10 Gambar Tugu Jogja (Foto Malam Hari Yogyakarta), Sejarah Mitos + Alamat Lokasi Letak Wisata

Posted on
Tugu jogja vector png malam hari via vallen cdr download valen gambar di foto mp3 valent wallpaper wikipedia inggris english waktu disiram warna merah wikimapia ricuh rusuh rusak rental rahasia resto setelah direnovasi renovasi replika dirusak rute romantis rowan roma travel tempo dulu terbaru tadi dibangun tahun 1940 baru ternoda doeloe tinggi toko tembakau emas kamera cerutu yahudi yang asli yg yogyakarta indonesia ukuran umur ujung istimewa is image illuminati optik dicoret oleh turis cat bule wna pagi papercraft pertama pahlawan pada kali pensil perbatasan jateng hitam putih pal puisi pindah pia picture pop posisi poster lagu lirik lilin logo lama lambang ada lele dilempar dilecehkan letak dilumuri mas lurik monumen sejarah berdirinya lokasi filosofi mitos hd kembali kartun koplo karikatur kecelakaan kena cat ke malioboro kuliner kurnia nol kilometer bakmi kidul kisah kota daerah 55233 jaman dahulu jam jalan jadul juni juli jolie history herona heboh hut hotel honda golong gilig google map gerhana matahari sebelum gempa diguyur gudeg gulai gule gopro freemason festival fakta futsal fungsi nomor telepon filsafat dari masa darah dalam bahasa demo ahok description detik angkringan denpasar dan sekarang perbedaan siluet sketsa sera saat ini gta mod suasana sunset sunrise siang siram simbol jadwal stasiun solo soto souvenir animasi adalah art clipart arti artikel akik ambruk amaris atas macet mei melambangkan musik muda murah mistis minggu misteri monjali motor ndx nella kharisma news nama naik apa titik nikah massal bentrok berdarah basa jawa bali berita berapa dikotori biografi borobudur chord cartoon cet cerita celana city mall corel coklat com ditabrak xenia zionis landmark ikon
Foto Tugu Jogja Malam Hari. Foto: mjtourstravel.com

Lokasi: Jl. Jend. Sudirman, Gowongan, Jetis, Daerah Istimewa Yogyakarta 55233, Indonesia
Maps: Klik Disini
HTM: Gratis
Buka/Tutup: 24 jam
Telepon: +62 274 587486

Jogjakarta merupakan salah satu kota yang memiliki banyak keistimewaan tersendiri. Ada banyak kawasan wisata yang bisa memanjakan para wisatawan. Baik dari wisatawan domestik dan juga mancanegara. Hal ini tentu saja mendukung dunia pariwisata Jogja untuk berkembang lebih baik lagi. Di area selatan atau barat Jogja, kawasan wisata pantai menjadi salah satu daya tarik yang siap memanjakan para wisatawan. Deretan pantai sudah menjadi salah satu incaran para wisatawan untuk mengisi waktu liburan mereka di kota pelajar ini.

Selain pantai, kawasan wisata alam lainnya juga bisa ditemukan di kota pelajar ini. Goa Pindul, Hutan Mangrove, hutan pinus Mangunan hingga Air Terjun Sri Gethuk yang siap memberikan pesona alam yang eksotis dan indah kepada para wisatawan. Tentu saja hal ini juga mendukung dunia pariwisata Jogja.

Untuk kawasan wisata lainnya juga dimiliki oleh Jogjakarta. Salah satunya adalah kawasan wisata budaya yang siap memberikan sisi pengetahuan dan juga edukasi mengenai perkembangan sejarah di kota Jogja ini. Para wisatawan bisa mengunjungi Candi Prambanan, Ratu Boko, Borobudur dan juga Candi Ijo. Tentu saja hal ini bisa memberikan pengetahuan dan informasi yang komplit bagi para wisatawan.

Sementara di pusat kota Jogja sendiri terdapat salah satu landmark atau ikon dari kota pelajar ini yang tidak kalah menarik. Tugu Jogja menjadi pusat perhatian dari para wisatawan yang berlibur ke sini. Tidak jarang banyak para wisatawan mengunjungi tugu yang sarat dengan cerita sejarah dan juga sisi historis dari Jogja itu sendiri. Apalagi tugu Jogja ini memang cukup terkenal di kalangan para wisatawan dan juga masyarakat kota Jogja.

Keindahan Tugu Jogja kala malam. Foto: dutawisata.co.id

Sejarah Tugu Jogja

Tugu Jogja seperti diketahui bersama merupakan ikon atau landmark dari kota Yogyakarta yang tentu saja sudah cukup terkenal di kalangan masyarakat. Tugu ini ternyata sudah berusia lebih dari 300 tahun atau 3 abad. Dan ternyata tugu ini sudah menyimpan banyak sekali cerita sejarah dan juga sisi historis dari kota Yogyakarta. Simbol dan lambang kota Yogyakarta ini pertama kali dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I yang merupakan pendiri dari istana Keraton Yogyakarta di kota pelajar ini. Tugu ini dibangun pada saat ini menjadi sumbu imaginer yang memiliki nilai yang sangat magis dan menghubungkan antara Gunung Merapi dan juga Laut Selatan. Dan Tugu ini berada di tengah-tengahnya dan menjadi sumbu kedua kutub di Jogja tersebut.

Jika para wisatawan mampu memperhatikan kala mengunjungi kawasan wisata Keraton Yogyakarta, tentu saja akan terlihat sebuah garis lurus imajiner jika melihat ke arah utara. Di sini para wisatawan bisa melihat area Jl. Malioboro, Jl.Mangkubumi dan juga Tugu Jogja yang menghubungkan ke Jl. Monumen Jogja Kembali serta menuju ke arah gunung Merapi. Garis lurus imajiner yang terhubung antara Kraton, Tugu dan Merapi bisa terlihat dengan jelas.

Kawasan wisata sejarah Tugu Jogja ini juga memiliki gambaran sebagai Manunggaling Kawula Gusti yang memiliki arti sebagai semangat persatuan yang digugah oleh Sultan untuk melawan penjajah yang datang ke Indonesia dan juga Jogja. Semangat persatuan ini tentu saja bisa terlihat dari bentuk tiang bangunan tugu yang memiliki bentuk gilig atau silider. Sementara di area puncak ini memiliki bentuk bulat atau bahasa jawanya golong yang membuat Tugu Jogja ini pada jaman dulu disebut sebagai Tugu Golong Gilig. Tugu ini ternyata juga memiliki arti bahwa ketika Sultan Yogyakarta hendak melakukan meditasi memberikan petunjuk ke atas guna menghadap ke arah puncak gunung Merapi di sebelah utara Jogja.

Pesona Tugu Jogja. Foto: sewamobiljogja.info

Tugu Yogyakarta ini pada awalnya bukan berbentuk seperti yang sekarang sering dilihat oleh para wisatawan. Dahulu tugu ini memiliki bentuk tiang silinder dengan bentuk yang mengerucut. Sementara di area bawahnya atau di area dasarnya sendiri terdapat sebuah pagar yang melingkari tugu. Sedangkan di area puncaknya ini memiliki bentuk bulat. Tugu ini dulu memiliki tinggi sekitar 25 meter.

Perubahan bentuk tugu terjadi setelah tanggal 10 Juni 1867. Hal ini disebabkan adanya bencana gempa bumi yang sangat dahsyat dan besar dan menguncang kota Yogyakarta. Gempa ini membuat kota Tugu Jogja ini runtuh. Ditambah lagi akibat efek gempa tersebut membuat keadaan di Jogja semakin tidak menentu dan juga memporak porandakan sebagian kota Jogja.

Dan ditahun 1889 ini Belanda kala itu memprakarsai dengan membangun kembali Tugu Jogja yang runtuh. Akan tetapi bentuknya berbeda dengan bentuk awal. Pemerintah Belanda yang berkuasa di Jogja membangun Tugu Jogja dengan bentuk persegi yang menambahkan hiasan prasasti di setiap sisi dari tugu tersebut. Dan prasasti ini mempunyai tulisan dan juga informasi mengenai siapa saja yang ikut terlibat dalam pembangunan ulang tugu Jogja ini.

Suasana Siang hari di Tugu. Foto: pegipegi.com

Sementara di area puncak tugu ini juga tidak lepas dari perubahan. Pada pembangunan baru ini area puncak berbentuk kerucut atau runcing yang menggantikan bentuk bulat. Tentu saja memberikan bentuk yang jauh berbeda. Sekilas mirip dengan Monumen Nasional. Selain itu untuk tingginya juga diubah. Jika sebelumnya memiliki tinggi 25 meter, sekarang dirubah menjadi 15 meter atau 10 meter jauh lebih rendah dari tugu Jogja semula. Setelah resmi selesai, tugu ini diberi nama menjadi De Witt Paal atau bernama Tugu Pal Putih.

Ternyata ada maksud tersendiri mengapa Belanda mengubah bentuk dan desain dari Tugu Jogja ini. Perubahan bentuk tugu ini menjadi salah satu taktik dari pemerintah Belanda guna mengikis persatuan rakyat dan juga raja di Jogjakarta guna menghadapi penjajag Belanda. Akan tetapi rencana dan taktik tersebut tidak berjalan sesuai dengan harapan pemerintah Belanda. Pasalnya perlawanan dari masyarakat Jogja semakin tinggi dan juga kencang. Hal ini membuat Belanda sedikit kewalahan dengan hal itu.

Eksotisme Kawasan Tugu Jogja. Foto: tripnesia.com

Letak dan Lokasi dari Tugu Jogja

Tugu Jogja ini lokasinya berada di tengah-tengah Jogja atau pusat kota Jogja. Letaknya berada di perempatan antara Jl. Pangeran Mangkubumi dan Jl. Jenderal Sudirman serta Jl. AM.Sangaji dan juga Jl. Pangeran Diponegoro. Akses menuju ke kawasan wisata ini tentu saja sangat mudah. Daerah Tugu Jogja ini sangat mudah untuk diakses disebabkan letaknya yang strategis dan berada di tengah perempatan jalan.

Suasana Tugu di Siang hari. Foto: kresnatourjogja.com

Akses menuju Tugu Jogja

Untuk menuju ke kawasan wisata Tugu Jogja ini sangat mudah. Jika berangkat dari luar kota Jogja terutama dari arah timur yaitu dari kota Surabaya – Solo, para wisatawan cukup lurus mengikuti jalan Solo yang menuju ke arah barat. Lurus ikuti jalan utama hingga melewati jembatan Janti, Gapura Selamat Datang dan juga Jembatan Kali Code di Sudirman. Setelah itu para wisatawan sudah sampai di Tugu Jogja.

Sementara jika berangkat dari arah Barat yaitu Jakarta – Purwokerto, para wisatawan bisa mengikuti jalur dari arah gamping terutama dari pasar Gamping. Dari pasar Gamping ini para wisatawan bisa menemukan pertigaan lampu merah yang akan menghubungkan dengan akses jalan ringroad Jogja. Setelah itu dilanjutkan dengan berjalan lurus dan bertemu dengan perempatan lampu merah kedua atau perempatan Gamping. Dari sini perjalanan dilanjutkan ke arah kanan atau ke arah timur. Ikuti terus jalur utama hingga nanti akan bertemu dengan tugu Jogja yang berada di antara akses jalan utama.

Sedangkan jika bergerak dari arah utara atau dari kota Semarang – Magelan), para wisatawan bisa melanjutkan perjalanan menuju ke jalan lingkar utara atau ringroad Jogja. Dari sini bisa berbelok menuju ke arah timur hingga akan menemukan sebuah Monumen Jogja kembali yang berada di bagian sisi kiri jalan. Setelah itu berbelok ke kanan atau bisa melanjutkan ke arah selatan dari perempatan lampu merah di depan monumen. Ikuti jalur utama hingga bertemu dengan Tugu Jogja.

Pesona Tugu di Malam Hari. Foto: kabarwisata.com

Bagi para wisatawan yang menggunakan kereta dan turun di stasiun Tugu, bisa berjalan kaki saja menuju ke arah utara yang berjarak kurang dari 1 km atau lebih tepatnya 800 meter. Bisa juga menggunakan bis seperti bis trans Jogja yang bisa mengantarkan ke Tugu. Akan tetapi tanyakan terlebih dahulu kode bis yang bisa mengantarkan ke arah Tugu

Sementara jika para wisatawan berangkat dari dalam kota, jika berangkat dari arah Malioboro atau Kraton, para wisatawan bisa melalui jalan Mataram yang dilanjutkan ke arah Kota Baru dan Jalan Jend. Sudirman. Sementara arah lainnya bisa melalui Jalan Bhayangkara atau Ngampilan dan Pathuk menuju ke arah Jl Pangeran Diponegoro.

Keindahan Tugu Pal Putih. Foto: lokanesia.com

Sementara jika dari arah Utara atau jalan Kaliurang, bisa mengambil jalur dari Jl Monumen Jogja Kembali yang menuju ke arah Jl AM Sangaji. Para wisatawan lurus terus mengikuti jalur utama hingga bertemu dengan Tugu Jogja. Sedangkan dari arah UGM, para wisatawan bisa melalui jalan C. Simanjuntak atau Cik Di Tiro. Setelah itu berbelok ke kanan melalui Jalan Sudirman. Dari Cik Di Tiro para wisatawan harus lurus terlebih dahulu menuju ke Kota Baru.

Bagi yang ingin mengunjungi kawasan wisata Tugu Jogja ini tidak perlu repot-repot mengeluarkan biaya. Pasalnya harga tiket masuk ke tugu ini gratis. Dan letaknya sendiri berada di public area yang memperbolehkan semua orang bisa masuk. Jika ingin berkunjung di siang hari, harap berhati-hati. Pasalnya arus lalu lintas sangat ramai pada siang. Waktu yang pas untuk berkunjung ke sini adalah malam hari. Sementara di bagian Selatan terdapat replika Tugu Golong Gilig lengkap dengan prasasti di belakangnya. Hal ini untuk memberikan informasi kepada masyarakat umum mengenai sejarah dari Tugu Jogja ini.

Suasana Tugu di siang hari. Foto: yogyatrip.com

Fasilitas di Tugu Jogja

Tugu Jogja sudah menjadi kawasan wisata yang pas untuk memanjakan para wisatawan. Tidak heran jika di sini sudah ada banyak fasilitas yang memadai. Salah satunya adalah area tempat parkir. Bagi para wisatawan yang membawa kendaraan roda empat, area parkir memang sedikit lebih sulit ditemukan terutama di siang hari. Biasanya para wisatawan akan diarahkan untuk parkir di area parkir Bank Mandiri yang letaknya berada di sebelah timur dari perempatan Tugu Jogja tersebut. Atau bisa juga di area parkir umum Abu Bakar Ali yang berdekatan dengan Stasiun Tugu. Akan tetapi harus berjalan kaki dari tempat parkir ini.

Hal ini karena memang dikarenakan kawasan wisata Tugu Jogja ini bukan tempat wisata. Sehingga pemerintah setempat tidak menyediakan area parkir khusus. Oleh sebab itu disarankan untuk datang ke kawasan Tugu ini pada malam hari. Pasalnya para wisatawan bisa memarkir kendaraan mereka di sekitar jalan Mangkubumi. Di sini sudah tersedia parkir di depan perkantoran. Apalagi pada malam hari area perkantoran akan tutup. Dan area parkir akan lebih luas.

Eksotisme Tugu di malam hari. Foto: berkahroda.com

Sementara fasilitas lain yang bisa ditemukan di sini adalah penginapan. Ada banyak penginapan yang bisa ditemukan di sekitar Tugu Jogja. Akses pusat kota yang mudah tentu saja membuat banyak penginapan bertebaran di sini. Mulai dari bintang 1 hingga bintang 5. Tentu saja harga relatif lebih aman di kantong. Para wisatawan bisa mencarinya di situs-situs travel. Bisa juga check in langsung ketika berkunjung ke Jogja. Akan tetapi disarankan untuk memesan terlebih dahulu. Apalagi jika musim liburan. Di dekan Tugu ada 101 Hotel, Harper, Grand Zuri hingga Horison Hotel.

Selain penginapan, jajanan dan kuliner bisa ditemukan di dekat Tugu Jogja ini. Kawasan wisata kuliner bisa menjadi pilihan yang tepat di sini. Salah satu yang cukup terkenal adalah Gudeg bu Waginem yang tidak jauh dari kawasan wisata tugu. Letaknya 100 meter dari tugu ke arah jalan Diponegoro. Gudeg bu Waginem ini memiliki sajian yang berbeda dimana menggunakan sayur daun singkong. Tentu saja sangat pas. Sementara tidak jauh dari Tugu juga terutama di daerah Selatan Tugu, para wisatawan bisa nongkrong di Angrkingan KR. Bersantai sejenak sembari menikmati malam di sini menjadi salah satu kegiatan yang menyenangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *