10 Foto Pantai Sari Ringgung Lampung Biaya Masuk + Peta Jalan Menuju Lokasi

Posted on
Pantai sari ringgung bandar lampung selatan biaya masuk peta jalan menuju denah lokasi pesawaran beach penginapan alamat lengkap ada buaya marina angker memakan korban misteri pasir hidup timbul indonesia gambar foto dimana terletak di kabupaten 35451 rute harga tiket masuk letak google map
Pantai Sari Ringgung, Foto: aroundguides.com

Lokasi: Jl. Way Ratai KM. 14, Desa Sidodadi, Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung 35451, Indonesia
Map: Klik disini
HTM: Rp.5000-10.000 (harga bisa berubah sewaktu-waktu)
Buka/Tutup: 06.00–17.00
Telepon:

Provinsi Lampung memiliki banyak sekali tempat wisata yang unik dan menarik, baik itu wisata alam, religi, maupun bahari. Salah satunya adalah pantai Sari Ringgung atau Sari Ringgung beach yang terletak di Lampung bagian selatan.

Pantai ini sebenarnya bisa dibilang sudah lama ada, namun baru dibuka tahun 2014 setelah mengalami renovasi dan pengembangan, dan terkenal belakangan ini karena penemuan beberapa objek yang berbeda dari objek-objek yang ada di pantai-pantai lainnya, yaitu Masjid terapung dan pasir timbul.

Eksotisme Pantai Sari Ringgung. Foto: piknikasik.com

Keindahan pantai Sari Ringgung

Pantai Sari Ringgung memiliki hamparan pasir putih yang memanjang sepanjang pantai, dengan banyak pohon kelapa tumbuh di semacam tanjung kecil di ujung selatan pantainya. Anda pun bisa naik ke atas bukit yang terdapat persis di sebelah barat tanjung tersebut, untuk menikmati pemandangan pantai dengan lebih utuh, mengabadikannya dalam foto karena latar belakang gambar yang menakjubkan. Tidak perlu khawatir, karena saat ini sudah tersedia tangga untuk naik ke atas sana.

Air laut pantai ini berwarna biru bening, bahkan Anda bisa snorkeling di beberapa spot untuk menikmati keindahan bawah lautnya. Terdapat juga banyak gazebo yang berjejer rapi di pinggir pantai. Di pantai ini, Anda bisa menggunakan perahu untuk berkunjung ke pasir timbul yang terbentuk secara alami di terngah lautan. Anda juga bisa berkunjung ke Masjid terapung di kawasan keramba ikan, yang dihuni warga.

Deretan Perahu, Foto: piknikasik.com

Masjid terapung

Masjid terapung ini berada 300 meter dari bibir pantai Sari Ringgung, dan dinamai Masjid Al-Aminah. Anda bisa pergi ke Masjid ini dari dermaga pantai Sari Ringgung. Masjid ini dibangun oleh para nelayan pada tahun 2012, dan pada awalnya difungsikan sebagai tempat beribadat nelayan yang melaut di lepas pantai Sari Ringgung. Namun, seiring dengan dibukanya kembali pantai Sari Ringgung pada tahun 2014, Masjid ini pun menjadi salah satu objek wisata religi yang menarik minat. Akhirnya, setelah direnovasi pada tahun yang sama, Masjid ini pun diresmikan sebagai objek wisata oleh Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri pada hari Kamis, 4 Juni 2015.

Masjid ini benar-benar terapung di lautan, dan terletak di antara deretan keramba ikan yang tersebar di kawasan pantai. Masjid ini terapung menggunakan sistem keramba, dengan ditopang oleh beberapa pelampung dan dipasangi jangkar agar tidak hanyut. Karena itu, terkadang Masjid ini akan bergerak seiring arah gelombang air laut.

Pesona Obyek Wisata nan Indah, Foto: ksmtour.com

Masjid ini terbuat dari kayu papan yang sangat sederhana namun unik, dan bisa menampung kurang lebih 60 orang dewasa. Halaman depannya adalah keramba yang berisi ikan-ikan hidup. Di pojok bagian kanannya, terdapat semacam pondokan yang bisa digunakan sebagai tempat untuk bersantai. Di bagian sampingnya, ada selasar yang bisa dijadikan sebagai tempat istirahat. Anda bisa membeli makanan ringan di warung sebelah kiri masjid yang dibuka oleh penjaga Masjid. Selain makanan ringan, di sana juga menjual aneka kebutuhan warga, hingga bahan bakar perahu nelayan.

Meskipun sudah menjadi objek wisata, namun kegiatan keagamaan di Masjid ini masihlah cukup aktif, seperti shalat berjamaah lima waktu. Pengajian pun diadakan setiap minggu, bahkan ibu-ibu pengajian dari berbagai tempat di Lampung sering mengadakan pengajian di sini.

Pemandangan Yang Cantik, Foto: piknikasik.com

Pasir Timbul

Selain ke Masjid terapung, dari dermaga pantai Sari Ringgung, Anda pun bisa berkunjung ke pasir timbul dengan menyewa perahu. Satu perahu bisa dinaiki 10-15 orang, dan membutuhkan waktu 15-25 menit.

Pasir timbul ini mirip seperti Maldives, sangat mempesona karena membentuk daratan yang timbul ke atas, bahkan terlihat ketika air sedang pasang. Pasir ini terbentuk secara alami di tengah lautan, dan pasir ini bukanlah pasir hidup. Biasanya, pengunjung suka berenang di pasir timbul ini, dan anak-anak suka berlarian bermain bola di sini.

Air di pasir timbul ini juga berwarna biru jernih, bersih, dengan ikan-ikan laut yang akan bisa Anda lihat dengan mata telanjang. Ikan-ikan ini tidak takut dengan keberadaan pengunjung yang datang, dan tetap berenang dengan santai. Pasirnya berwarna purih, dan Anda bisa melihat pemandangan tengah laut dengan jelas dari tempat ini. Kondisi air lautnya sendiri bersahabat, hampir tidak ada ombak dan dangkal, aman bagi anak-anak.

Aneka Wahana Permainan, Foto: tribunnews.com

Kemunculan buaya dan kejadian mengenaskan di pantai Sari Ringgung

Tahun 2016 silam, dikabarkan sebuah buaya muncul dan meneror sepanjang pantai di kota Lampung. Buaya tersebut adalah jenis buaya air asin, dengan panjang sekitar tiga meter dan diperkirakan sangat ganas. Diduga buaya tersebut adalah milik salah satu pengusaha Lampung yang tak sengaja lepas dari kandangnya ketika air sedang pasang.

Buaya itu sempat tertangkap di kawasan pantai Mutun, namun ketika hendak diikat oleh pawangnya, buaya itu mengamuk dan kabur kembali ke laut. Kabarnya, ada yang melihat buaya tersebut di pantai Queen Artha, Pesawaran. Namun, beberapa hari kemudian, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) kabupaten Pesawaran, Jaka Sungkawa, dengan tegas menyangkal dan menyatakan kalau berita itu bohong dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Mungkin ada pihak yang sengaja memalsukannya karena wisata pantai di Lampung kini cukup menjanjikan.

Masjid Apung Di Pantai Sari Ringgung, Foto: matajatim.com

Jaka mengatakan kalau ia telah mengecek dari Pantai Mutun, Queen Artha, Sari Ringgung, hingga Pahawang, dan tidak menemukan seekor buaya pun. Ia pun menambahkan kalau buaya liar baru ada di sungai Sangi, namun letaknya jauh dari pantai-pantai tersebut, dan buaya yang ada di sana adalah buaya air tawar, paling jauh pun hanya akan bisa berenang sampai muara.

Selain itu, masih di tahun yang sama, pantai Sari Ringgung memakan korban, yaitu Anggit (19), warga kota Metro. Diduga, ia meninggal karena tenggelam akibat terhisap pasir hidup di bibir pantai Sari Ringgung.

Hari itu, Anggit bersama teman-teman alumni SMA-nya berkunjung ke pantai Sari Ringgung. Kemudian, ia dan dua temannya berenang ke tengah pantai, lalu tiba-tiba ia seperti tertarik dari dalam dan hilang. Setelah tim SAR melakukan pencarian selama 25 menit, barulah ia ditemukan.

Selain Anggit, beberapa orang termasuk warga pun mengatakan bahwa pantai Sari Ringgung memang sering memakan korban. Mereka menyatakan bahwa saudara mereka pun ada yang meninggal karena terhisap pasir hidup. Namun, benar atau tidaknya ini semua karena pasir hidup, masih menjadi misteri. Karena ada dugaan bahwa Anggit meninggal karena ia tidak bisa berenang dan tenggelam, terlebih karena beberapa bagian dari pantai Sari Ringgung adalah pantai buatan yang ditimbun, memiliki kedalaman yang menipu, dan rambu-rambu di sekitar pantai kurang banyak terlihat sehingga pengunjung tidak mengetahui kedalaman air laut.

Fenomena Pasir Timbul, Foto: matajatim.com

Rute menuju lokasi

Untuk menuju pantai Sari Ringgung, dari kota Bandar Lampung Anda membutuhkan waktu sekitar 30-60 menit. Anda bisa menggunakan google map untuk lebih jelas melihat letak dan peta jalan, juga denah lokasi dengan memasukkan alamat lengkap pantai ini. Sebaiknya Anda menggunakan kendaraan pribadi, karena jalan ke pantai Sari Ringgung agak rusak, berlubang, dan belum diaspal. Untuk rutenya cukup mudah. Dari Bandar Lampung, Anda bisa menuju ke daerah Padang Cermin, Pesawaran, dimana Anda akan melewati banyak pantai di sana, juga rambu petunjuk jalan. Dari pantai Mutun, Anda akan membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk menemukan plang bertuliskan, “Selamat Datang di Pantai Sari Ringgung”.

Jika Anda mulai dari pelabuhan Bakauheni, jarak yang harus Anda tempuh adalah sekitar 102 km, dan membutuhkan waktu kurang lebih 2,5 jam. Anda bisa ke kota bandar Lampung dari sana, dan mengikuti rute di atas.

Jika ingin menaiki angkutan umum, Anda bisa menaiki bus travel, bus Damri, ojek, maupun angkutan pedesaan. Khusus bus Damri, biasanya bus ini berangkat jam 6 pagi. Untuk angkutan pedesaan, Anda bisa menggunakan angkutan kota hingga ke terminal Rajabasa, dari sana naik angkutan warna biru telur asin menuju Ramayana, lalu naik angkutan warna merah hati dan turun di gudang lelang. Dari sana, berjalanlah beberapa meter dan Anda akan menemukan banyak angkutan pedesaan berwarna hitam, berbentuk kotak, dan bagian belakangnya terbuka lebar. Anda bisa menaikinya, dan turun di plang pantai Sari Ringgung.

Fasilitas Arena Bermain, Foto: matajatim.com

Fasilitas dan biaya yang harus dikeluarkan

Fasilitas di pantai ini sudah lengkap. Ada taman bermain anak, penginapan dan hotel-hotel murah (bukan hotel berbintang). Kamar mandi dan WC umum pun tersedia, dan Anda juga bisa memilih untuk berkemah. Wahana permainannya pun cukup banyak, dari mulai banana boat, speedboat, bahkan semacam waterboom kecil di sebelah utara (lebih tinggi) dan selatan. Ada juga lapangan voli, ayunan, serta perosotan di pinggir pantai. Untuk makan, Anda pun tidak perlu khawatir. Sudah ada banyak warung makan dan restoran di sekitar yang menyediakan aneka menu seafood dan makanan khas daerah Sari Ringgung.

Pemandangan Yang Indah Pantai Sari Ringgung, Foto: lihat.co.id

Untuk harga tiket masuk atau biaya masuknya, Anda harus mengeluarkan uang sebesar Rp.5000-10.000 per orang atau per motor, dan Rp.10.000-20.000 untuk mobil. Untuk harga penginapan berkisar antara Rp.50.000-100.000 per malam. Jika Anda ingin berkunjung ke pasir timbul, biaya kapal yang harus Anda keluarkan adalah Rp.25.000 per orang antar jemput.

Jika Anda berkunjung ke Lampung, selain ke pantai Sari Ringgung, Anda juga bisa mengunjungi pantai Mutun, pantai Queen Artha, atau ke pantai Marina yang terkenal angker.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *