10 Gambar Planetarium di Surabaya, Harga Tiket Masuk Lokasi Jawa Timur + Sejarah Museum Wisata

Posted on
Planetarium di surabaya harga tiket masuk lokasi jawa timur sejarah berdirinya museum wisata bumimoro gambar angkatan laut tni al isi wikipedia dimana letak fungsi htm info deskripsi laporan manfaat materi perak pengertian pendiri tentang
Penjelasan dari TNI di Planetarium. Foto: kbrainsantaqwa.com

Lokasi: Jl. Gadukan Utara I C No.24, RT.001/RW.05, Morokrembangan, Krembangan, Kota SBY, Jawa Timur 60178, Indonesia
Maps: Klik Disini
HTM: 2.000
Buka/Tutup: 08.00 – 14.00 WIB (Senin – Kamis), 08.00 – 15.00 WIB (Jumat), Sabtu – Minggu tutup
Telepon: 031 3291092

Planetarium menjadi salah satu kawasan wisata yang bisa memberikan kesenangan tersendiri bagi para wisatawan untuk mendapatkan informasi dan juga sisi edukasi mengenai dunia astronomi. Di Planetarium ini para wisatawan tentu saja bisa mengintip keindahan semesta dan juga mengenal dunia luar angkasa selain bumi dan juga tata surya yang dihuni oleh bumi serta planet-planet lainnya.

Dan ternyata bukan hanya Jakarta saja yang memiliki Planetarium. Di Surabaya juga terdapat Planetarium yang bisa memberikan informasi dan juga cerita mengenai dunia luar angkasa yang sangat luas. Akan tetapi Planetarium di Surabaya sedikit berbeda dengan di Jakarta. Di kota pahlawan ini letaknya berada di museum TNI Angkatan Laut atau AL dimana memiliki fungsi untuk memperkenalkan dunia angkatan laut kepada masyarakat sekitar.

Planetarium ini berada di dalam Museum Loka Jala Crana yang lokasinya berada di daerah Bumimoro, Morokembangan yang letaknya di kompleks angkatan laut. Planetarium ini tentu saja bisa memberikan manfaat dan info mengenai dunia luar angkasa kepada masyarakat di sekitar ibukota Jawa Timur yang terkenal dengan pelabuhan Tanjung Perak ini.

Alat peraga di Planetarium. Foto: wisatamuseum.com

Sejarah Musuem Loka Jala Crana

Museum Loka Jala Crana yang merupakan museum angkatan laut ini mulai dibangun pada tanggal 19 September 1969. Berdirinya museum ini atas prakarsa dari Ibu R. Mulyadi yang merupakan istri dari panglima Angkatan Laut  Laksamana R. Moeljadi. Pada saat itu nama museum ini adalah Museum Akabri Laut. Dan di tahun 1973 yaitu pada tanggal 10 Juli 1973 akhirnya status dari museum ini diubah menjadi Museum TNI Angkatan Laut.

Selang beberapa bulan kemudian atau tepatnya pada tanggal 6 Oktober 1979 ini nama museum kembali berubah dan menjadi nama Museum TNI Angkatan Laut Loka Jala Crana.  Loka Jala Crana ini memiliki deskripsi yaitu tempat untuk menyimpan, mengabadikan dan juga menyajikan peralatan serta sarana yang digunakan oleh TNI angkatan laut di Indonesia.

Pintu Masuk Museum. Foto: pergiberwisata.com

Mengenal Museum Loka Jala Crana

Museum TNI Angkatan Laut Loka Jala Crana ini berada di area Kompleks Akademi TNI Angkatan Laut atau AAL yang letaknya berada di daerah Morokrembangan, Surabaya.  Secara umum museum ini memiliki 2 bagian yang akan memberikan materi berbeda. Akan tetapi manfaat bagi para wisatawan tetap ada dan juga penting.

Di area gedung pertama ini para wisatawan bisa mengunjungi area Anjungan Utama, Anjungan Joang dan juga area Planetarium yang menyajikan cerita berbeda dan juga peran yang berbeda pula dalam memberikan informasi edukasi. Selain itu terdapat pameran taman yang memiliki koleksi berupa peralatan yang digunakan oleh TNI angkatan Laut pada masa lalu seperti pesawat Gannet, meriam kapal, tank Amphibi PT-76.

Penjelasan tata surya. Foto: azzahrapreschool.com

Di museum ini juga terdapat salah satu meriam dari peninggalan VOC seperti meriam Bofors L.60 penembak Allan Pope. Di sini para wisatawan juga bisa melihat meriam instruksi dan monumen pendidikan perwira. Semuanya tersaji lengkap dan memiliki informasi yang sangat komplit

Museum yang terletak di AAL Bumimoro Surabaya Jawa Timur ini memang dikelola langsung oleh TNI AL. Dan salah satu museum yang menceritakan sejarah perjuangan angkatan laut ini memang memberikan informasi yang sangat komplit. Museum ini sendiri mulai difungsikan sebagai museum pada tanggal 19 September 1969. Hal ini didasarkan dengan Skep Kasal No. Skep/11106/VII/1973 pada tanggal 10 Juli 1973.

Penjelasan tata surya di Planetarium. Foto: ayokesurabaya.com

Sebelumnya museum ini dulu dijadikan tempat untuk Sarana Pendidikan Kadet AAL. Museum yang berada di luas area sekitar 2,7 hektar ini tentu saja sudah memberikan informasi yang sangat komplit dan juga lengkap. Meski bisa mencari informasi mengenai kisah sejarah melalui wikipedia, akan tetapi akan lebih puas jika datang langsung.

Alat peraga Planetarium. Foto: kbrainsantaqwa.com

Mengunjungi Museum Loka Jala Crana

Di museum ini para wisatawan bisa melihat dan juga mendapatkan informasi mengenai koleksi  peralatan serta sarana yang digunakan oleh Angkatan Laut di dalam menjaga kedaulatan negara Indonesia. Di sini semua koleksi pada ajang pertempuran bisa disaksikan di sini. Selain itu di museum ini para wisatawan juga bisa mengunjungi area planetarium dan juga astronavigasi. Museum ini menyuguhkan dan juga menyelamatkan obyek benda-benda bersejarah yang pernah digunakan dan juga dimiliki oleh para prajurit-prajurit TNI Angkatan Laut.

Suasana di dalam Planetarium. Foto: benradit.com

Di museum ini para wisatawan akan ditemani oleh para pemandu yang siap memberikan laporan, info dan juga mendeskripsikan koleksi-koleksi yang dimiliki oleh museum ini. Di sni para pengunjung bisa melihat koleksi semenjak jaman revolusi fisik hingga peralatan dan juga sarana yang digunakan oleh angkatan laut hingga saat ini. Di sini para pengunjung bisa melihat beberapa koleksi seperti meriam kapal perang, pesawat, hingga helikopter. Masih ada peralatan artileri medan, replica dari KRI Dewa Ruci yang bisa disaksikan di sini. Yang menarik adalah adanya salah satu benda bersejarah di museum ini seperti meriam kapal  HRMS De Zeven Provencien.

Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa di museum ini terdapat replika dari KRI Dewa Ruci. Kapal milik angkatan laut ini merupakan jenis dari kapal lati yang kerap melakukan muhibah berkeliling dunia hingga berbulan-bulan lamanya. Dan kapal ini pula kerap melakukan aktifitas yang rutin seperti Kartika Jala Krida atau KJK yang dipersiapkan guna para Kadet Akademi Angkatan Laut atau AAL tingkat III.

Planetarium di Museum Loka Jala Crana. Foto: sdalkautsarpasuruan.com

Mengunjungi Planetarium

Di museum ini terdapat pula area Planetarium yang bisa digunakan oleh para wisatawan untuk melihat keindahan tata surya dan juga mendapatkan informasi mengenai dunia astronomi. Di sini para pengunjung akan diperlihatkan mengenai keindahan tata surya kita yaitu Bima Sakti. Planetarium ini juga menjadi salah satu fasilitas yang digunakan untuk pembelajaran bagi para kadet. Pasalnya ilmu astronomi memiliki peran penting untuk pelayaran. Terutama di kala berperang.

Suasana di Planetarium. Foto: tarakanita.co.id

Di Planetarium ini para pengunjung akan mendapatkan informasi dan juga pengetahuan serta edukasi mengenai dunia astronomi. Di sini para pengunjung akan mendapatkan ilmu dari pemandu museum mengenai tata surya dan juga rasi bintang. Selain itu pengetahuan tentang planet-planet di tata surya Bima Sakti disajikan secara lengkap.

Di Planetarium ini pula para wisatawan bisa mengetahui bagaimana para pelaut terutama para kadet angkatan laut menjadikan bintang sebagai petunjuk arah ketika berada di lautan. Tentu saja cara membaca dan melihat arah tersebut tersaji di Planetarium ini.

Penjelasan tata surya. Foto: drottningu.com

Rute menuju ke Museum Loka Jala Crana

Bagi para pengunjung yang ingin mengunjungi Planetarium di museum Loka Jala Crana ini bisa menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum. Akses atau jalur menuju ke museum ini bisa melalui jalan tol Surabaya – Gempol dan keluar di jalan Tanjung Emas. Setelah itu menuju ke jalan Moro Kembangan. Letak dan lokasi dari museum tidak jauh dari jalan utama Moro Kembangan tersebut. Bisa juga menggunakan aplikasi Google Map.

Untuk harga tiket masuk ke museum ini relatif murah sekitar 2 ribu untuk per orang. Sementara untuk Planetarium harga sudah termasuk tiket masuk ke museum. Akan tetapi untuk masuk ke Planetarium harus rombongan minimal 10 orang. Jam operasional atau buka tutupnya sekitar pukul 8 pagi hingga 2 siang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *