10 Gambar Pantai Cemara di Banyuwangi Jawa Timur + Jalan Menuju Lokasi

Posted on
. Pantai cemara banyuwangi jalan menuju jogja surga gambar di angker atau red island abang anakan wisata eksotis rajegwesi terindah trianggulasi utara ujung ulo ijo indah ireng lorong hutan plengkung pancer pancur letak lampon labuan ketapang kampe kantong kabupaten keindahan keren kota jawa timur jatim jilen jajag hijau hitam hotel grajakan gland green bay greenland foto selatan surfing sukamade sobo santen sembulungan selancar senggrong solong merah mustika menjangan map manis manyar masuk meneng muncar mutiara mirah misteri nelayan nama ngagelan bagus boom bama bedul video view cacalan candrian cungur cantik pakis alamat lengkap liburan terowongan pohon sewu bantul yogykarta parangtritis daerah istimewa peta medan
Pantai Cemara Banyuwangi (foto: banyuwangibagus.com)

Lokasi: Dusun Rowo, Desa Pakis, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, 68419
Map: KlikDisini
HTM: Gratis
Buka/Tutup: 05.30-18.00

Perlahan tapi pasti nama Kabupaten Banyuwangi menempati salah satu daftar lokasi kunjungan dari para wisatawan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Terlebih masyarakat yang berdomisili di wilayah Tapal Kuda (Jember, Lumajang, Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi) yang sebelumnya lebih memilih berwisata ke daerah Barat, mulai dari Malang hingga Jogja, kini lebih memilih menikmati liburan dengan berkunjung ke Banyuwangi, disamping Bali dan Lombok tentunya.

Banyak alasan yang membuat Banyuwangi kini menjadi salah satu tujuan utama untuk berwisata. Pertama karena kabupaten yang lokasinya berada di ujung timur propinsi Jatim ini memiliki cukup banyak tempat wisata yang keren, baik wisata alam maupun wisata buatan, termasuk juga wisata religi, budaya dan wisata sejarah.

Alasan kedua karena biaya yang harus dikeluarkan tidak menguras kantong dan jauh lebih murah jika dibandingkan dengan tempat-tempat wisata yang lain, dalam hal ini tempat wisata yang ada di Malang yang jaraknya juga cukup dekat dengan kawasan Tapal Kuda. Murahnya berwisata di Banyuwangi, selain karena banyak tempat wisata yang tidak memungut tiket masuk alias gratis juga karena harga makanan, souvenir serta hotel dan tempat-tempat penginapan yang ada di Banyuwangi jauh lebih murah dibanding Malang.

Pesisir Pantai Cemara Banyuwangi (foto: bangkitbanyuwangi.com)

Alasan ketiga, jarak dan letak antara tempat wisata yang satu dengan yang lain saling berdekatan dan dapat ditempuh dengan mudah. Sehingga dalam satu hari, seseorang dapat mengunjungi beberapa tempat wisata sekaligus, dan merasa puas menikmati tempat-tempat wisata yang dikunjungi karena waktunya tidak habis untuk menempuh perjalanan.

Salah satu misal jika berkunjung ke Bangsring Underwater, setelah puas menikmati tempat wisata yang populer dengan Rumah Apungnya ini, dapat dengan mudah berpindah ke tempat wisata yang lain seperti Pantai Watu Dodol maupun Pantai Boom yang jaraknya dapat ditempuh kurang dari setengah jam. Begitu pula jika ingin menyeberang dengan menggunakan kapal dari Pantai Bangsring menuju Pulau Tabuhan, hanya butuh waktu sekitar 15 menit. Lama perjalanan yang hampir sama jika dilanjutkan dengan menyeberang ke Pulau Menjangan.

Diantara sekian banyak tempat wisata yang ada di Banyuwangi, wisata pantai masih menempati urutan pertama, baik dari sisi keindahan maupun dari jumlahnya. Karena itulah tidak sulit untuk mencari gambar video tentang view keindahan pantai di Banyuwangi lewat Youtube maupun situs-situs wisata. Karena beberapa pantai yang ada di Banyuwangi namanya sudah mendunia seperti Teluk Biru Muncar yang juga dikenal dengan nama Senggrong yang ada di Semenanjung Sembulungan dan menjadi tempat penangkaran Kerang Mutiara, Teluk Ijo/Hijau atau Gren Bay yang kerap disamakan dengan Greenland yang ada di Eropa, serta Plengkung yang juga dikenal dengan nama Gland atau jilen yang merupakan surga bagi penggemar selancar karena merupakan destinasi surfing terbaik di dunia.

Liburan di Pantai Cemara Banyuwangi (foto: antarajatim.com)

Selain itu masih banyak lagi pantai-pantai yang menawan lainnya seperti Red Island atau Pantai Pulau Abang/Merah, Pantai Rajegwesi, Pantai Bama, Pantai Sukamade, Blok Bedul atau Segara Anakan, Pantai Grajagan, Pantai Mustika, Pantai Bangsring, Pantai Sobo, Pantai Cungur, Pantai Candrian, Pantai Solong, Pantai Wedi Ireng atau Pasir Hitam, Pantai Boom, Pantai Cacalan, Pantai Pancer, Pantai Kampe, Pantai Lampon, Pulau Santen, Pantai Blimbing Sari, Pantai Watu Dodol yang menurut legenda konon ada hubungannya dengan Pantai Watu Ulo yang ada di Jember, serta Pantai Ngagelan, Pantai Pancur dan Pantai Trianggulasi yang berada di kawasan Taman Nasional Alas Purwo yang dikenal angker dan penuh dengan misteri. Satu lagi pantai menawan di wilayah yang dikenal dengan sebutan “Sunrise of Java” yang akan dikupas dalam tulisan ini adalah Pantai Cemara.

Asal-Usul Nama Pantai Cemara

Nama Pantai Cemara tentu sudah tidak asing lagi bagi para traveller, karena kata “Cemara” digunakan untuk memberi nama sejumlah tempat wisata di tanah air. Beberapa diantaranya adalah Pantai Cemara Kembar yang ada di Medan, Pantai Cemara Sewu yang lokasinya berada di satu kompleks dengan Pantai Parangtritis di Bantul Daerah Istimewa Yogykarta, serta yang lain, termasuk Pantai Cemara yang ada di Banyuwangi.

Pantai Cemara Banyuwangi awalnya memiliki nama Pantai Rejo yang merupakan lokasi berlabuh perahu-perahu para nelayan dengan kondisi sekeliling yang panas dan gersang. Karena butuh tempat berteduh setelah seharian beraktifitas serta untuk mengatasi abrasi pantai yang disebabkan oleh angin kencang dan gelombang laut, maka sekitar tahun 2011 para Nelayan dengan dipimpin M.Muhyi, yang juga ketua KUB (Kelompok Usaha Bersama) Pantai Rejo sepakat untuk melakukan penghijauan di area sekitar pantai.

Hamparan Pasir di Pantai Cemara Banyuwangi (foto: bangkitbanyuwangi.com)

Reboisasi tersebut dilakukan KUB dengan menggandeng Dinas Perikanan dan Kelautan Banyuwangi. Setelah melakukan berbagai pertimbangan, mereka sepakat untuk menanam Pohon Cemara Udang yang bibitnya didatangkan dari Madura, tepatnya dari Pantai Lombang. Sejak saat itulah secara bertahap proses reboisasi dilakukan oleh para nelayan yang dikoordinir KUB dengan dibantu Pemerintah Daerah melalui Dinas Perikanan dan Kelautan.

Reboisasi tersebut dilakukan dengan menanam 18.000 bibit pohon Cemara Udang di atas hamparan pasir yang membentang dari utara ke selatan sepanjang 2,5 km dengan luas sekitar 9 hektar. Namun dari 18.000 bibit tersebut hanya 16.000 pohon yang dapat hidup. Ribuan pohon cemara yang kini sudah tumbuh besar membentuk kawasan hutan cemara di pinggir pantai, membuat kondisi sekeliling pantai yang sebelumnya panas dan gersang, menjadi rimbun dan sejuk oleh keberadaan pohon-pohon cemara.

Dampak dari adanya kawasan hutan cemara, membuat pantai ini bertambah fungsi dari semula hanya sebagai tempat untuk berlabuh perahu-perahu para nelayan, sejak tahun 2015 menjadi salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi para wisatawan. Selain itu, nama Pantai Rejo lama-lama tenggelam dan dilupakan, karena pantai yang eksotis ini kini lebih dikenal dengan nama Pantai Cemara.

Muara Sungai yang Menuju Pantai Cemara Banyuwangi (foto: bangkitbanyuwangi.com)

Tidak hanya melakukan reboisasi dengan menanam bibit-bibit pohon cemara saja yang dilakukan KBU Pantai Rejo, tapi juga aktif dalam membantu menangkarkan telur-telur penyu, karena kawasan Pantai Cemara juga menjadi tempat konservasi Penyu. Tercatat sebanyak lebih dari 2000 telur penyu setiap tahunnya yang berhasil ditangkarkan, hingga menetas menjadi tukik untuk kemudian dilepaskan kembali ke laut.

Keindahan Pantai Cemara Banyuwangi

Pemandangan indah yang tersuguh begitu memasuki kawasan wisata Pantai Cemara Banyuwangi, adalah rimbunnya hutan cemara yang membentang sepanjang kurang lebih 2,5 km dengan luas sekitar 9 hektar. Pohon-pohon cemara tersebut, dahan dan ranting serta daun-daunnya yang lebat saling bertautan antara pohon yang satu dengan yang lain, sehingga membentuk semacam lorong atau terowongan yang menyuguhkan pemandangan cantik dan sangat menarik untuk dijadikan sebagai latar belakang foto. Itu sebabnya, pantai ini kerap digunakan sebagai ojek foto pre-wedding dan tentunya menjadi spot yang menawan untuk mereka yang ingin berfoto selfie.

Di bawah pohon-pohon cemara tersebut para wisatawan dapat duduk manis sambil menikmati udara yang sejuk dan segar serta pemandangan yang indah sambil bercengkeramah atau menikmati bekal yang dibawa dari rumah. Suasana romantis yang menyelimuti hutan cemara juga menjadi tempat yang menyenangkan buat pasangan yang sedang dimabuk asmara.

Lorong Hutan Cemara di Pantai Cemara Banyuwangi (foto: pergipedia)

Puas menikmati suasana hutan cemara dapat dilanjutkan dengan menapaki hamparan pasir berwarna kehitam-hitaman yang membentang luas dari Utara ke Selatan. Meski tidak seeksotis pantai dengan pasir berwarna putih, namun keindahan dari Pantai Cemara Banyuwangi cukup dapat memanjakan mata. Apalagi KBU Pantai Rejo senantiasa menjaga kebersihan dari area pantai, sehingga hamparan pasirnya senantiasa bersih dari sampah.

Nikmati pula segarnya air laut dengan mandi dan berenang di kawasan perairan pinggir pantai, karena Pantai Cemara cukup aman untuk dipakai mandi dan berenang. Sebab selain ombaknya tidak terlalu besar dan tidak terdapat banyak karang, area pantai juga cenderung datar sehingga tidak membahayakan.

Bagi wisatawan yang datang sekitar bulan Maret – April, jika beruntung akan mendapat kesempatan untuk melihat tukik atau anak penyu yang dilepaskan dari tempat penangkaran ke lautan lepas, karena pantai ini juga menjadi tempat konservasi binatang penyu. Karena itulah pantai ini dibagi menjadi dua zona, yaitu zona umum yang dapat dimasuki para pengunjung secara bebas  serta zona inti yang menjadi tempat untuk memproteksi area tempat bertelurnya penyu yang hanya dapat dimasuki oleh pengunjung yang telah mengantongi ijin.

Gazebo di Pantai Cemara Banyuwangi (foto: bangkitbanyuwangi.com)

Selain itu, jam berkunjung bagi wisatawan juga dibatasi hingga pukul 18.00. Lewat dari jam tersebut, pengunjung akan diminta oleh para petugas yang berkeliling untuk meninggalkan kawasan Pantai Cemara.

Rute Menuju Pantai Cemara

Jika merujuk pada gambar peta atau membuka google map, Pantai Cemara Banyuwangi secara administratif memiliki alamat lengkap di Dusun Rowo, Desa Pakis, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, 68419.

Bagi wisatawan yang datang dari arah Bali, tinggal menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk menuju ke Pelabuan Ketapang atau Pelabuhan Tanjungwangi (Pelabuhan Meneng), dilanjutkan dengan menuju ke arah kota Banyuwangi sebelum melanjutkan perjalanan ke Pantai Cemara. Sedang untuk wisatawan yang berangkat dari Surabaya, bisa menggunakan kereta api maupun bus.

Jembatan Menuju Pantai Cemra (foto: kompas.com)

Untuk yang menggunakan transportasi kereta api, Anda dapat turun di stasiun Banyuwangi Baru, sedang yang menggunakan bus, Anda dapat memilih bus jurusan Banyuwangi atau Bali dan turun di Terminal Sritanjung. Di depan stasiun maupun terminal tersebut sudah menunggu berbagai jenis angkutan umum, mulai dari ojek sampai angkot yang siap mengantar Anda menuju ke berbagai tempat pariwisata yang ada di Banyuwangi, termasuk ke Pantai Cemara.

Untuk wisatawan yang berangkat dari pusat kota Banyuwangi lebih mudah lagi, karena jarak ke Pantai Cemara hanya sekitar 3 km yang dapat ditempuh sekitar 15 – 20 menit. Rute yang harus dilalui jika berangkat dari pusat kota Banyuwangi adalah melewati jalan yang ada di samping Hotel Santika. Ikuti terus jalan tersebut hingga tiba di area persawahan.

Setelah sampai di area persawahan, ambil jalan ke kanan dan teruslah lurus hingga tiba di pertigaan. Di sana nanti akan Anda temui papan petunjuk jalan yang menuju ke Pantai Cemara. Susuri jalan tersebut dengan melewati persawahan dan kolam-kolam ikan milik warga setempat. Jalan tersebut sebenarnya sudah beraspal, namun kondisinya kurang begitu bagus, meski tidak membahayakan.

Bersantai di bawah Rimbunnya Pohon Cemara di Pantai Cemara Banyuwangi (foto: banyuwangibagus.com)

Begitu memasuki kawasan pantai, Anda akan ditarik biaya retribusi sebesar Rp.2.000. Retribusi tersebut bukan harga tiket masuk, melainkan untuk ongkos parkir kendaraan, karena keindahan Pantai Cemara dapat dinikmati dengan gratis oleh para wisatawan.

Setelah membayar ongkos parkir, Anda akan melewati sebuah jembatan yang di bawahnya mengalir air payau, sementara di kanan kirinya ditumbuhi berbagai jenis pohon mangrove. Tidak jauh dari jembatan tersebut akan Anda temukan area parkir, dan setelah menitipkan kendaraan Anda hanya cukup melangkahkan kaki untuk tiba di pesisir Pantai Cemara.

Meski tidak menarik tiket masuk, Pantai Cemara menyediakan beberapa fasilitas umum buat para pengunjung, seperti kamar mandi dan WC, mushollah, serta warung-warung yang dapat dijumpai di pinggir pantai. Hanya saja, untuk mereka yang ingin bermalam, di pantai ini tidak menyedikan fasilitas akomodasi karena untuk berkunjungpun dibatasi sampai dengan pukul 18.00.

Para Pedagang di Pantai Cemara Banyuwangi (foto: banyuwangibagus.com)

Karena itu bagi para wisatawan yang datang dari luar kota disarankan untuk mencari hotel dan penginapan yang banyak dijumpai di kota Banyuwangi atau di kota Jajag yang selama ini kerap  dijadikan sebagai tempat transit para wisatawan.

Beberapa hotel dan penginapan yang ada di kota Banyuwangi dan kota Jajag diantaranya adalah: Hotel Manyar, Hotel Banyuwangi Beach, Mirah Hotel, Hotel Santika, serta yang lain. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *