10 Gambar Gedung Merdeka Bandung Asia Afrika Indonesia Sekarang dan Dari Masa Ke Masa

Posted on
Gedung merdeka terletak di bangkalan kota bandung mana tangerang plaza itu apa itunes pertamina medan timur tower alamat sewa jalan letnan sunarto pangeranan jawa berada sekarang bahasa sunda budi kemuliaan building jl bioskop bogor wikipedia wisata warisan kaskus wum wonosobo east java renovasi rri republik raya rumah video mapping youtube yutube universitas ukuran malang saat ini istana sejarah indonesia ojk menara probolinggo pernah berfungsi sebagai tempat saja photo suara pandanaran dibangun pertama kalinya pada tahun kabupaten perintis kemerdekaan ri jakarta pusat putih pulau madura polisi lantai 3 semarang 11 letak luas lirik lokasi kaa konferensi asia afrika dan museum menjelang kiamat untuk kepentingan jaman dulu jember jepang juni jun juli jinbara jiwa jitu jokowi history hotel harga madiun gambar guru gokil gorontalo foto fungsi fasilitas film dari masa ke dalam description deskripsi denah descriptive dimana tempo download surabaya sukabumi sinar mas meseum maps balai misteri mitos nama asli lain nilai news new pallapa vs vector vut cirebon cerita mistis com tingkat tinggi negara negara-negara kaayaan gedong kiwari upacara kenegaraan
Eksterior Gedung Merdeka. Foto: klikhotel.com

Lokasi: Jl. Asia Afrika, Braga, Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40111, Indonesia
Maps: Klik Disini
HTM: Gratis
Buka/Tutup: 08.00 – 16.00 (Jumat : 14.00 – 16.00)
Telepon: +62 22 4233564

Bandung menjadi salah satu kota di Indonesia yang memiliki peran penting untuk kemerdekaan Indonesia dan juga membawa Indonesia menuju kesuksesan. Di sini ada banyak bangunan yang membuktikan bagaimana peran Bandung untuk Indonesia. Salah satu bangunan yang memiliki peran penting dan juga menjadi salah satu landmark dari Bandung adalah Gedung Merdeka.

Gedung Merdeka ini berada di Jalan Asia Afrika yang menjadi salah satu daerah di Bandung yang cukup terkenal. Gedung Merdeka menjadi daya tarik dari dunia arsitektur dan tata kota selain Gedung Sate. Arsitektur klasik dan gaya art deco yang khas memang masih terjaga dan juga tidak dirubah sedikitpun di masa sekarang. Meski sudah kerap berubah-ubah fungsi, akan tetapi Gedung Merdeka masih tetap abadi. Di area luar atau eksterior dari gedung ini sendiri memang sudah kerap digunakan untuk berbagai macam keperluan. Mulai dari syuting film, photoshot untuk majalah hingga keperluan pribadi seperti selfie dan sebagainya.

Tampilan Luar Gedung Merdeka. Foto: dejulogy.com

Mengenal Sejarah Gedung Merdeka

Tidak salah jika tampilan luar atau eksterior dari Gedung Merdeka ini memang mengundang banyak perhatian dari masyarakat dan juga para wisatawan. Sementara di area interior sendiri masih tersimpan banyak kekayaan informasi dan juga bisa mengundang minat bagi para penikmat wisata sejarah.

Gedung Merdeka pada awalnya dijadikan sebagai Sociëteit Concordia. Societeit Concordia ini merupakan tempat rekreasi dan juga tempat untuk bersosialisasi bagi para ekspatriat Belanda yang kala itu hidup dan tinggal di Bandung pada masa penjajahan Belanda. Gedung Merdeka ini dulu digunakan untuk ajang silaturahmi dan reuni para petinggi pemerintahan Belanda dan juga pejabat tinggi Belanda serta pengusaha.

Pedestrian Gedung Merdeka. Foto: rtv.com

Selain para petinggi dan pejabat pemerintahan, para pegawai perkebunan, para pengusaha dan juga para petinggi militer serta sipil juga kerap datang ke gedung ini. Biasanya para ekspatriat ini akan berkumpul, berdansa dan juga menonton pertunjukan. Selain itu para warga Belanda ini juga bisa menikmati makan malam dan juga kopi di gedung ini.

Meski sebagai tempat rekreasi, akan tetapi gedung ini menjadi salah satu ikon rasisme yang dibuat oleh masyarakat Belanda pada masa tersebut. Pasalnya di era kependudukan Belanda, gedung ini mempunyai peraturan dan juga larangan keras bagi warga pribumi yang ingin masuk dan menikmati aneka pertunjukkan yang kerap digelar di gedung ini. Pasalnya gedung ini memiliki area auditorium yang digunakan untuk menggelar pertunjukkan seperti teater hingga musik klasik. Di pintu depan gedung ini terdapat peringatan berbunyi ‘Verbodden voor Honden en Inlander’ yang berarti dilarang masuk bagi anjing dan pribumi.

Suasana luar Gedung Merdeka. Foto: detik.com

Awal dibangunnya Gedung Merdeka

Gedung Merdeka ini berdiri pada tahun 1895. Dan di tahun 1926 gedung ini mulai direnovasi oleh dua master di dunia Arsitektur yang mengajar di Techniche Hogenschool yang sekarang ini lebih dikenal sebagai ITB. Dua dosen ini yaitu Van Galen Last dan C.P. Wolff Schoemaker yang sudah cukup lama malang melintang di dunia arsitektur. Gedung Merdeka ini pada awalnya memiliki bentuk yang sederhana. Akan tetapi di tangan 2 maestro dunia arsitektur tersebut, gedung ini berubah menjadi gedung yang megah dan memiliki gaya arsitektur modern atau art deco.

Di tahun 1921, ketika renovasi akan dimulai, gedung yang bernama Concordia ini mendapatkan sentuhan yang lux, lengkap dan eksklusif. Hal ini tentu saja untuk membuat para ekspatriat Belanda akan merasa betah di gedung Concordia untuk bercengkerama dan menikmati pertunjukkan. Dan di tahun 1940, pembenahan kedua dimulai di gedung ini yang memiliki tampilan lebih menarik. Di area sayap kiri bangunan ditambahkan ruangan atau area yang didesain oleh A.F. Aalbers. Gaya arsitektur International Style dimasukkan ke dalam area tersebut. Dan gedung ini menjadi tempat rekreasi yang sangat nyaman.

Foto Gedung Merdeka. Foto: gambarberkata.com

Pergantian Fungsi Gedung Merdeka

Setelah Jepang masuk ke Indonesia, tentu saja gedung ini beralih fungsi. Di tangan pemerintahan Jepang yang kala itu berhasil mengusir Belanda dari Indonesia, Gedung Merdeka menjadi pusat kebudayaan yang mempertontonkan budaya Jepang kepada para militer dan juga ekspatriat. Gedung ini berubah nama menjadi Dai Toa Kaman. Gedung Dai Toa Kaikan ini kerap menggelar pertunjukkan kebudayaan Jepang yang difungsikan untuk menghibur dan mengenalkan budaya Jepang. Sementara di area sayap kiri yang memiliki nama Yamato difungsikan untuk minum-minum bagi para pejabat tinggi Jepang. Sayangnya di tahun 1944, area ini terbakar habis dan harus direnovasi.

Sementara di tahun 1946 – 1950, Bandung kembali diduduki oleh tentara NICA setelah Jepang menyerah kepada sekutu dan Perang Dunia II sudah selesai. Dan Gedung Dai Toa Kaman ini akhirnya difungsikan untuk pertemuan umum. Dan sebagian lainnya difungsikan untuk tempat rekreasi. Gedung Merdeka sebelumnya beralih fungsi pada masa Proklamasi Kemerdekan Indonesia yaitu tanggal 17 Agustus 1945. Gedung ini menjadi markas besar pemuda Indonesia yang digunakan untuk menggalang kekuatan mengusir tentara Jepang.

Suasana di Jl Asia Afrika. Foto: gambarberkata.com

Ketika Konferensi Asia Afrika, gedung Merdeka ini mengalami renovasi dan juga perubahan dan difungsikan untuk gedung pertemuan. Dan namanya diubah oleh Presiden Indonesia, Soekarno, yaitu Gedung Merdeka yang diresmikan pada tanggal 7 April 1955.

Presiden Soekarno ketika itu mengubah nama menjadi Gedung Merdeka untuk mencerminkan bahwa Indonesia sudah merdeka. Dan di saat yang bersamaan pula bahwa ruas jalan di Gedung Merdeka ini juga diubah. Dari Jalan Raya Timur menjadi Jalan Asia Afrika yang menjadi simbol sebagai konferensi Asia Afrika pertama kali. Sementara Gedung Dana Pensiun yang letaknya berada di sebelah Museum Geologi ini berubah warna menjadi Gedung Dwi Warna.

Jl Dr Ir Sukarno di Gedung Merdeka. Foto: klikhotel.com

Perubahan fungsi Gedung Merdeka

Usai menjadi Gedung Merdeka, fungsinya terus berubah. Usai terbentuknya Konstituante Republik Indonesia yang merupakan hasil dari pemilu yang digelar pada tahun 1955, Gedung Merdeka ini menjadi kantor pusat dari Gedung Konstituante. Sementara ketika Dekrit Presiden 5 Juli 1959 dikeluarkan dan mengumumkan bahwa Konstituante dibubarkan, gedung ini menjadi kantor dan juga tempat untuk Badan Perancang Nasional atau Bapenas di tahun 1959.

Selang setahun kemudian, Gedung Merdeka menjadi kantor untuk Gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara atau MPRS dalam kurun waktu 1960 – 1971. Dan di tahun 1965 gedung ini menjadi tempat berlangsungnya acara Konferensi Islam Afrika Asia.

Pedestrian Gedung Merdeka. Foto: detik.com

Di tahun 1965, sempat berkobar pemberontakan G30S yang melibatkan Gedung Merdeka di kala itu. Pada masa tersebut Gedung Merdeka dikuasai oleh instansi militer. Dan sebagian area pada masa itu menjadi penjara untuk para tahanan politik. Dan selang setahun kemudian pemeliharaan Gedung Merdeka ini akhirnya diserahkan ke Pemerintah Daerah Tingkat I Jawa Barat dari pemerintah Pusat.

Dari Pemerintah Jawa Barat, diserahkan kembali ke Pemerintah Daerah Tingkat II Kotamadya Bandung. Di tahun 1968, MPRS mengeluarkan surat keputusan bahwa bangunan induk gedung diserahkan kepada pemerintah daerah. Sementara untuk bangunan-bangunan lainnya yang berada di belakang dari bangunan induk masih dibawah pemerintahan MPRS. Tidak lama berselang atau tepatnya di tahun 1969, pengelolaan gedung kembali diambil alih oleh Pemerintah Daerah Tingkat I Jawa Barat. Dan di tahun 1980 sendiri akhirnya Gedung Merdeka ini menjadi Museum Konferensi Asia Afrika.

Peringatan Konferensi Asia Afrika. Foto: 108jakarta.com

Pertemuan dan Konferensi di Gedung Merdeka Bandung

Ternyata Gedung Merdeka ini memiliki peran yang cukup penting. Ada banyak konferensi dan kongres yang digelar di sini usai kemerdekaan. Di tahun 1956 menjadi Konferensi Mahasiswa Asia-Afrika. Di tahun 1961 digelar Sidang Dewan Setiakawan Rakyat Asia-Afrika. Sementara di tahun 1965 menjadi tempat Konferensi Islam Asia – Afrika. Lalu selang 5 tahun kemudian yaitu di tahun 1970 menjadi tempat Kongres Pertama Organisasi Islam Afrika-Asia (The Afro-Asian Islamic Organization).

Suasana di Gedung Merdeka. Foto: detik.com

Di tahun 1980 menjadi venue acara untuk Peringatan ke – 25 Konferensi Asia – Afrika dan menjadi tempat pembukaan bagi acara Sidang Komite Ahli Hukum Asia – Afrika ke-21 yang disebut Asian-African Legal Consulative Commite/AALCC. Sekaligus menjadi peresmian Museum Konferensi Asia-Afrika. Tiga tahun kemudian yaitu tahun 1983 menjadi tempat Peresmian Pusat Studi dan juga Pengkajian Masalah Asia-Afrika dan Negara-Negara Berkembang. Tahun 1984 menjadi tempat untuk Kunjungan peserta Konferensi Menteri Penerangan Negara-Negara Nonblok. Tahun 1985 dan 1990 Gedung Merdeka menggelar Peringatan Konferensi Asia-Afrika ke-30 dan 35. Dan di tahun 1995, 2000 hingga setiap 5 tahun sekali menggelar peringatan Konferensi Asia – Afrika di Gedung Merdeka ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *