10 Gambar Desa Wisata Osing Kampung Kemiren Banyuwangi, Hotel Cottage Penginapan + Asal Usul

Posted on

Lokasi: Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, 68432
Map: KlikDisini
HTM: Rp 5000
Buka/Tutup: 07.00-20.00
Telepon:

foto by berbagitrip.blogspot.co.id

Sebagai warga negara Indonesia, kita mesti bangga dengan kekayaan budaya, serta aneka ragam dari ciri khas budaya masing-masing daerah. Setiap budaya, adat, tradisi dari masing-masing tempat pastilah berbeda dan memiliki cerita unik di baliknya.

Saat ini banyak adat sudah mulai terlupakan dalam masyarakat lokal karena tergerus oleh zaman. Walaupun demikian beberapa daerah masih mempertahankan tradisi dan menjadi kebudayaan setempat.

Salah satu tempat di Indonesia di mana masyarakat lokalnya masih mempertahankan tradisi adalah desa Osing Banyuwangi.

Sebenarnya telah menjadi Desa Wisata Osing sejak lama, karena menarik minat banyak wisatawan akan kebudayaan yang tetap terjaga di sana. Terletak di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah menetapkan desa wisata osing sebagai cagar budaya, demi menjaga kelestarian budaya di dalamnya. Sebelumnya pemerintah setempat telah mengembangkan konsep wisata berbasis ekoturisme.

Jenis wisata yang mengutamakan pemberdayaan sosial budaya, ekonomi masyarakat lokal hingga mencakup bidang konservasi alam.

Asal usul penamaan desa wisata osing adalah dari kebiasaan warga desa, selalu menjaga tradisi serta adat yang telah berlaku lama. Warga tersebut adalah suku osing. Warga suku osing ini adalah warga terakhir dari keturunan kerajaan Hindu Blambangan yang tersisa.

Masyarakat Osing tersebut berbeda dengan warga jawa lainnya. Bahasa yang digunakan pun berbeda dengan warga jawa lainnya.

Dapat dikatakan, walaupun berada dalam kawasan Jawa Timur, bahkan dalam satu wilayah Bayuwangi pun, suku osing ini sangat berbeda. Terlihat dengan tradisi yang telah mereka jalankan secara turun temurun.

Antara lain adalah gedhongan, atraksi barong osing, tari gandrung, dan masih banyak lagi dapat Anda lihat langsung di desa wisata tersebut.

foto by jatim.antaranews.com

Konsistensi dalam mempertahankan budaya serta tradisi yang telah dijalankan dari generasi ke generasi oleh warga desa Osing sangat menakjubkan.

BacaJuga:  10 Foto Gunung Lanang Pacitan + Rute Jalan Menuju Lokasi

Warga desa bahkan seolah tidak terpengaruh oleh perkembangan zaman sama sekali. Salah satu tradisi yang sangat erat serta rutin dilakukan adalah dalam hal bertani.

Warga desa, menggelar semacam syukuran mulai dari menanam padi, saat padi mulai berisi, hingga tiba saatnya panen.

Waktu panen para petani akan memainkan semacam musik yang dimainkan menggunakan ani-ani dan diiringi oleh angklung serta tabuhan gendang. Musik alami yang menyatu dengan alam ini dimainkan saat panen di area pematang sawah.

foto by jatim.antaranews.com

Untuk para wanitanya, juga memainkan alunan musik. Menggunakan lesung dan alu yang dipukulkan secara bergantian. Permainan musik ini dinamakan tradisi gedhogan dan termasuk dalam warisan budaya asli dari suku Osing.

foto by tipsjalan.com

Keunikan Kampung Wisata Osing

Saat telah ditetapkan sebagai desa atau kampung wisata, pemerintah setempat membangun area untuk wisata dan rekreasi di sebelah utara. Tempat ini disebut sebagai anjungan wisata yang dibangun dengan tampilan menyerupai rumah khas suku osing.

foto by yuniarinukti.com

Anjungan wisata tersebut dibuat sebagai ruang pameran dari berbagai tradisi, adat, hingga perlengkapan aneka ragam asli suku osing.

Tentunya segala macam fasilitas telah dipersiapkan untuk memberikan kenyamanan pada para pengunjung.

Sarana yang tersedia paling penting adalah hotel atau penginapan, karena bisa dipastikan bahwa wisatawan datang ke taman wisata osing tak cukup sehari, minimal dua hari untuk dapat menyaksikan kehidupan tradisi suku osing secara langsung.

Penginapan dalam kawasan taman wisata dibuat semirip mungkin dengan rumah warga suku asli, dikelilingi rindangnya pepohonan, menjadikannya terlihat seperti cottage terletak di tengah hutan.

foto by yuniarinukti.com

Rasanya menyejukkan dan menenangkan hati serta pikiran. Cocok sekali untuk Anda melepas penat dari sibuknya aktivitas dan hiruk pikuk kota.

Selain terdapat penginapan, tentunya dilengkapi juga dengan adanya taman rekreasi yang terdiri dari kolam renang, taman bermain anak.

Pada bagian sebelah Barat akan menjumpai area perkebunan durian. Kala musim panen tiba, pengunjung dapat makan durian langsung di sini, tentunya harus membeli terlebih dahulu.

BacaJuga:  10 Rental Sewa Mobil di Ngawi Lepas Kunci Harga Murah 2018

Kawasan taman wisata ini sering juga digunakan sebagai lokasi festival. Contohnya saja festival ngopi sewu, dan lainnya. Pengunjung juga dapat mencoba kuliner khas suku osing seperti pecel pitik atau uyah asem.

foto by yuniarinukti.com

Saat cuaca cerah, Anda dapat berjalan berkeliling dalam desa wisata, menikmati pemandangan alam sekitar dan melihat langsung kehidupan dari suku asli asal Banyuwangi.

Ada salah satu pertunjukkan yang sangat terkenal, yaitu Barong Osing. Sama halnya dengan pertunjukkan barongsai yang dimainkan oleh dua orang, begitu pula dengan barong osing.

Wujudnya adalah singa bersayap dengan mahkota, terlihat mengerikan dengan mata melotot dan bertaring. Seru sekali melihat pertunjukan ini dan penonton sangat mengagumi acara ritual Barong Ider Bumi yang ditampilkan tersebut.

foto by tripadvisor.co.id

Tujuan lainnya wajib didatangi adalah sebuah museum yang mempresentasikan berlangsungnya adat istiadat yang telah mendarah daging di tanah desa Kemiren, Banyuwangi.

Tempat tersebut yaitu Sanggar Genjah Arum. Dikelola secara pribadi, namun bertujuan untuk melestarikan dan mempertahankan budaya dari suku asli Banyuwangi.

Dalam bangunan sanggar tersebut ada tujuh buah rumah adat yang berusia sekitar puluhan tahun. Rumah itu dinamakan dengan angklung paglak. Angklung paglak ini adalah sebuah gubuk kecil terbuat dari bambu dan atap dari bahan ijuk.

Paglak ini dibangun di atas tanah dengan bambu setinggi sepuluh meter. Nama angklung diberikan karena alat musik tersebut dimainkan di atas gubuk, jadilah nama angklung paglak. Hingga akhirnya dijadikan sebagai warisan budaya yang dipertahankan dari suku osing.

Pertunjukkan lainnya yang dapat dinikmati adalah tari gandrung. Tarian ini juga dapat Anda lihat di sanggar tersebut. Gerakan tariannya begitu mempesona.

Tarian ini dibawakan sebagi bentuk rasa syukur dari para warga, setiap panen berlangsung. Ditampilkan dengan iringan gamelan khas osing, dengan penari berpasangan perempuan dan laki-laki.

BacaJuga:  Alamat Surabaya Town Square Sutos, Ada Apa Saja: Hotel Dekat Lokasi, Restaurant, Inul Vizta, Bioskop XXI, Starbucks, Gold Gym Dll

Pertunjukan tarian ini telah menjadi ciri khas dari Banyuwangi, dan umum ditampilkan dalam acara-acara formal. Bahkan patung penari gandrung terdapat hampir di setiap sudut kota.

Sembari menonton pertujukan tari gandrung sambil mencicipi kopi osing yang telah terkenal akan kenikmatannya.

Ternyata di sini juga dapat melihat proses pengolahannya dari hulu ke hilir, dari mulai disangrai, menumbuk biji kopi, hingga pada proses penyajiannya. Bahkan warga desa dapat mengolah biji kopi tersebut dalam aneka jenis kopi, misalnya espreso atau robusta.

Masih banyak yang dapat dilihat di desa adat ini, semuanya terlihat seperti membentuk satu kesatuan dan saling berkaitan.

Salah satu budaya Indonesia yang tak lekang oleh waktu dan tak tergerus oleh perkembangan zaman. Walaupun demikian, masih saja ada kisah mistis yang beredar di kawasan wisata osing.

Kisah mistis tersebut terkait dengan tempat pemandian yang berada di kawasan taman wisata osing. Menurut kabar dari warga sekitar, bahwa ada penghuni makhluk halus di kolam pemandian tersebut.

foto by infobanyuwangi.com

Dikabarkan demikian karena telah ada korban jiwa yang sedang berenang di kolam pemandian. Menurut warga, penghuni yang ada ingin minta tumbal. Benar atau tidak kabar tersebut, disarankan tetap berhati-hati saat berada di tempat umum, terutama tempat sakral.

Semua catatan di atas adalah data terakhir pada saat tulisan ini dibuat. Jika ada perubahan terbaru yang Kamu ketahui, silakan informasikan kepada kami pada kolom komentar di bawah ini ya. Begitu juga jika ada yang salah, punya kritik dan saran. Terima kasih.

Itulah sedikit pembahasan mengenai desa wisata osing, salah satu budaya yang tetap bertahan hingga saat ini di tanah Banyuwangi. Menarik sekali melakukan liburan ke taman wisata osing, karena kita setidaknya ikut mempelajari budaya asli dari suku asli Banyuwangi.

foto by bobo.grid.id

Sekaligus melestarikan warisan budaya Indonesia, sehingga semakin banyak menarik minat turis lokal dan mancanegara.

One thought on “10 Gambar Desa Wisata Osing Kampung Kemiren Banyuwangi, Hotel Cottage Penginapan + Asal Usul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.