10 Foto Pasar Pucang Surabaya, Jam Buka Toko Kain + Peta Jalan Kota Sby Jawa Timur

Posted on
Pasar pucang surabaya anom sby map kota jawa timur banjarnegara kertajaya peta jam buka alamat buah pinang foto gudeg kreatif puser pucanglaban lokasi pecel rawon sejarah jalan toko kain
Pasar Pucang, Foto: dilokasi.com

Alamat: Jalan Pucang Anom, Kertajaya, Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, 60283.
Peta/Map Lokasi: Klik Disini
Jam Buka: pagi-malam
Harga: relatif murah

Di kota-kota besar yang penuh dengan sejarah seperti Solo, Jogja, Semarang, Surabaya, dan Bandung, banyak wisatawan mengunjungi pasar-pasar tradisional yang masih sangat kental dengan budaya dan adat dari kota tersebut. Pasar tradisional memiliki daya Tarik yang sampai hari ini menjadi magnet bagi para pelancong untuk mengunjungi pasar tradisional. Kalau mau tahu bagaimana budaya dan karakter masyarakat suatu tempat secara singkat, maka berkunjunglah dan nikmatilah beberapa waktu di pasar tradisional tempat tersebut.

Kawasan Buah-Buahan, Foto: flickr.com

Banyak bangunan pasar tradisional yang berusia tua saat ini dinyatakan pemerintah kota setempat sebagai bangunan cagar budaya yang layak untuk dilestarikan karena memiliki nilai sejarah dan budaya yang mewakili tempat tersebut. Beberapa pasar tradisional juga menjadi tempat wisata seperti Pasar Klewer di Solo, Pasar Puser Pucanglaban di Blitar, dan Pasar Pucang Anom di Surabaya.

Kali ini kita akan melihat satu pasar tradisional yang akan kita ulas bersama, yaitu Pasar Pucang Anom yaitu salah satu pasar di daerah yang sering diinisialkan ‘SBY’, ya kota Surabaya. By the way, di Banjarnegara juga ada loh pasar dengan nama Pasar Pucang. Lain kali akan kita bahas pasar satu itu.

Pedagang Buah, Foto: fotokita.net

Lokasi

Pasar Pucang Anom Surabaya berada di Jalan Pucang Anom, Surabaya bagian Selatan. Pasar ini menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat sekitar dan merupakan pasar besar bagi penduduk kota Surabaya. Seperti pasar tradisional pada umumnya, Pasar Pucang Anom juga menyediakan berbagai macam kebutuhan sehari-hari, seperti sembako, bahan makanan, pinang, ikan, pakaian, kain, industri kreatif seserti gerabah, kerajinan, dan barang-barang lain yang memang biasa dijual di pasar. Selain itu, pasar Pucang Anom juga menjual berbagai macam buah yang kondisinya masih segar dan enak.

BacaJuga:  Rute Jalan Menuju Pantai Selok Malang, 10 Foto + Alamat Lokasi
Pasar Tradisional, Foto: rizaroidila.wordpress.com

Bagi kalian (terutama anak-anak kost) yang –tentunya, membutuhkan makanan, jangan khawatir. Rekan-rekan bisa menemukan banyak sekali masakan tradisional di pasar ini. Pada malam hari, biasanya banyak pedagang kuliner yang menjajakan makanannya. Apa saja sih kira-kira? Kalian bisa menemukan pecel, rawon, sate, gudeg, gule, dan banyak masakan khas Indonesia lainnya. Fotografer kuliner sangat bisa memanfaatkan lokasi ini untuk mengambil beberapa foto.

Pilihan Ibu Rumah Tangga, Foto: rizkypotet.wordpress.com

Selain itu, Anda juga bisa menemukan beberapa toko di sekitar pasar dan ATM atau kantor kas Bank. Jadi, nggak perlu takut untuk berjalan jauh ketika butuh sesuatu untuk dibeli atau perlu mengambil uang ketika berbelanja di pasar. Sayangnya, pada musim penghujan, pasar ini sangat berisiko untuk terkena banjir, disarankan saja kalau ke sana ketika musim kemarau. Hal ini yang sebenarnya mendorong pemerintah untuk segera merealisasikan proyek revitalisasi pasar mulai tahun 2017 ini.

Bagian Pakaian, Foto: fitinline.com

Daya Tarik

Sekalipun Pasar Pucang Anom adalah pasar tradisional, tetapi bangunan ini bisa menampung hingga 900 stan pedagang yang menjual beraneka macam barang dagangan, sayur, dan buah. Dengan banyaknya stan pedagang yang menjajakan barang dagangannya di pasar, tidak heran bila tempat ini sering ‘sesak’ oleh banyaknya pengunjung. Tetaplah waspada bila berkunjung ke pasar ini, karena keadaan ini biasanya dimanfaatkan oknum tertentu untuk melakukan tindakan kriminal.

Grebek Pasar di Pasar Pucang Anom, Foto: surabayaecoschool.tunashijau.org

Pasar ini menarik untuk dicoba, di samping ada berbagai macam varian barang yang diperjualbelikan, juga perlu diketahui jika harga di pasar ini sangatlah murah dan masih bisa di tawar, itu kenapa pasar ini rame banget tiap hari. Bagi kita pelancong berkunjung ke pasar ini memberikan pengalaman tersendiri, kita akan melihat transaksi jual beli barang dalam bahasa lokal yang dikenal lugas dan mantap, perang harga antara penjual dan pembeli, bentuk kehidupan social yang berbeda, dan lain sebagainya.

BacaJuga:  10 Foto Pantai Kondang Merak di Malang Selatan Jawa Timur, Ini Lokasi Letak Peta-nya

Penjual di pasar tersebut memang kebanyakan adalah masayrakat lokal tetapi kita juga akan menemukan beberapa penjual dan pembeli yang berasal dari luar Surabaya. Pokoknya asik deh untuk kegiatan berbelanja dan berpetualang.

Pedagang Bumbu, Foto: merdeka.com

Tips Berbelanja

Bagi rekan-rekan yang ingin berbelanja ke Pasar Pucang Anom, ada beberapa tips nih yang bisa Anda ‘kantongi’ sebagai bekal, yaitu:

  1. Rencanakan apa yang akan Anda beli di pasar tersebut, cari informasi tentang barang dan harga umum yang ada di pasar tersebut. Tinggal buka HP dan carilah informasi di google maka sudah sangat banyak informasi yang bisa Anda dapat dengan cukup akurat.
  2. Banyak pengunjung. Rekan-rekan yang sering berbelanja di pasar tradisional, pasti tahu bagaimana rasanya berbelanja di tempat ini. Tempat yang penuh atau bahkan mungkin sesak karena banyaknya pengunjung, apalagi pada saat-saat weekend atau hari libur. Tetaplah berhati-hati ketika berbelanja di pasar tersebut. Jangan membawa barang-barang yang mencolok dan mengundang penjahat untuk mengincar Anda. Bukan bermaksud menakut-nakuti, mencegah lebih baik daripada menyesal seumur hidup. Bukan begitu?
  3. Tips ini berlaku untuk diterapkan di berbagai pasar tradisional di seluruh penjuru tanah air. Pandai-pandailah dalam menawar harga, perlu keahlian khusus dalam menafsir nilai sebuah barang. Beberapa Travelers, pastinya sudah tahu dan sangat berpengalaman bukan menghadapi tawar-menawar harga bukan? Apalagi di pasar tradisional. Hampir tidak mungkin kalau tidak terjadi tawar menawar harga antara penjual dan pembeli. Jangan takut untuk menawar barang yang ingin Anda beli dengan harga yang murah, cobalah bandingkan harga antara penjual satu satu dengan yang lain terlebih dahulu. Kemudian pastikan dulu bahwa harga yang Anda tawar itu reasonable alias masuk akal dan logis. Perkirakanlah harga barang tersebut secara umum, bandingkan dengan harga yang ditawarkan oleh penjual. Bila perbedaan harganya sangat signifikan, maka Anda boleh mencoba menawar dengan harga di bawah. Kalau ditolak bagaimana? Jangan menyerah begitu saja. Cobalah naikkan penawaran Anda sedikit demi sedikit, atau angkatlah kaki dan mengunjungi penjual lain…hehehe.
  4. Terkait dengan etika dan estetika. Jaga kesopanan berbahasa dan bersikap dalam membeli. Sobat, pluralisme memang sesuatu yang tidak dapat kita hindari ketika kita hidup di negara Indonesia. Kita hidup di wilayah yang dihuni oleh berbagai macam suku, ras, dan bahasa. So, pastikan bahwa Anda tetap menghormati penjual ya selama bertransaksi.
  5. Siapkan fisik Anda untuk mengunjungi pasar tersebut mengingat Pasar tersebut termasuk besar dan terdapat banyak penjual dengan berbagai macam barang dagangan maka diperlukan fisik yang kuat dan perjuangan mental untuk menawar harga.
  6. Berkunjunglah sebelum musim hujan datang, kalau hujan maka lokasi pasar dipenuhi dengan genangan air di berbagai titik lokasi, hal ini tentu akan membuat kegiatan berbelanja menjadi tidak nyaman karena hujan dan jalanan yang bercek.
BacaJuga:  10 Foto Makam Sunan Ampel Surabaya Raden Rahmat Wali Songo, Misteri + Hotel Dekat Lokasi Alamat
Pasar Terkenal di Surabaya, Foto: foursquare.com

Traveler, tidak perlu takut nyasar ya kalau mau ke pasar ini. Saat ini sudah banyak cara ataupun aplikasi yang dapat kamu gunakan sebagai penunjuk jalan untuk ke pasar, salah satunya adalah dengan memanfaatkan moovit atau google maps. So, tunggu apalagi? Yuk, rame-rame jualan di pasar tradisional. Mari melestarikan budaya bangsa kita. Salam traveler.

Kawasan Daging, Foto: surabayaraya.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *