35 Tempat Wisata di Purwakarta Jawa Barat 2018 dan Sekitarnya Giri Tirta Yang Murah Dekat Dengan Stasiun

Posted on
35 Tempat Wisata di Purwakarta Jawa Barat 2018 dan Sekitarnya Giri Tirta Yang Murah Dekat Dengan Stasiun
Rate this post
Tempat wisata di purwakarta jawa barat 2018 dan sekitarnya giri tirta kahuripan yang murah dekat dengan stasiun terbaru curug cipurut jelajahi objek desa sejuta batu daerah taringgul kab kabupaten plered waduk jatiluhur ada curug terindah kolam renang anak malam yang indah air mancur foto cari wanayasa pantai
tempat wisata di purwakarta (foto: zonalibur.com)

Sebagai salah satu kota tua yang berdiri pada abad ke-17, dengan topografi yang meliputi daratan, pegunungan, perbukitan dan danau yang luasnya hampir berimbang, membuat salah satu kabupaten yang ada di Propinsi Jawa Barat ini memiliki potensi yang besar di sektor pariwisata, baik wisata alam maupun wisata sejarah.

Potensi tersebut semakin diperkuat dengan lokasi geografisnya yang strategis, berada di tiga jalur utama lalu lintas, yaitu Purwakarta – Cirebon, Purwakarta – Bandung dan Purwakarta – Jakarta, sehingga mudah dijangkau oleh siapapun yang ingin berkunjung ke Purwakarta dan sekitarnya.

Potensi itulah yang ditangkap dengan baik oleh Pemerintah Daerah kab. Purwakarta, lewat berbagai upaya peningkatan industri pariwisata, utamanya dengan meningkatkan infrastruktur yang ada, sehingga industri pariwisata dapat berkembang dengan pesat.

Berbagai upaya untuk menggenjot sektor pariwisata itulah yang membuat tempat wisata di Purwakarta tidak hanya bertumpu pada wisata alam dan wisata sejarah, tapi juga merambah ke wisata buatan yang jumlahnya terus bertambah.

Berikut tempat wisata di Purwakarta dan sekitarnya yang selalu dibanjiri oleh pengunjung di sepanjang tahun 2018.

1. Taman Air Mancur Sri Baduga Maharaja

Lokasi: JL. Lodaya Kampung Baru No.46, Kelurahan Nagri Kidul, Kecamatan Purwakarta
KoordinatKlik di sini
Tarif: Gratis
Jam Operasional: Senin – Jumat 05.00 – 09.00 WIB dan 17.00 – 19.00 WIB, Sabtu – Minggu 19.30 – 22.30 WIB

Taman Air Mancur Sri Baduga Maharaja (foto: sinarharapan.net)

Disebut-sebut sebagai Taman Air Mancur terbesar di Asia Tenggara yang keindahannya tidak kalah dari Air Mancur Wing of Time yang ada di Singapura ini dibangun sejak tahun 2013 dan baru diresmikan pada 9 Januari.

Air Mancur Sri Baduga Maharaja dikelilingi taman seluas 2 hektar dan mampu memancarkan air setinggi 6 meter serta menari-nari dengan iringan musik yang harmonis serta light effect dari sinar laser yang berwarna-warni.

Keindahan air mancur ini menjadi semakin sempurna, karena di sekitar tempat tersebut terdapat Situ Baleud yang memiliki luas sekitar 4 hektar.

2. Waduk Cirata

Alamat: Desa Margalaksana, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Purwakarta
Koordinat: Klik di sini

Waduk Cirata (foto: wolesbanget.com)

Waduk tertinggi di Indonesia ini menempati lahan seluas 43.000 hektar yang terbentang di 3 kabupaten, yakni kabupaten Purwakarta, Bandung dan Cianjur.

Waduk yang menampung aliran sungai Citarum tersebut dimanfaatkan sebagai PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) yang dapat menghasilkan daya listrik sebanyak 1.000 MW.

Dengan latar belakang bebukitan hijau yang mengelilinginya, pemandangan di sekitar Waduk Cirata ini sangat indah, dan juga sangat menarik untuk dijadikan background foto. Tidak heran jika tempat ini banyak dikunjungi para wisatawan, terutama pada saat liburan.

3. Waduk Jatiluhur

Lokasi: Desa Margalaksana, Kecamatan Cipeundeuy
Koordinat: Klik di sini

Waduk serbaguna yang pertama di Indonesia ini dibangun pada tahun 1957 dan dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti PLTA, budidaya ikan, bahan baku air minum, irigasi pertanian, sampai dengan wisata.

Waduk Jatiluhur merupakan salah satu wisata air yang menjadi kebanggaan Purwakarta, karena kabupaten ini memang tidak mempunyai batas laut, sehingga tidak memiliki wisata pantai.

Dengan latar belakang perbukitan dan gunung-gunung yang menjulang tinggi, serta pohon-pohon rindang di sekitarnya, membuat Waduk Jatiluhur menghadirkan suasana yang sejuk, asri dan damai.

Bukan hanya keindahan panoroma saja yang membuat para wisatawan banyak yang berkunjung ke spot wisata ini, tapi juga berbagai fasilitas yang menyertainya.

Seperti menikmati pemandangan dari atas permukaan air sambil memancing dengan menyewa perahu, fasilitas bar, restoran, hotel, bungalow, kolam renang dengan water slide, lapangan tenis, bumi perkemahan, wahana bermain anak, gedung pertemuan dan playground, serta fasilitas yang lain.

4. Grama Tirta Jatiluhur

Alamat: Desa Margalaksana, Kecamatan Cipeundeuy
Koordinat: Klik di sini
Tarif: Rp.20.000

Grama Tirta Jatiluhur (foto: purwasuka.id)

Memanfaatkan pesona wisata Waduk Jatiluhur, Pemerintah setempat melalui Perum Jasa Tirta II pun membangun kawasan wisata terpadu yang diberi nama Grama Tirta Jatiluhur.

Di tempat ini para wisatawan dapat menikmati berbagai macam wisata air, mulai dari berperahu, bersepeda air, berenang di kolam, berselancar, melakukan outbond, atau berkemah.

Tersedia pula Jatiluhur Convention & Resort Hotel bagi mereka yang ingin bermalam atau menggelar acara dengan mengundang banyak orang.

Masih di kawasan Grama Tirta Jatiluhur, Anda juga dapat menjumpai Jatiluhur Waterworld dengan berbagai wahana permainan air bagi anak-anak hingga orang dewasa.

Seperti kolam dengan berbagai bentuk dan ukuran, mulai dari kolam seluncur, kolam dangkal sampai dengan kolam standard olimpiade, bungge trampoline, wahana ember rumpah, flying fox, dan wahana bermain lainnya.

Tiket untuk masuk ke lokasi ini sebesar Rp.27.500 untuk hari biasa, Rp.30.000 untuk hari Sabtu dan Minggu, serta Rp.40.000 untuk hari libur nasional.

5. Desa Wisata Sejuta Batu

Desa Wisata Sejuta Batu (foto: blog.lakupon.com)

Lokasi: Desa Pasanggaran, Kecamatan Tegalwaru
Koordinat: Klik di sini
Tarif: Gratis

Jelajahi objek desa Sejuta Batu merupakan tantangan yang menarik bagi para pecinta wisata adventure, karena selain dapat menikmati alamnya yang indah, berbagai aktifitas menarik juga dapat dilakukan di tempat ini.

Seperti mengeksplorasi keindahan gunung Salasih dan gunung Batok, rock climbing di gunung Parang, melihat situs unik Telapak Kaki Jonggrang Kalapitung, memancing, offroad, dan masih banyak lagi aktifitas wisata lainnya.

Disebut desa Sejuta Batu karena di sekitar lokasi ini banyak dijumpai gunung batu yang kerapkali dijadikan sebagai tempat kegiatan para pecinta alam. Keindahan alam di desa wisata ini juga sangat mempesona, sehingga kerap dijadikan lokasi pemotretan untuk pre-wedding.

6. Panenjoan

Lokasi: Kampung Cinangka, Desa Sindang Panon, Kecamatan Bojang
Koordinat: Klik di sini
Tarif: Rp.5000
Jam Operasional: 09.00 – 15.00 WIB

Panenjoan (foto: wisatajabar.com)

Panenjoan dalam bahasa Sunda memiliki arti “Tempat Memandang”. Di sinilah para wisatawan akan dapat menikmati pemandangan indah dari hamparan perkebunan teh yang dikelola PT Karti Wana Raya.

Untuk itu pihak pengelola telah menyiapkan balkon-balkon khusus, serta titian dari kayu berukuran 3 meter lebih dengan kapasitas 40 orang. Selain hijaunya hamparan teh yang instagramable, pada sore hari para wisatawan juga dapat menikmati keindahan matahari tenggelam.

Tidak hanya wisata alam saja yang disuguhkan Panenjoan, tapi juga wisata religi yaitu Makam Syaikh Daka yang juga dikenal dengan Syaikh Serepong, adik dari Syaikh Dako Rancadarah Purwakarta. Tempat berjiarah ini biasanya ramai pada setiap malam Jumat.

7. Pasanggrahan Pajajaran

Lokasi: JL. Gandanegara, Kabupaten Purwakarta
Koordinat: Klik di sini
Tarif: Gratis
Jam Operasional: Senin – Jumat  06.00 – 09.00 WIB, 16.00 – 18.00 WIB dan 19.30 – 20.00 WIB, Minggu dan Hari Libur 06.00 – 20.30 WIB

Pasanggrahan Pajajaran (foto: purwakartagreetstheworld.net)

Landmark yang baru diresmikan pada bulan Agustus ini menempati lahan seluas 3 hektar dengan konsep bernuansa etnik Sunda yang dipadu dengan seni arsitektur modern. Dengan desain eksterior yang menarik tersebut, diharapkan dapat mengundang banyak wisatawan untuk melihat apa saja yang ada di dalam bangunan Pasanggrahan Pajajaran yang di setiap sudutnya dihiasi dengan taman dengan berbagai macam tanaman bunga yang indah.

Setidaknya ada 3 spot yang ada di tempat ini, yaitu bagian Bale Maya Datar yang diisi dengan musium mini Keramik Plered sebagai bentuk penghargaan terhadap pengrajin keramik Plered yang merupakan ikon Purwakarta, bagian lorong bawah tanah yang terdiri atas 5 pintu dan disebut Pancainti, serta empat Leuit atau tempat penyimpanan padi.

8. Mata Air Cijanunan

Lokasi: Kampung Cijanuan dan Lembang, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Bojong
Koordinat: Klik di sini
Jam Operasional: 08.00 – 17.00 WIB

Mata Air Cijanunan (foto: wisatajabar.com)

Kolam renang berukuran 10 x 6 meter yang ada di tempat ini memang terkesan sederhana karena awalnya adalah kolam penampungan air yang dibangun PDAM untuk distribusi air ke wilayah perkotaan. Namun setelah dikembangkan oleh warga setempat, kolam sederhana tersebut ramai dikunjungi para wisatawan, karena air yang ada di kolam ini berasal dari sumber alami yang tidak pernah kering meski musim kemarau sekalipun, dan merupakan air khas pegunungan yang sejuk dan segar serta tidak terkontaminasi.

BacaJuga:  Pergi Ke Garut, Jika Pulang TANPA Bawa Souvenir Khas Ini, Rugi Banget!

Selain berenang, pengunjung juga dapat berjalan-jalan di sekeliling lokasi kolam sambil menikmati hijaunya pepohonan serta sejuk dan segarnya udara yang cukup jauh dari wilayah perkotaan.

9. Sungai Cikondang

Lokasi: Kampung Tanjak Nangsi, Desa Raharja, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta
Koordinat: Klik di sini
Tarif: Rp.60.000/orang untuk wisata Body Rafting
Jam Operasional: 08.00 – 16.00 WIB

Sungai Cikondang (foto: wisatajabar.com)

Bagi mereka yang menyukai wisata adventure, Sungai Cikondang bisa dijadikan alternatif untuk dikunjungi, karena di tempat ini Anda akan dapat menguji adrenalin lewat aktifitas Body Rafting, yaitu duduk di atas ban sambil menyusuri derasnya air sungai Cikodang yang jernih. Selama kurang lebih satu jam Anda akan dibawa oleh arus air melewati batu-batu sungai yang besar, jeram-jeram yang menegangkan, sambil  menikmati indahnya pemandangan sekeliling yang berlatarbelakang rumpun bambu, area persawahan serta hutan.

Daya tarik dari tempat wisata alam yang dikelola karang taruna setempat ini juga terdapat pada tebing batu yang ada di sekelilingnya. Pada beberapa tebing batu tersebut dapat dijumpai sumber mata air yang keluar dari sela-sela bebatuan, dan airnya yang segar dapat diminum langsung untuk menghilangkan rasa dahaga.

10. Sungai Cidomas

Lokasi: Kampung Babakan, Desa Garokgek, Kecamatan Kiarapedes
Koordinat: Klik di sini
Tarif: Gratis

Sungai Cidomas (foto: semutmerahpurwakarta.wordpress.com)

“Blue River” istilah itulah yang disematkan banyak wisatawan bagi Sungai Cidomas karena warna air sungainya yang hijau kebiru-biruan serta sangat jernih. Di sekitar sungai dapat dilihat bebatuan yang ditata alam dengan sangat indah dan rindangnya pepohonan yang membuat udara sekeliling terasa sejuk dan segar. Suasana di sungai ini juga menebarkan aroma romantis lewat sebuah curug atau air terjun kecil dengan airnya yang deras mengalir.

Di tempat ini pengunjung dapat menikmati segarnya air sungai dengan berenang sepuas-puasnya, mulai dari anak-anak sampai dewasa, karena kedalaman air sungai beragam, mulai dari 10 cm sampai dengan 2 meter. Setelah puas berenang, dapat menikmati hidangan nasi liwet yang dapat dipesan pada warga setempat seharga Rp.100.000 untuk makan beramai-ramai, atau berfoto selfie dengan mengambil latar belakang pemandangan di sekitar yang indah.

11. Curug Tilu

Lokasi: Kampung Ciririp, Desa Kartamanah, Kecamatan Sukasari
Koordinat: Klik di sini
Tarif: Gratis

Curug Tilu (foto: prfmnews.com)

Disebut sebagai Grand Canyonnya Purwakarta, karena air yang ada di Curug Tilu ini memiliki warna kehijauan yang berpadu indah dengan kontur bebatuan sungai serta  pepohonan yang ada di sekelilingnya. Aliran air terjun yang melewati batu sungai berundag, menjadi pemandangan yang luar biasa, dan sangat instagramable, sehingga tidak sedikit mereka yang datang ke sana, tidak hanya mandi dan menikmati segarnya air pegunungan, tapi juga memanfaatkan keindahan alam untuk berfoto.

Curug Tilu masih terjaga keasliannya, karena lokasinya cukup terpencil, setidaknya harus berjalan kaki sekitar 1 km dari jalan utama. Meski harus bersusah payah untuk menempuh perjalanan, Anda tidak akan merasa lelah, karena pemandangan di sekeliling yang memanjakan mata. Terlebih jika sudah sampai di tempat.

Di dekat air terjun, juga tersedia homestay yang dilengkapi hammock (ayunan) serta tempat untuk berenang. Tidak butuh biaya mahal untuk dapat menikmati fasilitas yang ada di homestay tersebut, cukup dengan membayar Rp.50.000, Anda sudah dapat menikmati semuanya termasuk hidangan nasi liwet.

12. Curug Suhada

Lokasi: Kampung Tajur, Desa Sindanglaya, Kecamatan Sukatani
Koordinat: Klik di sini
Tarif: Gratis

Curug Suhada (foto: wisatajabar.com)

Dengan tebing berketinggian sekitar 7 meter, membuat jatuhnya air dari atas ketinggian Curug Suhada terlihat eksotis, terlebih pemandangan sekelilingnya sangat menawan. Menariknya, aliran air terjun ini sangat bersahabat, sehingga para pengunjung yang datang tidak pernah melewatkan kesempatan untuk mandi di bawah guyuran air terjun yang segar.

Karena masih belum dikelola dengan maksimal, pengunjung yang datang tidak dipungut biaya alias gratis. Namun konsekuensinya, di tempat ini juga belum ditemui fasilitas yang memadai untuk para wisatawan. Jalan untuk menuju ke lokasipun juga masih cukup sulit. Namun perjalanan yang berat tersebut akan terbayar lunas begitu sampai di tempat tujuan, karena keindahan Curug Suhada memang luar biasa.

13. Situ Wanayasa

Lokasi: JL Raya Wanayasa, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta
Koordinat: Klik di sini
Tarif: Gratis

Situ Wanayasa (foto: pondoksalam.co.id)

Dengan latar belakang gunung Burangrang, bukit hijau dan pepohonan di sekeliling danau, ditambah airnya yang jernih membuat pemandangan yang terhamnpar di sekitar Situ Wanayasa ini menyejukkan mata. Pengunjung tidak hanya disuguhi keindahan alam saja saat datang ke sini, tapi juga sajian berbagai macam wisata kuliner dari rumah-rumah makan yang berdiri di sekitar Situ Wanayasa. Bagi yang ingin bereksplorasi di atas permukaan air dengan mengelilingi danau atau memancing, dapat menyewa perahu dan bebek kayuh yang telah disiapkan bagi para wisatawan.

Di tengah danau yang luasnya sekitar 7 hektar ini, pengunjung juga dapat menjumpai sebuah pulau kecil tempat dimakamkannya RA Suriawinata, pendiri Purwakarta yang juga pernah menjabat sebagai Bupati Karawang ke-9. Untuk menuju ke Pulau kecil tersebut, pengunjung dapat menggunakan jembatan semi permanen yang menghubungkan sisi danau dengan pulau.

14. Curug Cipurut

Lokasi: Desa Sumurugul, Kecamatan Babakan, Kabupaten Purwakarta
Koordinat: Klik di sini
Tarif: Rp.3000

Curug Cipurut (foto: sharediginote.blogspot.co.id)

Karena menjadi bagian dari Cagar Alam “Gunung Burangrang”, Curug Cipurut pun berada dalam pengelolaan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat I. Air terjun alami yang saat ini mulai dikembangkan tersebut, memiliki 3 curug, yaitu curug utama dengan ketinggian 25 meter, dan 2 curug lainnya yang lebih landai. Karena lokasinya yang landai dan arus air yang bersahabat, membuat para pengunjung banyak yang memanfaatkan kedua curug tersebut untuk mandi dan berenang serta bermain seluncur.

Menyuguhkan pemandangan dan kesegaran air terjun ditambah keindahan alam lewat pepohonan yang mengelilinginya, Curug Cipurut tidak hanya dijadikan sebagai spot wisata, tapi juga kerap dimanfaatkan sebagai tempat camping, outbond, botram (makan bersama), serta objek foto untuk mereka yang gemar selfie.

15. Sumber Air Panas Ciracas

Lokasi: Desa Ciracas, Kecamatan Kiarapedes
Koordinat: Klik di sini

Sumber Air Panas Ciracas (foto: bandung.panduanwisata.id)

Dua belas titik sumber mata air panas yang ada di sini siap menyambut para pengunjung yang ingin berendam untuk menghilangkan pegal-pegal, rematik, penyakit kulit, serta menyegarkan tubuh. Bonus bagi para pengunjung yang datang ke tempat ini adalah indahnya panorama sekeliling yang berlatarbelakang hamparan sawah dan pepohonan, serta hijaunya perkebunan teh yang terbentang di kanan-kiri jalan saat menuju ke lokasi.

Sayangnya, sumber  air panas yang sudah dimanfaatkan sejak masa penjajahan Belanda tersebut hingga kini masih belum dikelola secara profesional, sehingga tidak ada pemasukan bagi pemerintah daerah. Begitu juga dengan masyarakat yang menyediakan, bak-bak untuk berendam para tamu yang datang, mereka tidak menetapkan tarif dan cenderung menerima berapapun pemberian dari para tamu untuk jasa yang telah mereka berikan.

16. Giri Tirta Kahuripan

Lokasi: JL Raya Wanayasa, Desa Taringgul Tonggoh RT/RW:04/13 Wanayasa
Koordinat: Klik di sini
Tarif: Rp.20.000

Giri Tirta Kahuripan (foto: Koleksi Giri Tirta Kahuripan)

“Serasa mandi di atas awan” ungkapan itulah yang pas untuk menggambarkan suasana saat mandi di kolam renang yang ada di resort terindah di Purwakarta yakni resort Giri Tirta Kahuripan yang berlokasi di atas bukit dengan arak-arakan awan yang melintas di atas kepala. Tidak hanya kesegaran air kolam renangnya saja yang disuguhkan oleh resort ini, tapi juga berbagai wahana rekreasi yang bakal memberikan sensasi tersendiri bagi mereka yang berkunjung ke sini.

Bagi Anda yang gemar berpetualang di alam bebas, tersedia ATV yang dapat disewa seharga Rp.15.000/orang per 15 menit. Jika ingin berselancar, telah disiapkan arena bermain seluncur air dengan membayar Rp.10.000/orang. Tersedia pula lapangan futsal yang dapat disewa dengan harga Rp.125.000/jam.

Pengunjung juga dapat memanfaatkan mobil yang telah disiapkan oleh pengelola resort tersebut untuk  menjelajahi seluruh area guna menikmati pemandangan di sekeliling yang indah, seperti hamparan kebun manggis, kebun buah naga, dan melihat aneka satwa seperti monyet merah, buaya muara, rusa timur, ikan arapaima, burung kakak tuam serta satwa yang lain.

BacaJuga:  15 Tempat Wisata di Cimahi Yang Murah: Curug, Taman, Outbound, Kolam Renang

17. Sentra Keramik Plered

Lokasi: Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta
Koordinat: Klik di sini

Sentra Keramik Plered (foto: travelingyuk.com)

Plered adalah kecamatan di Purwakarta yang luasnya sekitar 36,79 meter2. Di kecamatan inilah berkembang industri keramik sejak tahun 1904 hingga sekarang. Bahkan, keramik buatan Plered sudah banyak yang diekspor ke luar negeri, sehingga tidak mengherankan jika Keramik Plered menjadi ikon dari kabupaten Purwakarta.

Sebagai tempat tujuan wisata edukasi, Plered bisa dijadikan alternatif karena para pengunjung yang datang di sini dapat melihat secara langsung proses pembuatan keramik di rumah-rumah penduduk yang menggantungkan hidupnya dari membuat keramik dengan berbagai macam bentuk dan ukuran. Selain melihat secara langsung proses pembuatan keramik, Anda juga dapat berbelanja berbagai jenis keramik sebagai oleh-oleh dengan harga yang lebih murah dibanding tempat lainnya.

18. Goa Jepang dan Belanda

Lokasi: Gunung Gokaramai, Desa Pusakamulya, Kecamatan Kiarapedes
Koordinat: Klik di sini

Goa Jepang dan Belanda (foto: majalahteras.com)

Sama halnya dengan daerah-daerah lain, Purwakarta pun memiliki jejak sejarah yang menjadi saksi bisu dari perjalanan bangsa dan negara Indonesia.  Jejak histories tersebut terletak di gunung Gokaramai berupa goa dengan lebar 2 meter, tinggi 1,5 meter dan kedalaman  300 meter. Dikenal dengan Goa Jepang karena goa tersebut dibangun pada masa penjajahan Jepang di tahun 1942 dan dipakai sebagai tempat persembunyian.

Goa yang pembangunannya memakan banyak nyawa penduduk pribumi yang dijadikan romusha tersebut, memiliki 3 pintu untuk keluar masuk, serta 12 kamar yang membentuk huruf T dengan masing-masing kamar berukuran antara 3 – 6 meter. Selain digunakan sebagai tempat persembunyian, goa tersebut oleh tentara Jepang juga dimanfaatkan sebagai gudang senjata dan mesiu serta tempat stasiun radio Jepang untuk berkomunikasi.

Selain goa Jepang, terdapat pula Goa Belanda yang lokasinya sekitar 800 meter dari Goa Jepang. Goa ini memiliki satu lobang besar, serta dua lobang kecil di kanan kirinya dengan posisi yang lebih tinggi. Goa yang dibangun pada tahun 1941 ini dulu digunakan sebagai terowongan untuk menghubungkan PLTA Bengkok, sebelum akhirnya berubah fungsi sebagai Pusat Stasiun Radio Telekomunikasi bagi militer Hindia Belanda pada masa perang kemerdekaan.

Kompleks Goa Jepang dan Goa Belanda tersebut, saat ini telah dikembangkan sebagai  destinasi wisata alam, dan kerap digunakan untuk acara-acara camping, horse riding, agro wisata, lintas alam, dan berbagai aktifitas wisata adventure lainnya.

19. Taman Pancawarna

Lokasi: JL. Ganda Negara, Nagri Kidul, Kecamatan Purwakarta
Koordinat: Klik di sini

Taman Pancawarna (foto: Humas Sekda Purwakarta)

Sejuk dan asri, suasana itulah yang bakal dirasakan saat memasuki pendopo  Kabupaten Purwakarta. Suasana yang nyaman tersebut tidak lepas dari keberadaan Taman Pancawarna yang ada di depannya. Taman yang berhias air mancur, jembatan dan patung macan putih ini ditanami dengan berbagai macam bunga serta tanaman perdu yang membuat rindang serta indah suasana di sekelilingnya.

Tidak heran jika masyarakat, bahkan para wisatawan dari luar kota banyak yang menyempatkan diri untuk datang menikmati keindahan Taman Pancawarna sambil berfoto ria. Bahkan pada setiap hari minggu atau hari libur, tempat ini digunakan sebagai spot berolah raga dan senam, karena taman ini memang terbuka  untuk umum.

20. Ujung Aspal

Lokasi: Desa Pusaka Mulya, Kecamatan Kiara Pedes
Koordinat: Klik di sini
Tarif: Rp.3000
Jam Operasional: 07.00 – 17.00

Ujung Aspal (foto: tempatwisataindonesia.id)

Objek wisata terbaru yang ada di ujung Selatan Purwakarta ini menawarkan panorama alam yang indah lewat jajaran pohon-pohon pinus yang berbaris rapi. Udara sejuk akan menyambut para  pengunjung yang ada di sini, karena selain lokasinya dikelilingi pepohonan juga tidak jauh dari gunung Burangrang.

Destinasi wisata yang dikelola oleh Perum perhutani ini juga melengkapi Ujung Aspal dengan hammock atau ayunan tali, saung ijuk dan tempat duduk khas tradisional Sunda yang berbahan kayu untuk memanjakan para wisatawan.

Meski lokasi wisata berupa hutan pinus, namun untuk mencari berbagai macam makanan tidaklah sulit, karena di sekitar spot wisata ini banyak ditemui para penjual makanan dan minuman.

21. Gunung Lembu

Lokasi: Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani
Koordinat: Klik di sini

Gunung Lembu (foto: liputan6.com)

Bagi penggemar wisata petualangan yang terhitung masih pemula, Gunung Lembu sangat cocok untuk didaki, karena meskipun medannya sedikit terjal, namun terhitung mudah untuk dijelajahi. Terlebih ketinggian gunung Lembu hanya sekitar 1.000 mdpl dengan waktu tempuh sekitar 2 – 4 jam perjalanan, sehingga tidak terlalu menguras tenaga.

Menariknya, begitu sampai di puncaknya, Anda akan disuguhi panorama yang menakjubkan berupa view Waduk Jatiluhur, serta gunung Bangkok dan gunung Parang yang lokasinya berdampingan.

22. Gunung Bongkok

Lokasi: Desa Cisarua, Kecamatan Tegalwaru
Koordinat: Klik di sini

Gunung Bongkok (foto: alpiadiprawiraningrat.blogspot.co.id)

Sama halnya dengan gunung Lembu, gunung Bangkok juga cocok untuk para penggemar wisata adventure yang masih pemula, sebab dengan ketinggian hanya sekitar 875 mdpl, tidak terlalu melelahkan untuk didaki serta dapat dipakai sebagai ajang pemanasan sebelum melakukan pendakian yang lebih berat di jajaran seven summit yang ada di negeri ini.

Selain itu, gunung Bangkok lewat dua puncaknya yang bernama Puncak Datar dan Puncak Batu Tumpuk juga memberikan view yang luar biasa bagi para pendaki, berupa kaindahan panorama waduk Jatiluhur serta Gunung Parang.

23. Bukit Pinus Panyawangan Kiarapedes

Lokasi: Desa Pasir Muncang, Kecamatan Kiarapedes
Koordinat: Klik di sini
Tarif: Rp.5000/orang untuk sewa camping ground

Bukit Pinus Panyawangan Kiarapedes (foto: pikiran-rakyat.com)

bjek wisata yang resmi dibuka pada 23 Maret ini adalah pengembangan lahan hutan pinus yang berada di bawah penanganan Perhutani bekerjasama dengan Karang Taruna dan LMDH setempat. Di area wisata ini, pengunjung dapat  menikmati indahnya hutan pinus, terutama pada pagi dan sore hari, karena di saat itu cahaya matahari yang menerobos sela-sela pohon pinus menciptakan efek cahaya yang memukau.

Tidak hanya keindahan hutan pinus saja yang ditawarkan wanawisata ini, tapi juga keindahan dari dua air terjun yaitu Curug Pamoyaman dan Curug Manah Rasa. Selain itu, terdapat pula peninggalan sejarah, yaitu Goa Jepang yang bernama Guha Panyileukan.

Untuk dapat lebih menikmati segarnya udara dan keindahan bukit pinus Panyawangan, pihak pengelola telah menyiapkan arena camping ground yang dilengkapi toilet bersih, sehingga sangat pas untuk dikunjungi bersama rombongan, baik dengan keluarga maupun teman-teman. Tersedia pula jalur Sepeda Gunung dengan rute sekitar 2000 meter dari puncak yang diberi nama Pusakamulya Bike Park.

24. Bale Panyawangan

Lokasi: Nagritengah, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta
Koordinat: Klik di sini
Jam Operasional: Senin – Jumat 09.00 – 15.00 WIB, Sabtu – Minggu 09.00 – 13.00 WIB

Bale Panyawangan (foto: purwakarta-tourism.com)

Bale Panyawangan yang memiliki arti “Tempat untuk Menerawang” adalah museum sejarah perkembangan Kabupaten Purwakarta yang disajikan dalam bentuk diorama digital lengkap dengan video-video yang berisi cuplikan pidato para pemimpin Indonesia serta foto-foto Bupati yang pernah menjabat di kabupaten Purwakarta. Terdapat pula berbagai macam arsip sxerta buku digital yang menyuguhkan gambar bergerak berikut audio narasi untuk menjelaskan gambar video yang ditampilkan.

Tampilan museum ini semakin menghibur dengan adanya teater kecil yang menceritakan tentang sejarah Purwakarta yang dahulu bernama Sindang Kasih. Satu lagi yang cukup menarik perhatian, pengunjung museum dapat mengelilingi Purwakarta hanya dengan menggunakan sepeda onthel simulator atau berfoto dengan Bupati Purwakarta saat ini dalam bentuk virtual. Tempat ini menjadi semakin menarik, karena pengunjung yang datang sama sekali tidak dipungut tiket masuk.

25. Masjid Agung Baing Yusuf

Lokasi: Desa Cipaisan, Kecamatan Purwakarta
Koordinat: Klik di sini

Masjid Agung Baing Yusuf (foto: purwakarta-tourism.com)

Landmark yang menjadi kebanggaan masyarakat muslim di Purwakarta ini didirikan pada tahun 1830 oleh hoofdpanghulu (Penghulu Kepala) Kabupaten Karawang, Raden Haji Yusuf (Baing Yusuf) pada masa pemerintahan Bupati R.A.A. Suriawinata alias “Dalem Sholawat” (1830 – 1849). Sehingga masjid inipun merupakan saksi bisu sejarah perkembangan kota Puwakarta.

Pada saat pertama kali dibangun, bentuk dari bangunan masjid ini sangat sederhana dengan atap berbentuk tumpang, sebagaimana pada umumnya masjid-masjid tradisional. Namun seiring dengan berjalannya waktu, masjid itupun mengalami pemugaran dan penyempurnaan. Saat ini, bahkan telah dihiasi dengan taman yang tertata indah, rapi dan bersih.

26. Kampoeng Sadang

Lokasi: JL. Veteran Gang Buana Indah, Desa Mulya Mekar, Kecamatan Babakancikao
Koordinat: Klik di sini
Tarif: Rp.150.000

Kampoeng Sadang (Foto: sangpetualang.com)

Objek wisata dan edukasi yang mengusung konsep pedesaan ini menarik untuk dikunjungi, karena tidak hanya memberikan fasilitas rekreasi pada para wisatawan yang datang ke sini, tapi juga pembelajaran dan pengembangan sumber daya manusia lewat agrowisata, baik yang berkaitan dengan pertanian maupun peternakan.

BacaJuga:  10 Gambar Hotel Gantung Purwakarta, Berapa Harga Penginapan Padjajaran Tertinggi di Dunia ini?

Peningkatan kualitas sumber daya manusia tersebut dilakukan lewat berbagai aktifitas indoor maupun outdoor, karena di Kampoeng Sadang tersedia fasilitas yang lengkap, seperti area untuk menggelar camp ground, gathering/outbond, Kids Activity, area pertanian dan peternakan serta yang lain, termasuk penyediaan tempat untuk meeting, conference, exhibitions, berikut berbagai infrastruktur untuk menggelar berbagai macam acara, mulai dari acara kecil seperti arisan, reuni, pesta perkawinan sampai dengan acara besar seperti konser musik.

27. Desa Wisata Pasanggrahan

Lokasi: Desa Passanggrahan, Kecamatan Bojong
Koordinat: Klik di sini
Tarif: Rp.150.000/malam untuk setiap pengunjung yang menginap di homestay.

Desa Wisata Pasanggrahan (Foto: sangpetualang.com)

Tempat wisata pendidikan untuk pembinaan siswa dengan nuansa pedesaan ini menyuguhkan atmosfir pedesaan lewat hamparan sawah dan bebukitan, pepohonan yang hijau, areal perkebunan rakyat berlatar belakang Gunung Burangrang, lengkap dengan rumah panggung tradisional serta sungai yang masih alami dan jernih.

Aktifitas menarik yang akan ditemui para wisatawan utamanya pelajar yang datang dan menginap di homestay, mereka akan diajak untuk menjalankan aktifitas yang dilakukan pemilik rumah. Salah satu misal, jika pemilik rumah bertani, maka pengunjung atau pelajar itupun harus ikut membantu pemilik rumah mengerjakan lahan pertanian.

28. Curug Ponggang

Lokasi: Desa Sukajaya, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta dan Desa Ponggang, Kecamatan Serangpanjang, Subang.
Koordinat: Klik di sini

Curug Ponggang (foto: alpiadiprawiraningrat.blogspot.co.id)

Meski disebut curug, namun Curug Ponggang tidak sebagaimana air terjun pada umumnya yang airnya langsung jatuh dari atas tebing menuju ke bagian permukaan curug. Air yang ada di sini keluar dari gorong-gorong alami dengan pancaran yang deras menghantam batu-batu kali yang memiliki tekstur yang indah.

Curug Ponggang sempat populer pada sekitar tahun 2002 – 2005 dan banyak dikunjungi para wisatawan. Namun, karena akses yang menuju ke tempat ini, terutama pada sektor transportasi sangat minim, ditambah tidak adanya fasilitas yang mendukung kenyamanan para wisatawan, serta alasan mistis yang konon Curug Ponggang dijaga oleh Buto Ijo, membuat pengunjung wisata air terjun ini semakin berkurang.

29. Mata Air Cisaladah 

Lokasi: Kampung Ciparang, Desa Gandasari, Kecamatan Bojong
Koordinat: Klik di sini
Tarif: Rp.5000

Mata Air Cisaladah (foto: ngadem.com)

Begitu jernihnya mata air yang satu ini, hingga dasar kolam beserta lumut-lumutnya dapat dilihat dengan jelas dari atas permukaan air. Itu sebabnya, meski Purwakarta tidak memiliki wisata laut dan pantai, namun warganya masih dapat melakukan aktifitas snorkeling dengan menyelam di jernihnya mata air Cisaladah yang juga dijadikan habitat ikan emas.

30. Kuburan Kereta

Lokasi: Nagritengah, Kabupaten Purwakarta
Koordinat: Klik di sini

 

kuburan kereta (foto: travelingyuk.com)

Jika ingin menyaksikan pemandangan unik yang instagramable untuk dijadikan background foto, datang saja ke Stasiun Purwakarta, dan temukan 50 lebih gerbong kereta api yang sudah tidak terpakai dengan berbagai warna dan dan berbagai jenis yang ditumpuk sebagaimana permainan lego dalam bentuk raksasa. Gerbong-gerbong tersebut ada yang bekas KRL Rheostatik, Hitachi, AC Toyo Rapid 1000, BN-Holec, Tokyo Metro 5000, serta jenis lainnya yang semuanya tidak dipakai karena digantikan KRL Commuter Line.

31. Situ Cikamar

Lokasi: Kampung Tanjung Garut, Desa Cijunti, Kecamatan Campaka
Koordinat: Klik di sini

Situ Cikamar (foto: travel.detik.com)

Berjarak sekitar 20 km dari pusat kota Purwakarta, keberadaan Situ Cikamar jika dilihat dari pinggir jalan tertutup oleh pemukiman penduduk. Untuk itu, jika ingin menuju ke lokasi, harus sedikit bersusah payah dengan berjalan kaki. Begitu sampai di tempat, Anda akan menjumpai sebuah danau yang masih perawan, karena belum tersentuh sama sekali oleh industri pariwisata, namun telah mampu menyuguhkan pemandangan yang menawan.

Selain pemandangan indah yang menarik untuk dijadikan objek foto, para pengunjung juga dapat menikmati aktifitas memancing yang disediakan oleh penduduk setempat, karena selama ini air dari Situ Cikamar selain dimanfaatkan untuk irigasi pertanian juga dijadikan tempat memelihara ikan.

Jika danau ini digarap dengan serius untuk menunjang industri pariwisata di Purwakarta, bisa dipastikan akan mengundang banyak wisatawan, karena selain menawarkan pemandangan yang indah, kawasan di sekitar danau juga dapat dimanfaatkan untuk wisata kuliner, sedang danau itu sendiri dapat digunakan untuk berbagai kegiatan wisata air.

32. Parang Gombong

Lokasi: Desa Sukamanah, Kecamatan Sukasari
Koordinat: Klik di sini

Parang Gombong (foto: komunitasmotorboxpurwakarta.blogspot.co.id)

Nikmati aktifitas berperahu yang mengasikkan di Parang Gombong, sambil memancing atau menikmati pemandangan sekeliling yang indah. Perahu-perahu tersebut dapat dijumpai dengan mudah, karena penduduk setempat selain mengais rejeki dari para wisatawan lewat usaha kuliner dengan membuka warung-warung, sebagian juga ada yang menyewakan perahu untuk mengantar para wisatawan yang ingin berkeliling danau Parang Gombong atau menyeberang dan mendarat di pulau-pulau kecil yang ada di sekitarnya. Di pulau-pulau kecil itulah para wisatawan dapat menikmati makanan yang dibawa dari rumah, atau membakar ikan hasil dari mengail untuk disantap.

33. Kampung Andir

Lokasi: Nagritengah, Kecamatan Purwakarta
Koordinat: Klik di sini

Kampung Andir (Foto: sosokitu.com)

Deretan rumah adat Sunda berbentuk panggung, berdinding bilik dan beratap ijuk sejumlah 66 buah rumah merupakan pemandangan yang menarik, utamanya bagi mereka yang berasal dari luar Jawa Barat. Rumah-rumah tersebut cukup sederhana, karena hanya memiliki satu kamar tidur, kamar mandi, dapur dan ruang utama. Sedang bagian depannya terdapat jojodog (balkon) sebagaimana ciri dari rumah-rumah khas Sunda. Meski kecil dan sederhana, rumah tersebut mengundang perhatian banyak orang karena bentuknya yang seragam dan  membawa ciri khas rumah Sunda.

Dibangunnya 66 buah rumah tersebut, sebenarnya merupakan bantuan yang diberikan pemerintah daerah Purwakarta kepada penduduk Cilawang yang kehilangan tempat tinggal mereka akibat longsor. Namun, proyek jangka panjang dari pemerintah adalah mengembangkan Kampung Andir yang juga dikenal dengan nama Kampung Baru sebagai Desa Wisata. Untuk itulah infrastruktur yang ada di kampung tersebut terus ditingkatkan dan disempurnakan, sementara penduduknya terus diberi pelatihan.

34. Taman Pasanggrahan

Lokasi: JL. Veteran No.134, Ciseureuh
Koordinat: Klik di sini
Jam Operasional: Minggu 08.00 – 12.00 WIB

Taman Pasanggrahan (foto: travel.kompas.com)

Bertujuan untuk melestarikan budaya Sunda, lebih khusus melestarikan permainan dan jajanan tradisional, didirikanlah Taman Pasanggrahan yang merupakan wisata edukasi, terutama bagi anak-anak.  Taman yang berada di kompleks perkantoran Pemda Purwakarta ini, dikelilingi pepohonan yang bagian tengahnya terdapat air mancur dengan tanaman hias, dan di beberapa sisi dapat ditemui leuit serta saung-saung makanan.

Di sini anak-anak akan diajak dan diajari memainkan berbagai macam permainan tradisional, seperti gasing atau panggal, galah santang, bola bekel, bebedilan, bebeletokan, egrang, congklak, serta kaulinan barudak atau permainan tradisional yang lain. Tentu saja, mereka juga dipinjami peralatan untuk bermain. Selain itu,  para pengunjung juga dapat melihat secara langsung, bahkan belajar membuat berbagai jenis makanan tradisional, seperti Sangu Akeul, Kicimpring, Opak, Gula Aren, serta yang lain.

35. Galeri Menong

Lokasi: JL. Veteran No.134, Ciseureuh
Koordinat: Klik di sini
Jam Operasional: 08.00 – 20.00 WIB

 

Galeri Menong (foto: ayobandung.com)

Bagi para wisatawan yang ingin membawa pulang oleh-oleh khas Purwakarta, tidak perlu harus mengumpulkan satu persatu dari daerah-daerah yang menjadi produsen dari buah tangan tersebut, karena sejak pertengahan Desember, Pemerintah Daerah Purwakarta telah membuka Galeri Menong yang menjual berbagai macam makanan dan souvenir khas Purwakarta.

Berbagai macam souvenir yang dapat dijumpai di sini, diantaranya adalah: keramik Plered, batik khas Purwakarta dengan corak gerabah, dan berbagai macam kerajinan. Sementara untuk produk makanan khas Purwakarta, diantaranya adalah sate Maranggi, Simping, Semprong serta yang lain.

Seluruh souvenir dan produk makanan khas Purwakarta yang dijual di Galeri Menong adalah produk dari UMKM yang menjadi binaan dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Purwakarta, sebab didirikannya outlet produk lokal ini, selain untuk mempermudah wisatawan dari luar daerah yang ingin mendapatkan oleh-oleh khas Purwakarta, juga sebagai wadah publikasi bagi produk UMKM yang ada di Purwakarta.

Semua catatan di atas adalah data terakhir pada saat tulisan ini dibuat. Jika ada perubahan terbaru yang Kamu ketahui, silakan informasikan kepada kami pada kolom komentar di bawah ini ya. Begitu juga jika ada yang salah, punya kritik dan saran. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.