Islam Al-Azhar sebagai permulaan dan barulah setelahnya dilengkapi secara bertahap mulai dari pendirian tempat pendidikan setingkat SDIA, lalu beranjak ke SMPIA, kemudian lanjut pada pendirian SMAIA serta puncaknya yakni pendirian sebuah tempat pendidikan tinggi yakni Universitas Al Azhar Indonesia.

Kolam Yang Menyegarkan, Foto: panoramio.com

Tujuan serta Visi Misi Masjid Agung Al-Azhar

Berawal dari Masjid Agung Al-Azhar yang kini telah memiliki lembaga pendidikan formal, tentunya juga memiliki Visi Misi serta Tujuan yang jelas kedepannya. Seperti yang tercantum pada anggaran dasar YPI Al-Azhar pada pasal 4, bahwa pendirian Yayasan ini memiliki 2 tujuan yang tak bisa dipisahkan dari Masjid Agung Al-Azhar yakni :

  • Membina & mengembangkan dakwah serta pendidikan Islam pada arti kata serta cakupan seluas-luasnya guna membentuk masyarakat Indonesia yang berilmu.
  • Beramal serta bertaqwa sebagaimana yang ada pada rangka Izzul Islam wal Muslimin.

Dari situ tujuan dari Masjid Agung Al-Azhar ini dapat dibagi menjadi 2, yakni :

  • Tujuan Umum

Mewujudkan serta memelihara MAA, tak hanya sebagai tempat Ibadah nan agung serta menjadi kebanggaan umat namun juga menjadikan Masjid ini sebagai pusat pembinaan serta pengembangan dakwah Islam agar mampu mewujudkan jamaah yang tak hanya berilmu, namun juga beramal serta bertaqwa guna kejayaan Islam beserta umatnya. Masjid Agung Al-Azhar juga diharapkan dapat menjadi sentra pelayanan jamaah bagi berbagai aspek kehidupan seperti : pelayanan sosial, menghimpun & juga mengelola dana umat, menjadi wadah pengembangan bagi seni & budaya islam serta konsultasi keagamaan.

Salat Id di Masjid Al-Azhar, Foto: merdeka.com
  • Tujuan Khusus

Menciptakan suasana kondusif, tertib serta sesuai pada Tuntunan yang ada di Al-Qur’an maupun Al-Sunnah Rasulullah bagi jamaah. Tujuan lainnya yakni memelihara gedung Masjid Agung Al-Azhar serta segala sarana & prasarananya agar selalu terlihat bersih, rapih, rindang & indah, serta menjaga ketertiban administrasi, organisasi maupun keuangan dari Masjid Agung Al-Azhar agar selalu dalam amanah, transparan kepada jamaah (tabligh), dan jujur (shidqu) serta melakukan Perbaikan (Ri’ayah).

Dari tujuan yang tertera tersebut, dapat dijabarkan visi dari YPI Al-Azhar yang ingin Masjid Agung Al-Azhar menjadi sentra pembinaan umat, dakwah serta ragam budaya Islam agar mampu membentuk masyarakat yang ramah, memiliki ilmu, serta beramal & bertaqwa guna meningkatkan kejayaan Islam serta kaum muslimin.

Ikon Sekolah Al-Azhar, Foto: flickr.com

Sementara Misi dari Masjid Agung Al-Azhar yakni :

  • Al-amru, bi al-ma’ruf, wa al-nahyu, ‘an al-munkar yang berarti mendorong kebaikan serta mencegah kemunkaran dengan dasar Al-Qur’an dan Al-Sunnah dari Rasulullah SAW dengan menggunakan cara yang sesuai Al-Hikmah (lebih bijak), Al-Mau’izhoh Hasanah (nasihat yang santun), serta Al-Jadal, bi Al-Ahsan (dialog yang lebih beradab)
  • Al-Tathwir, wa Al-Tatsqif yang berarti memberi pencerahan serta melakukan pemberdayaan bagi umat Islam dengan jalur pendidikan, pelatihan & pengajian, khutbah serta kajian ilmiah.
  • Al-Khidmah, wa Al-Amnu yang berarti memberi pelayanan serta ketentraman bagi umat dalam mengatasi beragam persoalan hidup serta kehidupan mereka, agar umat islam dapat beribadah maupun menjalankan ajaran Islam agar sesuai dengan yang ada pada tuntunan syari’ah.
  • Yang terakhir yakni Al-Ri’ayah yang berarti meningkatkan mutu pemeliharaan serta pengawalan pada aqidah umat dari bahaya pemurtadan, dari aliran sesat, pun demikian dengan pola pikir serta gaya hidup yang akan bertentangan dengan nilai dalam Al-Qur’an dan Al-Sunnah.

Lokasi Masjid Agung Al-Azhar

Masjid Agung Al-Azhar ini memiliki alamat lengkap di daerah Selong, Kebayoran baru, Jakarta Selatan atau tepatnya di Jl.Sisingamangaraja. Tak hanya itu, di beberapa daerah lain seperti Pulo Gebang Cakung, BSD, Kalimalang, Summarecon Bekasi, Harapan Indah, Jakapermai, Pondok kopi, Rawamangun, Cibubur, Cempaka Putih, Depok & Kelapa Gading juga menggunakan nama yang sama dengan yang ada di Kebayoran baru.

Penuh Pengunjung, Foto: fokusislam.com

Cara menuju Masjid Agung Al-Azhar

Bagi anda yang ingin berkunjung ke Masjid ini, untuk mudahnya dapat menggunakan transportasi umum, dengan menggunakan fasilitas Transjakarta menuju ke koridor 1 tepatnya halte ke 2 dari Blok M bila menggunakan bus Transjakarta yang mengarah ke Kota, dari situ tujuan anda sudah dekat karena Stasiun BRT ini berada di sebelah Masjid Agung Al-Azhar.

Di dekat Masjid Agung Al-Azhar juga tersedia Hotel Hang Tuah bagi anda yang ingin beristirahat, tak hanya itu tersedia pula aula serbaguna di Masjid Agung Al-Azhar, yang dapat anda sewa untuk melakukan pengambilan gambar foto pre-wedding maupun akad & resepsi pernikahan sekaligus catering. penasaran dengan harga sewa aulanya? Silahkan hubungi nomor yang tertera pada awal artikel untuk lebih jelasnya sekaligus menanyakan jadwal yang tersedia. Jadi tunggu apalagi? Yuk berkunjung & beribadah ke salah satu Masjid bersejarah di Jakarta yang satu ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *