Tiket Masuk Pagoda Avalokitesvara Vihara Buddhagaya Watugong Lokasi Semarang + Jam Buka

Posted on
Pagoda avalokitesvara kota semarang jawa tengah indonesia vihara buddhagaya watugong 50265 jam buka pudak payung pudakpayung banyumanik alamat lokasi sejarah wikipedia buddha gaya harga tiket masuk
Pagoda Avalokitesvara Semarang, sumber: wisataterindah.net

Alamat: Jl. Perintis Kemerdekaan, Pudakpayung, Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah 50265
Map: klik disini
HTM: Sumbangan Seikhlasnya
Buka/Tutup: 07.00-21.00 WIB
Telepon: (024) 7473590

Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya Watugong Semarang ini mempunyai tinggi 45 meter yang terdiri dari 7 tingkat seperti Pagoda pada biasanya. Tiap – tiap tingkatan mempunyai empat buah patung Dewi Kwan Im yang posisi nya menghadap ke empat penjuru. Material bangunan dari mulai genteng, aksesori, kolam, lampu relief tangga dari batu, dan air mancur naga, hingga patung burung Hong dan Kilin semuanya diimpor dari China.

Vihara Buddhagaya Watugong, sumber: indytatiana.blogspot.com

Area Vihara Buddhagaya Watugong yang memiliki luas 2,25 hektar ini terdiri dari 5 bangunan utama dengan 2 bangunan utama, adalah Pagoda Avalokitesvara dan Vihara Dhammasala yang dibangun pada tahun 1955. Kecuali itu, dalam area Vihara Buddhagaya Watugong terdapat pula Monumen Watugong, patung Dewi Kwan Im, patung Buddha di bawah pohon Bodhi yang berlokasi di pekarangan vihara, patung Buddha tidur berwarna cokelat dengan baju dan tubuh berwarna emas di bagian kiri pagoda, lalu kolam teratai di sekitar pagoda. Pohon Bodhi (Ficus Religiosa) yang berada di pekarangan Vihara Buddhagaya ini ditanam oleh Bhante Naradha Mahathera di tahun 1955.

Berdasarkan sejarah, vihara Buddhagaya Watugong dibangun mulai tahun 1957, dan merupakan vihara pertama yang ada di Indonesia setelah keruntuhan kerajaan Majapahit. Ketika itu masih berupa vihara kecil, dan sempat tak terurus selama beberapa tahun. Hingga akhirnya Sangha Theravada Indonesia mempunyai ide untuk merenovasi vihara Watugong menjadi sebuah vihara yang besar, menawan, dan megah. Di tahun 2006 vihara ini diresmikan kembali.

Patung Dewi Kwan Im, sumber: lihat.co.id

Keunikan dari bentuk bangunan dan warna mencolok yang di punyai Padoga ini menjadi daya Tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang berkunjung dari berbagai daerah, baik dalam maupun luar kota. Sehingga jika Anda berencana untuk datang berkunjung ke kota Semarang, pastinya akan sayang jika Anda melewatkan tempat yang satu ini.

Sejarah

Bhikkhu Narada Maha Thera, sumber: youtube.com

Vihara Buddhagaya Watugong mempunyai sejarah panjang hingga perkembangan yang besar pada saat ini. Sekitar kurang lebih dari 500 tahun setelah keruntuhan Kerajaan Majapahit, timbul lah berbagai aktivitas dan peristiwa yang menyadarkan beragam kalangan penduduk akan warisan luhur nenek moyang yakni Buddha Dhamma supaya bisa kembali dipraktekkan oleh para pemeluknya. Usaha yang semula banyak digagas di zaman Hindia-Belanda. Akhirnya keinginan akan adanya orang yang mampu untuk mengajarkan Buddha Dhamma pada para umat bisa terwujud dengan kehadiran Bhikkhu Narada Maha Thera dari Srilanka pada tahun 1934. Gayung pun bersambut, kehadiran Dhammadutta tersebut dimanfaatkan oleh umat dan simpatisan untuk mengembangkan pembicaraan dan memohon penjabaran Dhamma secara lebih luas lagi. Puncaknya muncul putra pertama Indonesia yang mengabdikan diri secara penuh pada penyebaran Buddha Dhamma, adalah pemuda Bogor bernama The Boan An yang kemudian menjadi Bhikkhu Ashin Jinarakkhita.

BacaJuga:  Tiket Masuk Museum Fosil Purbakala Sangiran, Jam Buka, Koleksi Sejarah + Alamat Letak Geografis
Bhikkhu Ashin Jinarakkhita, sumber: paratokohlampung.blogspot.co.id

Di tahun 1955 Bhikkhu Ashin Jinarakkhita mengepalai perayaan Waisak 2549 di Candi Borobudur, pada saat itu juga ada seorang hartawan yang menjadi tuan tanah dari Semarang yang bernama Goei Thwan Ling dengan latar belakang agama Buddha yang terkesan pada kepiawan dan kepribadian dari Bhikku Ashin Jinarakkhita, maka Goei Thwan Ling menghibahkan dan mempersembahkan sebagian tanah miliknya untuk digunakan sebagai sentra dan pengembangan Buddha Dhamma. Daerah itulah yang kemudian diberikan nama Vihara Buddhagaya. Di tanggal 19 Oktober 1955 didirikan Yayasan Buddhagaya untuk menaungi aktivitas vihara. Mulai dari vihara inilah kemudian satu periode baru pengembangan Buddha Dhamma berkelanjutan.

Di tahun 1955, Bhikkhu Ashin Jinarakkhita sang penggerak kebangkitan Buddha Dhamma di nusantara menetap di Vihara Buddhagaya Semarang. Banyak sekali sejarah besar yang beliau catat bersama Vihara Buddhagaya, seperti Upasika Indonesia saat melaksanakan perayaan Asidha di bulan Juli 1955, menggagas}perayaan Buddha Jayanti yang diperingati oleh umat Buddha di seluruh dunia pada tahun 1956, penanaman pohon Bodhi di tanggal 24 Mei 1956 dan pendirian Sima Internasional pertama di KASAP untuk penahbisan Bhikkhu.

Area Pagoda Avalokitesvara, sumber: tripadvisor.com

Lalu sebagian dikala selama kurang lebih delapan tahun vihara ini sempat tak terurus, tapi sekarang bangkit kembali di bawah binaan Sangha Theravada. Karenanya pada bulan Februari 2001 dilaksanakan revitalisasi dan renovasi pada vihara ini yang diawali terpenting dahulu dengan pembangunan Gedung Dhammasala yang diresmikan pada tanggal 3 November 2002 oleh Gubernur Jawa Tengah yaitu H.Mardiyanto. Selanjutnya dibangun pula bangunan yang lain ialah Pagoda Avalokitesvara pada bulan November 2004 dan diresmikan pada tanggal 14 Juli 2005 oleh Gubernur Jawa Tengah yaitu H.Mardiyanto.

Kegiatan Wisata yang Bisa dilakukan

Pohon Bodhi, sumber: semarangkota.com
  • Aktivitas wisata pertama yang bisa dilakukan tentu yaitu berfoto dengan latar belakang patung dan Pagoda atau bangunan lain yang berada di area Vihara Budhagaya.
  • Umat Budha biasa melaksanakan ritual Tjiam Shi (ritual untuk mengetahui nasib manusia) di dalam Pagoda ini. Anda juga bisa melakukannya dengan menggoyangkan bambu-bambu yang diberikan pertanda hinggasalah satunya terjatuh.
  • Bagi Anda yang menyenangi ramalan, di pagoda ini Anda juga bisa meminta petugas Pagoda untuk membacakan nasib ramalan Tjiam Shi.
BacaJuga:  20 Daftar Tempat Wisata di Ambarawa dan Sekitarnya Terbaru Tersembunyi Indah : Eling Bening

Pesona lain

Bangunan kedua yang menyita perhatian dari Vihara Buddhagaya adalah Vihara Dhammasala. Bangunan Dhammasala ini mempunyai dua lantai. Lantai pertama adalah aula serbaguna yang memiliki panggung di bagian depan, sedangkan di lantai kedua terdapat ruang Dhammasala yang digunakan untuk acara ibadah umat Buddha. Isi di vihara ini ada patung Buddha yang sedang duduk berwarna emas dengan ukuran besar. Di sekeliling Vihara Dhammasala, terdapat pagar dengan ukiran relief cerita Paticca Samuppada, adalah proses kehidupan manusia dari lahir hingga meninggal dunia.

Untuk memasuki vihara, ada ritual khusus yang wajib dilakukan, adalah menginjak relief ayam, ular, dan babi yang ada di pintu masuk vihara. Menurut keyakinan umat Buddha, ayam yaitu simbol keserakahan, ular adalah lambang kebencian, sedangkan babi melambangkan kemalasan. Dengan menginjak relief hewan – hewan ini, maka umat manusia diharapkan bisa meninggalkan karakter-karakter hal yang demikian dan bisa masuk nirwana.

Rute dan Alamat Pagoda Semarang

Lokasi Pagoda Avalokitesvara terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan, Watugong, Semarang atau tepat di depan Markas Kodam IV Diponegoro. Pagoda ini bisa ditempuh dengan mudah baik dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum seperti Trans Semarang dengan biaya Rp.3.500,- (jauh dekat).

Peta lokasi Pagoda Avalokitesvara, sumber: google map

Vihara Buddhagaya yang terletak di Jalan Raya Pudakpayung Watugong, Semarang. Dari pusat Kota Semarang, Anda bisa menempuh Vihara Buddhagaya dengan perjalanan selama 45 menit dengan kendaraan beroda empat ke arah Ungaran, atau jalan menuju Solo – Jogja. Sebab lokasinya yang berada di pinggir jalan besar dan pas di depan Markas Kodam IV Diponegoro, Watugong, Vihara Buddhagaya  bisa diakses dengan gampang. Kawasan ini dinamakan Watugong sebab di daerah hal yang demikian ditemukan batu (watu) yang bentuknya seperti gong.

BacaJuga:  36 Objek Tempat Wisata di Salatiga Jawa Tengah dan Sekitarnya Kopeng, Dreamland, Salib Putih, Bukit Cinta, Arrowhead Park

 Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Vihara Buddhagaya Watugong

Vihara Budhagaya ini mulai dibuka pada pukul 07.00 pagi hingga 09.00 malam. Sedangkan untuk biaya masuknya ke area tersebut, pengurus Vihara tak memberikan tarif retribusinya secara pasti, Anda hanya akan dikenakan tarif untuk membayar tiket parkir kendaraan seiklasnya saja.

Fasilitas Umum

Penginapan

Letaknya yang ada di pusat kota, Anda bisa dengan mudah menemukan penginapan atau hotel bagus di jalan Perintis Kemerdekaan atau di daerah lainnya. Pengurus Vihara juga menyediakan cottage untuk menginap. Tetapi saya sendiri tak tahu berapa tarif permalamnya.

Cottage di Vihara Buddhagaya Watugong, sumber: kisahklasikduniaku.blogspot.com

Rumah Makan

Anda juga bisa menemukan rumah makan atau restoran di sepanjang jalan Perintis Kemerdekaan. Baik} itu rumah makan sederhana dengan menu seperti sate dan soto sampai makanan cepat saji atau fast food. Jika ingin mendapatkan banyak opsi rumah makan, dari Vihara ini ambil arah utara.

Toilet

Di dalam kompleks Vihara Budhagaya terdapat beberapa toilet di beberapa titik yang terawat dan bersih.

Tips berlibur di Pagoda Avalokitesvara Semarang

Patung Budha tidur, sumber: lastriulas.blogspot.com

Karena area Vihara ini adalah tempat ibadah bagi umat Budha, maka  saat| berkunjung ke sana, pastikan Anda menggunakan baju yang rapi dan tertutup serta berbicara yang sopan dan jangan berisik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *