10 Gambar Tugu Pahlawan Surabaya, Sejarah Monumen Revolusi + Letak Alamat Tempo Dulu

Posted on
Tugu pahlawan surabaya gambar sejarah monumen revolusi letak foto vector kerja bandung alamat tempo dulu taman pujaan bangsa lokasi kota denah peta map malaysia bersholawat indonesia dua dunia full cerita png malam hari pagi adalah angker ada dimana ambarawa amuntai yang bali aceh barabai 2017 bekasi binjai buka jam berapa berastagi berada lautan api ciung wanara cdr cap cerpen contoh dibangun untuk memperingati peristiwa jakarta pada tahun lampung pelabuhan buleleng dan penjelasannya
Kawasan Wisata Tugu Pahlawan. Foto: wisatatempat.com

Lokasi: Alun-alun Contong, Bubutan, Surabaya City, East Java 60174
Maps: Klik Disini
HTM: Rp. 5.000
Buka/Tutup: 08.00 – 15.00 WIB (Senin – Jumat), 07.00 – 14.00 (Sabtu – Minggu)
Telepon: (031) 3571100

Indonesia pernah mengalami penjajahan di masa pemerintahan kolonial Belanda. Hal ini semakin terbukti dengan banyaknya kisah-kisah sejarah mengenai perjuangan para pahlawan dalam mengusir penjajahan di masa lampau. Di setiap kota di Indonesia meneriakkan peperangan kepada Belanda. Mulai dari Sabang sampai Merauke. Perjuangan para pahwalan ini memang tiada duanya. Mereka berusaha untuk mengusir penjajah dan membuat Indonesia merdeka.

Ketika Indonesia merdeka, pahlawan-pahlawan Indonesia juga meneriakkan kata merdeka untuk mengusir tentara sekutu dan juga Belanda untuk pergi dari bumi Indonesia. Hal ini yang membuat tanggal 10 November menjadi hari pahlawan. Sebagai wujud penghormatan kepada para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Dan hampir di setiap negara memiliki sebuah monumen untuk memperingati peristiwa sejarah tersebut. Bahkan Malaysia juga memilikinya

Pesona Tugu Pahlawan. Foto: ksmtour.com

Selain menetapkan tanggal 10 November sebagai hari pahlawan, ternyata Indonesia juga membangun sebuah monumen dengan nama Tugu Pahlawan. Hal ini untuk memberikan penghormatan kepada para pahlawan Indonesia. Kehadiran Tugu Pahlawan tersebut bukan hanya di Surabaya yang sangat terkenal. Hampir di berbagai kota memiliki Tugu Pahlawan. Di Berastagi terdapat Tugu Pahlawan untuk menghormati para pahlawan Indonesia.

Selain Berastagi di Pelabuhan Buleleng, Lampung, Binjai, Ambarawa, Amuntai, Jakarta, Bali, Aceh, Barabai, Bandung hingga Bekasi yang bernama Tugu KH Agus Salim dibangun di sini. Bahkan di Bandung sendiri terkenal dengan sejarah tempo dulu yaitu Bandung Lautan Api yang terjadi ketika Indonesia mengusir penjajah Belanda. Di Ciung Wanara juga terdapat Tugu Pahlawan untuk memperingati revolusi Indonesia mengusir penjajah Belanda. Tentu saja Tugu Pahlawan ini menjadi contoh bagaimana perjuangan bangsa Indonesia di masa penjajahan Belanda pada masa itu.

Museum 10 November di Tugu Pahlawan. Foto: 1001wisata.com

Mengenal Tugu Pahlawan

Monumen Tugu Pahlawan letak dan lokasi serta alamatnya berada di daerah Tembaan. Di sekitar Tugu pahlawan ini terdapat alun-alun dan juga taman kota yang berada di tengah kota Surabaya. Hal ini tentu saja menjadi landmark dan simbol di kota dengan julukan kota pahlawan tersebut.

Monumen Tugu Pahlawan ini dibangun untuk menghormati jasa-jasa para pahlawan di bawah komando Bung Tomo yang gugur dan juga tewas ketika bertempur menghadapi serangan tentara sekutu yang diduduki oleh Belanda pada masa itu. Dan peristiwa ini terjadi pada tanggal 10 November 1945. Oleh sebab itu tanggal 10 November dijadikan hari pahlawan. Tugu pahlawan ini posisinya berada di depan kantor gubenur Surabaya.

Monumen Tugu pahlawan ini berdiri dan dibangun dengan bentuk atau desain paku terbalik dengan ketinggian sekitar 40,45 meter dan juga diameter sebesar 3,10 meter. Sementara di bagian bawah dari monumen sendiri memiliki diameter sebesar 1,30 meter. Di monumen ini juga memiliki ukiran dengan tulisa Trisula dengan gambar Cakra, Stamba dan juga Padma yang merupakan simbol dari api perjuangan.

Suasana Siang di Tugu Pahlawan. Foto: tipsdoktercantik.com

Sementara di dalam tugu tersebut juga terdapat sebuah museum yang bernama Museum 10 November. Museum Sepuluh Nopember ini menjadi salah satu bentuk simbol guna memperkenalkan kepada generasi muda mengenai perjuangan pahlawan Indonesia pujaan bangsa dan juga memperkenalkan keberadaan Tugu Pahlawan ini. Di museum ini para pengunjung bisa melihat diorama yang memperkenalkan perjuangan bangsa Indonesia pada masa itu.

Di Indonesia seperti yang sudah disebutkan diawal bahwa 10 November menjadi peringatan hari pahlawan untuk mengenang peristiwa pada tahun 1945. Indonesia yang ketika itu baru saja memdeklarasikan kemerdekaannya di tanggal 17 Agustus 1945, mencoba untuk mengusir bangsa Belanda yang mencoba kembali masuk usai memenangkan Perang Dunia II.

Tugu ini digunakan untuk simbol dan juga landmark dari kota Surabaya tersebut. Terbukti dengan banyaknya acara dan juga agenda yang melibatkan monumen Tugu Pahlawan sebagai lokasi dan tempat acara tersebut. Seperti syuting dua dunia dan juga Indonesia Bersholawat yang digelar hampir setiap tahun. Dan di tahun 2017 ini acara tersebut kembali digelar.

Keindahan Tugu Pahlawan. Foto: tripadvisor.com

Mengenang Sejarah Tugu Pahlawan

Tentu saja monumen Tugu Pahlawan ini memiliki cerita sejarah dan juga kisah tersendiri. Ternyata ada 2 kisah sejarah mengenai Tugu Pahlawan tersebut. Monumen yang berada di Taman Kebonrojo dan berada persis di depan Kantor Gubernur Jawa Timur tersebut memiliki makna dan juga cerita yang mendalam terhadap pendirian monumen Tugu Pahlawan tersebut.

Ada beberapa versi cerita. Yang pertama adalah pembangunan Tugu Pahlawan ini diprakarsai oleh walikota Surabaya yang memimpin pada masa itu yaitu, Doel Arnowo. Ketika itu sang walikota menunjuk seorang arsitek bernama Mr. Tan guna merancang dan mendesain monumen Tugu Pahlawan ini. Kemudian Doel Arnowo ini mengajukannya kepada Presiden Soekarno.

BacaJuga:  10 Foto Air Terjun Coban Baung Gunung Kawi Malang + Misteri Korban

Sementara cerita lainnya adalah bahwa Presiden Soekarno lah yang memiliki ide untuk membangun Tugu Pahlawan tersebut. Ide ini akhirnya diapresiasi oleh Doel Arnowo. Kemudian rancangan dan desain dari monumen tersebut dibuat oleh seorang arsitek bernama Ir. R. Soeratmoko yang mampu menjadi pemenang untuk sayembara tersebut.

Presiden Soekarno yang melakukan proses peletakan batu pertama di monumen tersebut. Ketika itu Presiden RI Ir. Soekarno bersama dengan Walikota Surabaya Doel Arnowo meletakkan batu pertama untuk pembangunan tugu ini. Tepatnya pada tanggal 10 November 1951. Di awal pekerjaan tersebut Tugu Pahlawan ini diambil alih oleh Balai Kota Surabaya.

Suasana di sekitar Tugu Pahlawan. Foto: panduanwisata.id

Setelah itu dilanjutkan oleh Indonesian Engineering Corporation untuk proses pengawasan dan pembangunannya. Lalu dilanjutkan kembali oleh Pemborong Saroja. Dan dibutuhkan waktu sekitar 10 bulan untuk proses pembangunan monumen tersebut. Tepat pada tanggal 10 November 1952 akhirnya Ir. Soekarno dan juga R. Moestadjab Soemowidigo yang menjadi walikota Surabaya pada masa tersebut meresmikan monumen Tugu Pahlawan ini.

Letak dan juga lokasi dari monumen Tugu Pahlawan ini dahulu menjadi tempat Gedung Raad van Justitie atau disebut Gedung Pengadilan Tinggi pada masa pemerintahan kolonial penjajah Belanda. Setelah itu diubah fungsinya menjadi Gedung Kempetai atau Polisi Militer Jepang ketika Jepang menduduki Indonesia.

Bekas reruntuhan gedung ini sendiri juga membawa penderitaan kepada masyarakat Surabaya ketika itu. Pada masa tersebut banyak para pejuang bangsa yang ditangkap oleh pemerintah Jepang yang dianggap membangkang kepada pemerintah Jepang. Para pejuang ini dibawa ke gedung tersebut untuk disiksa dan juga ditawan. Salah satunya adalah Cak Durasim yang merupakan salah satu tokoh seniman ludruk dan juga pejuang Surabaya yang sangat terkenal dengan orasinya ketika bermain ludruk yang selalu melawan pemerintah Jepang.

Tugu Pahlawan ini sendiri letaknya berada di area dengan luas 2,5 hektar. Desain dari tugu ini sendiri memiliki bentuk lingga atau paku terbalik. Tingginya hampir mencapai 42 meter. Dengan diameter 3,1 meter untuk bagian bawah dan 1,3 meter untuk bagian atas. Bentuk ini sendiri dikabarkan mewujudkan cita-cita arek-arek Suroboyo yang ingin merdeka dan membuat para penjajah Belanda hengkang dari Indonesia.

Sementara tanggal pertempuran bersejarah pada masa itu dituangkan ke dalam tugu ini. Dengan adanya 10 lengkungan atau Canalures yang terletak di bagian badan tugu. Lengkungan ini menjadi perwujudan sebagai tanggal 10. Sementara 11 ruas yang berada di bagian atas menjadi perwujudan bulan November. Dan tinggi sekitar 42 meter yang juga sama dengan 45 yard ini sebagai bentuk tahun 1945.

Di bagian atas atau puncak dari tugu ini juga sudah ada lampu berwarna merah dan juga penangkal petir. Bagian bawah tugu sendiri juga sudah dihiasi  ukiran yang sangat indah seperti yang sudah disebutkan di awal sebagai bentuk perjuangan rakyat Surabaya.

 

Keindahan Tugu Pahlawan. Foto: iklantravel.com

Aneka Kawasan wisata di Tugu Pahlawan

Kawasan wisata sejarah Tugu Pahlawan ini memang menjadi incaran para wisatawan ketika berlibur ke kota pahlawan ini. Di depan pintu masuk dari monumen Tugu Pahlawan tersebut sudah ada gapura yang berbentuk candi. Gapura ini semakin membuat Tugu menjadi lebih menarik. Sedangkan di bagian dalam dari taman ini terdapat Tugu Pahlawan yang menjadi simbol perjuangan masyarakat Surabaya.

Sementara di dekat Tugu Pahlawan ini sudah terdapat makam pahlawan tanpa nama yang juga ditandai dengan adanya patung yang bernama patung Perjuangan Rakyat. Sedangkan di salah satu sisi dari monumen ini terdapat patung Ir Soekarno yang menjadi tokoh Proklamator bersama Drs. Moh Hatta. Kedua patung ini sedang membaca teks proklamasi.

Di dalam taman ini juga tedapat Museum 10 November. Museum ini memiliki bentuk piramida kecil dimana di dalamnya terdapat berbagai macam koleksi benda bersejarah. Di sini para wisatawan bisa melihat benda-benda bersejarah dan juga diorama mengenai perjuangan para pahlawan di Surabaya dalam rangka mengusir penjajah Belanda. Museum ini berada di bawah tanah dengan kedalaman hingga 7 meter.

Eksotisme Tugu Pahlawan di Siang hari. Foto: pinterest.com

Ditambah lagi di sekitar Tugu Pahlawan ini juga sudah ada beberapa fasilitas seperti taman, kafetaria dan juga lapangan upacara yang bisa digunakan oleh para wisatawan. Jam berapa para wisatawan bisa mengaksesnya ? Untuk jam operasional, Tugu Pahlawan ini dibuka pada pukul 8 pagi dan ditutup pada pukul 3 siang WIB. Dan ini berlaku untuk Senin hingga Jumat. Sementara untuk hari Sabtu dan Minggu dibuka pada pukul 7 pagi dan ditutup pada pukul 2 siang WIB.

BacaJuga:  10 Foto Pantai Balekambang Malang, Tiket Masuk + Peta Jalan Menuju Lokasi

Tiketnya cukup murah seharga 5 ribu per orang. Alamat Tugu Pahlawan sendiri berada di kawasan kota lama yang berada di Jl. Pahlawan, kelurahan Alun-alun Contong, Kecamatan Bubutan, Surabaya, Jawa Timur. Para wisatawan bisa menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum untuk menuju ke sini. Bisa pula menggunakan aplikasi Google Map dengan mengikuti denah atau peta yang siap memberikan informasi lengkap.

Museum 10 November ini sekilas memang sangat mirip dengan museum Louvre di Prancis. Tidak heran jika para wisatawan kerap mengambil foto dan gambar museum dan Tugu. Kerap kali pula kedua kawasan wisata ini juga muncul di media sosial dengan berbagai macam bentuk dan format seperti png dan juga kadang meme dengan menggunakan vector dari cdr dan juga berbagai macam bentuk foto Tugu Pahlawan yang menarik.

Pemandangan dari ketinggian di Tugu Pahlawan. Foto: hellosurabaya.com

Sisi lain dari Tugu Pahlawan

Ada banyak sisi lain dari kawasan wisata sejarah Tugu Pahlawan ini. Tentu saja jarang diketahui oleh para pengunjung. Seperti kisah dualisme yang terjadi di kalangan masyarakat mengenai siapakah ide dari pembangunan Tugu Pahlawan ini. Kabar yang beredar di masyarakat Surabaya adalah seperti yang sudah disebutkan bahwa Doel Arnowo merupakan tokoh yang berada di balik pembangunan Tugu Pahlawan ini.

Doel atau Dul Arnowo ini merupakan sosok yang sangat berjasa dalam hal perjuangan dan juga pertempuran dalam peperangan di Surabaya guna mempertahankan Indonesia dari serangan Belanda dan sekutunya. Dul Arnowo ini seorang tokoh yang cukup disegani di kalangan para pejuang Jawa Timur. Apalagi dirinya menjadi salah satu tokoh yang memprakarsai bahwa Surabaya menjadi kota pemerintahan dan menjadi bagian dari Indonesia. Tepatnya tanggal 2 September 1945 ini yang menjadi titik awal masuknya Surabaya ke Indonesia. Bahkan Dul Arnowo ini yang mengumpulkan dana untuk menjalankan roda pemerintahan Surabaya.

Dan di tahun 1951, akhirnya Dul Arnowo menjabar sebagai Wali Kota Surabaya. Ia kemudian mengganti semua nama jalan yang ada di Surabaya dengan nama Indonesia. Dan ia pula yang memiliki ide untuk membangun Tugu Pahlawan. Dan pembangunan Tugu Pahlawan ini dimaksudkan oleh Dul Arnowo guna mengenang perjuangan para pahlawan bangsa Indonesia dalam mengusir penjajah Belanda dari bumi pertiwi.

Tugu Pahlawan ini dahulu merupakan bekas dari Gedung Kenpeitai pada masa pemerintahan Jepang. Dan diantara puing reruntuhan Gedung Kenpeitai inilah yang menjadi lokasi pembangunan Tugu Pahlawan. Apalagi gedung ini menjadi saksi sejarah dimana para pejuang kemerdekaan Indonesia disiksa dan juga ditawan di gedung ini.

Tentu saja penderitaan yang diterima oleh para pejuang kemerdekaan Indonesia ini tidak bisa dihapuskan begitu saja. Hal inilah yang membuat Dul Arnowo memilih lokasi tersebut untuk membangun Tugu Pahlawan ini. Dan di area ini pula tepatnya pada tanggal 10 November 1945 yang menjadi pusat peperangan hingga sebulan penuh.

Pertempuran-pertempuran yang terjadi di gedung Kenpeitai tersebut akhirnya berhasil direbut oleh pejuang Indonesia. Dan para pejuang tersebut mengubah gedung ini menjadi Markas PTKR atau Polisi Tentara Keamanan Rakyat. Setelah itu gedung ini hancur dan hanya tersisa puing-puing. Demi mengingatkan perjuangan bangsa Indonesia, di area ini dibangunlah monumen untuk mengenang perjuangan tersebut.

Ternyata sebelum dibangun Tugu Pahlawan ini sempat terjadi hambatan. Hambatan yang pertama adalah dengan munculnya ide dan juga pertentangan dari berbagai kalangan dari Surabaya. Ada yang berpendapat bahwa langkah pertama guna memulai roda pemerintahan ini dengan membuat perumahan untuk rakyat. Bukan tugu guna mengenang perjuangan para pahlawan. Akan tetapi sebagian masyarakat dan juga rakyat Surabaya menginginkan Tugu Pahlawan dibangun di sini. Otomatis rencana semula kembali digaungkan dengan membangun tugu tersebut.

Sayangnya pembangunan tugu ini tidak disaksikan oleh sang pencetus ide yaitu Dul Arnowo. Pasalnya ia dipindah tugaskan dari Surabaya. Proses pembangunan ini akhirnya dilanjutkan oleh R. Mustajab yang menjadi walikota Surabaya periode berikutnya.

Patung Sang Proklamator di Tugu Pahlawan. Foto: iyaa.com

Dul Arnowo boleh menjadi pencetus ide. Akan tetapi desain dan rancangan dari Tugu Pahlawan ini adalah ide dari Bung Karno. Pasalnya ide dari Dul Arnowo sendiri ternyata ditolak oleh Bung Karno. Ketika itu seorang utusan dikirim ke ibukota guna menunjukkan desain dari Tugu tersebut kepada Bung Karno selaku Presiden Indonesia kala itu. Namun ternyata Presiden menolak. Bung Karno akhirnya mengeluarkan ide bahwa bentuk tugu ini berbentuk paku. Kemudian utusan berikutnya diberangkatkan lagi ketika R. Mustajab menjabat sebagai walikota Surabaya. Dan ia menunjukkan rencana sekitar 12 rencana kepada Bung Karno. Akhirnya terpilih salah satu bentuk paku dari 12 desain tersebut. Akan tetapi dalam desain aslinya terdapat tiang bendera di atas puncak tugu tersebut. Dan tiang bendera ini dihilangkan.

BacaJuga:  Tiket Masuk House of Sampoerna Surabaya, Alamat Letak Cafe + Heritage Tour Museum

Proses pengerjaan ini ketika itu harus melalui proses full kerja selama 40 jam tiada henti. Kerja mulai dari pagi hingga malam hari sempat dilakukan dalam oleh para pekerja proyek tersebut. Dan akhirnya dari bantuan berbagai kalangan akhirnya pada tanggal 20 Februari 1952 dimulai proses pembangunan Tugu Pahlawan setelah proses pembongkaran Gedung Kenpeitai yang kabarnya sangat angker dan banyak cerita mistis di dalamnya. Mengingat di gedung ini menjadi tempat penyiksaan dan juga tawanan.

Dalam proses pembangunan pondasi, dibutuhkan kedalaman sekitar 620 meter kubik untuk melakukan proses pengecoran beton guna menancapkan pondasi. Sementara proses pengecoran tersebut dilakukan oleh Indonesia Engineering Corporation. Dan dalam proses pembuatan beton tersebut dibutuhkan besi sekitar 19 ton. Proses pengecoran ini harus diselesaikan tanpa henti. Membutuhkan sekitar 120 orang pekerja bergantian selama 40 jam. Dan akhirnya selesai pada tanggal 3 Juni 1952.

Salah satu fakta yang jarang diketahui adalah bahwa rencana awal dari Tugu Pahlawan ini dibangun dengan ketinggian 45 meter. Tinggi ini menurut penjelasannya merupakan simbol dari tahun 1945. Akan tetapi hanya sanggup berdiri 41,15 meter atau 45 yard. Bentuk monumen ini memiliki lengkungan dengan jumlah 10 buah dan juga terbagi ruas sebanyak 11 ruas. Dan angka 10 dan 11 ini menyimbolkan tanggal dan tahun yaitu 10 November.

Rencana tinggi 45 meter ini memang batal disebabkan kekuatan tugu untuk menopang tugu untuk tinggi 45 meter ini tidak bisa tercapai. Dan memiliki resiko akan jatuh jika dipaksa untuk menyesuaikan tinggi tersebut. Dan jika ingin menambah kekuatan struktur hingga menopang 45 meter ini maka akan dibutuhkan waktu yang cukup lama.

Sementara pembangunan Tugu ini hanya diberikan waktu sekitar 1 tahun saja. Selain itu kendala lainnya adalah peraturan penerbangan malam dimana tugu yang tinggi bisa membahayakan pesawat yang hendak mendarat di Bandara Surabaya  yang berlalu lalang di sekitar area tugu atau alun-alun tersebut. Dan ini pula yang akhirnya membuat tugu tersebut hanya memiliki tinggi sekitar 45 yard yang masih masuk ke dalam konsep simbolisasi tersebut.

Ternyata proses pembangunan tugu tersebut tidaklah mudah. Dengan tinggi yang mencapai 40 meter lebih, membuat proses pengecoran sangat sulit. Ditambah lagi beberapa pekerja memang sangat takut untuk memanjat hingga ketinggian bermeter-meter. Ditambah lagi sistem keamanan belum secanggih sekarang ini. Untuk membujuk para pekerja, tentu saja gaji mereka dinaikkan 3 hingga 4 kali lipat dari gaji semula. Hal ini yang membuat pendanaan menjadi lebih besar hingga 500 ribu di jaman tersebut.

Dana yang dipakai untuk membangun tugu ini sendiri adalah dana yang didapat dari para dermawan dan juga rakyat yang ikut menyumbang. Sementara dari organisasi seperti Persatuan Kaum Ibu, Pasar Malam PMI-Phin Lauw Yuan dan juga Persibaya yang sekarang bernama Persebaya juga ikut menyumbang. Ada pula dari dana pribadi Bung Karno, Ikatan Pegawai Negeri di Penataran Angkatan Laut Surabaya serta Istri Gubernur Jatim yaitu Bu Samadikun yang menjadi salah satu penyumbang terbesar.

Jika melihat proses pembangunan dengan masa sekarang ini tentu saja bisa dibayangkan bahwa prosesnya tidak akan sesulit tersebut. Ditambah lagi ketika itu Indonesia sedang memulai untuk menata dan membangun negara serta berusaha bangkit dari masa penjajahan Belanda dan juga Jepang. Pembangunan Tugu Pahlawan ini memang untuk menghormati dan juga mengenang proses perjuangan dari para pahlawan. Tentunya masyarakat Indonesia dan Surabaya ini sangat bangga memiliki tugu tersebut. Bahkan Tugu Pahlawan ini kerap menjadi latar belakang cerpen atau cerita fiksi baik itu novel, hingga film animasi yang sempat booming beberapa waktu lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *