25 Tempat Wisata di Cirebon Terbaru 2017 Dekat Stasiun dan Sekitarnya : Laut Pantai Menarik, Taman Ade Irma DLL

Posted on
Tempat wisata di cirebon terbaru 2017 dekat stasiun daerah kota kabupaten sekitar ciledug dan sekitarnya laut pantai kejawanan alam taman ade irma malam peta ziarah air terjun menarik kolam renang wilayah 3 timur cibulan objek sumber secara religi yang murah wajib dikunjungi
Foto tempat wisata di cirebon

Cirebon adalah kota ke-3 setelah Bandung dan Bekasi yang perkembangannya sangat pesat dibanding dengan kabupaten dan kota lainnya yang ada di Jawa Barat. Kota tua yang sarat dengan kisah-kisah sejarah bernuansa religi, karena menjadi salah satu pusat penyebaran agama Islam oleh para Sunan ini juga dikenal sebagai produsen batik. Dengan latar belakang tersebut, Cirebon memiliki potensi besar untuk mengembangkan diri sebagai kota wisata, karena setidaknya ada 4 jenis wisata yang bisa dijual, yakni wisata edukasi, wisata sejarah, wisata religi, dan wisata budaya.

Belum lagi ditambah dengan keindahan alamnya dan upaya dari Pemerintah Daerah serta para investor  yang hingga tahun 2017 terus membuat terobosan dengan membangun objek-objek wisata terbaru serta meningkatkan infrastruktur pendukung industri pariwisata di  Cirebon dan daerah di sekitarnya. Sehingga wisata alam dan wisata buatanpun ikut memperkaya destinasi wisata yang ada di wilayah ini. Berikut peta tempat wisata di Cirebon yang wajib dikunjungi.

1. Cirebon Waterland Ade Irma Suryani

Lokasi: JL. Yos Sudarso No.1, Lemahwungkuk, Cirebon, Jawa Barat
Koordinat: Klik Disini
Biaya: Rp. 50.000
Buka/Tutup: 09.00 -19.00 WIB

Cirebon Waterland Ade Irma Suryani (foto: petatempatwisata.com)

Cirebon Waterland yang juga disebut Taman Ade Irma Suryani (TAIS) adalah wisata air yang berada di bibir pantai, sehingga wisatawan yang datang ke sini selain dapat menikmati berbagai macam wahana permainan yang menarik, juga dapat menyaksikan keindahan panorama pantai. Terdapat berbagai macam wahana permainan yang dapat dinikmati pengunjung cukup dengan sekali bayar, diantaranya adalah kolam renang olympic, waterboom, air mancur, kolam arus, perahu bebek, serta yang lain.

Tidak hanya wahana permainan, Cirebon Waterland juga dilengkapi dengan cafe and resto, serta cottage yang mengapung di atas air laut bagi mereka yang ingin menginap. Sebanyak 40 cottage dapat disewa seharga Rp. 1 juta – Rp.2,5 juta perhari.

2. Pantai Kejawanan

Lokasi: Desa Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk
Map: Klik Disini
Harga Tiket Masuk: Rp. 2.000
Jam Operasional: 24 Jam

Pantai Kejawanan (foto: rebon.org)

Duduk di pinggir pantai Kejawanan pada sore hari sambil menikmati sunset di ufuk Barat yang menebarkan warna keemasan, akan menghadirkan romantisme tersendiri dalam hati. Pemandangan pantai dengan laut biru berlatar belakang Gunung Ciremai juga menjadi sajian yang memanjakan mata di setiap waktu serta merupakan objek yang menarik untuk diabadikan ke dalam bahasa gambar.

Jika ingin mencoba diombang-ambingkan gelombang, perahu nelayan yang bersandar di pantai tersebut dapat disewa sewaktu-waktu  seharga hanya Rp.20.000. Dengan ongkos sewa yang murah tersebut, Anda akan dibawah ke tengah laut oleh pemilik perahu sejauh kurang lebih 1 km.

3. Setu Patok

Lokasi: Desa Setu, Kecamatan Mundu
Peta: Klik Disini
HTM: Gratis
Jam Operasional: 24 Jam

Setu Patok (foto: dakocanpunya.blogspot.co.id)

Keindahan panorama waduk Setu Petok dengan latar belakang Gunung Ciremai tidak perlu disangsikan lagi, terlebih pada sore hari saat matahari beranjak ke peraduan dengan sinas keemasannya yang memantul dari permukaan air danau, membuat mereka yang datang ke sini akan merasa betah untuk tinggal berlama-lama.

Keindahan waduk akan terlihat lebih istimewah lagi dipandang dari bukit kecil yang ada di tengah waduk. Untuk menuju ke bukit tersebut, tersedia boat yang dapat disewa dengan ongkos Rp.20.000 pulang – pergi. Selain itu fasilitas wisata lainnya juga tersedia di tempat ini, seperti camping ground, outbond area, kolam renang dan pondok wisata. Untuk mengisi perutpun juga tidak sulit, karena di pinggir waduk banyak warung –warung kecil yang menjual berbagai macam makanan.

4. Goa Sunyaragi

Lokasi: Desa Sunyaragi, Kecamatan Kesambi, Cirebon, Jawa Barat
Koordinat: Klik Disini
Biaya Tiket Masuk: Rp. 10.000
Jam Operasional: 08.00 – 18.00

Goa Sunyaragi (foto: wisatadanbudaya.blogspot.co.id)

Situs Cagar alam seluas 15 hektar ini adalah taman air yang dibuat dengan komposisi dan konstruksi bangunan yang unik, sehingga tetap menawan untuk dilihat oleh siapapun dan kapanpun, bahkan sampai melintasi abad. Dahulu, situs ini digunakan oleh pembesar kerajaan serta para prajurit kraton untuk oleh kanuragan serta bertapa.

Saat ini, banyak wisatawan yang datang ke tempat ini, selain untuk melihat keunikan dari Goa Sunyaragi dan mempelajari keberadaan situs, ada juga yang karena ingin segera mendapatkan pasangan, sebab menurut mitos, mereka yang datang ke tempat ini akan segera menemukan jodohnya.

5. Wanawisata Ciwaringin

Lokasi: Desa Ciwaringin, Kecamatan Ciwaringin
Koordinat: Klik Disini
Tiket Masuk: Rp. 10.000
Jam Operasional: 08.00 – 18.00

Wanawisata Ciwaringin (foto: donymagazine.com)

Kawasan konservasi hutan yang satu ini menyuguhkan keindahannya lewat deretan pepohonan hijau yang menarik untuk digunakan trekking bagi mereka yang suka berpetualang. Keunikannya, di tempat ini banyak dipenuhi Pohon Kayu Putih yang justru sulit dijumpai di hutan-hutan yang ada di tempat lain.

Untuk mereka yang gemar memancing, Wanawisata Ciwaringin juga memiliki sebuah danau yang bernama Danau Ciranca dengan ikan-ikan air tawarnya yang siap dipancing. Terdapat juga arena motor cross yang pada saat-saat tertentu digunakan untuk berlatih dan berkompetisi oleh para pebalap motor cross.

6. Situs Taman Kera dan Petilasan Sunan Kalijaga

Lokasi: Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti
Koordinat: Klik Disini
Tiket Masuk: Gratis
Jam Operasional: 24 Jam

Situs Taman Kera dan Petilasan Sunan Kalijaga (foto: kerisbudaya.blogspot.co.id)

Salah satu objek wisata ziarah yang berupa Petilasan ini diperkirakan berdiri pada abad ke-17 dengan menempati area seluas 120.000 meter2 dan berada di kawasan hutan lindung yang banyak dihuni kera-kera liar. Dengan model bangunan berbentuk huruf L, petilasan terbagi atas 3 ruang. Ruangan pertama  difungsikan  untuk memanjatkan permohonan bagi para peziarah yang datang ke sini, ruangan kedua  berisi beberapa makam kuna, dan ruangan ketiga yang ditutup kelambu adalah bekas kamar tidur Sunan Kalijaga.

Di luar bangunan, tepatnya di sebelah Barat, terdapat beberapa makam kerabat dan para pengikut Sunan Kalijaga. Batas dari makam ini berupa batu merah yang tersusun setinggi 120 cm berketebalan 90 cm. Kawasan di sekitar Petilasan Sunan Kalijaga dan Situs Taman kera ini adalah kawasan konservasi hutan satu-satunya yang tersisa di Cirebon.

BacaJuga:  Lokasi Bukit Bintang Bandung Ditutup? Tiket Masuk Camping + Alamat Jalan Menuju Pesona Wisata Dago Pakar Atas

7. Makam Sunan Gunung Jati

Lokasi: JL. Raya Sunan Gunung Jati, Desa Gunung Jati, Kecamatan Astana
Koordinat: Klik Disini
Tiket Masuk: Gratis
Jam Operasional: 24 Jam

Makam Sunan Gunung Jati (foto: metlandhotelcirebon.com)

Objek wisata ziarah di Cirebon yang tidak pernah sepi dari pengunjung adalah makam salah satu penyebar agama Islam di Pulau Jawa, yaitu Syarif Hidayatullah yang lebih dikenal dengan nama Sunan Gunung Jati. Tujuan utama dari mereka yang berkunjung ke sini sudah barang tentu untuk berziarah. Namun, selain berziarah para pengunjung juga dapat menyaksikan keindahan arsitektur yang merupakan perpaduan antara arsitektur Jawa, Arab dan China.

Masuknya unsur China ke dalam gaya dari arsitektur bangunan disebabkan karena Sunan Gunung Jati pernah berkunjung ke negeri tirai bambu untuk menyebarkan agama Islam. Keindahan arsitektur dari bangunan makam tersebut menjadi semakin terasa kuat dengan banyaknya hiasan dinding dan keramik yang berumur ratusan tahun yang ditempatkan mulai dari jalan menuju ke makam hingga di dinding-dinding makam.

8. Pusat Observasi Kura-Kura Belawa

Lokasi: Desa Belawa, Kecamatan Lemahabang
Koordinat: Klik Disini
Jam Operasional: 08.00 – 18.00

Pusat Observasi Kura-Kura Belawa (foto: menerjemahkan.com)

Pusat Observasi Kura-Kura Belawa ini bernama Cikuya, dan satu-satunya hewan yang menjadi objek observasi adalah kura-kura Belawa yang memiliki nama Latin Tortose Ortilia Norneensih. Kura-kura Belawa yang habitatnya air tawar pegunungan ini lebarnya bisa mencapai 1 meter dengan berat hingga 80 kg dan panjang usia sampai dengan 150 tahun. Kura-kura Belawa termasuk jenis kura-kura yang langka, karena itu dibutuhkan perhatian khusus untuk menjaga binatang yang hampir punah ini.

Meski tidak seramai tempat-tempat rekreasi pada umumnya, pusat observasi Kura-kura Belawa selalu didatangi pengunjung yang penasaran dan ingin melihat keberadaan binatang yang unik dan langka ini. Suasana sekeliling yang sejuk dan asri oleh pepohonan juga membuat nyaman para pengunjung yang ingin menikmati suasana santai.

9. Plangon

Lokasi: Desa Babakan, Kecamatan Sumber, Cirebon
Koordinat: Klik Disini
Tiket Masuk: Gratis
Jam Operasional: 24 Jam

Plangon (foto: jasawisatatour.com)

Plangon dalam bahasa Tegal memiliki arti “klangenan” atau tempat untuk menenangkan diri. Tempatnya berada di tepi sungai berhias pepohonan yang rindang, sehingga sangat nyaman untuk dipakai bersantai dan menenangkan diri. Namun bukan hanya kesejukan udara dan keindahan alam saja yang disuguhkan di sini, tapi juga tingkah lucu kera-kera liar yang menghuni Plangon, karena itu tempat ini disebut Taman Kera.

Selain sebagai wisata alam, Plangon juga merupakan wisata religi karena di tempat ini terdapat 2 makam yang disakralkan, yaitu makam Pangeran Kejaksan dan Pangeran Panjunan yang berlokasi di atas bukit. Pada setiap tanggal 2 Syawal, tempat ini ramai didatangi para peziarah, jumlahnya bahkan bisa mencapai lebih dari 50.000 orang dalam sehari.

10. Pemandian Cibulan

Lokasi: Desa Maniskidul, Kecamatan Jalaksana, Kuningan
Koordinat: Klik Disini
Tiket Masuk: Anak-anak Rp.12.000, Dewasa Rp.15.000
Jam Operasional: 08.00 – 17.00 WIB

Pemandian Cibulan (foto: travel.detik.com)

Objek wisata yang berada di kaki Gunung Ciremai ini merupakan objek wisata tertua di Jawa Barat karena telah beroperasi sejak tahun 1939. Pemandian Cibulan memiliki 2 buah kolam berukuran besar berbentuk persegi panjang, dengan ukuran 35 x 15 meter2 sedalam 2 meter dan 45 x 12 meter2 sedalam 120 cm.

Menariknya, meski kedua kolam tersebut merupakan kolam renang seperti halnya kolam-kolam yang ada pada pemandian pada umumnya, namun juga dihuni oleh puluhan ekor ikan berwarna  hitam keabu-abuan dengan panjang 20 cm – 1 meter. Ikan yang diberi nama Kancra Bodas atau Ikan Dewa tersebut dipercaya oleh penduduk sekitar memiliki keistimewaan tertentu. Meskipun berukuran besar, ikan-ikan tersebut jinak dan tidak mengganggu para pengunjung yang berenag di dalam kolam.

Selain kedua kolam, di lokasi yang sama terdapat 7 sumber mata air bernama Tujuh Sumur yang dikeramatkan. Ketujuh mata air tersebut bentuknya berupa kolam-kolam kecil yang memiliki nama sendiri-sendiri, yaitu: Sumur Kejayaan, Sumur Pengabulan, Sumur Kemulyaan, Sumur Kemudahan, Sumur Keselamatan, Sumur Cirancana dan Sumur Cisadane.

Air di Cibulan yang selalu bersih dan tidak pernah kering sekalipun di musim kemarau, selain dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi, juga menjadi pemasok sumber air bagi PDAM Kuningan dan digunakan oleh Pertamina untuk mencukupi kebutuhan air bersih bagi dua kompleks miliknya, yaitu Kantor Daerah Operasi Hulu Jawa Bagian Barat yang ada di Klayan serta Padang Golf Ciperna yang ada di kota Cirebon.

11. Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Lokasi: JL. Jagasatu, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Jawa Barat
Koordinat: Klik Disini
Tiket Masuk: Gratis
Jam Operasional: 24 Jam

Masjid Agung Sang Cipta Rasa (foto: daftar.co)

Dibangun pada masa Wali Sanga, tepatnya sekitar tahun 1480 M, membuat Masjid Agung Sang Cipta Rasa merupakan objek yang menarik untuk wisata religi sekaligus wisata sejarah. Masjid yang diarsiteki Sunan Kalijaga dibantu seorang arsitek dari Majapahit yang bernama Raden Sepat, membuat desain arsitektur masjid ini kental dengan nuansa Jawa, seperti bagian atapnya yang berbentuk limas tanpa disertai menara.

Terdapat 9 pintu sebelum masuk ke ruang utama masjid sebagai lambang dari para wali yang jumlahnya 9 orang. Untuk masuk ke ruang utama, pengunjung juga harus melewati pintu kecil dan pendek, sehingga orang dewasa harus membungkukkan badan terlebih dahulu sebelum melewatinya. Hal ini juga merupakan simbol bagi siapapun agar menghormati keberadaan masjid sebagai rumah Allah.

Karena usianya sudah mendekati 6 abad, meski bangunan ini tetap dipertahankan dalam bentuk aslinya, namun untuk memperkokoh, terpaksa harus dilakukan upaya konservasi. Salah satunya dengan menambah konstruksi besi diantara tiang-tiang kayu yang ada, serta menancapkan plat baja untuk membantu saka guru dari kayu yang telah ada.

12. Kampung Batik Trusmi

Lokasi: Desa Weru Lor, Kecamatan Weru, Cirebon, Jawa Barat
Koordinat: Klik Disini

Kampung Batik Trusmi (foto: Alfalegro)

Disebut kampung batik Trusmi, karena ditempat ini sebanyak lebih dari 3000 orang menggantungkan hidupnya dari membuat dan menjual batik. Keahlian penduduk di tempat ini dalam membuat kain batik, berawal dari peranan salah satu murid Sunan Gunung Jati yang bernama Ki Gede Trusmi yang mengajari penduduk membuat kain batik, karena itu tempat ini dikenal dengan nama Kampung Batik Trusmi.

BacaJuga:  10 Gambar Curug Cihurang + Camping Ground di Gunung Picung Bogor Jawa Barat

Berkunjung ke tempat ini, selain dapat membeli kain batik khas Cirebon dengan berbagai macam motif dan dengan harga yang lebih murah dibanding di tempat lain, wisatawan juga dapat belajar membatik pada penduduk setempat atau di beberapa toko yang memberikan fasilitas workshop membatik. Sehingga Kampung Batik Trusmi sangat menarik untuk dijadikan sebagai spot wisata heritage.

13. Curug Putri

Lokasi: Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kuningan, Jawa Barat
Koordinat: Klik Disini
Tiket Masuk: Rp.5.000
Jam Operasional: 08.00 – 17.00 WIB

Curug Putri (foto: wisatawanalam.blogspot.co.id)

Diberi nama Curug Putri karena konon di lokasi air terjun ini sekali waktu terlihat penampakan berupa ular berkepala manusia (perempuan). Curug ini juga memiliki nama Curug  Kuwung-kuwung (pelangi) karena lokasi air terjun yang menghadap ke timur membuat sinar matahari yang menimpah air secara langsung akan dibiaskan sehingga membentuk pelagi di bagian depan air terjun.

Wisata air terjun yang sudah dikelola dengan baik ini telah dilengkapi dengan sejumlah fasilitas, seperti kamar ganti dan kamar bilas, bangku knock down yang dilengkapi payung sebagai tempat beristirahat, juga warung-warung yang menyediakan berbagai menu makanan.

14. Keraton Kanoman Cirebon

Lokasi: JL. Winaon Kampung Kanoman, Kecamatan Lemahwungkuk
Koordinat: Klik Disini
Tiket Masuk: Rp.15.000
Jam Operasional: 08.00 – 16.00 WIB

Keraton Kanoman Cirebon (foto: wovgo.com)

Landmark yang dibangun oleh Pangeran Muhammad Badridin yang menyandang gelar Sultan Anom I pada tahun 1678 M ini, memiliki luas sekitar 6 hektar dan hingga kini masih dihuni oleh Sultan XII, Raja muhammad Emirusin. Untuk berkunjung ke tempat ini aksesnya sangat mudah, karena dekat dengan stasiun kereta Kejaksan.

Di kompleks kraton Kanoman, wisatawan dapat melihat berbagai peninggalan bersejarah masa lampau, seperti kereta kencana Paksi Naga Liman yang digunakan raja-raja zaman dahulu serta kereta Jempana yang digunakan Sunan Gunung Jati, benda-benda pusaka milik milik keraton, koleksi piring porselen dari Tiongkol yang umurnya sudah ratusan tahun, serta benda-benda bersejarah lainnya.

15. Keraton Kasepuhan Cirebon

Lokasi: JL. Kasepuhan No.43, Desa Kanoman, Kecamatan Lemahwungkuk
Koordinat: Klik Disini
Tiket Masuk: Rp.15.000
Jam Operasional: 08.00 – 16.00 WIB

Keraton Kasepuhan Cirebon (foto: kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Keraton yang awalnya bernama “Keraton Pakungwati” ini didirikan cicit dari Sunan Gunung Jati yaitu Pangeran Mas Mochammad Arifin pada tahun 1529 M. Setelah Kesultanan Cirebon dibagi menjadi dua, keraton ini berubah nama menjadi Keraton Kasepuhan yang dipimpin Pangeran Mertawijaya dengan gelar Sultan Sepuh Mohammad Syamsudin Mertawijaya.

Memasuki Keraton Kasepuhan Cirebon, wisatawan akan disuguhi interior yang sangat indah berhias lampu antik dan pernak-pernik yang berkilauan. Bangunan keraton sendiri terdiri atgas beberapa bagian yaitu masjid, alun-alun, rumah sultan, dan museum Singa Barong yang menyimpan berbagai macam benda bersejarah, seperti kereta kuda zaman kesultanan, lukisan antik Prabu Siliwangi, rebana peninggalan Sunan Kalijaga, Gamelan Degung yang dibuat tahun 1426, barang-barang pecah belah peninggalan VOC, tempat lilin kristal buatan tahun 1738 yang berasal dari Perancis, meriam mini dan baju logam prajurit Portugis yang merupakan rampasan perang tahun 1527, dan berbagai macam benda bersejarah lainnya.

16. Situ Sedong

Lokasi: Desa Sedong Lor, Kecamatan Sedong, Cirebon
Koordinat: Klik Disini
Tiket Masuk: Gratis
Jam Operasional: 24 Jam

Situ Sedong (foto: travelingcirebon.com)

Waduk yang dibangun pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1918 dan mulai difungsikan sebagai irigasi persawahan pada tahun 1921 ini dilingkupi pemandangan yang indah lewat hamparan air yang terbentang luas dengan latar belakang Gunung Ciremai. Keindahan tersebut semakin sempurna di sore hari pada saat matahari sedang tenggelam.

Di lokasi wisata ini, pengunjung bisa bersantai dengan menikmati keindahan alam sekitar, atau bermain dengan bebek air di atas permukaan air danau yang tenang. Di Situ Sedong juga terdapat banyak spot untuk memancing sehingga waduk ini menjadi tempat favorit bagi mereka yang gemar memancing.

17. Bukit Gronggong

Lokasi: Desa Patapan, Kecamatan Beber, Jawa Barat
Koordinat: Klik Disini

Bukit Gronggong (foto: cirebon.biz)

Tidak hanya Bogor saja yang memiliki kawasan Puncak, Cirebon pun juga memiliki kawasan yang berada di atas ketinggian bukit dengan udara yang sejuk dan pemandangan alam yang memikat. Kawasan yang disebut Bukit Gronggong tersebut juga seperti Puncak Bogor yang dihiasi dengan bar, cafe & resto, serta penginapan dengan berbagai kelas.

Keindahan Bukit Gronggong tidak hanya dapat dinikmati pada pagi dan siang hari saja. Pada sore dan malam hari, tempat ini justru menghadirkan keindahan yang lebih karena dari sini dapat dilihat gemerlap lampu kota Cirebon dari atas ketinggian, yang menciptakan suasana romantis.

18. Desa Wisata Cikalahang

Lokasi: Desa Cikalahang, Kecamatan Depok, Cirebon, Jawa Barat
Koordinat: Klik Disini

Desa Cikalahang (foto: pegipegi.com)

Berlokasi di bawah kaki Gunung Ciremai membuat Desa Wisata Cikalahang dilingkupi pemandangan alam yang indah dengan udara yang sejuk di sekelilingnya. Namun bukan hanya itu yang membuat banyak wisatawan datang berkunjung ke desa ini, melainkan wisata kulinernya yang unik dan memanjakan lidah.

Dikatakan unik karena banyak warga yang memiliki kolam pemancingan yang diisi dengan berbagai jenis ikan air tawar, seperti Nila, Gurame, dan ikan Mas. Pengunjung yang datang bisa memancing sendiri ikan-ikan yang ada di kolam tersebut, dan ikan yang diperoleh boleh dibawah pulang dengan membayar sesuai dengan bobot ikan yang didapat. Begitu juga dengan rumah makan dan restoran yang ada di sini, hampir semuanya memiliki kolam ikan, sehingga pengunjung yang datang dapat memancing sendiri ikan di kolam tersebut untuk  selanjutnya dimasak oleh koki restoran sebelum dihidangkan.

19. Banyu Panas Palimanan 

Lokasi: JL. Raya Cirebon, Desa Palimanan Barat, Kecamatan Palimanan
Koordinat: Klik Disini
Tiket Masuk: Rp.7.000
Jam Operasional: 08.00 – 18.00 WIB

BacaJuga:  Tiket Masuk Curug Pangeran Bogor Gunung Salak Endah dan Bunder + Penginapan Camping Ground
Banyu Panas Palimanan (foto: infobacktravel.blogspot.co.id)

Tidak sulit untuk berkunjung ke Banyu Panas Palimanan, karena dari pusat kota Cirebon hanya dibutuhkan waktu sekitar 30 menit dengan menggunakan kendaraan bermotor. Lingkungan sekitar yang masih alami dengan dikelilingi pepohonan yang rindang serta udara yang segar membuat tempat ini nyaman untuk dikunjungi bersama keluarga. Terlebih sumber air panas alami yang mengisi kolam dapat digunakan sebagai terapi untuk menghilangkan pegal-pegal dan memperbaiki sirkulasi darah, menyembuhkan encok dan rematik, serta mengobati penyakit kulit.

20. Curug Sawer

Lokasi: Desa Argamukti, Kecamatan Argapura, Majalengka, Jawa Barat
Koordinat: Klik Disini
Tiket Masuk: Gratis
Jam Operasional: 24 Jam

Curug Sawer (foto: tempatwisatadaerah.blogspot.co.id)

Berada di ketinggian 900 – 1300 meter dpl dan dilingkupi oleh hutan belantara membuat Curug Sawer jarang terjamah manusia. Itu sebabnya kondisi alam sekitar masih indah alami dengan air yang jernih dan tidak terkontaminasi oleh sampah. Curug Sawer terdiri atas 5 curug pertama dan kedua lokasinya tidak terlalu tinggi namun sulit untuk dijangkau karena medannya yang curam.

Curug ketiga dipenuhi pohon-pohon besar dengan dinding curug berupa batuan keras dan cadas yang kerap digunakan untuk olahraga panjat tebing, sementara daerah di sekitarnya dimanfaatkan sebagai camping ground. Curug keempat dan kelima lokasinya berdekatan dengan areal yang luas dan menyuguhkan pemandangan yang luar biasa indah, terutama pada saat kabut menyelimuti lembah.

Curug Sawer menjadi sangat istimewah, karena tempat ini dijadikan tempat bersarang salah satu binatang langka yang dilindungi yaitu Elang Jawa (Spizaetus Bartelsi). Selain itu juga terdapat vegetasi Pohon Jamuju (Podocarpus Imbricata) yang umumnya tumbuh di ketinggian 1000 meter dpl.

21. Telaga Remis

Lokasi: Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kuningan, Jawa Barat
Koordinat: Klik Disini
Tiket Masuk: Anak-anak Rp.2.500, Dewasa Rp.5.000
Jam Operasional: 24 Jam

Telaga Remis (foto: indonesiakaya.com)

Secara keseluruhan Telaga Remis menempati area seluas 13 hektar dengan luas telaga sekitar  3,25 hektar. Lokasi wisata ini terlihat sangat indah karena banyak ditumbuhi pohon-pohon besar yang umurnya ratusan tahun. Keindahan alam sekitar itulah yang membuat Telaga Remis kerap dijadikan objek foto pre-wedding serta banyak menghiasi akun instagram.

Keindahan alam tersebut semakin terasa saat sampai di tepi telaga. Airnya yang jernih dengan riak-riak kecil yang mewarnai sangat enak untuk dipandang. Terlebih udara yang menyelimuti terasa sejuk dan segar. Jika ingin mencoba mengarungi luasnya telaga, tersedia sepeda air dan perahu motor yang dapat disewa. Sedang bagi wisatawan yang ingin menikmati malam di sekitar telaga, terdapat Talaga Remis Park and Resort sebagai tempat untuk menginap.

22. Apita Waterboom

Lokasi: KL. Tuparev, Kecamatan Kedawung, Cirebon, Jawa Barat
Koordinat: Klik Disini
Tiket Masuk: Rp.10.000
Jam Operasional: 08.00 – 17.00

Apita Waterboom (foto: Wisata Matori)

Menempati area seluas 10.000 meter2, Apita Waterboom menyediakan 2 waterboom setinggi 15 meter untuk orang dewasa dan 2 waterboom untuk anak-anak dengan ketinggian yang lebih rendah. Selain itu berbagai jenis wahana permainan air juga melengkapi waterboom ini diantaranya adalah: kolam arus untuk anak-anak, kolam arus untuk dewasa, kolam prestasi berukuran 200 meter2 dan kolam hujan yang memiliki 4 pilar yang dapat menyemburkan air setinggi 50 cm layaknya hujan.

23. Jempol Waterpark

Lokasi: Desa Ciledug Kulon, Kecamatan Ciledug
Koordinat: Klik Disini
Tiket Masuk: Rp.25.000
Jam Operasional: 08.00 – 17.00

Jempol Waterpark (foto: beautygirly.com)

Lokasinya yang strategis dan tidak jauh dari pusat kota membuat Jempol Waterpark selalu ramai oleh pengunjung. Tempat wisata favorit masyarakat Cirebon dan sekitarnya ini memiliki beberapa kolam dengan berbagai macam kedalaman, berbagai jenis wahana permainan air seperti perosotan dengan berbagai ketinggian, ember tumpah, arena air mancur, serta yang lain, foodcourt, kamar bilas, kamar ganti, kebun cherry atau kersen, serta lahan parkir yang luas.

24. Taman Wisata Siwalk

Lokasi: Desa Setupatok, Kecamatan Mundu
Koordinat: Klik Disini
Tiket Masuk: Rp.3.000
Jam Operasional: 08.00 – 17.00

Taman Wisata Siwalk (foto: piknikdong.com)

Menempati lahan seluas 175 hektar, Taman Wisata Siwalk terbagi atas 2 bagian, yaitu Wahana Bermain Waterboom dan Wahana Outbond. Lokasi wisata yang dikelilingi hamparan sawah dan perbukitan, membuat nuansa alami terasa kental dengan udara yang sejuk dan segar.Tidak heran jika tempat ini menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin mengadakan kegiatan outbond.

Terdapat banyak wahana permainan yang disiapkan bagi para pengunjung yang datang ke sini, diantaranya kolam renang, kolam pemancingan, zona petualangan, lapangan golf, outbond area, penyewaan perahu, Flying fox, ATV, serta yang lain.

25. Keraton Kacirebonan

Lokasi: JL. Pulasaren, Desa Pekalipan, Kecamatan Pulasaren
Koordinat: Klik Disini
Tiket Masuk: Rp.15.000
Jam Operasional: 08.00 – 20.00

Keraton Kacirebonan (foto: cirebon.biz)

Satu lagi destinasi wisata sejarah dan heritage yang wajib dikunjungi saat plesir ke Cirebon adalah Keraton kacirebonan. Bangunan keraton yang memadukan unsur tradisonal, China dan Belanda membuat landmark ini menarik untuk dilihat. Begitu juga koleksi benda-benda bersejarah yang tersimpan di dalamnya, tidak saja menarik dilihat tapi juga dipelajari. Beberapa koleksi benda-benda bersejarah yang ada di Keraton Kacirebonan diantaranya adalah: keris dan benda-benda pusaka, peralatan perang, gamelan, wayang kulit, serta yang lain.

Keraton Kacirebonan yang menempati lahan seluas 46.500 meter2 dibangun pada tahun 1800 oleh PR Anom Madenda yang berjuluk Sultan Carbon I dan merupakan Sultan Kacirebonan I. Sama halnya dengan Keraton Kanoman dan Keraton Kasepuhan, Keraton Kacirebonan hingga saat ini masih tetap menjaga dan melestarikan kebiasaan yang sudah berlangsung selama ratusan tahun serta tetap menyelenggarakan upacara-upacara adat, salah satu diantaranya adalah Upacara Pajang Jimat.

2 thoughts on “25 Tempat Wisata di Cirebon Terbaru 2017 Dekat Stasiun dan Sekitarnya : Laut Pantai Menarik, Taman Ade Irma DLL

  1. Wanawisata Ciwaringin benar-benar bikin greget pengen kesana, tempat nya yg indah cocok banget buat berburu foto
    Thanks min buat infonya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *