Pura Ulun Danu Bratan Temple, Entrance Fee + Opening Hours Kabupaten Tabanan Bali Bedugul

Diposting pada
5.0
01
Eksotisnya Salah Satu Pura di Ulun Danu Bratan (foto: shuttersock.com)
Eksotisnya Salah Satu Pura di Ulun Danu Bratan (foto: shuttersock.com)

Lokasi : Danau Beratan, Candikuning, Baturiti, Tabanan Regency, Bali 82191
Map: KlikDisini
HTM: Rp. 15.000/anak domestik, Rp. 20.000/dewasa domestik, Rp. 25.000/anak asing dan Rp. 50.000/dewasa asing
Buka/Tutup: 08.00 – 18.00 WITA
Telepon:

Keindahan alam yang dimiliki Bali sudah tidak dapat terbantahkan lagi. Baik dari alam pesisirnya, maupun dari wilayah dataran tingginya. Kedua hal ini seakan saling melengkapi, sehingga membuat pulau ini tampak cantik dengan perpaduan warna biru laut dan hijau dedaunan.

Tidak hanya itu, Bali juga terkenal dengan beberapa puranya yang memang berlokasi di tempat yang sangat indah. Tak heran jika pura-pura yang juga memiliki arsitektur yang khas dan unik ini juga menjadi salah satu objek wisata di Bali.

Keberadaan danau di Bali juga menjadi salah satu tempat wisata yang tidak bisa terlepas darinya. Bisa dibilang, Bali merupakan surganya para wisatawan. Pendapatan pariwisata di pulau ini juga terbilang sangat besar dan tentu ini sangat menguntungkan negara. Wisatawannya juga tidak hanya berasal dari Indonesia saja, melainkan juga berasal dari mancanegara.

Terdapat salah satu tempat wisata yang memadukan kedua unsur dari beberapa unsur yang telah disebutkan di atas. Tempat wisata tersebut adalah Pura Ulun Danu Bratan. Pura ini terletak di Danau Beratan dan merupakan candi air besar di Bali yang berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut.

Sejarah Pura Ulun Danu Bratan

Sejarah pura ini dapat diketahui dari lontar Babad Mengwi dan cerita dari rakyat sekitar. Selain itu, sudah terdapat data arkeologi dan data sejarah. Mengacu pada data arkeologi, terdapat peninggalan benda-benda bersejarah yang berada di halam depan Pura Ulun Danu Bratan. Peninggalan ini berupa sarkofagus batu dan papan batu.

Peninggalan tersebut diperkirakan telah ada sejak 500 tahun yang lalu sebelum masehi. Kemungkinan itu masuk dalam zaman megalitikum. Kedua peninggalan tersebut saat ini diletakkan di babaturan atau halaman teras pura. Dari sini dapat diperkirakan jika pura ini telah diguankan sebagai tempat mengadakan ritual sejak zaman itu di Bali.

Mengacu dari Babad Mengwi bahwa pendiri pura ini berasal dari Kerajaan Mengwi. Pendiri tersebut bernama I Gusti Agung Putu. Namun tidak diketahui secara pasti tahun pertama kali pura ini berdiri. Namun dalam lontar tersebut dijelaskan waktu pendirian Pura Taman Ayun dan upacara keagamaan pada hari Anggara Kliwon Medangsia, tahun Caka 1556 atau sekitar tahun 1634 setelah Masehi.

Sejak Pura Ulun Danu Bratan berdiri, Kerajaan Mengwi menjadi tentram dan sejahtera. Masyarakat lokal akhirnya memberikan julukan I Gusti Agung Putu dengan I Gusti Agung Sakti. Informasi ini didapatkan dari berbagai macam sumber, salah satunya Wikipedia.

Info Komplek Pura Ulun Danu Bratan

Pura Ulun Danu Bratan sebenarnya bukan sebuah pura, melainkan sebuah komplek per-puraan. Di sini juga terdapat sebuah stupa budha. Total pura di komplek ini adalah sebanyak 5 pura. Berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut dari tiap pura tersebut dan stupa budha.

  • Pura Dalem Purwa
Pura Dalem Purwa (foto: ulundanuberatan.com)
Pura Dalem Purwa (foto: ulundanuberatan.com)

Pura ini memiliki tiga pelinggih utama. Pelinggih tersebut antara lain Pelinggih Dalem Purwa, Balw Murda Manik dan Bale Panjang.  Pelinggih Dalem Purwa merupakan tempat persemayaman Bhatari Durga dan Dewa Ludra. Bagi Umat Hindu, keduanya dipuja sebagai sumber kemakmuran.

BacaJuga:  8 Villa di Nusa Lembongan dengan Pemandangan Memukau Harga Mulai Rp.650.000

Balw Murda Manik digunakan sebagai Bala Pemaruman, sedangkan Bale Panjang adalah tempat untuk meletakkan upakara. Semua pelinggih ini menghadap kea rah Timur dan berada di tepian sebelah Selatan Danau Beratan.

  • Pura Penataran Agung
Pura Penataran Agung (foto: ulundanuberatan.com)
Pura Penataran Agung (foto: ulundanuberatan.com)

Pura ini didirikan untuk memuja kebesaran Tuhan umat Hindu. Umat Hindu mempercayai manifestasi Tuhannya sebagai Tri Purusha Siwa, yaitu Siwa, Sadha Siwa dan Parama Siwa.

Pemujaan umat Hindu ini adalah untuk memohon anugerah berupa kesuburan, kemakmuran, kesejahteraan dan keseimbangan alam semesta. Pura ini dapat terlihat setelah memasuki Bentar Temple menuju beratan. Pura ini menghadap ke arah Selatan.

  • Pura Taman Beji
Pura Taman Beji (foto: ulundanuberatan.com)
Pura Taman Beji (foto: ulundanuberatan.com)

Pura ini memiliki fungsi sebagai upacara Ngebejiang. Pura ini juga digunakan untuk memohon Tirta dan juga sebagai tempat melasti oleh umat Hindu. Pelinggih dapat dijumpai di sebelah Timur Hotel Enjung Beji. Pelinggih ini juga tidak dikelilingi oleh tembok.

Upacara Ngebejian merupakan sebuah ritual penyucian sarana upacara dan memohon air suci atau umat Hindu menyebutkan dengan Tirta. Melasti merupakan sebuah upacara untuk pembersihan dan penyucian.

  • Pura Dalem Prajapati
Pura Dalem Prajapati (foto: ulundanuberatan.com)
Pura Dalem Prajapati (foto: ulundanuberatan.com)

Pura ini memiliki ciri khas. Ciri khas tersebut adalah adanya pohon beringin yang tumbuh dengan rindangnya. Pura ini memiliki fungsi sebagai istana Bhatari Durga.

Penampakan pura ini pertama kali adalah adanya pelinggih yang menghadap ke arah Barat. Pelinggih ini akan terlihat setelah melewati ticket box dan memasuki area Pura Ulun Danu Bratan.

  • Pura Lingga Petak
Pura Lingga Petak (foto: insightguides.com)
Pura Lingga Petak (foto: insightguides.com)

Pura ini memiliki tingkat sebanyak tiga. Di dalam pura ini terdapat sebuah sumur yang dikeramatkan oleh umat Hinduu. Sumur ini menyimpan Tirta Ulun Danu. Di dalam pura ini juga terdapat sebuah Lingga berwarna putih yang diapit batu hitam dan merah.

Sumur dan Lingga tersebut diyakini umat Hindu sebagai sumber utama air dan kesuburan Danau Beratan. Pelinggih Meru Tumpang Solas menghadap ke arah Selatan dengan Telu berpintu empat yang menghadap empat arah mata angin.

  • Stupa Buddha
Stupa Buddha di Pura Ulun Danu Bratan (foto: flickr.com)
Stupa Buddha di Pura Ulun Danu Bratan (foto: flickr.com)

Stupa ini berada di area utama komplek Pura Ulun Danu Bratan. Stupa ini menghadap kea rah Selatan. Menurut masyarakat sekitar yang beragama Hindu, stupa ini menandakan keselarasan dalam kehidupan beragama.

Aktivitas yang Bisa Dilakukan serta Fasilitas

Kegiatan yang bisa dilakukan di Pura Ulun Danu Bratan terbilang cukup banyak, mengingat lokasinya yang juga di danau dan area darata yang terbilang cukup luas. Aktivitas memancing dapat dilakukan dengan leluasa di sini. Tidak hanya itu saja, wisata air juga bisa dilakukan di sini.

Wisata air ini seperti speed boat, menaiki jukung atau perahu nelayan dan pedal boat. Mengarungi Danau Beratan dengan beberapa pilihan transportasi yang telah disebutkan adalah hal yang sangat menyejukkan. Apalagi jika dengan pedal boat, sekalian olahraga. Pastikan menggunakan dress code lapang dan baju ganti agar trip dan tour lebih nyaman

Speed boat sangat dianjurkan bagi yang menyukai sensasi yang menantang. Jika ingin menikmati dengan nyaman, maka jukung atau perahu nelayan bisa dijadikan pilihan. Semua tersedia lengkap di sini.

Kencangnya Speedboat (foto: tripadvisor.com)
Kencangnya Speedboat (foto: tripadvisor.com)

Tidak hanya berkutat di accommodation airnya saja. Pura Ulun Danu Bratan juga menyediakan layanan foto profesional. Foto ini bukan foto biasa, melainkan berfoto bersama dengan hewan-hewan eksotis. Hewan-hewan ini antara lain ular piton albino, elang, kelelawar, burung hantu, burung kaka tua, burung rangkong dan masih banyak lainnya.

Jika beruntung, kita juga bisa foto bersama dengan rusa yang ada di sini. Namun rusa ini hewan yang pemalu dan jika belum terbiasa dengan manusia maka ia cenderung menghindar. Jadi sungguh beruntung jika bisa dapat berfoto bersama dengan rusa yang menggemaskan.

BacaJuga:  Harga Tiket Masuk Bali Bird Park (Entrance Fee Ticket Price) Review Taman Burung 2019 Lokasi Gianyar

Pura Ulun Danu Bratan juga memiliki taman kecil. Taman ini terletak di depan area restoran. Taman ini sangat cocok menjadi lokasi anak-anak untuk bermain. Ditemani dengan pemandangan alam yang indah, tentu anak-anak akan lebih betah bermain. Menemani anak-anak bermain juga menjadi kegiatan yang sangat jauh dari kata membosankan. Udara yang sejuk dan pemandangan indah akan menjadi teman kita.

Mendayung Santai (foto: www.ichirentbali.com)
Mendayung Santai (foto: www.ichirentbali.com)

Keindahan area pura juga menjadi daya tarik tersendiri. Tidak jarang daerah sekitar pura dijadikan sebagai lokasi foto. Area sekitar pura juga dapat digunakan sebagai lokasi outbound. Kumpul bersama dengan teman-teman lama maupun keluarga juga sangat cocok di area pura ini.

Di area sekitar Pura Ulun Danu Bratan juga terdapat hotel-hotel, villa, restoran, toko-toko souvenir dan masih banyak yang lainnya. Lokasi parkir juga memiliki lahan yang luas, sehingga kendaraan dapat parkir dengan mudah dan nyaman. Semua ini ditujukan untuk membuat rasa nyaman pengunjung bertambah.

Restoran di kawasan Pura Ulun Danu Bratan ada dua, yaitu Ulun Danu Restaurant dan Rumah Makan Ulun Danu. Ulun Danu Restaurant ini menyajikan hidangan Barat atau Western, Indonesia, Chinese dan juga hadir dengan buffet menu. Opening hours restoran ini dari jam 09.00 hingga 17.00 WITA.

Rumah Makan Ulun Danu ini lebih mengarah ke masakan yang diolah dari bebek, ayam dan ikan. Baik diolah secara digoreng maupun dipanggang ala Taliwang. Restoran ini juga buka mulai jam 09.00 hingga 17.00 WITA.

Harga Tiket Masuk Pura Ulun Danu Bratan

Harga tiker masuk pura ini terdapat pembaruan sejak 1 Oktober 2016. Sebelum pembaruan harga, entrance fee dibagi menjadi empat macam, yaitu Rp. 7.500 untuk anak domestik, Rp. 10.000 untuk dewasa domestik, Rp. 15.000 untuk anak asing dan Rp. 30.000 untuk dewasa asing.

Harga terbarunya yaitu Rp. 15.000 untuk anak domestik, Rp. 20.000 untuk dewasa domestik, Rp. 25.000 untuk anak asing dan Rp. 50.000 untuk dewasa asing. Harga tiket masuk ini sesuai dengan keputusan Ketua Umum DTW Ulun Danu Bratan. Keputusan ini dibuat untuk meningkatkan infrastuktur dan layanan kepada para wisatawan agar lebih baik.

Ada di Pecahan Uang Rp. 50.000

Ada di Pecahan Uang Rp. 50.000 (foto: kintamani.id)
Ada di Pecahan Uang Rp. 50.000 (foto: kintamani.id)

Sebelum muncul cetakan baru dari uang Rupiah, Pura Ulun Danu Bratan pernah menjadi gambar dari uang pecahan Rp. 50.000 yang berwarna biru. Berikut ini adalah gambar pecahan uang yang terdapat gambar dari Pura Ulun Danu Bratan.

Objek Wisata Di Sekitar Pura Ulun Danu Bratan

Lokasi pura ini terbilang strategis, karena juga dekat dengan lokasi wisata Bali lainnya. Berikut ini adalah beberapa tempat wisata yang dekat dengan Pura Ulun Dana Bratan.

  • Kebun Raya Bali

Address tempat wisata ini jalan Kebun Raya, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali yang dapat ditempuh from Kuta, Seminyak, Ubud, Denpasar, Songan Kintamani dan Jatiluwih maupun daerah yang lain.

Kebun ini sering menjadi tujuan wisata keluarga, karena memang luas dan tentunya asri. Tanaman di sini juga beraneka ragam. Di sini anak-anak bisa mengetahui beragam jenis tanaman, jadi tidak hanya liburan tetapi juga ada edukasi. Liburan produktif.

Harga tiket masuk terbilang cukup terjangkau, yaitu Rp. 9.000 hingga Rp. 18.000 per orang. Kebun ini buka mulai dari jam 08.00 hingga 18.00 WITA. Jadi jika sudah puas di Pura Ulun Danu Bratan, tidak ada salahnya jika berkunjung di sini.

Luas kebun ini juga mencapai 157,5 hektar. Tentu ini sangat luas. Fasilitas yang ditawarkan juga terbilang lengkap. Salah satu fasilitas yang bisa dinikmati pengunjung adalah memetik stroberi sendiri, berfoto di area taman bunga atau bermain suatu hal yang menantang di Tree Top Adventure.

  • Danau Buyan Bedugul
BacaJuga:  10 Penginapan Murah di Nusa Lembongan Mulai Rp.120.000

Danau ini berlokasi di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng Regeny, Bali. Distance danau ini hanya 11 km dari Pura Ulun Danu Bratan dan hanya membutuhkan waktu tempuh dengan berkendara kurang lebih 22 menit. Pemandangan indah yang dimiliki danau ini tak kalah indah dengan Danau Bratan.

Untuk memasuki wilayah tempat wisata ini diharuskan membayar tiket masuk sebesar Rp. 10.000 per orang. Danau ini juga sering dijadikan tempat berkemah. Di sini juga sudah menyediakan penyewaan peralatan untuk berkemah.

Keindahan alam yang indah membuat para pelukis juga sering berada di sini. Suasana yang tenang memang sangat pas bagi para pelukis mencoretkan kuasnya. Ketenangan adalah kunci utama untuk menghasilkan replika alam ke kanvas dengan baik.

  • Pasar Tradisional Candi Kuning

Membeli oleh-oleh khas Bali tidak harus di toko souvenir. Di pasar ini tentu harga oleh-oleh khas Bali jauh lebih terjangkau dan tentunya masih bisa ditawar. Pasar ini berlokasi di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.

Pasar ini juga terkenal dengan kelengkapan buah dan sayurnya dan tentunya semua yang dijual masih segar. Buah-buah yang dijual antara lain stroberi, markisa, jambu air, salak, mangga dan masih banyak lainnya. Sayuran yang dijual juga beraneka ragam, seperti wortel, kol, kentang dan sayuran yang cocok tumbuh di dataran tinggi lainnya.

  • Kebun Strawberry Bedugul

Memetik buah stroberi secara langsung adalah kegiatan yang menyenangkan. Warnanya yang menggoda memang sangat bisa membuat tangan gatal untuk memetiknya. Memetik buah ini secara langsung dapat dilakukan di Bali Strawberry Farm & Restaurant yang berlokasi di Jalan Raya Baturiti, Bedugul, Bali.

Harga tiket masuk juga terbilang sangat terjangkau, yakni hanya Rp. 5.000 per orang. Harga per kg stroberi di sini terbilang masih terjangkau, yaitu Rp. 30.000. Selain itu juga kita bisa mencoba beragam olahan buah stroberi disini dan salah satunya dijadikan sebuah minuman dengan harga Rp. 15.000 per porsi.

  • Danau Tamblingan

Danau ini berlokasi di Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng Regency, Bali. Danau ini sebenarnya berdampingan dengan lokasi Danau Buyan. Dikeliling dengna hutan yang lebat dan alam yang masih sangat terjaga membuat suasana di danau ini sangat menyejukkan dan menenangkan.

Danau ini juga terdapat sebelas pura yang mengelilingi lokasinya. Di sini para pengunjung dapat bersepeda, berkemah bahkan hingga trekking. Harga tiket masuk yang ditawarkan juga terbilang amat terjangkau, yaitu Rp. 10.000 per orang.

  • Warung Nyoman

Tak lengkap rasanya jika ke Bali tanpa mencicipi kuliner khasnya. Makanan khas Bali dapat ditemukan di Warung Nyoman yang berada di Jalan Raya Pacung, Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Jarak dari Pura Ulun Danu Bratan hanya 11 km atau hampir sama dengan Danau Buyan Bedugul.

Di sini kita bisa mendapatkan menu makanan khas Bali dengan mudah. Hidangan ayam betutu sudah pasti menjadi target utama. Menyantap ayam betutu khas Bali merupakan penutup liburan yang sempurna.

How to get ayam betutu disini? Cukup bayar Rp. 25.000 per porsi, kita sudah mendapatkan makanan ini pada day ini. Warung ini buka dari jam 08.00 hingga 18.00 WITA. Review makanan disini juga positif. See blog description dan ano ang am.

Semua catatan di atas adalah data terakhir pada saat tulisan ini dibuat. Jika ada perubahan terbaru yang Kamu ketahui, silakan informasikan kepada kami pada kolom komentar di bawah ini ya. Begitu juga jika ada yang salah, punya kritik dan saran. Terima kasih.

One thought on “Pura Ulun Danu Bratan Temple, Entrance Fee + Opening Hours Kabupaten Tabanan Bali Bedugul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.