10 Foto Pulau Tabuhan Banyuwangi, Paket Wisata Snorkeling + Harga Tiket Akses Perjalanan Ke Lokasi

Posted on
Pulau tabuhan dan menjangan lampung biaya banyuwangi youtube dilirik investor maladewa wongsorejo alamat akses ke menuju tempat paket wisata bengkak east java rute regency jawa timur tarif tentang transport tour tiket masuk usul indonesia penginapan di letak cara jalan harga snorkling gambar foto fasilitas snorkeling video diving dimana kabupaten deskripsi situbondo sejarah akomodasi wikipedia republik island info peta pantai perjalanan pesona potensi luas lelang lokasi bwi keindahan jalur misteri mitos camping artikel liburan berselancar eksotis menginap
Pulau Tabuhan (foto: beritajatim.com)

Lokasi: Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur
Map: KlikDisini
HTM: Gratis
Buka/Tutup: 08.00 – 17.00

Dalam beberapa tahun terakhir, Kabupaten Banyuwangi menjadi salah satu alternatif tujuan wisata turis mancanegara yang ingin menghabiskan waktu liburan mereka ke Indonesia, selain Bali, Jogja serta Lombok yang lebih dahulu dikenal. Semakin populernya nama Banyuwangi di dunia pariwisata tidak hanya karena lokasi kabupaten ini yang dekat dengan Pulau Dewata, tapi juga karena potensi alamnya yang luar biasa untuk dikembangkan.

Potensi dari Banyuwangi tersebut bisa dilihat dari deskripsi tentang kabupaten ini yang ada Wikipedia, dimana Banyuwangi dengan wilayah seluas 5.782,50 km2, adalah regency paling luas di provinsi Jawa Timur, bahkan kabupaten terluas di Pulau Jawa. Dibandingkan Pulau Bali, wilayah yang berjuluk “Sunrise of Java” ini juga lebih luas, karena Bali hanya memiliki wilayah seluas 5.636,66 km2.

Selain luas, wilayah Banyuwangi juga memiliki pesona keindahan alam yang tidak terbantahkan, karena daratan yang menyelimuti kabupaten ini memiliki topografi yang beragam, mulai dari dataran rendah hingga pegunungan. Selain itu seni budaya dan tradisi masyarakat Osing yang merupakan Suku Asli masyarakat Banyuwangi masih terjaga hingga saat ini, begitu juga dengan mitos-mitos yang berkembang dan berbagai cerita misteri dan cerita asal-usul suatu tempat yang mewarnai.

Jernihnya Air Laut di Pantai Pulau Tabuhan (foto: telusurindonesia.com)

Sebagai kota tua yang usianya sejaman dengan Kerajaan Majapahit, Banyuwangi yang dahulu menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Blambangan juga kaya akan peninggalan-peninggalan bersejarah. Sehingga selain potensi wisata alam dan wisata budaya, kabupaten ini juga memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah dan wisata religi.

Potensi besar yang dimiliki kabupaten ini semakin berkembang pesat sejak kepemimpinan Bupati Azwar Anas yang memimpin Banyuwangi hingga dua periode dan sampai saat ini masih memegang jabatannya. Di tangan Azwar Anaslah berbagai potensi daerah dikembangkan, termasuk potensi pariwisata.

Karena itulah dalam beberapa tahun terakhir banyak bermunculan tempat-tempat wisata baru di Banyuwangi, seperti Pulau Merah, Pantai Bangsring, Pantai Boom, Teluk Hijau, Pantai Lampon, serta yang lain, melengkapi tempat-tempat wisata yang lebih dahulu dikenal seperti Kawah Ijen, Pantai Plengkung, Watu Dodol, Pantai Blimbingsari, Taman Sritanjung, dan masih banyak lagi yang lain.

Pulau Tabuhan dari Atas Ketinggian (foto: ksmtour.com)

Seiring dengan bertambahnya tempat wisata baru dan semakin dikenalnya nama Banyuwangi di kalangan turis manca negara, membuat banyak perusahaan tour & travel yang menjual paket-paket wisata Banyuwangi. Bersamaan dengan itu pula banyak bertebaran info-info dan artikel-artikel serta foto-foto yang menggambarkan tentang keindahan tempat-tempat wisata di Banyuwangi, baik di media cetak maupun media online. Begitu juga dengan video-video yang merekam keelokan Banyuwangi, dapat dengan mudah ditemui di situs-situs pariwisata termasuk di Youtube.

Namun, karena begitu banyak tempat-tempat wisata baru yang harus dikembangkan dan begitu banyak program Pemkab yang harus ditangani, sementara dana APBD memiliki keterbatasan, membuat tidak semua tempat wisata yang ada telah digarap dengan maksimal. Meski demikian, promosi terhadap tempat-tempat wisata baru tersebut terus gencar dilakukan, sehingga tidak sedikit para investor, baik dari dalam maupun luar negeri yang tertarik untuk menanamkan modalnya dengan berinvestasi di sejumlah tempat wisata baru yang ada di Banyuwangi.

Pulau Tabuhan dari Kejauhan (foto: telusurindonesia.com)

Diantara tempat-tempat wisata baru yang cukup potensial dan dilirik para investor tersebut adalah sebuah pulau kecil yang memiliki nama sama persis dengan pulau yang ada di Lampung yaitu Pulau Tabuhan. Meski pulau ini masih sangat natural dan belum berpenghuni, namun karena keindahannya yang luar biasa, membuatnya banyak dikunjungi para wisatawan, tidak terkecuali para wisatawan dari luar negeri.

Potensi dan Keindahan Alam Pulau Tabuhan

Pulau Tabuhan mulai dikenalkan ke publik pada 9 – 10 Agustus 2014 dalam sebuah event Festival Kitesurfing yang diprakarsai sepasang suami-istri yang merupakan owner Bangsring Breeze, yaitu Jeroon Van Der Kooij dan istrinya Jannah. Kitesurfing adalah olahraga ekstrim yang memadukan selancar dengan paralayang. Itu sebabnya olahraga ini butuh angin berkekuatan besar guna mendorong layang-layang yang berfungsi untuk menggerakkan papan selancar. Karena butuh angin dengan kekuatan tertentu, sehingga tidak semua wilayah perairan dapat digunakan untuk aktifitas kitesurfing.

Potensi itulah yang ditangkap Jeroon Van Der Kooij dan istrinya pada Pulau Tabuhan, dan suami-istri ini berencana untuk mengenalkan Pulau Tabuhan di level intrnasional melalui  olahraga Kitesurfing dengan memberikan pelatihan kepada para wisatawan dan penduduk lokal. Tujuan pemberian pelatihan Kitesurfing pada penduduk lokal adalah untuk meningkatkan kegiatan ekonomi produktif melalui industri pariwisata.

Pesona Pulau Tabuhan (foto: beritagar.id)

Tidak hanya owner Bangsring Breeze saja yang sangat antusias untuk mengembangkan Pulau Tabuhan, tapi masih banyak lagi investor lainnya. Bahkan pada tahun 2010, pulau ini dilirik oleh perusahaan dari Republik Maladewa yaitu PT Safari International Resort yang tertarik untuk menjadikan Pulau Tabuhan sebagai tempat wisata bahari. Perusahaan ini sempat mengajukan proposal ke Pemerintah Daerah Banyuwangi dengan tujuan untuk menyewa dan mengelola pulau tersebut selama 30 tahun dengan total nilai investasi sebesar Rp.100 Milyar. Namun karena pengelolaan Pulau Tabuhan hanya dapat dilakukan melalui proses lelang, membuat rencana tersebut gagal.

Pulau Tabuhan menjadi begitu istimewah karena keindahan dari pulau ini tidak hanya dari pantainya saja tapi juga wilayah bawah lautnya. Karena itu, bagi wisatawan yang berkunjung ke sini, disarankan untuk menyewa peralatan diving dan snorkeling pada pemilik kapal yang disewa untuk mengantar dari Pantai Bangsring menuju Pulau Tabuhan, dan nikmati  taman bawah laut Pulau Tabuhan yang terumbu karangnya masih utuh dan terjaga.

Keindahan taman bawah laut Pulau Tabuhan ini, secara singkat dipaparkan oleh situs eastjava.com sebagai pulau fantastis yang dikelilingi pasir putih, dan memiliki taman bawah laut yang menakjubkan. Taman bawah laut tersebut dihiasi dengan terumbu karang dan batu coral yang memiliki berbagai bentuk dan warna serta menjadi habitat hidup dari berbagai jenis hewan laut seperti spons, kerang, udang karang, tumbuhan laut dan berbagai macam ikan yang kerap dijadikan pengisi akuarium seperti ikan Amphiprion Dacyllus, Gorisygula dan Labrida merah. Besarnya angin yang menyapu area perairan membuat kawasan perairan di sekitar Pulau Tabuhan juga sangat ideal untuk digunakan berselancar, windsurfing dan Kitesurfing.

Kitesurfing di Pulau Tabuhan (foto: telusurindonesia.com)

Tidak hanya wilayah perairannya saja, pantai dan bagian daratan dari pulau ini juga menarik untuk dijelajahi dan dinikmati. Hamparan pasir putih bersih yang menghiasi sekeliling pulau menjadi pemandangan yang menyejukkan mata dan menjadi tempat yang mengaksyikkan untuk dipakai beraktifitas. Dipinggir pantai yang digenangi air laut itu pula dapat ditemukan bekas reruntuhan bangunan yang cukup menarik untuk dipakai sebagai latar belakang foto, begitu juga dengan ayunan sebagaimana yang ada di Gili Trawangan yang ada di Lombok.

Satu lagi yang menarik dari Tabuhan Island adalah adanya bangunan mercusuar yang terdapat di tengah pulau untuk melihat keindahan pulau ini dari atas ketinggian, serta adanya berbagai macam binatang darat yang menghuni pulau dengan luas hanya 5 hektar ini. Bahkan, wisatawan dapat menjumpai Burung Maleo yang merupakan burung khas Sulawesi yang bermigrasi ke pulau ini.

Berbagai Aktifitas Menarik di Pulau Tabuhan

Dengan potensi alamnya yang luar biasa, berbagai aktifitas menyenangkan dapat dilakukan oleh para wisatawan di pulau ini. Beberapa aktifitas tersebut diantaranya adalah:

1. Diving dan Snorkeling

Aktititas diving dan snorkeling sebenarnya sudah dapat dilakukan pada saat wisatawan hendak menyeberang, karena Pantai Bangsring yang menjadi pintu masuk ke pulau ini selain dikenal dengan rumah apungnya, juga dikenal dengan sebutan Bangsring Underwater karena memiliki taman bawah air yang memukau.

Namun coral dan terumbu karang serta ikan dan makhluk laut lainnya yang ada di Bangsring sudah pasti berbeda dengan yang ada di Pulau Tabuhan. Karena itu sangat disayangkan jika wisatawan tidak memanfaatkan jernihnya air dan keindahan taman bawah laut di kawasan perairan Tabuhan Island.

2. Berselancar, Windsurfing dan Kitesurfing

Besarnya angin di kawasan perairan Pulau Tabuhan jarang ditemui di tempat-tempat yang lain. Itu sebabnya jangan lewatkan kesempatan untuk memacu adrenalin dengan memainkan selancar, windsurfng dan Kitesurfing. Terlebih saat ini di kawasan Pulau Tabuhan sudah ada penduduk setempat yang menyewakan berbagai peralatan untuk melakukan aktifitas tersebut dan bersedia memberikan kursus kilat dengan biaya yang terjangkau.

Perahu Nelayan yang Siap Mengantar-Jemput Wisatawan ke Pulau Tabuhan (foto: trevelsia.com)

3. Berkeliling Pulau

Dengan luas pulau sekitar 5 – 6 hektar, hanya butuh waktu sekitar 45 menit – 1 jam untuk dapat mengelilinginya. Agar kulit tidak terbakar sinar matahari, jangan lupa untuk menggunakan tabir surya sebelum berkeliling. Nikmati keindahan pulau ini sambil berjalan kaki. Jika merasa lelah, Anda dapat beristirahat di bawah pepohonan atau di bawah rimbunnya semak belukar, sambil menikmati bekal yang dibawa. Apabila tidak membawa bekal, di pulau ini ada beberapa warung sederhana dengan menu yang juga sederhana untuk sekedar mengisi perut atau menghilangkan rasa haus.

4. Berfoto Ria

Mengunjungi tempat wisata tanpa berfoto rasanya kurang afdol. Apalagi di tempat wisata yang keindahannya luar biasa seperti Pulau Tabuhan. Tidak sulit untuk mendapatkan spot-spot menarik di sini, karena dihampir setiap sudut pulau, akan Anda jumpai lokasi yang menarik untuk dijadikan sebagai latar belakang foto.

Namun, diantara sekian banyak spot yang menarik, yang paling banyak dijadikan sebagai background foto oleh para wisatawan adalah ayunan yang ada di kawasan pantai yang tergenang oleh air layaknya ayunan yang ada di Gili Trawangan serta bekas reruntuhan bangunan yang juga berada di kawasan perairan.

Reruntuhan Bangunan yang Menjadi Spot Selfie Favorit di Pulau Tabuhan (foto: falkhi.com)

Rute Menuju Pulau Tabuhan

Jika Anda melihat gambar peta, letak Pulau Tabuhan ini berada persis di tengah Selat Bali yang menjadi pemisah antara Pulau Jawa dengan Pulau Bali. Pulau ini jaraknya cukup dekat dengan Pulau Menjangan. Hanya saja, jika Pulau Tabuhan masuk ke dalam wilayah teritorial Kabupaten Banyuwangi, maka Pulau Menjangan menjadi bagian dari wilayah administratif propinsi Bali.  Alamat lengkap dari pulau Tabuhan yang eksotis ini sesuai dengan data administratif berada di Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.

Karena lokasinya di ujung Timur Pulau Jawa, tepatnya di kabupaten Bwi, maka cara untuk menuju ke Pulau Tabuhan harus terlebih dahulu menuju ke Banyuwangi. Perjalanan yang diawali dari Surabaya dapat menggunakan transportasi bus di terminal Bungurasih dan mencari jurusan Banyuwangi atau Bali yang melewati kabupaten Situbondo. Minta kepada kondektur untuk diturunkan di Desa Bangsring.

Dermaga di Pulau Tabuhan (foto: telusurindonesia.com)

Apabila menggunakan kereta api, Anda dapat naik kereta api jurusan Banyuwangi dan turun di Stasiun Banyuwangi Baru. Di depan stasiun sudah menunggu berbagai jenis angkutan yang bisa Anda pilih. Jika datang sendiri, Anda bisa menyewa ojek atau jika bersama rombonan Anda dapat menyewa angkot untuk diantar ke Pantai Bangsring. Kendaraan umum lainnya yang bisa dijadikan sebagai alternatif adalah dengan naik angkot menuju ke terminal Sritanjung, sesampai di terminal berganti bus mencari jurusan yang menuju ke Situbondo dan minta untuk diturunkan di Desa Bangsring.

Jika perjalanan diawali dari Kota Banyuwangi, Anda dapat membawa kendaraan menuju jalur  Pelabuhan Ketapang, berlanjut ke Pantai Watudodol (Patung Gandrung). Setelah sampai di pom bensin yang ada di kiri jalan, berbeloklah ke kanan, dan ikuti jalan tersebut hingga tiba di Masjid Perumahan Griya yang ada di kiri jalan. Setelah melewati masjid, di sisi kanan jalan akan Anda jumpai papan petunjuk jalan yang menuju Pantai Bangsring atau Rumah Apung. Ikuti petunjuk jalan tersebut hingga tiba di Pantai Bangsring. Lama perjalanan dari Kota Banyuwangi hingga Pantai Bangsring sekitar 45 menit – 1 jam dengan akses jalan berlapis aspal yang mulus dan mudah dilewati.

Di pantai yang dikenal dengan rumah apungnya inilah Anda dapat menyewa kapal seharga Rp.350.000 – Rp.500.000 dengan kapasitas 7 – 10 orang yang akan mengantar Anda menuju ke Pulau Tabuhan. Dengan ongkos sewa yang Anda keluarkan, pemilik kapal akan memberikan fasilitas pelampung keselamatan.

Apabila di Pantai Tabuhan Anda ingin melakukan aktifitas snorkling, Anda harus menyewa peralatan tersendiri kepada pemilik kapal dengan harga Rp.30.000 dan fasilitas yang Anda peroleh berupa peralatan snorkeling dan dan jaket pelampung. Jika membutuhkan tambahan sepatu katak, akan dikenakan tambahan taris seharga Rp.10.000 – Rp.15.000.

Perjalanan menyeberang dengan menggunakan kapal dari Pantai Bangsring menuju Pulau Tabuhan membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Selama itu pula Anda akan disuguhi pemandangan yang menawan berupa gradasi warna air laut, mulai dari hijau ke biru muda hingga biru tua.

Pantai Bangsring atau Rumah Apung yang Menjadi Pintu Masuk ke Pulau Tabuhan (foto: falkhi.com)

Untuk memasuki kawasan pulau ini, wisatawan tidak ditarik tiket masuk alias gratis. Sehingga biaya yang harus dikeluarkan hanya untuk membayar sewa perahu dan menyewa peralatan snorkeling, itupun jika wisatawan ingin melakukan aktifitas snorkeling.

Karena gratis, maka jangan berharap dapat menemui fasilitas yang memadai sebagaimana halnya tempat-tempat wisata yang sudah dikelola secara profesional. Apalagi Pulau Tabuhan adalah pulau yang tidak berpenghuni dan benar-benar masih alami.

Di tempat ini Anda hanya akan menjumpai tempat untuk berganti pakaian dan beberapa warung sederhana yang menjual makanan dan minuman ringan. Karena itu, sebelum berkunjung, pastikan Anda membawa bekal yang cukup.

Dengan kondisi yang masih sangat alami, sudah barang tentu tidak tersedia fasilitas akomodasi atau penginapan untuk wisatawan yang ingin menginap. Sehingga satu-satunya cara agar dapat menikmati sunrise dan sunset yang sangat menawan di Pantai Tabuhan, adalah dengan mendirikan tenda dan melakukan camping di atas hamparan pasir. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *