Misteri Dibalik Keindahan Umbul Manten

Diposting pada

Lokasi: Jalan Janti, Boto, Wunut, Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah 57482
Map: Klik Disini
HTM: Rp.6.000 per Orang
Buka Tutup: 06.00-18.00 WIB
Telepon:

foto by instagram.com/explore_kotasolo/

Harga Tiket Masuk 2019

  • HTM saat ini adalah Rp.6.000 saja. Ada wacana akan dinaikkan jadi Rp.100.000. Sumber Kompas.com

Yogyakarta sudah menjadi destinasi wisata kelas dunia. Banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara berdatangan untuk menikmati kekhasan wisata di Jogja.

Terutama wisata budaya dan sejarah. Namun jangan salah, tetangga sebelah yaitu Kabupaten Klaten juga tak kalah memiliki potensi wisata seperti Kota Jogja.

Sebut saja Candi Plaosan, berlokasi tak jauh dari Candi Prambanan dan Candi Sewu. Banyak foto-foto apik diambil dengan latar Candi Plaosan di media sosial.

Selain wisata candi, Kabupaten Klaten juga memiliki banyak wisata berupa Umbul, berarti mata air dalam bahasa Jawa. Diantaranya adalah Umbul Ponggok dan Umbul Manten.

foto by instagram.com/soloindonesia/

Kedua lokasi tersebut kini ramai menghiasi media sosial. Jika Umbul Ponggok terkenal foto bawah air dengan berbagai properti tak lazim. Lain halnya Umbul Manten.

Walaupun keduanya memiliki air sangat jernih. Umbul Manten terasa lebih alami. Karena terdapat banyak pohon Ipik yang rindang dengan akar menancap kuat di dasar kolam.

Selain itu, jika Umbul Ponggok memiliki kolam cukup luas dan kedalaman hingga 2,6 meter. Luas kolam Umbul Manten lebih kecil yaitu panjang 70 meter dan lebarnya 40 meter. Sedangkan kedalaman air hanya mencapai 1,5 meter.

foto by instagram.com/setiyawanhandri/

Sehingga masih cukup aman untuk anak-anak bermain air di pinggiran kolam. Namun jangan sampai lengah jika tidak ingin hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Kolam alami dengan air sangat bening ini sangat menggoda para pengunjung untuk berenang didalamnya. Foto-foto bawah airpun menjadi wajib dilakukan.

Lingkungan kolam sumber air yang rindang dan sejuk oleh pepohonan besar disekitaran menjadikannya sebagai destinasi yang sangat direkomendasikan bagi traveler pecinta alam.

BacaJuga:  Umbul Ponggok Ramai? Ke Umbul Kapilaler Saja
foto by instagram.com/yudaaditya187/

Selain kedua kolam mata air tersebut, terdapat sumber mata air lainnya di Kabupaten Klaten. Diantaranya adalah Umbul Cokro dan Umbul Pengging.

Sejatinya, sumber-sumber mata air tersebut difungsikan utamanya untuk pengairan sawah dan ladang penduduk.

Namun seiring dengan sadarnya masyarakat dan pemerintah setempat akan potensi wisata dan mendatangkan kesejahteraan. Maka sebagian sumber mata air tersebut dialihfungsikan menjadi destinasi wisata.

Rute Menuju Lokasi

foto by instagram.com/eriksusanto425/

Lokasi Umbul Manten berada di alamat Dusun Janti, Desa Janti, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Untuk menuju ke lokasi tidaklah sulit. Anda bisa datang dari arah Yogyakarta maupun Kota Solo.

Jika dari arah Jogja maka anda harus berkendara menuju Klaten di Jl.Jogja-Solo. Dari sini terdapat 2 jalur, yang pertama anda dapat lewat Jl. Pemuda kemudian belok kiri di Jl.Sersan Sadikin.

Meski dapat diakses melalui Jl.Sersan Sadikin namun tidak direkomendasikan lantaran jalannya berliku.

Kemudian jalur yang kedua anda harus lurus lagi di Jl.Jogja-Solo hingga ketemu Samsat Delanggu. Belok kiri di pertigaan selepas Samsat Delanggu di Jl.Tegalgondo-Janti.

Berbeda dengan jalur sebelumnya, anda hanya mengikuti jalan tersebut dan sedikit bertanya kepada penduduk sekitar.

foto by instagram.com/umbul_manten/

Begitu juga dari arah Kota Solo. Sampai Pasar Desa Tegal Gondo, belok kanan di pertigaan setelahnya dan jalan lurus saja melalui Jl Tegalgondo-Janti.

Jika anda sudah melalui Kolam Pemancingan Dewi Anjar maka sebaiknya bertanya kepada penduduk sekitar. Karena lokasi Umbul Manten tidak jauh dari kolam pemancingan tersebut.

Apabila kita buka peta di aplikasi Google Maps, kita dapati bahwa lokasi Umbul Manten masih berdekatan dengan lokasi Umbul Ponggok. Begitu juga jalur dari Solo maupun Boyolali masih lebih dekat ketimbang dari Kota Yogyakarta.

foto by instagram.com/kabarklaten/

Dari Solo memakan waktu hanya 1 jam, sedangkan dari Jogja sekitar 2 jam. Itupun jika perjalanan lancar tanpa hambatan macet.

BacaJuga:  Baby Margaretha dan Irfan Hakim Sudah Pernah Ke Umbul Ponggok Klaten, Kamu Kapan?

Pengelolaan dan Fasilitas

Pengelolaan oleh masyarakat sekitar masih ala kadarnya. Fasilitas yang dibangunpun masih jauh dari kata sempurna.

Pengunjung disarankan untuk membawa sarung sendiri untuk berganti pakaian. Karena bilik ganti baju yang ada tidak memadai. Fasilitas lainnya adalah musholla yang ada dekat lokasi kolam sumber air.

Untuk menikmati wisata Umbul Manten anda tidak perlu mengeluarkan budget yang banyak. Cukup membayar HTM sebesar Rp.3.000,- dan parkir kendaraan sebesar Rp.2.000,- anda sudah bisa menikmati segarnya kolam alami tersebut.

Anda tak perlu khawatir jika perut terasa lapar. Terdapat banyak warung-warung makan disekitaran. Cukup merogoh kocek sebesar Rp10.000,- saja, anda sudah dapat menikmati lezatnya Pecel Cenil dan es teh ataupun teh hangat.

Pecel Cenil adalah salah satu makanan khas di daerah Polanharjo, Klaten. Karena tumbuhan cenil banyak tumbuh di sekitar Umbul. Tanaman Cenil atau Selada Air banyak dibudidayakan oleh penduduk sekitar.

Kita dapat melihat hamparan ladang Selada Air disekitaran Umbul Manten. Tanaman ini selain lezat juga banyak mengandung manfaat bagi kesehatan.

foto by instagram.com/chevgraph/

Tanaman cenil banyak mengandung zat seperti antioksidan, vitamin B dan C dan berbagai kandungan lainnya. Apalagi harga olahan pangan seperti pecel cenil sangat terjangkau. Membuat kita tak segan untuk menyantapnya.

Misteri dan Legenda

Terdapat cerita misteri atau mitos menyeramkan di balik nama Umbul Manten. Kata manten dalam Bahasa Jawa berarti Pengantin.

Terdapat suatu kisah turun temurun oleh penduduk sekitar. Bahwa pada jaman dahulu terdapat sepasang suami istri yang baru saja melangsungkan pernikahan.

Sebelumnya, orang tua mereka menasihati bahwa selama 40 hari sesudah pernikahan berlangsung. Pasangan suami istri tidak diperbolehkan untuk meninggalkan rumah. Larangan ini berlaku petang hari setelah waktu maghrib.

Namun, karena dilanda kebosanan kedua pasangan suami istri tersebut akhirnya keluar rumah sebelum maghrib tiba. Ketika mereka berdua berada di luar rumah, entah kenapa sang suami berjalan mendahului sang istri.

BacaJuga:  Coba Sensasi Berenang dan Berendam di Umbul Sigedang Klaten
foto by instagram.com/nifeby/

Dan ketika sang suami menengok ke belakang, dia mendapati istrinya telah hilang entah kemana. Begitupun sang istri, tiba-tiba saja suaminya lenyap di hadapannya.

Lokasi menghilangnya suami istri tersebut ada di dekat kolam sumber mata air. Itulah sejarah dibalik nama Umbul Manten, yang artinya sumber mata air pengantin.

Terdapat satu lagi versi cerita yang berbeda kenapa dinamakan Umbul Manten. Konon air di kolam tersebut bersumber dari 2 sumber air yang berbeda. Yang satu bernama Umbul Peteng (gelap) dan satu lagi adalah Umbul Pelem (mangga)

Umbul Peteng juga dikenal sebagai sumber mata air laki-laki sedangkan Umbul Pelem dikenal dengan sumber mata air perempuan. Karena kedua sumber air tersebut menyatu dilokasi yang sama, dari situ muncul nama Manten.

foto by instagram.com/bumdesasinergi/

Berwisata di Daerah Sendiri

Indonesia memang kaya akan destinasi wisata. Masing-masing daerah memiliki kekhasan potensi pariwisata.

Sebagaimana di Kabupaten Klaten yang khas akan banyaknya sumber mata air. Yogyakarta dengan wisata candinya. Kota Pacitan dengan pantainya. Begitupun Kota Subang yang banyak terdapat kolam pemandian air panasnya.

Tidak perlu jauh-jauh ke daerah lain untuk menikmati kekayaan wisata. Menjelajahi daerah sendiri sudah cukup. Siapa tahu kita dapat menemukan obyek wisata tersembunyi baru yang bisa diviralkan di media sosial.

Banyak cara untuk mengetahui spot-spot menarik di daerah kita masing-masing. Bisa di search di google maupun membaca-baca artikel wisata di kaskus. Namun jangan lupa, jika kita sedang meng-explore suatu tempat.

Maka jangan pernah mengotori tempat tersebut. Selalu sediakan kantong tersendiri sebagai tempat sampah sementara hingga mendapati tempat sampah untuk membuangnya.

Semua catatan di atas adalah data terakhir pada saat tulisan ini dibuat. Jika ada perubahan terbaru yang Kamu ketahui, silakan informasikan kepada kami pada kolom komentar di bawah ini ya. Begitu juga jika ada yang salah, punya kritik dan saran. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.