10 Gambar Candi Canggal Magelang, Asal Usul Sejarah Peninggalan Kerajaan Belum ada Bintang

Posted on

Lokasi: Dusun Canggal, Kelurahan Kadiluwih, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah 56484
Map: Klik Disini
HTM:
Buka/Tutup: 08.00-17.00
Telepon:

Candi Borobudur, foto by dutawisata.co.id

Sebagai objek wisata andalan dan aset sejarah yang terdaftar di UNESCO, tentu Candi Borobudur menjadi tujuan utama para turis ketika berlibur ke Magelang. Tapi, sebenarnya bangunan kuno bercorak Buddha terbesar di dunia itu bukan satu-satunya situs sejarah yang bisa ditemui di kota tersebut.

Masih ada yang tidak kalah menarik, seperti Candi Mendut. Bangunan bergaya Buddha ini didirikan pada abad ke-8, ketika Dinasti Syailendra berkuasa.

foto by kumpulansejarah-aris.blogspot.co.id

Terdapat relief yang terpahat rapi di dindingnya. Di dalam candi sendiri ada tiga buah arca yang saling berhadap-hadapan. Karena keunikannya, bangunan tersebut berada di urutan kedua sebagai candi paling populer di Magelang setelah Borobudur.

Selain itu, ada pula candi bercorak Hindu yang bernama Canggal atau Shiwalingga atau lebih dikenal dengan Candi Gunung Wukir. Menurut sejarah, ia merupakan candi tertua di Jawa Tengah karena telah berdiri sejak masa pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno.

foto by id.wikipedia.org

Bangunan Candi Canggal

Kompleks percandian Shiwalingga memiliki ukuran 50 x 50 meter, terdiri atas empat bangunan utama, yakni satu candi induk dan tiga candi perwara yang berada di depannya. Ini merupakan pola yang umum dijumpai pada candi-candi di Jawa Tengah.

Kelompok bangunan yang terbuat dari batu andesit tersebut ada dalam satu halaman dan dikelilingi dinding dari reruntuhan candi.

foto by sasadaramk.blogspot.co.id

Terdapat tiang-tiang batu kecil (lingga-lingga patok) dan periuk kecil dari tanah pada keempat sudut serta pertengahan tiap sisinya yang memiliki fungsi sama dengan candi sudut dan kelir di kompleks percandian Prambanan.

Ada pula arca yoni yang merupakan lambang wanita dengan ukuran cukup besar.

BacaJuga:  Alamat Hartono Mall Jogja, Restoran Tempat Makan + Tenant: Informa H&M Bioskop Cgv Blitz Converse Nike Uniqlo

Sayangnya, pengunjung tidak akan menjumpai bangunan secara utuh, hanya tersisa bagian dasarnya yang menyerupai altar. Lingga yang seharusnya tertancap pada yoni dan menjadi simbol pria tidak dapat dilihat lagi. Meski beberapa tampak berserakan di sekeliling bangunan.

foto by goborobudur.com

Saat ini, candi induk juga hanya tinggal bagian kaki dan batur yang di atasnya terdapat lapik besar. Awalnya, elemen tersebut ambles ke dalam sumuran, tapi sekarang sudah ditempatkan kembali ke posisi semula.

Pintu masuk situs yang berhiaskan kala makara terletak di sisi timur. Ambang atasnya ditemukan di desa terdekat dan sudah dipasang kembali. Pada tahun 1937-1939 Masehi, penggalian halaman bangunan kuno itu dilakukan dan sebuah makara nan indah berhasil didapatkan.

Di depan pintu, terdapat tiga candi perwara yang berderet dari utara hingga selatan. Bangunan paling utara sebagian besar dibangun lagi pada 1938-1939, namun yang berdiri tegak tidak banyak. Hanya tinggal bagian kaki, batur, pagar langkan dan sebuah pintu gerbang sederhana.

Konstruksi bagian atasnya diperkirakan terbuat dari kayu. Itu didukung oleh data lubang persegi pada batu-batu lantai yang kemungkinan digunakan sebagai penegak tiang kayu.

foto by wikimapia.org

Di halamannya terdapat beberapa batu candi dan arca yang diduga berasal dari tempat lain. Di sini, pengunjung bisa berkeliling sembari mengambil gambar untuk objek studi atau sekedar foto dengan latar belakang bangunan bersejarah tersebut sebagai kenang-kenangan.

Sejarah Candi Canggal

Sekitar 150 meter ke selatan kompleks, ada pondasi candi kecil dan sebuah sumuran. Berdasarkan keterangan warga setempat, di tahun 1879 telah ditemukan prasasti berangka tahun 654 Saka atau 732 Masehi di lokasi tersebut.

Kemudian diberi nama “Canggal”, sama dengan desa penemuannya yang berada di kaki bukit. Gunung Wukir namanya.

BacaJuga:  10 Gambar Cemoro Kandang, Jalur Wisata Tawangmangu Karanganyar Kabupaten Jawa Tengah
foto by wikimapia.org

Lokasi situs purbakala itu tidak jauh dari Candi Gunung Sari yang berada di puncak Bukit Sari. Sama-sama bercorak Hindu, namun dilihat dari bentuk, ornament dan arsitekturnya, diperkirakan lebih tua dari Candi Shiwalingga.

foto by rebanas.com

Isi prasasti bertuliskan Sansekerta dan menggunakan bahasa Pallawa. Bercerita tentang asal usul pembangunan Candi Gunung Wukir. Raja Sanjaya, salah satu raja dari Dinasti Syailendra yang pernah menguasai Jawa Tengah terlibat di dalamnya.

Pada masa pemerintahannya, beliau mendirikan sebuah punden lingga di atas bukit. Penjelasan ini diperkuat dengan adanya lapik besar dan lingga pada candi induk.

Selain itu, disebutkan pula bagaimana gagah dan beraninya beliau dalam bertarung melawan musuh setelah menggantikan sang paman, Raja Sanna yang gugur pada saat perang.

Terjemahan Isi Prasasti Canggal

Berikut terjemahan dan inti dari isi prasasti yang ditemukan di kaki bukit Gunung Wukir:

Bait 1, pendirian lingga oleh Raja Sanjaya di atas gunung.

Bait 2-6, persembahan terhadap Dewa Siwa, Dewa Brahma dan Dewa Wisnu.

Bait 7, Pulau Jawa amat makmur, tambang emasnya melimpah dan banyak menghasilkan padi. Di pulau tersebut dibangun candi Siwa guna memberi kebahagiaan bagi penduduk dengan bantuan warga Kunjarakunjadesa.

Bait 8-9, Pulau Jawa dulu pernah diperintah oleh Raja Sanna yang amat bijaksana, adil dan bermurah hati pada rakyatnya. Saat beliau wafat, Negara ikut berkabung karena kehilangan seorang pelindung.

Bait 10-11, Sanjaya ditunjuk sebagai pengganti Raja Sanna. Beliau diibaratkan dengan matahari. Kekuasan itu tidak diserahkan kepadanya secara langsung, melainkan melalui kakak perempuannya (Sannaha).

Bait 12, kesejahteraan, keamanan dan ketentraman Negara. Rakyat boleh tidur di tengah jalan, tidak perlu takut akan pencuri atau tindak kejahatan lainnya. Rakyat hidup dengan senang.

BacaJuga:  10 Gambar Pantai Widarapayung Cilacap, Tiket Masuk Wisata, Rute Jalan Menuju Lokasi + Penginapan Hotel

Pengertian Kunjarakunjadesa adalah tanah dari pertapaan Kunjara, diidentifikasikan sebagai tempat bertapanya seorang maharesi Hindu di India, Resi Agastya.

Lokasi Candi Canggal

Letak Candi Canggal ada di Desa Kadiluwih, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Untuk menuju ke lokasi, pengunjung dapat melewati Jalan Raya Magelang-Yogyakarta dan menempuh 44 menit perjalanan.

Atau lebih jelasnya, bisa mengikuti rute berikut: Jalan Pajang – Jalan Perintis Kemerdekaan – Jalan Pemuda – Jalan Ikhlas – Jalan Jenderal Bambang Sugeng – Jalan Magelang – Jalan Ngluwar – Candi Gunung Wukir.

Jalur menuju ke area wisata cukup sulit, apalagi jika pengunjung membawa kendaraan pribadi. Sebab, hanya bisa melalui jalan setapak, mulai dari rumah warga, jembatan, hutan bambu dan jalur yang sedikit menanjak. Jarak lokasi dari desa terakhir kurang lebih 1 km.

foto by teluklove.com

Kompleks percandian tersebut selalu menarik di mata wisatawan, terutama bagi pecinta sejarah dan pengagum arsitektur bangunan kuno. Mungkin kemegahannya tidak dapat disandingkan dengan Borobudur, namun ia menampilkan keindahan dan kualitas tersendiri.

foto by warnainfo.blogspot.co.id

Sehingga, para pengunjung yang sengaja datang dari berbagai daerah untuk menikmati keunikan situs peninggalan sejarah di Jawa Tengah itu merasa terpuaskan.

Ada yang salah? Punya kritik dan saran? Sampaikan di kolom komentar dibawah ini ya kakak

Berapa Bintang yang Pantas Untuk Tempat Diatas?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.