10 Gambar Masjid Muhammad Cheng Ho Surabaya, Sejarah Laksamana + Lokasi Google Map

Posted on
Masjid cheng ho surabaya palembang pandaan muhammad pasuruan semarang malang batam sejarah laksamana gambar makassar banyuwangi purbalingga google map lokasi alamat letak jember indonesia jakabaring sby adalah akulturasi arsitektur balikpapan bobotsari banjarmasin bangilan tuban bentuk berdirinya cerita contact person jakarta dimana saja ruqyah 2017 jadwal massal email foto gowa jumlah jawa timur tengah jambi jatim kalimantan ketabang kota kenjeran kelantan keunikan kisah mojokerto medan mrebet nomor telepon ornamen purwokerto samarinda sidoarjo sriwijaya tanjung bunga telp asal usul wikipedia wisata tempat
Masjid Muhammad Cheng Ho Surabaya, foto: dorusyanto.files.wordpress.com

Lokasi: Jl. Gading No.2, Ketabang, Genteng, Kota SBY, Jawa Timur 60272
Map: KlikDisini
HTM: Free
Buka/Tutup: 24jam
Telepon: (031) 5342112

Tentu anda bertanya-tanya bagaimana cara islam bisa masuk dari china ke Indonesia ? Dimana berdasarkan data di dalam bukunya cheng ho and islam in southeast Asia yang menggambarkan bagaimana terjadinya hubungan budaya menjadi langkah awal penyebaran agama islam dari daratan China ke Indonesia. Tentu saja hal tersebut tak lepas dari peran seorang laksamana angakatan laut tiongkok pada abad ke XV yang beragama islam, yakni muhammad cheng ho. Dimana laksamana cheng ho lahir di desa he dai kunyang pada 1371 M dari suku Hui yang terkenal mayoritas beragam islam.

kemegahan masjid tampak depan, foto: res.cloudinary.com

Laksamana cheng ho pernah beberapa kali datang ke Indonesia. Dimana Ia merupakan pemimpin muhibah perdagangan ke nusantara dengan armada laut yang besar. Hal tersebut dibuktikan dengan dalam jangka waktu tujuh kali, mereka telah melakukan ekspedisi pelayaran. Rombongan perdagangan yang dipimpin oleh laksamana cheng ho tercatat tersebut pernah singgah di beberapa kawasan Indonesia, yakni di Aceh, Palembang, dan beberapa tempat di Pulau Jawa. Dimana misi utama cheng ho datang ke indonesia adalah untuk berdagang dan membawa kedamaian. Karena hal itulah banyak dari raja di nusantara dan penduduk pribumi pada saat itu sangat menghormati laksamana cheng ho.

Perlu anda ketahui bahwa laksamana cheng ho merupakan utusan dari kaisar yuang lo yang diberi tugas untuk mengunjungi raja majapahit dan menyebarkan agama islam. Nah hal itulah yang menjadi awal mula masjid cheng ho berdiri, yakni untuk mengenang perjuangan dakwah dari laksamana. Kini pun banyak sekali jejak perjuangannya di berbagai kota di indonesia. Hal tersebut pun bisa dilihat banyaknya bangunan masjid di beberapa daerah indonesia yang menyerupai keleteng, salah satunya berada di gedung serba guna PITI (Persatuan Islam Tionghoa Indonesia) Jawa Timur, atau tepat di belakang Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa, Surabaya, itulah Masjid Cheng Ho. Lalu seperti apakah daya tarik yang dimiliki oleh masjid muhammad cheng ho ini ? Untuk lebih jelasnya mari perhatikan ulasannya dibawah ini.

Sejarah Masjid Cheng Ho

Bagian dalam masjid, foto: reresepan.com

Sebelum kita membahas mengenai daya tarik yang dimiliki oleh masjid cheng ho surabaya, kami akan memberikan sedikit sejarahnya terlebih dahulu. Seperti yang sudah kami sebutkan di atas tadi, bahwa laksamana cheng ho lahir di tahun 1371 M dengan nama Ma He atau Man Sam Po dalam dialek Cina. Cheng ho lahir di keluarga muslim suku hiu di yunan dan memiliki ayah bernama Ma Hajji dan dari ibu bermarga Wen. Dimana menurut catatan sejarah, suku muslim hui tersebut merupakan pengikut saad bin abi waqqash yakni seoranga sahabat rasulullah SAW yang menyebarkan agama islam di negeri cina.

Pada saat umur cheng ho 11 tahun, ia di tangkap oleh pasukan kerajaan dan dijadikan seorang kasim atau budak di istana kekaisaran cina. Sepanjang hidupnya di dalam istana, chen ho ikut berjuang ke berbagai peperangan yang dimenangkan pasukan Kekaisaran Cina. Atas prestasi tersebut akhirnya cheng ho di angkat menjadi laksamana dan di beri kepercayaan untuk memimpin sebuah armada laut tiongkok untuk berlayar ke negeri luar untuk memperkuat pengaruh kekaisaran dalam aspek perdagangan dan persahabatan antar negara. Tentu saja sebagai seorang muslim, laksamana cheng ho memiliki keinginan untuk menunaikan ibadah haji ke Mekkah. Akhirnya pada tahun 1431, laksamana cheng ho beserta armada lautnya bisa sampai di mekkah dan menunaikan ibadah haji.

BacaJuga:  10 Foto Pantai Bajul Mati Malang Jawa Timur, Wisata Jembatan + Tiket Masuk Lokasi
papan nama hadiah dari duta besa cina, foto: edorusyanto.files.wordpress.com

Perlu anda ketahui bahwa armada yang di pimpin oleh laksamana cheng ho ini merupakan sangat besar dan menjadikannya menjadi seorang bahariwan terbesar dalam sejarah bangsa Tiongkok. Hal tersebut dibuktikan dengan catatan sejarah yang ada, dimana perjalanan laut laksamana cheng ho dimulai pada tahun 1405 menuju semenanjung Malaka dan sempat juga mendarat di negeri Champa (Thailand), Sriwijaya (Palembang), Samudera Pasai (Aceh), serta ke tahan jawa dan bahkan sempat bertemu dengan sang raja majapahit pada saat itu yakni Sri Wikramawardana. Selain itu penjelajahan laut yang dilakukan oleh laksamana cheng ho jauh lebih awal dari bangsa eropa. Dimana laksamana cheng ho sudah melakukan perjalanan 87 tahun lebih awal dari Christopher Columbus dan 92 tahun lebih awal dari Vasco da Gama.

Bahkan berdasarkan catatan sejarah, bahtera kapal laut laksamana cheng ho merupakan yang terbesar kedua setelah bahtera Nabi Nuh. Majalah Life juga menyebutkan bahwa armada laut Laksamana Cheng Ho adalah armada laut terbesar dan terbanyak sepanjang sejarah peradaban manusia. Dari sekitar banyak perjalanan laut yang dilakukan oleh armada laksamana cheng ho menghasilkan sebuah peta navigasi, dimana peta tersebut mampu mengubah navigasi laut dunia dengan akurasi dinilai jauh lebih akurat dari sebelumnya. Karena keahliannya dalam navigasi laut, negosiasi, maupun diplomasi dengan negeri-negeri dan kerajaan lain, membuat Laksamana Cheng Ho diberikan misi sebagai pimpinan armada laut Kekaisaran Cina.

Klenteng Sam Po Kong di Semarang, foto: dhammamanggala.com

Bahkan hingga kini di beberapa tempat yang pernah di singgahi oleh laksamana cheng ho, masih terdapat bukti dan diakui secara universal. Salah satu bukti yang paling terkenal adalah Klenteng Sam Po Kong di Semarang, Jawa Tengah. Bangunan tersebut merupakan monumental catatan dan fakta perjalanan sejarah yang pernah dilakukan oleh laksamana cheng ho sebagai bahariwan dan utusan perdamaian terpuji serta juga seorang muslim taat dan saleh. Karena hal tersebut umat muslim dan kaum etnis tionghoa di surabaya membangun sebuah Masjid yang diberi nama Muhammad Cheng Hoo ini. Pada salah satu bagian bangunan masjid terdapat kata-kata “Karena dimana ada laut, disitu ada Cheng Ho”, dimana kata tersebut dikutip dari ucapan Hasan Basri, seorang muslim keturunan etnis Tionghoa yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Masjid Cheng Ho Surabaya.

Daya Tarik Masjid Cheng Ho Surabaya

daya tarik bangunan masjid, foto: kemenag.go.id

Masjid Cheng Ho Surabaya di bangun pada tahun 2001 atas usulan dari para sesepuh dan pengurus persatuan islam tionghoa indonesia atau yang di singkat dengan nama PITI serta para pengurus yayasan haji muhammad cheng ho indonesia di jawa timur. Kemudian masjid tersebut berhasil diselesaikan dan diresmikan pada tahun 2003 oleh Prof. Dr. Said Agil Husin Al Munawar, yang menjabat Menteri Agama Republik Indonesia pada saat itu. Masjid ini dibangun di atas tanah 3.070 meter persegi dan ukuran keseluruhan masjid tidak terlalu besar hanya sekitar 200 meter persegi.

Seperti halnya masjid cheng ho di kota lain, di surabaya juga masjid ini memiliki desain menyerupai klenteng sebagai sebuah wujud penghormatan bagi Laksamana Cheng Ho atas jasanya turut menyebarkan agama islam di bumi Nusantara. Jika dilihat secara sekilas, maka masjid cheng ho surabaya memang sangat mirip dengan kelenteng atau rumah ibadah umat Tri Dharma. Hal tersebut karena masjid ini di dominasi dengan warna merah, hijau, dan kuning. Selain itu ornamennya juga kental nuansa Tiongkok lama dan pada pintu masuknya juga menyerupai bentuk pagoda. Ditambah terdapat juga sebuah relief naga dan patung singa dari lilin. Namun jika dilihat dari dekat, maka pada puncak pagoda terdapat sebuah lafaz Allah dalam huruf arab yang menunjukan bahwa bangunan tersebut merupakan masjid dan di sisi kiri bangunan tersebut sebuah beduk.

BacaJuga:  Harga Tiket Masuk Malang Night Paradise + Lokasi Rute Alamat Wahana
masjid chen ho di jember, foto: jembertraveler.com

Tentu saja daya tarik yang dimiliki oleh masjid cheng ho surabaya tidak hanya itu saja, dimana terdapat banyak sekali ornamen perpaduan gaya tiongkok dan arab pada bagian dalam masjid. Hal ini karena arsitektur dari masjid cheng ho surabaya meniru desain dari masjid Niu Jie (Ox Street) di Beijing yang sudah ada sejak tahun 996 Masehi. Dimana gaya Niu Jie di terapkan pada bagian puncak atap utama dan mahkota masjid cheng ho surabaya. Pada bagian lain merupakan hasil dari perpaduan arsitektur timur tengah dan budaya lokal jawa, dimana desain tersebut merupakan karya dari Arsitek Ir. Aziz Johan (anggota PITI asal Bojonegoro) serta didukung tim teknis, HS willy Pangestu, Donny Asalim SH, Ir Tony Bagyo, dan Ir Rahmat Kurnia.

Pada bagian mahkota ujung atap masjid cheng ho surabaya menerapkan gaya arsitektur hindu-jawa, dimana atap tersebut berbentuk segi delapan yang memiliki makna “keberuntungan” atau “kejayaan” menurut numorologi Tiongkok kuno. Bangunan utama masjid memiliki luas 11 x 9 meter. Angka 11 tersebut merupakan ukuran Ka’bah pada awal pembangunannya dan angka 9 merupakan simbol wali Songo yang merupakan tokoh penyebar agama islam di tanah Jawa. Selain itu pada masjid cheng ho surabaya ini memiliki kolom sederhana dan dinding dilapisi keramik yang memiliki motif batu bata. Pada beberapa bagian juga terdapat sebuah ornamen horizontal berwarna hijau tua dan biru muda. Pewarnaan tersebut terus diulang juga pada bentukan kuda-kuda yang sengaja dibiarkan telanjang pada bagian interior. Terdapat juga bukaan lengkung pada dinding yang merupakan ciri khas dari arsitektur India dan Arab.

keindahan masjid pada malam hari, foto: farm3.static.flickr.com

Sedangkan pada bagian dalam masjid cheng ho surabaya terdapat sebuah podium, dimana podium tersebut dimaksudkan untuk menghindari kelembapan pada bagian dalam masjid. Podium yang ada di dalam masjid cheng ho surabaya dibagi menjadi dua bagian, yakni tinggi dan rendah. Untuk letak podium lebih tinggi berada di bangunan utama, sedangkan untuk yang rendah berada di sayap kanan dan kiri bagian utama masjid. Desain papan nama dari masjid ini bentuk cukup istimewa, hal ini karena merupakan hadiah langsung dari Duta Besar China untuk Indonesia, Lu Shu Ming.

Tak sampai di situ saja, dimana pada sisi utara masjid terdapat sebuah relief Muhammad Cheng Ho bersama armada kapal yang digunakannya dalam mengarungi Samudera Hindia. Dimana relief tersebut dibuat untuk memberikan pesan kepada seluruh muslim Tionghoa di Indonesia pada khususnya agar tidak risih dan sombong sesama orang Islam. Orang tionghoa memeluk agama islam bukanlah hal yang aneh, hal ini karena pada 600 tahun lalu sudah ada laksamana Tionghoa yang taat menjalankan ajaran Islam bernama Muhammad Cheng Ho. Bahkan beliau juga turut berdakwah agama Islam di Indonesia.

BacaJuga:  Wisata Sumber Maron Gondanglegi Malang, Jalan Menuju Lokasi + Harga Tiket Masuk

Lokasi dan Akses Masjid Cheng Ho Surabaya

masjid cheng ho yang ada di pandaan pasuruan, foto: panoramio.com

Untuk anda yang ingin melakukan wisata religi ke masjid cheng ho surabaya, maka langsung saja datang ke lokasinya. Dimana untuk alamat dari masjid cheng ho terletak di Jalan Gading No. 2, Ketabang, Genteng, Kota Surabaya. Lokasi tersebut hanya berjarak sekitar 1.000 meter di sebelah utara gedung balaikota surabaya. Sedangkan untuk akses menuju lokasi ini, kamu dapat menggunakan rute melalui jalan taman kusuma bangsa, lalu setelah itu menuju arah taman makam pahlawan. Masjid ini terletak di area komplek gedung serba guna Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Surabaya, Jawa Timur.

Tempat Wisata di Sekitar Masjid Cheng Ho Surabaya

Setelah puas menjelajah bangunan masjid cheng ho surabaya dan anda ingin melanjutkan perjalanan wisata ke tempat lain. Maka berikut adalah beberapa tempat wisata di sekitar masjid cheng ho surabaya yang bisa anda tujuh.

  1. Taman Hiburan Rakyat (THR) Kota Surabaya

Taman Hiburan Rakyat Surabaya atau lebih dikenal THR merupakan sebuah taman hiburan yang sering dijadikan pentas hiburan dan berbagai acara perayaan masyarakat di kota surabaya. Selain itu di tempat tersebut juga terdapat berbagai macam wahana wisata untuk anak anak dan disertai panggung hiburan.

  1. Museum House of Sampoerna

Museum House of Sampoerna (HOS) merupakan sebuah museum kretek yang dimiliki oleh perusahaan rokok Sampoerna. Dimana museum tersebut tidak hanya tedapat koleksi produk rokok dan tembakau dari berbagai daerah di Indonesia saja, namun juga terdapat banyak foto-foto tokoh nasional Indonesia, pernak-pernik berhubungan dengan rokok dan tembakau serta terdapat juga koleksi batik di galeri. Selain itu para pengunjung juga dapat melihat proses pembuatan rokok oleh para buruh pabrik yang bekerja di dalamnya.

keindahan atap masjid, foto: liputan6.static6.com
  1. Tugu Pahlawan

Tentu saja tugu pahlawan merupakan salah satu tempat yang tidak boleh dilewatkan ketika berkunjung ke surabaya. Dimana monumen tersebut merupakan landmark Kota Surabaya yang merupakan tanda peringatan aksi heroik arek-arek suroboyo. Tugu pahlawan ini berdiri menjulang setinggi 41,15 meter dan berbentuk lingga atau paku terbalik. Monumen Tugu Pahlawan menjadi pusat perhatian setiap tanggal 10 November mengenang peristiwa pada tahun 1945 ketika banyak pahlawan yang gugur dalam perang kemerdekaan.

  1. Monumen Kapal Selam

Monumen Kapal Selam Surabaya atau sering disingkat Monkasel merupakan sebuah kapal selam KRI Pasopati 410 produksi Uni Soviet tahun 1952 yang kemudian dijadikan sebuah museum. Monkasel ini berlokasi di Embong Kaliasin, Genteng, Kota Surabaya. Dimana pada jaman dulu Kapal selam tersebut pernah digunakan dalam pertempuran laut aru untuk membebaskan irian barat dari jajahan belanda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *