10 Foto Pulau Pisang Lampung Pesisir Barat, Terletak di Wilayah Wisata Krui

Posted on
Pulau pisang lampung terletak di wilayah barat kalimantan tengah krui alamat asal usul paket wisata website wedding wulan wulung wujud wood enak rute menuju ke raya trip transportasi tour indonesia pantai peta penginapan lokasi letak keindahan juni juli homestay harga gambar foto surfing video pps kahayan hilir kabupaten kaliwates jember jawa timur kab kampong kelantan pesisir kecil kisah bota kiri perak kota bharu padang kampung wikipedia east java resort rakit travel guide tapis tuntutan tourism objek open air manis sumbar painan puskesmas kerepek pinang pemborong goreng pontian johor chalet memancing lighthouse lambar legenda luas jitra hilang hotel halmahera gadang fishing sumatera sumatra siti nurhaliza accomodation maluku milik siapa malaysia singapura malim nawar bengkulu batam banda neira bandar video vidio cerita cpns bahari alam
Pulau Pisang (foto: http:trip-suggest.com)

Lokasi:  Kecamatan Pulau Pisang, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung
Map: KlikDisini
HTM: Gratis
Buka/Tutup: 24 Jam

Salah satu potensi pariwisata di Lampung yang tidak dapat dipandang sebelah mata dan terbukti telah mampu menarik perhatian para wisatawan adalah Pulau Pisang. Bahkan, tidak hanya wisatawan lokal saja yang berkunjung ke pulau ini, tapi juga wisatawan manca, utamanya dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Karena letak Pulau Pisang sebagaimana yang ada pada gambar peta berada di lepas pantai barat Johor yang merupakan bagian dari wilayah negara asal penyanyi tersohor, Siti Nurhaliza.

Besarnya potensi Pulau Pisang untuk mendukung Indonesia Tourism disebabkan karena di pulau ini para wisatawan dapat menikmati beragam jenis wisata, mulai dari wisata alam, wisata budaya, wisata edukasi serta agrowisata. Menariknya, suasana yang dihadirkan di pulau ini semuanya masih natural, termasuk kehidupan masyarakatnya yang masih teguh memegang adat-istiadat yang berlaku.

Kesan natural semakin kental karena di sini Perusahaan Listrik Negara (PLN) masih belum mengalirkan arusnya sehingga untuk penerangan, warga setempat menggunakan genset yang memberikan pasokan listrik hanya pada jam 18.00 – 24.00. Karena itu, salah satu peralatan wajib yang harus dibawa saat berkunjung ke sini adalah power bank agar ponsel dapat senantiasa aktif. Itupun tidak menjamin akan dapat berkomunikasi dengan dunia luar lewat HP karena sulitnya signal.

Salah Satu Sudut Pulau Pisang (foto: piknikasik.com)

Minimnya pasokan listrik dan lemahnya signal tersebut disatu sisi memang cukup mengganggu, tapi disisi lain akan membuat wisatawan dapat lebih menikmati kunjungannya ke Pulau Pisang, karena perhatiannya dapat lebih tercurah pada suasana sekeliling dan tidak terganggu oleh dunia luar. Terlebih kebutuhan dan fasilitas yang lain tersedia disini, mengingat Pulau Pisang merupakan wilayah kecamatan, sehingga wisatawan tidak perlu merasa khawatis akan terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.

Untuk fasilitas kesehatan misalnya, tersedia puskesmas yang siap melayani 1 x 24 jam. Begitu juga untuk penginapan, meski di sini tidak terdapat hotel-hotel mewah, namun banyak rumah penduduk yang dijadikan homestay dan disewakan kepada para wisatawan dengan harga yang cukup terjangkau.

Dengan segala potensi yang ada itulah Pulau Pisang menjadi salah satu destinasi unggulan wisata bahari yang ada di Provinsi Lampung, disamping beberapa objek wisata bahari yang lain seperti Pantai Dewi Mandapa, Teluk Kiluan,  Pulau Kubur, Pantai Tanjung Setia, Pantai Klara, Pantai Gigi Hiu, Pantai Mutun, Pantai Sari Ringgung, Pantai Tanjung Setia, Pulau Pahawang, Pulau Condong Sula, Pantai Hiburan Duta Wisata, Pulau Sebuku, Pantai Embe, Pantai Wartawan, Pulau Mengkudu dan Sekepel, Pantai Mandiri, Pulau Tegal, Pulau Pisang, Pulau Balak, Loh dan Lunik, Pulau Kubur, Pulau Mahitam, Pantai Tanjung Putus, Pantai Batu Lapis, dan beberapa objek wisata bahari lainnya yang ada di Lampung.

Sunrise di Pulau Pisang (foto: travelerien.com)

Salah satu indikator dari besarnya potensi Pulau Pisang disektor pariwisata dapat dilihat dari seringnya kawasan pulau ini dijadikan sebagai lokasi pengambilan gambar untuk film,  sinetron, iklan, juga background foto per-wedding. Disamping itu sudah banyak perusahaan Tour & Travel yang menyediakan khusus paket wisata maupun open trip Pulau Pisang kepada para wisatawan.

Sekilas tentang Pulau Pisang

Meski belum setenar tempat-tempat wisata yang ada di Bali, Jogja dan lombok, namun tidak sulit untuk mencari informasi tentang Pulau Pisang, baik dalam bentuk artikel, foto maupun video di berbagai media cetak dan media online seperti wikipedia, youtube dan berbagai website pariwisata lainnya. Karena mereka yang pernah melakukan trip ke pulau ini, banyak yang menceritakan kembali pengalaman mereka melalui bahasa tulis serta gambar foto dan vidio.

Pulau Pisang secara geografis terletak di koordinat 5’ dan 15.000’ Lintang Selatan serta 103’ 50’ 45 138’ Bujur Timur. Secara administratif, pulau yang memiliki luas 148,82 hektar ini memiliki alamat di  Kecamatan Pulau Pisang, Kab Pesisir Barat, Provinsi Lampung dengan batas Barat dan Selatan Samudra Hindia sedang batas Utara dan Timur adalah Pulau Sumatera.

Aktififtas Nelayan di Pulau Pisang (foto: tukangngetrip.blogspot.co.id)

Kecamatan Pulau Pisang terdiri atas 6 desa yaitu Desa Sukadana, Pekon, Pekon Lok, Suka Marga, Pekon Pasar, dan Bandar Dalam, dengan mayoritas penduduknya suku Lampung Pesisir yang sehari-hariya berbahasa Lampung. Mayoritas penduduk Pulau Pisang bermatapencaharian sebagai nelayan dan berladang, sementara kaum perempuannya dikenal sebagai pengrajin kain sulam emas dan kain tapis. Sedang kepemilikan tanah di kecamatan ini, sebagian sudah bersertifikat sementara sisanya menjadi milik Ulayat/adat.

Saat provinsi Lampung belum terbentuk, Pulau Pisang adalah bagian dari Provinsi Bengkulu. Ketika terjadi pemekaran wilayah, terbentuklah Kabupaten Pesisir Barat disusul dengan berdirinya Pulau Pisang.

Jauh sebelum keindahan pulau ini dimanfaatkan untuk industri pariwisata, sejak tahun 1970 Pulau Pisang dikenal sebagai penghasil cengkeh dan sejak tahun 1980 dijadikan jalur lintas antara Liwang dengan Bengkulu.

Menurut cerita legenda, asal-usul Pulau Pisang ada kaitannya dengan hikayat Melayu yang sangat kondang yakni Si Pahit Lidah. Pulau tersebut menurut kisah konon terbentuk saat Si Pahit Lidah mengarungi laut dengan mengendarai batang pisang. Di tengah lautan dia memakan pisang dan membuang kulitnya, dan kulit pisang tersebut berubah menjadi sebuah pulau.

Pemandangan di Pulau Pisang Dilihar dari Menara Rambu Suara (foto: travelerien.com)

Hikayat yang dituturkan dari mulut ke mulut tersebut sudah barang tentu kurang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Tapi yang pasti, bentuk dari pulau ini jika dilihat dari puncak daratan Pulau Sumatra memang menyerupai buah pisang.

Keindahan dan Daya Tarik Pulau Pisang

Pesisir pantai berpagar pohon-pohon kelapa dengan pasirnya yang putih bersih mengelilingi pulau, menjadi daya tarik utama dari Pulau Pisang. Dengan suasana sekeliling yang sepi dan tenang, membuat aktifitas apapun yang dilakukan di atas pasir bakal menjadi aktifitas yang menyenangkan.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati jernihnya air laut untuk mandi dan berenang, dapat menuju kawasan pulau bagian utara, karena kawasan ini ombaknya tidak terlalu besar. Sementara untuk sisi pulau yang lain, disarankan untuk  tidak berenang karena ombak dan gelombang yang menyapu pesisir sangat kuat disebabkan oleh pengaruh Samudra Hindia. Selain itu kawasan pantainya juga tersusun dari bebatuan dengan sedikit pasir. Kuatnya ombak dan besarnya gelombang itulah yang membuat wilayah perairan Pulau Pisang kerap dijadikan arena surfing oleh para wisatawan dari manca negara.

Kawanan Lumba-lumba di Perairan Pulau Pisang (foto: travelerien.com)

Selain surfing, aktifitas menarik lainnya di pulau ini adalah fishing bagi mereka yang memiliki hobby memancing. Karena berbagai jenis ikan, mulai dari yang kecil hingga yang besar, memenuhi kawasan perairannya. Bahkan, di lepas pantai yang menjadi penghubung antara Pulau Pisang dengan dermaga Krui dan dermaga Tembata, seringkali terlihat kawanan ikan lumba-lumba, utamanya jenis lumba-lumba hidung botol (Tursiops Truncatus) yang melompat-lompat di atas permukaan air, dan terkadang mengiring perjalanan kapal yang mengantar wisatawan. Sudah barang tentu lumba-lumba yang kerap menampakkan diri sepanjang bulan Juni – Juli ini dilarang untuk ditangkap karena dilindungi.

Satu lagi aktifitas yang tidak boleh dilewatkan saat menikmati perairan Pulau Pisang adalah melakukan diving dan snorkeling di kedalaman air lautnya yang jernih. Begitu jernihnya perairan yang ada di sini sehingga dari jarak pandang 8 – 9 meter, pemandangan bawah laut masih dapat terlihat dengan baik.

Diving dan snorkeling menjadi aktifitas yang menarik karena perairan Pulau Pisang memiliki terumbu karang yang terhampar di kedalaman 3 – 8 meter. Terumbu karang yang masih terjaga kealamiannya tersebut dihuni sekitar 24 spesies ikan dan makhluk laut lainnya dengan berbagai macam bentuk, warna serta ukuran.

Pengrajin Kain tapis di Pulau Pisang (foto: yopiefranz.com)

Selain wisata alam dan wisata pantai, agrowisata juga tersaji bagi para wisatawan dengan mengunjungi kebun cengkeh, karena sejak jaman penjajahan hingga sekarang, pulau ini dikenal sebagai penghasil cengkeh terbaik di Provinsi Lampung. Di areal kebun cengkeh inilah dapat Anda jumpai Menara Rambu Suar yang dapat dinaiki hingga puncaknya untuk menikmati keindahan dan mengabadikan pemandangan Pulau Pisang dari atas ketinggian.

Wisata lainnya yang dapat ditemui di Pulau Pisang adalah wisata edukasi dan wisata budaya, terutama bagi wisatawan yang berkesempatan untuk bermalam di pulau ini dan berinteraksi dengan warga setempat. Tidak butuh biaya mahal untuk menyewa penginapan di pulau ini, karena dengan harga Rp.350.000 permalam, Anda sudah dapat menyewa homestay yang memiliki fasilitas 2 kamar tidur, ruang tamu, dapur, kamar mandi dan halaman yang luas plus bonus sarapan pagi. Malahan ada juga homestay yang disewakan dengan harga hanya Rp.100.000 permalam.

Bangunan SD di Pulau Pisang yang Dibangun pada Masa Belanda dan Bentuk Aslinya masih Tetap Dipertahankan Hingga Sekarang (foto: yopiefranz.com)

Warga setempat juga banyak yang menyediakan makan siang dan makan malam dengan harga yang cukup murah, yaitu Rp.15.000 perorang untuk sekali makan dengan menu khas masakan Melayu seperti Sayur Bening Kelor, Gulai Taboh Ikan, Serabi khas Pulau Pisang serta yang lain.

Untuk dapat mengelilingi seluruh kawasan pulau dan berinteraksi dengan warga setempat, Anda dapat menyewa motor milik warga seharga Rp.50.000 untuk pemakaian satu hari penuh, dan jika ingin ditemani pemandu wisata untuk menunjukkan spot-spot yang indah dan tempat-tempat yang menarik, Anda dapat menyewa guide yang tidak lain adalah warga setempat dengan membayar seikhlasnya.

Selama berkeliling menjelajah seluruh kawasan pulau, Anda akan dapat menemukan bangunan-bangunan kuna yang sudah berdiri sejak jaman penjajahan, seperti bangunan sekolah dasar yang dibangun sekitar tahun 1800an dengan bentuk yang masih tetap dipertahankan sampai sekarang. Anda juga dapat melihat rumah adat Marga Way Sindi olok Pandan  yang disebut Lamban balak dengan bentuknya yang tinggi dan berdinding kayu.

Jangan lupa pula untuk berkunjung ke rumah-rumah warga yang menjadi pengrajin Kain Sulam Emas dan kain Tapis. Selain untuk melihat secara langsung proses pengerjaan kedua jenis kain tersebut, Anda juga dapat membeli kain tersebut dari para pengrajin dengan harga yang lebih murah dibanding harga pasaran dan dengan kualitas yang istimewa, karena penduduk Pulau Pisang dikenal sebagai pengrajin Kain Sulam Emas dan Kain Tapis terbaik di Lampung.

Rute Perjalanan Menuju Pulau Pisang

Dermaga apung Pulau Pisang (foto: travelerien.com)

Untuk berkunjung ke Pulau Pisang perjalanan dapat dilakukan dengan menggunakan angkutan umum maupun kendaraan pribadi. Perjalanan yang dilakukan dengan menggunakan angkutan umum, dari Bandar Lampung dapat memilih bus jurusan Bengkulu yang nantinya akan mengantar Anda melewati Kotaagung serta daerah-daerah yang berada di pesisir Barat Sumatera sebelum akhirnya turun di terminal Krui atau melanjutkan perjalanan hingga turun di dermaga Tembata.

Jika turun di terminal Krui, Anda harus berjalan kaki atau naik ojek menuju dermaga Krui, karena untuk menuju ke Pulau Pisang ada dua dermaga yang bisa digunakan, yaitu dermaga Krui dan dermaga Tembata. Disalah satu dari kedua dermaga inilah Anda harus berganti alat transportasi dengan menggunakan kapal.

Jarak penyeberangan dari dermaga Tembata ke Pulau Pisang butuh waktu perjalanan sekitar 20 – 30 menit dengan menggunakan kapal yang dapat disewa seharga Rp.250.000 – Rp.300.000 yang memiliki daya tampung 10- 12 orang. Sedang penyeberangan dari dermaga Krui menuju Pulau Pisang jaraknya 2 kali lipat lebih jauh dengan waktu tempuh 45 menit – 1 jam menggunakan perahu yang dapat disewa seharga Rp.450.000 – Rp.500.000.

Dermaga Kuala Stabas di Krui yang Menjadi Pintu Masuk Menuju Pulau Pisang (foto: yopiefranz.com)

Untuk wisatawan yang ingin cepat sampai ke tujuan, dermaga Tembata bisa jadi pilihan karena jaraknya lebih dekat dan dengan ongkos penyeberangan yang lebih murah. Namun tidak sedikit wisatawan yang lebih memilih berada lebih lama di tengah laut, dengan harapan bisa melihat atraksi lumba-lumba yang banyak dijumpai di kawasan perairan yang memisahkan Pulau Pisang dengan Pulau Sumatera.

Untuk wisatawan yang menggunakan mobil pribadi, perjalanan dari Bandar Lampung dapat dilakukan dengan menyusuri jalur lintas Barat Sumatera dengan melewati Kemiling, Gedong, Tataan, Gading, berlanjut ke Pringsewu, Tatang Padang, Kotaagung dan melewati Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

Setelah melewati Taman Nasional, Anda masih harus melalui Bengkunat sebelum sampai ke terminal Krui. Jika ingin menyeberang dari dermaga Krui, Anda bisa langsung menuju ke arah dermaga dengan mengikuti arah yang ditunjukkan papan nama yang ada di pinggir jalan. Tapi jika ingin menyeberang dari dermaga Tembata, lanjutkan terus perjalanan hingga sampai dermaga Tembata.  (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *