10 Foto Tebing Keraton Bandung Ditutup? Rute Dari Dago Lembang Jawa Barat + Gambar Sunrise

Posted on
Tebing keraton bandung jogja tiket masuk daerah mana alamat curug dago malam hari lokasi sunrise jawa barat jam buka review hotel angkot akses arah menuju biaya bogor berada dari bekasi tutup berapa berita bukit moko budget jalan jatuh jl jerman jember jerawat open trip juni jimbaran jimban jitu qatar wikipedia warban wisata wikimapia weather wego web weton wujuda wuju wudu woo won entrance fee english rute ridwan kamil romantis roma tahura terletak di tour twitter terbaru tarif tanjakan tempat tentang tinggi yogyakarta youtube utara angkutan umum dengan kendaraan instagram itu image images is in info itinerary ojek peta prewedding pagi purwakarta prewed pakai mobil pergi dulu penginapan pakar paket pemandangan penemu pesona puncak pisang posisi lembang ciburial cimenyan 40198 lewat legenda letak lupus lirik lingkaran kota kabupaten kaskus koordinat kab ketinggian kecelakaan kaki kereta kawah putih jarak keindahan kisah korban harga htm siang huawei hua hiking gambar google map gowes gunung maps gegoda gitar ginjal foursquare foto fasilitas fuller film ditutup dibuka maribaya lodge detik detiktravel desa desember denah download dosen sunset sore sejarah subuh stasiun dimana sih sambas salon selfie suasana silsilah adalah angker ada atas april artikel arti akomodasi asal majalengka meninggal masuknya mistis menggunakan misteri murah mistik cerita mistisnya bawa vs naik nusantara nugget nugge nikah video view villa versuri versus vulcan vulgo vulkan cafe camping care west java com 2015 2017 karaton taman kawasan populer spot hunting
Pintu Gerbang Tebing Keraton. Foto: rtv.com

Lokasi: Lembang, Ciburial, Cimenyan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40198, Indonesia
Map: Klik Disini
HTM: 11.000 / orang
Buka/Tutup: 05.00 – 18.00
Telepon: +62 812-2256-7890

Bandung menjadi salah satu kota di Indonesia yang menyajikan banyak aneka pesona yang siap memanjakan siapa saja yang mengunjungi dan berlibur di kota kembang ini. Mulai dari kawasan wisata belanja yang bisa ditemukan di pusat kota, kawasan wisata kuliner hingga keindahan alam dimiliki oleh Bandung yang memiliki julukan Paris Van Java.

Hal ini tentu saja membuat para wisatawan baik domestik dan mancanegara berminat untuk mengunjungi kota yang sempat menjadi rebutan pihak Belanda dan Indonesia pada masa penjajahan. Sehingga dijuluki Bandung Lautan Api. Sementara dari area alam, Bandung terkenal dengan keindahan alam dan suhu yang cukup dingin. Tidak heran jika banyak para wisatawan yang betah di sini.

Bandung sendiri memiliki jalur pegunungan yang menyajikan pesona dan juga keindahan alam yang masih asri. Tentu saja hal ini membuat Bandung menjadi salah satu kota di Indoensia yang memiliki keindahan alam yang spesial. Paris Van Java yang merupakan julukan dari Bandung ini ternyata disebabkan suasana kota yang seperti Paris dan Eropa serta keindahan alam yang mirip dengan benua biru tersebut. Dan Bandung menyajikan aneka ragam tempat wisata alam yang sangat khas dengan pegunungan dan juga dataran tinggi. Hal ini tentu disebabkan karena keindahan dan juga keelokannya yang mengelilingi setiap sudut kota Bandung.

Jika berbicara mengenai kawasan wisata alam Bandung, tentu saja ada banyak tempat wisata alam yang bisa dikunjungi oleh para wisatawan. Di sebelah barat dari Bandung sendiri ada keindahan pesona pegunungan Gunung Tangkuban Perahu yang masih asri dan memiliki cerita tersendiri. Lalu ada Dusun Bambu yang tidak kalah menarik di sini.

Sementara objek wisata alam yang berada di bagian Selatan dari kota Bandung juga tidak kalah eksotis dan populer. Di sini ada kawasan wisata Kawah Putih Ciwidey yang terkenal dengan kawah putih belerang dan pegunungan Patuha yang eksotis. Lalu di pegunungan Bandung Timur sendiri sudah ada Caringin tilu. Untuk bagian utara kawasan wisata alam Bandung terdapat keindahan Bukit Bintang yang eksotis dan menawan seperti halnya bukit bintang di daerah Jogja.

Keindahan pemandangan dari Tebing Keraton. Foto: detik.com

Mengenal Tebing Keraton

Sekarang ini Bandung semakin menarik dengan adanya tambahan kawasan wisata alam di Bandung yang sudah menjadi pujaan bagi para backpacker, traveller dan juga wisatawan di domestik serta mancanegara. Salah satu kawasan wisata yang menjadi incaran dan juga idola bagi para wisatawan adalah Tebing Keraton.

Ada banyak review dan juga cerita yang menarik di kawasan wisata alam Tebing Keraton ini. Tentu saja keindahan dan eksotisme dari kawasan wisata alam ini menjadi salah satu daya tarik dari Tebing Keraton tersebut.

Kawasan wisata Tebing Karaton ini sebenarnya berada di sebuah tempat wisata alam yang sudah terkenal di Bandung sejak jaman dulu. Tebing Keraton letaknya di dalam dari objek wisata Taman hutan rakyat Djuanda atau bernama Tahura Djuanda yang sudah memiliki nama dan menjadi salah satu wahana wisata bagi masyarakat Bandung ketika musim liburan tiba. Letak dari Tahura Dhuanda ini berada di Desa Ciburial Kabupaten Bandung Utara Dago. Dan letak dari Tebing Keraton ini berada di Kampung Ciharegem Puncak atau RW 10 Desa Ciburial.

Kabut di Tebing Keraton. Foto: 108jakarta.com

Sejarah Kepopuleran Tebing Keraton

Kawasan wisata alam yang terletak di Bandung barat ini mulai mencuri perhatian dan juga menjadi primadona serta ramai diperbincangan di internet terutama di Social Media sudah sejak lama. Tebing Keraton mulai populer di instagram, twitter hingga Facebook dan juga Path membuat kawasan wisata ini mulai dilirik oleh para turis. Terutama yang gemar berlibur. Kejadian ini terjadi pada bulan Mei 2014 lalu. Ketika itu masyarakat di sekitar desa Ciburial melihat ada wisatawan yang berkunjung ke lokasi Tebing Keraton. Dan wisatawan tersebut kemudian berfoto di sekitar lokasi wisata. Tidak lama kemudian foto tersebut viral di media sosial Twitter yang memiliki latar belakang pemandangan alam yang fenomenal dan juga eksotis. Bahkan tebing ini memiliki nama lain yaitu tebing Jontor.

Dari posting foto di media sosial Twitter tersebut akhirnya kepopuleran Tebing Keraton dimulai. Hal ini bisa dilihat dengan kedatangan para pengunjung yang setiap hari semakin banyak dan juga semakin ramai. Dan tidak heran jika para wisatawan memilih untuk mengabadikan dan juga memotret momen petualangan mereka dan juga pengalaman berlibur serta berkunjung ke Tebing Keraton.

Tidak hanya itu saja. Foto-foto yang diabadikan oleh para wisatawan ini akhirnya diposting dan diupload ke media-media sosial lainnya seperti Instagram, Facebook yang semakin menyebar dengan cepat. Belum lagi dengan adanya review dari para blogger yang ikut serta dalam petualangan tersebut. Praktis hal tersebut membuat Tebing Keraton ini semakin terkenal dan menjadi incaran para wisawatan. Padahal menurut sebagian masyarakat sekitar bahwa Tebing Keraton ini masih cukup angker dan mistis. Akan tetapi tidak menyurutkan para wisatawan yang biasanya didominasi oleh para kawula muda untuk berlibur ke sini.

Panorama dari Tebing Keraton. Foto: republika.com

Asal Usul dari nama Tebing Keraton

Ternyata ada cerita di balik nama dari Tebing Keraton. Versi dari Bapak Asep yang menceritakan tentang kepopuleran Tebing Keraton ini. Menurut cerita dari Bapak Asep beliau menamakan Tebing Keraton disebabkan rasa kagum dan juga terpesonanya dengan keindahan alam dan juga pemandangan yang tersaji di tebing ini. Dan nama Keraton sendiri merujuk pada kemegahan dan asrinya tebing di Tahura Djuanda ini.

Sementara menurut masyarakat Sunda, nama Tebing Keraton sendiri berasal dari arti Tebing yang mempunyai arti Gawir atau area tepian daratan dengan lokasi yang cukup tinggi. Sedangkan nama keraton sendiri mempunyai makna dan arti yang agung dan juga besar serta megah. Jadi Tebing Keraton ini memiliki keindahan dan keagungan alam yang sangat mewah dan megah.

View Eksotis dari Tebing Keraton. Foto: stnurjanah.com

Sisi menarik Tebing Keraton

Seperti yang sudah disebutkan di awal bahwa Tebing Keraton menjadi incaran bagi para wisatawan baik wisatawan domestik dan juga mancanegara. Hal ini tentu saja adanya peran media pemberitaan serta foto-foto di media sosial yang merasa penasaran untuk melihat keindahan kawasan wisata yang tergolong masih baru tersebut. Ditambah lagi akses lokasi yang cukup dekat dengan pusat kota Bandung membuat banyak para wisatawan berlibur ke sini.

Ada sisi menarik dan berbeda yang ditawarkan oleh kawasan wisata Tebing Keraton di Tahura Djuanda ini. Di kawasan wisata lain seperti Bukit Bintang yang terletak di Dago dan juga Caringin Tilu yang terletak di Bandung Timur ini memberikan keindahan dan pesona gemerlap lampu kota Bandung yang sangat eksotis dan juga romantis. Apalagi jika berkunjung di sore atau senja serta malam hari. Sementara di area Tebing Keraton ini, para wisatawan akan melihat keindahan dan asrinya hamparan pemandangan hijau yang sangat tenang dan juga nyaman. Apalagi di sini para wisatawan bisa melihat keindahan hutan Tahura Djuanda yang hijau.

Kawasan wisata alam Tebing Karaton yang berada di daerah Dago Bandung ini sendiri letaknya berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut. Praktis membuat suhu dan udara sedikit lebih sejuk dibanding di pusat kota Bandung. Dengan posisi Tebing Keraton yang berada di ketinggian, tentu saja membuat para wisatawan bisa melihat dengan jelas serta menyaksikan pemandangan Tahura Djuanda yang hijau dan juga dipenuhi pepohonan rindang yang sangat romantis.

Tidak heran jika para wisatawan betah berlama-lama di kawasan wisata alam ini. Pasalnya menjelang siang dan sore suasana di sekitar Tebing Keraton ini akan lebih eksotis dan juga romantis. Bagi yang ingin melihat matahari terbit atau pada pagi hari, tentu saja bisa melihat keindahan panorama hamparan hutan yang hijau dan terkena sinar matahari.Pemandangan sunrise atau ketika sang surya terbit tentu saja memberikan keasyikan tersendiri. Sinar senja langsung menelisik pepohonan dan juga mulai membuka kabut yang menyelimuti sekitar hutan hijau khas Tahura Djuanda. Praktis membuat pemandangannya layak untuk diabadikan.

Sinar matahari di kala pagi yang membelah kabut dan membuat kabut tipis ini memiliki warna kuning, menjadi salah satu daya tarik yang bisa ditemukan di sekitar kawasan wisata alam Tebing Keraton ini. Tidak heran para fotografer dan juga para wisatawan rela untuk menunggu sinar matahari di kala pagi dan menunggu fajar untuk mendapatkan momen yang tidak terlupakan tersebut. Sebuah pengalaman yang berharga tentunya.

Ternyata keindahan alam dan juga momen spesial yang ditawarkan oleh kawasan wisata Tebing Keraton di Tahura Djuanda ini bukan hanya saat matahari terbit saja. Ada banyak momen dan juga pemandangan yang bisa memanjakan para wisatawan ketika mengunjungi kawasan wisata ini. Terutama ketika sore hari. Senada di kala pagi hari. Ketika hari menjelang senja, para wisatawan juga banyak yang mengunjungi kawasan wisata ini. Pasalnya di sore hari para wisatawan akan menunggu momen-momen ketika matahari akan tenggelam. Keindahan sinar dan cahaya matahari ketika sunset atau matahari hendak tenggelam menjadi salah satu daya tarik dari kawasan wisata alam ini. Para pengunjung bisa melihat keindahan warna langit yang biru serta tambahan warna siluet keemasan yang menyinari area perbukitan. Tentu saja memberikan tampilan panorama yang eksotis. Jangan lupa untuk mengabadikan momen keindahan tersebut.

Dari Tebing Keraton ini para pengunjung juga bisa melihat keindahan dan kemegahan gunung Tangkuban Parahu yang bisa terlihat dengan jelas. Gunung ini memancarkan keindahan dan juga pesona dari sinar atau cahaya matahari yang hendak tenggelam. Keindahan dan kemegahan gunung ditambah dengan pesona Tebing Keraton ini membuat para pengunjung bisa melihat dan merekam momen tersebut dengan tenang.

Panorama Tebing Keraton. Foto: widyatama.ac.id

Fakta dan cerita mistis di Tebing Keraton

Tebing Keraton menjadi salah satu lokasi wisata di Bandung yang sangat menarik dan juga murah. Ditambah lagi sekarang ini cukup terkenal dan juga populer. Dengan daya tarik keindahan alam dan juga hamparan nan hijau nan berkilau ini tentu saja membuat para wisatawan tertarik untuk berlibur ke sini. Tentu saja pengaruhnya cukup besar kepada dunia pariwisata. Tebing Keraton sekarang ini cukup ramai dikunjungi para wisatawan. Ternyata kawasan wisata Tebing Keraton ini memiliki kisah mistis dan misteri yang sudah lama beredar di seitar masyarakat.

Ada beberapa fakta yang bisa dijadikan pertimbangan sebelum berlibur ke kawasan wisata alam ini. Sebelum terkenal, masyarakat sekitar yang hidup di sekitar desa Ciburial dimana menjadi lokasi Tebing Keraton ini lebih mengenal kawasan wisata bukit dan tebing tersebut dengan nama Pasir Jontor. Nama Pasir yang dimaksud bukanlah pasir di pantai, akan tetapi memiliki arti bukit. Pasir dalam bahasa sunda sendiri mempunyai arti bukit. Ada juga yang menyebutnya dengan nama Cadas Jontor. Nama jontor sendiri diambil dari bahasa indonesia yang memiliki arti memble. Nama tersebut disebabkan kontur dari tebing ini yang bercadas atau berbatu dengan bentuk tebing yang menjorok ke depan seperti mulut terkena pukulan.

Ternyata ada cerita lain dibalik nama Tebing Keraton tersebut. Selain cerita yang sudah disebutkan di awal, ternyata ada banyak kejadian para wisatawan yang berlibur dan berkunjung ke kawasan wisata ini kesurupan. Hampir setiap wisatawan yang datang pasti kesurupan. Dan ternyata diperoleh informasi bahwa orang yang kesurupan ini menyaksikan bahwa tebing ini memiliki bangunan dengan bentuk seperti keraton kerajaan.

Selain itu ada mahluk halus penunggu dari tebing dan keraton tersebut yang membuat wisatawan kesurupan. Dan dari makhlus halus ini pula nama tebing menjadi Tebing Keraton. Pasalnya tebing ini merupakan lokasi dan juga istana keraton bagi para makhluk halus yang mendiami dan meninggali kawasan wisata di Dago Bandung tersebut.

Cerita lain yang mistis adalah adanya makhluk halus penghuni Tebing Keraton yang datang melalui mimpi. Dalam mimpi tersebut para mahluk halus penunggu bukit ini ingin meminta kepada masyarakat sekitar guna menyiapkan sesajen dengan buah kawung sebanyak 1 manggar. Yang dimaksud dengan buah kawung 1 manggar tersebut adalah sejumlah nyawa manusia yang harus dijadikan tumbal untuk Tebing ini.

Sementara di bawah dari puncak Tebing Keraton ini dipercaya oleh sebagian masyarakat di sekitar Tahura Djuanda ini sebagai tempat bagi kuda para makhluk halus yang berada di Keraton ini. Lokasinya di curug atau air terjun Cikih Kuda dan Gadogan Kuda.

Jalan Setapak di Tebing Keraton. Foto: tempatwisatamu.com

Fakta Misteri di Tebing Keraton

Selain kisah mistis, di Tebing Keraton ini juga terdapat fakta misteri yang menyelimuti Tebing ini. Di sini terdapat misteri tapak kaki raksasa yang berada di Desa Cilame Bandung Barat. Konon kabarnya tapak kaki raksasa ini memiliki hubungan yang cukup erat dengan kisah mistis dan juga misteri yang berada di Tebing Keraton tersebut.

Sementara fakta misteri lainnya adalah bebatuan yang berada di sekitar kawasan wisata Tebing Keraton ini adalah outcrop dari aliran lava basalt yang berasal dari gunung Sunda Purba yg kemudian terpatahkan oleh sesar Lembang yang bergerak dinamis dan menimbulkan patahan yang masih ada sampai sekarang.

Sedangkan misteri lainnya yang terjadi di Tebing Keraton ini adalah adanya sumber mata air yang mengalir di sekitar kawasan wisata ini. Dan salah satu sumber mata air ini adalah Sekegede yang mengalir dan keluar dari lava yang berada di sekitar Tebing. Misteri ini sendiri hingga sekarang belum terungkap. Apalagi sumber mata air yang berada di area ini memiliki jumlah debit air yang cukup besar dan juga tidak pernah habis sepanjang masa. Ditambah lagi lokasinya berada di Tebing Keraton.

Sinar matahari di Tebing Keraton. Foto: pergidulu.com

Rute menuju ke Tebing Keraton

Tebing Keraton menjadi salah satu kawasan wisata yang sangat menarik dan juga menyajikan keindahan yang eksotis. Tentu saja hal ini membuat para wisatawan tergerak untuk mengunjunginya. Akan tetapi papan petunjuk jalan dan juga rute guna mengunjungi kawasan wisata ini masih kurang. Sehingga para wisatawan yang masih awam akan cukup sulit menuju ke kawasan wisata ini. Sehingga harus bertanya kepada masyarakat atau menggunakan gps Google Map.

Jika berangkat dari pusat kota Bandung, para wisatawan bisa melanjutkan perjalanan menuju ke kawasan wisata Dago Pakar. Setelah ini perjalanan dilanjutkan menuju Tahura atau Taman Hutan Raya Djuanda. Dari Tahura ini para wisatawan akan diajak untuk melewati sebuah gerbang. Setelah itu akan melalui akses jalan berbatu dengan hawa yang cukup sejuk. Di sini para pengunjung akan melewati rumah-rumah  penduduk serta perkampungan. Setelah itu bisa ditemukan papan dengan nama ” Warung Bandrek ” yang cukup terkenal dengan nama Warban. Dari sini perjalanan sudah cukup dekat.

Jika lelah, para wisatawan bisa beristirahat sejenak di sini atau di sekitar lokasi wisata Tebing Keraton. Dan para wisatawan juga bisa memarkirkan kendaraan di sini. Dari warung bandrek ini para wisatawan bisa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki atau dengan menggunakan ojek yang banyak ditemukan di sekitar tempat wisata. Masyarakat sekitar biasanya menawarkan ojek untuk mengantar menuju ke Tebing Keraton.

Meski sudah cukup terkenal di kalangan para wisatawan, akses jalan untuk menuju ke kawasan wisata ini masih belum layak. Akses guna menuju ke lokasi Tebing Keraton ini masih belum layak. Ditambah lagi jalanannya menanjak. Sementara jalur jalanan berbatu dan juga banyak yang rusak. Apalagi jika musim hujan akses akan licin dengan banyaknya tanah di sekitar jalan. Yang cukup rumit adalah akses jalan yang licin dan juga tanjakan yang terjal membuat kendaraan akan sulit untuk lewat. Ditambah lagi ukuran jalan yang hanya bisa dilalui oleh 1 kendaraan saja. Praktis harus bergantian.

Untuk liburan yang lebih aman dan safety, disarankan ketika hendak berlibur ke kawasan wisata Tebing Kraton ini dipandu oleh masyarakat sekitar. Apalagi jika tidak terlalu mengenal medan jalur dari Tebing Keraton. Rata-rata para wisatawan akan berjalan kaki. Selain lebih irit, bisa berolahraga sembari menikmati keindahan panorama di Tebing Keraton.

View Eksotis di atas Tebing. Foto: wisatasenibudaya.com

Harga Tiket Masuk Tebing Keraton

Pada awalnya kawasan wisata alam ini tidak dipungut biaya alias gratis. Semula pengelolaan kawasan wisata alam ini sumber swadaya dari masyarakat sekitar lokasi. Dan tarif parkir di sekitar kawasan wisata ini masih menggunakan sistem ‘sarelana’ atau suka rela. Namun pada akhirnya pengelola Taman Hutan Raya Djuanda atau Tahura ini mengambil alih pengelolaan dengan tarif sekitar Rp. 11.000/orang dan juga uang parkir sebesar Rp.5.000/orang.

Bersantai di Tebing Keraton. Foto: twitter.com

Tips liburan ke Tebing Keraton

Berlibur sembari menikmati keindahan alam di Tebing Keraton dan menikmati sinar mentari pagi yang membuat panorama lebih eksotis tentu saja menjadi salah satu pesona tersendiri. Tentu saja untuk mendapatkan hal tersebut, para pengunjung harus sudah ada di Tebing Keraton pada waktu pagi. Dan harus rela waktu subuh dimanfaatkan untuk berangkat lebih awal dengan membawa alat penerangan dan juga perlengkapan lainnya guna mendapatkan sinar matahari pagi. Pasalnya di pagi hari belum ada penerangan. Ditambah lagi tidak ada listrik di sini.

Senada dengan saat sunset. Ketika matahari mau tenggelam ke peraduannya, keindahan pemandangan dan juga panorama yang ditawarkan akan memberikan nuansa yang berbeda. Tentu saja para wisatawan harus mempersiapkan diri agar bisa menikmati keindahan tersebut. Siapkan perlengkapan seperti kamera agar tidak kehilangan momen. Selain itu lampu penerangan juga harus tersedia. Pasalnya ketika malam, Tebing Keraton akan gelap gulita.

Memakai kendaraan sepeda motor menjadi salah satu alternatif yang cukup aman jika ingin mengunjungi Tebing Keraton. Sepeda motor bisa digunakan untuk menanjak dan melewati jalur yang cukup kecil. Disarankan untuk menggunakan motor atau menyewa ojek jika ingin menuju ke Tebing Keraton. Jika ingin lebih sehat lagi, gunakan sepeda atau berjalan kaki menuju ke tebing.

Ketika berada di Tebing Keraton, harap berhati-hati. Pasalnya jalanan yang curam serta menanjak membuat para pengunjung rawan untuk tergelincir. Apalagi dari segi keamanan atau safety memang belum dipikirkan serius dan belum 100 %. Jika para pengunjung ingin berfoto atau menikmati pemandangan sekitar, tentu saja harus memperhatikan jalur.

Mengabadikan momen kala berlibur tentu saja menjadi salah satu kegiatan yang tidak boleh terlewatkan. Tentu saja hal ini harus diperhatikan dengan baik. Persiapkan perlengkapan jika ingin mendapatkan foto yang bagus dan menarik. Bisa juga dengan menggunakan smartphone. Selain itu perhatikan tentang kondisi dan juga pemandangan di sekitar Tebing Keraton.

Selain keindahan dan juga pesona eksotis yang ditawarkan oleh Tebing Keraton, ternyata ada sisi tidak aman yang harus diperhatikan oleh para wisatawan. Jika ingin mengunjung tebing ini disarankan untuk tidak membawa anak kecil. Pasalnya sisi safety dari tebing ini belum terjaga dengan baik. Sehingga tidak ada pagar untuk membatasi pengunjung dengan jurang. Sehingga ada resiko untuk jatuh jika tidak berhati-hati. Ditambah lagi jalur di sekitar Tebing Keraton sendiri cukup licin dan berbahaya.

Selain itu jangan merusak habitat kehidupan elang di sekitar tebing. Pasalnya habitat ini menjadi tempat migrasi elang-elang dari Australia ke Jawa. Pada masa migrasi tersebut Tebing Keraton akan ditutup untuk umum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *