22 – 30 Tempat Hits di Solo – Obyek Wisata Kota Surakarta Jawa Tengah

Posted on
Tempat hits di solo makan wisata surakarta obyek kota kuliner karanganyar keraton graha niaga hotel indah 2018 jawa tengah biro alam daerah tersembunyi sekitar lokasi dan sekitarnya karesidenan paket objek area taman bus belanja kasunanan malam peta budaya air gedung grha religi masjid agung hati lendir ke dekat nongkrong paling yang baru hunting ngopi lagi
Strawberry, Gambar: republika.co.id

Baca Halaman Sebelumnya, Klik: 14 – 21 Destinasi Wisata Alam di Solo, Taman dan Air Terjun

22. Kebun Strawberry Karanganyar

Lokasi: Desa Kalisoro RT:03 RW:02, Tawangmangu, Kalisoro, Karanganyar, Jawa Tengah
Koordinat: Klik Disini
Tarif: Rp.7.000
Jam Operasional: 09.00 – 17.00 WIB

Kebun Strawberry Karanganyar (foto: alampriangan.com)

Dengan lahan seluas 2000 meter2, Agrowisata ini ditanami 13 jenis strawberry yang pembudidayaannya tanpa sedikitpun menggunakan pestisida dan obat-obatan lainnya, sehingga begitu dipetik dapat langsung dimakan.

Pengelola tempat ini juga menyediakan susu segar untuk menambah nikmat dan mengurangi rasa kecut saat menyantap strawberry.

Menariknya, untuk masuk ke lokasi Agrowisata ini, pengunjung tidak ditarik ongkos tiket alias gratis, dan bebas memetik sendiri buah strawberry. Buah strawberry yang dipetik tersebut selanjutnya ditimbang dan boleh dibawa pulang dengan harga sebesar Rp.30.000/kg.

23. Benteng Vastenburg Fort

Lokasi: JL. Jenderal Soedirman, Kedung Lumbu, Pasar Kliwon, Surakarta, Jawa Tengah
Koordinat: Klik Disini
Tiket Masuk: Dewasa Rp.2.000, Anak-anak Rp.1000
Jam Operasional: 24 Jam

Benteng Vastenburg Fort (foto: jejakbocahilang.wordpress.com)

Keberadaan benteng yang dibangun pada tahun 1774 – 1779 oleh pemerintah kolonial Belanda atas perintah Gubernur Jenderal Baron van Imhoff ini tentu sangat menarik bagi para penggemar wisata sejarah.

Karena selain dapat menikmati indah dan uniknya bangunan benteng juga dapat mengenang dan mempelajari sejarah pendudukan Belanda dan Inggris di Indonesia utamanya di wilayah Surakarta.

Menurut catatan sejarah, benteng yang menempati area seluas 40.000 meter2 ini sempat diduduki dan direnovasi oleh pasukan Inggris pada tahun 1794, sebelum akhirnya direbut kembali oleh Belanda pada tahun 1832.

Pada tahun 1947, pasukan TNI yang dibantu rakyat menyerbu pasukan Belanda yang bertahan di benteng tersebut.

Pertempuran itu memakan banyak korban, dan untuk mengenang jasa mereka yang gugur dalam pertempuran tersebut dibangun sebuah  Tugu Prasasti di sebelah selatan Benteng Vastenburg, tepatnya di depan Kantor Koperasi Dharma Wanita.

24. Ngarsopuro Night Market Solo

Lokasi: JL. Diponegoro, Keprabon, Banjarsari, Surakarta
Koordinat: Klik Disini
Jam Operasional: Sabtu 16.00 – 23.00 WIB

Ngarsopuro Night Market Solo (foto: wisatadigital.com)

Beroperasi seminggu sekali dan hanya pada malam hari, tepatnya pada Sabtu malam, Ngarsopuro Night Market menjadi surga bagi penggemar wisata kuliner dan wisata belanja.

BacaJuga:  Tiket Masuk Taman Lele Semarang, Tarif Hotel + Jam Buka Kampung Wisata

Terutama bagi mereka yang ingin menikmati makanan tradisional masyarakat Jawa Tengah serta produk-produk khas Surakarta.

Pasar malam yang ditata dengan sangat menarik ini kerap disamakan dengan Orchied Road yang ada di Singapura.

Di sini dapat ditemui para pedagang yang menjajakan berbagai jenis makanan, seperti nasi liwet, nasi kere, cabuk rambak, bakso bakar, wedang ronde serta kuliner yang lain.

Sedang berbagai produk khas Solo yang dijual di sini diantaranya adalah: batik, patung, wayang, hiasan dinding, dan berbagai jenis kerajinan yang lain.

25. Keraton Surakarta

Lokasi: JL. Sidikoro, Baluwarti, Pasar Kliwon, Surakarta, Jawa Tengah
Koordinat: Klik Disini
Harga Tiket Masuk: Wisatawan Domestik Rp.10.000, Wisatawan Asing Rp.15.000
Jam Operasional: 09.00 – 15.00 WIB

Keraton Surakarta (foto: msoindonesian1.blogspot.co.id)

Landmark yang dibangun oleh Sunan Paku Buwono II pada tahun 1744 yang diarsiteki Pangeran Mangkubumi (Sultan hamengkubuwono I) ini menyimpan banyak kisah sejarah, termasuk sejarah Republik Indonesia, sehingga memancing minat banyak wisatawan dari seluruh penjuruh tanah air untuk datang ke tempat ini.

Selain bangunannya yang eksotis dan sarat dengan simbol-simbol filosofis, saat memasuki bangunan keraton para wisatawan juga akan diajak untuk kembali ke masa lalu, lewat berbagai ornamen penghias bangunan, bermacam benda-benda antik yang memiliki nilai sejarah, serta pusaka-pusaka milik Keraton.

26. Kebun Binatang Taru Jurug

Lokasi: JL. Ir Sutami Np.40, Jebres, Surakarta, Jawa Tengah
Koordinat: Klik Disini
HTM: Hari Biasa Rp.6.000, Hari Libur Rp.7.000
Jam Operasional: 07.00 – 17.00 WIB

Kebun Binatang Taru Jurug (foto: solopos.com)

Kebun binatang yang umurnya sudah cukup tua ini dibangun oleh Sinuwun Prabu Pakubuwono X pada tahun 1939.

Menempati lahan seluas 14 hektar yang ditata dengan konsep wisata alam, lengkap dengan jalan-jalan di lokasi kebun binatang serta pohon-pohon rindang di sekeliling, membuat suasana yang dihadirkan benar-benar nyaman untuk didatangi bersama keluarga.

Sebanyak 200 ekor binatang dari berbagai jenis menjadi koleksi Kebun Binatang Taru Jurug, beberapa diantaranya adalah: Gajah, Jerapah, zebra, Komodo, Beruang, Harimau Sumatera, Macan Tutul, Buaya, Kuda, Iguana, kera, Merak, dan berbagai jenis binatang lainnya.

BacaJuga:  10 Gambar Alila Solo Hotel, Harga Restaurant, No Telp, Pemilik, Rooftop Kolam Renang + Bintang Berapa?

Sedang untuk flora yang mengisi tempat ini diantaranya adalah pohon trembesi (munggur), cemara, pinus, akasia, flamboyan, dan beberapa jenis tumbuhan berpohon besar lainnya.

Selain dapat menikmati koleksi flora dan fauna, pengunjung yang datang ke tempat ini juga disuguhi dengan arena permainan anak, kereta mini, serta berbagai jenis pertunjukan.

Seperti pementasan reog dan berbagai kesenian tradisional lainnya, pertunjukan musik terutama  pementasan musik keroncong di monumen Gesang yang lokasinya berada di dalam Kebun Binatang Taru Jurug.

 27. Waduk Gajah Mungkur

Lokasi: Sendang, Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri, Jawa Tengah
Koordinat: Klik Disini
Tiket Masuk: Hari Biasa Rp.5.100, Hari Libur Rp.7.600
Jam Operasional: 08.00 – 17.00 WIB

Waduk Gajah Mungkur (foto: wisatanesia.co)

Dibangun sejak tahun 1970, waduk yang mulai beroperasi pada tahun 1978 ini tidak saja dimanfaatkan sebagai PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) dan irigasi bagi 23.400 hektar sawah yang ada di 4 wilayah, tapi juga dijadikan sebagai objek pariwisata.

Karena di sekeliling waduk yang luasnya 8.800 hektar tersebut  memang memiliki panorama alam yang sangat indah.

Untuk mendukung potensi pariwisata itulah, di tempat ini disewakan perahu dan kapal boat untuk mengelilingi area perairan waduk, fasilitas untuk memancing, serta layang gantung atau gantole.

28. Pura Mangkunegaran

Lokasi: JL. Ronggowarsito, Keprabon, Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah
Koordinat: Klik Disini
Tiket Masuk: Rp.5.000
Jam Operasional: Senin – Sabtu 09.00 – 14.00 WIB, Minggu 09.00 – 13.00 WIB

Pura Mangkunegaran (foto: lihat.co.id)

Dibangun pada tahun 1757, landmark yang diarsiteki KGPAA Mangkunegara II ini memadukan gaya tradisional Jawa dengan sentuhan Eropa, sehingga bentuk bangunan yang ditampilkan benar-benar sangat menawan.

Bangunan istana ini, secara utuh terdiri atas 2 elemen utama, yakni Pendopo dan Ndalem yang diapit tempat tinggal keluarga raja.

Selain dapat menikmati keindahan bangunan, para wisatawan juga dapat melihat-lihat berbagai koleksi peninggalan bersejarah dan benda-benda seni.

Seperti koleksi topeng dari seluruh Indonesia dan topeng dari negeri China, Kitab-kitab kuna dari masa Mataram dan Majapahit, koleksi berbagai macam perhiasan emas, serta koleksi foto-foto Mangkunegoro.

29. Vihara Dharma Sundara

Lokasi: JL. Ir. H. Juanda No.223B, Pucangsawit, Jebres, Surakarta, Jawa Tengah
Koordinat: Klik Disini

BacaJuga:  Jalan Menuju Wisata New Selo Boyolali, Tiket Masuk + Menikmati Keindahan Gunung Merapi
Vihara Dharma Sundara (foto: jalansolo.com)

Vihara Dharma Sundara yang diresmikan pada 24 Maret 2002 ini menjadi salah satu spot wisata religi yang banyak dikunjungi, karena keberadaan bangunan beserta pernak-pernik di dalamnya sangat indah dipandang mata.

Bagian atap dari bangunan vihara ini berbentuk limas yang dikelilingi empat buah limas lainnya dengan ukuran yang lebih kecil. Pada bagian undakan, terdapat patung dari makhluk mitos berupa  sosok berbadan burung dengan kepala manusia, serta sepasang singa.

Di lokasi ini juga dapat ditemui lukisan kaca sepasang kijang yang sedang mencium roda, dua kepala naga, gapura, arca Buddha emas bersama dua muridnya, bangunan candi dengan stupa-stupa berukuran kecil, serta patung dari pendiri vihara tersebut yaitu Sundara Husea yang juga pendiri Sun Motor Group.

30. Cagar Budaya Prasasti Plumpungan

Lokasi: Desa Kauman kidul, Kecamatan Sidorejo, Salatiga, Jawa Tengah
Koordinat: Klik Disini

Cagar Budaya Prasasti Plumpungan (foto: tempatwisataunik.com)

Sebagai slah satu kota tua, Salatiga kaya akan peninggalan masa lalu yang menarik untuk dijadikan objek wisata sejarah, salah satunya adalah Cagar Budaya Prasasti Plumpungan yang menempati area seluas  2.765 meter2.

Prasasti Plumpungan berupa batu bertulis berjenis andesit dengan ukuran 170 x 160 cm2 dan bergaris lingkar 5 meter yang dibuat pada 24 Juli tahun 750 Masehi.

Prasasti yang ditulis menggunakan huruf Jawa Kuno dengan menggunakan bahasa Sansekerta tersebut berisi tentang pembebasan pajak berupa tanah perdikan bagi wilayah Solotigo atau Salatiga dan sekitarnya oleh Raja Bhanu.

Ada yang salah? Punya kritik dan saran? Sampaikan di kolom komentar dibawah ini ya kakak

Selain prasasti, di tempat yang sama juga dapat dijumpai patung dan lingga yoni yang dibangun pada era Hindu dan hingga kini masih terawat baik.

Baca Halaman Selanjutnya, Klik: 30 Tempat Wisata di Solo dan Sekitarnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *