10 Gambar Museum Affandi Jogja, Harga Tiket Masuk, Jam Buka Tutup + Sejarah

Posted on
Museum affandi jogja harga tiket masuk di yogyakarta jam buka tutup berapa sejarah adalah wikipedia angker alamat arsitektur arsitek berada di kota bangunan cafe denah dimana fungsi gambar isi opening hours biaya jadwal kecamatan sleman
Eksterior Museum Affandi. Foto: kemendikbud.go.id

Lokasi: Jl. Laksda Adisucipto No.167, Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281, Indonesia
Maps: Klik Disini
HTM: 25.000
Buka/Tutup: 09.00 – 16.00
Telepon: +62 274 562593

Seni menjadi salah satu hal yang tidak bisa dilepaskan dari kota Jogja atau disebut juga Yogyakarta. Di kota pelajar inilah banyak ditemukan para seniman yang menghasilkan kaya hingga mendunia. Salah satunya adalah Affandi. Pelukis ternama ini memiliki kisah sejarah di dunia seni rupa yang tiada duanya. Meski sudah lama menutup usia, namun hasil karya seni dirinya tidak lekang oleh waktu.

Hal ini tertuang dengan adanya museum yang memamerkan aneka macam hasil karya seni dan juga perjalanan hidupnya. Museum Affandi menjadi tempat para generasi muda dan juga masyarakat Jogja menikmati hasil karya dari beliau.

Arsitektur Museum Affandi. Foto: affandi.org

Mengenal Museum Affandi

Museum Affandi ini merupakan museum yang memamerkan karya-karya lukisan dari seniman maestro ternama Affandi. Di sini ada sekitar 300an karya seni dari Affandi yang bisa dinikmati oleh para wisatawan. Tidak jarang wisatawan mancanegara tertarik untuk melihat karya seni dari Affandi.

Museum Affandi ini berdiri pada tahun 1974 dan dibangun atas prakarsa dari Affandi. Museum yang memiliki gaya arsitektur klasik dan modern ini sedikit lebih nyeni dengan sentuhan tangan dingin dari sang arsitek Affandi itu sendiri. Sebenarnya sejak tahun 1962 museum ini sudah berdiri dan sudah bisa dikunjungi pada saat itu. Akan tetapi hanya sebatas galeri semata. Dan baru diresmikan oleh Prof Ida Bagus Mantra di tahun 1974 yang kala itu menjabat sebagai Direktur Kebudayaan Umum.

Museum Affandi ini berada di lahan dengan luas sekitar 3.500 meter persegi dan ada sekitar 3 ruang galeri. Selain itu terdapat 2 studio yang digunakan untuk mengajarkan dunia seni rupa kepada murid-murid Affandi. Di dekat museum terdapat bangunan rumah tinggal Affandi yang sekarang ini juga digunakan untuk cafe bagi para pengunjung yang datang.

Museum Affandi ini opening hours atau jam operasional pukul 9 pagi hingga jam 4 sore. Sementara harga tiket masuk untuk menikmati museum ini sebesar 25 ribu dapat minuman gratis di cafe dan juga suvenir. Sementara untuk wisatawan mancanegara dikenakan biaya sebesar 75 ribu. Untuk yang membawa kamera DSLR dikenakan biaya sebesar tambahan 20 ribu. Sementara parkir mobil dikenakan biaya 10 ribu.

BacaJuga:  Rute Pantai Glagah Kulon Progo Indah Dari Jogja Purworejo + Tiket Masuk Wisata & 10 Gambar-nya
Ruang Pameran Galeri 1. Foto: affandi.org

Mengunjungi ruang galeri 1

Ketika memasuki museum para wisatawan bisa melihat denah dari museum tersebut. Di sini sudah ada jalur atau akses menuju ke ruang galeri yang bisa memudahkan para pengunjung. Ketika memasuki area galeri 1, biasanya ada pemandu yang akan mengantarkan para pengunjung unutk melihat beberapa karya dan juga lukisan dari Affandi.

Di ruang galeri 1 ini para wisatawan bisa melihat semua lukisan Affandi yang sudah dibuat dari awal hingga tahun terakhir sebelum sang maestro wafat. Semua terpajang jelas di museum ini. Lukisan yang dipamerkan ini bukan lukisan di atas kanvas saja. Para pengunjung bisa melihat beberapa lukisan yang berupa sketsa di atas kertas dan juga lukisan cat, pastel hingga lukisan dari cat minyak diatas kanvas putih yang menarik

Selain lukisan dan juga hasil karya sketsa, para wisatawan juga bisa menemukan 2 buah patung yang berupa potret dirinya dan terbuat dari tanah liat dan juga semen. Tentu saja sebuah reproduksi patung dari karyanya yang merupakan hasil dari model dirinya dan juga sang putri bernama Kartika yang aslinya merupakan salah satu dari koleksi Taman Siswa Jakarta.

Lukisan Affandi di Galeri 1. Foto: museumindonesia.com

Sementara di bagian ujung dari galeri 1 ini para pengunjung juga bisa melihat salah satu mobil tua Col Gallant yang merupakan produksi tahun 1976 dengan warna kuning. Di sini pula para pengunjung juga bisa melihat 2 buah sepeda onthel yang dipamerkan di sini. Selain itu juga terdapat hasil reproduksi di atas kanvas dan juga kertas yang dipamerkan di ruang galeri 1.

Di sini para pengunjung bisa melihat lukisan Maryati dan juga Kartika yang menjadi model dari lukisan tersebut. Bahkan ada lukisan yang eksotis dimana Maryati sedang telanjang dan dilukis dari belakang. Menurut pemandu lukisan ini dibuat kala Affandi ingin mencoba melukis anatomi. Akan tetapi dirinya kala itu belum bisa membayar model untuk dilukis telanjang. Hingga Maryati menyetujuinya. Akan tetapi hanya dilukis dari belakang saja.

Musholla Gerobak Sapi. Foto: u-in-u.com

Sementara di bagian tengah dari galeri 1 ini terdapat lemari kaca milik Affandi. Di sini para pengunjung bisa melihat berbagai macam penghargaan di Asia dan juga Eropa. Selain itu terdapat celana yang kerap digunakan oleh Affandi. Celana ini memiliki bentuk berwarna-warni. Bukan disebabkan selera Affandi akan celana berwarna-warni, akan tetapi Affandi sering mengelap tangan usai melukis ke celana tersebut. Selain itu bekas cat, kuas dan juga palet untuk cat juga bisa ditemukan di sini

BacaJuga:  10 Gambar Pantai Drini Wonosari Jogjakarta, Jalan Menuju Lokasi + Tiket Masuk-nya

Untuk penghargaan ada Doctor Honoris Causa yang didapat Affandi dari National University of Singapore di tahun 1977. Selain itu ada Bintang Maha Jasa Utama dari Presiden RI di tahun 1978 dan juga hadiah perdamaian yang didapat dari The Dag Hammarskoeld Prize yang diraih di Italia tahun 1977. Sebuah prestasi yang luar biasa. Di ruang galeri 1 ini lebih mengisahkan perjalanan dan juga sejarah hidup dari Affandi. Tidak heran jika lukisan di ruang galeri 1 ini tidak dijual. Para pengunjung bisa mengenal lebih dekat sosok Affandi ketimbang hanya mencari melalui internet dan wikipedia. Di sini bisa melihat langsung hasil karyanya.

Hasil Karya Affandi di R Galeri 1. Foto: trip.com

Mengunjungi Ruang Galeri 2

Setelah selesai di ruang galeri 1, para pengunjung bisa melanjutkan perjalanan ke ruang galeri 2. Diantara ruang galeri ini di perjalanan para pengunjung bisa melihat makam dari Affandi dan juga Maryati sang istri dimakamkan di sini. Makam tersebut dikelilingi oleh pepohonan sehingga tampak rindang. Meski sedikit angker, tetap suasana adem terjaga. Apalagi

Ketika memasuki ruang galeri 2, di sini para pengunjung bisa melihat hasil karya pelukis lain yang merupakan rekan seniman dari Affandi. Di sini para wisatawan bisa melihat hasil karya dari Basuki Abdullah, Hendra, Fajar Sidik, Popo Iskandar hingga Rusli. Dan lukisan di ruang galeri ini bisa dibeli alias dijual untuk umum. Jadi sangat wajar jika lukisan di sini kerap berganti seiring laku atau tidaknya lukisan tersebut.

Eksotisme Museum Affandi. Foto: u-in-u.com

Jangan merasa kaget jika mengetahui harga dari lukisan di ruang galeri 2 ini. Pasalnya harga 1 lukisan ini bisa mencapai 9 digit alias milyaran. Harga satu lukisan bisa mencapai 2 hingga 3 milyar. Hal ini disebabkan nilai seni dari lukisan tersebut yang sangat luar biasa. Tentu bagi para pecinta dunia seni, berapa pun harganya tetap akan dibeli. Harap berhati-hati jika berada di area ruang galeri 2 ini. Jangan sampai merusak lukisan.

Mobil Bersejarah di Museum Affandi. Foto: idbackpacker.com

Mengunjungi ruang galeri 3

Setelah puas melihat ruang galeri 2, saatnya mengunjungi ruang galeri 3. Di sini berbeda dengan ruang galeri lainnya. Di sini para wisatawan akan menemukan meja dan kursi yang ditata dengan rapi. Selain itu ada LCD TV yang akan memutarkan video yang memiliki durasi sekitar 45 menit. Video ini dibuat sekitar tahun 80-an ketika Affandi masih hidup.

BacaJuga:  10 Foto Isi Museum Ullen Sentalu Jogja, Harga Tiket Masuk, Sejarah + Alamat Kaliurang

Video yang menggunakan bahasa Inggris dan subtitle bahasa Belanda ini memperlihatkan ketika Affandi sedang melukis. Lukisan tersebut berupa Barong di Bali. Selain itu juga diperlihatkan kala Affandi sedang melukis di Parangtritis. Affandi dibantu dengan beberapa asisten terlihat sangat lihai dan juga luwes menggerakkan tangannya di atas kanvas.

Museum Affandi dari kejauhan. Foto: garudamagazine.com

Affandi memang memiliki kebiasaan langsung menumpahkan cat ke kanvas. Setelah itu tangannya bermain-main di atas kanvas yang langsung membentuk gambar yang diinginkan oleh dirinya. Tentu saja menjadi salah satu dokumenter yang sangat menarik. Salah satu yang cukup menyentuh hati adalah ketika dirinya memuji sang istri dengan mengatakan bahwa Maryati merupakan istri dan juga cinta abadinya yang ditutup dengan mereka berdua berpelukan. Sebuah footage yang sangat haru.

Selain itu di galeri III akan banyak kita temui lukisan karya Maryati dan Kartika serta Rubiyem, istri kedua Affandi. Tak kalah keren dengan lukisan Affandi, beberapa beberapa lukisan dengan teknik sulam. Sedangkan Kartika, putri semata wayang Affandi memiliki selera yang mirip dengan Bapaknya. Ada beberapa lukisan yang menurutku seperti coretan ngasal tetapi setelah diperhatikan seksama, ternyata bermakna dalam.

Arsitektur Museum Affandi. Foto: affandi.org

Fasilitas di Museum Affandi

Selain galeri-galeri yang memamerkan hasil karya Affandi, ada berbagai macam fasilitas yang bisa digunakan oleh para wisatawan. Di sini terdapat musholla yang berada di samping cafe. Yang cukup unik adalah musholla ini terbuat dari gerobak sapi yang dahulu digunakan untuk tempat tidur Maryati.

Sementara fasilitas studio Gajah Wong memudahkan para pengunjung untuk mendapatkan latihan cara melukis secara rutin. Di dekat sungai Gajah Wong, terdapat cafe yang menyajikan aneka makanan dan minuman yang siap memanjakan para wisatawan.

Ada yang salah? Punya kritik dan saran? Sampaikan di kolom komentar dibawah ini ya kakak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.