10 Gambar Masjid Istiqlal Jakarta, Acara Hari Ini, Alamat + Sejarah

Posted on
Foto gambar masjid istiqlal jakarta acara hari ini alamat sejarah denah khutbah jumat lokasi letak indonesia pusat peta imam yang baru malam terbesar bandar jaya lampung tengah wikipedia fasilitas berapa lantai berdiri tahun wisata youtube asia solo saat ini dibangun oleh renovasi qurban
Suasana Istiqlal di malam hari. Foto: sportourism.id

Lokasi: Jl. Taman Wijaya Kusuma, Ps. Baru, Sawah Besar, Kota Jkt Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710, Indonesia
Maps: Klik Disini
HTM: Gratis
Buka/Tutup: 24 Jam
Telepon: +62 21 3811708

Masjid Istiqlal  menjadi salah satu representatif dari tempat ibadah umat Muslim di Jakarta. Untuk menunjang bentuk dan juga sebagai salah satu bentuk dari perwujudan rasa syukur dengan kemerdekaan bangsa Indonesia, masjid ini dibangun dengan gaya arsitektur yang sangat unik. Masjid Istiqlal ini memang menjadi simbol dari keaneka ragaman di Indonesia.

Ada banyak keunikan dan juga sisi menarik dari Masjid Istiqlal ini. Dari namanya senada dengan masjid besar yang ada di daerah Bandar Jaya Lampung Tengah dan juga Banjarsari Solo. Masjid Istiqlal ini adalah salah satu masjid terbesar di kawasan Asia Tenggara. Dan berdekatan pula dengan Gereja Katedral Indonesia. Hal ini tentu saja melambangkan kerukunan antar umat beragama yang ada di Indonesia.

Pemandangan Masjid Istiqlal. Foto: islamicity.com

Fakta unik dari Masjid Istiqlal

Ada beberapa fakta yang unik yang ada di Masjid Istiqlal ini. Menurut sejarah masjid ini dulu di desain oleh arsitek non muslim. Presiden Soekarno kala itu melakukan sayembara guna mendesain dari Masjid Istiqlal tersebut. Kala itu seorang arsiten asal Sumatra Utara dan seorang Kristen bernama Frederich Silaban memenangkan sayembara tersebut. Sayembara di tahun 1955 ini berhadiah medali emas seberat 75 gram dan uang tunai sebesar 25 ribu. Dewan juri dari para ulama serta Presiden Soekarno memilih rancangan dari F. Silaban tersebut.

Diambilnya nama Istiqlal ini ternyata bukan sembarangan. Arti dari nama Istiqlal ini dalam bahasa Arab yaitu merdeka. Dan masjid ini dibangun guna memberikan penghormatan kepada kemerdekaan Indonesia. Sekaligus untuk menghormati para pejuang Muslim yang ikut berperang dan gugur di medan laga. Makna lainnya adalah sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT.

Pembangunan Masjid Isqtilal ini juga memiliki keunikan tersendiri. Pemancangan tiang untuk pertama kali dilakukan pada tanggal 24 Agustus 1961. Selang seminggu dari perayaan ulang tahun kemerdekaan yang ke 16 tahun. Pemancangan yang dilakukan oleh Presiden Soekarno ini juga berbarengan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW. Meski sempat tersendat selang beberapa tahun kemudian akibat suasana politik, tahun 1978 akhirnya Masjid Istiqlal resmi dibuka.

Masjid ini bisa menampung hingga 200 ribu orang dalam satu kali ibadah. Dan di masjid ini terdapat kubah utama yang besar dengan rangka baja dan anti karat. Kubah ini mempunyai diameter sebesar 45 meter. Dipilihnya diameter ini menunjukkan bahwa Indonesia merdeka pada tahun 1945. Selain itu kubah ini juga memiliki kolom atau pilar struktur yang sangat besar dengan jumlah 12 pilar. Pilar-pilar tersebut memiliki maknda tersendiri. Artinya menandakan tanggal lahir Nabi Muhammad SAW dan juga 12 bulan dalam satu tahun.

Masjid yang berdiri tahun 1978 ini memiliki 5 lantai dengan fasilitas yang lengkap. Bahkan keterangan lengkap juga bisa dikunjungi di website resmi atau wikipedia serta penjelasan melalui video di youtube. Lantai-lantai di Masjid Istiqlal ini memiliki arti atau makna yaitu Rukun Islam. Dan masjid ini hanya memiliki 1 menara saja. Dan memiliki makna yaitu melambangkan keesaan Allah SWT. Menara dari masjid ini sendiri menggunakan marmer sebagai pelapisnya dengan diameter sebesar 5 meter. Tinggi dari menara ini mengambil jumlah ayat dalam Al Quran yaitu 66,66 meter (dari 6.666 ayat).

Sementara di area puncak dari menara ini juga ditandai dengan adanya rangka baja dengan tinggi 30 meter. Lagi-lagi rangka ini memiliki arti yaitu 30 Juz dalam Al Quran. Setiap aspek di dalam Masjid Istiqlal ini memiliki makna tersendiri yang tidak jauh dari Al Quran dan Islam.

Masjid Istiqlal ini memiliki 7 pintu masuk yang bisa memudahkan para pengunjung untuk beribadah di ruang dalam dari masjid tersebut. Dan setiap pintu ini memiliki nama dari Asmaul Husna. Nama-nama seperti Al Quddus, Al Malik, Al Ghaffar dan juga Ar Rahman menghiasi setiap pintu masuk masjid ini. Tentu saja melambangkan dari lapisan langit dalam semesta Islam.

Di masjid ini juga terdapat beduk raksasa. Beduk ini merupakan beduk terbesar di Indonesia. Panjangnya mencapai 3 meter. Sementara beratnya mencapai 2 ton lebih. Sementara di area depan memiliki diameter sebesar 2 meter. Dan di bagian belakang memiliki diameter 1,71 meter. Beduk ini dibuat dari kayu meranti yang diambil dari Kalimanta Timur. Dahulu beduk ini selalu digunakan setiap hari Jum’at untuk mengumandangkan adzan shalat Jum’at. Akan tetapi sekarang ini suara beduk hanya direkam dan diputar di pengeras suara.

Signage Masjid Istiqlal. Foto: tripadvisor.com

Penjelasan Menara dan Bangunan utama Masjid Istiqlal

Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa menara Masjid Istiqlal ini memiliki arti dan makna tersendiri. Sementara dalam tradisi dan budaya dari Islam klasik, menara memang digunakan untuk mengumandangkan adzan oleh para muazin pada jaman dulu. Sementara sekarang ini menara diisi oleh pengeras suara sehingga adzan bisa terdengar dalam jangkauan yang lebih luas.

Bangunan utama dari Masjid Istiqlal ini juga sangat luas. Bangunan utama ini memiliki 2 lantai dimana lantai pertama dikhususkan untuk perkantoran. Selain itu terdapat ruang pertemuan untuk kegiatan atau acara yang sudah dijadwalkan oleh masjid Istiqlal setiap hari. Ada pula ruangan instalasi AC dan juga listrik serta kamar mandi dan juga ruang wudhu.

Bergerak ke lantai 2, di sini sudah terdapat ruang shalat yang terdiri dari ruang shalat utama dna juga teras terbuka. Area teras terbuka ini biasanya digunakan untuk para jamaah melakukan shalat Idul Fitri dan juga Idul Adha hingga penyelenggaraan qurban. Lantai utama yang digunakan untuk sholat bisa menampung sekitar 61 ribu jamaah. Biasanya sholat wajib dan juga sholat Jum’at dilakukan di sini.

Lantai utama dari Masjid Istiqlal ini memiliki tinggi hingga 60 meter. Sementara panjang dan lebar sebesar 100 meter dengan bentuk kota bujur sangkar. Di dalam lantai utama ini terdapat tiang pancang mencapai 2.361 buah. Dan sudah direnovasi beberapa kali untuk memperlebar ruang utama tersebut.

Sementara di bagian depan yang biasa digunakan untuk imam memimpin sholat ini terdapat mihrab. Dan di sebelah mihrab ini juga ada mimbar yang berada lebih tinggi dari mihrab. Dan ada karpet merah yang merupakan hadiah dari Kerajaan Arab Saudi. Di sebelah bangunan utama terdapat bangunan pendamping yang difungsikan untuk tempat tambahan jika ruang utama penuh.

Eksotisme Masjid Istiqlal. Foto: liputan6.com

Makna dari masing-masing Pintu Gerbang

Masjid ini letak dan lokasi serta alamatnya berada di dekat Istana Negara dan juga Stasiun Gambir serta Gereja Katedral. Dan lokasinya juga berdekatan dengan Monumen Nasional. Ketika memasuki masjid ini tentu saja banyak para pengunjung yang biasanya berfoto atau mengambil gambar guna memperlihatkan keindahan masjid kebanggan umat Islam di Indonesia tersebut. Sementara denah dari masjid ini bisa ditemukan di area perkantoran.

Jika memasuki bangunan utama, para pengunjung bisa melihat pintu gerbang yang terdiri dari 7 pintu. Seperti yang disebutkan di awal bahwa di ke-7 pintu tersebut sudah diberikan nama sesuai Asmaul Husna. Dari ke-7 ini 2 pintu dikhususkan untuk tamu VIP dan juga Presiden dan wakilnya.

Untuk sisi utara yang berasal dari Pintu Air, pintu gerbang ini memiliki nama As-Salam. As Salam ini memiliki arti yaitu Gerbang Kedamaian. Pintu ini memiliki akses ke shaf terdepan yang biasanya digunakan untuk tamu negara yang penting dan juga pejabat negara. Sementara dari sisi timur laut yang berasal dari Gereja Katedarl, pintu ini bernama. Al Fattah dan Al Quddus.

Al Fattah ini artinya yaitu Gerbang Pembuka. Pintu ini biasanya digunakan untuk masyarakat umum yang ingin mengunjungi masjid dan juga beribadah di masjid tersebut. Pintu ini selalu terbuka dan siap menerima siapa saja yang masuk ke dalam Masjid Istiqlal tersebut. Sedangkan Al Quddus berarti Gerbang Kesucian.

Di sisi Tenggara dan Selatan yang arahnya dari Kantor Pusat Pertamina ini terdiri dari 3 pintu. Satu pintu ke arah selatan di pertigaan Jalan Merdeka Timur dan juga jalan Perwira. Sementara pintu lainnya di dekat Jembatan Ciliwung serta Lapangan Banteng dan Kementrian Agama Pusat. Dan pintu ini hanya dibuka pada saat shalat Jum’at. Dan pintu di ujung selatan hanya khusus Presiden dan Wakil Presiden ketika menggelar acara kenegaraan dan Hari Raya.

Di area Tenggara dan Selatan ini terdiri dari pintu Al Malik atau Gerbang Raja. Pintu ini langsung menuju ke barisah shaf terdepan dari Imam. Sementara pintu di ujung selatan yang digunakan untuk Presiden dan wakilnya ini bernama Al Ghaffar atau Gerbang Ampunan. Dan letaknya tepat berada di bawah menara dari masjid. Letaknya cukup jauh dari mihrab masjid.

Untuk pintu yang berada di bagian tengah-tengah dari sisi selatan ini bernama Ar Razzaq atau Gerbang Rezeki. Pintu ini berada di selasar dari pelataran Istiqlal. Pintu ini terdapat koridor lurus dan berhubungan langsung dengan gerbang Al Fattah di timur laut. Dan di dekat pintu Al Malik terdapat pintu gerbang Ar Rahman yaitu Gerbang Pengasih.

Gerbang Depan Istiqlal. Foto: uangteman.com

Kaki Bedug Raksasa atau Jagrag di Masjid Istiqlal

Seperti yang sudah disebutkan di awal bahwa Masjid Istiqlal memiliki beduk raksasa yang sangat besar dan berat. Di bawah beduq ini terdapat kaki beduq atau biasa disebut Jagrag dengan ukuran tinggi sekitar 3.8 meter dan juga panjang mencapai 3,45 meter. Sementara lebar dari beduq ini sekitar 3,4 meter. Jenis kayu yang digunakan adalah kayu jati dari Randublatung Jawa Tengah.

Jagrag ini memiliki ukiran yang diambil dari Jepara. Ukiran ini memiliki tulisan Allah yang terletak di dalam segi lima. Dan ada di 4 tempat. Segi lima ini memiliki makna dari 5 rukun Islam dan juga 5 waktu shalat. Sementara ukiran Bismillahirrahmanirrahim ada di 2 tempat. Lalu kalimat Syahadat di 4 tempat. Sedangkan ukiran Surya Sengjala ada di 27 tempat.

Bangunan Utama Masjid Istiqlal. Foto: trivia.com

Teras, Taman dan Air Mancur di Masjid Istiqlal

Masjid Istiqlal ini memiliki area taman dengan luas 4,15 hektar. Letaknya di sebelah utara, selatan dan juga timur. Taman ini ada di 23 lokasi dengan nama taman sesuai dengan nama pepohonan yang ada di lokasi taman tersebut. Tentu saja fungsinya untuk hutan kota dan juga memberikan suasana rindang di sekitar masjid tersebut.

Masjid Istiqlal ini diarea halamannya memang dikelilingi oleh sungai. Tidak perlu heran jika terdapat 3 buah jembatan besar yang memiliki ukuran lebar sekitar 18,6 meter dan juga panjang bisa mencapai sekitar 25 meter. Jembatan ini mengarah ke jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk serta Gunung Sahari, Ancol hingga Pasar Baru.

Guna mempercantik suasana, Masjid Istiqlal ini juga memiliki air mancur. Di bagian selatan ini terdapat kolam air mancur yang berada di bagian tengah dengan luas sekitar 8.490 meter persegi. Sementara taman air mancur sendiri mempunyai luas sekitar 2.803 meter persegi. Tentu saja memberikan suasana tersendiri

Sementara di area teras raksasa di Masjid Istiqlal ini memiliki luas sekitar 29.800 meter. Letaknya berada di sebelah kiri dan juga bagian belakang dari bangunan utama. Teras ini menggunakan tegel keramik merah coklat yang membentuk shaf dari shalat.

Area depan Masjid Istiqlal. Foto: panoramio.com

Imam Besar dari Masjid Istiqlal

Sekarang ini Masjid Istiqlal memiliki imam besar yang bernama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. Imam besar Istiqlal ini lahir di Ujung-Bone, Sulawesi Selatan pada tanggal 23 Juni 1959. Imam besar Istiqlal ini diangkat langsung oleh Menteri Agama yaitu Lukman Hakim Syaifuddin. Sebelumnya beliau menjabat sebagai Wakil Menteri Agama Republik Indonesia di era tahun 2011 hingga 2014.

Beliau juga merupakan salah satu pendiri dari organisasi lintas agama. Selain itu pernah menjadi Dirjen di Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam pada Departemen Agama / Kementerian Agama Republik Indonesia. Tentu saja dnegan pengalamannya tersebut, bisa memberikan pengaruh kepada Masjid Istiqlal

Mihrab Masjid Istiqlal. Foto: indonesiakaya.com

Pelayanan Umum di Masjid Istiqlal

Masjid Istiqlal ini memang menjadi salah satu simbol dari umat Islam di Indonesia dan Jakarta. Masjid ini juga bisa dikunjungi oleh umum. Salah satu kegiatan yang disediakan di masjid ini tentu saja wisata reliji yang bisa dilakukan oleh para wisatawan. Bukan cuma kaum muslim saja, non muslim juga boleh datang ke masjid ini. Para pengunjung akan mendapatkan informasi yang detail dan lengkap dari para pemandu di Masjid Istiqlal ini.

Di masjid ini pula terdapat perpustakaan yang bernama Perpustakaan Istiqlal. Perpustakaan ini dirintis oleh PDII atau Pusat Dakwah Islam Indonesia. Perpustakaan ini sempat berada di Museum Fatahillah ketika pertama kali masjid ini dibangun. Setelah mengalami renovasi, akhirnya perpustakaan ini menempati lantai 7 dari masjid tersebut.

Selain perpustakaan, Masjid Istiqlal ini juga memiliki Madrasah Istiqlal yang memberikan pendidikan dan pembelajaran mengenai pengetahuan umum dan juga keagamaan tentunya. Ada 4 jenis pendidikan yang dimiliki oleh Madrasah Istiqlal tersebut.

Pendidikan Anak Usia Dini atau biasa disebut PAUD terdapat di masjid ini. Dan PAUD ini terdiri dari Kelompok Bermain dan juga Raudhatul Athfal Istiqlal. Anak-anak bisa disekolahkan di sini untuk mengenal agama sejak dini. Selain itu terdapat Madrasah Ibtidaiyah untuk usia lebih lanjut. Tentu saja pengetahuan tentang agama lebih diperdalam lagi. Tingkat selanjutnya ada Madrasa Tsanawiyah dan juga Madrasah Aliyah yang siap membimbing lebih lanjut mengenai tingkat agama.

Masjid Istiqlal juga memberikan konsultasi pernikahan dan juga konsultasi keluarga. Masjid Istiqlal menggandeng Badan Penasihatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan atau BP4 yang berada langsung di bawah Kementrian Agama guna memberikan bimbingan kepada masyarakat umum dan juga umat Muslim mengenai pernikahan dan juga keluarga dalam pandangan Islam.

Masjid Istiqlal ini juga melayani konseling. Biasanya harus mendaftar terlebih dahulu minimal sehari atau 2 hari sebelum jadwal. Dan bertempat di kantor BP4 Pusat, para masyarakat yang ingin konsuling harus membayar terlebih dahulu. Biasanya digelar setiap Senin hingga Jumat pada pukul 9 pagi hingga 4 sore. Tentu saja berapa pun biayanya untuk menikah tentu saja tidak akan terlalu memberatkan.

Sementara untuk hari Sabtu dan juga hari libur bisa dilakukan konsultasi. Akan tetapi harus melakukan perjanjian terlebih dahulu dengan pihal konsultan dan juga mediator. Biasanya di hari Senin konsultan yang hadir adalah Drs. H. Kadi Sastrowirjono dan juga Dra. Hj. D. Cholidah Hanum, M.Pd.I. yang merupakan psikolog dan mediator.

Untuk hari Selasa sudah ada Dra. Hj. Zubaidah Muchtar serta Dra.Hj. Siti Khadijah, M.Si. Di hari Rabu bisa konsuling dengan Prof.Dr.Hj. Nurhayati Djamas, M.A.,M.Si. yang sudah paham dengan keluarga dan juga masalah anak. Sementara hari Kamis ada Dra. Hj. Durrah Baraja, S.H.,M.Hum dan juga Dr. H. Soefyanto, S.H.,M.H. Di hari Jum’at ada Dra. Hj. Fadilah Ahmad, M.M. serta Dr. H. Nandi Naksabandi, S.H.,M.H.

Bangunan Utama Masjid Istiqlal. Foto: detik.com

Pelayanan Bimbingan dan Pembinaan Muallaf

Masjid Istiqlal juga menerima bagi non muslim yang ingin masuk dan menganut agama Islam. Pelayanan Bimbingan dan juga pembinaan Muallaf juga tersedia di sini. Tentu saja ada beberapa prosedur yang harus dilakukan bagi non muslim yang ingin muallaf.

Prosedur dari peng-Islaman di Masjid Istiqlal ini tentu saja digunakan sebagai standar dan juga acuan baku bagi para petugas yang ingin mengislamkan atau memenuhi kehendak para non muslim yang ingin menjadi muallaf. Pembinaan di masjid ini tentu saja menjadi salah satu rangkaian kegiatan dan juga memberikan pengertian serta pembelajaran kepada non muslim yang ingin memeluk agama Islam.

Di sini terdapat bidang Ta’mir yang berfungsi sebagai tempat pelayanan dan juga pendaftaran kepada para non muslim yang ingin muallaf. Para non muslim ini tentu saja harus melakukan pendaftaran dan juga melakukan pencatatan biodata yang berupa menulis nama orang tua kandung atau wali serta tempat tanggal lahir dan juga kewarga negaraan. Demikian juga dengan alamat atau tempat tinggal terakhir serta pekerjaan dan agama yang dianut sebelum memutuskan untuk masuk Islam. Terakhir mengisi formulir pendaftaran untuk menjadi muallaf di badan Ta’mir tersebut.

Setelah mengisi formulir, para non muslim harus menyerahkan pas foto 3×4 sebanyak 3 lembar dan tentu saja surat pengantar dari RT bagi WNI dan surat dari kedutaan bagi WNA. Lalu fotokopi KTP atau paspor serta materai sebesar 6 ribu sebanyak 2 lembar.

Tentu saja para non muslim ini nantinya akan mendapatkan pembinaan muallaf dari pengurus Masjid Istiqlal. Nantinya akan ditanyakan mengenai motivasi memeluk agama Islam dan juga ditanyakan mengenai sejauh mana memahami agama Islam. Selain itu para pengurus masjid akan memperkenalkan dasar-dasar serta Rukun Iman, Islam dan juga Ihsan secara singkat saja. Dan pendidikan serta pembinaan ini akan dilakukan selama 7 hari. Di sini akan dilakukan cara bersuci, wudhu, shalat dan membaca Al Quran.

Ketika saat ikrar masuk Islam, para non muslim tentu saja harus mengucapkan 2 kalimat Syahadat dan juga mendapatkan pembinaan lebih detail lagi mengenai arti dan makna dari 2 kalimat Syahadat tersebut. Tentu saja pembinaan ini dilengkapi dengan nasehat dan doa agar mendapatkan kekhusyuan dan juga kesungguhan serta dilancarkan dalam pengucapan 2 kalimat Syahadat ini.

Ruang shalat Masjid Istiqlal. Foto: jakartagoodguide.com

Pembinaan selanjutnya yang dilakukan oleh pengurus masjid usai mengucapkan ikrar masuk Islam ini tentu saja akan diajak untuk ikut dalam pengajian serta kegiatan yang ada di sekitar Masjid Istiqlal tersebut. Tentu saja akan diberikan pengarahan lebih lanjut guna meningkatkan pengetahuan serta pemahaman mengenai agama Islam. Tentu saja hal ini untuk membuat para muallaf bisa belajar dengan lebih detail dan tenang.

Sementara untuk para petugas peng-Islaman sendiri sudah ditetapkan sesuai dengan keputusan dari Ketua BPPMI dan juga Ketua bidang Ta’mir yang sudah dinilai sesuai kemampuan masing-masing. Sementara jadwal untuk Peng-Islaman sendiri dilakukan pada hari kerja. Sedangkan untuk hari libur bisa dilakukan dengan membuat perjanjian terlebih dahulu dengan petugas dari masjid.

Untuk hari kerja bisa dilakukan pada hari Senin hingga Jum’at mulai pukul 8 pagi hingga 14.30 siang WIB. Dan biasanya pada saat setelah shalat Dzuhur atau shalat Jum’at. Sementara di hari libur seperti Sabtu dan Minggu atau hari libur nasional sesuai dengan kesepakatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *