10 Gambar Desain Taman Kalijodo Jakarta Barat Sekarang Terbaru + Buka Sampai Jam Berapa?

Diposting pada
Saat ini 2019 desain taman kalijodo jakarta barat sekarang terbaru tutup buka sampai jam berapa kota dki yang baru dimana dulu dikuasai preman gambar kumuh utara malam hari konsep rencana pembangunan rancangan rusak sketsa sayembara
Mural di Taman Kalijodo. Foto: detik.com

Lokasi: Jalan Bidara Raya No.18, RT.4/RW.5, Pejagalan, Penjaringan, Angke, Tambora, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14450, Indonesia
Maps: Klik Disini
HTM: Gratis
Buka/Tutup: 24 Jam
Telepon: +62 21 5205455

Jika mendengar kata Kalijodo tentu saja tidak bisa lepas dari yang namanya pekerja seks komersial atau PSK dan juga perjudian serta preman yang merajalela di kawasan yang berbatasan dengan Jakarta Barat dan Utara tersebut. Nama Kalijodo memang sangat identik dengan hal tersebut sejak tahun 1970-an. Bahkan daerah di kawasan Jakarta Utara ini sangat lekat dengan kegiatan kriminalitas yang tentu saja membuat daerah di sekitar Kalijodo ini sangat rusuh dan juga kumuh.

Area yang letaknya berada di bantaran timur Banjir Kanal ini memang mempunyai sejarah yang sangat panjang. Apalagi daerah ini sempat dikuasai oleh preman dimana menjadi sarang dari kriminalitas di daerah Utara Jakarta. Sementara pada masa lalu daerah ini bahkan sempat menjadi pusat perekonomian Jakarta di masa pemerintahan Hindia Belanda.

Area Taman bermain di Kalijodo. Foto: liputan6.com

Sejarah Kalijodo

Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, ketika itu daerah Kalijodo ini didominasi oleh etnis Tionghoa. Masyarakat pendatang Tionghoa ini melarikan diri dari Manchuria disebabkan Jepang yang menyerbu dan menjajah dataran China. Dalam masa pelariannya tersebut banyak masyarakat pendatang yang tidak membawa pasangan. Sehingga mereka memutuskan untuk mencari pasangan ketika menginjakkan kaki di Batavia (nama Jakarta pada masa pendudukan Hindia Belanda).

Bantaran kali memang menjadi tempat bagi para pendatang Tionghoa dan juga perempuan lokal untuk bertemu dan memadu kasih. Sebagian dari masyarakat lokal ini bekerja sebagai ca bau atau gundik. Profesi Ca Bau ini berbeda dengan profesi pekerja seks komersial atau biasa disebut pelacur. Ca bau ini merupakan wanita penghibur yang menemani menari dan juga menyanyi. Dan mereka mendapatkan penghasilan dari pekerjaan tersebut.

Nama Kalijodo ini konon didapatkan dari nama Kali Jodoh yang dibuat oleh masyarakat setempat. Para pendatang Tionghoa dan juga perempuan lokal memang bertemu dan juga memadu kasih sehingga nama Kali Jodoh mencuat di sekitar area tersebut. Bahkan kisah sejarah ini dituangkan dalam film berjudul Ca Bau Kan.

Seiring dengan berjalannya waktu ternyata profesi ca bau semakin miris. Banyak yang mengaku ca bau akan tetapi dalam pekerjaannya justru bekerja seperti pekerja seks komersial. Sehingga kawasan Kalijodo ini akhirnya berubah menjadi area pelacur kalangan kelas bawah dan menjadi sangat kumuh. Berbeda dengan masa-masa lampau.

BacaJuga:  Museum Perangko Adalah Tempat Untuk Penyimpanan Koleksi Penting, Ini Sejarahnya

Dengan semakin kumuh dan berkembangnya tingkat kriminalitas, akhirnya pemerintah pusat dan juga pemerintah provinsi atau pemprov DKI Jakarta menertibkan kawasan ini dan diubah menjadi taman kota yang sangat cantik. Hal ini dimulai pada tanggal 29 Februari 2016 lalu.

Skate Park di Kalijodo. Foto: reservasi.com

Proses terbentuknya Taman Kalijodo

Usai diratakan, pemerintah DKI Jakarta melakukan perumusan konsep dan rencana pembangunan Ruang Terbuka Hijau dan juga Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTA) yang ada di Kalijodo. Dan rancangan dari taman ini sempat jadi sayembara untuk khalayak umum. Banyak sketsa-sketsa yang bermunculan sebagai penanda bahwa Kalijodo akan dirubah menjadi lebih nyaman untuk masyarakat.

Saat ini Kalijodo memiliki wajah terbaru dan tidak lagi kumuh. Ada banyak hal yang bisa diceritakan kepada masyarakat mengenai indah dan juga fungsi dari taman kota ini dimana dulu dikuasai preman sekarang ini masyarakat bisa mengunjungi dengan nyaman.

Skate dan BMX Park di Kalijodo. Foto: liputan6.com

Bus Wisata Gratis di Kalijodo

Area RTH atau Ruang Terbuka Hijau dan RPTRA atau Ruang Publik Terpadu Ramah Anak di Kalijodo yang memiliki nama lain yaitu Taman Kalijodo ini memang sangat mudah untuk diakses atau dijangkau. Ada banyak pilihan transportasi yang bisa digunakan oleh para wisatawan atau masyarakat setempat guna mengunjungi kawasan taman ini.

Untuk transportasi Trans Jakarta bisa turun di halte Jembatan Dua. Sementara untuk KRL atau Kereta Api Listrik bisa turun di Stasiun Grogol. Dari sini bisa dilanjutkan dengan bus wisata gratis atau Jakarta Explorer yang bisa mengantarkan para wisatawan berkeliling di Taman Kalijodo ini. Sebuah pengalaman yang unik dan berbeda tentunya.

Jakarta Explorer ini mulai beroperasi pada pukul 11 siang hingga jam 7 malam. Setiap hari Senin – Jumat. Sementara untuk hari Sabtu beroperasi pada pukul 9 pagi hingga 11 malam. Sedangkan hari Minggu beroperasi pada pukul 12 siang hingga 7 malam. Jakarta Explorer ini memiliki 4 rute yang bisa dipilih. Mulai dari Sejarah Jakarta, Jakarta Baru, Kesenian dan Kuliner dan juga Pencakar Langit Jakarta. Tentu saja semuanya gratis dan bisa dinikmati oleh masyarakat setempat.

Jakarta Explorer ini hanya akan berhenti di Halte Sarinah dan juga Halte Tosari. Perjalanan sendiri memakan waktu sekitar 1,5 jam paling lama jika terjadi kemacetan. Tentu saja menggunakan jasa Jakarta Explorer guna melihat keindahan Taman Kalijodo bisa menjadi pilihan yang pas.

Wisata kuliner di Kalijodo. Foto: tribunnews.com

Wisata kuliner di siang hari

Di area taman, para pengunjung sudah bisa melihat tempat permainan anak-anak dan juga lapangan futsal. Ada banyak wahana permainan yang bisa dinikmati oleh para pengunjung anak-anak. Mulai dari papan luncur dan juga papan jungkat jungkit serta ayunan. Meski siang hari cuaca cukup panas, akan tetapi tidak menyurutkan keinginan untuk bermain di area ini

Di Taman Kalijodo ini terdapat kawasan wisata kuliner yang siap memanjakan para wisatawan. Kuliner di siang hari dan juga malam hari berbeda. Sayangnya kuliner di siang hari ini memang tidak sebanyak kala malam hari. Ketika menyusuri jalan Kepanduan yang berada di tepi Banjir Kanal Barat, ada beberapa pedagang kaki lima yang menjajakan aneka minuman dan juga makanan ringan. Sementara pilihan menu seperti nasi rames, soto betawi dan juga mie ayam serta bubur ayam bisa didapatkan di area ini.

BacaJuga:  Nikmati Momen Ngumpul Bareng Sahabat di 6 Tempat Ngopi Rawamangun Ini
Skate Park di Kalijodo. Foto: liputan6.com

Mengunjungi Perpustakaan Umum RPTPA

Taman Kalijodo ini memang masih minim pohon rindang. Pohon-pohon yang ditanam di sekitar kawasan wisata Kalijodo ini memang masih kecil-kecil sehingga kurang bisa memberikan suasana yang sejuk dan nyaman. Jika siang hari maka udara akan cukup terik. Akan tetapi suasana di sekitar taman Kalijodo ini sudah cukup menarik.

Salah satu hal yang bisa ditemukan di sini adalah Perpustakaan Umum RPTRA Kalijodo. Perpustakaan ini berada di dekat lapangan futsal dan berdekatan pula dengan ruang laktasi. Perpustakaan ini dikhususkan untuk anak-anak yang datang ke kawasan wisata Taman Kalijodo tersebut. Akan tetapi para pengunjung dewasa juga bisa menemani atau masuk ke dalam perpustakaan tersebut.

Ada banyak pilihan buku yang cukup asyik dibaca oleh anak-anak. Tentu saja buku-buku tersebut bisa memberikan informasi dan juga sisi edukasi kepada para pengunjung anak-anak yang datang ke kawasan wisata Taman Kalijodo tersebut.

BMX Park di Kalijodo. Foto: liputan6.com

Area BMX Track dan Skate Park

Taman Kalijodo ini sudah diubah sehingga ramah kepada semua kalangan mulai dari yang muda, tua, anak-anak dan juga laki-laki serta perempuan. Area taman ini terbagi menjadi 2 yaitu utara dan barat yang dipisah oleh tembok dengan tinggi sekitar 24 meter.

Di sisi sebelah utara para wisatawan bisa menemukan area olahraga seperti BMX Track dan juga Skate Park. Tentu saja memberikan kepuasan tersendiri bagi para anak-anak muda. Sementara tidak jauh dari sana ada dinding mural yang cukup artistik. Sayang jika dilewatkan begitu saja. Gambar-gambar mural ini membuat suasana di Kalijodo semakin menarik.

BMX Track dan Skate Park memang menjadi salah satu fasilitas yang sudah dipersiapkan di sini. Tidak heran jika banyak para pengunjung anak-anak muda bermain dengan bebas di sekitar BMX Track dan juga Skate Park. Mencoba beberapa trik dan juga gaya baru memang menjadi pemandangan yang lazim di area BMX Track dan juga Skate Park ini.

Fasilitas BMX Track ini bertipe Flat Land. Memang belum mumpuni untuk digunakan oleh atlet profesional. Akan tetapi sudah cukup bagi para pemula. Senada dengan fasilitas di Skate Park. Di area ini para penggemar skateboard bisa mencoba fasilitas berupa box seperti bangku, tangga dan juga rail pipa panjang dari besi untuk melatih gaya dan trik. Selain itu ada quarter yang merupakan lintasan menurun yang memiliki bentuk cekung serta lintasan lurus dan menurun yang disebut banks. Meski fasilitas masih belum banyak, akan tetapi sudah cukup memuaskan bagi para penggemar skateboard dan BMX.

Area taman di Kalijodo. Foto: kompas.com

Lokasi wisata lintas generasi

Taman wisata Kalijodo ini menjelang sore dan juga akhir pekan memang sangat ramai. Banyak masyarakat sekitar yang mengunjungi kawasan wisata ini. Dan biasanya mereka datang sekeluarga mulai dari yang tua hingga yang muda. Tidak salah jika kawasan wisata Kalijodo ini merupakan kawasan wisata lintas generasi.

BacaJuga:  Sulit Mencari Barbershop 24 Jam di Jakarta? Wajib Baca 10 Daftar Ini Sampai Habis!

Menurut cerita sejarah dari masyarakat setempat yang sudah ada di sana sejak tahun 1940-an, dahulu taman ini memang digunakan untuk mencari pasangan. Mencari pasangan pun dengan cara yang  unik. Yaitu saling berbalas pantun. Jika pantunnya menarik dan saling berbalas, hal ini menandakan mereka menjadi pasangan. Sebuah kisah yang menarik.

Di sore menjelang malam hari, taman Kalijodo ini bersolek dengan warna-warni lampu yang sangat indah dan menawan. Tentu saja menjadi sebuah pemandangan yang menarik. Beberapa spot lamput bahkan sangat instagramable. Tidak heran banyak anak-anak muda mengabadikan foto dan gambar ketika berada di taman wisata Kalijodo ini. Mereka tidak ingin ketinggalan tren selfie di tahun 2019 ini

Gambar Mural di Kalijodo. Foto: kompas.com

Aneka Penyewaan Mainan Anak

Kawasan wisata Taman Kalijodo ini di malam hari dilengkapi dengan usaha penyewaan mainan anak. Di sini para pengunjung bisa mencoba skuter mini, mobil dan juga motor mini hingga becak mini. Tentu saja semua kendaraan ini dikhususkan untuk para pengunjung anak-anak. Para orang tua hanya bisa mengawasi dan juga menemani para anak-anak bermain dengan bebas dan nyaman.

Harga penyewaan sendiri bervariasi. Untuk skuter mini dan juga becak mini sendiri bisa dinaiki dengan tarif sekitar 15 ribu untuk 15 menit. Sementara mobil dan motor mini dikenakan tarif sebesar 20 ribu untuk 20 menit saja. Ada pula sepeda tandem dan juga kuda yang bisa disewa oleh para pengunjung. Sepeda tandem dan kuda ini bisa digunakan untuk mengelilingi kawasan wisata Taman Kalijodo tersebut.

BMX Park di Kalijodo. Foto: metrotvnews.com

Wisata Kuliner di malam hari

Seperti yang disebutkan bahwa di Kalijodo ini terdapat wisata kuliner baik di siang hari dan juga di malam hari. Untuk malam hari, para pengunjung bisa menuju ke Kali Banjir Kanam Barat. Ada banyak pilihan kuliner yang lezat dan nikmat. Para pengunjung bisa memilih aneka kuliner seperti nasi uduk, batagor, mie ayam dan bakso, ketoprak serta tahu bulat. Tentu saja aneka kuliner ini sudah siap memanjakan perut para pengunjung

Kawasan wisata Taman Kalijodo ini tidak memiliki jam operasional. Sehingga jika ada yang bertanya jam berapa taman ini buka jawab saja Taman Kalijodo ini buka selama 24 jam. Hal ini bisa terlihat di kala akhir pekan. Banyak para wisatawan berada di area taman hingga pagi hari.

Semua catatan di atas adalah data terakhir pada saat tulisan ini dibuat. Jika ada perubahan terbaru yang Kamu ketahui, silakan informasikan kepada kami pada kolom komentar di bawah ini ya. Begitu juga jika ada yang salah, punya kritik dan saran. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.