10 Foto Observatorium Bosscha ITB Lembang Bandung, Sejarah, Tiket Masuk + Pengertian

Posted on
Observatorium bosscha terletak di lembang adalah dibangun indonesia tentang teleskop dari tahun ke terus mengalami penurunan fungsi mengapa alamat sejarah live streaming oleh quest wikipedia wisata website wkatu web wujud wudu wonderful wonderland rutin resmi ride tujuan tiket tora toraja tour youtube itb itu apa observatory pengertian pendiri profil perkembangan pangalengan peta pustaka pitang laporan lucu luna lokasi kepala kegunaan kunjungan kesimpulan karya ilmiah korea kompas kopi jadwal jepang jerawat jitu johor jogja htm harga hasil pengamatan masuk huawei hulu huisarts hilang hitam hotel hot holiday gambar geografis guru gitar giant goreng google facebook foto fasilitas festival definition download surabaya singkat situs acara mendatang merupakan tempat peneropongan bintang yang makalah manfaat museum misi motor movie nomor telepon naruto news negara nutrition nusantara nike bandung berlokasi buka biaya bogor book booking video valak valley vulcan vulkan von cara kerja mendaftar cepat cinta cirebon com company zara 2017 berkunjung karel albert rudolf sesi siang malam wahana penelitian astronomi tertua perhimpunan hindia belanda zeiss
Observatorium Bosscha. Foto: detik.com

Lokasi: Peneropong Bintang, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40391, Indonesia
Map: Klik Disini
HTM: 10.000 (Siang), 15.000 (Malam)
Buka/Tutup: 09.00 – 14.30
Telepon: 022-2786001

Ketika musim liburan tiba, apa yang biasanya dilakukan ? Sebagian orang mungkin akan memilih pergi ke mall atau nonton film-film terbaru. Ada juga yang mager di rumah dengan menikmati drama seri hasil download dari situs-situs seperti ganool, ziddu atau torrent. Sementara ada juga yang pergi berpetualang mengunjungi beberapa kawasan wisata yang bisa memuaskan hasrat liburan. Tidak perlu jauh-jauh untuk mengisi waktu liburan dengan pergi ke luar negeri. Di dalam negeri juga banyak kawasan wisata yang bisa membuat liburan lebih berwarna. Selain itu bisa memberikan wawasan dan pengetahuan. Salah satu kawasan wisata yang bisa dicoba adalah Observatorium Bosscha yang berada di daerah Lembang, Bandung.

Kemegahan Observatorium Bosscha. Foto: skyscrapercity.com

Mengenal Observatorium Bosscha

Observatorium Bosscha merupakan salah satu tempat yang bisa membawa para pengunjung untuk menikmati bintang. Observatorium Bosscha ini sangat pas bagi para penggemar dunia astronomi. Pasalnya di sini para pengunjung bisa melihat keindahan bintang. Kawasan wisata ini berada di daerah Lembang Bandung Jawa Barat. Jika ingin berlibur yang asyik sekaligus mendapatkan pengetahuan di bidang astronomi, tentu saja Observatorium Bosscha sangat pas dan juga menarik untuk dikunjungi.

Kunjungan ke Bosscha. Foto: detik.com

Para wisatawan bisa belajar dan juga mengamati serta meneliti berbagai macam galaxy dan juga bintang yang tersebar di tata surya. Di Observatorium Bosscha ini para wisatawan bisa mendapatkan ilmu pengetahuan yang lebih detail mengenai dunia perbintangan. Tidak heran jika Observatorium Bosscha ini kerap menjadi tempat wisata bagi siswa siswi SD, SMP dan juga SMA. Selain untuk para siswa, para wisatawan di luar pelajar juga bisa menikmati keindahan bintang. Dan di Observatorium Bosscha ini sudah dibagi per kunjungan.

Suasana Malam di Bosscha. Foto: dermholiday.com

Observatorium Bosscha ini menjadi salah satu tempat peneropongan bintang tertua di Indonesia. Observatorium Bosscha berada di lahan dengan luas sekitar 6 hektar dan letaknya sekitar 1310 mdpl yang setara dengan ketinggian 630 meter dari Plato Bandung. Tinggi dari teropong raksasa ini sekitar 15 meter yang memiliki diameter sebesar 11 meter. Di area kubahnya sendiri memiliki Zeis dengan berat sebesar 56 ton dan juga diameter 14,5 meter.

Di bagian atap kubah ini sendiri memiliki sistem listrik dengan kekuatan 1500 watt yang bisa membuka dan menutup serta bergerak sendiri. Bangunan Observatorium Bosscha ini ini sendiri sudah tahan gempa. Bahkan gempa hingga 7 skala Richter tidak akan membuat bangunan ini roboh. Bahkan retak pun tidak. Di sini para wisatawan bisa melihat teleskop Zeiss yang sudah ada semenjak tahun 1928 yang saat ini masih berfungsi dengan baik meski fungsi dari observatorium ini sudah menurun alias kurang peminat. Teleskop ini awalnya dipakai untuk penelitian bintang ganda. Selain teleskop Zeiss, di sini juga terdapat teleskop Unitron, Goto, Bamberg yang terdiri dari 1 kesatuan. Teleskop ini biasanya dipakai untuk melihat bulan, bintang dan juga matahari.

Eksotisme Bosscha. Foto: aroundguides.com

Sejarah Observatorium Bosscha

Observartorium Boscha dahulu kala bernama Bosscha Sterrenwacht. Dari namanya sudah terlihat bahwa observatorium ini berdiri pada jaman Nederlandsch Indische Sterrenkundige Vereeniging atau NISV yang memiliki nama Indonesia Perhimpunan Bintang Hindia-Belanda. Pembangunan observatorium ini dibutuhkan waktu sekitar 5 tahun yang dimulai sejak tahun 1923 dan selesai pada tahun 1928. Kala itu pembangunan observatorium di Indonesia ini kabarnya digunakan untuk memajukan ilmu Astronomi di Hindia Belanda. Oleh sebab itu NISV memutuskan untuk membangun observatorium di sini.

Pada saat itu mantan dosen dari Bung Karno yaitu Karel Albert Rudolf Bosscha ini menawarkan bantuan dengan membeli teropong bintang untuk observatorium ini. Dan sebagai penghargaan untuk dirinya, nama Bosscha digunakan untuk bangunan observatorium tersebut. Sementara di tanggal 17 Oktober 1951, NISV akhirnya memberikan observatorium ini kepada pemerinta RI setelah kemerdekaan Indonesia. Usai Institut Teknologi Bandung (ITB) didirikan di tahun 1959, Observatorium Bosscha akhirnya masuk ke dalam lingkup kampus ITB. Dan Bosscha difungsikan untuk lembaga penelitian serta pendidikan formal Astronomi di Jawa Barat dan juga Indonesia.

Teropong Zeiss di Bosscha. Foto: skyscrapercity.com

Lokasi dan letak Observatorium Bosscha

Lokasi dan juga letak dari Observatorium Bosscha ini berada di jalan Teropong Bintang, Cikahuripan, kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Indonesia yang memiliki jarak sekitar 15 km dari Kota Bandung di sebelah utara. Observatorium Bosscha ini bisa diakses dengan mudah. Pasalnya jalannya sudah sangat bagus dengan adanya aspal halus yang bisa ditempuh baik dengan kendaraan pribadi dan juga kendaraan umum.

Jika memakai kendaraan pribadi, para wisatawan bisa berangkat dari jalan Setiabudi Bandung dan menuju ke arah Lembang. Di sini para wisatawan akan melewati Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan juga Terminal Ledeng. Setelah itu akan melewati Pusdik Korps Wanita Angkatan Darat. Sekitar 400 meter kemudian para wisatawan sudah sampai di gerbang Observatorium Bosscha yang letaknya berada di sebelah kanan jalan. Kali ini jangan menggunakan google maps guna mencari observatorium ini. Pasalnya letak di google kurang akurat. Sudah banyak yang tersesat menggunakan aplikasi ini. Cukup bertanya kepada masyarakat sekitar.

Suasana sore di Bosscha. Foto: jalan2.com

Sementara jika memakai kendaraan umum, dari Stasiun Bandung gunakan angkot St. Hall – Lembang yang akan berhenti langsung di bawah gerbang Observatorium Bosscha. Sementara dari Terminal Bus Cicaheum bisa menggunakan angkot dari jurusan Cicaheum – Ledeng yang akan berhenti di Terminal Ledeng. Dari terminal naik angkot jurusan Stasiun Hall – Lembang dan langsung menuju ke Observatorium Bosscha.

Sedangkan dari Terminal Bus Leuwi Panjang bisa menggunakan bus Damri ke Terminal Ledeng. Dan kembali menggunakan angkot jurusan Stasiun Hall – Lembang dan berhenti di gerbang Observatorium Bosscha.

Kunjungan ke Bosscha. Foto: lalieur-tea.blogspot.com

Fasilitas di Observatorium Bosscha

Fasilitas yang terdapat di Observatorium Bosscha ini cukup komplit. Di sini para wisatawan bisa menemukan penginapan di sekitar Observatorium Bosscha dengan sangat mudah. Mulai dari hotel bintang satu hingga bintang 4 yang memiliki aneka fasilitas yang siap memanjakan para wisatawan.

Selain itu para pengunjung juga bisa menemukan aneka rumah makan dan juga restoran yang sudah cukup banyak tersebar di sini. Selain itu juga ada pusat oleh-oleh yang bisa dikunjungi untuk membawa cinderamata berupa makanan kepada sanak saudara. Untuk area parkir sendiri sudah cukup luas. Untuk para wisatawan yang datang bersama rombongan dan membawa buis, sudah ada parkir khusus di sekitar pinggir jalan. Sementara untuk mobil-mobil kecil bisa parkir di area parkir di dalam kompleks.

Berfoto di Bosscha. Foto: touristlink.com

Tips berlibur ke Observatorium Bosscha

Ada beberapa tips yang bisa menjadi patokan jika ingin berlibur ke kawasan wisata ini. Disarankan untuk datang tepat waktu. Pasalnya jika para wisatawan datang terlambat, kunjungan akan dibatalkan. Hal ini disebabkan kunjungan sudah terjadwal. Sehingga para pengunjung harus memesan terlebih dahulu.

Jika sudah memesan, datang sesuai dengan jumlah yang sudah terdaftar. Jika pengunjung tidak sesuai dengan daftar terutama jika melebihi kapasitas, biasanya akan dikenakan biaya tambahan atau kunjungan dibatalkan. Dan berpakaian yang sopan dan rapi. Usahakan jangan menggunakan kaos oblong dan sandal jepit.

Observatorium Bosscha. Foto: pinterest.com

Di Observatorium Bosscha ini tidak diperbolehkan makan dan minum. Jika ingin makan sudah disediakan tempat di area luar di dekat parkir. Tidak boleh ada aneka permainan dan juga foto-foto seperti pre wedding. Jika ingin mengambil foto dan gambar, ijin dengan pengelola terlebih dahulu. Dan jangan menggunakan flash. Tidak boleh merokok di ruangan observatorium.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *